You are on page 1of 2

PROSPEK PEMANFAATAN ENERGI ANGIN SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI

DAERAH PEDESAAN

Energi angin sebagai energi alternatif pengganti energi fosil(yang tidak dapat diperbarui)
sudah lama di terapkan di berbagai negara, contohnya yang di lakukan oleh petani di
amerika pada abad ke 19. Akan tetapi menghilang dengan meluas nya aplikasi pembangkit
listrik berbahan bakar fosil. Aplikasi energi angin kembali meluas ketika fluktuasi harga
bahan bakar fosil dan isu lingkungan untuk mendorong perkembangan teknologi energi
angin,
Sejalan dengan upaya pengembangan sumber energi
terbarukan seperti mikrohidro, energi surya, dan biomasa sebagai energi alternatif di
Indonesia.

PERKEMBANGAN APLIKASI TURBIN


ANGIN ADA 2 yaitu :

1. Aplikasi Turbin Angin di Luar Jaringan


Aplikasi turbin angin di luar jaringan utilitas,
mencakup aplikasi turbin angin kecil (0,1- 20 kW) di
pedesaan dan turbin angin menengah (20 -100 kW)
yang digabung dengan pembangkitan lain.
2. Aplikasi Turbin Angin dihubungkan Dengan Jaringan
Aplikasi turbin dihubungkan dengan
jaringan, merupakan aplikasi turbin angin besar (100-
500 kW) atau sederetan turbin angin atau ladang
angin (windfarm) untuk pembangkitan skala besar (1-
100 MW) dan dihubungkan ke jaringan utilitas.

Sumber Daya Angin


Sumber daya angin yang tersebar dan bersih
adalah sifat yang positif, tetapi sifat angin yang tidak menentu merupakan masalah,karena
jika ingin menggunakan energi angin kecepatan angin di daerah tersebut harus stabil dan
kecepatan mulai 3-5 m/s.

APLIKASI TURBIN ANGIN Dl INDONESIA

Data dari BMG,


menunjukkan 50 lebih lokasi memiliki kecepatan
angin (3-5) m/s sedangkan data pengukuran LAPAN
menunjukkan 30 lebih lokasi memiliki kecepatan
angin juga antara (3-5) m/s. Meski terbatas akan tetapi untuk skala kecil dan menengah
dapat di aplikasikan di Indonesia.

Kemungkinan Aplikasi Turbin Angin Besar

Informasi potensi angin yang diperoleh


sampai saat ini, memberikan kemungkinan untuk
aplikasi turbin angin besar. Penambahan ketinggian
menara turbin angin untuk meningkatkan kecepatan
angin akan memperbesar kemungkinan itu, di
samping mengembangkan turbin angin dengan
kecepatan angin operasi yang relatif rendah.
Pengembangan turbin angin untuk aplikasi skala besar
yang terhubung jaringan utilitas itu memerlukan
kajian yang lebih cermat dan lebih rinci.

Aspek Sosial Ekonomi

Pengembangan listrik pedesaan sangat


berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat didukung dengan aplikasi
energi alternatif.
Penggunaan mikrohidro relatif lebih murah, tetapi
terbatas untuk lokasi yang potensial saja. Penggunaan
turbin angin produk luar negeri seperti dilakukan
selama ini, dirasakan mahal. Sebagai gambaran, biaya
produksi energi dengan turbin angin seperti di Jepara,
diestimasi sekitar 1500 - 4000 Rp/kWh. Aplikasi
turbin angin tersebut dewasa ini masih memerlukan
subsidi. Produksi turbin angin secara lokal dapat
menurunkan biaya. Semakin potensialnya BBM bagi
perolehan devisa dan semakin perlunya pengurangan
emisi pembakaran, juga memungkinkan aplikasi
turbin angin akan semakin berdaya saing.