You are on page 1of 4

56

Uji Diagnostik Pemeriksaan Elektrokardiografi Hipertrofi


Ventrikel Kiri Pada Pasien Penyakit Jantung Hipertensi di RSMH Palembang

Elzan Zulqad Maulana1, Erwin Azmar2, Bahrun Indawan Kasim3

1. Program Studi Pendidikan Dokter Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya


2. Staff Pengajar Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya
3. Staff Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya
Jl. dr. Mohammad Ali Komplek RSMH Palembang Km. 3,5, Palembang, 30126, Indonesia

Email : ezmaulana@yahoo.co.id

Abstrak
Penyakit jantung hipertensi adalah penyakit pada jantung yang disebabkan oleh hipertensi. Penyakit jantung hipertensi
dapat didiagnosis dengan menemukan suatu tanda kompensasi tubuh pada jantung yang disebut hipertrofi ventrikel
kiri. Hipertrofi ventrikel kiri dapat dideteksi dengan dua pemeriksaan yaitu elektrokardiografi dan ekokardiografi
sebagai baku emas. Kriteria Sokolow-Lyon, kriteria Romhilt-Estes, kriteria Framingham, dan kriteria Cornell
merupakan 4 kriteria yang umumnya sering dipakai untuk mendeteksi hipertrofi ventrikel kiri dengan sensitivitas dan
spesifisitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria mana yang lebih baik dalam mendeteksi
hipertrofi ventrikel kiri pada pasien penyakit jantung hipertensi. Penelitian ini merupakan uji diagnostik dengan
rancangan cross sectional dengan sampel 81 data rekam medik pasien penyakit jantung hipertensi. Populasi pada
penelitian ini adalah pasien penyakit jantung hipertensi di RSMH Palembang pada periode Januari 2015-Juni 2015.
Hasil pemeriksaan dilihat hasil elektrokardiografi beserta ekokardiografinya. Hasil uji diagnostik dinyatakan dalam
tabel 2x2, kemudian dilakukan penghitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif.
Berdasarkan hasil uji diagnostik, kriteria Sokolow-Lyon memiliki sensitivitas sebesar 28% dan spesifitas sebesar
66,66%, Kriteria Romhilt-Estes memiliki sensitivitas sebesar 45,3% dan spesifitas sebesar 16,66%, Kriteria
Framingham memiliki sensitivitas sebesar 52% dan spesifitas sebesar 33,33%, Kriteria Cornell memiliki sensitivitas
sebesar 44% dan spesifitas sebesar 83,33%. Kriteria elektrokardiografi Cornell lebih efektif dalam mendeteksi hipertrofi
ventrikel kiri pada pasien penyakit jantung hipertensi dengan sensitivitas sebesar 44% dan spesifisitas sebesar 83,33%.
Kata kunci: Penyakit jantung hipertensi, hipertrofi ventrikel kiri, elektrokardiografi, ekokardiografi.

Abstract
Diagnostic Test Of Electrocardiography Left Ventricle Hypertrophy Of Hypertensive Heart Disease Patient In
RSMH Palembang. Hypertensive heart disease, is a heart disease that caused by hypertension. Hypertensive heart
disease can be diagnosed by finding signs of compensation by the heart such as left ventricular hypertrophy which can
be diagnosed by electrocardiography and echocardiography. Sokolow-Lyon, Romhilt-Estes criteria, Framingham and
Cornell are four criteria generally used in electrocardiography to detect LVH with different sensitivity and specificity.
This study aims to determine which criteria are more effective in detecting left ventricular hypertrophy in patients with
hypertensive heart disease. 81 medical record of patients diagnosed with heart disease were used for this study and
approached by a cross sectional design. The population in this study are hypertensive heart disease patient on January
2015-June 2015 in RSMH Palembang. Their electrocardiography and echocardiography results were then recorded and
presented in a 2x2 table. It’s sensitivity, specificity, positive prediction and negative prediction score were analyzed.
Based on the results, Sokolow-Lyon criteria has a sensitivity of 28% and specificity of 66,66%, Romhilt-Estes has a
sensitivity of 45,3% and specificity of 16,66%, Framingham criteria has a sensitivity of 52% and specificity of 33,33%,
while Cornell criteria has a sensitivity of 44% and specificity of 83,33%. The Cornell criteria in electrocardiography is
better than the other criteria for detecting left ventricle hypertrophy in hypertensive heart disease patient with a
specificity of 83,33% and sensitivity of 44%.

Keywords: Hypertensive heart disease, left ventricle hypertrophy, electrocardiography, echocardiography


57

1. Pendahuluan dibanding dengan EKG. Sehingga


pemeriksaan ekokardiografi merupakan
Hipertensi merupakan salah satu masalah pemeriksaan Gold Standart dalam
kesehatan yang masih memprihatinkan di mendiagnosis hipertrofi ventrikel kiri. EKG
Indonesia karena komplikasi kardiovaskular dikatakan kurang akurat karena memiliki
merupakan penyebab utama mortalitas dan tingkat sensitivitas tidak lebih dari 60%
morbiditas dari pasien hipertensi. Prevalensi walaupun spesifitas dari EKG mampu
hipertensi di Indonesia berkisar antara 5-10% mencapai 90-95%. EKG memiliki spesifitas
dari populasi, sedangkan pada tahun 1978 yang tinggi, tapi kurang sensitif dalam
proporsi penyakit jantung hipertensi sekitar menegakkan diagnosis HVK pada penderita
14,3% dan meningkat menjadi sekitar 39% penyakit jantung hipertensi. Akan tetapi, EKG
pada tahun 1985 sebagai penyebab penyakit merupakan salah satu instrumen pemeriksaan
jantung di Indonesia. Diagnosis penyakit non invasive yang sering digunakan dalam
jantung hipertensi dapat ditegakkan dengan mendiagnosis penyakit-penyakit yang
mendeteksi adanya indikasi dari hipertrofi berkaitan dengan jantung. Kriteria EKG
ventrikel kiri (HVK) atau Left Ventricle Sokolow-Lyon sering digunakan oleh para
Hypertrophy (LVH) pada penderita.1 dokter dalam menilai hipertrofi ventrikel kiri
Hipertrofi ventrikel kiri merupakan pada EKG. Hal ini dikarenakan kriteria
salah satu manifestasi klinis dari penderita Sokolow-Lyon memiliki kriteria yang simpel,
penyakit jantung hipertensi. Pada fase awal mudah untuk digunakan, dan memiliki
hipertensi, terjadilah peningkatan kerja jantung sensitivitas (17%) dan spesifitas (90,8%) serta
yang ditunjukkan dengan terjadinya hipertrofi akurasi yang cukup besar diantara kriteria
pada miosit jantung. Setelah itu tekanan darah lain.4
yang terus mengalami peningkatan Namun kriteria EKG yang sering
menyebabkan rangsangan mekanik terhadap digunakan dalam mendiagnosis Hipertrofi
remodeling pada ventrikel jantung. Disamping Ventrikel Kiri ada empat, yaitu Sokolow-Lyon,
itu adanya aktivasi neurohormon yang Cornell, Framingham, Romhilt-Estes.5 Oleh
berlebihan menyebabkan perubahan yang karena itu, penelitian ini dilakukan untuk
bersifat patologis misalnya nekrosis miosit mengetahui kriteria yang lebih spesifik dalam
jantung atau deposisi kolagen yang tidak menggambarkan Hipertrofi Ventrikel Kiri
sebanding dengan rangsangan mekanik yang untuk kepentingan diagnosis lebih lanjut pada
ada disertai dengan ketidakteraturan myofibril penderita penyakit jantung hipertensi.
atau serat kolagen yang menyebabkan
terjadinya hipertrofi ventrikel kiri.2 2. Metode Penelitian
Prevalensi hipertrofi ventrikel kiri pada
populasi secara umum sekitar 15 sampai 20%. Penelitian ini merupakan uji diagnostik dengan
Kebanyakan hipertrofi ventrikel kiri terdapat rancangan cross sectional dengan sampel 81
pada seseorang dengan obesitas, usia yang data rekam medik pasien penyakit jantung
cukup tua, dan juga penderita hipertensi hipertensi. Populasi pada penelitian ini adalah
disertai dengan faktor resiko seperti merokok, pasien penyakit jantung hipertensi di RSMH
dislipidemia, diabetes, dll.3 Palembang pada periode Januari 2015-Juni 2015
Hipertrofi ventrikel kiri dapat dideteksi dan diambil secara purposive sampling. Hasil
dari pemeriksaan fisik, elektrokardiografi pemeriksaan dilihat hasil elektrokardiografi
(EKG), pemeriksaan radiologi, dan beserta ekokardiografinya. Hasil uji diagnostik
dinyatakan dalam tabel 2x2, kemudian dilakukan
pemeriksaan Echocardiography.
penghitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai
Ekokardiografi lebih akurat, sensitif
prediksi positif dan nilai prediksi negatif.
dan spesifik dalam medeteksi gambaran HVK
pada penderita penyakit jantung hipertensi,
58

3. Hasil Tabel 2. Distribusi Pasien Penyakit Jantung


Hipertensi Berdasarkan Usia.
Didapatkan jumlah penderita penyakit jantung Usia Jumlah (%)
hipertensi pada laki-laki lebih tinggi daripada 21-30 1 1,2
perempuan, yaitu sebanyak 47 sampel (58%), 31-40 4 4,9
sedangkan perempuan sebanyak 24 sampel 41-50 13 16
(42%) (Tabel 3.1). Kemudian jumlah penderita 51-60 21 25,9
61-70 21 25,9
penyakit jantung hipertensi pada usia 21 >70 21 25,9
sampai 30 tahun sebanyak 1 sampel (1,2%), Total 81 100
pada usia 31 sampai 40 tahun sebanyak 4
sampel (4,9%), pada usia 41 sampai 50 tahun Tabel 3. Nilai Diagnostik Kriteria
sebanyak 13 sampel (16%), pada usia 51 Elektrokardiografi Hipertrofi Ventrikel Kiri
sampai 60 tahun sebanyak 21 sampel (25,9%),
Nilai Sokolo Romhil Frami Corn
pada usia 61 sampai 70 tahun sebanyak 21 Diagnostik w-Lyon t-Estes ngham ell
sampel (25,9%), dan usia lebih dari 70 tahun Sensitivitas 28 45,3 52 44
sebanyak 21 sampel (25,9%) (Tabel 3.2). Spesifisitas 66,66 16,66 33,33 83,33
Dari hasil perhitungan diagnostik Nilai 87,5 87,17 90,6 97,05
didapatkan bahwa Kriteria Sokolow-Lyon Prediksi
Positif
memiliki sensitifitas sebesar 28%. Sedangkan, Nilai 6,89 2,3 5,3 10,63
spesifisitas Kriteria Sokolow-Lyon sebesar Prediksi
66,66%. Untuk nilai prediksi positif kriteria Negatif
Sokolow-Lyon sebesar 87,5%, dan nilai
prediksi negatif sebesar 6,89%.
Kriteria Romhilt-Estes memiliki
sensitifitas sebesar 45,3%. Sedangkan,
spesifisitas Kriteria Romhilt-Estes sebesar
16,66%. Untuk nilai prediksi positif kriteria
Romhilt-Estes sebesar 87,17%, dan nilai
prediksi negatif sebesar 2,3%.
Kriteria Framingham memiliki
sensitifitas sebesar 52%. Sedangkan,
spesifisitas Kriteria Framingham sebesar
33,33%. Untuk nilai prediksi positif kriteria
Framingham sebesar 90,6%, dan nilai prediksi
negatif sebesar 5,2%.
Kriteria Cornell memiliki sensitifitas
sebesar 44%. Sedangkan, spesifisitas Kriteria
Cornell sebesar 83,33%. Untuk nilai prediksi Grafik 1 Perbandingan Nilai Uji Diagnostik Kriteria
positif kriteria Cornell sebesar 97,05%, dan Elektrokardiografi Hipertrofi Ventrikel Kiri
nilai prediksi negatif sebesar 10,63%.
4. Pembahasan
Tabel 1. Distribusi Pasien Penyakit Jantung
Hipertensi Berdasarkan Jenis Kelamin Irene A.S. (2005) melakukan penelitian yang
dilakukan terhadap 76 orang penderita yang
Jenis Kelamin Jumlah (%) telah dilakukan pemeriksaan ekokardiografi.6
Laki-Laki 47 58
Perempuan 34 42
Penentuan diagnosis hipertrofi ventrikel kiri
Total 81 100 jika indeks massa ventrikel kiri lebih besar dari
137 g/m2 pada laki-laki dan 106 g/m2 pada
59

wanita, dinyatakan hipertrofi ventrikel kiri. kriteria Romhilt-Estes 86,5%, kriteria Cornell
Didapatkan hasil nilai sensitivitas dari masing- 91,0%.
masing kriteria sebagai berikut: kriteria
Sokolow-Lyon 6,45%, kriteria Romhilt-Estes 5. Simpulan
3,23%, kriteria Framingham 9,68%, kriteria
Cornell 3,23%. Hasil Spesifisitas kriteria Kriteria elektrokardiografi Cornell lebih baik
Sokolow-Lyon 100%, kriteria Romhilt-Estes dalam mendeteksi hipertrofi ventrikel kiri pada
100%, kriteria Framingham 95,56%, kriteria pasien penyakit jantung hipertensi dengan
Cornell 100%. Hasil nilai prediksi positif sensitivitas sebesar 44% dan spesifisitas
kriteria Sokolow-Lyon 100%, kriteria Romhilt- sebesar 83,33%.
Estes 100%, kriteria Framingham 60%,
kriteria Cornell 100%. Hasil nilai prediksi Ucapan Terima Kasih
negatif kriteria Sokolow-Lyon 60,81%, kriteria
Romhilt-Estes 60,53%, kriteria Framingham Penulis mengucapkan terima kasih kepada
60,53%, kriteria Cornell 60,53%. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan
Sementara itu penelitian yang telah semua pihak yang membantu dalam upaya
dilakukan oleh Casiglia E. dkk (2008)4 terlaksananya penelitian ini.
dilakukan terhadap 1.699 sampel yang telah
dilakukan pemeriksaan ekokardiografi dan Daftar Acuan
elektrokardiografi standar. Penentuan
diagnosis hipertrofi ventrikel kiri jika indeks 1. Sudoyo, A. W., et al. 2006. Buku Ajar Ilmu
massa ventrikel kiri lebih besar dari 134 g/m2 Penyakit Dalam, Jilid III. Edisi 4. Jakarta:
pada laki-laki dan 110 g/m2 pada wanita, Pusat Penerbitan IPD FKUI.
dinyatakan hipertrofi ventrikel kiri. 2. Kasper, D. L. 2005. Harrison’s Principles
Didapatkan hasil nilai sensitivitas dari masing- of Internal Medicine (Sixteenth Edition).
masing kriteria pada laki-laki dengan usia Amerika Serikat: The McGraw-Hill
kurang dari 69 sebagai berikut: kriteria Companies.
Sokolow-Lyon 17%, kriteria Romhilt-Estes 3. Weber, J. R. 1991. Left Ventricular
22,5%, kriteria Cornell 5,9%. Hasil Hypertrophy: Its Prevalence, Etiology, and
Spesifisitas kriteria Sokolow-Lyon 90,8%, Significance. Clin. Cardiol. Vol. 14 Supp.
kriteria Romhilt-Estes 86,1%, kriteria Cornell III: 13-17.
99,3%. Hasil nilai prediksi positif kriteria 4. Casiglia, E. et al. 2008.
Sokolow-Lyon 16,5%, kriteria Romhilt-Estes Electrocardiographic Criteria of Left
21,6%, kriteria Cornell 5,9%. Hasil nilai Ventricular Hypertrophy in General
prediksi negatif kriteria Sokolow-Lyon 84,5%, Population. Eur J Epidemiol.
kriteria Romhilt-Estes 79,3%, kriteria Cornell 5. Levy, D. et al. 1990. Determinants of
95,1%. Dan didapatkan hasil nilai sensitivitas Sensitivity and Specificity of
dari masing-masing kriteria pada wanita Electrocardiographic Criteria for Left
dengan usia kurang dari 69 sebagai berikut: Ventricular Hypertrophy. Circulation
kriteria Sokolow-Lyon 10,3%, kriteria Romhilt- Journal of American Heart Association.
Estes 15,4%, kriteria Cornell 10,3%. Hasil Vol. 81: 815-820.
Spesifisitas kriteria Sokolow-Lyon 97,6%, 6. Sari, I. S. 2005. Nilai Diagnostik Beberapa
kriteria Romhilt-Estes 96,2%, kriteria Cornell Kriteria Hipertrofi Ventrikel Kiri Secara
97,6%. Hasil nilai prediksi positif kriteria Elektrokardiografik pada Penderita
Sokolow-Lyon 10%, kriteria Romhilt-Estes Hipertensi dibanding dengan
14,4%, kriteria Cornell 10,0%. Hasil nilai Ekokardiografi. Semarang: Bagian
prediksi negatif kriteria Sokolow-Lyon 90,9%, Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro.