You are on page 1of 11

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN TEKS

BERMUATAN KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA


KELAS X SMA/SMK KURIKULUM 2013

Oleh
I Wayan Numertayasa dan I Putu Oka Suardana
STKIP Suar Bangli; numertayasawayan@gmail.com; bedubantas@gmail.com

Abstract
The long-term objective of this research is to produce writing materials by utilizing texts containing
local wisdom on learning Indonesian class X SMA / SMK Curriculum 2013. This research using
research and development design with research procedure include: (1) identification of potential
problems, (2) data collection, (3) preparation of teaching materials, (4) validation of teaching
materials, (5) revision of teaching materials, (6) experimental teaching experiments in class / 8)
broader use trials, (9) revision of final teaching materials, and (10) production of teaching materials.
The location of this research is in SMA Negeri 1 Bangli, SMK Negeri 1 Bangli, SMA Negeri 1
Rendang, Karangasem, and SMA Negeri 1 Amlapura. The subjects of this study were Indonesian
teachers and students. While the object of research is teaching materials writing in class X SMA /
SMK Curriculum 2013. Data in this study in the form of qualitative and quantitative data collected by
questionnaires, interviews and tests. The result of this research is 1. Prototype of teaching materials by
utilizing texts containing local wisdom on learning Indonesian Class X SMA / SMK Curriculum 2013
consists of (1) title of material and key concepts; (2) instructions for the use of teaching materials; (3)
the content framework; (4) learning objectives; (5) presentation of material; (6) tasks and exercises;
(7) material summary; (8) supporting sources. The results of the prototype assessment of teaching
materials are good. This effectiveness can be seen from the ability to write in accordance with the
target with the percentage of completeness reached 82.76%. The suggestions that can be given are (1)
teachers and parents should always give direction and motivation to students to always learn to write.
(2) Further development of writing materials is needed.

Keywords: Writing Material; Text of Local Wisdom

PENDAHULUAN yang menyatakan, Indonesia mengalami


Dalam dunia pendidikan, masalah pendidikan yang komplek. Selain
pengembangan para pendidik sangat penting. angka putus sekolah, pendidikan di Indonesia
Menurut Prastowo (2011:13) selain aspek fisik juga menghadapi berbagai masalah lain, mulai
seperti peningkatan jenjang pendidikan, dari buruknya infrastruktur hingga kurangnya
banyaknya sertifikat pelatihan, ataupun mutu guru. Hal ini menunjukkan bahwa
sertifikat pendidikan, pendidik juga harus pendidik kita memiliki kemiskinan
mengembangkan aspek nonfisiknya. Aspek pengembangan diri.
nonfisik yang dimaksud adalah cara pandang, Dampak dari kemiskinan tersebut
paradigma berpikir, sikap, kebiasaan, adalah banyak guru yang tidak bisa
profesionalisme, maupun prilaku mengajar. menyelenggarakan pendidikan secara menarik
Pengembangan diri inilah yang masih kurang dan menyenangkan. Salah satu penyebab
dalam diri pendidik di Indonesia saat ini. Hal keadaan ini adalah kurang dikembangkannya
ini sesuai dengan pernyataan Staf Ahli bahan ajar yang inovatif. Menurut Prastowo
Kemendikbud, Prof.Dr.Kacung Marijan (2012 (2011:14) hal tersebut karena guru kurang
mengembangkan kreativitas mereka untuk menyampaikan materi belajar. Namun, perlu
merencanakan, menyiapkan, dan membuat juga dipelajari soal makna atau bagaimana
bahan ajar yang kaya inovasi sehingga memilih kata yang tepat. Selama ini
menarik bagi peserta didik. pembelajaran BI tidak dijadikan sarana
Selanjutnya secara teknis, banyak hal pembentuk pikiran padahal teks merupakan
telah dilaksanakan oleh penyelenggara satuan bahasa yang memiliki struktur berpikir
pendidikan di Indonesia untuk memecahkan yang lengkap. Karena itu pembelajaran BI
masalah pendidikan. Salah satu cara yang telah harus berbasis teks. Melalui teks maka peran
dilakukan dan sedang berjalan di Indonesia BI sebagai penghela dan pengintegrasi ilmu
adalah syarat kualifikasi akademik dan lain dapat dicapai.
sertifikat pendidik bagi pendidik dalam hal ini
Sehubungan dengan hal tersebut, salah
adalah guru dan dosen. Syarat ini dilandasi
satu keterampilan bahasa yang diajarkan
UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003
dalam kurikulum 2013 adalah menulis. Dalam
tentang sistem pendidikan nasional, UU
kurikulum 2013, pemerintah mengharapkan
Republik Indonesia No. 14 tahun 2005 tentang
siswa mampu menulis beragam teks seperti
guru dan dosen dan PP No.19 tahun 2005
teks hasil observasi, tanggapan deskriptif,
tentang standar nasional Pendidikan. Salah
eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek.
satu tujuan dari pelaksanaan program ini
Mahsun dalam bukunya yang berjudul “Teks
adalah untuk pengembangan profesionalitas
dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia”
guru (fachruddin, 2005). Selain itu, perubahan
menyatakan bahwa semua pelajaran bahasa
Kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013
Indonesia saat ini mulai jenjang sekolah dasar
juga dilakukan oleh pemerintah untuk
(SD) sampai dengan sekolah menegah atas
meningkatkan kualitas pendidikan di
(SMA) berbasis teks. Dengan berbasis teks,
Indonesia. Perubahan yang dialami dalam hal
siswa menggunakan bahasa tidak saja hanya
kurikulum yang digunakan. Kurikulum yang
dijadikan sarana komunikasi, tetapi sebagai
sedang diterapkan di sekolah-sekolah adalah
sarana mengembangkan kemampuan berpikir.
kurikulum 2013.
Oleh karena itu, pembelajaran berbasis teks ini
Sehubungan dengan hal tersebut
perlu segera dipahami oleh pemerhati
paradigma pembelajaran bahasa Indonesia di
pengajaran bahasa Indonesia, guru bahasa
sekolah berubah. Dalam implementasinya,
Indonesia, mahasiswa, dan pihak-pihak terkait.
pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan
Dalam kurikulum 2013 teks tidak diartikan
pendekatan berbasis teks. Teks dapat berwujud
sebagai bentuk bahasa tulis. Teks itu adalah
teks tertulis maupun teks lisan. Teks
ungkapan pikiran manusia yang lengkap yang
merupakan ungkapan pikiran manusia yang
di dalamnya ada situasi dan konteksnya
lengkap yang di dalamnya memiliki situasi
(Mahsun, 2014). Teks dibentuk oleh konteks
dan konteks. Belajar Bahasa Indonesia tidak
situasi penggunaan bahasa yang di dalamnya
sekadar memakai bahasa Indonesia untuk
ada ragam bahasa yang melatarbelakangi Kenyataan tersebut mengakibatkan
lahirnya teks tersebut. keterampilan menulis teks di sekolah masih
sangat rendah. Berdasarkan hasil observasi
Pembelajaran teks membawa anak
awal dan wawancara terhadap guru Bahasa
sesuai perkembangan mentalnya,
Indonesia dan siswa kelas X di SMA Negeri 1
menyelesaikan masalah kehidupan nyata
Bangli, SMK Negeri 1 Bangli, SMA Negeri 1
dengan berpikir kritis. Adalah kenyataan,
Rendang Karangasem, dan SMK Negeri 1
masalah kehidupan sehari-hari tak terlepas dari
Amlapura terhadap implementasi
kehadiran teks. Untuk membuat minuman atau
pembelajaran menulis pada pembelajaran
masakan, perlu digunakan teks arahan/
Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013
prosedur. Untuk melaporkan hasil observasi
dapat disimpulkan bahwa siswa masih sulit
terhadap lingkungan sekitar, teks laporan perlu
untuk menguasai keterampilan menulis teks.
diterapkan. Untuk mencari kompromi
Hal ini terlihat dari data yang disampaikan
antarpihak bermasalah, teks negosiasi perlu
oleh guru bahwa rata-rata kemampuan menulis
dibuat. Untuk mengkritik pihak lain pun, teks
Teks masih di bawah Kriteri Ketuntasan
anekdot perlu dihasilkan. Selain teks sastra
Minimal (KKM) yang telah ditentukan. Hal ini
non-naratif itu, hadir pula teks cerita naratif
disebabkan karena bahan ajar yang digunakan
dengan fungsi sosial berbeda. Perbedaan
oleh guru kurang dipahami oleh siswa. Dalam
fungsi sosial tentu terdapat pada setiap jenis
hal ini bahan ajar yang digunakan oleh guru
teks, baik genre sastra maupun nonsastra, yaitu
adala buku teks Bahasa Indonesia kelas X.
genre faktual (teks laporan dan prosedural)
dan genre tanggapan (teks transaksional dan Kenyataan tersebut menunjukkan
ekspositori). keterampilan menulis teks di sekolah masih
rendah. Rendahnya kemampuan siswa dalam
Berkaitan dengan hal tersebut, materi
menulis disebabkan karena kurangnya minat
pembelajaran Bahasa Indonesia membuat
siswa dalam menulis. Kurangnya minat belajar
muatan Kurikulum 2013 penuh struktur teks.
ini diakibatkan karena bahan ajar yang
Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia
digunakan oleh guru. Pernyataan di atas di
berbasis teks memang baik. Namun, di
dukung penelitian yang dilakukan oleh
lapangan peserta didik menjadi jenuh karena
Wicaksono, dkk (2013:3) yang
setiap kali harus berhadapan dengan teks, teks,
menjelaskan bahwa kemampuan siswa dalam
dan teks. Di samping itu, materi sastra yang
menulis masih rendah disebabkan karena
sangat bermanfaat untuk mengembangkan
bahan ajar pembelajaran yang digunakan guru
karakter dan budi pekerti peserta didik banyak
kurang menarik sehingga imajinasi dan daya
dihilangkan. Kurikulum 2013 melakukan
tarik siswa untuk menulis sangat rendah.
reduksi secara besar-besaran terkait dengan
Selain itu Yuliana (2013:4) menjelaskan
jenis teks sastra.
bahwa rendahnya kemampuan menulis siswa
khususnya menulis teks disebabkan karena petunjuk penggunaan bahan ajar; (3) kerangka
rendahnya penguasaan kosa kata dan diksi. isi; (4) tujuan pembelajaran; (5) penyajian
materi; (6) tugas dan latihan; (7) rangkuman
Sehubungan dengan hal tersebut, teks
materi; (8) sumber pendukung.
dalam hal ini dipandang sebagai ungkapan
Selain itu, teks bermuatan kearifan lokal
pikiran manusia yang lengkap yang di
yang dimaksud adalah teks yang merupakan
dalamnya ada situasi dan konteksnya. Dalam
hasil dari masyarakat lokal yang ditulis
hal ini teks-teks yang ditampilkan dalam buku
melalui pengalaman mereka dan belum tentu
teks jauh dari konteks dan situasi yang
dialami oleh masyarakat yang lain. Dalam teks
dihadapi oleh siswa. Beberapa teks yang tidak
ini terkandung nilai-nilai kehidupan
sesuai dengan situasi dan konteks siswa pada
masyarakat sangat kuat pada masyarakat dan
saat belajar Bahasa Indonesia kelas X
nilai itu sudah melalui perjalanan waktu yang
Kurikulum 2013 antara lain: 1.Cara mengurus
panjang, sepanjang keberadaan masyarakat.
SIM (teks prosedur), 2. Pengurusan Visa (teks
Sehubungan dengan pengertian tersebut teks
prosedur); 3. Tata cara memilih Ketua RT dan
bermuatan kearifan lokal yang digunakan
Wakil Ketua RT (teks prosedur); 4. Komodo
dalam pengembangan bahan ajar ini adalah
(teks laporan hasil observasi). ketidaksesuaian
teks yang bermuatan kearifan lokal Bali.
ini mengakibatkan siswa sulit untuk
Bedasarkan latar belakang dan identifikasi
memahami teks dan pada akhirnnya siswa
serta fokus masalah di atas, maka
mengalami kesulitan ketika menulis berbagai
permasalahan pokok yang hendak dicari
jenis teks.
jawabannya dalam penelitian ini adalah
Dilatarbelakangi oleh kenyataan tersebut, sebagai berikut.
peneliti mengangkat penelitian dengan judul 1. Bagaimana prototipe bahan
“Pengembangan Bahan Ajar Menulis Dengan ajar menulis dengan
Memanfaatkan Teks Bermuatan Kearifan memanfaatkan teks bermuatan
Lokal Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia kearifan lokal pada pembelajaran
Kelas X SMA/SMK Kurikulum 2013”. Dalam Bahasa Indonesia kelas X
hal ini bahan ajar dipandang segala bahan SMA/SMK Kurikulum 2013?
(baik informasi, alat, maupun teks) yang 2. Bagaimana hasil penilaian
disusun secara sistematis dan menampilkan prototipe bahan ajar menulis
sosok utuh dari kompetensi yang akan dengan memanfaatkan teks
dikuasai peserta didik dalam kegiatan bermuatan kearifan lokal pada
pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan pembelajaran Bahasa Indonesia
penelaahan implementasi pembelajaran. kelas X SMA/SMK Kurikulum
Adapaun format bahan ajar yang akan 2013?
dikembangkan adalah sebagai berikut. (1) 3. Bagaimana bahan ajar menulis
judul materi dan konsep-konsep kunci; (2) menulis dengan memanfaatkan
teks bermuatan kearifan lokal kearifan lokal pada pembelajaran Bahasa
pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK Kurikulum
Indonesia kelas X SMA/SMK 2013 setelah dinilai dan diperbaiki. Dengan
Kurikulum 2013? demikian luaran dari penelitian ini adalah
berupa bahan ajar menulis dengan
Secara umum luaran penelitian ini
memanfaatkan teks bermuatan kearifan lokal
adalah berupa bahan ajar menulis dengan
pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X
Memanfaatkan Teks Bermuatan Kearifan
SMA/SMK Kurikulum 2013 yang dapat
Lokal Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
digunakan dalam pembelajaran Bahasa
Kelas X SMA/SMK Kurikulum 2013 yang
Indonesia di kelas X Kurikulum 2013.
dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa
Penelitian ini dirancang guna
Indonesia di kelas X Kurikulum 2013.Luaran
menghasilkan bahan ajar yang
ini diharapkan memberikan kontribusi
mempermudah kegiatan menulis petunjuk.
terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia
Manfaat penelitian ini dapat berupa manfaat
Kurikulum 2013 dan memberi kontribusi
teoretis dan manfaat praktis.
pengembangan ilmu pendidikan bahasa dan
sastra Indonesia. Secara terperinci luaran Manfaat teoretis hasil penelitian ini
penelitian ini dapat disajikan dalam tabel adalah untuk pengembangan ilmu pengetahuan
berikut. dan penambah khasanah dalam menulis
Tabel.1 Luaran yang ditargetkan pada petunjuk. Penelitian ini diharapkan dapat
penelitian memberikan manfaat bagi perkembangan
N Jenis Luaran Indikator
o Capaian penelitian pendidikan di Indonesia, khususnya
1 Publikasi ilmiah di jurnal Published pada bidang penelitian pengembangan.
nasional (ber ISSN)
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
2 Pemakalah Terdaftar
dalam temu Nasional memberikan manfaat, khususnya bagi siswa,
ilmiah Lokal Sudah
guru, dan penelitian yang lain. Bagi siswa
dilaksanak
an dengan adanya penelitian ini akan
3 Bahan Ajar Sudah
mempermudah siswa dalam pembelajaran
diterbitkan
4 Luaran lainnya jika ada Tidak ada menulis. Selain itu, penelitian ini dirancang
(Teknologi Tepat Guna,
Model/Purwarupa/Desain/K untuk menghasilkan bahan ajar menulis
arya seni/ Rekayasa Sosial) dengan memanfaatkan teks kearifan lokal.
5 Tingkat Kesiapan 2
Teknologi (TKT) Bagi guru penelitian ini dapat bermanfaat
untuk menghasilkan media pembelajaran yang

Adapun tujuan penelitian ini untuk dapat mempermudah guru dalam

mengetahui prototipe bahan ajar menulis menyampaikan pelajaran. Bagi peneliti lain,
dengan memanfaatkan teks bermuatan hasil penelitian ini dapat dijadikan
pembanding terutama dalam hal Kurikulum 2013 di kelas X dan siswa siswa
pengembangan bahan ajar menulis. kelas X sedangkan objek pengembangannya
adalah bahan ajar pembelajaran menulis mata
METODE PENELITIAN
pelajaran Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum
Pengembangan bahan ajar ini 2013.
menggunakan rancangan penelitian
pengembangan (Research dan Develovment). Prosedur penelitian pengembangan

Rancangan pengembangan ini mengacu pada menurut Sugiyono (2012) meliputi (1)

rancangan penelitian pengembangan yang identifikasi potensi masalah, (2) pengumpulan

disampaikan oleh Sugiyono (2012). Pemilihan data, (3) penyusunan bahan ajar, (4) validasi

rancangan ini didasarkan pada pertimbangan bahan ajar, (5) revisi bahan ajar, (6) uji coba

bahwa rancangan penelitian Sugiyono bahan ajar dalam kelas/ lapangan terbatas, (7)

dikembangkan secara sistematis dan berpijak revisi bahan ajar, (8) uji coba pemakaian yang

pada landasan teoretis desain bahan ajar lebih luas, (9) revisi bahan ajar tahap akhir,

sehingga bahan ajar yang dihasilkan memiliki dan (10) produksi bahan ajar. Berdasarkan

standar kelayakan. pendapat tersebut pada penelitian ini, peneliti


menggunakan 10 tahap penelitian. Berikut ini
Lokasi penelitian ini dilakukan di dua tahapan penelitian pengembangan yang
kabupaten, yaitu Kabupaten Bangli dan dilaksanakan.
Kabupaten Karangasem. Di Kabupaten Bangli, Teknik pengumpulan data yang
penelitian dilakukan di (1) SMA Negeri 1 digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
Bangli yang beralamat di Jl. Brigjen Ngurah angket, teknik wawancara dan teknik tes.
Rai No.36, Kawan, Kec. Bangli, Kabupaten Teknik angket dalam penelitian ini terdiri atas
Bangli, Bali; (2) SMK Negeri 1 Bangli yang (1) teknik angket terbuka, (2) teknik angket
beralamat di Jl. Brigjen Ngurah Rai Bangli, tertutup, (3) teknik angket campuran. Teknik
Kawan, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. angket terbuka digunakan untuk
Kemudian di Kabupaten Karangasem mengumpulkan tanggapan ahli terkait dengan
dilakukan di (1) SMA Negeri 1 Rendang yang validitas perangkat bahan ajar. Tekni angket
beralamat di JLN. Astinapura Desa tertutup digunakan untuk menentukan tingkat
Rendang,Karangasem,80863; (2) SMK Negeri kevalidan bahan ajar. Teknik angket campuran
1 Amlapura yang beralamat di Jl. Veteran, digunakan untuk mengumpulkan respons
Padang Kerta, Kec. Karangasem, Kabupaten siswa dan guru terkait keefektifan bahan ajar.
Karangasem, Bali. Selanjutnya teknik wawancara tak terstruktur
digunakan untuk mengumpulkan tanggapan
Subjek penelitian pengembangan ini
ahli terkait dengan validitas perangkat bahan
adalah guru Bahasa Indonesia yang
ajar. Teknik tes digunakan untuk
mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia
membandingkan rata-rata nilai kelompok deskriptif. teknik analisis deskriptif kualitatif
kontrol dan eksperimen. digunakan untuk mengolah data hasil
Berdasarkan teknik pengumpulan data wawancara, dan hasil angket terbuka. Teknik
di atas, instrument pengumpulan data analisis statistic deskriptif digunakan untuk
penelitian ini adalah (1) instrumen angket mengolah data angket tertutup dan keefektifan
terbuka, (2) instrumen angket tertutup, (3) bahan ajar melalui instrumen tes.
instrumen angket campuran, (4) instrument Tingkat validitas bahan ajar dianalisis
wawancara tak terstruktur, dan instrumen tes. dengan statistik deskriptif dengan
Berikut ini disajikan teknik pengumpulan data menggunakan skala likert. Untuk dapat
dan instrumen pengumpulan data dalam memberikan makna dan pengambilan
penelitian ini. keputusan terkait tingkat validitas bahan ajar
Tabel 2. Teknik Pengumpulan Data dan digunakan ketetapan sebagai berikut.
Instrumen Pengumpulan Data No Skor Kategori
1 x ≥ Mi + 1,5 Sdi Sangat valid
N Data Teknik Instrumen
2 Mi + 0,5 Sdi ≤ x Valid
o Pengumpula Pengumpula < Mi + 1,5 Sdi
n Data n Data 3 Mi - 0,5 Sdi ≤ x Cukup Valid
< Mi + 0,5 Sdi
1 Tingkat Angket dan Instrumen 4 Mi - 1,5 Sdi ≤ x Kurang Valid
validitas wawancara angket dan < 0,5 Sdi
5 x < Mi - 1,5 Sdi Tidak Valid
perangkat wawancara (diadaptasi dari Nurkencana, 2006)
bahan ajar Keterangan:
berdasarka X : jumlah skor rata-rata validasi
ahli
n validasi Mi = (skor tertinggi ideal + skor
ahli terendah ideal) x ½
Sdi = (skor tertinggi ideal + skor terendah
2 Keefektifa Tes Instrumen ideal) x 1/6
n bahan tes Mi : Mean ideal
SDi : Standar Deviasi ideal
ajar
3 Respons Angket Instrumen Untuk membuktikan efektivitas bahan
guru dan angket ajar dalam pembelajaran digunakan
siswa eksperimen only control group design.
terhadap Desainnya disajikan pada Tabel berikut.
Keefektifa
Kelompok Perlakuan Post test
n bahan
E X T
ajar K - T
Keterangan:
Penelitian ini menggunakan dua
E = Kelompok eksperimen
teknik analisis data, yaitu teknik analisis
K = Kelompok kontrol
deskriptif kualitatif dan teknik analisis statistik
X = Perlakuan dengan pembelajaran SMA/SMK Kurikulum 2013 tergolong
menggunakan bahan ajar bermuatan
baik. Hal ini dapat dilihat dari penilaian
teks kearifan lokal
T = Post test (Arikunto, 2002c) ahli dan guru bahasa indonesia berikut ini
a. Hasil penilaian ahli
menunjukkan bahwa
Perbedaan prestasi belajar siswa dari pemaparan hasil penilaian
hasil tes yang diperoleh kelompok eksperimen prototipe bahan ajar per aspek
dan control dianalisis dengan uji beda (penyajian materi, isi/materi,
menggunakan statistic t-test (SPSS). bahasa dan keterbacaan,
Data hasil tes tertutup tentang respons dan grafika) sudah sesuai
guru dan siswa terkait keefektifan bahan ajar dengan kebutuhan siswa dan
ikumpulkan dengan angket tertutup dengan guru. Nilai rata-rata yang
skala likert. Data kemudian dianalisis diperoleh kategori baik yaitu
berdasarkan ketetapan sebagai berikut. dengan skor 66,5.
Skor Keterangan Jenis Respons b. Hasil penilaian guru
45<X Sangat positif menunjukkan bahwa
35<X<45 Positif pemaparan hasil penilaian
25<X<35 Cukup Positif prototipe bahan ajar per aspek
15<X<25 Kurang Positif (penyajian materi, isi/materi,
X<15 Tidak Positif bahasa dan keterbacaan,
dan grafika) sudah sesuai
dengan kebutuhan siswa dan
HASIL DAN PEMBAHASAN
guru memenuhi kategori
Prototipe bahan ajar menulis
sangat baik yaitu dengan skor
dengan memanfaatkan teks bermuatan
95 .
kearifan lokal pada pembelajaran Bahasa
Bahan ajar menulis menulis
Indonesia kelas X SMA/SMK Kurikulum
dengan memanfaatkan teks bermuatan
2013 terdiri atas (1) judul materi dan
kearifan lokal efektif diterapkan dalam
konsep-konsep kunci; (2) petunjuk
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X
penggunaan bahan ajar; (3) kerangka isi;
SMA/SMK Kurikulum 2013. Keefektifan ini
(4) tujuan pembelajaran; (5) penyajian
dapat dilihat dari kemampuan menulis sesuai
materi; (6) tugas dan latihan; (7)
dengan target dengan persentase ketuntasan
rangkuman materi; (8) sumber pendukung
mencapai 82,76%.
Hasil penilaian prototipe bahan
PENUTUP
ajar menulis dengan memanfaatkan teks
Adapun simpulan dasi penelitian ini
bermuatan kearifan lokal pada
adalah sebagai berikut.
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X
1. Prototipe bahan ajar menulis sesuai dengan kebutuhan siswa
dengan memanfaatkan teks dan guru memenuhi kategori
bermuatan kearifan lokal pada sangat baik yaitu dengan skor 95 .
pembelajaran Bahasa Indonesia 3. Bahan ajar menulis menulis
kelas X SMA/SMK Kurikulum dengan memanfaatkan teks
2013 terdiri atas (1) judul materi bermuatan kearifan lokal efektif
dan konsep-konsep kunci; (2) diterapkan dalam pembelajaran
petunjuk penggunaan bahan ajar; Bahasa Indonesia kelas X
(3) kerangka isi; (4) tujuan SMA/SMK Kurikulum 2013.
pembelajaran; (5) penyajian Keefektifan ini dapat dilihat dari
materi; (6) tugas dan latihan; (7) kemampuan menulis sesuai
rangkuman materi; (8) sumber dengan target dengan persentase
pendukung ketuntasan mencapai 82,76%.
2. Hasil penilaian prototipe bahan
ajar menulis dengan Berdasarkan hasil penelitian dan
memanfaatkan teks bermuatan simpulan dalam penelitian ini, peneliti
kearifan lokal pada pembelajaran menyampaikan saran sebagai berikut.
Bahasa Indonesia kelas X
1. Dalam rangka meningkatkan
SMA/SMK Kurikulum 2013
keterampilan menulis petunjuk
tergolong baik. Hal ini dapat
siswa kelas X SMA/SMK pada
dilihat dari penilaian ahli dan guru
kurikulum 2013 hendaknya guru
bahasa indonesia berikut ini (1)
dan orang tua senantiasa
Hasil penilaian ahli menunjukkan
memberikan pengarahan dan
bahwa pemaparan hasil penilaian
motivasi kepada siswa untuk
prototipe bahan ajar per aspek
selalu belajar menulis.
(penyajian materi, isi/materi,
2. Perlu diadakan pengembangan
bahasa dan keterbacaan, dan
lebih lanjut terhadap bahan ajar
grafika) sudah sesuai dengan
menulis dengan memanfaatkan
kebutuhan siswa dan guru. Nilai
teks kearifan lokal untuk
rata-rata yang diperoleh kategori
melengkapi kekurangan pada
baik yaitu dengan skor 66,5. (2)
bahan ajar tersebut.
Hasil penilaian guru
3. Perlu diadakan penelitian lebih
menunjukkan bahwa pemaparan
lanjut untuk menguji efektivitas
hasil penilaian prototipe bahan
penggunaan bahan ajar
ajar per aspek (penyajian materi,
menulis dengan media atau
isi/materi, bahasa dan
pendekatan lainnya..
keterbacaan, dan grafika) sudah
DAFTAR PUSTAKA Kemdikbud. 2013. Bahasa Indonesia Ekspresi
Diri dan Akademik. Jakarta:
Antariksa.2009. Kearifan Lokal dalam
Arsitektur Perkotaan dan Kemdikbud RI
Lingkungan Binaan. Tersedia di Kemdikbud. 2014. Peraturan Menteri
http://antariksaarticle.blogspot.co. Pendidikan dan Kebudayaan
id/2009/08/kearifan-lokal-dalam- Nomor 59 Tahun 2014. Jakarta:
arsitektur.html. Diunduh tanggal Kemdikbud.
10 Mei 2016.
Mahsun. 2014. Teks dalam Pembelajaran
Arikunto, S (2002). Prosedur Penelitian, Bahasa Indonesia Kurikulum
Suatu Pendekatan Praktek. 2013. Jakarta: Raja Grafindo
Jakarta: PT. Rineka Cipta Persada.
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan
Departemen Pendidikan Nasional, 2003. Pembelajaran. Bandung: PT
Undang-Undang Nomor 20 Rosdakarya.
Tahun 2003, Tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Jakarta: Nurkancana, Wayan dan Sunartana. 2006.
Depdiknas. Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya:
Usaha Nasional.
Departemen Pendidikan Nasional, 2005.
Undang-Undang Nomor 14 Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif
Tahun 2005, Tentang Guru dan
Dosen. Jakarta: Depdiknas. Membuat Bahan Ajar Inovatif.
Yogyakarta: DIVA Press.
Diknas. 2004. Pedoman Umum Pemilihan dan
Pemanfaatan Bahan Ajar. Purwanto Ngalim. 2001. Administrasi Dan
Jakarta: Direktorat Jeneral Supervisi Pendidikan. Bandung:
pendidikan Dasar, Menengah, dan PT. Remaja Rosdakarya
Umum.
Rahyono, F.X. 2009. Kearifan Budaya dalam
Hariyati, Yuliana. 2013. Penerapan Model Kata. Jakarta: Wedatama Widya
Pembelajaran Kooperatif Tipe
Stad Untuk Meningkatkan Hasil Sastra.
Belajar Matematika Tentang KPK Sudrajat, Akhmad. 2008. Pengembangan
Dan FPB Pada Siswa Sekolah Bahan Ajar.
Dasar (Volume 1 Nomor 2). https://akhmadsudrajat.wordpress.
[online]. Jurnal 105 Penelitian com/2008/03/04/konsep-
Unesa. Hal. 73. Tersedia pada pengembangan-bahan-ajar-2/
http://ejournal.unesa.ac.id. diunduh tanggal 10 Mei 2016
Diakses pada tanggal 19
September 2013 Sugiyono. 2012. Metode penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R &
http://positivego.blogspot.co.id/2012/11/masal D, Edisi Ketiga. Bandung:
ah-pendidikan-di-indonesia.html) Alfabeta
diunduh tanggal 10 Mei 2016
Tarigan, HG. 1986. Menulis Sebagai Suatu
Jihad, Asep dan Haris, Abdul. 2008. Evaluasi
Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Keterampilan Berbahasa.
Preesindo. Bandung: Angkasa.
Tegeh, I Made. 2005. Pengembangan Paket
Pembelajaran dengan Model Dick
& Carey Mata Kuliah Sinetron
Pendidikan, pendidikan Jurusan
TP IKIP Negeri Singaraja. Tesis
(tidak diterbitkan). Universitas
Negeri Malang.

Wicaksono, dkk. 2013. “Eksperimentasi


Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Teams Games Tournament
(TGT) Berbantu Media Audio-
Visual Ditinjau Dari Kemampuan
Komunikasi MatematisPada
Materi Segiempat.” Jurnal
Elektronik Pembelajaran 2(9):
995-1007.