You are on page 1of 16

69

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian adalah suatu strategi penelitian dalam mengidentifikasi

permasalahan sebelum perencanaan akhir pengumpulan data (Nursalam,2015).

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-

Eksperiment dengan pendekatan One-Group Pre-Post Test Design yang mana

pada desain ini memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan

yang terjadi setelah adanya eksperimen.

Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pretest (pengamatan

awal) terlebih dahulu sebelum di berikan perlakuan (x), setelah diberikan

perlakuan, kemudian dilakukan kembali post test (pengamatan akhir). Desain

penelitian ini di gambarkan dalam sekema di bawah ini :

Subjek Pre-test Perlakuan Post-test

K 01 X 02

Gambar 3.1 : Desain penelitian (Nursalam, 2009)

Keterangan :

1. K : Suatu kelompok

2. X : Perlakuan Senam Kaki Diabetik (sesuai SOP yang terlampir)

3. 01: Pengukuran Sensitivitas Kaki sebelum Senam Kaki Diabetik (Pre-test)

4. 02: Pengukuran Sensitivitas Kaki setelah Senam Kaki Diabetik (Post-test)


70

B. Kerangka Kerja

Kerangka kerja merupakan hubungan antara konsep yang ingin diteliti, dianut

melalui penelitian yang akan dilakukan. Kerangka kerja disini

menggambarkan bagaimana langkah atau tahapan yang dilakukan oleh peneliti

dalam melaksanakan penelitian, adapun kerangka kerja penelitian ini dapat

dilihat sebagai berikut :


Populasi semua penderita Diabetes Melitus yang mengalami penurunan
kefektifan sentivisitas di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Mardi Waluyo Kota
Blitar

Accidental
sampling
Sampel : sebagian penderita Diabetes Melitus di
wilayah kerja Poli Dalam RSUD Mardi Waluyo
Kota Blitar

Pengumpulan data

Senam kaki
Pengukuran Latihan yang dilakukan Pengukuran
Sensitivitas Kaki senam kaki diabetik Sensitivitas Kaki
sebelum Senam Kaki selama 1 jam sehari dan setelah Senam Kaki
Diabetik (Pre-test) menggunakan media Diabetik (Post-test)
bola plastik. (Sesuai
SOP terlampir)

Editing, coding and


tabulating

Analisa menggunakan uji Wilcoxon

Hasil
71

Kesimpulan dan saran

Gambar 3.2 Kerangka Kerja Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap

Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja

Poli Dalam RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

C. Populasi, Sampel dan Sampling

1. Populasi

Populasi adalah seluruh subjek atau objek yang dengan karakteristik

tertentu yang akan diteliti (Hidayat,2007). Populasi dalam penelitian ini

adalah penderita diabetes mellitus di wilayah kerja RSUD Mardi Waluyo

Kota Blitar berjumlah 70 responden dengan penderita tingkat luka 0 dan

tingkat luka 1 (Skala Wagner), usia tidak lebih 60 tahun, serta penderita

diabetes tanpa komplikasi.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiono,2009). Sampel dalam penelitian ini adalah

sebagian penderita diabetes mellitus di Wilayah Kerja Poli Dalam RSUD

Mardi Waluyo Kota Blitar berjumlah 70 responden.

3. Sampling

Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat

mewakili populasi (Nursalam, 2008). Teknik sampling yang digunakan


72

adalah “accidental sampling” yaitu teknik pengambilan sampel secara

aksidental (accidental) dengan mengambil kasus atau responden yang

kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks

penelitian (Notoatmojo, 2010). Sehingga dalam teknik sampling disini

peneliti mengambil responden pada saat itu juga di Poli Dalam RSUD

Mardi Waluyo Kota Blitar.


73

D. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di

tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehingga di peroleh informasi tentang

hal tersebut, kemudian di tarik kesimpulanya. Pada penelitian ini

menggunakan 2 variabel,yaitu :

1. Variabel independent (variable bebas)

Variabel yang nilainya menentukan variabel lain. Suatu kegiatan stimulus

yang di manipulasi oleh peneliti menciptakan suatu dampak pada variable

dependen. Pada penelitian ini variable independentnya adalah Senam Kaki

Diabetik.

2. Variabel dependent (variabel terikat)

Variabel yang nilainya di tentukan oleh variabel lain variable respon akan

muncul sebagai akibat dari manipulasi variabel-variabel lain. Pada

penelitian ini variable dependentnya adalah Sensitivitas Kaki.

E. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang dimaksud

atau tentang apa yang diukur oleh variabel yang bersangkutan. Adapun

definisi operasional dalam penelitian ini diuraikan dalam tabel berikut ini :
74

Tabel 3.1 : Definisi Operasional penelitian pengaruh senam kaki diabetik terhadap sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus di Poli

Dalam RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

Variabel Definisi Operasional Indikator Alat Skala Hasil

Independent latihan yang dilakukan 1. Gerakan senam kaki diabetik SOP Senam - -

Senam Kaki oleh pasien yang sesuai SOP Kaki

Diabetik menderita diabetes 2. Menggunakan alat media kertas

melitus untuk koran

mencegah terjadinyalu 3. Melakukan senam kaki diabetik

ka dan membantu berdurasi 5-10 menit

memperlancar 4. Melakukan senam kaki diabetik

peredaran darah sebanyak minimal 3x dalam satu

bagian kaki minggu


75

Dependen Peningkatkan Sensasi Skor (DNE) Ordinal 0 = Normal

Sensitivitas sensitivitas sel-sel Telunjuk : Diabetic 1 = Defisit sedang

Kaki tubuh terhadap insulin 1. Kepekaan terhadap tusukan Neuropathy 2 = Defisit terganggu

untuk menurunkan Examination

kadar gula dan kadar Ibu jari kaki : Dengan klasifikasi

lemak 2. Sensitivitas terhadap tusukan Nilai ≤3 : Sensifitas

3. Sensitivitas terhadap sentuhan normal

4. Persepsi getar Nilai >3 : Neuropati

5. Sensitivitas terhadap posisi sendi (Sumber : Poli Saraf

RSUD Panembahan
76

Senopati Bantul)
67

F. Rencana Pengumpulan dan Pengolahan Data

1. Bahan dan instrument penelitian

Dalam penelitian ini alat yang di gunakan adalah :

a. Lembar persetujuan responden

b. SOP senam kaki

c. Alat Ukur (DNE) Diabetic Neuropathy Examination

d. Koran

e. Laptop

Penelitian ini tidak menggunakan uji validitas dan reliabilitas instrument

karena desain penelitian ini adalah eksperimen.

2. Lokasi dan waktu penelitian

a. Lokasi Penelitian :

Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja RSUD Mardi Waluyo Kota

Blitar

b. Waktu Penelitian :

Penelitian ini dilakukan pada tanggal … Juli 2018 sampai dengan …

Juli2018

3. Prosedur Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan langkah – langkah

sebagai berikut :

a. Peneliti mengajukan surat izin kepada Ketua Stikes Surya Mitra

Husada Kediri
68

b. Mengajukan permohonan pengambilan data kepada Kepala

Kesbangpol Kota Blitar

c. Setelah mendapat izin dari Kepala Kesbangpol Kota Blitar

mengajukan surat permohonanan pengambilan data kepada Kepala

Direktur RSUD Kota Blitar

d. Setelah memperoleh surat rekomendasi dari Direktur RSUD Mardi

Waluyo Kota Blitar turun ke bagian Program

e. Setelah itu, mengajukan surat ke bagian Keperawatan

f. Lalu menuju Poli Dalam RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk

pengambilan data dan wawancara dengan responden

g. Memberikan informed consent kepada responden dan menjelaskan

maksud dan tujuan penelitian.

h. Melakukan senam kaki diabetic menggunakan alat ukur (DNE)

Diabetic Neuropathy Examination Score dan data di catat dalam

lembar observasi.

i. Setelah dilakukan pendataan maka responden diminta untuk

melakukan senam kaki diabetik selama 7 hari dan mengisi checklist

senam kaki harian setiap harinya lalu kemudian dilakukan

pengecekan ulang sensitivitas kaki (post test).

4. Cara Pengumpulan Data

a. Pengkajian data (editing)

Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data

yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada


69

pengumpulan data atau setelah data terkumpul (Hidayat, 2012).

Pada tahap ini peneliti memeriksa kembali semua data yang telah

dikumpulkan untuk mengecekkan apakah pengisian sudah lengkap

atau belum.

1) Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Apalagi

instrumen anonimnya, perlu sekali dicek sejauh mana atau

identitas apa saja yang sangat diperlukan bagi pengolahan data

selanjutnya.

2) Mengecek Kelengkapan Data, artinya memeriksa isi instrumen

pengumpulan data (termasuk kelengkapan lembar instrument

barangkali ada yang terlepas atau sobek). Apabila ternyata ada

kekurangan isi halaman, maka perlu dikembalikan atau di ulang

ke responden

b. Mengkode data atau coding

Coding adalah merupakan kegiatan pemberian kode numeric

(angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori. (Hidayat,

2007) Dalam penelitian ini coding dilakukan dengan cara:

1) Usia

Kode 1 : <30 Tahun

Kode 2 : 30-40 Tahun

Kode 3 : >40 Tahun

2) Jenis kelamin

Kode 1 : Laki-laki
70

Kode 2 : Perempuan

3) Pekerjaan

Kode 1 : Tidak Bekerja

Kode 2 : Swasta

Kode 3 : Wiraswasta

Kode 4 : PNS/POLRI/TNI

4) Penggunaan obat diabetes

Kode 1 : Ya

Kode 2 : Tidak

5) Pernah melakukan senam

Kode 1 : Pernah

Kode 2 : Tidak Pernah

6) Sensitivitas

Kode 0 : Sensitivitas Normal

Kode 1 : Neuropati

c. Memberikan skor (scoring)

Scoring adalah memberikan penilaian terhadap item-item

yang perlu diberi penilaian atau skor. (Setiawan & Saryono, 2010).

Penilaian dari 0-2

0 = Normal

1 = Defisit Sedang

2 = Sangat Terganggu / tidak adanya kekuatan otot


71

Maksimal skor 16 poin

Skor ≤3 : Sensifitas normal

Skor >3 : Neuropati

d. Tabulating

Tabulating adalah penyusunan data dalam bentuk tabel

untuk mengatur observasi sedemikian rupa sehingga observasi

yang sama dikumpulkan, sehingga frekuensi pemunculannya

dalam kelompok dapat diamati (Supardi dan Pramono, 2007).

Untuk menghitung prosentase dari masing – masing kelompok

sikap menggunakan rumus :

P = f x 100 %
n
Keterangan :

P : Prosentase

f : Responden yang mengalami berdasarkan kriteria

n : seluruh responden (Setiadi, 2007).

Interpretasi data :

Seluruh responden : 100%

Hampir Seluruh responden : 76 – 99%

Sebagian Besar responden : 51 – 75%

Setengah responden : 50%

Hampir Setengah responden : 26 – 49%

Sebagian Kecil responden : 1 – 25%

Tidak Satupun responden : 0%


72

Tabel 3.2 Tabulasi Data Umum Responden

Pernah
No Jenis Penggunaan
Usia Pekerjaan Melakukan
responden Kelamin Obat Diabetes
Senam

4. Kriteria Drop Out

Responden dinyatakan drop out dari penelitian apabila :

a. Responden dinyatakan drop out apabila tidak melakukan Senam Kaki

Diabetik 3 hari dalam rentang waktu penelitian selama 7 hari.

b. Responden diperbolehkan drop out dalam periode penelitian sesuai

dengan keinginan responden sendiri.

c. Apabila responden dinyatakan drop out maka data yang di dapat tidak

di inputkan dalam perhitungan statistik sehingga hasil yang di dapat

dapat lebih valid dan reliable.

5. Rencana analisa data

Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Paired sample

t test ,yaitu uji yang digunakan untuk uji beda antara sebelum dan sesudah

diberikan treatment tertentu (Senam Kaki). Dalam proses perhitungan

dibantu dengan menggunakan bantuan Statistical Product And Solution

Sevice (SPSS) For Windows. Dengan menggunakan α : 5% (0,05)

didpatkan hasil sebagai berikut :

1) Tolak H0 jika nilai p ≤ α : 5% (0,05)


73

Ada pengaruh Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Sensitivitas

Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Poli Dalam

RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

2) Terima H0 jika nilai p > α : 5% (0,05)

Tidak ada pengaruh Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap

Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Poli

Dalam RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

G. Validitas dan Reliabilitas

Untuk menjamin validitas dan reliabilitas penelitian ini maka peneliti

memperhatikan beberapa hal antara lain :

1. Menggunakan alat ukur (DNE) Diabetic Neuropathy Examination Score.

2. Menggunakan SOP Senam Kaki.

3. Perlakuan pada setiap responden dilakukan berdasarkan SOP yang sama

yang terlampir dalam penelitian ini.

H. Etika Penelitian

Setelah mendapatkan izin dari kepala Direktur RSUD Mardi Waluyo di

wilayah yang bersangkutan untuk melakukan penelitian. Peneliti menjelaskan

tujuan dan manfaat penelitian kepada responden sebelum melakukan

intervensi, serta kerahasiaan data yang diberikan. Responden berhak untuk

menerima dan menolak untuk menjadi responden dalam penelitian. Bila calon

responden menyetujui menjadi responden, maka peneliti meminta responden

untuk mendatangani lembar persetujuan yang telah disediakan. Setelah


74

mendapat persetujuan barulah peneliti melakukan penelitian dengan etika

penelitian yang meliputi :

1. Lembar persetujuan (informed consent)

Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian kepada

responden yang memenuhi kriteria sebagai subyek penelitian dan

mendapat persetujuan dari responden.

2. Tanpa nama (anonimity)

Penelitian ini tidak mencantumkan nama responden dalam lembar

observasi yang digunakan, tetapi menukarnya dengan inisial nama

responden, termasuk dalam penyajian hasil penelitian.

3. Kerahasian (confidentiality)

Kerahasian informasi penelitian ini dijmin oleh peneliti, hanya

kelompok data tertentu saja yang disajikan atau dilaporkan sebagai hasil

riset.