Вы находитесь на странице: 1из 30

MODUL 5 TUGAS BESAR

Dini Nur Farida Putri (13215018), Winsya Hesaputri Suryawan (13215024), Samuel
Christian Coe (13215033), Yulian Deni Adhitama (13215034), Geraldy William
Limeisa (13215042), Joshua (13215043), Dafa Faris Muhammad (13215044)
Asisten: Mahardhika Adjie Kurniya (18014041)
Tanggal Percobaan: 19/04/2018
EL3217-Praktikum Sistem Tenaga Elektrik
Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Abstrak Pada tugas besar ini, kami merancang sistem


tenaga listrik untuk sebuah kota “B” yang
Pada praktikum kelima, Tugas Besar, kami melakukan
mempunyai 4 region berdasarkan jenis bebannya.
perancangan sistem tenaga listrik untuk pelistrikan kota B
Kemudian, pada sistem ini terdapat beberapa hal
sesuai spesifikasi yang tertera di modul dengan menggunakan
yang harus diamati, yaitu, jumlah beban yang
SimPowerSystems™ dan Simulink®. Spesifikasi-spesifikasi
terdiri atas beban dasar, beban puncak, waktu
tersebut ialah jenis pembangkit beserta kemampuan mensuplai
terjadinya beban puncak, jumlah dan jenis
daya, rating beban, serta batasan-batasan yang harus dipenuhi
generator yang dipakai, jarak antara pembangkit
dalam perancangan tersebut. Dari beberapa spesifikasi
dengan gardu , power factor, dan lain sebagainya.
tersebut dapat diperkirakan jumlah KK pada tiap beban RT.
Lalu, desain sistem diuji pada 3 interval waktu yaitu 05.00- Dengan memakai ilmu yang telah diperoleh pada
17.00, 17.00-22.00, dan 22.00-05.00. Pada setiap interval modul-modul 1-4, kami diinginkan agar bisa
waktu akan diuji kemampuan sistem dalam menyuplai daya melakukan perancangan sistem tenaga listrik dan
secara efisien dan efektif ke beban pada beberapa kasus menguji efisiensi serta kemampuan sistem dalam
khusus seperti kasus symmetrical fault, dan beban yang harus menyuplai daya ketika kondisi normal ataupun
disuplai berkurang. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa ketika terjadi fault serta kondisi-kondisi lainnya.
sistem berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan diinginkan.
Sesudah melaksanakan modul ini, kami
Pada kasus saat tidak seluruh beban disuplai oleh sistem,
mendapatkan pengetahuan mengenai
diperoleh kendala efisiensi daya. Hal tersebut disebabkan
perancangan suatu sistem tenaga listrik pada suatu
karena pada soal tipe B, nilai jenis pembangkit untuk beban
kota berdasarkan informasi yang telah diperoleh
dasar seperti PLTU telah ditetapkan dan menimbulkan
serta melakukan simulasi memakai
tidak mampunyai penyesuaian dengan nilai beban dasar serta
SimPowerSystems™ dan Simulink®.
beban puncak. Pada modul kelima ini, kami mendapatkan
pengetahuan mengenai perancangan suatu sistem tenaga listrik
pada suatu kota berdasarkan informasi yang telah diperoleh
serta melakukan simulasi memakai SimPowerSystems™ dan 2. DASAR TEORI
Simulink®.
Kata kunci: Sistem tenaga listrik, beban dasar, beban
2.1 MATLAB
puncak, perancangan, symmetrical fault.
MATLAB adalah bahasa pemrograman tingkat
1. PENDAHULUAN tinggi yang dapat digunakan untuk memecahkan
Tujuan praktikum modul kelima ialah, masalah teknik. MATLAB sering digunakan untuk
1. Mendapatkan pengetahuan mengenai keperluan pembelajaran akademik dari lingkungan
perancangan suatu sistem tenaga listrik teknik. MATLAB memiliki sebuah pemrograman
pada suatu kota berdasarkan informasi grafis yang disebut Simulink® yang digunakan
yang telah diperoleh untuk mensimulasikan sistem dinamik. Simulink
2. Mendapatkan pemahaman dalam menggunakan diagram fungsional yang terdiri
melakukan simulasi memakai dari beberapa blok yang ekivalen dengan
SimPowerSystems™ dan Simulink®. fungsinya. Pada Sistem Tenaga Elektrik, blok
Pada percobaaan modul kelima ini, kami tersebut tergabung dalam suatu set blok
melakukan perancangan sistem tenaga listrik SimPowerSystems™.
untuk pelistrikan kota B sesuai spesifikasi yang
tertera di modul dengan menggunakan
SimPowerSystems™ dan Simulink®.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 1


2.2 STUDI ALIRAN DAYA Reaktor shunt yang dipasang pada sistem tegangan
tinggi untuk menjaga tegangan saat beban ringan.
Studi aliran daya adalah studi yang dilaksanakan
untuk mendapatkan informasi mengenai aliran
daya dan tegangan sistem dalam kondisi tunak.
Studi aliran daya menghitung tegangan, arus, daya 2.3 KLASIFIKASI BUS
aktif, daya reaktif, dan faktor daya pada suatu
Ada 4 nilai yang penting dalam analisis loadflow
sistem tenaga listrik. Perencanaan, perancangan,
pada tiap bus:
dan pengoperasian sistem tenaga membutuhkan
perhitungan-perhitungan tersebut untuk 1. Real Power (P)
menganalisis performansi sistem pada kondisi
2. Reactive Power (Q)
mantap dalam berbagai macam kondisi operasi.
Permasalahan mendasar yang dipecahkan dengan 3. Voltage Magnitude (V)
studi aliran daya ini adalah menemukan aliran 4. Voltage Angle
daya pada setiap saluran dan transformator di
jaringan, serta besar tegangan dan sudut fasa pada Pada setiap bus pada sistem, 2 dari 4 nilai tersebut
setiap busbar di jaringan, setelah data konsumsi dispesifikasi.
daya pada titik-titik beban dan produksi daya pada Klasifikasi bus pada sistem tenaga listrik
sisi generator diketahui. Dari analisa aliran daya ini didasarkan pada 2 nilai spesifikasi bus yang
dapat diketahui performansi sistem dengan diketahui:
kriteria-kriteria antara lain:
1. Slack Bus : V dan voltage angle dispesifikasi.
 Pembebanan komponen dan rangkaian Slack bus diperlukan sebagai referensi perbedaan
 Tegangan bus pada kondisi mantap sudut pada analisis aliran daya.

 Aliran daya reaktif 2. Load Bus : P dan Q dispesifikasi.

 Rugi-rugi sistem 3. Voltage Controlled Bus : P dan V dispesifikasi.

Informasi yang didapat dari studi aliran daya


sangat dibutuhkan guna mengevaluasi unjuk kerja
sistem tenaga listrik dan menganalisa kondisi 2.4 ANALISIS HUBUNG SINGKAT
pembangkitan maupun pembebanan. Jika terjadi Studi hubung singkat dilakukan untuk mengetahui
perubahan pada sistem, dapat terjadi kondisi- besar arus-arus yang mengalir melalui saluran-
kondisi sebagai berikut: saluran pada sistem tenaga listrik dalam interval
 Kondisi undervoltage waktu tertentu saat terjadi gangguan hubung
singkat. Besar arus yang mengalir saat terjadi
 Kondisi overvoltage hubung singkat berubah terhadap waktu sampai
 Kondisi voltage drop mencapai kondisi steadystatenya. Pada interval
waktu ini, sistem proteksi harus didesain untuk
 Kondisi overload dapat mendeteksi, memutus dan mengisolasi
Cara-cara yang dapat memperbaiki kondisi- gangguan-gangguan tersebut. Ada bermacam-
kondisi tersebut antara lain: macam gangguan yang dapat terjadi pada sistem
dilihat dari tipe gangguan maupun lokasi
 Penambahan Capacitor Bank gangguan.
 Penambahan reaktor shunt Hubung singkat simetris adalah gangguan hubung
singkat yang terjadi melibatkan keseluruhan 3 fasa
 Penambahan jalur transmisi
yang ada pada sistem.Hubung singkat tak simetris
 Mengubah tapping pada transformator adalah hubung singkat yang terjadi tidak
melibatkan keseluruhan 3 fasa pada suatu sistem.
 Mekanisme Load Shedding
Yang termasuk ke dalam hubung singkat tak
Dalam suatu sistem tenaga listrik, bank kapasitor simetris ini adalah gangguan hubung singkat fasa-
digunakan untuk memenuhi kekurangan daya ke-fasa, gangguan hubung singkat 2 fasa-ke-tanah,
reaktif, mengurangi rugi-rugi energi, mengatur dan gangguan hubung singkat satu fasa-ke-tanah.
tegangan, dan meningkatkan keamanan operasi
sistem. Perubahan tap transformator dilakukan
untuk mengatur aliran daya dengan menambah
tegangan antara sisi pembangkit dengan sisi beban.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 2


2.5 BEBAN DASAR DAN BEBAN PUNCAK Kebanyakan gangguan yang terjadi pada sistem
tenaga listrik adalah gangguan tidak simetris. Pada
Beban dasar merupakan beban minimum yang
gangguan ini magnitude dari tegangan serta arus
harus dipenuhi oleh pembangkit listrik.
yang mengalir pada setiap fasa berbeda.
Pemenuhan beban jenis ini menggunakan
pembangkit yang beroperasi secara kontinu, agar Gangguan tidak simetris dibagi menjadi 3:
biaya operasi murah tetapi keluaran daya tetap gangguan satu fasa ke tanah (LG), gangguan fasa
konstan. ke fasa (LL), dan gangguan dua fasa ke tanah (LLG).
Beban puncak adalah kebutuhan terbesar yang
terjadi selama periode tertentu. Pemenuhan beban
menggunakan pembangkit yang responsif
terhadap perubahan beban.

Gambar 2-3 Tiga Tipe Gangguan Tidak Simetris

Komponen simetris merupakan metode yang


dikembangkan C.L. Fortescue pada tahun 1918.
Metode ini memperlakukan tiga fasa yang tidak
seimbang pada sistem tenaga listrik seolah-olah
sistem tersebut seimbang. Metode ini
membuktikan bahwa sistem yang tidak simetris
Gambar 2-1 Grafik Pembagian Beban Puncak, Menengah, dapat dijabarkan menjadi tiga buah set komponen
dan Dasar simetris. Ketiga komponen itu adalah:
1. Komponen urutan positif.

2.6 GANGGUAN PADA SISTEM TENAGA Komponen ini terdiri dari phasor yang besar
LISTRIK magnitudenya sama dimana masingmasing
berbeda sebesar 120O. Komponen ini memiliki
Gangguan pada sistem tenaga listrik adalah segala fasa yang sama dengan fasa sistem.
macam kejadian yang menyebabkan kondisi pada Komponen ini biasanya ditulis menggunakan
sistem tenaga listrik menjadi abnormal. Salah satu indeks 1
yang menyebabkan kondisi ini adalah gangguan
hubung singkat. Gangguan hubung singkat dibagi 2. Komponen urutan negatif .
menjadi : Komponen ini terdiri dari tiga phasor yang
1. Gangguan simetris, misalnya 3 fasa ke tanah. besar magnitudenya sama dimana
masingmasing berbeda sebesar 120O.
2. Gangguan tidak simetris, misalnya : satu fasa Komponen ini memiliki fasa yang
ke tanah, hubung singkat dua fasa dan berkebalikan dengan fasa sistem. Komponen
hubung singkat dua fasa ke tanah. ini biasanya ditulis menggunakan indeks 2
Gangguan simetris merupakan gangguan dimana 3. Komponen urutan nol.
besar magnitude dari arus gangguan sama pada
setiap fasa. Gangguan ini terjadi pada gangguan Komponen ini terdiri dari tiga phasor yang
hubung singkat tiga fasa. Ketika gangguan simetris memiliki magnitude dan fasa yang sama.
terjadi, tidak terjadi busur dikarenakan konduktor Komponen ini biasanya ditulis menggunakan
tidak menyentuh tanah. indeks 0.

Gangguan simetris dibagi menjadi 2: gangguan tiga 3. METODOLOGI


fasa ke tanah (LLLG) dan gangguan tiga fasa (LLL)
3.1 ALAT YANG DIGUNAKAN

a) PC
b) Software MATLAB
c) Software Snipping Tool

Gambar 2-2 Dua Tipe Gangguan Simetris

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 3


3.2 LANGKAH PERCOBAAN
R
T- 2 5 1 0 1 0 0
Membuat desain sistem sesuai spesifikasi yang 2
tertera pada modul
R
T- 2 10 1 0 1 1 1
3
Mengerjakan serta menganalisis pertanyaan -
pertanyaan yang tertera di modul
R
T- 3 15 1 1 2 1 2
4

Mengerjakan laporan tugas besar R


T- 4 20 2 3 3 2 3
6

Perbandingan beban pada


Mengerjakan powerpoint tugas besar
RT-1 : RT-2 : RT-3 : RT-4 : RT-5 = 4:8:12:2:1.

2. Beban Industri 24 jam, Beban


Mengerjakan paper tugas besar Komersial(tegangan 20kV)
Rentang penggunaan beban komersial seperti
beban Rumah Tangga pada waktu tertentu: (05.00-
17.00, 17.00-22.00, 22.00-05.00)
Melakukan presentasi modul 5
Tabel 4-2 Rentang Penggunaan Beban Komersial Seperti
Gambar 3-1 Langkah Pengerjaan Modul 5 Beban Rumah Tangga pada Waktu Tertentu

Beban Jumlah Daya(VA)


pelanggan
4. PERANCANGAN SISTEM
Industri Kecil 3000 2200
4.1 SPESIFIKASI AWAL SISTEM
(2200 VA)
4.1.1 Spesifikasi Beban
Industri Sedang 1000 50000
1. Beban Rumah Tangga(tegangan 380V)
(50 kVA)
Asumsi masing-masing peralatan yang digunakan
secara konstan pada rentang waktu tertentu: (05.00- Industri Besar 50 200000
17.00, 17.00-22.00, 22.00-05.00) (200 kVA)

UKM (1300 VA) 5000 1.300


Tabel 4-1 Asumsi Masing-Masing Peralatan yang
Digunakan Secara Konstan pada Waktu Tertentu
Restoran – 1000 5000
Toko (5 kVA)
Pe
ma PC
Be TV( Lamp Kulka AC( Dispe
nas (15 Mall dan Hotel 20 50000
ba 60 u(35 s(200 220 nser(5
air( 0 (50 kVA)
n W) W) W) W) 0W)
100 W)
W)

R
T- 1 3 0 0 1 0 0
1

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 4


3. Beban Prioritas (Tegangan 20 kV) 24 jam 4.1.3 Batasan-batasan yang harus dipenuhi:
Tabel 4-3 Beban Prioritas  Kota terbagi menjadi 4 region berdasarkan
jenis bebannya.
Beban Jumlah Daya(VA)
pelanggan  Kota memiliki 4 gardu yang masing-masing
terhubung dengan setiap beban.
Rumah Sakit (50 20 50000 Gardu 1 terhubung dengan beban 1. Gardu 2
kVA) terhubung dengan beban 2. Gardu 3
terhubung dengan beban 3. Gardu 4
Pusat Server Data 5 5000 terhubung dengan beban 4.
(5 kVA)
Tegangan keluaran untuk semua gardu
Kantor Lembaga 10 100000 adalah 20kV.
Negara (100 kVA) Jarak antar gardu:

Istana Negara (1 1 1000000  Gardu 1 - 2 = 20 km


MVA)  Gardu 1 - 4 = 20 km

Pangkalan Militer 3 750000  Gardu 2 - 4 = 20 km


(750 kVA)  Gardu 1/2/4 – 3= 5 km
Tegangan line = 70kV
4. Beban Publik dan Sosial 24 jam (Tegangan  Jarak Gardu dengan pembangkit:
380V)
 Gardu 1 - PLTP = 100 km
Tabel 4-3 Beban Publik dan Soaial
 Gardu 2 - PLTU = 100 km
Beban Jumlah Daya(VA)  Gardu 3 - PLTA = 50 km
Pelanggan
 Gardu 4-PLTB = 20 km
Rumah Ibadah 200 6600  Setiap beban dengan V = 380 V, memiliki jarak
(6600 VA) 3 km dari gardu awal tegangan 20 kV.

Sekolah dan 100 10000  Setiap beban dengan V = 20 kV tidak berjarak


Universitas (10 dari gardu awal tegangan 20 kV.
kVA)  Untuk beban 1,3,4 = Vmin = 0.96pu

Penerangan 20000 100  Untuk beban 2 = Vmin = 0.98 pu dengan


Jalan Umum PF>0.85
(100 W)  Boleh menempatkan Capacitor Bank pada
jaringan tegangan 20 kV.

4.1.2 Jenis Pembangkit:


 PLTP: generator swing, mensuplai sepanjang 5. HASIL DAN ANALISIS
hari, kapasitas maksimal 80% PLTU.
5.1 PERTANYAAN NO. 1
 PLTU: generator PV, mensuplai sepanjang Perkirakan Berapa Jumlah KK Beban RT, dengan
hari,kapasitas tidak dapat diubah, kapasitas memanfaatkan Studi Load Flow ! (Perhatikan batasan -
100 MW. batasan yang harus dipenuhi)
 PLTA: generator swing, kapasitas maksimal
30% PLTU, berfungsi sebagai generator swing.
 PLTB: generator PV, kapasitas maksimal
sebesar 10% PLTU, hanya mensuplai pada
malam hari, serta berfungsi sebagai generator
PV.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 5


Tabel 5-1-1 Perkiraan Jumlah KK semakin diperkuat dengan jauhnya jarak antara
generator terhadap gardu, maupun antar gardu.
Parameter CB yang digunakan,
- Dengan resistansi yang diabaikan (sangat
kecil), KK bisa naik secara signifikan dari
kondisi yang sedang digunakan (10x +)
- Kondisi real semisal untuk CB yang udh
lumayan berumur adalah bisa sampe mΩ
Tabel 5-1-2 Load Flow 05.00 – 17.00 - Faktor umur semakin besar gara2 arus
sistem kita juga jauh lebih besar

5.2 PERTANYAAN NO. 2


Desain Jadwal Seluruh Beban untuk rentang waktu
05.00 - 17.00 ; 17.00 - 22.00 ; 22.00- 05.00

Tabel 5-2-1 Beban Rumah Tangga

Tabel 5-1-3 Load Flow 17.00 – 22.00

Tabel 5-2-2 Beban Industri

Tabel 5-1-4 Load Flow 22.00 – 05.00

Tabel 5-2-3 Beban Prioritas

Parameter Line yang digunakan,


- Kabel jenis overhead HV
- Bahan umumnya aluminum conductor
steel reinforced (ACSR)
Tabel 5-2-4 Beban Publik dan Sosial
- Spek detail beradasarkan katalog pabrik
kabel
- Digunakan yang memiliki resistansi 0.0277
Ohm/km per kabel. Lalu tiap fasa biasanya
ada 3 kabel tranmisi, jadi dibagi 3
resistansinya.
Hanya dapat dilayani sekitar 10000 KK
dikarenakan impedansi line yang cukup besar dan
pengaruh CB yang cukup signifikan. Efek ini

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 6


Tabel 5-2-5 Generator Breaker 20 : arus utama Line 3 (ke beban prioritas)
max 50A
Breaker 21 : arus utama Line 4 (ke beban social)
max 50A

Arus pada Line Utama

 Line 1-2
- Beban 1-4, V > 0,96pu
- Beban 2, pf > 0,85
- Jika spesifikasi dalam Watt, pf = 1
- Beban 2 & 3 memiliki waktu 24 jam
- Spesifikasi ~ 120MVA
- pf ~ 0,9, untuk beban lainnya

5.3 PERTANYAAN NO. 3


Kapasitas masing - masing Line dan Trafo untuk
menunjang sistem Tenaga Elektrik kota B
 Line
Arus pada Line Utama
Gambar 5-3-2 Kurva Arus pada Line 1-2
 Line 1-3

Gambar 5-3-3 Kurva Arus pada Line 1-3

Gambar 5-3-1 Kurva Arus pada Line Utama

Breaker 18 : arus utama Line 1 (ke beban rumah


tangga ) max 50A
Breaker 19 : arus utama Line 2 (ke beban industry)
max 500A

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 7


 Line 1-4  Line 3-4

Gambar 5-3-4 Kurva Arus pada Line 1-4

 Line 2-3 Gambar 5-3-7 Kurva Arus pada Line 3-4


Analisis :
Arus antar line maximal = 50A. Dari hasil yang
diperoleh, didapatkan hasil pengukuran
multimeter dari simulasi ode23tb pada circuit
breaker antar line

Panjang Line tersebut ialah,


Gardu 1-2 = 20 km
Gardu 1-4 = 20 km
Gardu 2-4 = 20 km
Gardu 1/2/4 -3 = 5 km
Tegangan Line 70 kV.

Jarak antar Gardu 1- PLTP = 100 km


Jarak antara gardu 2-PLTU = 100 km
Jarak antara gardu3-PLTA = 50 km
Jarak antara gardu 4 – PLTB =20 km
Gambar 5-3-5 Kurva Arus pada Line 2-3
 Line 2-4
 Trafo
A) Trafo antara Pembangkit dan Line

Three-Phase Transformer (Two Windings)1


diletakkan antara PLTP dan Line 1
Three-Phase Transformer (Two Windings)2
diletakkan antara PLTU dan Line 2
Three-Phase Transformer (Two Windings)3
diletakkan antara PLTA dan Line 3
Three-Phase Transformer (Two Windings)4
diletakkan antara PLTS dan Line 4
Keempat trafo diatas memiliki kapasitas 1000MVA ,
dan konfigurasi Y- Δ dengan winding yang sama
( 20kV-150kV )

B) Trafo Beban Rumah Tangga

Gambar 5-3-6 Kurva Arus pada Line 2-4 Semua trafo berkapasitas 1000MVA
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 8
 Gardu 1 : winding (150kV,20kV) ; konfigurasi - Sisi Generator
Δ - Y diteruskan ke
 Three-Phase Transformer (Two Windings)8 :
winding (20kV,380V); konfigurasi Y- Δ .

Tegangan 380 V didistribusikan ke Beban Rumah


Tangga yaitu :
RT1, RT2, RT3, RT4, RT5

C) Trafo Beban Industri Daya yg disuplai generator berbeda jam 5-17,17-22,


dan 22-5. Untuk besar dan detailnya bisa dicek
Semua trafo berkapasitas 1000MVA pada tabel di atas.
 Gardu 2 dengan winding (150kV,20kV)
konfigurasi Δ - Δ diteruskan ke Industri
5.4 PERTANYAAN NO. 4
Tegangan 20kV diberikan kepada :
Industri Kecil, Industri Sedang, Industri Besar,
Pada kasus darurat (hanya beban Prioritas yang
UKM, Restoran -Toko, Mall dan Hotel disupply), bagaimana Desain minimal Penggunaan
Pembangkit ?
D) Trafo Beban Prioritas
Semua trafo berkapasitas 1000MVA
 Gardu 3 dengan winding (150kV,20kV)
konfigurasi Δ - Δ diteruskan ke Beban
Prioritas

Tegangan 20kV diberikan kepada beban Prioritas


yaitu : Tabel 5-4-1 Kondisi tidak ada resistansi dummy dengan
RS, Pusat Server Data, Kantor Lembaga Negara, keempat generator terhubung
Istana Negara , Pangkalan Militer

E) Trafo Beban Publik dan Sosial

Semua trafo berkapasitas 1000MVA


 Gardu 4 dengan winding (150kV,20kV)
konfigurasi Δ - Y diteruskan ke
 Three-Phase Transformer (Two Windings)8
dengan winding (20kV,380V) dan konfigurasi
Y- Δ

Tegangan 380 V diberikan kepada beban Publik


dan Sosial yaitu :
Rumah Ibadah, Sekolah dan Universitas,
Penerangan Jalan Umum.

KAPASITAS TRAFO
- Sisi beban

Daya beban yg diterima trafo bisa dilihat pada tabel


di atas

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 9


Di lain pihak, PLTU tidak dimatikan karena biaya
untuk menghidupkan PLTU dari awal
membutuhkan waktu dan usaha yang cukup besar.
Selain itu, PLTP diperlukan agar tetap menyala
sebab fungsinya sebagai generator swing untuk
mengimbangi generator P. Kemudian, digunakan
resistansi dummy sebagai beban tambahan agar
generator tidak menerima arus dari PLTU. Pada
keadaan riil, resistansi dummy ini dapat berupa
Tabel 5-4-2 Kondisi hanya PLTP dan PLTU yang sebuah baterai yang dicharge untuk menyerap
dihubungkan dengan hanya beban prioritas
kelebihan daya yang ada.

5.5 PERTANYAAN NO. 5

Beban Prioritas disupply oleh 3 Line yang berbeda dari


Gardu yang berlainan. Bagaimana Desain Line dan
Trafo pada setiap Feeder tersebut, apabila ada
kemungkinan 2 dari 3 Line tersebut putus?
Tabel 5-5-1 Kasus Beban Prioritas di supply PLTP PLTA
PLTU dengan tambahan dummy resistor
Vangle P_LF Q_LF
Jenis Bus V_LF Keterangan
LF (MW) (MVAR)
SM PV 0 0 NaN 0 PLTB

SM PV 1 1.69 100 -381.67 PLTU


RLC
Z 0.9971 -29.57 0.89 0.43 Istana
load
RLC
Z 0.9971 -29.57 0.89 0.43 Kantor
load

RLC
Z 0.9971 -29.57 2.01 0.98 Pangkalan
load

RLC
Z 0.9971 -29.57 0.89 0.43 RS
load
RLC
Z 0.9971 -29.57 0.02 0.01 Server
load
RLC Dummy
Z 0.9971 -29.57 99.42 0
load Resistor
SM swing 1 0 6.52 136.53 PLTP

SM swing 1 0 17.01 228.56 PLTA

Tabel 5-5-2 Kasus Beban Prioritas di supply PLTA (line 1


dan line 2 putus)
P_LF Q_LF
Jenis Bus V_LF Vangle_LF (MW) (MVAR) Keterangan
SM PV 0 0 NaN 0 PLTB
RLC
Z 0.9997 -30 0.9 0.44 Istana
load
RLC
Z 0.9997 -30 0.9 0.44 Kantor
load

RLC
Z 0.9997 -30 2.02 0.98 Pangkalan
load

Analisis : RLC
Z 0.9997 -30 0.9 0.44 RS
load
Dari spesifikasi soal, diinginkan saat kondisi RLC
Z 0.9997 -30 0.02 0.01 Server
darurat hanya beban prioritas saja yang disuplai load
SM swing 1 0 8.74 1.79 PLTA
listrik. Sehingga beban rumah tangga, beban publik
sosial, dan beban industri diputus dari jalur supply. SM PV 0 0 NaN 0 PLTU
Hal ini akan mengakitbatkan supply daya yang SM swing 1 0 2 2 PLTP
sangat besar dengan permintaan daya yang jauh Tabel 5-5-3 Kasus Beban Prioritas di supply PLTP (line 1
lebih kecil. Serta menimbulkan beberapa generator dan line 3 putus)
menerima daya dari generator lainnya. Kejadian ini P_LF Q_LF
Jenis Bus V_LF Vangle_LF (MW) (MVAR) Keterangan
perlu dihindari sehingga pada kondisi darurat
SM PV 0 0 NaN 0 PLTB
PLTA dan PLTB juga diputuskan dari jalur supply.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 10


SM swing 1 0 2 -2.5 PLTA Sesuai dengan plot arus pada beban prioritas,
SM PV 0 0 NaN 0 PLTU terlihat bahwa ketika fault terjadi, tidak ada arus
RLC yang mengalir ke beban. Hal ini terjadi karena fault
Z 0.9995 -30.02 0.9 0.44 Istana
load yang diberikan adalah tipe LLLG, membuat semua
RLC
load
Z 0.9995 -30.02 0.9 0.44 Kantor arus yang terhubung pada sistem langsung
RLC mengalir ke titik fault. Ketika fault diisolasi
Z 0.9995 -30.02 2.02 0.98 Pangkalan
load (dengan membuka circuit breaker yang mengapit
RLC
load
Z 0.9995 -30.02 0.9 0.44 RS komponen yang terkena fault), terjadi respon
RLC
Z 0.9995 -30.02 0.02 0.01 Server transien pada sistem. Hal ini terjadi karena sistem
load
sudah tidak memiliki gangguan dan pembukaan
SM swing 1 0 8.74 -7.2 PLTP
circuit breaker ini dapat dianalogikan sebagai
pemberian input step pada sistem. Respon transien
Analisis: yang terjadi dapat dikatakan cukup cepat, sehingga
sebelum sistem kembali normal (circuit breaker
Pada kasus ini beban prioritas dihubungkan pada titik fault kembali menutup), sistem sudah
dengan tiga line feeder. Pada kondisi darurat, dan
dalam steady state. Ketika circuit breaker kembali
ketiga line feeder masih terhubung dengan beban menutup, terdapat lagi respon transient karena
prioritas maka diperlukan dummy resistor seperti
adanya penambahan jalur supply secara tiba tiba
pada kasus nomor 5 sebelumnya. Kemudian sehingga perlu penyesuaian dari generator swing
apabila dua dari tiga line putus maka beban untuk memenuhi permintaan beban. Oleh sebab itu,
prioritas hanya di supply oleh satu generator.
dapat disimpulkan bahwa penambahan line yang
Kasus pertama bila line 1 dan line 2 putus, maka menghubungkan pembangkit dengan beban
beban prioritas hanya di supply PLTA. Pada kasus
prioritas dapat menjamin beban prioritas tersuplai
ini, dummy resistor dapat dilepas karena PLTA dengan baik jika terjadi fault di salah satu atau dua
merupakan swing generator yang dapat
line yang menghubungkannya dengan pembangkit.
menyesuaikan permintaan beban. Hasil yang Namun, diperlukan juga parameter circuit breaker
didapatkan PLTA menyuplai beban prioritas
yang tepat agar beban prioritas tidak kehilangan
dengan baik karena beban prioritas dapat terbilang supply dalam waktu yang lama.
cukup kecil dibanding dengan kapasitas PLTA.
Pada kasus kedua, line 1 dan line 3 putus, sehingga 5.7 PERTANYAAN NO. 7
beban prioritas hanya di supply PLTP. Hal ini
serupa dengan kasus pertama dimana beban Beban Rumah Tangga RT - 1, RT - 2, dan RT - 3, beban
dilayani oleh swing generator yang kapasitasnya Rumah Ibadah, beban Penerangan Jalan Umum, mampu
lebih besar daripada total beban sehingga dapat disuplai secara mandiri oleh Pembangkit Tambahahan
berjalan dengan baik. Pada kasus ketiga, line 1 dan dari Tenaga Surya (PLTS). Bagaimanakah Desain
line 3 putus, sehingga beban prioritas hanya Kapasitas Pembangkit lainnya untuk mensuplai seluruh
dilayani generator PV yaitu PLTU. Hal ini beban yang tersisa?
menyebabkan kendala karena umumnya generator
Tabel 5-7-1 Beban rumah tangga setelah RT 1, 2, dan 3
PV tidak dapat bekerja sendirian sebab generator disuplai oleh PLTS
ini menghasilkan daya aktif yang konstan. Kendala RT \ Daya (W)
TV

60
Lampu

35
Kulkas

200
AC

220
Dispenser

50
Pemanas

100
PC
Daya per KK per Waktu (W)
150 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00
Daya per KK (peak)
22.00 – 05.00 17.00 – 22.00 Perbandingan Daya Total (W) Jumlah (KK)

ini dapat diatasi dengan menambahkan resistor 4


5
3
4
15
20
1
2
1
3
2
3
1
2
2
3
400
750
1305
1940
1245
2210
1,305.00
1,940.00
(peak)
2
1
388,000.00
194,000.00
297.32
100

dummy dengan nilai yang sesuai namun sulit Total 1800 4875 4635 Total 5,238,000.00 397.32

untuk dilakukan pada kondisi riil.


Tabel 5-7-2 Beban rumah tangga setelah RT 1, 2, dan 3
disuplai oleh PLTS (2)
5.6 PERTANYAAN NO. 6 Tipe Beban 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00 Daya (VA) Jumlah Daya Total (VA) PF P (W) Q (VAR)
Daya per Waktu (VA)
05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00

1 TV v 60 397.32 23,839.20 1 23,839.20 0 0 23839.2 0

Analisis Simulasi Symmetrical Fault pada kasus


1 Lampu v v 35 397.32 13,906.20 1 13,906.20 0 0 13906.2 13906.2
1 Kulkas v v v 200 397.32 79,464.00 1 79,464.00 0 79464 79464 79464
1 AC v 220 397.32 87,410.40 1 87,410.40 0 0 0 87410.4

tersebut!
1 Dispenser v v 50 397.32 19,866.00 1 19,866.00 0 19866 19866 0
1 Pemanas Air v 100 397.32 39,732.00 1 39,732.00 0 39732 0 0
1 PC v v 150 397.32 59,598.00 1 59,598.00 0 0 59598 59598
Total beban 1 323,815.80 0.00 139,062.00 196,673.40 240,378.60

Tabel 5-7-3 beban industri dan prioritas


2 Industri Kecil v v v 2,200.00 3,000.00 6,600,000.00 0.9 5,940,000.00 2,876,873.30 6,600,000.00 6,600,000.00 6,600,000.00
2 Industri v v v 50,000.00 1,000.00 50,000,000.00 0.9 45,000,000.00 21,794,494.72 50,000,000.00 50,000,000.00 50,000,000.00
Sedang
2 Industri Besar v v v 200,000.00 50 10,000,000.00 0.9 9,000,000.00 4,358,898.94 10,000,000.00 10,000,000.00 10,000,000.00
2 UKM v v v 1,300.00 5,000.00 6,500,000.00 0.9 5,850,000.00 2,833,284.31 6,500,000.00 6,500,000.00 6,500,000.00
2 Restoran – v v v 5,000.00 1,000.00 5,000,000.00 0.9 4,500,000.00 2,179,449.47 5,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00
Toko
2 Mall dan Hotel v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Total beban 2 71,190,000.00 34,478,890.64 79,100,000.00 79,100,000.00 79,100,000.00


3 Rumah Sakit v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00
3 Pusat Server v v v 5,000.00 5 25,000.00 0.9 22,500.00 10,897.25 25,000.00 25,000.00 25,000.00
Data
3 Kantor v v v 100,000.00 10 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00
Lembaga
Negara
3 Istana Negara v v v 1,000,000.00 1 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00
3 Pangkalan v v v 750,000.00 3 2,250,000.00 0.9 2,025,000.00 980,752.26 2,250,000.00 2,250,000.00 2,250,000.00
Militer
Total beban 3 4,747,500.00 2,299,319.19 5,275,000.00 5,275,000.00 5,275,000.00

Rangkaian dan hasil dari pertanyaan ini terlampir.


Analisis:
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 11
Tabel 5-7-4 Beban public dan social, serta perhitungan daya
total beban setelah disuplai PLTS Tabel 5-8-2 Beban rumah tangga setelah RT 4 dan 5
Sekolah dan v v 10,000.00 100 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 0
Universitas disuplai oleh Genset (2)
Total beban 4 4,088,000.00 1,011,264.55 2,320,000.00 4,320,000.00 2,000,000.00
Daya per Waktu (VA)
Total beban 80,349,315.80 37,789,474.38 86,834,062.00 88,891,673.40 86,615,378.60 Beban 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00 Daya (VA) Jumlah Daya Total PF P (W) Q (VAR) 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00
(VA)

Dari perhitungan daya total pada ms. excel, setelah


TV v 60 9,132.87 547,972.20 1 547,972.20 0 0 547972.2 0
Lampu v v 35 9,132.87 319,650.45 1 319,650.45 0 0 319650.45 319650.45

Beban rumah tangga RT 1, 2 dan 3, serta beban dari Kulkas


AC
v v v
v
200
220
9,132.87 1,826,574.00
9,132.87 2,009,231.40
1 1,826,574.00
1 2,009,231.40
0
0
1826574
0
1826574
0
1826574
2009231.4

rumah ibadah dan penerangan umum disuplai Dispenser v v 50 9,132.87 456,643.50 1 456,643.50 0 456643.5 456643.5 0

PLTS didapatkan bahwa daya total untuk jam


Pemanas Air v 100 9,132.87 913,287.00 1 913,287.00 0 913287 0 0

PC v v 150 9,132.87 1,369,930.50 1 1,369,930.50 0 0 1369930.5 1369930.5


05.00-17.00 sebesar 80,349MVA, untuk jam 17.00 – Total beban 1 7,443,289.05 0.00 3,196,504.50 4,520,770.65 5,525,386.35

22.00 sebesar 88,891MVA, dan untuk jam 22.00 –


05.00 sebesar 86,615 MVA. Penentuan parameter Tabel 5-8-3 Beban industri dan prioritas
UKM v v v 1,300.00 5,000.00 6,500,000.00 0.9 5,850,000.00 2,833,284.31 6,500,000.00 6,500,000.00 6,500,000.00

pembangkit ditentukan pada beban puncaknya Restoran –


Toko
v v v 5,000.00 1,000.00 5,000,000.00 0.9 4,500,000.00 2,179,449.47 5,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00

yaitu pada rentang waktu 17.00 – 22.00 sebesar


Mall dan Hotel v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Total beban 2 11,250,000.00 5,448,623.68 12,500,000.00 12,500,000.00 12,500,000.00

88,891MVA. Dengan presentase kapasitas pada Rumah Sakit v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

masing masing pembangkit, dilakukan Pusat Server v


Data
v v 5,000.00 5 25,000.00 0.9 22,500.00 10,897.25 25,000.00 25,000.00 25,000.00

perhitungan sebagai berikut: Kantor


Lembaga
v v v 100,000.00 10 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Negara
Istana Negara v v v 1,000,000.00 1 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

𝑆𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = (0,8 + 1 + 0,3 + 0,1) × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 Pangkalan


Militer
v v v 750,000.00 3 2,250,000.00 0.9 2,025,000.00

Total beban 3
980,752.26 2,250,000.00 2,250,000.00 2,250,000.00

4,747,500.00 2,299,319.18 5,275,000.00 5,275,000.00 5,275,000.00

2.2 × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 𝑆𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙


2.2 × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 88.891𝑀𝑉𝐴
100 Tabel 5-8-4 Beban public dan social, serta
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 88.891 × perhitungan daya total beban setelah disuplai Genset
220
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 40.4𝑀𝑉𝐴

Dipilih daya nominal generator di PLTU sebesar 50


MVA. Hal ini dilakukan agar ketika beban minimal,
Dari perhitungan daya total pada ms. excel, setelah
suplai dari PLTU tetap, tidak berlebih, dan
Beban rumah tangga RT 4 dan 5, serta beban dari
kekurangan suplai diambil dari PLTP (mode
universitas, sekolah, dan industri disuplai Genset
swing).
didapatkan bahwa daya total untuk jam 05.00-17.00
Dengan daya PLTU sebesar 50 MVA, maka
sebesar 22,291MVA, untuk jam 17.00 – 22.00
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑃 = 80% × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 sebesar 25,615MVA, dan untuk jam 22.00 – 05.00
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑃 = 80% × 50 sebesar 25,3 MVA. Penentuan parameter
𝑺𝑷𝑳𝑻𝑷 = 𝟒𝟎 𝑴𝑽𝑨 pembangkit ditentukan pada beban puncaknya
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐴 = 30% × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 yaitu pada rentang waktu 17.00 – 22.00 sebesar
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐴 = 30% × 50 25,615MVA. Dengan presentase kapasitas pada
𝑺𝑷𝑳𝑻𝑨 = 𝟏𝟓𝑴𝑽𝑨 masing masing pembangkit, dilakukan
perhitungan sebagai berikut:
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐵 = 10% × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐵 = 10% × 50
𝑆𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = (0,8 + 1 + 0,3 + 0,1) × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈
𝑺𝑷𝑳𝑻𝑩 = 𝟓 𝑴𝑽𝑨
2.2 × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 𝑆𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
2.2 × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 25,615𝑀𝑉𝐴
100
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 25,615 ×
5.8 PERTANYAAN NO. 8 220
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 11,64𝑀𝑉𝐴
Beban Rumah Tangga RT - 4, dan RT - 5, beban Sekolah
dan Universitas, seluruh beban Industri, pada kondisi Dipilih daya nominal generator di PLTU sebesar 15
darurat harus mampu disuplai oleh Genset Pribadi MVA. Hal ini dilakukan agar ketika beban minimal,
masing - masing. Bagaimanakah Desain Kapasitas suplai dari PLTU tetap, tidak berlebih, dan
Pembangkit lainnya untuk mensuplai seluruh beban kekurangan suplai diambil dari PLTP (mode
yang tersisa? swing).
Dengan daya PLTU sebesar 15 MVA, maka
Tabel 5-8-1 Beban rumah tangga setelah RT 4 dan 5
disuplai oleh Genset
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑃 = 80% × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑃 = 80% × 15
TV Lampu Kulkas AC Dispenser Pemanas PC
Daya per KK per Waktu (W) Daya per KK (peak)
𝑺𝑷𝑳𝑻𝑷 = 𝟏𝟐 𝑴𝑽𝑨
RT \ Daya (W) 60 35 200 220 50 100 150 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00 17.00 – 22.00 Perbandingan Daya Total Jumlah (KK)

1 1 3 0 0 1 0 0 50 215 105
(peak)

215
(W)

4 776,000.00 3,609.30
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐴 = 30% × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈
2
3
2
2
5
10
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
250
350
545
870
375
700
545
870
8 1,552,000.00
12 2,328,000.00
2,847.71
2,675.86
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐴 = 30% × 15
Total 1800 4875 4635 Total 5,238,000.00 9,132.87

𝑺𝑷𝑳𝑻𝑨 = 𝟒. 𝟓𝑴𝑽𝑨
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 12
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐵 = 10% × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈
𝑆𝑃𝐿𝑇𝐵 = 10% × 15
𝑺𝑷𝑳𝑻𝑩 = 𝟏. 𝟓 𝑴𝑽𝑨 6. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 KESIMPULAN

5.9 PERTANYAAN NO. 9 Kesimpulan dari modul kelima ini ialah,


 Dalam perancangan sebuah sistem tenaga
Kasus no 7 dan Kasus no 8 dapat terjadi secara listrik, harus didapatkan terlebih dahulu
bersamaan, Bagaimanakah Desain Kapasitas beban/kebutuhan, parameter sistem,
Pembangkit lainnya untuk mensuplai seluruh beban sertaspesifikasi yang diharapkan.
yang tersisa?
 Jumlah KK untuk RT-1, RT-2, RT-3, RT-4,
Tabel 5-9 beban prioritas dan industri, serta perhitungan dan RT-5 secara berurutan merupakan
daya total beban setelah disuplai Genset dan PLTS 3609.3, 2847.71, 2675.86, 297.32, dan 100.
UKM v v v 1,300.00 5,000.00 6,500,000.00 0.9 5,850,000.00 2,833,284.31 6,500,000.00 6,500,000.00 6,500,000.00
Restoran – v v v 5,000.00 1,000.00 5,000,000.00 0.9 4,500,000.00 2,179,449.47 5,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00
Toko
Mall dan Hotel v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00  Desain kapasitas pembangkit dihitung dan
Total beban 2 11,250,000.00 5,448,623.68 12,500,000.00 12,500,000.00 12,500,000.00
ditentukan berdasarkan jumlah daya yang
dibutuhkan oleh beban.
Rumah Sakit v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Pusat Server v v v 5,000.00 5 25,000.00 0.9 22,500.00 10,897.25 25,000.00 25,000.00 25,000.00
Data

Kantor
Lembaga
v v v 100,000.00 10 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00
 Capacitor bank dibutuhkan dalam
menaikkan tegangan pada beban supaya
Negara
Istana Negara v v v 1,000,000.00 1 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Pangkalan
Militer
v v v 750,000.00 3 2,250,000.00 0.9 2,025,000.00

Total beban 3
980,752.26 2,250,000.00 2,250,000.00 2,250,000.00

4,747,500.00 2,299,319.18 5,275,000.00 5,275,000.00 5,275,000.00


spesifikasi terpenuhi.
Total beban 4 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total beban 15,997,500.00 7,747,942.86 17,775,000.00 17,775,000.00 17,775,000.00
 Analisis aliran daya digunakan dalam
perancangan sistem agar mengetahui
Dari perhitungan daya total pada ms. excel, setelah apakah sistem yang dirancang telah sesuai
Beban rumah tangga RT 4 dan 5, serta beban dari dengan yang diharapkan.
universitas, sekolah, dan industri disuplai Genset  Analisis hubung singkat digunakan dalam
& beban rumah tangga RT 1, 2, dan 3, serta beban perancangan sistem agar dapat dilakukan
Rumah Ibadah dan beban penerangan jalan umum perancangan sistem proteksi yang bisa
disuplai Pembangkit Tambahan dari Tenaga sirya mengisolasi gangguan.
didapatkan bahwa daya total untuk jam 05.00-17.00,
17.00 – 22.00, dan untuk jam 22.00 – 05.00 sebesar
17,775 MVA. Penentuan parameter pembangkit
ditentukan pada beban puncaknya yaitu sebesar 6.2 SARAN
17.775 MVA. Dengan presentase kapasitas pada Sebenarnya praktikum sistem tenaga elektrik
masing masing pembangkit, dilakukan sudah baik dan bagus namun sebaiknya waktu
perhitungan sebagai berikut: untuk pengerjaan tugas besar dapat diperpanjang.

𝑆𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = (0,8 + 1) × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 DAFTAR PUSTAKA


1.8 × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 𝑆𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
1.8 × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 17,775𝑀𝑉𝐴 [1] Jackstar H. S., Panduan Penulisan Laporan, Jacks
100 Publishing, Bandung, 2008.
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 17,775 ×
180 [2] Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer.
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 = 9,875𝑀𝑉𝐴
Modul Praktikum Sistem Tenaga Elektrik.
Dipilih daya nominal generator di PLTU sebesar 10 Penerbit ITB, Bandung, 2018.
MVA. Hal ini dilakukan agar ketika beban minimal, [3] George G. Karady dan Keith E. Holbert,
suplai dari PLTU tetap, tidak berlebih, dan Electrical Energy Conversion and Transport 2nd Ed,
kekurangan suplai diambil dari PLTP (mode John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New
swing). Jersey, 2013.
Dengan daya PLTU sebesar 15 MVA, maka
[4] https://qtop.wordpress.com/2008/12/28/ga
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑃 = 80% × 𝑆𝑃𝐿𝑇𝑈 ngguan-pada-sistem-tenaga-listrik/,
𝑆𝑃𝐿𝑇𝑃 = 80% × 10
𝑺𝑷𝑳𝑻𝑷 = 𝟖 𝑴𝑽𝑨 13/04/2018, 20.12

PLTA dan PLTB tidak perlu digunakan karena


PLTU dan PLTP saja sudah dapat memenuhi
kebutuhan daya sistem
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 13
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 14
LAMPIRAN

 PERTANYAAN NO. 1

Tabel 5-1-1 Perkiraan Jumlah KK

Tabel 5-1-2 Load Flow 05.00 – 17.00

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 15


Tabel 5-1-3 Load Flow 17.00 – 22.00

Tabel 5-1-4 Load Flow 22.00 – 05.00

 PERTANYAAN NO. 2

Tabel 5-2-1 Beban Rumah Tangga

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 16


Tabel 5-2-2 Beban Industri

Tabel 5-2-3 Beban Prioritas

Tabel 5-2-4 Beban Publik dan Sosial

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 17


Tabel 5-2-5 Generator

 PERTANYAAN NO. 4

Tabel 5-4-1 Kondisi tidak ada resistansi dummy dengan keempat generator terhubung

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 18


Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 19
Tabel 5-4-2 Kondisi hanya PLTP dan PLTU yang dihubungkan dengan hanya beban prioritas

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 2


0
 PERTANYAAN NO. 6

Pada gambar gambar di bawah ini, breaker 1 terhubung langsung dengan line 1, breaker 2 terhubung
langsung dengan line 2, breaker 3 terhubung langsung dengan line 3, dan breaker 20 terhubung langsung
dengan gardu 3 atau gardu yang melayani beban prioritas.
Gambar 5-6-1 Rangkaian yang digunakan untuk simulasi symmetrical fault pada line 1 dan line 2

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 21


Gambar 5-6-2 Hasil simulasi symmetrical fault pada line 1 dan line 2

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 22


Gambar 5-6-3 Rangkaian yang digunakan untuk simulasi symmetrical Fault pada Line 2 dan Line 3

Gambar 5-6-4 Hasil simulasi symmetrical Fault pada Line 2 dan Line 3

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 23


Gambar 5-6-5 Rangkaian yang digunakan untuk simulasi symmetrical Fault pada Line 1 dan Line 3

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 24


Gambar 5-6-6 Hasil simulasi symmetrical Fault pada Line 1 dan Line 3

 PERTANYAAN NO. 7

Tabel 5-7-1 Beban rumah tangga setelah RT 1, 2, dan 3 disuplai oleh PLTS

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 25


TV Lampu Kulkas AC Dispenser Pemanas PC
Daya per KK per Waktu (W) Daya per KK (peak)
RT \ Daya (W) 60 35 200 220 50 100 150 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00 17.00 – 22.00 Perbandingan Daya Total (W) Jumlah (KK)
(peak)
4 3 15 1 1 2 1 2 400 1305 1245 1,305.00 2 388,000.00 297.32
5 4 20 2 3 3 2 3 750 1940 2210 1,940.00 1 194,000.00 100
Total 1800 4875 4635 Total 5,238,000.00 397.32

Tabel 5-7-2 Beban rumah tangga setelah RT 1, 2, dan 3 disuplai oleh PLTS (2)
Daya per Waktu (VA)
Tipe Beban 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00 Daya (VA) Jumlah Daya Total (VA) PF P (W) Q (VAR) 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00

1 TV v 60 397.32 23,839.20 1 23,839.20 0 0 23839.2 0


1 Lampu v v 35 397.32 13,906.20 1 13,906.20 0 0 13906.2 13906.2
1 Kulkas v v v 200 397.32 79,464.00 1 79,464.00 0 79464 79464 79464
1 AC v 220 397.32 87,410.40 1 87,410.40 0 0 0 87410.4
1 Dispenser v v 50 397.32 19,866.00 1 19,866.00 0 19866 19866 0
1 Pemanas Air v 100 397.32 39,732.00 1 39,732.00 0 39732 0 0
1 PC v v 150 397.32 59,598.00 1 59,598.00 0 0 59598 59598
Total beban 1 323,815.80 0.00 139,062.00 196,673.40 240,378.60

Tabel 5-7-3 beban industri dan prioritas


2 Industri Kecil v v v 2,200.00 3,000.00 6,600,000.00 0.9 5,940,000.00 2,876,873.30 6,600,000.00 6,600,000.00 6,600,000.00
2 Industri v v v 50,000.00 1,000.00 50,000,000.00 0.9 45,000,000.00 21,794,494.72 50,000,000.00 50,000,000.00 50,000,000.00
Sedang
2 Industri Besar v v v 200,000.00 50 10,000,000.00 0.9 9,000,000.00 4,358,898.94 10,000,000.00 10,000,000.00 10,000,000.00
2 UKM v v v 1,300.00 5,000.00 6,500,000.00 0.9 5,850,000.00 2,833,284.31 6,500,000.00 6,500,000.00 6,500,000.00
2 Restoran – v v v 5,000.00 1,000.00 5,000,000.00 0.9 4,500,000.00 2,179,449.47 5,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00
Toko
2 Mall dan Hotel v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Total beban 2 71,190,000.00 34,478,890.64 79,100,000.00 79,100,000.00 79,100,000.00


3 Rumah Sakit v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00
3 Pusat Server v v v 5,000.00 5 25,000.00 0.9 22,500.00 10,897.25 25,000.00 25,000.00 25,000.00
Data
3 Kantor v v v 100,000.00 10 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00
Lembaga
Negara
3 Istana Negara v v v 1,000,000.00 1 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00
3 Pangkalan v v v 750,000.00 3 2,250,000.00 0.9 2,025,000.00 980,752.26 2,250,000.00 2,250,000.00 2,250,000.00
Militer
Total beban 3 4,747,500.00 2,299,319.19 5,275,000.00 5,275,000.00 5,275,000.00

Tabel 5-7-4 Beban public dan social, serta perhitungan daya total beban setelah disuplai PLTS
Sekolah dan v v 10,000.00 100 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 0
Universitas
Total beban 4 4,088,000.00 1,011,264.55 2,320,000.00 4,320,000.00 2,000,000.00
Total beban 80,349,315.80 37,789,474.38 86,834,062.00 88,891,673.40 86,615,378.60

 PERTANYAAN NO. 8

Tabel 5-8-1 Beban rumah tangga setelah RT 4 dan 5 disuplai oleh Genset

TV Lampu Kulkas AC Dispenser Pemanas PC


Daya per KK per Waktu (W) Daya per KK (peak)

RT \ Daya (W) 60 35 200 220 50 100 150 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00 17.00 – 22.00 Perbandingan Daya Total Jumlah (KK)
(peak) (W)

1 1 3 0 0 1 0 0 50 215 105 215 4 776,000.00 3,609.30


2 2 5 1 0 1 0 0 250 545 375 545 8 1,552,000.00 2,847.71
3 2 10 1 0 1 1 1 350 870 700 870 12 2,328,000.00 2,675.86
Total 1800 4875 4635 Total 5,238,000.00 9,132.87

Tabel 5-8-2 Beban rumah tangga setelah RT 4 dan 5 disuplai oleh Genset (2)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 26


Daya per Waktu (VA)
Beban 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00 Daya (VA) Jumlah Daya Total PF P (W) Q (VAR) 05.00 – 17.00 17.00 – 22.00 22.00 – 05.00
(VA)

TV v 60 9,132.87 547,972.20 1 547,972.20 0 0 547972.2 0


Lampu v v 35 9,132.87 319,650.45 1 319,650.45 0 0 319650.45 319650.45
Kulkas v v v 200 9,132.87 1,826,574.00 1 1,826,574.00 0 1826574 1826574 1826574
AC v 220 9,132.87 2,009,231.40 1 2,009,231.40 0 0 0 2009231.4
Dispenser v v 50 9,132.87 456,643.50 1 456,643.50 0 456643.5 456643.5 0

Pemanas Air v 100 9,132.87 913,287.00 1 913,287.00 0 913287 0 0

PC v v 150 9,132.87 1,369,930.50 1 1,369,930.50 0 0 1369930.5 1369930.5


Total beban 1 7,443,289.05 0.00 3,196,504.50 4,520,770.65 5,525,386.35

Tabel 5-8-3 Beban industri dan prioritas


UKM v v v 1,300.00 5,000.00 6,500,000.00 0.9 5,850,000.00 2,833,284.31 6,500,000.00 6,500,000.00 6,500,000.00
Restoran – v v v 5,000.00 1,000.00 5,000,000.00 0.9 4,500,000.00 2,179,449.47 5,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00
Toko
Mall dan Hotel v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Total beban 2 11,250,000.00 5,448,623.68 12,500,000.00 12,500,000.00 12,500,000.00

Rumah Sakit v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Pusat Server v v v 5,000.00 5 25,000.00 0.9 22,500.00 10,897.25 25,000.00 25,000.00 25,000.00
Data

Kantor v v v 100,000.00 10 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00


Lembaga
Negara
Istana Negara v v v 1,000,000.00 1 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Pangkalan v v v 750,000.00 3 2,250,000.00 0.9 2,025,000.00 980,752.26 2,250,000.00 2,250,000.00 2,250,000.00


Militer
Total beban 3 4,747,500.00 2,299,319.18 5,275,000.00 5,275,000.00 5,275,000.00

Tabel 5-8-4 Beban public dan social, serta perhitungan daya total beban setelah disuplai Genset

 PERTANYAAN NO. 9

Tabel 5-9 beban prioritas dan industri, serta perhitungan daya total beban setelah disuplai Genset dan PLTS

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 27


UKM v v v 1,300.00 5,000.00 6,500,000.00 0.9 5,850,000.00 2,833,284.31 6,500,000.00 6,500,000.00 6,500,000.00
Restoran – v v v 5,000.00 1,000.00 5,000,000.00 0.9 4,500,000.00 2,179,449.47 5,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00
Toko
Mall dan Hotel v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Total beban 2 11,250,000.00 5,448,623.68 12,500,000.00 12,500,000.00 12,500,000.00

Rumah Sakit v v v 50,000.00 20 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Pusat Server v v v 5,000.00 5 25,000.00 0.9 22,500.00 10,897.25 25,000.00 25,000.00 25,000.00
Data

Kantor v v v 100,000.00 10 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00


Lembaga
Negara
Istana Negara v v v 1,000,000.00 1 1,000,000.00 0.9 900,000.00 435,889.89 1,000,000.00 1,000,000.00 1,000,000.00

Pangkalan v v v 750,000.00 3 2,250,000.00 0.9 2,025,000.00 980,752.26 2,250,000.00 2,250,000.00 2,250,000.00


Militer
Total beban 3 4,747,500.00 2,299,319.18 5,275,000.00 5,275,000.00 5,275,000.00
Total beban 4 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total beban 15,997,500.00 7,747,942.86 17,775,000.00 17,775,000.00 17,775,000.00

LOGBOOK

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 28


Pertemuan 1 : 9 April 2018
Anggota yang hadir :
1. Dini Nur Farida Putri (13215018)
2. Winsya Hesaputri Suryawan (13215024)
3. Samuel Christian Coe (13215033)
4. Yulian Deni Adhitama (13215034)
5. Geraldy William Limeisa (13215042)
6. Joshua (13215043)
7. Dafa Faris Muhammad (13215044)

Deskripsi kegiatan :
 Bertemu dan berdiskusi dengan asisten
 Mengumpulkan tugas penndahuluan modul 5
 Menanyakan mengenai asumsi-asumsi yang digunakan dalam pengerjaan tugas besar
 Membahas dan memperjelas pertanyaan-pertanyaan yang tertera pada modul
 Membahas progres pengerjaan

Pertemuan 2 : 11 April 2018


Anggota yang hadir :
1. Dini Nur Farida Putri (13215018)
2. Winsya Hesaputri Suryawan (13215024)
3. Geraldy William Limeisa (13215042)
4. Joshua (13215043)

Deskripsi kegiatan :
 Membahas buku referensi yang diberikan oleh asisten
 Mengamati mengenai data-data yang harus didapatkan
 Menentukan deadline untuk masing-masing tugas
 Berdiskusi mengenai tugas besar

Pembagian Tugas :

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 29


1. Dini Nur Farida Putri (13215018) : Membuat powerpoint
2. Winsya Hesaputri Suryawan (13215024) : Membuat laporan
3. Samuel Christian Coe (13215033) : Mengerjakan pertanyaan nomor 3
4. Yulian Deni Adhitama (13215034) : Mengerjakan pertanyaan nomor 7, 8, dan 9
5. Geraldy William Limeisa (13215042) : Membuat paper
6. Joshua (13215043) : Mengerjakan pertanyaan nomor 4, 5, dan 6
7. Dafa Faris Muhammad (13215044) : Membuat rangkaian utama dan mengerjakan pertanyaan nomor
1 dan 2

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 3


0