You are on page 1of 9

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pendahuluan
Sebelum seluruh pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak dikerjakan, kami
akan melakukan inventarisasi terhadap kemungkinan – kemungkinan serta permasalahan dan
kendala yang mungkin akan terjadi dalam pelaksanaan nanti.
Dalam hal ini kami akan senantiasa mengikuti serta mematuhi prosedur dan tata laksana baik
teknis maupun administratif yang dibuat oleh pihak owner wewenang secara tertulis dan
mempunyai uraian pekerjaan (Job Description) dan ditetapkan oleh Pemberi Tugas/Pengguna
Jasa.

Dengan tersedianya data dalam bentuk gambar rencana, bill of quantity, spesifikasi
teknis serta informasi lainnya yang terkait baik yang tertulis maupun instruksi yang diperoleh
dengan cara lain, kami telah menyusunnya, dan akan menggunakan metode pelaksanaan
pekerjaan yang nantinya akan kami sesuaikan, konsultasikan dan koordinasikan dengan pihak
owner, pengawas serta elemen lain yang terkait.

Kami akan mengajukan pemberitahuan secara tertulis dan lengkap tentang akan adanya
kegiatan operasi penting kepada Pihak owner dalam jangka waktu yang cukup sebelum operasi
tersebut dapat dilaksanakan untuk memberi kesempatan kepada Direksi Pengawas untuk
mengaturnya dan bila perlu dilakukan inspeksi untuk maksud-maksud lain sepanjang
diperlukan persetujuan tertulis dari pihak owner.

Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam hal
ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara dengan tujuan Program
Rehabilitasi dan Konstruksi Penanganan Penanggulangan Bencana dengan Kegiatan Pencegahan
Erosi dan Pengaman Infrastruktur Dari Resiko Bencana pada Pekerjan Belanja Modal dan
Penaludan / Halaman Belakang Kantor yang berlokasi di Kantor BPBD Kabupaten Lombok Utara
yang diharapkan dapat membuat keadaan ruang lingkup menjadi lebih baik, dirasa nyaman
oleh seluruh masyarakat.

Oleh karena itu kami selaku perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelaksana konstruksi
berharap dengan rencana pembangunannya dapat juga menjaring kerjasama dengan pihak-
pihak dan rekanan yang memang berkompeten dalam bidang tersebut diatas, dan diharapkan
kedepannya dapat dengan segera terwujud hasil yang maksimal dan memuaskan semua pihak
dan masyarakat sebagai tujuan utamanya.

Dalam hal ini kami memberanikan diri untuk mengikuti setiap proses pelelangan yang diadakan
oleh owner sampai selesai. Adapun nantinya jika kami diberikan wewenang dan kesempatan
dalam mengerjakan pembangunan pasar ini, niscaya kami akan senantiasa mengedepankan
pakta integritas selaku penyedia jasa konstruksi yang profesional, handal dan selalu berorientasi
terhadap kualitas baik sumber daya manusia, spesifikasi material bahan baku serta peralatan
penunjang yang akan kami upayakan serta kami pantau sehingga dapat memenuhi semua
kriteria teknis pekerjaan.

Berdasarkan pertimbangan dari segala aspek serta dengan mempelajari seluruh dokumen
lelang, maka kami mengklasifikasikan tahap demi tahap kegiatan yang akana kami lakukan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini antara lain :

I. TAHAP PENDAHULUAN/PERSIAPAN

Pada tahap ini kami mempersiapkan segala sesuatunya sebagai penunjang pelaksanaan
pekerjaan lapangan antara lain :

o Mengadakan rapat koordinasi pra konstruksi di lokasi rencana proyek/area proyek serta
unit – unit mana saja yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan.
o Dari data yang diperoleh dari hasil koordinasi, survey kondisi eksisting dan lokasi akan
diolah dan dianalisa untuk kemudian disusun rencana progress pekerjaan (Time Schedule
Pelaksanaan), rencana dan jadwal pengiriman material, serta mobilisasi peralatan dan
tenaga – tenaga kerja.
o Pengurusan asuransi ketenagakerjaan di lokasi pekerjaan baik untuk tenaga kerja, tenaga
kerja operasional, teknisi fungsional, administrasi, logistik, direksi perusahaan maupun
peralatan serta kendaraan operasional.
o Koordinasi dengan pihak terkait Pengelola Pasar, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah,
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Utara, pengawas dan pengelola
kawasan untuk mendapatkan persetujuan mengenai lokasi penempatan direksikeet di
lokasi pekerjaan, gudang bahan, maupun persetujuan dengan pihak terkait jalan
sementara yang akan dibuat dalam mengalokasikan semua material yang dibutuhkan.
o Pengambilan gambar sebagai sarana dokumentasi awal sebelum pekerjaaan dimulai (0 %),
dokumentasi pada saat bobot prestasi pekerjaan 50 % dan 100 %, disertai dengan beberapa
photo dokumentasi tahapan-tahapan pelaksanaan beberapa item pekerjaan yang dirasa
penting untuk diabadikan.
o Pengukuran lapangan, pematokan kayu diluar garis poer pondasi dan sloof setiap 1 meter
sehingga dapat ditarik garis/titik pondasi dan pekerjaan lain sesuai gambar rencana,
uitzet dan pematokan bouplank sebagai boundaries juga berfungsi sebagai penanda titik
– titik penempatan pondasi maupun elevasi bangunan, dan pengecekan gambar – gambar
perencanaan, pengukuran ini meliputi batas – batas bangunan dengan bangunan sekitar,
rencana sanitasi, rencana tapak dan hasilnya akan dilaporkan pada pihak owner untuk
mengantisipasi jika ditemui perbedaaan ukuran maupun gambar dari yang direncanakan
sebelumnya.
o Pembuatan gambar kerja (Shop Drawing) dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan
pihak Owner/Pemberi Tugas/Pengguna Jasa dan Konsultan Pengawas pada saat akan
dimulainya pekerjaan dan pembuatan as built drawing setelah pekerjaan terselesaikan.
o Mobilisasi tenaga kerja, peralatan pendukung teknis, peralatan pertukangan serta material
– material untuk pekerjaan awal.
o Pengadaan material yang baik spesifikasi, jenis dan mutunya telah mendapatkan
persetujuan dari Direksi Pengawas.
o Pembersihan lapangan dan pembuatan pagar pengaman proyek, sebagai sarana untuk
mengeliminasi gangguan yang mungkin terjadi, serta untuk menjamin bahwa
kelangsungan proyek tidak akan mengganggu aktivitas keseharian penduduk sekitar.

1. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN KONTRAKTOR

o Kami akan menyediakan semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan


dalam pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi persyaratan dalam kontrak dan akan
dibuatkan daftar bahan dan peralatan (check list) yang akan kami serahkan sebelum
pelaksanaan setiap jenis pekerjaan untuk mendapat persetujuan oleh Pemberi
Tugas/Owner.
o Kami akan selalu dan segera melaporkan kepada Owner secara tertulis jika terjadi
kerusakan atau hal-hal lain yang mungkin menyebabkan peralatan tersebut tidak
dapat berfungsi sesuai dengan kapasitas kerjanya.

o Kami akan segera mengatur tambahan peralatan yang perlu agar dapat
menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan dalam pekerjaan ini dalam dokumen kontrak.

2. PENYEDIAAN DAN PENEMPATAN MATERIAL

o Kami akan menyerahkan daftar nama-nama pemasok dan produsen beserta


spesifikasi uji mutu material yang dibuat oleh pemasok dan produsen disertai
dengan contoh material atau benda uji kepada Direksi Pengawas untuk mendapat
kan persetujuan terlebih dahulu sebelum material digunakan pada setiap jenis
pekerjaan.
o Kami akan menyerahkan satu salinan dari setiap surat pemesanan yang diterbitkan
kepada Direksi Pengawas sebagai bahan rekaman.
o Kami akan mengatur, menyediakan dan membangun serta memelihara semua
utilitas dan pasilitas pelayanan lain yang berhubungan dengan kegiatan
pelaksanaan proyek.

3. PROGRAM/JADWAL KEGIATAN dan GAMBAR KERJA

o Kami akan mengajukan jadwal rencana kerja beserta perubahan bila dianggap perlu
kepada Direksi pengawas sesuai ketentuan dan syarat-syarat dalam kontrak
o Kami akan menyiapkan gambar kerja dan gambar-gambar tambahan beserta
perubahan dari gambar kontrak berdasarkan prosedur dan spesifikasi dalam
kontrak untuk mendapatkan persetujuan Direksi Pengawas.

4. KANTOR, BENGKEL, FASILITAS KONSTRUKSI

o Kami akan menyediakan, mendirikan, membangun dan melengkapi seluruh ruang


kantor, bengkel, gudang, tempat kerja dan memasang semua fasilitas yang
diperlukan untuk memulai dan menyelenggarakan kegiatan pelaksanaan termasuk
semua sarana penunjang yang diperlukan Kontraktor atau Direksi Pengawas baik
secara langsung atau tidak langsung yang berhubungan dengan kegiatan konstruksi,
pemeliharaan dan perbaikan pekerjaan ini.
o Kami akan menyediakan kantor lapangan untuk Pemberi Tugas dan Direksi
Pengawas, yang letaknya berdekatan dengan kantor lapangan Kontraktor beserta
fasilitas kantornya dan atau sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak.
o Kami akan menyediakan peralatan komunikasi dengan radio untuk
memudahkan berkomunikasi dilapangan dengan staff, Kontraktor dan Pemberi
Tugas.
o Penyediaan sarana rumah tangga seperti air minum, dapur umum dan KM/WC
untuk kebutuhan pelaksana dan setiap elemen terkait dalam proyek.
o Kami akan menyediakan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran serta
perlengkapan keselamatan kerja bagi pekerja dan Direksi sesuai standar nasional
dari Dinas Tenaga Kerja serta alat - alat PPPK.
o Penyediaan Air Kerja akan kami siapkan sebelum kegiatan fisik dimulai maksimal 2
(dua) minggu sebelum pekerjaan dimulai, dengan membuat sumur pompa/jet
pump/arthesis dan atau sesuai dengan yang disyaratkan,
o Instalasi Listrik Kerja kami upayakan sebelum pembuatan direksikeet, hal ini dalam
rangka mengantisipasi akan keterlambatan yang mungkin terjadi jika belum adanya
sumber listrik yang dibutuhkan dalam tahap pengerjaan konstruksi yang
berhubungan dengan alat bantu teknis yang sifatnya elektrikal, selambat-lambatnya
diupayakan 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan dilangsungkan.

5. INFORMASI MENGENAI KEGIATAN/PROYEK

o Kami akan membuat dan memasang papan nama proyek pada lokasi yang telah
ditentukan oleh Direksi Pengawas dimana desain papan nama akan menunjukan
judul dan nama proyek, nama pemberi tugas, nama konsultan supervisi beserta
nama kontraktornya termasuk jenis dan warna cat yang telah disetujui Direksi
Pengawas. Pemasangan papan nama proyek dipasang dibagian depan lokasi
pekerjaan dengan ukuran 80 cm x 120 cm, Tiang kayu kaso 5/7 dan papan nama
dari triplex 4 mm bingkai kayu reng dicat dan di tulis identitas proyek dan
dikerjakan dengan rapi.

6. TEST / PENGUJIAN DAN INSPEKSI

o Semua contoh dan benda uji material, jika diminta akan kami siapkan baik
spesifikasi, merk, katalog, brosur maupun alamat distributor dan produsen yang
telah kami rekomendasikan, dan jika dipandang perlu kami akan melakukan uji di
laboratorium terhadap seluruh material yang dipakai, tidak menutup kemungkinan
kami akan mengganti material yang ternyata tidak memenuhi kriteria spesifikasi
yang disyaratkan dalam kontrak maupun anjuran Owner.
o Kami akan selalu mengawasi dan melakukan inspeksi sejak muatan beban mulai
dibongkar untuk memberi informasi, memperbaiki, menanggulangi bagian-bagian
yang kurang sempurna yang dikarenakan faktor alam maupun karena kesalahan
kami.
Pelaksanaan Pekerjaan Fisik

Pelaksanaan pekerjaan ini selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender yang meliputi
pekerjaan persiapan, Pekerjaan Tanah, pekerjaan Pasangan oleh karena itu maka kami akan
melaksanakan secara simultan sehingga pekerjaan dapat terselesaikan pada waktu yang telah
direncanakan.
Setelah jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule), survey kondisi aktual, shop drawing dan
list material disetujui oleh direksi dan pengawas lapangan, maka kami akan melanjutkan
pekerjaan lanjutan yang antara lain :
I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Papan Nama Proyek
Dalam Pekerjaan Papan Nama Proyek Bahan Yang Dibutuhkan adalah :
- Triplek 6 mm dengan ukuran 120cm x 240cm
- Kaso dengan ukuran 5/7 cm
- Paku berukuran 5 cm dan 7 cm
- Cat kayu warna sesuai tema yang di sepakati
- Tahapan Pelaksanaan Pembuatan Papan nama Proyek :
- Triplek berukuran 6mm dengan ukuran 120 x 240 cm di cat berwarna merah
- Buat Tulisan dengan menggunakan Cat warna yang sudah di sepakati
- Pasang papan nama tersebut dengan bantuan kaso berukuran 5/7 sebagai tiang-tiang
penyangga.
- Letakan pada tempat yang mudah dilihat, sehingga memudahkan dalam mengidentifikasi
suatu proyek.
2 Pembersihan Lokasi dan Penebangan pohon
Pembersihan lahan adalah pekerjaan yang terdiri dari pembersihan lahan dari semua pohon,
halangan - halangan, semak – semak, sampah, dan bahan lainnya yang tidak dikehendaki atau
menggangu keberadaannya sesuai dengan yang diperintahkan oleh direksi Pekerjaan.
Adapun Tahapan pekerjaan pembersihan lahan tersebut adalah sebagai berikut:

Tahap Pertama yaitu melakukan Pekerjaan Survey pengukuran,


Pekerjaan Survey pengukuran dilakukan untuk menentukan batas-batas daerah yang akan
dibersihkan menggunakan peralatan survey seperti pita ukur atau GPS. Batas daerah yang akan
dibersihkan dapat diberi tanda dengan menggunakan patok dari kayu atau dengan
menggunakan tali pembatas, atau dengan cara lain yang disetujui direksi pekerjaan . Jika
pekerjaan pembersihan lahan tersebut dalam skala yang lebih besar atau diperlukan pengupasan
lapisan permukaan tanah dasar maka ketersediaan data elevasi (ketinggian) merupakan salah
satu hal yang harus terpenuhi. Untuk dapat memperoleh data ketinggian diperlukan survey
pemetaan yang lebih detail menggunakan peralatan survey seperti Total Station atau theodolite.
Tahap kedua yaitu pekerjaan Pembersihan dan pengupasan lahan
Semua pepohonan dan semak-semak dibersihkan dengan menggunakan alat Excavator atau
dengan alat lain yang sesuai. Penggunaan excavator untuk melakukan pembersihan pohon
memiliki keterbatasan seperti yang disebutkan sebelumnya pada 3 fungsi lain excavator
Untuk pohon yang relatif besar dengan diameter lebih dari 15 cm, dilakukan pemotongan
dengan mesin potong dari bagian atas pohon secara bertahap hingga ke bagian bawah. Semua
tunggul dan akar sisa pemotongan harus dicabut dengan excavator dan dibuang ke tempat lain
yang disetujui direksi pekerjaan menggunakan dump truck

Tahap Selanjutnya yaitu menutup dan meratakan lubang bekas pembongkaran akar atau tunggul
dengan bahan timbunan yang disetujui direksi pekerjaan dan kemudian dipadatkan dengan alat
pemadat yang memadai.
3 Pengukuran Dan Pemasangan Bowplank
Metode Pelasanaan Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank, meliputi pekerjaan
pengukuran adalah pekerjaan pemetaan/survey terhadap lokasi proyek yang akan dikerjakan,
meliputi :
- Pengukuran batas luas lahan (site).
- Pengukuran batas bangunan.
- Pengukuran as bangunan.
- Penemuan peil bangunan berdasarkan titik ukur tetap yang telah ditentukan (Bench
Mark).
Pekerjaan pengukuran dengan menggunakan pesawat theodolith. Pengukuran ini sangat penting
karena merupakan dasar dari pembangunan proyek, posisi bangunan baik arah horizontal
maupun vertical. Peil bangunan umumnya diambil dari as jalan atau peil banjir yang telah ada,
dan menjadi acuan selanjutnya dalam melaksanakan pekerjaan. Setelah pekerjaan pengukuran
dilanjutkan dengan pekerjaan pasang bouwplank.

Bouwplank adalah alat bantu untuk membuat sudut (90°) dan ketinggian/elevasi lantai.
Bouwplank dibuat dari papan atau kaso. Pemasangan bouwplank dilakukan pada jarak 1 m di
luar denah yang akan dibuat, tujuannya agar bouwplank tidak terbongkar saat penggalian
pondasi.

Bouwplank dibongkar setelah pekerjaan galian selesai dilaksanakan.

II PEKERJAAN TANAH
1 Galian tanah biasa

2 Timbunan tanah urug biasa


Metode / cara pelaksanaannya:
Material timbunan atau tanah timbunan untuk penimbunan setempat dapat diklasifikasikan
menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Material timbunannya mengunakan bahan material dari hasil galian yang memenuhi
syarat spesifikasi teknis atau material timbunannya menggunakan bahan material yang
berasal dari sumber bahan .
b. Sebelum kegiatan penimbunan dilaksanakan harus terlebih dahulu diadakan pemadatan
tanah dasar dengan menggunakan alat vibrator roller agar kondisi tanah dasar menjadi
stabil.
c. Selanjutnya excavator menggali tanah timbunan dari stock hasil galian normalisasi
sungai dan mengangkutnya kemudian menghamparnya dilokasi rencana bronjong.
d. Excavator membuat perapihan kemudian dilakukan pemadatan dengan menggunakan
Vibratory Roller pada setiap penghamparan mencapai ketebalan 20 cm dan pemadatan
tersebut dipadatkan dengan 6 pasing (12 lintasan) hingga didapatkan tebal padat 15 cm.
e. Untuk mencapai kepadatan maksimum, maka perlu diberi air dengan takaran optimum
(tidak lebih dan tidak kurang).
f. Penimbunan setempat pada lokasi pemasangan konstruksi bronjong harus dilakukan
secara bertahap sesuai tahapan pemasangan konstruksi bronjong seperti yang sudah
dijelaskan diatas pada point 3 (tiga).
g. Penimbunan akhir dilakukan setelah selesai pemasangan konstruksi bronjong dan
setelah itu diadakan pembentukan profil timbunan, perapihan dengan excavator sesuai
dengan gambar rencana atau disain.

III PEKERJAAN PASANGAN


1 Pasangan Batu Bronjong pabrikasi kawat galvanis dia. 3 mm
Metode / Cara Pelaksanaannya :
a. Bronjong adalah sistem konstruksi yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis zenk
yang berbentuk matras keranjang persegi/persegi panjang yang diisi dengan batu dan
dipasang pada tebing-tebing dan tepi-tepi sungai, yang berfungsi sebagai dinding
penahan dan memberikan perlidungan terhadap gerusan dan erosi sungai.
b. Pelaksanaannya dilakukan setelah tiang pancang pipa terpasang dan galian tanah dasar
konstruksi bronjong selesai dikerjakan, maka keranjang bronjong
direntangkan/dibentangkan untuk memperoleh bentuk serta posisi yang benar
kemudian diisi dengan batu antara 15-25 cm.
c. Batu ditempatkan satu demi satu sehingga rongga sesedikit mungkin sampai penuh
sehingga diperoleh kepadatan maksimum dan rongga seminimal mungkin, kemudian
kawat anyaman penutup ditutup, disambung dan diikat dengan kawat pada tepi-tepi
ujungnya dan Sambungan antara keranjang haruslah sekuat seperti anyaman itu
sendiri.
d. Pemasangannya harus sesuai dengan dimensi/ukuran dan ketinggian yang ditunjukan
dalam gambar rencana.
e. Setiap tahapan pemasangan diikuti dengan tanah timbunan setempat secara bertahap
pula sesuai dengan jumlah teras -sering bronjong seperti pada gambar rencana yaitu
pemasangan bronjong lapisan ketiga (dihitung dari bawah ke atas) akan dipasang
setelah tanah timbuna n setempat selesai dikerjakan dan dipadatkan dengan vibrator
roller sesuai elevasi permukaan atas bronjong lapisan kedua, demikian seterusnya
sampai tinggi rencana bonjong terpasang.
2 Pasangan ijuk, tbl. 5 cm

3 Pasangan Kayu Dolken , tinggi 2 m

Pejeruk, 03 Juni 2018


Dibuat Oleh
CV. MEDYLA KARYA

( SUPARMAN )
Direktur