You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


PT Bukit Asam (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara
(BUMN). Didirikan tanggal 2 Maret 1981, berdasarkan peraturan
pemerintah No. 42 tahun 1980 tanggal 15 Desember 1980, dengan kantor
pusat Tanjung Enim, Sumatera Selatan. PT Bukit Asam memiliki tiga
pelabuhan batubara yaitu : Pelabuhan Batubara Tarahan di Bandar
Lampung, Dermaga Batubara Kertapati di Palembang Sumatera Selatan dan
Pelabuhan Batubara Teluk Bayur di Padang Sumatera Barat. PT. Bukit
Asam (PERSERO) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan adalah pelabuhan/dermaga
terbesar yang dimiliki PT Bukit Asam (Persero) Tbk. dengan luas areal 52,5
Ha. PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan terletak ±18 km dari kota
Bandar Lampung dan ±6 km di sebelah selatan Pelabuhan Panjang.
PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan memiliki 4
stockpile untuk menampung batubara hasil produksi dari PT. Bukit Asam
(Persero) di Tanjung Enim yang disiapkan untuk pengapalan ekspor maupun
domestik dan juga retail dengan dump truck. Dalam usaha untuk memenuhi
permintaan produk untuk setiap konsumen, PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.
Unit Pelabuhan Tarahan harus mempertimbangkan kualitas-kualitas bahan
baku (batubara hasil tambang) yang memiliki kualitas berbeda-beda dan
ketersediaan batubara yang ada di stockpile serta spesifikasi kualitas
batubara sesuai kontrak dengan konsumen. Dengan bahan baku yang
berbeda kualitas dilakukan blending (pencampuran) agar diperoleh batubara
yang memenuhi spesifikasi kualitas konsumen ekspor. Proses blending
dilakukan terutama untuk memenuhi spesifikasi konsumen dengan
parameter yang harus diperhatikan yaitu total moisture (TM), fixed carbon
(FC), kadar abu (Ash), volatile matter (VM), total sulphur (TS), calorific

1
2

value (CV). Sedangkan parameter-parameter yang lainnya untuk batubara


dari PT. Bukit Asam sebagian besar sudah memenuhi spesifikasi permintaan
konsumen.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pelabuhan dibantu oleh CHF (Coal
Handling Faciliy) yaitu unit/peralatan yang digunakan dalam penanganan
batubara di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan dari
mulai proses pembongkaran hingga proses pemuatan. Berdasarkan latar
belakang tersebut, penulis bermaksud melakukan pengamatan mengenai
proses Coal Handling Facility (CHF) pada kegiatan pembongkaran hingga
proses pemuatan yang dilakukan oleh PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit
Pelabuhan Tarahan, Lampung.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari laporan Kerja Praktik ini, adalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana proses CHF (Coal Handling Facility) pada kegiatan
pembongkaran batubara di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit
Pelabuhan Tarahan?
2. Bagaimana proses CHF (Coal Handling Facility) pada kegiatan
pemuatan batubara di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan
Tarahan?

1.3 Maksud dan Tujuan


1.3.1 Maksud
Maksud dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui proses
pembongkaran hingga proses pemuatan/pengapalan batubara dengan
Coal Handling Facility (CHF) dari Tanjung Enim hingga proses
pemuatan/pengapalan di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit
Pelabuhan Tarahan.
3

1.3.2 Tujuan
Adapun tujuan dari dilaksanakannya Kerja Praktik di PT.
Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan adalah :
1. Untuk mengetahui proses CHF (Coal Handling Facility) pada
kegiatan pembongkaran batubara di PT. Bukit Asam (Persero)
Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan.
2. Untuk mengetahui proses CHF (Coal Handling Facility) pada
kegiatan pemuatan batubara di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.
Unit Pelabuhan Tarahan.

1.4 Batasan Masalah


Batasan masalah dari pengamatan Kerja Prakter ini adalah :
1. Pengamatan Kerja Praktik ini dilaksanakan mulai tanggal 17 Juli 2017
sampai dengan 15 September 2017.
2. Lokasi pengambilan data untuk Kerja Praktik ini di PT. Bukit Asam
(Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan.
3. Dilakukan pada kegiatan pembongkaran dan pemuatan batubara dengan
menggunakan CHF (Coal Handling Facility).
4. Penulis tidak merubah sistem operasional yang sudah ada di PT. Bukit
Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan.
5. Tidak ada studi kasus yang dibahas dalam kegiatan Kerja Praktik ini.
6. Penulis tidak membahas produktivitas unit/peralatan pada Coal
Handling Facility (CHF) yang ada di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.
Unit Pelabuhan Tarahan.
4

1.5 Manfaat
Manfaat dalam pengamatan Kerja Praktik ini adalah :
1. Bagi penulis :
 Penulis dapat mengamati dan mempelajari secara langsung proses
pembongkaran hingga proses pemuatan dengan CHF (Coal Handling
Facility) yang ada di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan
Tarahan.
 Penulis dapat membandingkan antara teori yang didapat
diperkuliahan dengan kondisi aktual di lapangan.
2. Bagi perusahaan :
 Dengan adanya data dari hasil kegiatan Kerja Praktik ini diharapkan
dapat membantu perusahaan dalam mengevaluasi pelaksanaan
sistem operasional di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan
Tarahan.
3. Bagi Pembaca
 Dapat memberikan informasi mengenai kegiatan pembongkaran dan
pemuatan dengan menggunakan CHF (Coal Handling Facility) yang
ada di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan.