You are on page 1of 11

1.

Pengertian CT-Scan

CT-scan atau CT-scanner (computerized tomography scanner) adalah mesin


sinar-x khusus yang mengirimkan berbagai berkas pencintraan secara bersamaan dari
sudut yang berbeda. Berkas-berkas sinar-X melewati tubuh dan kekuatannya diukur
dengan algoritma khusus untuk pencitraan. Berkas yang telah melewati jaringan kurang
padat seperti paru-paru akan menjadi lebih kuat, sedangkan berkas yang telah melewati
jaringan padat seperti tulang akan lemah. Sebuah komputer dapat menggunakan
informasi ini untuk menampilkan sebagai gambar dua dimensi pada monitor. Tujuan
utama penggunaan ct scan adalah untuk pemeriksaan seluruh organ tubuh, seperti sususan
saraf pusat, otot dan tulang, tenggorokan, rongga perut, dan lain-lain. Gambaran Ct Scan
adalah hasil rekonstruksi komputer terhadap gambar X-Ray. Gambaran dari berbagai
lapisan secara multiple dilakukan dengan cara mengukur densitas dari substansi yang
dilalui oleh sinar X.

2. Instrument Pesawat CT-Scan dan Fungsi


Ada tiga instrumentasi utama dari pesawat CT Scan, yakni :
A. Meja pemeriksaan
Meja pemeriksaan merupakan tempat pasien diposisikan untuk dilakukan
pemeriksaan CT-Scan, bentuknya kurva dan terbuat dari Carbon Graphite Fiber. Setiap
scanning satu slice selesai, maka meja akan bergeser sesuai ketebalan slice (slice
thickness). Meja pemeriksaan terletak dipertengahan gantry dengan posisi horizontal dan
dapat digerakkan maju, mundur, naik dan turun dengan cara menekan tombol yang
melambangkann maju, mundur, naik, dan turun yang terdapat pada gantry.

B. Gantri
Gantry, merupakan komponen pesawat CT-Scan yang didalamnya terdapat
tabung sinar-X, kolimator, detector, DAS (Data Acquisition System), lampu indikator
untuk sentrasi. Pada Gantry ini juga dilengkapi dengan indikator data digital yang
memberi informasi tentang ketinggian meja pemeriksaan, posisi objek dan kemiringan
Gantry. Pada pertengahan Gantry diletakkan pasien. Tabung sinar-X dan detector
letaknya selalu berhadapan di dalam Gantry yang kemudian akan berputar mengelilingi
objek yang akan dilakukan scanning.
Didalam gantry terdapat :
1. Tabung sinar-X
Berfungsi sebagai :
- Sebagai pembangkit sinar-X.
- Bekerja pada tegangan tinggi diatas 100 Kv
- Ukuran focal spot kecil 10 – 1 mm
- Tahan terhadap goncangan
2. Kolimator
1. Kolimator pada rumah tabung sinarX (fanbeam)
Berfungsi untuk mengurangi dosis radiasi, sebagai pembatas luas lapangan
penyinaran dan mengurangi bayangan penumbra dengan adanya focal spot kecil.
2. Kolimator pada detector
Berfungsi untuk pengarah radiasi menuju ke detektor, pengontrol radiasi hambur
dan menentukan ketebalan lapisan ( slice thickness ).
3. Detector dan DAS (Data Acquisition System)
Setelah sinar-X menembus objek, maka akan diterima oleh detector yang
selajutnya dilakukan proses pengolahan data oleh DAS. Adapun fungsi detector
dan DAS secara garis besar adalah : menangkap sinar-X yang telah menembus
objek, mengubah sinar-X dalam bentuk cahaya tampak, kemudian mengubah
cahaya tampak menjadi signal-signal elektron dan mengubah signal tersebut ke
dalam data digital.
C. Komputer

Merupakan pengendali dari semua instrument pada CT-Scan. Berfungsi untuk


melakukan proses scanning, rekonstruksi atau pengolahan data, menaUmpilkan ( display)
gambar serta untuk menganalisa gambar. Adapun elemen-elemen pada computer adalah
sebagai berikut:
1) Input Device
Unit yang menterjemahkan data-data dari luar kedalam bahasa computer sehingga
dapat menjalankan program atau instruksi.

D. CPU ( Central Procesing Unit )


Merupakan pusat pengolahan dan pengolahan dari keseluruhan system computer
yang sedang bekerja. Terdiri atas :

1. ALU ( Arithmetic Logic Unit )


Berfungsi untuk melaksanakan proses berupa arithmetic operation seperti
penambahan, pengurangan, pembagian, serta perkalian
2. Control Unit
Berfungsi untuk mengontrol keseluruhan system computer dalam melakukan
pengolahandata.
3. Memory Unit
Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data ataupun instruksi yang sedang
dikerjakan.
4. Output Device
Digunakan untuk menampilkan hasil program atau instruksi sehingga dapat
dengan mudah dilihat oleh personil yang mengoperasikannya, misalnya CRT
(Cathoda Ray Tube).
5. Layar TV Monitor
Berfungsi sebagai alat untuk menampilkan gambar dari objek yang diperiksa
serta menampilkan instruksi-instruksi atau program yang diberikan.

E. Image Recording

Berfungsi untuk menyimpan program hasil kerja dari computer ketika melakukan
scanning, rekonstruksi dan display gambarmenggunakan:
1. Magnetik Disk
Digunakan untuk penyimpanan sementara dari data atau gambaran, apabila
gambaran akan ditampilkan dan diproses. Magnetic disk dapat menyimpan dan
mengirim data dengan cepat, bentuknya berupa piringan yang dilapisi bahan
ferromagnetic. Kapasitasnya sangat besar.
2. Floppy Disk
Biasa disebut dengan disket, merupakan modifikasi dari magnetic disk, bentuknya
kecil dan fleksibel atau lentur. Floppy disk mudah dibawa dan disimpan.
Kapaasitasnya relative kecil (sekarang sudah tidak digunakan lagi).

F. Operator Terminal
Merupakan pusat semua kegiatan scanning atau pengoperasian system secara
umum serta berfungsi untuk merekonstruksi hasil gambaran sesuai dengan kebutuhan.

G. Multiformat Kamera
Digunakan untuk memperoleh gambaran permanen pada film. Pada satu film
dapat dihasilkan beberapa irisan gambar tergantung jenis pesawat CT dan film yang
digunakan.

3. Prinsip Fisika CT Scan

Prinsip fisika pada CT-Scan meliputi proses akuisisi data, pengolahan data,
rekonstruksi citra, representasi citra, penyimpanan dan dokumentasi.

1. Akuisisi Data

Akusisi data berarti kumpulan hasil penghitungan transmisi sinar-X setelah


melalui tubuh pasien. Sekali sinar-X menembus pasien, berkas tersebut diterima oleh
detektor khusus yang menghitung nilai transmisi atau nilai atenuasi (penyerapan)

Tahap pertama pada akuisisi data adalah proses scanning. Selama scanning
tabung sinar-x dan detektor berputar mengelilingi pasien untuk mendapatkan data
atenuasi pasien. Detektor menangkap radiasi yang diteruskan melalui pasien dari
beberapa lokasi dan dari beberapa sudut. Metode akusisi ini terbagi menjadi dua yakni
Metode konvensional slice by slice atau metode aksial dan Metode spiral atau helical.

Sinar-X setelah menembus objek akan ditangkap oleh detektor yang berhadapan
dengan sumber sinar dan terletak di belakang objek. Pada saat bersamaan, detektor
menerima berkas sinar-X yang langsung berasal dari sumber, berkas radiasi inilah yang
diubah oleh detektor dalam bentuk sinyal listrik yang akhirnya oleh analog digital
converter diubah dalam bentuk digital. Berikutnya data tersebut dikirim ke komputer dan
melalui proses matematis data-data tersebut direkonstruksi dan ditampilkan kembali pada
layar monitor berupa citra dengan skala keabuan.

2. Pengolahan data

Sebuah sinar sempit (narrow beam) yang dihasilkan dari X-ray didapatkan dari
perubahan posisi dari tabung X-ray, hal ini juga dipengaruhi oleh collimator dan detektor.
Sinar X-ray yang sudah dideteksi oleh detektor kemudian dikonversikan menjadi arus
listrik dan ditransmisikan ke komputer dalam bentuk sinyal dengan suatu proses.

3. Rekonstruksi citra, representasi citra dan

Setelah detektor mendapatkan penghitungan transmisi yang cukup, data dikirim


ke komputer untuk proses selanjutnya. Komputer menggunakan teknik matematika
khusus untuk merekonstruksi gambar CT pada beberapa tahap yang dinamakan
rekonstruksi algoritma. Setelah komputer melakukan proses rekonstruksi gambar, hasil
gambar tersebut bias ditampilkan dan disimpan untuk nantinya dianalisis ulang. Gambar
CT dapat disimpan dalam pita magnetik dan cakram magnetik.
5. Istilah Istilah Khusus Pada CT_Scan

a. Slice thickness
Merupakan tebalnya irisan atau potongan dari obyek yang diperiksa. Nilainya
dapat dipilh antara 1mm - 10mm sesuai dengan keperluan klinis. Ukuran yang tebal akan
menghasilkan gambaran dengan detail yang rendah sebaliknya ukuran yang tipis akan
menghasilkan detail yang tinggi. Jika ketebalan meninggi maka akan timbul artefak dan
bila terlalu tipis akan terjadi noise.

b. Range
Range adalah perpaduan / kombinasi dari beberapa slice thickness. Pemanfaatan
range adalah untuk mendapatkan ketebalan irisan yang berbeda pada satu lapangan
pemeriksaan.

c. Faktor eksposi
Faktor eksposi adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap eksposi meliputi
tegangan tabung (KV), arus tabung (mA) dan waktu eksposi (s). Besarnya tegangan
tabung dapat dipilih secara otomatis pada tiap-tiap pemeriksaan.

d. Field of View (FOV)


FOV adalah diameter maksimal dari gambaran yang akan direkonstruksi.
Besarnya bervariasi dan biasanya berada pada rentang 12 cm - 50 cm. FOV yang kecil
akan meningkatkan resolusi karena FOV yang kecil mampu, mereduksi ukuran pixel,
sehingga dalam rekonstruksi matriks hasilnya lebih teliti. Namun bila ukuran FOV lebih
kecil maka area yang mungkin dibutuhkan untuk keperluan klinis menjadi sulit untuk
dideteksi.

e. Gantry Tilt
Gantry tilt adalah sudut yang dibentuk antara bidang vertikal dengan gantry
(tabung sinar X dan detektor). Rentang penyudutan antara -25 sampai +25 derajat.
Penyudutan gantry bertujuan untuk keperluan diagnosa dari masing-masing kasus yang
dihadapi. Disamping itu bertujuan untuk mengurangi dosis radiasi terhadap organ-organ
yang sensitif.

f. Rekonstruksi matriks
Rekonstruksi matriks adalah deretan baris dan kolom dari picture element (pixel)
dalam proses perekonstruksian gambar. Rekonstruksi matriks ini merupakan salah satu
struktur elemen dalam memori komputer yang berfungsi umtuk merekonstruksi gambar.
Pada umumnya matriks yang digunakan berukuran 512 x 512 yaitu 512 baris dan 512
kolom. Rekonstruksi matriks berpengaruh terhadap resolusi gambar. Semakin tinggi
matriks yang dipakai maka semakin tinggi resolusinya.
g. Rekonstruksi Algorithm
Rekonstruksi algorithm adalah prosedur metematis yang digunakan dalam
merekonstruksi gambar. Penampakan dan karakteristik dari gambar CT Scan tergantung
pada kuatnya algorithma yang dipilih. Semakin tinggi resolusi algorithma yang dipilih
maka semakin tinggi resolusi gambar yang akan dihasilkan. Dengan adanya metode ini
maka gambaran seperti tulang, soft tissue, dan jaringan-jarringan lain dapat dibedakan
dengan jelas pada layar monitor.

h.Window width
Window width adalah rentang nilai computed tomography yang dikonversi
menjadi gray levels untuk ditampilkan dalam TV monitor. Setelah komputer
menyelesaikan pengolahan gambar melalui rekonstruksi matriks dan algorithma maka
hasilnya akan dikonversi menjadi skala numerik yang dikenal dengan nama nilai
computed Tomography. Nilai ini mempunyai satuan Hu (Hounsfield Unit).

Tipe jaringan Nilai CT (HU) Penampakan


Tulang +1000 Putih
Otot +50 Abu-abu
Darah +20 Abu-abu
Udara -1000 Hitam

Dasar pemberian nilai ini adalah tulang mempunyai nilai +1000 HU kadang
sampai + 3000 HU. Sedangkan untuk kondisi udara nilai ini adalah– 1000 HU. Diantara
rentang tersebut merupakan jaringan atau substansi lain dengan nilai berbeda-beda pula
tergantung pada tingkat perlemahannya. Dengan demikian penampakan tulang dalam
monitor menjadi putih dan penampakan udara hitam. Jaringan dan substansi lain akan
dikonversi menjadi warna abu-abu yang bertingkat yang disebut Gray Scale. Khusus
untuk darah yang semula dalam penampakannya berwarna abu-abu dapat menjadi putih
jika diberi media kontras Iodine.

i.Window level
Window level adalah nilai tengah dari window yang digunakan untuk penampilan
gambar. Nilainya dapat dipilih dan tergantung pada karakteristik perlemahan dari struktur
obyek yang diperiksa. Window level menentukan densitas gambar yang akan dihasilkan.

j.Hounsfield Unit.
Pada penggunaan ct scan istilah hounfield unit sangat sering digunakan untuk
mengukur berapa densitas dari objek. Hounfield Unit dapat dijabarkan sebagai air
digunakan sebagai nilai referensi untuk pengukuran HU, karena air adalah komponen
terbesar dari tubuh. Nilai Hu berkisar dari > -1000 untuk menggambarkan besaran Hu
untuk udara dan nilai tertinggi +3000 untuk tulang. Dari gambar di atas dapat dilihat
darah dan organ-organ yang mengandung cairan dikisaran antara 0 sampai dengan 70-80
HU, sedangkan untuk paru-paru yang merupakan organ yang berisi udara terbesar ada
pada kisaran 600-1000 HU. Dari hal di atas dapat disimpulkan bahwa jaringan yang lebih
padat dari air akan mempunyai nilai positip sedangkan jaringan dengan kepadatan yang
lebih kecil dari air akan bernilai negative.

k. PITCH
Merupakan perbandingan antara pergerakan meja dalam satu putaran dan
lebarnya potongan, atau : Pitch sama dengan satu artinya pergerakan meja akan sama
dengan lebar dari potongan yang dikehendaki. Pitch < 1 artinya pergerakan meja lebih
kecil dari besar potongan yang dikendaki, sehingga akan ada overlap dari tiap potongan
yang di-scan. Pitch > 1 artinya pergerakan meja lebih besar dari besarnya potongan yang
diinginkan sehingga akan ada gap dari tiap-tiap potongan.

6.Kualitas Citra Pada CT-Scan

1. Spasial Resolusi
Spasial merupakan derajat blurring atau derajat kekaburan pada citra CT Scan.
Spasial resolusi citra CT Scan adalah kemampuan untuk dapat membedakan objek yang
berukuran kecil dengan densitas yang berbeda pada latar belakang yang sama.
Spasial resolusi dipengaruhi oleh faktor geometri dan rekonstruksi algoritma. Faktor
geometri adalah faktor yang berperan pada proses akuisisi data seperti ukuran focal spot,
lebar detektor, slice thickness, jarak antara fokus, isocenter dan detektor. Jika ukuran
focal spot bertambah, detail obyek didistribusikan ke beberapa detektor yang akan
menurunkan spasial resolusi. Ukuran detektor yang kecil akan meningkatkan spatial
resolusi. Ukuran focal spot dan detektor akan mempengaruhi dalam hubungannya dengan
lebar berkas sinar pada isocenter. Tebal potongan irisan (slice thickness) yang kecil juga
akan meningkatkan spasial resolusi. Rekonstruksi algoritma mempengaruhi spasial
resolusi berdasarkan kemampuannya untuk memperhalus dan mempertegas bagian tepi
.(3,4)

2. Kontras Resolusi
Kontras resolusi adalah kemampuan untuk membedakan atau menampakan
obyek-obyek dengan perbedaan densitas yang sangat kecil dipengaruhi oleh faktor
eksposi, slice thickness, FOV dan filter kernel (rekonstruksi algorithma). Kontras resolusi
dapat juga dinyatakan dengan pengertian sebagai kemampuan CT-Scan untuk
menampilkan obyek dalam ukuran 2-3 mm yang memiliki perbedaan densitas sangat
kecil atau sedikit dari lokasi dimana obyek itu berbeda. pada kasus tersebut, terminologi
low contrast detectability digunakan untuk menggambarkan kontras resolusi dalam CT-
Scan

3. Nilai Noise
Noise menggambarkan bagian dari citra CT-Scan yang memuat informasi yang
tidak berguna. Pada sebuah pesawat CT-Scan jika ada satu gambar dengan material
yang homogen (misal : air) dan tampak CT number pada daerah tersebut, akan
ditemukan bahwa CT number tidak akan bernilai sama tetapi bervariasi disekitar nilai
rata-rata atau nilai mean. Variasi CT number di atas atau di bawah nilai rata-rata disebut
dengan noise . Jika semua nilai piksel adalah sama, noise akan bernilai nol. Variasi yang
terlalu besar pada nilai piksel akan menghasilkan noise tinggi .

4. Artefak
Secara umum artefak adalah kesalahan dalam gambar (adanya sesuatu dalam
gambar) yang tidak ada hubungannya dengan obyek yang diperiksa sehingga dapat
menurunkan detail citra. Dalam CT-Scan artefak didefinisikan sebagai pertentangan/
perbedaan antara rekonstruksi CT number dalam gambar dengan koefisien atenuasi yang
sesungguhnya dari obyek yang diperiksa. Ada 4 macam artefak berdasarkan bentuknya
yaitu streaks (goresan), shading (bayangan), rings (bulatan) dan bands (berkas pita).
Streaks disebabkan oleh kesalahan sampling data, partial volume, pergerakan pasien,
benda logam, noise, beam hardening, scanning spiral/helical, kesalahan dari mesin.
Shading disebabkan oleh partial volume, beam hardening, incomplete projections, radiasi
hambur, scanning spiral/helical. Rings dan bands disebabkan oleh kesalahan yang terjadi
pada detector, terjadi pada CT-Scan generasi ke III.

Sumber : http://www.radiologyinfo.org

kamuskesehatan.com/arti/ct-scan/

www.academia.edu/11450648/Prinsip_Fisika_pada_CT_
TUGAS FISIKA RADIODIAGNOSTIK
CT-SCAN

Oleh :

I KADEK MONY ARTA

NIM : 011609016

PROGRAM STUDI DIPLOMA III


AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI BALI
(ATRO BALI)
2018