You are on page 1of 7

Keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik

“Laut Cina Selatan”

Risfandi Patonno

1202045130

Hubungan Internasional

Universitas Mulawarman
Paper ini akan membahas mengenai keterlibatan AS dalam konflik Laut

Cina Selatan. Tidak hanya itu, akan tetapi juga akan membahas apa sebenarnya

kepentingan AS dalam keterlibatan di Konflik Laut Cina Selatan. Konflik Laut

Cina Selatan merupakan sengketa yang telah lama terjadi dan tidak hanya

melibatkan AS akan tetapi melibatkan beberapa negara didalamnya yakni

Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam serta Cina.

Kawasan ini telah diperebutkan negara-negara tersebut karena

mengandung sumber daya alam yang cukup banyak seperti SDA biota laut,

minyak dan juga mineral lainnya. Masing-masing negara juga memiliki alasan

yang kuat untuk melakukan klaim atas beberapa daerah yang wilayah ini, misal

karena faktor sejarah, seperti Vietnam yang mengklaim wilayah Laut Cina Selatan

karena wilayah ini juga merupakan bekas jajahan Perancis yang juga menjajah

Vietnam, maupun bentangan Zona Ekonomi Eksklusif seperti Filipina yang

mengklaim Hasa Hasa Shoal yang berjarak hanya 60 km dari Rizal, dimana

wilayah ini juga diklaim oleh Cina. Tidak hanya kekayaan alam yang terkandung

didalamnya, Laut Cina Selatan juga merupakan jalur perairan atau perdagangan

internasional yang strategis. Hal ini diperkuat karna Laut Cina Selatan

menghubungkan antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Salah satu negara yang terlibat dalam konflik Laut Cina Selatan terdapat

Negara Cina di dalamnya. Seperti yang kita ketahui Cina, Cina merupakan sebuah

negara besar yang terletak di asia timur, Wilayahnya yang teramat besar

membentang hingga berbatasan langsung dengan rusia dan penduduknya yang

padat menjadikannya salah satu potensi kekuatan besar di asia. Banyak yang
berpendapat bahwasannya Cina akan menjadi negara satelit yang akan

menggeser Amerika Serikat. Tidak hanya dari segi ekonomi, akan tetapi budaya,

politik, juga pertahanan. Cina juga di prediksi akan menjadi titik awal bagi benua

ASIA mengejar ketertinggalan negara negara barat.

Faktor-faktor tersebutlah yang menjadi alasan Amerika Serikat terlibat

dalam konflik Laut Cina Selatan. Bertambahnya kekuatan Cina atau kuatnya

hegemoni Cina untuk Global menjadi ketakutan AS dalam hal ini. Keterlibatan

Amerika Serikat ini di namai dengan “PIVOT TO ASIA”. Kebijakan ini bertujuan

REBALANCE STRATEGY di ASIA, atau dengan kata lain menyeimbangkan

kekuatan Cina sebagai negara super power di kawasan ASIA.

Untuk itu, Amerika memiliki kebijakan Luar Negeri tersendiri dalam

keterlibatannya di konflik Laut Cina Selatan, dimana Kebijakan Luar Negeri

Amerika Serikat ini disampaikan oleh US State Departement Spokesperson yang

mencakup 5 elemen yakni :

1. Peaceful Resolution of the Disputes : “The United States

strongly opposes the use or threat of force to resolve

competing claims and urges all claimants to exercise restraint

and avoid destabilizing actions”

2. Peace and Stability : “The United States has abiding

interest in maintenance of peace and stability in the South

China Sea”

3. Freedom of Navigation : “Maintaining freedom of

navigation is a fundamental interest of US. Unhindered


4. navigation by all ships and aircraft in the South China

Sea is essential for the peace and prosperity of the entire

Asia- Pacific region, including the US.

5. Neutrality in disputes : “The United States takes no

position on the legal merits of the competing claims to

sovereignty over the various island, reefs, atolls, and cays in

the South China Sea”

6. Respect of International principles : “The US would,

however, view with serious concern any maritime claim or

restriction on maritime activity in the South China Sea that

was not consistent with international law including the 1982

UNCLOS.

Kepentingan Amerika dalam Laut Cina Selatan

Terdapat beberapa kepentingan Amerika Serikat untuk campur tangan

dalam konflik perebutan laut Cina Selatan, yakni menjungjung tinggi hukum

internasional yang berlaku,mendukung sepenuhnya kebebasan navigasi,

keamanan dan stabilitas regional, serta jalur perdagangan dan perkembangan

ekonomi (Odom).

Hukum internasional yang dijunjung tinggi dan menjadi landasan campur

tangan Amerika Serikat dalam konflik Laut Cina Selatan adalah Hukum Kelautan

Internasional atau biasa disebut dengan UNCLOS (United Nation Convention on


the Law of the Sea). Menurut Amerika Serikat mengenai hukum internasional

tersebut, AS memiliki persepsi bahwa tiap negara berhak menggunakan laut lepas

termasuk dalam kebebasan bernavigasi. Berdasarkan artikel 57 dan 58 UNCLOS,

dinyatakan bahwa tiap negara berhak untuk menggunakan laut lepas baik untuk

kepentingan perdagangan maupun pengembangan militer, untuk itu Amerika

merasa berkepentingan untuk mengamankan wilayah Laut Cina Selatan yang

menjadi jalur perdagangan Internasional. Selain itu untuk mengamankan militer

Amerika yang sering beroperasi keliling dunia termasuk melewati kawasan Laut

Cina Selatan.

Kemudian alasan Amerika Serikata ialaha untuk menjaga keamanan dan

stabilitas regional. Yang dimaksud dalam konteks ini merupakan kawasan Asia

Tenggara. Amerika Serikat beranggapan bahwa stabilitas dan keamanan regional

kawasan Asia Tenggara dapat membawa dampak positif baik bagi kawasan Asia

Tenggara maupun bagi Amerika. Ancaman potensi konflik militer yang muncul

akibat adanya sengketa Laut Cina Selatan menyebabkan gangguan terhadap

pembangunan, perkembangan ekonomi, perdagangan serta investasi asing.

Dengan turut campur tangan dalam konflik Laut Cina Selatan, Amerika dapat

menciptakan suatu perdamaian dan stabilitas kawasan Asia tenggara guna

menjaga stabilitas Internasional serta menjaga kerjasama yang baik antar

keduanya.

Untuk itu, Amerika merasa penting untuk turut serta dalam konflik Laut

Cina Selatan guna mengamankan jalannya perekonomian baik kawasan Asia

Tenggara maupun perekonomian Internasional.


Amerika Serikat dan Cina

Perseteruan kedua negara ini terjadi bukan semerta semerta alasan alasan

yang Saya paparkan diatas, akan tetapi perseteruan kedua negara tersebut

dikarnakan adanya perebutan posisi hegemoni. Cina sperti yang kita ketahui,

memiliki kemajuan yang sangat signifikan di era modern ini. Cina yang

mengalami perkembangan ekonomi yang menanjak jauh menjadi pesaing

Amerika Serikat. Terlebih untuk di kawasan Asia dan Asia Tenggara khususnya.

Adanya permintaan bantuan militer dari Vietnam dan Filipina ke Amerika Serikat

memberi peluang besar untuk campur tangan dalam konflik Laut Cina Selatan

yang bertujuan menyangi hegemoni Cina di kawasan Asia Tenggara

Keterlibatan Amerika dalam konflik ini, bukannya menyelesaikan masalah

justru membuat kepentingan didalam konflik ini semakin meluas. Hal ini

diperkuat dengan terpecahnya fokus bagi Cina itu sendiri. Semenjak keterlibatan

Amerika Serikat dalam konflik ini, Cina tidak hanya beranggapan untuk

mempertahankan Laut Cina Selatan saja, akan tetapi juga mempertahankan

hegemoni yang dia miliki di Kawasan Asia Tenggara.

Kesimpulan

Kepentingan ekonomi dan pertahanan Amerika Serikat pada masa

pemerintahan Obama dianalisis sebagi faktor determinan. Amerika Serikat

merupakan negara super power. Sebagai super power Amerika Serikat juga secara

otomatis bertanggung jawab sebagai penstabil kondisi di dunia. China dilihat

sebagai kekuatan baru Asia yang mampu mengalahkan Amerika Serikat dalam
menjadi negara hegemoni. Selain memiliki kepentingan ekonomi, Amerika

Serikat memiliki kepentingan keamanan dan pertahanan, karena kedua

kepentingan ini juga saling berkaitan. Salah satu kepentingannya adalah

melindungi aliansi-aliansi dari serangan.

Amerika Serikat bersedia untuk berjuang dalam mempertahankan

kebebasan laut, kepentingan sangat penting berkaitan dengan pergerakan sumber

daya energi. Amerika Serikat juga menyatakan bahwa semua negara harus dapat

secara bebas mengeksploitasi sumber daya di bawah dasar laut di perairan

internasional. Akan tetapi, Amerika Serikat tidak bisa mengambil tindakan tegas,

selain karena akan menimbulkan konflik yang lebih besar, tetapi juga karena

China memiliki kekuatan yang tidak kalah dari Amerika, terutama kekuatan

militer dan ekonomi. China muncul menjadi negara yang terkuat dikawasan Asia

Tenggara saat ini.