You are on page 1of 135

ANALISIS PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS

(CASH FLOW) PADA RUMAH SAKIT


BUDI KEMULIAAN

TUGAS AKHIR

Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan Program Diploma III

Oleh:

SRI AFRIMA RAMADANI


3110801008

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI BATAM
BATAM 2011
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Tugas Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri,

Dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk

Telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : SRI AFRIMA RAMADANI

Nim : 3110801008

Tanda Tangan :

Tanggal : 5 Agustus 2011

ii
LEMBAR PENGESAHAN

TUGAS AKHIR

ANALISIS PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS


(CASH FLOW) PADA RUMAH SAKIT
BUDI KEMULIAAN

BATAM, 5 Agustus 2011

Dosen Pembimbing,

Irsutami, SE, M,Acc., Akt


NIK: 100009

Dosen Penguji I Dosen Penguji II

Ely Kartikaningdyah,SE.,M.S1 Marihot Nasution,SE


NIK: 109058 NIK: 109060

iii
MOTTO

“ WALAU TERASA SULIT ASAL ADA KEYAKINAN

PASTI BISA MELEWATI SEMUA RINTANGAN DAN

MENCAPAI IMPIAN”

“ JANGAN PERNAH PUTUS ASA”

iv
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur dipanjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang

telah melimpahkan rahmat dan karunia-nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul “ Analisis Penyusunan Laporan Arus

Kas (Cash Flow) pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan” Batam.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini tidaklah lepas dari bantuan, arahan,

dan bimbingan dari seluruh pihak. Untuk itu, tiada untaian kata yang dapat penulis

ucapkan selain terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu

penyusunan Tugas Akhir ini, terutama kepada yang terhormat:

1. Orang tua dan saudara yang selalu ada buat penulis sewaktu penulis dalam

keadaan kesulitan untuk selalu membantu, memberikan dorongan dan

semangat besar kepada penulis.

2. Bapak Priyono Eko Sanyoto, selaku direktur Politeknik Negeri Batam.

3. Bapak Irsutami selaku Dosen Pembimbing yang selalu dapat meluangkan

waktunya untuk penulis dalam membantu Tugas Akhir ini sampai TA in

selesai.

4. Ibuk Ely dan Mbak Marihot selaku dosen penguji yang sudah membantu

kalulusan TA penulis.

5. Seluruh dosen Prodi Akuntansi yang telah banyak membantu dan memberikan

banyak pengetahuan sehingga mempermudah penulis dalam penulisan Tugas

Akhir ini.

6. Bapak Rizky Eka Putra, SE yang dengan senang hati telah menerima penulis

magang di tempatnya dan telah benya membantu penulis dalam penulisan

v
Tugas Akhir dengan telah banyak memberikan informasi yang penulis

butuhkan.

7. Seluruh staf RS Budi Kemuliaan yang telah membantu penulis dalam

pelaksanaan magang dan mendapatkan informasi yang penulis butuhkan

berkaitan dengan TA penulis.

8. Teman-teman dekat penulis yang selalu memberikan semangat bagi penulis

sehingga tidak mudah putus asa.

9. Teman-teman satu kelompok bimbingan yang selalu kompak untuk

melakukan bimbingan Tugas Akhir.

10. Teman-teman seperjuangan AK08 yang sama-sama memberikan dorongan

untuk penulisan Tugas Akhir ini supaya kita semua lulus tepat waktu.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini tidak lepas dari adanya kekurangan

karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, pengalaman dan sebagai manusia

biasa yang tidak luput dari kesalahan, penulis mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun demi tercapainya kesempurnaan dari penyusunan Tugas

Akhir ini. Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan

Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi semua mahasiswa dan

mahasiswi serta pembaca pada umumnya.

Batam, 5 Agustus 2011

Penulis,

Sri Afrima Ramadani

vi
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas Akademik Politeknik Negeri Batam, saya yang bertanda

tangan di bawah ini:

Nama : Sri Afrima Ramadani

Nim : 3110801008

Program Studi : Akuntansi

Jenis Karya : Tugas Akhir

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan

kepada Politeknik Negeri Batam Hak Bebas Royalti Noneklusif atas karya

ilmiah saya yang berjudul: Analisis Penyusunan Laporan Aru Kas ( Cash Flow)

pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Dengan Hak Bebas Royalti

Noneklusif ini Politeknik Negeri Batam berhak menyimpan, mengalihmedia

formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan

mempublikasikan Tugas Akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya

sebagai penulis, pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. Demikian pernyataan ini

saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat Di : Batam

Pada Tanggal : 5 Agustus 2011

Yang Menyatakan.

Sri Afrima Ramadani

vii
DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………..... i
Halaman Pernyataan Orisinalitas…………………………………………... ii
Lembar Pengesahan………………………………………………………… iii
Motto…………………………………………..……………………………... iv
Kata Pengantar……………………………………………………………… v
Lembar Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah……………………………... vii
Daftar Isi……………………………………………………………………... viii
Daftar Gambar………………………………………………………………. xi
Daftar Tabel…………………………………………………………………. xii
Daftar Lampiran…………………………………………………………….. xiii
Abstrak………………………………………………………………………. xiv

BAB I : PENDAHULUAN……………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang………………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………. 3
1.3 Batasan Masalah……………………………………………... 3
1.4 Tujuan Penelitian……………………………………………... 4
1.5 Manfaat Penelitian…………………………………………….. 4
1.6 Sistematika Penulisan…………………………………………. 5

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA………………………………………… 7


2.1 Rumah Sakit…………………………………………………… 7
2.1.1 Pengertian Rumah Sakit………………………………… 7
2.1.2 Aktivitas Rumah Sakit………………………………….. 7
2.2 Laporan Keuangan……………………………………………. 9
2.2.1 Definisi Laporan Keuangan…………………………….. 9
2.2.2 Komponen-komponen Laporan Keuangan……………... 10
2.3 Laporan Arus Kas…………………………………………….. 13
2.4 Laporan Arus Kas Dalam PSAK No 2……………….………. 15
2.4.1 Pengertian Laporan Arus Kas………………………….. 15

viii
2.4.2 Penyajian Pelaporan Arus Kas…………………………… 17

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM


PERUSAHAAN………………………………………………….. 21
3.1 Metodologi Penelitian…………………………………………. 21
3.1.1 Objek Penelitian…………………………………………. 21
3.1.2 Teknik Pengumpulan Data……………………………… 21
3.1.3 Metode Analisis Data…………………………………… 22
3.2 Gambaran Umum Perusahaan………………………………… 23
3.2.1 Sejarah Perusahaan……………………………………… 23
3.2.2 Visi, Misi dan Motto Perusahaan……………………….. 27
3.2.2.1 Visi Perusahaan…………………………………. 27
3.2.2.2 Misi Perusahaan…………………………………. 27
3.2.2.3 Motto Perusahaan……………………………….. 28
3.2.3 Tujuan Perusahaan………………………………………. 28
3.2.4 Produk dan Jasa Perusahaan…………………………….. 28
3.2.5 Struktur Perusahaan Bagian Akuntansi & Keuangan…… 30
3.2.6 Komposisi Karyawan dan Deskripsi Pekerjaan…………. 30

BAB IV : PEMBAHASAN…………………………………………………. 36
4.1 Mekanisme Penyusunan Laporan Arus Kas di RSBK………... 36
4.2 Analisa Penyusunan Laporan Arus Kas di RSBK…………….. 48
4.2.1 Penerapan Metode Penyusunan Lap Arus Kas…...……… 48
4.2.2 Analisa Komponen-komponen Pada Laporan Arus Kas... 50
4.2.3 Analisa Penurunan (Kenaikan) dalam Lap Arus Kas RSBK 56
4.3 Hasil Analisis Penyusunan Laporan Arus Kas..………………. 57

BAB V : PENUTUP………………………………………………………... 58
5.1 Kesimpulan……………………………………………………. 58
5.2 Saran-saran……………………………………………………. 60

ix
Daftar Pustaka………………………………………………………………. 61
Lapiran………………………………………………………………………. 62

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Struktur Perusahaan………………………………………… 30


Gambar 4.1 Siklus Penyusunan Laporan Arus Kas………………………. 46

xi
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Perkembangan RS Budi Kemuliaan…………………………. 26


Tabel 3.2 Komposisi Pegawai………………………………………….. 30
Tabel 4.1 Catatan atas Laporan Keuangan……………………………... 38
Tabel 4.2 Perhitungan Percent (rata-rata)……………………………… 40
Tabel 4.3 Neraca Perbandingan………………………………………… 42
Tabel 4.4 Perbandingan Nilai Neraca...………………………………… 43
Tabel 4.5 Laporan Laba Rugi…………………………………………... 44
Tabel 4.6 Laporan Arus Kas……………………………………………. 47
Tabel 4.7 Laporan Arus Kas dalam PSAK No 2……………………….. 55

xii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Laporan Magang………………………………………………….


Lampiran II Laporan Keuangan Perusahaan………………………………….
Lampiran III Bukti-bukti Transaksi Di Perusahaan…………………………...
Lampiran IV Kelengkapan Surat-Surat Pengobatan…………………………..

xiii
ABSTRAK

Nama : Sri Afrima Ramadani


Program Studi : Akuntansi
Judul : Analisis Penyusunan Laporan Arus Kas (Cash Flow) Pada
Rumah Sakit Budi Kemuliaan

Penyusunan laporan arus kas juga penting bagi perusahaan karena arus kas
merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan setiap periode penyajian
laporan keuangan, penyusunan laporan arus kas dapat menggunakan metode
langsung dan tidak langsung dan pengklasifikasian tiga elemen laporan arus kas
juga harus sesuai dengan ketentuan yang telah diatur yang bertujuan supaya bisa
memberikan informasi atau pengaruh dari tiga elemen laporan arus kas yaitu
aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Dalam penyusunan
laporan arus kas RSBK menggunakan metode tidak langsung dan
mengklasifikasikan elemen laporan arus kas pada dua elemen yaitu aktivitas
operasi dan aktivitas pendanaan. Tugas Akhir ini membahas tentang penyusunan
laporan arus kas dalam mengklasifikasikan tiga elemen laporan arus kas. Analisis
pengklasifikasian tiga elemen laporan arus kas bertujuan untuk mengetahui
kesesuaian penyusunan dan klasifikasi komponen-komponen pada tiga elemen
laporan arus kas dengan PSAK No 2. Metode yang digunakan dalam hal teknik
pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Objek penelitian adalah data
laporan keuangan yang diperoleh dari Kabag Akuntansi & Keuangan RSBK.
Kesimpulan yang didapat adalah penggunaan dan pengklasifikasian komponen-
komponen pada tiga elemen laporan arus kas masih ada yang belum sesuai dengan
PSAK No 2.

Kata kunci:
Penyusunan laporan arus kas, klasifikasi tiga elemen laporan arus kas.

xiv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PSAK No 2 (IAI 2009), kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening

giro, setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat lancar, berjangka pendek dan

yang cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu. Arus kas adalah arus masuk dan

arus keluar kas atau setara kas atau investasi yang sifatnya sangat likuid atau

lancar, berjangka pendek dan yang cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah

tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.

Mengingat kas adalah suatu unsur modal kerja yang sangat likuid atau

lancar maka perlu disusun suatu arus kas yang cermat agar perusahaan dalam

menjalankan kegiatan usahanya bisa mendapatkan keseimbangan antara

penerimaan kas dan pengeluaran kas. Hal ini apabila terjadi defisit kas, maka

kegiatan perusahaan akan terganggu, karena perusahaan tidak dapat memenuhi

kewajiban jatuh tempo.

Arus kas penting untuk perencanaan kebutuhan kas jangka pendek, selain

itu arus kas penting juga untuk mengetahui distribusi dana (kas) yang dimiliki

oleh perusahaan, termasuk RS Budi Kemuliaan ditempat peneliti melakukan

praktek kerja lapangan (magang). RSBK adalah perusahaan yang bergerak dalam

bidang jasa dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang

melayani transaksi pasien dalam kesehariannya. Arus kas pada RSBK adalah

aliran kas keluar (cash outflow) dan kas masuk (cash inflow), yang terjadi pada

1
2

suatu perusahaan di dalam menjalankan kegiatan usahanya baik untuk membiayai

kegiatan operasional maupun mengadakan investasi baru.

RSBK, selain banyak melakukan aktivitas operasional, RSBK juga banyak

melakukan aktivitas investasi seperti melakukan investasi untuk peralatan-

peralatan medis, fasilitas dan juga dalam pembelian obat-obatan, karenanya

RSBK harus mengetahui dana (kas) yang digunakan banyak didistribusikan

kebagian apa dari tiga elemen laporan arus kas, seandainya penggunaan dana

(kas) RSBK banyak didistribusikan pada elemen aktivitas investasi dari laporan

arus kas maka RSBK harus memperhitungkan investasi tersebut, apakah aktivitas

investasi yang dilakukan dapat memberikan pengembalian (return) yang setimpal

untuk perusahaan.

Aktivitas investasi yang dilakukan, apabila tidak memberikan

pengembalian (return) yang setimpal, maka perusahaan bisa melakukan

perencanaan lain seperti penggunaan dana (kas) lebih dominan ke aktivitas

operasional atau aktivitas pendanaan. Selain banyak melakukan investasi

peralatan dan fasilitas, RSBK juga banyak melakukan pembelian obat, maka

RSBK juga bisa mengetahui bagaimana perputaran kas dalam pembelian obat

apakah memberikan imbalan yang bagus untuk perusahaan. Untuk itu, RSBK

harus bisa menyusun laporan arus kas dengan tepat atau berdasarkan PSAK No 2

tentang laporan arus kas, perusahaan bisa melakukan pendistribusian lebih lanjut

tentang pendistribusian kas pada elemen-elemen laporan arus kas, yaitu: Ativitas

operasional, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan. Jika suatu perusahaan tidak

benar dalam menyusun laporan arus kas dapat berakibat fatal dalam pengambilan
3

keputusan pengelolaan keuangannya terutama pengelolaan keuangan yang bersifat

jangka pendek.

Berdasarkan latar belakang dan mengingat pentingnya laporan arus kas

tentang penggunaan dana (kas) yang bersifat jangka pendek, mengingat arus kas

memiliki tiga elemen dalam pelaporannya dan untuk pengambilan keputusan

dalam pengelolaan keuangan yang tepat, maka peneliti tertarik melakukan

penelitian dengan judul “Analisis Penyusunan Laporan Arus Kas (Cash

Flow)”, pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

a. Bagaimana penyusunan laporan arus kas pada RS Budi Kemuliaan.

b. Apakah penyusunan laporan arus kas RS Budi Kemuliaan sesuai dengan

PSAK No 2.

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

a. Batasan Data

Dalam penelitian ini, data yang peneliti gunakan adalah data laporan keuangan

periode tahun 2009 dan 2010 dan data penerimaan dan pengeluaran kas dari

transaksi rumah sakit.

b. Batasan Lapangan

Dalam melakukan penelitian tentang analisis penyusunan laporan arus kas,

peneliti memilih RS Budi Kemuliaan sebagai tempat penelitian. Penelitian


4

dilakukan selama peneliti melaksanakan praktek kerja lapangan dibagian

Akuntansi dan Keuangan.

c. Batasan Aspek

Dalam penelitian ini, adapun batasan aspek adalah menganalisis tiga elemen

laporan arus kas, yaitu: Aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas

pendanaan tentang item-item yang ada dari tiga elemen laporan arus kas.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui bagaimana penyusunan laporan arus kas pada RS Budi

Kemuliaan.

b. Untuk mengetahui apakah laporan arus kas RS Budi Kemuliaan telah sesuai

dengan PSAK No 2 (Laporan Arus Kas).

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini sebagai berikut:

a. Bagi perusahaan, peneliti berharap dapat berguna sebagai bahan evaluasi

manajemen untuk mengetahui seberapa efisien aliran kas, supaya dalam

penggunaan kas perusahaan mengetahui tentang lebih efisien keelemen yang

mana dari laporan arus kas penggunaan kas banyak dikeluarkan, apakah dari

aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, dengan itu perusahaan bisa

melakukan perencanaan lebih lanjut terhadap kebutuhan keuangannya.

b. Bagi peneliti, peneliti mengharapkan penelitian ini dapat menambah ilmu

pengetahuan tentang laporan keuangan terutama laporan arus kas dan peneliti
5

berharap dapat memahami tentang arus kas yang terjadi diperusahaan jasa,

yaitu: RS Budi Kemuliaan.

c. Bagi perpustakaan, peneliti mengharapkan penelitian ini dapat dibaca oleh

orang lain sehingga menjadi tambahan ilmu juga bagi mereka dan untuk

memperbanyak koleksi perpustakaan.

1.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Dalam bab ini peneliti mendeskripsikan tentang latar belakang, rumusan

masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan

sistematika penulisan.

Bab II Tinjauan pustaka

Dalam bab ini Peneliti mendeskripsikan tentang rumah saki, laporan

keuangan, laporan arus kas, laporan arus kas dalam Ikatan Akuntansi

Indonesia.

Bab III Metodologi penelitian dan gambaran umum perusahaan

Dalam bab ini Peneliti mendeskripsikan metodologi penelitian tentang

objek penelitian, waktu dan tempat penelitian, metode teknik

pengumpulan data, metode analisis dan gambaran umum perusahaan

tentang sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur

perusahaan, kebijakan perusahaan mengenai arus kas.

Bab IV Pembahasan
6

Dalam bab pembahasan ini, peneliti mendeskripsikan tentang rumusan

masalah yaitu bagaimana penyusunan laporan arus kas pada RS Budi

Kemuliaan dan apakah penyusunan laporan arus kas RS Budi Kemuliaan

sama dengan PSAK No 2.

Bab V Penutup

Dalam bab ini peneliti akan mendeskripsikan kesimpulan dan saran-saran

yang diperoleh dari hasil penelitian.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Rumah Sakit

2.1.1 Pengertian Rumah Sakit

Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayan kesehatan masyarakat

yang melayani transaksi pasien dalam kesehariannya. Pemberian layanan dan

tindakan dalam banyak hal akan mempengaruhi kondisi dan rasa nyaman bagi

pasien. Semakin cepat akan semakin baik. Rumah sakit adalah bagian integral

organisasi sosial dan medik, yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan

kepada masyarakat sekitar beserta lingkungannya. Sebagai Institusi publik rumah

sakit memberikan pelayanan yang ekstra efektif dan efisien. Untuk mencapai

tujuan tersebut setidaknya pihak rumah sakit harus meningkatkan pelayanannya

baik dari segi medis maupun non medis. Sistem pelaporan rekam medis yang

akurat dan efisien merupakan satu dari bagian yang terpenting dari mutu

pelayanan rumah sakit.

2.1.2 Aktivitas Rumah Sakit

Rumah sakit dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya memiliki

tanggung jawab tidak hanya terhadap masalah kesehatan perorangan pasien yang

berkunjung saja, tetapi juga terhadap seluruh anggota masyarakat yang

berdomisili di wilayah cakupannya. Rumah sakit juga wajib melakukan

pembinaan fasilitas kesehatan di bawahnya, seperti puskesmas, sesuai

kemampuannya, meliputi rujukan teknologi, rujukan pasien dan spesimen, serta

7
8

rujukan pengetahuan dan keterampilan. Adapun aktivitas yang terjadi di rumah

sakit, yaitu:

d. Aktivitas operasi

- Penjualan jasa para dokter (Gigi, Bedah, Internist, THT, Mata, Umum,

Kandungan, Anak-anak) kepada pasien umum maupun langganan

- Rawat jalan (konsul, administrasi, obat, tindakan)

- Rawat inap (transaksi kamar, konsul, administrasi, tindakan, laboratorium,

radiologi, visite, obat)

- Kamar operasi (operasi pasien)

- Ruang fisioteraphi

- ICU

- Kamar lain-lain

e. Aktivitas investasi

- Pembelian alat-alat (peralatan medis)

- Pembelian asset jangka panjang, contoh: komputer, kendaraan, dan lain-

lain)

- Renovasi gedung

- Penambahan gedung baru

f. Aktivitas pendanaan

- Pembayaran utang

- Pembayaran utang Bank

- Pembayaran gaji karyawan

- Biaya administrasi umum, biaya listrik, biaya air, biaya pemasaran


9

2.2 Laporan Keuangan

2.2.1 Definisi Laporan Keuangan

Jusup (2003), laporan keuangan utama yang dihasilkan dari proses akuntansi

adalah neraca dan laba rugi. Neraca dibuat dengan maksud untuk menggambarkan

posisi keuangan suatu organisasi pada suatu saat tertentu, sedangkan laporan laba

rugi menggambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai dalam suatu periode waktu

tertentu.

Menurut Baridwan (2004), laporan keuangan merupakan ringkasan dari

suatu proses pencatatan, merupakan suatu proses ringkasan dari transaksi-

transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan

keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk

mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para

pemilik perusahaan. Di samping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk

memenhi tujuan-tujuan lain yaitu sebagai laporan kepada pihak-pihak di liar

perusahaan.

Hanafi & Halim (2007), ada tiga pokok yang dihasilkan oleh suatu

perusahaan, yaitu: Neraca, Laporan laba rugi, Laporan aliran kas. Laporan-

laporan keuangan tersebut pada dasarnya ingin melaporkan kegiatan-kegiatan

perusahaan: kegiatan investasi, kegiatan pendanaan dan kegiatan operasional,

sekaligus mengevaluasi keberhasilan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan

yang ingin dicapai. Metode-metode penilaian dan pengukuran yang mendasari

penyusunan laporan-laporan keuangan tersebut diatur dalam Standar Akuntansi

Keuangan (SAK) yang disusun oleh IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia).


10

Hanafi & Halim (2007), analisis keuangan sangat bergantung pada

informasi yang diberikan oleh laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan

perusahaan merupakan salah satu sumber informasi yang penting di samping

informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa pasar

perusahaan, kualitas manajemen dan lainnya. Ada tiga macam laporan keuangan

pokok, yaitu: Neraca, Laporan laba rugi, Laporan aliran kas. Disamping ketiga

laporan pokok tersebut, dihasilkan juga laporan pendukung seperti laporan laba

yang ditahan, perubahan modal sendiri, dan diskusi-diskusi oleh pihak

manajemen.

2.2.2 Komponen-komponen Laporan Keuangan

PSAK No 1 (2009), tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah

memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan

yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka

membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban

(stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang

dipercayakan kepada mereka. Dalam mencapai tujuan tersebut, suatu laporan

keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi:

a. Aset

b. Kewajiban

c. Ekuitas

d. Pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian, dan

e. Arus kas
11

Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen sebagai

berikut:

a. Neraca

Pembagian lancar dengan tidak lancar dan jangka pendek dengan jangka

panjang, perusahaan menyajikan aset lancar terpisah dari aset tidak lancar dan

kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang, kecuali untuk

industri tertentu yang diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan khusus. Aset

lancar disajikan menurut ukuran likuiditas, sedangkan kewajiban disajikan

menurut urutan jatuh temponya. Adapun informasi yang disajikan dalam neraca

sebagai berikut:

- Aset berwujud

- Aset tidak berwujud

- Aset keuangan

- Investasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas

- Persediaan

- Piutang usaha dan piutang lainnya

- Kewajiban diestimasi

- Kewajiban berbunga jangka panjang

- Hak minoritas

- Modal saham dan pos ekuitas lainnya

b. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa, menonjolkan

berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar.

Adapun informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi sebagai berikut:
12

- Pendapatan

- Laba rugi usaha

- Beban pinjaman

- Bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan

menggunakan metode ekuitas

- Beban pajak

- Laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan

- Pos luar biasa

- Hak minoritas

- Laba atau rugi bersih untuk periode berjalan

c. Laporan Perubahan Ekuitas

Perusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai

komponen utama Laporan Keuangan, yang menunjukkan:

- Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan

- Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta

jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam

ekuitas.

- Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan

terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait.

- Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik

- Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta

perubahannya, dan
13

- Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio,

dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara

terpisah setiap perubahan.

d. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas disusun berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan

dalam PSAK No 2 terkait.

e. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap

komponen dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan

dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan atas

laporan keuangan mengungkapkan:

- Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan

akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang

penting.

- Informasi yang disajikan dalam PSAK tetapi tidak disajikan di neraca, laporan

laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas.

- Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi

diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.

2.3 Laporan Arus Kas

Hanafi & Halim (2007), laporan aliran kas dimaksudkan untuk mengisi informasi

tentang bagaimana aliran kas masuk dan keluar perusahaan, bagaimana

perusahaan membiayai ekspansinya dan apa yang terjadi dengan uang masuk dari

emisi saham. Tujuan pokok laporan aliran kas adalah untuk memberikan
14

informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode

tertentu. Tujuan kedua laporan aliran kas adalah untuk memberikan informasi

mengenai efek kas dari kegiatan investasi, pendanaan, dan operasi perusahaan

selama periode tertentu.

Hanafi & Halim (2007), laporan aliran kas bertujuan untuk melihat efek

kas dari kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Aktivitas operasi meliputi

semua transaksi dan kejadian lain yang bukan merupakan kegiatan investasi atau

pendanaan. Ini termasuk transaksi yang melibatkan produksi, penjualan,

penyerahan barang atau penyerahan jasa. Aktivitas investasi meliputi pemberian

kredit, pembelian atau penjualan investasi jangka panjang seperti pabrik dan

peralatan. Aktivitas pendanaan meliputi transaksi untuk memperoleh dana dan

distribusi pengembalian (return) ke pemberi dana dan pelunasan hutang.

Menurut Baridwan (2004), dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

mewajibkan perusahaan untuk menyusun laporan arus kas dan menjadikan

laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan (Integral) dari laporan

keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Arus kas adalah arus

masuk dan arus keluar kas dan setara kas. Kas meliputi uang tunai (cash on hand)

dan rekening giro, sedang setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang

sifatnya sangat likud, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan

kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang

signifikan. Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi

relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu

periode. Untuk mencapai tujuan itu, aliran kas diklasifikasikan dalam tiga
15

kelompok yang berbeda yaitu penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari

kegiatan investasi, pembelanjaan (financing), dan kegiatan usaha.

Kegiatan investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang

serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Kegiatan komposisi modal dan

pinjaman perusahaan. Kegiatan usaha (operasi) adalah kegiatan penghasil utama

pendapatan perusahaan dan kegiatan lain yang bukan merupakan kegiatan

investasi dan pembelanjaan. Untuk menyusun laporan arus kas, perusahaan dapat

menggunakan metode langsung dan tidak langsung. PSAK No.2 mendorong

digunakannya metode langsung untuk menyusun laporan arus kas. Metode

penyajian langsung adalah metode penyajian yang menampakkan kelompok

utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Selain menggunakan

metode langsung, laporan arus kas dapat juga disusun dengan menggunakan

metode tidak langsung. Dalam metode ini laporan arus kas disusun dalam 3

kelompok, kemudian diikuti dua kelompok lainnya yang disusus dengan

menggunakan metode langsung. Dengan demikian, metode langsung untuk

menyusun laporan aliran kas dapat menyajikan informasi yang lebih lengkap

dbanding dengan metode tidak langsung.

2.4 Laporan Arus Kas dalam PSAK No 2

2.4.1 Pengertian Laporan Arus Kas

PSAK No 2 (2009), informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna

bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan

perusahaan dalam menghasilkan kas serta setara kas dan menilai kebutuhan

perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan


16

keputusan ekonomi, para pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian

perolehannya. Tujuan pernyataan ini adalah memberikan informasi historis

mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan

arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi,

investasi dan pendanaan selama suatu periode tertentu.

Adapun definisi arus kas dalam PSAK No 2, berikut adalah pengertian

istilah yang digunakan dalam pernyataan arus kas:

 Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro.

 Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan

yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa

menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.

 Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.

 Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan

aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas

pendanaan.

 Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta

investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

 Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam

jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.

Kas dan setara kas:

PSAK No 2 (2009), setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas

jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi

persyaratan setara kas, investasi harus segera dapat diubah menjadi kas dalam
17

jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang

signifikan. Karenanya, suatu infestasi baru dapat memenuhi syarat sebagai setara

kas hanya jika segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari

tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk saham tidak termasuk setara kas ,

kecuali substansi investasi saham tersebut adalah setara kas.

2.4.2 Penyajian Pelaporan Arus Kas

PSAK No 2 (2009), dalam penyajian laporan arus kas melaporkan arus kas selama

periode tertentu dan kemudian diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, aktivitas

investasi dan aktivitas pendanaan. Penyajian arus kas diaturkan dalam PSAK dari

aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan cara yang sesuai dengan bisnis

perusahaan, karena mengklasifikasikan menurut aktivitas dapat memberikan

informasi yang memungkinkan para pengguna laporan untuk menilai pengaruh

aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap jumlah kas

dan setara kas dan informasi ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi

hubungan diantara ketiga aktivitas tersebut.

Dalam PSAK No 2 suatu transaksi dapat meliputi arus kas yang

diklasifikasikan kedalam lebih dari suatu aktivitas, sebagai contoh, jika pelunasan

pinjaman bank meliputi pokok pinjaman dan bunga, maka bunga merupakan

unsur yang dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi dan pokok pinjaman

merupakan unsur yang diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Tiga elemen laporan arus kas dalam PSAK No 2, yaitu aktivitas operasi,

aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan juga mengklasifikasikan item-item

yang terdapat setiap aktivitas pada arus kas. Adapun tiga aktivitas tersebut, yaitu:
18

a. Aktivitas operasi

Dalam aktivitas operasi jumlah arus kas merupakan indikator yang

menentukan apakah operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup

untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan,

membayar dividen, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber

pendanaan dari luar. Informasi mengenai unsur tertentu arus kas historis bersama

dengan informasi lain, berguna dalam memprediksi arus kas operasi masa depan.

Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama

pendapatan perusahaan, item yang mempengaruhi aktivitas operasi, yaitu:

- Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa.

- Penerimaan kas dari royalti, fee, komisi, dan pendapatan lain;

- Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.

- Pembayaran kas kepada karyawan.

- Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan

premi, klaim, anuitas, dan manfaat asuransi lainnya;

- Pembayaran kas atau penerimaan kembali pajak penghasilan kecuali jika

dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan

dan investasi;

- Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan

transaksi usaha dan perdagangan.

Adapun beberapa transaksi yang terjadi diperusahaan seperti penjualan

peralatan yang dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian yang dimasukkan

dalam perhitungan laba atau rugi bersih, arus kas yang menyangkut transaksi

semacam ini dalam PSAK No 2 merupakan arus kas dari aktivitas investasi.
19

b. Aktivitas investasi

Dalam PSAK No 2 pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari

aktivitas investasi perlu dilakukan karena arus kas tersebut mencerminkan

penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan

menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan, item yang mempengaruhi

aktivitas investasi, yaitu:

- Pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset

jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan

aset tetap yang dibangun sendiri.

- Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, serta aset tidak

berwujud dan aset jangka panjang lain;

- Perolehan saham atau instrument keuangan perusahaan lain;

- Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta

perlunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan);

- Pembayaran kas sehubungan dengan future contracts, forward contracts,

option contracts dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut

dilakukan untuk tujuan perdagangan atau apabila pembayaran tersebut

diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

c. Aktivitas pendanaan

PSAK No 2 (2009), pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari

aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim

terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan, item yang

mempengaruhi aktivitas pendanaan, yaitu:


20

- Penerimaan kas dari emisi saham atau instrument modal lainnya.

- Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus

saham perusahaan.

- Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotek dan pinjaman

lainnya;

- Pelunasan pinjaman.

- Pembayaran kas oleh penyewa untuk mengurangi saldo kewajiban yang

berkaitan dengan sewa pembiayaan.

Pelaporan arus kas dalam PSAK No 2 bisa menggunakan salah satu dari

metode berikut:

- Metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas

bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan, atau

- Metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan

dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau

akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan

masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas

investasi dan pendanaan.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM
PERUSAHAAN

3.1 Metodologi Penelitian

Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian sebagai

berikut:

3.1.1 Objek Penelitian

Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah laporan keuangan, data penerimaan

dan pengeluaran kas dari transaksi rumah sakit beserta bukti-bukti pendukung

laporan keuangan seperti bukti transaksi penerimaan utang, surat tagihan, bukti

penerimaan dan pengeluaran kas.

3.1.2 Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai berikut:

a. Wawancara

Wawancara adalah komunikasi langsung dengan tatap muka atau dengan

telepon kepada subyek penelitian (Indriantoro & Bambang; 2009). Peneliti

melakukan metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara untuk

memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang ahli dari sumber

informasi yang diteliti. Peneliti melakukan wawancara langsung pada Kabag

Akuntansi dan Keuangan dan Bendaharawan Akuntansi dan Keuangan, yang

dihasilkan dari wawancara ini yaitu untuk mengetahui segala yang

berhubungan langsung dengan laporan arus kas. Metode wawancara dilakukan

kepada pihak-pihak terkait, yaitu:

21
22

- Kepala bagian Akuntansi dan Keuangan

- Bendahara bagian Akuntansi dan Keuangan

- Bagian Akuntansi dan Keuangan

b. Observasi

Observasi adalah proses pencatatan pola prilaku subyek (orang) atau kejadian

yang sistematis tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-

individu yang diteliti (Indriantoro & Bambang; 2009). Observasi dilakukan

pada RS Budi Kemuliaan di bagian-bagian yang terkait dengan penelitian ini

tentang laporan arus kas, adapun yang diobservasi adalah kegiatan-kegiatan

yang terjadi di rumah sakit yang berkaitan dengan operasionalnya.

c. Dokumentasi

Dokumentasi dianggap sebagai materi yang tertulis atau sesuatu yang

menyediakan informasi tentang suatu subyek. Dokumentasi disini berisi

tentang laporan keuangan RS Budi kemuliaan.

3.1.3 Metode Analisis Data

Adapun metode analisis data yang akan peneliti gunakan dalam penelitian

ini adalah metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah penelitian

yang menggambarkan keadaan variable-variable yang meliputi pengumpulan data

untuk menguji hipotesis atau untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan

dengan yang sedang diuji (Indriantoro & Bambang; 2009). Metode ini

menjelaskan tentang analisis penyusunan laporan arus kas dalam

pengklasifikasian komponen-komponen pada tiga elemen laporan arus kas RS

Budi Kemuliaan.
23

3.2 Gambaran Umum Perusahaan

3.2.1 Sejarah Perusahaan

Bermula dari rumah sakit bersalin dan balai pengobatan. Pada saat itu tersirat dari

pengalaman Rumah Sakit Budi Kemuliaan Jakarta yang telah mendirikan BKIA

(Balai Kesehatan Ibu dan Anak) dan Rumah Bersalin, maka dengan modal ruko

yang dimiliki oleh Ibu Sri Soedarsono, beliau berencana untuk membuka Rumah

Bersalin dan BKIA yang diresmikan pada tanggal 08 Oktober 1984. Hal lain yang

menjadi dasar berdirinya Rumah Bersalin dan BKIA adalah dengan melihat

perkembangan Pulau Batam dalam tahun 1980 yang cukup pesat dibarengi dengan

cepatnya pertumbuhan penduduk serta masih kurangnya pusat pelayanan

kesehatan yang dimilii oleh Otorita Batam.

Bertepatan dengan kunjungan Dr. Soemarno Sosroatmodjo ke rumah Ibu

Sri Soedarsono di Batam, dimana Dr. Soemarno Sosroatmodjo memperhatikan

kesibukan dari Ibu Sri Soedarsono dalam mencari nama untuk Rumah Bersalin,

maka Dr. Soemarno Sosroatmodjo selaku ketua Dewan Pengurus Budi Kemuliaan

Jakarta mengusulkan untuk menggunakan nama Budi Kemuliaan, sebab sudah

menjadi cita-cita beliau untuk membuka cabang rumah sakit bersalin di luar kota

Jakarta. Usulan tersebut diterima oleh Ibu Sri Soedarsono dengan pernyataan

harus otonom, Rumah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan Jakarta hanya menjadi

mitra kerjasama yang memiliki lebih pengalaman untuk saling mengisi dan

membimbing.

Sejalan dengan pemikiran Dr. Soemarno Sosroatmodjo selaku ketua

perkumpulan Budi Kemuliaan Jakarta yang telah berbicara dengan Ibu Sri

Soedarsono untuk membuka cabang di Pulau Batam dengan melihat


24

perkembangan Pulau Batam yang pesat pada saat itu. Maka berdasarkan Surat

Keputusan No.63/DP.BK/X/84 dikeluarkan oleh Dewan Perkumpulan Budi

Kemulian Jakarta menunjuk Ibu Sri Soedarsono sebagai ketua cabang

Perkumpulan Budi Kemuliaan Batam.

Berangkat dari Kepedulian Ibu Sri Soedarsono terhadap kesehatan

masyarakat serta untuk membantu program pemerintah dalam bidang kesehatan

maka pada tanggal 08 Oktober 1984 Ibu Sri Soedarsono mendirikan rumah

bersalin dengan nama umah Bersalin Budi Kemuiaan” dengan alamat Komplek

Pertokoan Pribumi Blok A No 05 Lubuk Baja Batam Timur, Rumah Bersalin

Budi Kemuliaan berpotensial dengan nomor izin dari kepala kantor wilayah

Departemen Kesehatan Propinsi Riau berdasarkan surat keputusan nomor:

282/KANWIL/SK/TU-4/II/85 tertanggal 20 Februari 1985. Selain sebagai rumah

bersalin juga berfungsi sebagai klinik keluarga berencana berdasarkan surat

keputusan dari Kepala BKKBN dengan nomor: 3080/KS.001/15/84.

Untuk memberikan pelayanan yang optimal, peran dokter sangat penting

maka pada tahun 1985 sampai dengan 1995 bergabunglah Dr. Edi Soemargo,

SpOG yang datang dua kali dalam satu bulan secara volunter/sukarela untuk

membuka praktek dan operasi bagi pasien di Pulau Batam. Dengan melihat

perkembangan yang sangat pesat saat itu serta kepercayaan yang diberikan dari

masyarakat, instansi pemerintah dan swasta serta kurangnya tempat pelayanan

kesehatan maka Ibu Sri Soedarsono juga mendirikan balai pengobatan dengan

diberi nama ”Balai Pengobatan Budi Kemuliaan” dengan nomor surat izin:

21/KANWIL/TU-4/BP/X/86 tertanggal 18 Agustus 1986, selain dari pada itu


25

untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan mka didirikan pos pelayanan

pembantu seperti:

1. Pos Pelayanan Pembantu Tanjung Sengkuang

2. Pos Pelayanan Pembantu Tanjung Riau

3. Pos Pelayanan Pembantu Bengkong Laut

4. Pos Pelayanan Pembantu Pulau Bertam

5. Pos Pelayanan Pembantu Bukit Girang

Dengan semakin kompleknya masalah kesehatan, sedangkan rumah sakit

yang ada di Batam pada saat itu baru Rumah Sakit Otorita Batam yang hanya

dapat melayani pegawai Otorita Batam, maka terlintas dibenak Ibu Sri

Soedarsono untuk menggabungkan Rumah Bersalin dan Balai pengobatan

menjadi Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Maka pada tanggal 05 Desember

1989 dengan nomor surat izin: 05/DP.BK.IV/1989, Ibu Sri Soedarsono dibantu

oleh staf-stafnya membentuk panitia pembangunan rumah sakit ”Budi

Kemuliaan” cabang Pulau Batam untuk melayani masyarakat ekonomi menengah

ke bawah, bagi masyarakat yang mampu dapat berobat ke Rumah Sakit Otorita

Batam atau berobat ke Singapura. Perencanaan pembangunan tersebut di atas

areal 3097,41 meter persegi dengan kapasitas 30 tempat tidur untuk tahap

pertama. Pembangunan rumah sakit tersebut berada di jalan seraya No.01

Kecamatan Lubuk Baja Batam Timur, namun alamat tersebut berubah menjadi

Jl.Budi Kemuliaan nomor 01 Kecamatan Batu Ampar Pulau Batam.

Rumah bersalin dan Balai pengobatan berusaha untuk memberikan

pelayanan terbaik kepada semua lapisan masyarakat, termasuk diantaranya

Kelompok sosial masyarakat tertinggal (Suku laut) dan Masyarakat dari daerah
26

yang sulit dijangkau, kelompok sosial resiko tinggi (Penghuni kompleks WTS,

pekerja kasar, buruh industri). Bahkan saat ini pada lokasi-lokasi tertentu telah

didirikan Balai Pengobatan Pembantu.

RS Budi kemuliaan Batam tetap berpedoman pada tujuan awal serta selalu

berusaha meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan kesehatan bangsa

berusaha melalui pelayanan dan penyiapan sumber daya manusia potensial dalam

bidang kesehatan. RSBK juga mennyelenggarakan Pusat penelitian dan upaya

pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS dan Hepatitis B bekerja sama

dengan berbagai instansi terkait dalam dan luar negeri.

Tabel 3.1 Perkembangan Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

No Tahun Kegiatan

1 1993 Pembukaan RSBK dengan fasilitas poli umum dan

ruang rawat inap

2 1997 Pembanguna Pav. Cendana

3 2000 Pembangunan Klinik Kabil

4 2001 Renovasi bagian Anak /Kandungan dan Kebidanan

5 2002 Renovasi Poliklinik, Laboratorium dan Radiologi

6 2003 Pembangunan Pav. Anggrek yang diresmikan tahun

2004

7 2004 Pembangunan Pav. Mawar yang diresmikan tahun 2005

8 2005 Pembangunan ruang operasi (OK) Lat.3

9 2006 Pembangunan Gedung Unit Penyakit Menular

10 2008 Pembangunan dan renovasi ruangan perawatan khusus

bayi dan NICU


27

11 2009 Pengembangan Klinik Ginjal

3.2.2 Visi, Misi dan Motto Perusahaan

3.2.2.1 Visi Perusahaan

Sebagai penjabaran dari pada maksud pengembangan RS Budi Kemuliaan

Batam (RSBK) agar tetap eksis dan diminati oleh pasien disegala lapisan

masyarakat dan karyawan sesuai cita-cita yang diharapkan, manajemen

menuangkan kembali visi RSBK yaitu ”Rumah Sakit Umum dengan layanan

prima pilihan masyarakat dan Pusat Rujukan Kesehatan Ibu dan Anak di

Kepri dan sekitarnya”.

3.2.2.2 Misi Perusahaan

Sebagai penerapan (aplikasi) visi dimaksud, untuk tujuan jangka panjang

dalam bentuk misi RSBK adalah:

a. Memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh (paripurna) yang bermutu

dengan unggulan dibidang pelayanan kesehatan ibu dan anak.

b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang terus menerus berjenjang

dan berkelanjutan dengan penekanan di bidang kesehatan ibu dan anak

sehingga dapat terjaminnya sumber daya manusia yang profesional.

c. Mengupayakan terselenggarakannya pelayanan kesehatan yang dapat

dipertanggung jawabkan dan ditanggung gugatkan yang didukung oleh tenaga

kerja profesional serta memanfaatkan teknologi kesehatan yang tepat guna,

demi memenuhi kepuasan pasien namun tetap terjangkau oleh lapisan seluruh

masyarakat.
28

3.2.2.3 Motto Perusahaan

”Kami Ada Untuk Anda”, yang mana hal ini memberikan makna dan

amanah bahwa RSBK tumbuh dan berkembang untuk melayani masyarakat dan

karyawan khususnya di bidang kesehatan.

3.2.3 Tujuan Perusahaan

Tujuan RSBK adalah sesuatu yang hendak dicapai secara global, dalam

mengemban visi dan misi RSBK.

Maka tujuan yang hendak dicapai tersebut adalah:

a. Membantu pemerintah di bidang pelayanan kesehatan

b. Membantu meningkatkan kesehatan masyarakat luas

c. Memberikan peluang kerja kepada tenaga medis dan non medis

d. Membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di bidang

kesehatan.

3.2.4 Produk dan Jasa Perusahaan

Rumah Sakit Budi Kemuliaan menyediakan jasa dan menghasilkan

produksebagai berikut:

1. Sarana Diagnostik dan Pengobatan

a. Instalasi Gawat Darurat (Emergency) 24 jam

b. Medical Check UP

c. Laboratorium Klinik 24 jam

d. Radiologi

e. Kamar Operasi
29

f. Unit Hemotodialysis

g. Ultrasonografi (USG)

h. Echo Kardiografi

i. Fisioterapi

j. HCU/ICU/NICU

2. Pelayanan Medis

a. Spesialis Bedah

b. Spesialis Kandungan dan Kebidanan

c. Spesialis Penyakit Dalam

d. Spesialis Anak

e. Spesialis THT

f. Spesialis Mata

g. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

h. Spesialis Paru dan Prnapasan

i. Spesialis Bedah Syaraf

j. Dokter Umum

k. Dokter Gigi

3. Fasilitas Penunjang

a. Farmasi/Apotik 24 jam

b. Ambulan 24 jam

c. Bank Darah

d. Bagian Gizi

e. Pengolahan Limbah

f. Ruang Cuci (Laundry)


30

g. Dapur Besar

h. Cafe

i. Mini Market

3.2.5 Struktur Perusahaan bagian Akuntansi & Keuangan

Gambar 3.1 Struktur Perusahaan

3.2.6 Komposisi Karyawan dan Deskripsi Pekerjaan

Adapun Komposisi Pegawai, yaitu:

Tabel 3.2 Komposisi Pegawai

Bagian Jabatan Jumlah Kekurangan

Akuntansi Kepala Bagian 1

Dan Kaise Akuntansi & Keuangan 1

Keuangan Kasub EDP 1

Staff EDP 1
31

Kasub Bendahara 1

Kordinator Kasir 1

Pelaksana Kasir 10 1

Kasub Cost Control 1

Staff Gudang 2

Penerimaan Barang 1

Kasub Piutang & Penagihan 1

Pelaksana Penagihan 2

Kasub Verifikasi 1

Pelaksana Verifikasi 7

Kasub Akuntansi & Keuangan 1

Income Audit 1

Staf Hutang 1

Jumlah Keseluruhan 33 2

Adapun fungsi dari setiap bagian Akuntansi & Keuangan, yaitu:

1. Jabatan : Kepala Bagian

Atasan langsung : Wakil Direktur Umum

Fungsi : Membantu Wakil Direktur Non Medis & Keuangan dalam

merencanakan, pengkoordinasian serta pengawasan penyelenggaraan

pengelolaan kegiatan Akuntansi & Keuangan serta Sistem Informasi dengan

tujuan dapat disajikannya Data & Laporan yang akurat & tepat waktu yang

menunjang kepada kemudahan manajemen dalam perencanaan, pengendalian

& Pengambilan Keputusan.


32

2. Jabatan : kasie Akuntansi & Keuangan

Atasan langsung : Kabag Akuntansi & Keuangan

Fungsi :

a. Membantu Kepala Bagian Akuntansi & Keuangan dalam merencanakan,

mengkoordinasi dan mengawasi atas kegiatan yang menyangkut aktivitas

penyelenggaraan Keuangan, Penagihan Piutang, Penerimaan &

Pengeluaran Uang dengan tujuan kelancaran kegiatan usaha perusahaan.

b. Membantu Kepala Bagian Akuntansi & Keuangan dalam perencanaan,

koordinasi serta pengawasan yang menyangkut aktivitas penyelenggaraan

Akuntansi & Keuangan perusahaan baik dalam Analisa serta Evaluasi

dengan tujuan untuk dapat dijaminnya keakuratan, tepat waktu &

relevannya data dalam penyajian Laporan Keuangan.

3. Jabatan : Kasub EDP

Atasan langsung : Kasie Akuntansi & Keuangan

Fungsi : Membantu kasie Akuntansi dalam terlaksananya kegiatan

pengembangan Sistem Informasi Data Procesing operasional dan non

operasional perusahaan yang meliputi aktivitas perencanaan dan pembuatan

program serta membuat dokumentasi program serta merevisi program aplikasi

dalam bentuk yang lebih informative.

4. Jabatan : Staff EDP

Atasan langsung : Kasub EDP

Fungsi : Membantu Kasub EDP didalam pelaksanaan Sistem Informasi

Rumah sakit baik dari sisi software maupun hardware.

5. Jabatan : Kasub Bendahara


33

Atasan langsung : Kasie Akuntansi & Keuangan

Fungsi : Membantu Kepala Seksie Keuangan dalam merencanakan,

mengkoordinasikan dan mengawasi aktivitas penyelenggaraan penerimaan

dan pembelanjaan keuangan perusahaan untuk pembiayaan dan pengeluaran

rutin, baik Medis dan non Medis serta menjaga likuiditas dan asset perusahaan

dengan tujuan adalah untuk kelancaran kegiatan usaha perusahaan.

6. Jabatan : Koordinator kasir

Atasan langsung : Kasub Bendahara

Fungsi : Membantu Kasub Bendahara dalam kelancaran penyelanggaraan

kegiatan Kasir Pembantu yang meliputi aktivitas penerimaan uang dari

pemakai jasa, menerbitkan dan menandatangani kwitansi penerimaan uang,

menyetor uang ke Bendahara secara rutin serta melaporkan pendapatan.

7. Jabatan : Pelaksana Kasir

Atasan lansung : Kordinator Kasir

Fungsi : Membantu kelancaran penagihan dan pembayaran secara tunai

dengan memberikan data-data pasien yang akurat beserta bukti

pendukungnya, baik untuk pasien rajal maupun ranap.

8. Jabatan : Kasub Cost Control

Atasan langsung : Kasie Akt & Keu

Fungsi : Bagian dari unit Akuntansi & Keuangan didalam menghitung,

menganalisa dan melaporkan semua kegiatan yang berhubungan denga cost.

9. Jabatan : Staff Gudang

Atasan langsung : Cost Control


34

Fungsi : Membantu unit bagian dalam menyediakan barang-barang yang

dibutuhkan didalam operasional sehari-hari, menjaga mutasi barang baik

masuk maupun keluar serta menjaga administrasi yang gudang terlaksana

dengan baik.

10. Jabatan : Penerimaan Barang

Atasan langsung : Cost Control

Fungsi : Bertanggung jawab menerima barang sesuai dengan Po dan standar

yang telah ditetapkan oleh unit yang meminta.

11. Jabatan : Kasub Piutang & Penagihan

Atasan langsung : Kasie Akuntansi & Keuangan

Fungsi : Membantu Kepala Seksi Keuangan dalam mengkoordinir dan

mengawasi dalam mengelola kegiatan penagihan piutangperusahaan dan

menjamin dapat terjadinya kelancaran kerja di bagiannya yang meliputi

aktivitas penagihan, pencatatan, pengecekan atau pengontrolan atas kebenaran

dan keabsahan jumlah piutang dalam setiap kegiatan.

12. Jabatan : Pelaksana Penagihan

Atasan langsung : Kasub Piutang & Penagihan

Fungsi : Membantu kelancaran pengiriman dan pengambilan tagihan masing-

masing perusahaan.

13. Jabatan : Kasub Verifikasi

Atasan langsung : Kasie Akuntansi & Keuangan

Fungsi : Membantu Kasie Akt & Keu didalam mengkodinir pelaksana

verifikasi didalam memverifikasi billing pasien langganan untuk proses

pembuatan invoice.
35

14. Jabatan : Pelaksana verifikasi

Atasan langsung : Kasub Verifikasi

Fungsi : Membantu kelancaran penagihan dan memberikan data-data yang

akurat beserta kelengkapannya.

15. Jabatan : Kasub Akuntansi & Perpajakan

Atasan langsung : Kasie Akuntansi & Keuangan

Fungsi : Membantu Kepala Seksie Akuntansi dalam terlaksananya kegiatan

Pembukuan meliputi aktivitas pengawasan dan pemeriksaan atas kebenaran

administrasi pencatatan mulai dari transaksi proses penjurnalan, Buku Besar

dan penyajian Laporan Keuangan perusahaan. Serta menghitung serta

melaporkan yang berkenaan dengan perpajakan perusahaan dan karyawan.

16. Jabatan : Income Audit

Atasan langsung : Kasub Akuntansi & Perpajakan

Fungsi : Membantu Kasub Akuntansi & Perpajakan didalam mengawasi

semua penerimaaan baik tunai maupun kredit serta memeriksa kebenaran

semua transaksi pencatatan dan jurnal sebagai bagian dari laporan keuangan.

17. Jabatan : Staff Hutang

Atasan langsung : Kasub Akuntansi & Perpajakan

Fungsi : Memverifikasi faktur penerimaan barang dan menyiapkan semua

kelengkapan pembayaran hutang sesuai dengan prosedur yang ada.


BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Mekanisme Penyusunan Laporan Arus Kas di RS Budi Kemuliaan

RS Budi Kemuliaan melakukan penyusunan laporan arus kas setiap tahun

bersamaan dengan disusunnya laporan keuangan tahunan. Fungsi laporan arus kas

yang disusun oleh RSBK adalah untuk menunjukkan perubahan kas selama satu

periode dan sebagai dasar menaksir kebutuhan kas di masa mendatang. Dasar

perencanaan dan peramalan kebutuhan kas di masa akan datang dan bagi kreditor

untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atau

mengembalikan pinjaman.

Adapun mekanisme penyusunan laporan Arus Kas yang dilakukan oleh

RS Budi Kemuliaan, sebagai berikut:

a. Sebelum melakukan penyusunan laporan arus kas, tentunya bagian accounting

RSBK menerima data-data terkait dengan penyusunan laporan keuangan

termasuk penyusunan laporan arus kas.

b. Penyusunan laporan arus kas RSBK dimulai dari pengumpulan laporan

keuangan dua periode yang sudah disusun yang terdiri dari:

 Catatan atas Laporan Keuangan

 Laporan Neraca

 Laporan Laba Rugi

Adapun fungsi tiga laporan keuangan tersebut, adalah:

Catatan atas Laporan Keuangan

36
37

Catatan atas laporan keuangan difungsikan untuk mencari perhitungan Aktiva

baik aktiva lancar, aktiva tidak lancar, aktiva tetap, aktiva tetap lainnya dan

perhitungan kewajiban & kekayaan baik hutang lancar, hutang jangka panjang

dan kekayaan. Data perhitungan yang digunakan dari catatan atas laporan

keuangan untuk neraca sesuai dengan item-item yang digunakan dalam

laporan neraca RSBK, yaitu:

- Aktiva lancar, item yang terkait, yaitu: Kas, Bank, Deposito, piutang

usaha, penyisihan piutang, piutang lain-lain, persediaan barang, biaya

dibayar dimuka, pajak dibayar dimuka.

- Aktiva tetap, item yang terkait, yaitu: Bangunan, mesin & instalasi,

kendaraan bermotor, inventaris Alkes, inventaris kantor, akumulasi

penyusutan.

- Aktiva tetap lainnya, item yang terkait, yaitu: Aktiva dalam penyelesaian

(aktiva tetap yang masih dalam pengerjaan).

- Hutang lancar, item yang terkait, yaitu: Hutang usaha, hutang lain-lain,

hutang pajak, biaya YMH (Yang Masih Harus) dibayar, jaminan diterima

dimuka.

- Hutang jangka panjang, item yang terkait, yaitu: Hutang Bank, hutang non

Bank.

- Kekayaan, item yang terkait, yaitu: Sumbangan, kekayaan RSBK.

Adapun catatan atas laporan keuangan yang dinilai dapat dilihat pada tabel

4.1 tentang Catatan atas Laporan Keuangan RSBK, yaitu:


38

Tabel 4.1
RS. BUDI KEMULIAAN BATAM
Catatan Atas Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2009 & 31 Desember 2010

1 Kas & Petty Cash 2010 2009 %


Saldo Kas dan Petty Cash terdiri dari :
Kas - Bendahara Rp 201.145.539 Rp 531.147.530 (62,13)
Petty Cash - Kasir Rp 17.000.000 Rp 12.000.000 41,67
Petty Cash - Maintenance Rp 500.000 Rp 500.000 -
Petty Cash - Purchasing Rp 9.000.000 Rp 2.500.000 260,00
Petty Cash - Sek Direksi Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 -
Petty Cash - Penagihan Rp 300.000 #DIV/0!
Petty Cash - Pulsa Dr Jaga Rp 200.000
Jumlah Rp 229.145.539 Rp 547.147.530 (58,12)

2 Bank 2010 2009 %


Saldo Bank terdiri dari :

Bank Niaga Rp 4.524.738.346 Rp 2.076.869.869 117,86


BII Rp 2.677.824.092 Rp 1.050.214.477 154,98
Bank NISP Rp 111.782.197 Rp 164.983.914 (32,25)
Bank Mandiri Rp 53.386.666 Rp 101.978.466 (47,65)
BRI Rp 66.502.470 #DIV/0!
Jumlah Rp 7.434.233.771 Rp 3.394.046.726 119,04

3 Deposito 2010 2009 %


Merupakan jumlah deposito per 31 Desember 2010 Rp 1.005.000.000
Jumlah Rp 1.005.000.000 Rp - #DIV/0!

4 Piutang Usaha 2010 2009 %


Merupakan piutang usaha per 31 Desember 2010
Piutang Usaha Rp 10.066.299.202 Rp 9.586.486.810 5,01
Untuk perincian dapat dilihat pada laporan
Piutang Usaha Perorangan Rp 193.829.575 #DIV/0!
Piutang Bermasalah Rp 1.275.170.154
Piutang Apotik Rp - Rp - #DIV/0!
A/R Clearance Rp 102.070.746
Jumlah Rp 11.642.369.677 Rp 9.591.486.810 21,38

5 Piutang Dalam Pengurusan 2010 2009 %


Merupakan penyisihan piutang yang sudah melewati
batas waktu dan bermasalah, saldo per
31 Desember 2010 Rp (1.270.170.154) #DIV/0!
Jumlah Rp (1.270.170.154) Rp - #DIV/0!

6 Piutang Lain-Lain Bulan Ini Bulan Lalu %


Piutang Usaha Dalam Pengurusan Rp 348.023.324 #DIV/0!
Piutang Pengurus (Penarikan Dana oleh Dewan) Rp 3.580.397.515 Rp 2.585.397.515 38,49
Jumlah Rp 3.928.420.839 Rp 2.585.397.515 51,95
39

7 Persediaan Barang 2010 2009 %


Merupakan saldo persediaan yang ada di gudang per
31 Desember 2010
terdir dari :
Alat Kantor & Percetakan Rp 125.425.498 Rp 55.542.002 125,82
Rumah Tangga Rp 137.608.532 Rp 224.586.024 (38,73)
Alkes & Obat-obatan Rp 457.573.668 Rp 498.835.868 (8,27)
Makanan & Minuman Rp 21.137.272 #DIV/0!
Maintenance Rp 58.296.500
Jumlah Rp 800.041.470 Rp 778.963.894 2,71

8 Biaya Dibayar Dimuka 2010 2009 %


Merupakan pembayaran Asuransi Hari Tua
Yang dibayar per semester #DIV/0!
Uang Muka Lainnya Rp 19.148.000 #DIV/0!
Jumlah Rp 19.148.000 Rp - #DIV/0!

9 Pajak Dibayar Dimuka 2010 2009 %


Merupakan saldo pajak dibayar dimuka per
31 Desember 2010 terdiri dari :
PPh 21 0 #DIV/0!
PPh 23 Rp 4.151.090 #DIV/0!
PPH 25 Rp 71.289.276 Rp 76.105.187 (6,33)
Jumlah Rp 75.440.366 Rp 76.105.187 (0,87)

10 Aktiva Tetap 2010 2009 %

Saldo aktiva tetap terdiri dari :


Harga Perolehan
Bangunan Rp 22.889.004.724 Rp 22.663.838.724 0,99
Mesin dan Instalasi Rp 3.952.579.784 Rp 3.659.679.784 8,00
Kendaraan Rp 395.000.000 Rp 315.000.000 25,40
Inventaris Alkes Rp 10.947.092.978 Rp 10.643.797.664 2,85
Inventaris Kantor Rp 3.521.542.275 Rp 2.803.243.820 25,62
Jumlah Rp 41.705.219.761 Rp 40.085.559.992 4,04

Akumulasi Penyusutan Rp 27.398.015.606 Rp 18.303.371.726 49,69


Jumlah Rp 14.307.204.155 Rp 21.782.188.266 (34,32)

11 Inventaris Dalam Penyelesaian 2010 2009 %


Jumlah tersebut merupakan jumlah pemasangan instalasiRp - Rp 58.000.000 (100,00)
listrik yang pengerjaannya belum selesai
Jumlah Rp - Rp 58.000.000 (100,00)

12 Hutang Usaha 2010 2009 %


Hutang usaha merupakan kewajiban kepada
supplier per 31 Desember 2010 Rp 4.933.690.383 Rp 3.825.976.511 28,95
Hutang Titipan Rp 455.552.826 Rp 562.779.816 (19,05)
Hutang Lain-lain Rp 4.890.675
Rincian dapat dilihat dilaporan peredaran hutang
Jumlah Rp 5.389.243.209 Rp 4.393.647.002 22,66

13 Hutang Pajak 2010 2009 %


Hutang Pajak adalah jumlah kewajiban pajak Rp 1.588.984.898 Rp 2.993.294.444 (46,92)
yang sudah dipotong tetapi belum disetor
Jumlah Rp 1.588.984.898 Rp 2.993.294.444 (46,92)
40

14 Biaya YMH Dibayar 2010 2009 %


Biaya YMH Dibayar adalah Biaya Listrik & Air
dan jasa medis dokter Rp 1.632.551.751 Rp 26.703.839 6.013,55
yang harus dibayar per 31 Desember 2010 #DIV/0!
Iuran Jamsostek
Jumlah Rp 1.632.551.751 Rp 26.703.839

15 Jaminan Diterima Dimuka 2010 2009 %


Deposit pasien dan perusahaan langganan per Rp 179.352.053 #DIV/0!
31 Desember 2010
Jumlah Rp 179.352.053 Rp - #DIV/0!

16 Hutang Jangka Panjang 2010 2009 %


terdiri dari :
Hutang Bank sebesar Rp - Rp 1.810.000.000 (100,00)
Hutang Non Bank Rp 8.125.167.467 Rp 8.614.527.467 (5,68)
Jumlah Rp 8.125.167.467 Rp 10.424.527.467 (22,06)

18 Kekayaan 2010 2009 %


Jumlah tersebut merupakan saldo kekayaan per
31 Desember 2010 Rp 23.299.879.968 Rp 15.158.882.835 53,70
Jumlah Rp 23.299.879.968 Rp 15.158.882.835 53,70
Sumber: Catatan atas Laporan Keuangan RSBK
17 Sumbangan 2010 2009 %
Jumlah tersebut merupakan saldo sumbangan dari pihak
ketiga yang tidak mengikat per 31 Desember 2010 Rp 1.672.542.898 Rp 1.667.542.898 0,30
Jumlah Rp 1.672.542.898 Rp 1.667.542.898 0,30

Dari tabel 4.1 diatas dapat dilihat total nilai akun-akun yang ada yang

kemudian total nilai tersebut menjadi nilai yang akan dimasukkan pada

laporan neraca sesuai dengan itemnya untuk melakukan perhitungan neraca.

Contoh: Deposito (deposit 31 desember 2010) = Rp 1.005.000.000. Nilai

deposito tersebut yang menjadi perhitungan item deposito pada laporan

neraca.

Perhitungan persent (%) dari item CaLK (catatan atas laporan keuangan)

dihitung dengan cara: .

Contoh:

Tabel 4.2 Perhitungan Percent

Kas & Petty Cash 2010 2009 %


Saldo Kas dan Petty Cash terdiri dari :
Kas - Bendahara Rp 201.145.539 Rp 531.147.530 (62,13)
41

 Neraca difungsikan untuk bisa membandingkan tingkatan dari aktivitas

operasi maupun aktivitas pendanaan yang terdapat pada item-item arus kas

RSBK dengan membandingkan neraca tahun sekarang dengan tahun

sebelumnya. Perbandingan dapat dilakukan setelah penyusunan neraca

tahun sekarang selesai baru dilakukan perbandingan neraca dengan tahun

sebelumnya sehingga pada arus kas akan ada keterangan penurunan

(kenaikan) kas. Adapun neraca yang dinilai dapat dilihat pada tabel 4.3

neraca perbandingan, yaitu:

Tabel 4.3
42

RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM


NERACA yang DIPERBANDINGKAN
Per 31 Desember 2010 & 2009

KETERANGAN Catatan 2010 2009 Turun (Naik) 2010

AKTIVA

AKTIVA LANCAR
Kas 1 229.145.539 547.147.530
(3.722.185.054)
Bank 2 7.434.233.771 3.394.046.726
Deposito 3 1.005.000.000 (1.005.000.000)
Piutang Usaha 4 11.642.369.677 9.591.486.810 (2.050.882.867)
Penyisihan Piutang 5 (1.270.170.154) 1.270.170.154
Piutang Lain - Lain 6 3.928.420.839 2.585.397.515 (1.343.023.324)
Persediaan Barang 7 800.041.470 778.963.894 (21.077.576)
Biaya Dibayar Dimuka 8 19.148.000 - (19.148.000)
Pajak Dibayar Dimuka 9 75.440.366 76.105.187 664.821
Jumlah Aktiva Lancar 23.863.629.508 16.973.147.662

AKTIVA TIDAK LANCAR

AKTIVA TETAP 10
Bangunan 22.889.004.724 22.663.838.724 (225.166.000)
Mesin & Instalasi 3.952.579.784 3.659.679.784 (292.900.000)
Kendaraan Bermotor 395.000.000 315.000.000 (80.000.000)
Inventaris Alkes 10.947.092.978 10.643.797.664 (303.295.314)
Inventaris Kantor 3.521.542.275 2.803.243.820 (718.298.455)
Akm Penyusutan (27.398.015.606) (18.303.371.726) (1.619.659.769)
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 14.307.204.155 21.782.188.266

AKTIVA TETAP LAINNYA


Aktiva Dalam Penyelesaian 11 58.000.000
Jumlah Aktiva Lainnya - 58.000.000 58.000.000
JUMLAH AKTIVA 38.170.833.663 38.813.335.928

KEWAJIBAN & KEKAYAAN

HUTANG LANCAR
Hutang Usaha 12 4.933.690.383 4.393.647.002 540.043.381
Hutang Lain-Lain 455.552.826 455.552.826
Hutang Pajak 13 1.588.984.898 2.993.294.444 (1.404.309.546)
Biaya YMH Dibayar 14 1.632.551.751 26.703.839 1.605.847.912
Jaminan Diterima Dimuka 15 179.352.053 - 179.352.053
Jumlah Hutang Lancar 8.790.131.911 7.413.645.285

HUTANG JANGKA PANJANG


Hutang Bank 16 - 1.810.000.000 (1.810.000.000)
Hutang Non Bank 8.125.167.467 8.614.527.467 489.360.000
Jumlah Hutang Jangka Panjang 8.125.167.467 10.424.527.467

KEKAYAAN
Sumbangan 17 1.672.542.898 1.667.542.898
Kekayaan 18 15.060.248.875 15.158.882.835
Rugi Laba Th Berjalan 4.522.742.512 4.148.737.443
Jumlah Kekayaan 21.255.534.285 20.975.163.176
JUMLAH KEWAJIBAN DAN KEKAYAAN 38.170.833.663 38.813.335.928
Sumber: Neraca RSBK - -

Dari tabel 4.3 diatas dapat dilihat adanya Penurunan (kenaikan) nilai kas dari

masing-masing akun yang berkaitan dengan penyusunan laporan arus kas

periode 2009 sampai 2010. Mengalami kenaikan ditahun 2010 ini berarti pada

tahun 2010 adanya peningkatan kas atau penerimaan kas yang terjadi dari
43

penjualan jasa di RSBK, dari nilai perbandingan diatas tersebut yang akan

dimasukkan pada laporan arus kas untuk penyusunan laporan arus kas.

Contoh:

Tabel 4.4 Perbandingan Nilai Neraca

31-Des
Naik atau Turun
2010 2009
Deposito 1.005.000.000 (1.005.000.000)
Piutang Usaha 11.642.369.677 9.591.486.810 (2.050.882.867)

Dari contoh diatas deposito dan piutang usaha di RSBK untuk tahun 2010

mengalami kenaikan.

 Laba rugi difungsikan untuk memberikan informasi dengan melihat hasil

dari laba (rugi) tahun berjalan dan penyusutan aktiva tetap untuk

ditotalkan dengan arus kas dari aktivitas operasi sehingga menjadi jumlah

arus kas dari aktivitas operasi.

Adapun penyajian laba (rugi) sebagai informasi laba (rugi) dan penyusutan:

Tabel 4.5
44

RS BUDI KEMULIAAN - BATAM


LAPORAN LABA RUGI
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009
KETERANGAN 2010 % 2009 %

PENDAPATAN 64.022.126.453,00 57.039.740.504,00 112,24

BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG


Jasa Medis 16.527.062.343,00 25,81 13.650.528.766,00 121,07
Biaya Material Yan Kes 8.525.932.112,00 13,32 6.610.161.535,00 128,98
Biaya Material Rumah Tangga 4.132.969.597,00 6,46 3.882.951.468,00 106,44
Biaya Operasional Langsung Lainnya 1.378.055.219,00 2,15 744.893.934,00 185,00
Jumlah Biaya Operasional langsung 30.564.019.271,00 47,74 24.888.535.703,00 122,80

LABA KOTOR 33.458.107.182,00 52,26 32.151.204.801,00 104,06

BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM


Gaji Pegawai 19.215.047.275,00 30,01 16.782.747.582,00 114,49
Listrik & Air 1.940.501.610,00 3,03 2.503.424.703,00 77,51
Asuransi 9.346.000,00 0,01 9.280.000,00 100,71
Pajak 164.198.678,00 0,26 #DIV/0!
Pemeliharaan 1.688.173.150,00 2,64 1.543.413.631,50 109,38
Umum 2.284.229.185,00 3,57 1.732.913.005,00 131,81
Penyusutan 3.189.343.835,00 4,98 3.341.915.376,98 95,43
Pemasaran 264.509.777,00 0,41 66.002.775,00 400,76
Jumlah Biaya Adm & Umum 28.755.349.510,00 44,91 25.979.697.073,48 110,68

PENDAPATAN & BEBAN DILUAR USAHA


Pendapatan Diluar Usaha 107.962.699,00 0,17 42.283.812,80 255,33
Biaya Diluar Usaha 287.977.859,00 0,45 460.000.456,03 62,60
Jumlah Pendapatan & Beban Diluar Usaha (180.015.160,00) 0,62 (417.716.643,23) 0,43

LABA (RUGI) BERSIH SEBELUM PAJAK 4.522.742.512,00 7,06 5.753.791.084,29 78,60

PAJAK PENGHASILAN 89.010.351,00 0,14 1.605.053.641,00 5,55

LABA (RUGI) BERSIH SETELAH PAJAK 4.433.732.161,00 6,93 4.148.737.443,29 106,87


Sumber: Laporan Laba Rugi RSBK

Dari tabel 4.5 diatas Laba (Rugi) bersih sebelum pajak 2010 menjadi Laba

(Rugi) tahun berjalan pada laporan arus kas dan ditambah dengan biaya

administrasi dan umum dengan item penyusutan untuk menambah

(mengurangi) Laba (Rugi) tahun berjalan dengan elemen laporan arus kas

yaitu aktivitas operasi, seperti:

Laba (Rugi) Tahun Berjalan Rp 4.522.742.512


Penyusutan Rp 3.189.343.835
Arus Kas dari Aktivitas Operasi (Rp 1.791.810.166)+/-
Jumlah Arus Kas dari Akt Operasi Rp 5.920.276.181
45

3. Setelah penyusunan catatan atas laporan keuangan, neraca dan laporan laba

(rugi), barulah penyusunan laporan arus kas bisa dilakukan. Penyusunan

laporan arus kas RSBK menggunakan metode tidak langsung, yang dimulai

dari:

- Memasukkan informasi dari laba (rugi) yaitu: Laba (rugi) tahun berjalan

dan penyusutan aktiva untuk menambahkan (mengurangi) pada elemen

aktivitas operasi.

- Memasukkan informasi dari neraca, melakukan perbandingan neraca tahun

sekarang dengan tahun sebelumnya.

- Selisih penurunan (kenaikan) dari akun-akun tersebut kemudian

diklasifikasikan kedalam berbagai aktivitas yakni aktivitas operasional dan

aktivitas pendanaan untuk mendapatkan nilai apakah penurunan

(kenaikan) kas.

- Nilai laba tahun berjalan ditambah dengan nilai penyusutan kemudian

ditambah (dikurangi) nilai dari aktivitas operasi dan menghasilkan jumlah

arus kas dari aktivitas operasi.

- Jumlah aktivitas operasi menambah (mengurangi) nilai dari jumlah

aktivitas pendanaan.

- Setelah jumlah aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan ditambahkan

(dikurangi) maka ditemukan hasil kenaikan (penurunan) kas & setara kas.

- Hasil dari kenaikan (penurunan) kas & setara kas, maka ditambah

(dikurangi) dengan saldo kas & setara kas awal bulan, saldo kas & setara

kas awal bulan hasilnya didapat dari neraca pada aktiva lancar dengan

menambahkan item Kas di perusahaan dan kas di Bank tahun sebelumnya

dan menghasilkan nilai saldo kas dan setara kas akhir bulan seharusnya.
46

- Nilai saldo kas dan setara kas akhir bulan seharusnya (maksud akhir bulan

seharusnya adalah nilai saldo kas dan setara kas akhir bulan seharusnya,

harus sama dengan jumlah neraca bagian aktiva lancar dengan item kas

dan Bank tahun sekarang (tahun berjalan) atau saldo kas dan setara kas

akhir bulan seharusnya harus sama dengan saldo kas dan setara kas akhir

bulan aktual (saldo kas dan setara kas akhir bulan aktual didapat dari

penambahan Kas di perusahaan dan kas di Bank tahun berjalan pada

neraca).

- Akhir perhitungan, Setelah saldo kas dan setara kas akhir bulan

seharusnya sama dengan saldo kas dan setara kas akhir bulan aktual maka

laporan arus kas untuk tahun tersebut (satu periode) selesai dilakukan.

Adapun siklus penyusunan laporan arus kas RSBK, sebagai berikut:

Gambar 4.1 Siklus Penyusunan Laporan Arus Kas

Catatan Atas Laporan Neraca Laporan Laba


Laporan Keuangan (Komparatif) Rugi

Laporan Arus Kas

Adapun penyusunan laporan arus kas yang dihasilkan, sebagai berikut:

Tabel 4.6
47

RS BUDI KEMULIAAN - BATAM


LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2010

Keterangan 31 Desember 2010


Rp

Laba (Rugi) Tahun Berjalan 4.522.742.512


Penyusutan Aktiva Tetap 3.189.343.835

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL


- Penurunan (Kenaikan) Deposito (1.005.000.000)
- Penurunan (Kenaikan) Piutang Usaha (2.050.882.867)
- Penurunan (Kenaikan) Piutang Lain (1.343.023.324)
- Penurunan (Kenaikan) Penyisihan Piutang 1.270.170.154
- Penurunan (Kenaikan) Persediaan (21.077.576)
- Penurunan (Kenaikan) Pajak Dibayar Dimuka 664.821
- Penurunan (Kenaikan) Biaya Dibayar Dimuka (19.148.000)
- Kenaikan (Penurunan) Hutang Usaha 540.043.381
- Kenaikan (Penurunan) Hutang Lain-Lain 455.552.826
- Kenaikan (Penurunan) Hutang Pajak (1.404.309.546)
- Kenaikan (Penurunan) Biaya YMH Dibayar 1.605.847.912
- Kenaikan (Penurunan) Jaminan Diterima Dimuka 179.352.053
Jumlah (1.791.810.166)

Jumlah ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL 5.920.276.181

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Kenaikan (Penurunan) Hutang Bank (1.810.000.000)
Kenaikan (Penurunan) Hutang Non Bank 489.360.000
Kenaikan (Penurunan) Kekayaan 684.208.642
Penurunan(Kenaikan) Aktiva Dalam Konstruksi 58.000.000
Penurunan (Kenaikan) Aktiva Tetap (1.619.659.769)
Jumlah (2.198.091.127)
Kenaikan(Penurunan) Kas & Setara Kas 3.722.185.054
Saldo Kas dan Setara Kas Awal Bulan 3.941.194.256
Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Bulan Seharusnya 7.663.379.310
Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Bulan Aktual 7.663.379.310
Sumber: Laporan Arus Kas RSBK -

Adapun ringkasan perhitungan laporan arus kas RSBK adalah:


48

Laba (Rugi) Tahun Berjalan Rp 4.522.742.512

Penyusutan Rp 3.189.343.835

Arus Kas dari Akt Operasi Rp (1.791.810.166)+/-

Jumlah Arus Kas dari Akt Operasi Rp 5.920.276.181

Jumlah Arus Kas dari Akt Pendanaan Rp (2.198.091.127)+/-

Kenaikan (Penurunan) Kas & Setara Kas Rp 3.722.185.054

Saldo Kas & Setara Kas Awal Bulan:

Kas (2009 neraca) Rp 547.147.530

Bank (2009 neraca) Rp 3.394.046.726 Rp 3.941.194.256 +/-

Saldo Kas & Setara Kas Akhir Bulan Seharusnya Rp 7.663.379.310

Saldo Kas & Setara Kas Akhir Bulan Seharusnya sama dengan Saldo Kas &

Setara Akhir Bulan Aktual, adapun perhitungan saldo kas dan setara kas akhir

bulan actual, yaitu:

Kas (2010 neraca) Rp 229.145.539

Bank (2010 neraca) Rp 7.434.233.771

Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Bulan Aktual Rp 7.663.379.310

4.2 Analisa Penyusunan Laporan Arus Kas Di RS Budi Kemuliaan

4.2.1 Penerapan Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Berdasarkan mekanisme penyusunan laporan arus kas RS Budi Kemuliaan

dan PSAK No 2, penyusunan laporan arus kas RSBK dalam pelaporannya dari

aktivitas operasi menggunakan metode tidak langsung yaitu laba atau rugi bersih

disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan

akrual dari penerimaan dan pembayaran kas untuk operasi masa lalu dan masa

depan. Penyusunan laporan arus kas RSBK dominan membandingkan neraca


49

terhadap nilai kas tahun berjalan dengan tahun sebelumnya, perusahaan

mengungkapkan komponen kas dan setara kas dalam laporan arus kas sama

dengan pos-pos yang disajikan dalam neraca. Penyajian laporan arus kas hanya

menggunakan dua elemen dari laporan arus kas yaitu aktivitas operasi dan

aktivitas pendanaan, sedangkan aktivitas investasi ditiadakan tetapi kegiatan yang

diakui sebagai aktivitas investasi dimasukkan ke elemen aktivitas pendanaan.

Adapun rumus untuk perbandingan Arus Kas:

 Item yang termasuk item aktiva lancar dalam neraca, bentuk perhitungan

untuk laporan arus kas, yaitu:

 Item yang termasuk item hutang lancar dalam neraca, bentuk perhitungan

untuk laporan arus kas, yaitu:

 Item yang termasuk item hutang jangka panjang dalam neraca, bentuk

perhitungan untuk laporan arus kas, yaitu:

 Item yang termasuk item aktiva dalam kontruksi dalam neraca, bentuk

perhitungan untuk laporan arus kas, yaitu:

 Item yang termasuk aktiva tetap dalam neraca, bentuk perhitungan untuk

laporan arus kas, yaitu:

4.2.2 Analisa Komponen-komponen pada Laporan Arus Kas RSBK


50

Sesuai dengan perhitungan arus kas dan berdasarkan dari batasan aspek Tugas

Akhir yaitu menganalisis tiga elemen arus kas tentang item-item yang ada dari

tiga elemen laporan arus kas, maka adapun komponen-komponen yang terdapat

pada item-item aktivitas operasi, sebagai berikut:

 Deposito: Deposito dimasukkan ke aktivitas operasi karena perusahaan

melakukan deposit kas pada bank sehingga menjadi kas di Bank, deposit kas

tersebut didapat dari kegiatan operasi perusahaan, jadi deposito termasuk

pada item yang mempengaruhi aktivitas operasi. Adapun komponennya

adalah deposit kas perusahaan pada Bank (Bank Mandiri, Bank BII, dll).

 Piutang usaha: Piutang usaha dimasukkan ke aktivitas operasi karena piutang

yang ditimbulkan berdasarkan dari kegiatan operasi RSBK. Adapun

komponennya adalah piutang usaha langganan, piutang usaha perorangan,

piutang bermasalah, piutang apotek, account receivable clearance, visa card

BII, visa card DNM, piutang usaha lainnya.

 Piutang lain: Piutang lain dimasukkan ke aktivitas operasi karena piutang yang

ditimbulkan berdasarkan dari kegiatan lain tapi bukan kegiatan utama

perusahaan yang termasuk pada kegiatan operasi RSBK. Adapun

komponennya adalah piutang dalam pengurusan, pinjaman pegawai,

pengobatan pegawai dan piutang obat.

 Penyisihan piutang: Penyisihan piutang dimasukkan ke aktivitas operasi

karena penyisihan piutang timbul berdasarkan dari kegiatan operasi

perusahaan tetapi kas tidak diterima RSBK pada waktu bayar yang sudah

ditetapkan atau disepakati antara RSBK dengan pelanggan. Adapun

komponennya adalah penyisihan atau pemisahan piutang tak tertagih secara

tepat waktu.
51

 Persediaan: Persediaan barang dimasukkan ke aktivitas operasi karena barang

yang ada atau persediaan barang yang sudah ada digunakan untuk kegiatan

utama operasi RSBK, (perhitungan persediaan barang menghitung semua

barang perusahaan yang sudah ada tanpa adanya penerimaan atau pengeluaran

kas). Adapun komponennya adalah persediaan alat kantor dan percetakan,

persediaan rumah tangga, persediaan obat-obatan, persediaan alat kesehatan,

persediaan reagent laboratorium, persediaan alat listrik, persediaan alat

mesin, persediaan makanan dan minuman dan persediaan maintenance.

 Pajak dibayar dimuka: Pajak dibayar dimuka dimasukkan ke aktivitas operasi

karena pajak yang timbul merupakan pajak penghasilan perusahaan. Adapun

komponennya adalah PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal

25.

 Biaya dibayar dimuka: Biaya dibayar dimuka dimasukkan ke aktivitas operasi

karena biaya yang dibayar merupakan pembayaran asuransi hari tua (itu

berarti menabungkan kas) yang sesuai dengan ketentuan PSAK NO 2. Adapun

komponennya adalah uang muka pembelian barang, uang muka biaya

operasional dan asuransi hari tua.

 Hutang usaha: Hutang usaha dimasukkan ke aktivitas operasi karena

merupakan pengeluaran kas kepada pemasok. Adapun komponennya adalah

hutang pada perusahaan/badan, hutang pada perorangan dan titipan (titipan

obat).

 Hutang lain-lain: Dimasukkan ke aktivitas operasi karena hutang tersebut

timbul dari kegiatan perusahaan yang berupa transaksi obat-obatan dan


52

kemudian perusahaan membayarkan kas kepada pemasok obat dari hasil

penjualan obat-obatan dan pembayaran uang administrasi dari pelanggan

untuk suster dan dokter. Adapun komponennya adalah hutang jasa

administrasi pelayanan dan titipan iuran jamsostek.

 Hutang pajak: Hutang pajak yang sudah dipotong tapi belum dibayarkan atau

dicadangkan, hutang pajak dimasukkan ke aktivitas operasi karena hutang

pajak merupakan pajak penghasilan perusahaan. Adapun komponennya adalah

hutang pajak PPh, hutang pajak Bumi dan Bangunan.

 Biaya YMH (yang masih harus dibayar) dibayar: Dimasukkan ke aktivitas

operasi karena biaya yang timbul berdasarkan dari biaya operasi perusahaan.

Adapun komponennya adalah gaji pegawai, gaji dokter, jasa dokter, listrik, air

dan telephone.

 Jaminan diterima dimuka: Dimasukkan ke aktivitas operasi karena merupakan

setengah penerimaan kas (deposit) atau uang muka dari piutang yang timbul

kepada pasien. Adapun komponennya adalah deposit pasien dan perusahaan

langganan.

Adapun komponen-komponen yang terdapat pada item-item aktivitas

pendanaan, sebagai berikut:

 Hutang Bank: Dimasukkan ke aktivitas pendanaan karena merupakan

perlunasan pinjaman perusahaan yang merupakan pinjaman jangka panjang

perusahaan. Adapun komponennya adalah pinjaman pada Bank seperti Bank

BII, Bank Mandiri, dll.

 Hutang non Bank: Dimasukkan ke aktivitas pendanaan karena merupakan

perlunasan pinjaman perusahaan dan juga termasuk pinjaman jangka panjang


53

perusahaan. Adapun komponennya adalah pinjaman selain pada Bank seperti

padan badan atau perorangan.

 Kekayaan: Berdasarkan PSAK No 2 jumlah kekayaan tidak dimasukkan pada

penyusunan laporan arus kas, tetapi karena penyusunan laporan arus kas

dengan membandingkan kas tahun berjalan dengan tahun sebelumya sehingga

jumlah kekayaan yang terhitung dalam kas, masuk pada penyusunan laporan

arus kas bagian aktivitas pendanaan. Kekayaan merupakan harta bersih atau

saldo yang sudah menjadi milik perusahaan.

 Aktiva dalam kontruksi & Aktiva tetap: Aktiva dalam kontruksi merupakan

inventaris dalam penyelesaian berupa pemasangan listrik yang merupakan aset

jangka panjang dimasukkan ke aktivitas pendanaan, berdasarkan PSAK No 2

yang termasuk aktivitas investasi pembayaran kas untuk membeli aset tetap,

aset tidak berwujud dan aset jangka panjang termasuk biaya pengembangan

yang dikapitalisasi dan asset tetap yang dibangun sendiri, jadi seharusnya

aktiva dalam kontruksi dan aktiva tetap berdasarkan PSAK No 2 masuk pada

aktivitas investasi tetapi RSBK mengategorikan kepada aktivitas pendanaan.

Adapun komponennya aktiva dalam kontruksi adalah inventaris dalam

penyelesaian, proyek dalam penyelesaian (pemasangan instalasi atau

pembangunan yang belum selesai). Adapun aktiva tetap komponennya adalah

bangunan, mesin dan instalasi, kendaraan, inventaris alkes, inventaris kantor.

Saldo kas dan setara kas dalam laporan arus kas merupakan item-item kas

dan Bank, adapun komponen kas sebagai berikut:

 Kas, yaitu: kas rupiah, kas valuta asing.

 Pengajuan dana.
54

 Kas kecil, yaitu: kas kecil kasir, maintenance, purchasing, sek direksi,

penagihan, pulsa Dr jaga.

Adapun komponen Bank sebagai berikut:

 Bank Niaga

 Bank BII

 Bank NISP

 Bank Mandiri

 Bank Exim

 Bank Muamalat

 Bank Rakyat Indonesia

Adapun contoh penyajian laporan arus kas dalam PSAK No 2 berdasarkan

data laporan neraca dan laba rugi:


55

Tabel 4.7

RS BUDI KEMULIAAN - BATAM


LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2010

Keterangan 31 Desember 2010


Rp

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL


Laba (Rugi) Tahun Berjalan 4.522.742.512
Penyusutan Aktiva Tetap 3.189.343.835
Penyesuaian:
Biaya Asuransi Dibayar Dimuka (19.148.000)
PPh 21,23,25 Dibayar Dimuka 664.821
Jaminan Diterima Dimuka (Deposit Pasien) 179.352.053
Aktiva Lancar:
Deposit Kas Pada Bank (1.005.000.000)
Piutang Usaha (2.050.882.867)
Piutang Usaha Dalam Pengurusan (1.343.023.324)
Piutang Telat Diterima 1.270.170.154
Persediaan Barang Digudang (21.077.576)
Hutang Lancar:
Hutang Pada Supplier 540.043.381
Hutang Lain-Lain 455.552.826
Hutang Pajak yang Belum Disetor (1.404.309.546)
Jasa Medis Kantor 1.605.847.912

Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasional 5.920.276.181

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Pembelian Aktiva Tetap (1.619.659.769)
Pemasangan Instalasi Listrik yang Belum Selesai 58.000.000
Jumlah (1.561.659.769)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Hutang Jangka Panjang (1.320.640.000)
Saldo Kekayaan Perusahaan 684.208.642
Jumlah (636.431.358)

Kenaikan (Penurunan) Kas & Setara Kas 3.722.185.054


Saldo Kas dan Setara Kas Awal Bulan 3.941.194.256
Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Bulan Seharusnya 7.663.379.310
Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Bulan Aktual 7.663.379.310
56

Penyajian laporan arus kas diatas berdasarkan PSAK No 2 (laporan arus kas)

disajikan dengan menggunakan metode tidak langsung. Perhitungan nilai dari

laporan arus kas karena menggunakan data laporan keuangan yaitu neraca dan

laba rugi jadi nilai yang digunakan adalah nilai perbandingan neraca. Apabila

penyusunan laporan arus kas tidak menggunakan nilai dari laporan keuangan,

maka nilai yang digunakan adalah nilai dari catatan buku kas langsung dengan

pengklasifikasi item sesuai dengan ketentuan PSAK No 2.

4.2.3 Analisa Penurunan dan Kenaikan dalam Laporan Arus Kas Di RSBK

Adanya keterangan penurunan dan kenaikan dalam laporan arus kas

dikarenakan dalam penyajian laporan arus kas yang disajikan, yaitu:

membandingkan kas yang ada pada laporan neraca tahun sebelumnya dengan

tahun sekarang (tahun berjalan) dan menambahkan dengan laba (rugi) tahun

berjalan ditambah juga penyusutan aktiva tetap. Dalam laporan arus kas di RSBK,

penyusutan ditambahkan pada laba (rugi) karena penyusutan disini dimaksudkan

bahwa kas untuk penyusutan ini adalah kas yang dicadangkan untuk penyusutan

aset perusahaan setiap tahunnya sedangkan kas yang dicadangkan tersebut untuk

penyusutan pada tahun yang berjalan tidak dikeluarkan tetapi masih ada sebagai

kas cadangan penyusutan sehingga perusahaan masih memiliki atau mengakui kas

pada perusahaan.

Adanya penurunan (kenaikan) apabila tahun sebelumnya dengan tahun

sekarang (tahun berjalan) adanya perbedaan angka maka akan terjadi penurunan

ataupun kenaikan. Dikatakan adanya kenaikan apabila nilai tahun sekarang (tahun

berjalan) dengan tahun sebelumnya lebih tinggi atau mengalami penambahan nilai

tahun sekarang pada neraca dan juga dikatakan adanya kenaikan apabila tahun
57

sekarang (tahun berjalan) pengeluaran kasnya lebih kecil dibandingkan tahun

sebelumnya, dari setiap adanya kenaikan pada nilai yang dibandingkan di neraca

maka akan ditandai dengan memberi kurungan pada nilai yang dianggap

mengalami kenaikan. Dikatakan adanya penurunan apabila nilai tahun sekarang

dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan kas pada perbandingan neraca

dan juga apabila pengeluaran kas tahun sekarang (tahun berjalan) lebih banyak

dari tahun sebelumnya atau yang menurut RSBK adanya penurunan penerimaan

kas, setiap adanya penurunan pada nilai yang dibandingkan di neraca maka

ditandai dengan tidak memberi kurung pada nilai yang dianggap mengalami

penurunan.

4.3 Hasil Analisis Penyusunan Laporan Arus Kas

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap elemen-elemen laporan arus

Kas pada pengklasifikasian item-itemnya bahwa dalam penyusunan laporan arus

kas RSBK menggunakan dua dari tiga elemen laporan arus kas yaitu aktivitas

operasi dan aktivitas pendanaan. Berdasarkan fungsi pengklasifikasian elemen

laporan arus kas dalam PSAK No 2, menggunakan tiga elemen untuk memberikan

informasi para pengguna yang memungkinkan para pengguna laporan untuk

menilai pengaruh dari masing-masing aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan

perusahaan, karena RSBK tidak menggunakan tiga elemen laporan arus kas yang

sudah ditetapkan dalam PSAK No 2 tetapi hanya dua elemen laporan arus kas

sehingga untuk elemen aktivitas investasi tidak dapat memberikan informasi yang

jelas terhadap kegiatan investasi maupun pengguna laporan dan pengaruh dari

aktivitas investasi terhadap posisi keuangan perusahaan.


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pada bab pembahasan yang telah dipaparkan, maka penulis dapat

mengambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Dalam penyusunan laporan arus kas RS Budi Kemuliaan, menyusun laporan

arus kas selama periodenya (setiap sekali setahun) dan mengklasifikasikan

item-item kegiatan menurut dua elemen laporan arus kas yaitu elemen

aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan. Penyusunan laporan arus kas yang

dilakukan menggunakan metode tidak langsung yaitu laba atau rugi bersih

disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh transaksi bukan kas, penangguhan

atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi masa lalu dan

masa depan. Penyusunan laporan arus kas dengan laporan keuangan yaitu

neraca dengan membandingkan neraca tahun barjalan dengan tahun

sebelumnya, dengan perbandingan maka dapat diketahui apakah kas tahun

sekarang (berjalan) mengalami Penurunan (Kenaikan) atau apakah tahun

sekarang penerimaan kas dan pengeluaran kas meningkat dibandingkan

dengan tahun sebelumnya dan laporan yang digunakan untuk perbandingan

adalah laporan neraca tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.

b. Pengklasifikasian item-item arus kas yang dilakukan RSBK berdasarkan item

pada laporan neraca, yaitu: deposito, piutang usaha, piutang lain, penyisihan

piutang, persediaan, pajak dibayar dimuka, biaya dibayar dimuka, hutang

usaha, hutang lain-lain, hutang pajak, biaya YMH (Yang Masih Harus)

dibayar, jaminan diterima dimuka, hutang Bank, hutang non Bank, kekayaan,

58
59

aktiva dalam konstruksi dan aktiva tetap. Item-item tersebut kemudian

digolongkan kedalam dua aktivitas yaitu aktivitas operasi dan aktivitas

pendanaan. Dalam pengklasifikasian item-item yang termasuk kegiatan

investasi, RSBK menggolongkannya kedalam aktivitas pendanaan.

c. Berdasarkan analisa penyusunan laporan arus kas RSBK, penyajian item

laporan arus kas RSBK menggunakan data laporan neraca, sehingga penyajian

item-item yang memang berhubungan langsung dengan catatan kas tidak

dijabarkan, contoh: Item neraca (Biaya dibayar dimuka) pada catatan kas

sebenarnya (Asuransi dibayar dimuka). Penetapan item-item pada elemen

laporan arus kas masih ada yang belum sesuai dengan PSAK No 2, yaitu:

RSBK hanya menggunakan dua dari tiga elemen laporan arus kas, terdiri dari:

Aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan. Sementara yang ditetapkan PSAK

No 2 laporan arus kas menggunakan tiga elemen, yaitu: Aktivitas operasi,

aktivitas investasi, aktivitas pendanaan.

5.2 Saran-saran

Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan dari hasil penelitian ini,

sebagai berikut:

a. Hendaknya penyusunan laporan arus kas RS Budi Kemuliaan disesuaikan

dengan Standar Akuntansi Keuangan yang terbaru yaitu PSAK No 2 karena

akan lebih efisien (penyusunan yang tepat dan cermat).

b. Sebagaimana klasifikasi tiga elemen aktivitas dalam laporan arus kas dapat

memberikan informasi untuk para pengguna laporan keuangan untuk menilai

pengaruh aktivitas terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap jumlah

kas dan setara kas dan juga dapat digunakan mengevaluasi hubungan di antara
60

ketiga aktivitas tersebut, jadi hendaknya penggunaan elemen laporan arus kas

RSBK menggunakan tiga elemen laporan arus kas, yaitu: aktivitas operasi,

aktivitas investasi, aktivitas pendanaan sehingga item-item yang

diklasifikasikan dapat digolongkan sesuai dengan ketentuan SAK (Standar

Akuntansi Keuangan) karena dari masing-masing elemen laporan arus kas

memiliki fungsi dan peranan masing-masing.


DAFTAR PUSTAKA

Hanafi, Mamduh M, & Halim, Abdul. (2007). Analisis Laporan Keuangan. Edisi
ke-3. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2009). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba


Empat. Jakarta.

Indriantoro, Nur, & Supomo, Bambang. (2009). Metodologi Penelitian Bisnis


untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi ke-1. BPFE-Yogyakarta.

Jusup, Al Haryono. (2005). Dasar-dasar Akuntansi. Jilid 2. Edisi ke-6.


Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

________________. (2005) Dasar-dasar Akuntansi. Jilid 1. Edisi ke-6. Sekolah


Tinggi Ilmu Ekonomi. Yogyakarta.

Syakur, Ahmad Syafi’I. (2009). Intermediate Accounting. AV Publisher. Jakarta.

www://rumahsakitbudikemuliaan.com

61
61
LAMPIRAN MAGANG
LAPORAN MAGANG

1. Uraian Kegiatan Magang

Penulis melaksanakan magang selama tiga bulan di Rumah Sakit Budi

Kemuliaan Batam. Selama magang penulis ditempatkan pada bagian Akuntansi

dan Keuangan, yaitu: bagian verifikasi tagihan pasien langganan (pengelolaan

piutang perusahaan), keuangan dan pendaftaran yang melayani penerimaan

pendaftaran pasien yang akan berobat di RS Budi Kemuliaan. Adapun pada

bagian verifikasi penulis bertugas melaksanakan pekerjaan sebagai berikut:

a. Mengarsip dan menyusun slip rawat jalan beserta kelengkapan surat-surat

administrasi pasien Jamsostek, Perusahaan dan Bumi Asih Jaya.

b. Melakukan invoice slip-slip yang sudah diarsip dan disusun

c. Menyusun slip dan slip tagihan obat dari apotik berdasarkan tanggal dan nama

dokter, selanjutnya menyatukan slip dan slip tagihan obat dari masing-masing

pasien sesuai dengan nama pasien dan dokter.

d. Mengimput data slip berobat yang telah disusun dan disatukan dengan obat

kedalam komputer untuk dikirim kepenjamin, yaitu: Jamsostek, Perusahaan,

Bumi Asih Jaya, dll. Data yang sudah diimput dikirim bersamaan dengan slip

atau tagihan yang sudah disusun.

e. Mencatat slip rawat inap sebagai bukti penerimaan dan kelengkapan slip,

kemudian slip disusun dan disatukan dengan slip obat dan dilanjutkan dengan

invoice dan pengimputan data.

Adapun pada bagian keuangan penulis bertugas melaksanakan pekerjaan

sebagai berikut:
a. Mencatat bukti penerimaan faktur sebagai bukti tagihan utang untuk RS Budi

Kemuliaan kepada Supplier.

b. Mengurus SPT karyawan RSBK untuk dibagikan kepada semua karyawan

RSBK yang sudah memiliki SPTnya masing-masing.

Adapun pada bagian pendaftaran penulis bertugas melaksanakan pekerjaan

sebagai berikut:

a. Melayani pasien yang akan berobat di RSBK dengan mendaftarkan pasien

dengan menggunakan komputer dengan kelengkapan data, yaitu: identitas

pasien, tipe, nama dokter yang akan dikunjungi kemudiaan dilakukan

pencetakan setelah nomor urut berobat pasien telah sesuai.

b. Menyusun slip dengan jenis anak-anak, perempuan, laki-laki dan slip

disatukan dengan status yang ada. Apabila status tidak ada atau pasien baru

maka dibuat status baru untuk pasien tersebut.

c. Menyusun slip dan status yang telah disatukan kedalam kotak-kotak yang

telah disediakan berdasarkan nama dokter atau jenis konsul.

d. Mengantar slip dan status yang telah disusun keruangan atau poli tempat

dokter praktek sesuai dengan ruangan poli dokter praktek.

e. Mencatat nama, no MR, penjamin dan waktu di ruangan atau poli yang

diharuskan untuk mencatat status yang telah diantarkan.

f. Melakukan pencetakan laporan registrasi pasien yang sudah mendaftar.

g. Membuat status pasien.

h. Menyusun slip-slip pasien yang sudah berobat berdasarkan no CM nya.

2. Sistem dan Prosedur Magang


Adapun prosedur magang yang penulis kerjakan selama magang, berkaitan

dengan prosedur piutang. Prosedur piutang di RSBK, yaitu:

1. Bagian administrasi piutang menerima rekening rawat inap dan slip rawat

jalan dari bagian kasir beserta kelengkapannya,

2. Kemudian bagian administrasi piutang menyusun slip rawat jalan dan

rekening rawat inap menurut perusahaan pelanggan,

3. Setelah slip rawat jalan dan rekening rawat inap disusun per perusahaan,

kemudian data itu diverifikasi,

4. Setelah diverifikasi, rekap per perusahaan dicetak dan dibuatkan invoice.

Invoice tersebut tercetak nomor urut, kemudian diperiksa oleh kasub piutang

dan kabag akuntansi dan keuangan,

5. Invoice tersebut kemudian diparaf oleh kabag akuntansi dan keuangan yang

kemudian ditandatangani oleh direktur atau wakil direktur,

6. Setelah ditandatangani oleh direktur atau wakil direktur, bagian penagihan

mengirimkan invoice beserta berkas-berkas asli dan kelengkapannya ke

masing-masing perusahaan pelanggan,

7. Kemudian bagian piutang akan mencatat jumlah invoice ke dalam kartu

piutang masing-masing perusahaan,

8. Bagian penagihan akan menghubungi perusahaan yang invoicenya telah jatuh

tempo untuk mendapatkan kepastian pembayaran,

9. Setelah ada pembayaran berupa uang tunai, cek, bilyet giro atau melalui

transfer ke bank, kemudian bagian penagihan mencocokkannya dengan arsip

invoice. Setelah cocok kemudian jumlah pembayaran per perusahaan dicatat

di kartu piutang dan buku setoran,


10. Pembayaran tersebut kemudian diserahkan ke bendahara untuk selanjutnya

disetorkan ke bank oleh bagian kasir,

11. Invoice yang sudah dibayar perusahaan oleh bagian penagihan dibuatkan bukti

kuitansi,

12. Apabila belum ada pembayaran dalam batas jatuh tempo sebanyak 2 invoice,

akan diberikan surat pemberitahuan piutang kepada perusahaan tersebut

dengan batas waktu 4 hari,

13. Apabila surat tersebut tidak ditanggapi maka dibuatkan surat pemutusan

sementara pelayanan kesehatan untuk perusahaan tersebut yang

ditandatangani oleh direktur,

14. Pada akhir bulan bagian penagihan membuat laporan ke administrasi piutang.

Kemudian administrasi piutang membuat laporan dan pencocokan atas kartu

piutang dan peredaran piutang.

Prosedur pendaftaran yang diterapkan Rumah Sakit Budi Kemuliaan

Batam, sebagai berikut:

1. Menerima nomor urut pendaftaran dari pasien.

2. Memasukkan identitas pasien dan menginputnya ke dalam aplikasi computer.

3. Menerima kelengkapan administrasi yang dibutuhkan untuk berobat.

4. Memasukan nama dokter yang akan dikunjungi pasien.

5. Memasukan nomor urut berobat kepoli dan dilakukan penyimpanan data yang

sudah diimput.

6. Mencetak slip berobat atau bukti pendaftaran pasien dan mencetak nomor

urut poli (tracer1) dan nomor urut untuk pengambilan status di medical record

(tracer 2) dan memberikan nomor urut poli (tracer 1) kepada pasien.

7. Slip dan kelengkapan administrasi disatukan untuk dikirim ke poli.


8. Slip dan kelengkapan administrasi yang telah disatukan digabungkan dengan

status (catatan medis pasien) yang diberikan oleh bagian MR (Medical

Record).

9. Mengantarkan slip dan status ke poli untuk diisi oleh dokter dan perawat.
3. Flowchart Sistem dan Prosedur Magang

Dokumen Verifikasi (Rawat Jalan)

Piutang Penagihan

6
5

Kasir SJ
SRJ 1
SJ LV Asli 1
1 LV copy 2
SRJ Asli 1
RB asli
2
Copy

Di susun per
perusahaan

LV copy SRJ asli


SJ 1
1 RB copy SJ 1
SRJ Asli
LV asli 1
RB Asli

Verifikasi N T

Customer

Mencetak
RB & lv

1 1
SJ LV asli RB asli
1 2
2
SRJ Asli COPY COPY 3
3
COPY COPY

6 6 T 6 T

Keterangan :
SJ : Surat Jaminan SRJ : Slip Rawat Jalan
Iv : invoice RB : Rekapitulasi Biaya
Dokumen Pendaftaran (Rawat Jalan)

Pasien Pendaftaran poly Kasir

1 2 3 4

SJ
SJ 1
Mulai SJ
SRJ asli 2
3
COPY 4
COPY

Melakukan Preview
SJ
pendaftaran untuk
mengambil nomor
antrian Minta tanda
tangan pasien

SRJ 1
ASLI 2
SRJ SRJ 1 COPY 3
ASLI ASLI 2 COPY 4 Mengimput
COPY 3 COPY data ke
COPY 4 komputer
COPY
3
3 Di isi oleh SRJ 1
perawat SJ
ASLI 2
COPY 3
COPY

5
SRJ 1
SJ
ASLI 2
Di buang
COPY 3
COPY 4 Keuangan
COPY
3
3 T
4. Dokumen, Fasilitas dan Peralatan yang Digunakan

4.1 Dokumen yang Digunakan

Adapun dokumen yang terkait sebagai berikut:

a. Slip Rawat Jalan

Berisi perincian semua biaya jasa kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit

Budi Kemuliaan Batam.

b. Rekening Rawat Inap

Berisi perincian biaya selama dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.

c. Surat Jaminan Pembayaran atau Pengantar dari Perusahaan

Surat jaminan adalah surat-surat yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada

rumah sakit yang menyatakan bahwa perusahaan akan menanggung semua

biaya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kepada

perusahaan.

d. Rekapitulasi Biaya Perawatan Per Langganan

Rekapitulasi biaya perawatan per langganan ini dibuat berdasarkan slip rawat

jalan dan rekening rawat inap.

e. Invoice

Merupakan dokumen yang berisi berapa besar jumlah tagihan yang harus

dibayar pihak perusahaan langganan.

f. Laporan Registrasi Pasien

Laporan Registrasi pasien dibuat berdasarkan jenis konsul dan nama dokter.

g. Status Pasien

Berisi keterangan-keterangan tentang pasien yang berobat.


4.2 Fasilitas yang Digunakan

Adapun fasilitas yang digunakan dalam melaksanakan tugas sebagai berikut:

1. Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan antara lain:

a. Windows XP

b. Ms. Office

c. Ms. Excel

d. Ms. Word

e. Sir Bill

2. Perangkat Keras

Perangkat keras yang digunakan antara lain:

a. Komputer

b. Mesin printer

c. Mesin copy

d. Mesin Fax

e. Telephon

4.3 Peralatan yang Digunakan

Adapun peralatan yang digunakan sebagai berikut:

a. Pena

b. Heakter

c. Pembolong kertas

d. penggaris
5. Mengidentifikasi Permasalahan dan Kendala yang Dihadapi dalam

Melakukan Pekerjaan

Masalah yang penulis hadapi dalam menyelesaikan pekerjaan selama

praktek kerja lapangan di RS Budi Kemuliaan, diantaranya:

a. Berhubungan dengan komputer yang disediakan hanya untuk karyawan

perusahaan sehingga pekerjaan yang akan dilakukan sering tertunda.

b. Mengingat printer yang digunakan central, media untuk proses print (hasil

kerja) sering mengalami keterlambatan print.

c. Mengingat tidak ada pengalamannya dalam tata tulis penulisan dokter

sehingga penulis sering mengalami kendala dalam membaca tulisan dokter

yang mengakibatkan dalam pengimputan data sedikit lama.

d. Mengingat adanya perbedaan pendapat antara para dokter tentang status

(catatan medis pasien) dan slip dengan pendaftaran sehingga dalam

melakukan tugas pengantaran status sering terjadi permasalahan.

e. Seringnya terjadi keterlambatan dalam penurunan status (catatan medis

pasien) sehingga adanya keterlambatan pengantaran status kepoli-poli yang

mengakibatkan adanya keluhan pelayanan dari pasien, hal ini disebabkan

karena adanya keterlambatan penyerahan status yang dipinjam oleh pihak

karyawan lain dan kurangnya kapasitas tempat buat penyimpanan status (

catatan medis pasien) pada bagian MR (medical record) sehingga dalam

penyusunan status sedikit tidak rapi.

f. Adanya penolakan tagihan yang sudah dikirim ke Jamsostek karena surat-

surat tagihan yang dikirimkan belum lengkap sesuai syarat dari Jamsostek.
6. Resume Pekerjaan Selama 3 Bulan Magang

Minggu ke Uraian Kegiatan Tandatangan PIC

 Perkenalan dengan para staf

yang berada di bagian

akuntansi dan keuangan.

 Melakukan verifikasi dokumen

jamsostek

 Memperbaiki SPT karyawan


Minggu I (7
 Menyusun tagihan invoice per
Februari – 11
tanggal yang akan dikirim ke
Februari 2011)
konsumen.

 Mencatat laporan serah terima

rawat jalan (IGD)

 Menyusun medik dengan slip

obat untuk diinvoice oleh

karyawan

 Mengarsip dokumen

Jamsostek

Minggu II 14  Melakukan invoice tagihan

Februari – 18 Jamsostek untuk dikirim ke

Februari 2011) pelanggan.

 Menyusun medik Jamsostek

dengan slip obat berdasarkan


nama pasien dan dokter.

 Mencatat dokumen tagihan

dengan type langganan

perusahaan.

 Melakukan verifikasi

langganan Bumi Asih Jaya

mulai dari mengarsip,

menyusun per tanggal,

invoice dan mengimput data

(rekapitulasi data BAJ).

 Mengarsip medik Jamsostek

 Menyusun slip Jamsostek per

tanggal

 Menyusun medik dengan slip

obat berdasarkan nama pasien

dan dokter untuk dilanjutkan


Minggu III (21
dengan invoice
Februari – 25
 Melakukan invoice tagihan
Februari 2011)
untuk dikirim kepelanggan

 Mencatat dokumen tagihan

dengan type penjamin

ASKES & EPSON

 Menyusun medic berdasarkan

dokter
 Melakukan invoice dengan

type penjamin BAJ,

Karyawan, PT Bredero Shaw

 Menyusun medik berdasarkan

dokter

 Mengarsip dokumen Bumi

Asih Jaya

 Mengimput data Jamsostek

dan Bumi Asih Jaya

 Melakukan pencatatan type

Minggu IV (28 Feb- penjamin ASKES & EPSON

4Maret 2011)  Memeriksa medic dalam

catatan rumah sakit

 Memasukkan NPWP

karyawan RSBK dalam data

pajak

 Membuat invoice tanda

terima faktur dari supplier

 Melakukan perhitungan

pendapatan dan penyimpanan

selama transaksi 1bulan

 Membagikan SPT karyawan

Minggu V (7 Maret  Mengarsip dokumen


– 11 Maret 2011) Jamsostek

 Menyusun medik dengan slip

obat berdasarkan nama pasien

dan dokter selanjutnya

melakukan invoice

 Melakukan sistem

penyimpanan pendapatan

dalam bentuk jurnal

 Mengimput data Jamsostek

untuk selanjutnya dikirim ke

Jamsostek

 Mencatat NPWP pajak

karyawan

 Mengarsip dokumen

Jamsostek

Minggu VI (14  Menyusun medik dengan slip

Maret – 18 Maret obat sesuai dengan nama

2011) pasien dan dokter

 Melakukan invoice

 Mengimput data Jamsostek

Minggu VII (21  Mengarsip dokumen

Maret – 25 Maret Jamsostek

2011)  Menyusun medik dengan slip


obat

 Melakukan invoice dan

mengimput data Jamsostek

 Menyusun medik tipe

langganan dan karyawan

 Menyusun obat dengan medik

 Mengimput data Jamsostek

 Membuat invoice tagihan


Minggu VIII (28
untuk perusahaan (tanda
Maret – 1 April
terima faktur)
2011)
 Pemeriksaan medik radiologi

 Mengarsip dokumen

Jamsostek

 Menyusun slip pasien dengan

dokumen/status pasien

 Mengantar status yang sudah

disusun ketempat (poli)

Minggu IX (4 April dokter praktek

– 8 April 2011)  Menyusun file-file status

yang siap digunakan atau

diisi dokter berdasarkan

nomor

 Membuat status
 Menyusun slip pasien dengan

dokumen/status pasien

 Mengantar status yang sudah

disusun ketempat (poli)


Minggu X (11 April
dokter praktek
– 15 April 2011)
 Menyusun file-file status

yang siap digunakan atau

diisi dokter berdasarkan

nomor

 Menyusun slip pasien dengan

dokumen/status pasien

 Mengantar status yang sudah

disusun ketempat (poli)

dokter praktek

Minggu XI (18  Menyusun file-file status

April – 22 April yang siap digunakan atau

2011) diisi dokter berdasarkan

nomor

 Membuat status

 Mendaftarkan pasien yang

mau berobat menggunakan

computer

Minggu XII (25


 Menyusun slip pasien dengan
April – 29 April
2011) dokumen/status pasien

 Mengantar status yang sudah

disusun ketempat (poli)

dokter praktek

 Menyusun file-file status

yang siap digunakan atau

diisi dokter berdasarkan

nomor

 Membuat status

 Mendaftarkan pasien yang

mau berobat menggunakan

computer

 Menyusun slip pasien dengan

dokumen/status pasien

 Mengantar status yang sudah

disusun ketempat (poli)

dokter praktek

Minggu XIII (2 Mei  Menyusun file-file status

– 6 Mei 2011) yang siap digunakan atau

diisi dokter berdasarkan

nomor

 Membuat status

 Mendaftarkan pasien yang

mau berobat menggunakan


computer

Pembimbing Magang Mengetahui,

Bpk Rizki Eka Putra, SE Bpk Irsutami


Pembimbing Dosen Pembimbing
LAPORAN KEUANGAN
RS. BUDI KEMULIAAN BATAM
Catatan Atas Laporan Keuangan Lanjutan
Per 31 Desember 2009 & 31 Desember 2010

19 Pendapatan 2010 2009 %

Hasil Pendapatan usaha atau jasa pelayanan dalam


bulan ini sebagaimana tercantum didalam perhitungan
Laba Rugi, diperoleh dari bidang pelayanan sbb :
Rawat Jalan Rp 64.022.126.453 Rp 19.849.071.793 222,54
Rawat Inap Rp 37.190.668.711 (100,00)
Kabil #DIV/0!
Lain-lain
Jumlah Rp 64.022.126.453 Rp 57.039.740.504 12,24

20 Biaya Operasional Langsung 2010 2009 %


Biaya Operasional Langsung adalah biaya yang
dikeluarkan yang langsung berhubungan didalam
mendapatkan pendapatan per 31 Desember 2010
terdiri dari :
Jasa Medis Rp 16.527.062.343 Rp 13.650.528.766 21,07
Biaya Material Yan Kes Rp 8.525.932.112 Rp 6.610.161.535 28,98
Biaya Material Rumah Tangga Rp 4.132.969.597 Rp 3.882.951.468 6,44
Biaya Operasional Langsung Lainnya Rp 1.378.055.219 Rp 744.893.934 85,00
Jumlah Rp 30.564.019.271 Rp 24.888.535.703 22,80

21 Biaya Administrasi Dan Umum 2010 2009 %


Gaji Pegawai Rp 19.215.047.275 Rp 16.782.747.582 14,49
Listrik & Air Rp 1.940.501.610 Rp 2.503.424.703 (22,49)
Asuransi Rp 9.346.000 Rp 9.280.000 -
Pajak Rp 164.198.678 Rp 709.257.287 -
Pemiliharaan Rp 1.688.173.150 Rp 1.543.413.632 9,38
Umum Rp 2.284.229.185 Rp 1.732.913.005 31,81
Penyusutan Rp 3.189.343.835 Rp 3.341.915.377 (4,57)
Pemasaran Rp 264.509.777 Rp 66.002.775 300,76
Jumlah Rp 28.755.349.510 Rp 26.688.954.361 7,74

22 Pendapatan dan Beban di luar usaha 2010 2009 %


Merupakan pendapatan (beban) yang diperoleh
perusahaan dari kegiatan diluar usaha operasional
Saldo tersebut terdiri dari :
Pendapatan Diluar Usaha Rp 82.962.699 Rp 22.283.813 272,30
Biaya Diluar Usaha Rp 287.977.859 Rp 460.000.456 (37,40)
Jumlah Rp (205.015.160) Rp (437.716.643) (53,16)
RS BUDI KEMULIAAN - BATAM
LAPORAN PERUBAHAN POSISI KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009

31 Desember 2010 31 Desember 2009


Rp Rp
SUMBER MODAL KERJA

1 Laba (Rugi) Bersih 4.522.742.512 4.128.737.443


2 Sumbangan - -
3 Ditambah -
a Penyusutan Aktiva Tetap 3.189.343.835 3.341.915.379
* Tahun Berjalan -
b Amortisasi - -
c Pembatalan Investasi - -
d Koreksi Pembebanan Aktiva Tetap - -
e Koreksi Laba 1.672.928.642 2.703.632.342
f Penarikan Aktiva Dalam Konstruksi -
g Penambahan Utang Jangka Panjang (1.810.000.000) (2.249.100.000)
h Penambahan Hutang Non Bank (489.360.000) (414.000.000)
i Koreksi Pembulatan - -
Jumlah Sumber Modal Kerja 7.085.654.989 7.511.185.164
PENGGUNAAN MODAL KERJA
1 Pengurusan BPHTB - Tanah - -
2 Pembangunan Gedung/Bangunan 225.166.000 8.626.500
3 Pengadaan Mesin & Instalasi 292.900.000 802.253.900
4 Pengadaan Kendaraan Bermotor 80.000.000 -
5 Pengadaan Inventaris 1.021.593.769 101.050.615
6 Pembangunan Aktiva Dalam Konstruksi (58.000.000) 53.000.000
7 Pembayaran Bonus - -
Jumlah Penggunaan Modal Kerja 1.561.659.769 964.931.015
Kenaikan(Penurunan) Modal Kerja 5.523.995.221 6.546.254.150
RS BUDI KEMULIAAN - BATAM
LAPORAN PERUBAHAN KOMPONEN MODAL KERJA
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009

31 Desember 2010 31 Desember 2009


Rp Rp
Perubahan Aktiva Lancar
1 Kas & Setara Kas 3.722.185.054 600.592.113
2 Deposito 1.005.000.000
3 Piutang Usaha 2.050.882.867 5.031.705.220
4 Penyisihan Piutang (1.270.170.154) -
5 Piutang Lain - lain 1.343.023.324 -
6 Persediaan Barang 21.077.576 411.591.253
7 Pajak Dibayar Dimuka (664.821) 58.372.769
8 Biaya Dibayar Dimuka 19.148.000
Jumlah Sumber Modal Kerja 6.890.481.846 6.102.261.355

Perubahan Kewajiban Lancar


1 Hutang Usaha 540.043.381 910.098.620
2 Hutang Lain-Lain 455.552.826
3 Hutang Pajak (1.404.309.546) 1.502.470.811
4 Biaya YMH Dibayar 1.605.847.912 (2.856.562.225)
5 Jaminan Diterima Dimuka 179.352.053
Jumlah Penggunaan Modal Kerja 1.376.486.626 (443.992.794)
Kenaikan/Penurunan Modal Kerja 5.513.995.220 6.546.254.149

Kenaikan/Penurunan Modal Kerja


Tercermin dari Perubahan Sebagai Berikut :

Modal Kerja Bulan Berjalan


Jumlah Aktiva Lancar 23.863.629.508 16.933.147.662
Jumlah Kewajiban Lancar 8.790.131.911 7.398.645.285
15.073.497.597 9.534.502.377

Modal Kerja Bulan Lalu


Jumlah Aktiva Lancar 16.973.147.662 10.830.886.307
Jumlah Kewajiban Lancar 7.413.645.285 7.842.638.079
9.559.502.377 2.988.248.228

Kenaikan/Penurunan Modal Kerja 5.513.995.220 6.546.254.149


- -
RS BUDI KEMULIAAN - BATAM
LAPORAN PERUBAHAN KEKAYAAN
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009

31 Desember 2010 31 Desember 2009


Rp Rp

Saldo Awal Kekayaan


- Kekayaan 16.732.791.773,00 6.507.316.277,00
- Laba (Rugi) tahun Lalu 4.128.737.443,41 5.937.934.216,00
20.861.529.216,41 12.445.250.493,00

Dikurangi
- Koreksi Laba (Rugi) Tahun Lalu -

Ditambah
- Sumbangan 1.672.542.898,00 1.657.542.898,00
- Koreksi Laba (Rugi) Tahun Berjalan (4.232.371.403,00) 2.703.632.342,00
- Laba (Rugi) tahun Berjalan 4.522.742.512,00 4.128.737.443,41
1.962.914.007,00 8.489.912.683,41
Saldo Akhir Kekayaan 22.824.443.223,41 20.935.163.176,41
1.568.908.938
RS. BUDI KEMULIAAN BATAM
ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2010 & 2009

No Rasio Rumus Bulan ini Bulan Lalu

A Profitabilitas % %

1 Laba Atas Pendapatan Laba Operasi 33.458.107.182 32.151.204.801


52,26 56,37
Operating Profit Margin Pendapatan Operasi 64.022.126.453 57.039.740.504

2 Laba Bersih Atas Pendapatan Laba Bersih 4.433.732.161 4.148.737.443


6,93 7,27
Net Profit Margin Pendapatan Operasi 64.022.126.453 57.039.740.504

3 Laba Atas Total Asset Laba Bersih 4.433.732.161 4.148.737.443


11,62 12,35
Return On Investment (ROI) Asset 38.170.833.663 33.604.886.986

4 Laba Atas Total Kekayaan Laba Bersih 4.433.732.161 4.148.737.443


20,86 22,75
Return On Equity (ROE) Kekayaan + Laba 21.255.534.285 18.233.442.910

B Likuiditas Kali Kali

1 Rasio Lancar Aktiva Lancar 23.863.629.508 9.810.076.379


2,71 2,20
Current Ratio Hutang Lancar 8.790.131.911 4.462.816.609

2 Rasio Cepat Aktiva Lancar-Persed 23.063.588.038 9.601.373.218


2,62 2,15
Quick Ratio Hutang Lancar 8.790.131.911 4.462.816.609

3 Rasio Kas Kas & Bank 7.663.379.310 3.780.486.877


0,87 0,85
Cash Ratio Hutang Lancar 8.790.131.911 4.462.816.609

C Leverage %

1 Rasio Hutang Atas Total Asset Hutang 16.915.299.378 15.371.444.076


44,31 45,74
Debt to Total Asset Ratio Asset 38.170.833.663 33.604.886.986

2 Rasio Hutang Atas Kekayaan Hutang 16.915.299.378 15.371.444.076


79,58 84,30
Debt to Equity Ratio Kekayaan + Laba 21.255.534.285 18.233.442.910

D Efektivitas Penggunaan Harta Kali Kali

1 Perputaran Modal Kerja Pendapatan Operasi 64.022.126.453 57.039.740.504


10,67
Working Capital Turn Over Aktiva L-Hutang L 15.073.497.597 4,25 5.347.259.770

2 Perputaran Piutang Pendapatan Operasi 64.022.126.453 57.039.740.504


5,50 9,87
Receivable Turn Over Piutang 11.642.369.677 5.778.240.052

3 Jangka Pengumpulan Piutang 360 360 360


65,47 36,47
Average Collection Period Perputaran Piutang 5,50 9,87

4 Perputaran Total Asset Pendapatan Operasi 64.022.126.453 57.039.740.504


1,68 1,70
Total Assets Turn Over Asset 38.170.833.663 33.604.886.986
RINGKASAN LAPORAN MANAJEMEN

Kepada Yth.
IBU SRI SOEDARSONO
KETUA DEWAN PENGURUS BUDI KEMULIAAN
DI
Batam

Terlampir kami sampaikan Laporan Keuangan RS Budi Kemuliaan Batam untuk bulan yang berakhir
31 Desember & 30 November 2010

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

NERACA
Tahun ini Tahun Lalu Naik
Rp Rp %
AKTIVA
1. Aktiva Lancar 23.863.629.508 16.973.147.662 40,60
2. Aktiva Tidak Lancar 14.307.204.155 21.840.188.266 (34,49)

Jumlah 38.170.833.663 38.813.335.928 25,27

KEWAJIBAN & KEKAYAAN


1. Kewajiban Lancar 8.790.131.911 7.413.645.285 18,57
2. Kewajiban Tidak Lancar 8.125.167.467 10.424.527.467 (22,06)
3. Kekayaan 21.255.534.285 20.975.163.176 1,34

Jumlah 38.170.833.663 38.813.335.928 (1,66)


-

LAPORAN LABA – RUGI


Tahun ini Tahun Lalu Naik
Rp Rp %
Pendapatan Usaha 64.022.126.453 57.039.740.504 12,24

Biaya Operasional Langsung 30.564.019.271 24.888.535.703 22,80


Laba Kotor 33.458.107.182 32.151.204.801 4,06

Biaya Adm & Umum 28.755.349.510 25.979.697.073 10,68


Pendapatan & Beban Diluar Usaha (180.015.160) (417.716.643) (56,90)

Laba Sebelum Pajak 4.522.742.512 5.753.791.084 (21,40)


Pajak 89.010.351 1.605.053.641 (94,45)

Laba (Rugi) Setelah Pajak 4.433.732.161 4.148.737.443 6,87


RASIO KEUANGAN

a. Profitabilitas

1. Laba Atas Pendapatan – Operating Profit Margin

Tahun ini Tahun Lalu


%
a. Profitabilitas

1. Laba Atas Pendapatan – Operating Profit Margin 52,26 56,37

2. Laba Bersih Atas Pendapatan- Net Profit Margin 6,93 7,27

3. Laba Atas Total Asset – Return On Investment (ROI) 11,62 12,35

4. Laba Atas Total Kekayaan - Return On Equity (ROE) 20,86 22,75

b. Likuiditas Kali

1. Rasio Lancar – Current Ratio 2,71 2,20


2. Rasio Cepat – Quick Ratio 2,62 2,15
3. Rasio Kas – Cash Ratio 0,87 0,85

c. Laverage %

1. Rasio Hutang Atas Harta – Debt to Total Assets


44,31 45,74
Ratio

2. Rasio Hutang Atas Kekayaan – Debt to Equity Ratio 79,58 84,30

d. Efektivitas Penggunaan Harta Kali

1. Perputaran Modal Kerja – Working Capital Turn


4,25 10,67
Over
2. Perputaran Piutang – Receivable Turn Over 5,50 9,87
3. Jangka Pengumpulan Piutang – Average
65,47 36,47
Collection Period
4. Perputaran Total Asset – Total Assets Turn Over 1,68 1,70

Demikian Laporan Keuangan RS. Budi Kemuliaan Batam untuk bulan yang berakhir
dengan harapan kiranya ibu Ketua Dewan - Ibu Sri Soedarsono dapat memahaminya
BUKTI TRANSAKSI
KELENGKAPAN SURAT
TRANSAKSI