You are on page 1of 2

Heuristic adalah suatu proses yang mungkin dapat menyelesaikan suatu masalah tetapi tidak ada jaminan

bahwa solusi yang dicari selalu dapat ditemukan.

Rule-Based Knowledge Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk fakta (facts) dan aturan (rules).
Bentuk representasi ini terdiri atas premise dan kesimpulan atau if-then

Akuisisi pengetahuan adalah proses pengumpulan pengetahuan, pemindahan dan perubahan bentuk
pemecahan masalah keahlian dari pakar atau dari sumber dokumen-dokumen pengetahuan yang
dimasukkan ke dalam komputer untuk pembuatan dan pengembangan dari basis pengetahuan.

Representasi pengetahuan adalah metode yang digunakan untuk pengkodean pengetahuan (knowledge
base) sistem pakar.

Best first search mencari beberapa solusi sebagai penyelesaian masalah atau pemberian diagnosa dari gejala
yang diajukan end user. Hal ini tidak mungkin dila kukan dengan teknik penalaran depth first search yang tidak
mungkin menghasilkan dua solusi sebagai perbandingan (Desiani, 2006:31 ). Sementara brea dht first search
saat dihadapkan pada solusi lebih dari satu akan mengerucutkan pada satu kesim pulan saja yang bernilai
minimum (Desiana , 2006:28 ).

Best First Seacrh menurut thomas dean


. Menurut Thomas Dean, et all, AI teori & practice, page 145 sebagai berikut :
1. Himpunan N menjadi sebuah list berurutan dari node awal (initial nodes)
2. Jika N adalah kosong, maka keluar dan berikan pesan gagal/failure
3. Himpunan N menjadi node pertama dalam N, dan hapus n dari N
4. Jika N adalah node tujuan/goal maka keluar dan berikan pesan sukses
5. Selain itu, tambahkan anak dari n ke N, urutkan node-node dalam N menurut jarak estimasi dari
sebuah goal, dan kembali ke langkah 2.

Algoritma A* merupakan algoritma best first search dengan pemodifikasian fungsi heuristik, yang akan
meminimumkan total biaya lintasan, dan pada kondisi yang tepat akan memberikan solusi yang terbaik
dalam waktu yang optimal.

1. Apa alasan mendasar dikembangkannya sistem pakar?


2. Apa perbedaan sistem konvensional dan sistem pakar?
3. Dalam kondisi apakah perlu dilakukan migrasi dari sistem konvensional ke sistem pakar?
4. Apa tujuan dari sistem pakar dan pemindahan kepakaran?
5. Dilihat dari struktur, apa perbedaan dari Human Expert dan Expert System?
6. Apa itu knowledge base dan peranannya dalam sistem pakar?
7. Apa yang sekiranya terjadi bila sistem pakar tidak memiliki knowledge base?
8. Apa itu working memory dan peranannya dalam sistem pakar?
Jawaban!

1. Alasan mendasar dikembangkannya sistem pakar adalah untuk menggantikan tugas-tugas dari para
ahli digantikan hanya dengan sebuah sistem, tanpa harus seorang ahli atau pakar bekerja di tempat
tersebut.

2. Sistem konvensional merupakan sebuah sistem yang didapat secara manual dari hasil pemikiran
seseorang yang dituangkan melalui sebuah metode atau cara-cara tertentu, sedangkan sistem pakar
merupakan sebuah sistem yang didapat dari hasil pemikiran seseorang, kemudian dituangkan
kedalam sistem komputerisasi dan digunakan secara langsung untuk mendapatkan penyelesaian
dari suatu masalah.

3. Pada saat suatu kondisi Perusahaan yang menginginkan untuk maju, karena dengan masih adanya
sistem konvensional maka perusahaan tidak akan berkembang. Karena sistem pakar ini mengikuti
perkembangan dari suatu teknologi.

4. Tujuan nya adalah pengalihan keahlian dari para ahli ke media elektronik seperti komputer yang
kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli atau user.

5. Dilihat dari segi strukturnya antara Human Expert dan Expert Sistem sama-sama memiliki
kedudukan yang sejajar, namun human expert lebih kepada skill dari individu tersebut, sedangkan
expert sistem merupakan bagaimana sistem tersebut berjalan secara otomatis dari skill individu
yang membuatnya.

6. Knowledge base adalah hasil representasi pengetahuan dari seorang atau beberapa pakar yang
diperlukan untuk memahami, memformulasikan dan memecahkan masalah. Dalam hal ini
digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi pada komputer.

7. Knowledge Based System digunakan untuk dapat membantu manusia dalam menyelesaikan
masalah yang dihadapi dengan berdasarkan atas pengetahuan yang telah diprogramkan ke sistem
tersebut. Untuk hal inilah maka digunakan maka knowledge based system dalam memecahkan
masalah yang berhubungan dengan AI (Artificial Intelligent). Jika tidak terdapat knowledge base
tersebut maka system pakar sulit untuk memecahkan masalah.

8. Working memori memiliki tugas untuk mengorganisasikan informasi, memberi makna informasi
dan membentuk pengetahuan untuk disimpan di memori jangka panjang, sehingga disebut memori
pekerja. Jadi working memory berisi informasi yang didapat dari user dan kesimpulan yang didapat
dari sistem (memori sementara).