You are on page 1of 4

.

Relevansi

 Nilai umpan balik (feedback value) adalah suatu alat bantu laporan
keuangan dari umpan balik kejadian masa lalu yang membantu
dalammengkonfirmasi atau memperbaiki perkiraan sebelumnya.

 Nilai prediksi (predictive value) adalah nilai perkiraan dari informasi-


informasi sebelumnya untuk memberikan prediksi di masa yang akan
datang. Sebagai contoh, ketika perusahaan menyajikan laporan laba rugi
komparatif, seorang investor memiliki informasi untuk membandingkan
hasil operasi tahun lalu dengan tahun ini. Hal ini memberikan dasar umum
untuk mengevaluasi perkiraan sebelumnya dan untuk menfestimasi hasil
yang muungkin diperoleh tahun depan.

 Tepat waktu (timeliness) adalah aspek yang penting agar informasi dapat
“membuat suatu perbedaan” karena apabila informasi baru bisa didapat
setelah keputusan diambil, tidak akan banyak berguna. Pelaporan
keuangan banyak dikritik mengenai ketepatan waktunya karena pada
masa teknologi informasi seperti sekarang, pemakai laporan keuangan
semakin ingin mendapatkan jawaban dadlam waktu singkat, bukan pada
akhir suatu tahun atau suatu kuartal.

2. Keandalan

 Dapat diverifikasi (verifiability) adalah suatu elemen yang harus dimiliki


oleh akuntan untuk mencari dasar pengukuran laporan keuangan yang
dapat diverifikasi oleh akuntan laen yang terlatih dengan menggunakan
metode yang sama.

 Penyajian yang jujur (representational faithfullness) berarti bahwa ada


kesesuaian antara pengukuran dengan aktifitas ekonomi atau unsur
akuntansi yang diukur.

 Netralitas (neutrality) merupakan konsep yang serupa dengan konsep yang


berkaitan dengan “kejujuran”. Apabila laporan keuangan bertujuan untuk
memuaskan sebagian besar kelompok pemakainya, maka informasi yang
disajikan tidak boleh berpihak terhadap kepentingan suatu kelompok dari
pemakainya dan mengorbankan kelompok lain. Netralitas juga
mencerminkan bahwa pembentuk standar akuntansi tidak boleh
dipengaruhi oleh dampak potensial dari peraturan baru terhadap
perusahaan atau industri tertentu. Pada umumnya, netralitas merupakan
hal yang sangat sulit dicapai karena perusahaan yang mungkin dirugikan
oleh adanya peraturan baru akan melakukan lobi-lobi untuk melawan
standar yang diajukan.

Kualitatif Sekunder

1. Dapat dibandingkan (comparability) adalah bahwa informasi menjadi lebih


berguna ketika dapat dikaitkan dengan suatu tolak ukur atau standar.
Perbandingan dapat dilakukan dengan data dari perusahaan lain atau informasi
yang sejenis dengan perusahaan yang sama, tetapi pada periode yang berbeda.

2. Konsistensi (consistency) adalah perbandingan dalam data akuntansi untuk


perusahaan yang sama selama beberapa periode. Perbandingan membutuhkan
bahwa kejadian yang serupa dicatat dengan cara yang sama dalam laporan
keuangan dari perusahaan yang berbeda dan untuk perusahaan tertentu dalam
periode yang berbeda. Namun demikian, harus diakui bahwa keseragaman bukan
selalu menjadi jawaban dari perbandingan. Kondisi yang berbeda mungkin akan
membutuhkan perlakuan akuntansi yang berbeda.

Hambatan

1. Materialitas (materiality) adalah suatu penggunaan elemen laporan keuangan


dimana seorang akuntan harus menggunakan penilaiannya dalam menentukan
apakah suatu unsur material atau tidak.

2. Konservatisme (conservatism) adalah yang secara historis telah menjadi prinsip


petunjuk di balik banyak praktik akuntansi. Konsep konservatisme dapat
disimpulkan sebagai berikut: Apabila ragu, akui semua kerugian tetapi jangan
mengakui adanya keuntungan. Dalam merumuskan kerangka kerja konseptual,
FASB tidak memasukkan konservatisme dalam daftar karakteristik kualitatif.
Namun, konservatisme merupakan konsep yang sangat penting. Laporan
keuangan cenderung bias untuk melaporkan terlalu rendah nilai aset dan
keuntunganyang kehilangan karakteristik relevansi dan keandalan.

c. Konsep Pengakuan dan Pengukuran LaporanKeuangan

Asumsi Akuntansi DalamModel Tradisional

 Entitas Ekonomi ( Economic Entity )

Perusahaan bisnis bisa dipandang sebagai entitas ekonomi yang terpisah dan
berbeda dari pemiliknya atau unit bisnis lainnya . Mengidentifikasi luas suatu
entitas ekonomi secara pasti merupakan hal yang sangat sulit dengan semakin
banyaknya jaringan anak perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan besar dan
anak dari anak perusahaan yang dengan kaitan bisnis yang kompleks antara
anggota-anggotanya . Pada sisi lain, terkadang sulit untuk memisahkan transaksi
personal yang dilakukan oleh pemilik dengan transaksi dari bisnis kecil.

 Kelangsungan Usaha ( Going Concern )

Asumsi kelangsungan usaha ini mendukung penyusunan neraca yang melaporkan


biaya yang dianggarkan untuk aktivitas di masa yang akan datang daripada nilai
pasar dari properti yang akan direalisasikan pada saat terjadi likuidasi sukarela
atau penjualan terpaksa. Asumsi yang sama juga diperlukan dalam
penyusunan laporan laba rugi, akan tetapi hanya untuk bagian pendapatan dan
biaya yang dialokasikan.

 Satuan Mata Uang Yang Stabil( Stable Monetary Unit )

Transaksi diasumsikan dapat diukur dalam satuan mata uang yang stabil . Oleh
karena asumsi diabaikan . Bagi banyak akuntan , hal ini merupakan keterbatasan
yang serius dari model akuntansi . Pada akhir 1970-an ketika tingkat inflasi AS
mencapai dua digit, FASB mengadopsi sebuah standar (statement no.33) yang
mengharuskan pengungkapan tambahan untuk angka yang telah disesuaikan
dengan inflasi. Namun , karena laju inflasi relative rendah selama 15 tahun
terakhir , minat atas statement no.33 hilang , dan standar tersebut dibatalkan .
Tentu saja beberapa negara lain yang secara historis memiliki nilai inflasi yang
cukup tinggi secara rutin mensyaratkan laporan keuangan yang disesuaikan
dengan tingkat inflasi

 Periode Akuntansi (Accounting Period )

Oleh karena laporan keuangan diperlukan secara tepat waktu, umur dari entitas
bisnis dibagi dalam periode akuntansi (accounting period) yang spesifik. Biasanya
, tahun merupakan periode normal untuk pelaporan , ditambah dengan laporan
keuangan sementara setiap kuartal. Banyak pemakai laporan keuangan
menginginkan laporan yang cepat dan menganggap periode kuartalan terlalu
lama.Namun di lain pihak , banyak pemimpin usaha AS terkadang menyatakan
bahwa siklus pelaporan kuartalan ini terlalu singkat dan memaksa manajer
berfokus pada keuntungan jangka pendek dibandingkan pertumbuhan jangka
penjang . Banyak negara lain seperti Inggris mensyaratkan laporan keuangan
setengah tahun.