Вы находитесь на странице: 1из 22

TEKNIK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Indi Andini 20176322019

Iselfia Myatrizky 20176321020

Livia Echa Saputri 20176323024

Nurvia Ramadan 20176323033

Dosen pembimbing:

Sarliana Zaini, SKM, M.Kep

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PONTIANAK JURUSAN

KEPERAWATAN SINGKAWANG PROGRAM

STUDI D-IV KEPERAWATAN

2017/2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami limpahan rahmat sehingga
kami mampu menyelesaikan makalah tentang “Teknik Komunikasi Yang Efektif”
ini untuk memenuhi tugas mata kuliah komunikasi dalam keperawatan dengan baik.

Dalam penyusunannya, kami banyak memperoleh bantuan dari berbagai


pihak, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada
Ibu Sarliana Zaini, SKM, M.Kep yang telah memberikan dukungan dan
bimbingannya.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini masih jauh dari kata
sempurna, karena itulah kritik dan saran yang membangun dari dosen dan teman-
teman sangat kami harapkan.

Singkawang, 10 Januari 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ........................................................................................... 3


B. Rumusan masalah ..................................................................................... 4
C. Tujuan penulisan ....................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian komunikasi efektif .................................................................. 5


B. Ciri-ciri komunikasi efektif ...................................................................... 5
C. Syarat komunikasi efektif ......................................................................... 10
D. Keteramplan komunikasi efektif ............................................................... 12
E. Menjadi seorang komunikator yang terampil ....................................... 17
F. Faktor komunikasi efektif ......................................................................... 18

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................... 20
B. Saran ......................................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 21

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Komunikasi adalah bentuk interaksi secara lisan atau bukan lisan di


antara dua orang atau lebih. Ini termasuk pernyataan sikap, nilai, minat,
kepercayaan, perasaan dan pemikiran dalam kehidupan hari-hari.

Komunikasi efektif tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka,


melainkan bentuk dari apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang
membenarkan hati, sikap badan, ungkapan minat, sikap dan perasaan yang
sama. Diterimanya pengertian yang sama adalah merupakan kunci dalam
komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang sama, maka
yang terjadi adalah “dialog antara orang satu”.

Manusia berkomunikasi karena ada beberapa tujuan yang hendak


dicapai. Tujuan pertama, individu berkomunikasi dengan manusia lain adalah
karena individu tersebut hendak memahami orang lain. Individu hendaknya
mengenali siapa mereka, siapa diri mereka, apa yang mereka pikirkan, apa
yang mereka rasakan dan macam-macam lagi konteks kalimat berkenaan
dengan dirinya. Menurut Smith (1966), komunikasi manusia adalah satu
rangkaian proses yang harus yang digunakan manusia untuk berinteraksi,
mengawali antara satu sama lain dan memperoleh kepahaman.

Komunikasi efektif merupakan Komunikasi yang mampu


menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat
dalam komunikasi. Kita harus sadar akan pentingnya komunikasi khususnya
komunikasi efektif, agar segala sesuatu yang kita tampilkan dan lakukan adalah
komunikasi, maka penampilan dan segala sesuatu yang kita lakukan
merupakan pesan.

3
4

B. Rumusan masalah

Untuk memudahkan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini


memiliki beberapa rumusan masalah, yaitu:

1. Pengertian komunikasi efektif


2. Teknik berkomunikasi efektif

C. Tujuan Penulisan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat mengaplikasikan
bagaimana caranya berkomunikasi efektif.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian komunikasi efektif

Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang


menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara
pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektifitas dari suatu proses
komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.

Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan


sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena
itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune”
,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan
yang disampaikan. Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi
menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian,
dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan
hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.

Komunikasi efektif dipandang sebagai suatu hal yang


penting dan kompleks. Dianggap penting karena ragam dinamika kehidupan
(bisnis, politik, misalnya) yang terjadi biasanya menghadirkan situasi kritis
yang perlu penanganan secara tepat, munculnya kecenderungan untuk
tergantung pada teknologi 12 yang kita lakukan baik di sekolah formal maupun
pendidikan informal lainnya. bahkan menurut covey, hanya sedikit orang yang
pernah mengikuti pelatihan mendengar. dan sebagian besar pelatihan tersebut
adalah teknik etika kepribadian, yang terpotong dari dasar karakter dan dasar
hubungan yang mutlak vital bagi pemahaman kita terhadap keberadaan orang
lain.

B. Ciri-ciri komunikasi efektif


1. Istilah.
Penggunaan istilah yang diartikan “sama” antara pengirim dan penerima
pesan merupakan aturan dasar untuk mencapai komunikasi yang efektif.

5
6

Kata – kata yang samar artinya ( mempunyai lebih dari satu makna) dapat
menimbulkan kebingungan dan salah pengertian.
2. Spesifik
Pesan yang di pertukarkan harus spesifik. Maksudnya, pesan yang
disampaikan harus jelas, sehingga si penerima pesan dapat menerima dan
mengulangi dengan benar.
3. Tersusun baik
Pesan harus berkembang secara logis dan tidak boleh terpotong-potong.
4. Objektif, akurat, dan aktual.
Pengirim informasi harus berusaha menyampaikan pesan seobjektif
mungkin.
5. Efisien
Pesan di sampaikan seringkas dan seoriginal mungkin serta harus berusaha
untuk menghilangkan kata yang tidak relavan.
6. Hukum Komunikasi Yang Efektif
Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective
Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata
yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH,
yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi
itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta
kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari
orang lain.
Hukum1: Respect

Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif


adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang
kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum
yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah
bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika
kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan
penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita
membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan
menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan
7

sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai


individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya
How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang
merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia
adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang
ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa
“Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk
dihargai.” Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan
ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang
harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan
tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu
yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam
telapak tangannya.

Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah


perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun,
mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah
kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan
cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain
melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang
tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit
dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute
Manager.

Hukum2: Empathy

Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada


situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat
utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk
mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau
dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan
untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang
sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru
8

dimengerti (Seek First to Understand –understand then be understood to


build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust).
Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Dengan memahami
dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun
keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun
kerjasama atau sinergi dengan orang lain.

Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan


pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima
pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran
(marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior)
merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita
dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat,
harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk
komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama
tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain
dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan,
dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur
utama dalam membangun teamwork. Jadi sebelum kita membangun
komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami
dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita
akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan
dari penerima. Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan
bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik
apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau
mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal
esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak
akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan
arus balik dari penerima pesan.

Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the


lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar
dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.
9

Hukum3: Audible

Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti


dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu
ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti
pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum
ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau
delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh
penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk
menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio
visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat
diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa
pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh
penerima pesan.

Hukum4: Clarity

Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka


hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu
sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai
penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal
ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan
korespondensi tingkat tinggi.Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang
dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang
tidak sederhana.

Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam


berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang
ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya
(trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa
keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan
menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
10

Hukum5: Humble

Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah


sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum
pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari
oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap
Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang
penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap
menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan
memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela
memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta
mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum


pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang
komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan
hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect),
karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang
saling menguntungkan dan saling menguatkan.

C. Syarat komunikasi efektif

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :

 Menciptakan suasana yang menguntungkan.


 Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
 Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak
komunikan.
 Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat
menguntungkannya.
 Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihk
komunikan.
 Berbicara tentag minat atau awareness di pihak komunikan, dapat
dikemukakan bahwa minat akan timbul bilamana ada unsur-unsur sebagai
berikut :
11

 Tersedianya suatu hal yang menarik minat.


 Terdapat kontras, yaitu perbedaan antara hal yang satu dengan
lainnya, sehingga apa yang menonjol itu menumbuhkan perhatian.
 erdapat harapan untuk mendapat keuntungan atau mungkin gangguan
dari hal yang dimaksudkan.

Itulah beberapa hal saja yang dapat menimbulkan sesuatu komunikasi


yang efektif.

Syarat utama agar komunikasi ituefektif adalah kredibilitas


Keterampilan komunikasi antar perorangan adalah kemampuan untuk terus
menerusmembangun kredibilitas dan dapat dipercayanya segala apa yang kita
komunikasikan. Untuk membangun kredibilitas harus ada isi pesan yang jelas,
suara/intonasi dalam menyampaikan pesan dan wahana bagaimana orang itu
menyampaikan pesan. Jadi semakin seseorang tidak konsekuen dengan ketiga
hal tersebut, maka akan menentukan kredibilitas sesorang, semakin tidak
konsekuen akan menjadi semakin “tidak dipercaya”.

Johnson, Sutton dan Harris (2001: 81) menunjukkan cara-cara agar


komunikasi efektif dapat dicapai. Menurut mereka, komunikasi efektif dapat
terjadi melalui atau dengan didukung oleh aktivitas role-playing, diskusi,
aktivitas kelompok kecil dan materi-materi pengajaran yang relevan. Meskipun
penelitian mereka terfokus pada komunikasi efektif untuk proses belajar-
mengajar, hal yang dapat dimengerti di sini adalah bahwa suatu proses
komunikasi membutuhkan aktivitas, cara dan sarana lain agar bisa berlangsung
dan mencapai hasil yang efektif. Menurut Thomas Leech dalam bukunya “Say
it like Shakespeare”. Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi
yang harus kita perhatikan yaitu:

i. Pengirim pesan (sender),


ii. Pesan yang dikirimkan (message),
iii. Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media),
iv. Penerima pesan (receiver),
v. Umpan balik (feedback).
12

Leech menambahkan, bahwa untuk membangun komunikasi yang


efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam
komunikasi, yaitumembaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara
(bahasa lisan). Begitu pentingmya, banyakorang menghabiskan waktunya
untukmelakukan,paling tidak,salah satu keempat keterampilan itu.
Komunikasi efektif tejadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan
komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga
tidak terjadi salah persepsi. Komunikasi adalah sebuah kegiatan mentransfer
sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. Namun, tidak semua orang
mampu melakukan komunikasi dengan baik. Terkadang ada orang yang
mampu menyampaikan semua informasi secara lisan tetapi tidak secara tulisan
ataupun sebaliknya.

D. Keteramplan komunikasi efektif

Keterampilan dalam berkomunikasi secara efektif dapat dipelajari dan


dikuasai dengan latihan rutin dan berkesinambungan secara terus menerus.
Untuk dapat melakukan komunikasi efektif ada beberapa hal yang tidak boleh
dilakukan yaitu :

 Menganalisa
 Menyalahkan
 Menghakimi
 Menasehati
 Menginterogasi

Keterampilan yang harus dimiliki dalam melakukan komunikasi


efektif adalah keterampilan mendengarkan dan bertanya. Dalam proses
berkomunikasi, seseorang harus mampu mendengarkan dan memahaminya
dengan baik. Kemudian mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang saling
memiliki keterkaitan dan mengarah pada suatu solusi atau ketenangan untuk
masing-masing pihak. Sehingga tujuan utama dalam komunikasi yang efektif
adalah sebuah win-win solution. Tak ada satupun orang yang mau disalahkan,
inilah konsep dasar dari komunikasi efektif. Komunikasi efektif atau dalam
13

bahasa lain sering pula disebut diplomasi, perlu dilakukan untuk dapat
membangun sebuah kesamaan keinginan dari sebuah informasi yang
disajikan. Sehingga tujuan yang ingin diraih dapat dilakukan secara bersama-
sama.

Komunikasi efektif dapat dilakukan oleh setiap orang. Jika ada yang
merasa tidak mampu, hal ini lebih Karen masalah pembiasaan saja. Melatih
orang berkomunikasi secara efektif bisa dilakukan dengan langsung pada
prakteknya. Walaupun sepintas sepele, hal ini dapat membantu setiap individu
untuk mencapai sebuah kesuksesan baik di dalam kehidupan pribadinya
maupun dalam kehidupan karirnya.

Ketika anda ingin berkomunikasi dengan orang lain, lakukanlah


dengan efektif. Dalam kondisi apapun disarankan agar anda selalu dapat
melakukan komunikasi secara efektif. Dengan berkomunikasi efektif kita
dapat menunjukan kepribadian yang berkarakter positif dan membuka diri
untuk selalu tumbuh dan berkembang menuju kesuksesan secara bersama-
sama. Mengembangkan kemampuan komunikasi Anda Bila anda mencoba
untuk terhubung dengan lingkaran orang-orang yang lebih besar, anda perlu
menanyakan 5 pertanyaan ini pada diri anda sendiri :

 Apakah anda menemukan kesamaan antara anda berdua?


 Apakah anda membuat mereka merasa nyaman?
 Apakah anda membuat mereka merasa dimengerti?
 Apakah hubungan anda dengan jelas didefinisikan?
 Apakah mereka merasakan emosi yang positif akibat berinteraksi dengan
Anda?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anda harus


mempertimbangkan penjelasan dibawah ini:

Kemampuan Komunikasi Yang Efektif

1) Berikan kesan bahwa anda antusias berbicara dengan mereka. Beri


mereka kesan bahwa anda lebih suka berbicara dengan mereka daripada
orang lain di muka bumi ini. Ketika anda memberi mereka kesan bahwa
14

anda sangat antusias berbicara dengan mereka dan bahwa anda peduli
kepada mereka, anda membuat perasaan mereka lebih positif dan percaya
diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda dan sangat mungkin
memiliki percakapan yang mendalam dengan anda.
2) Ajukan pertanyaan tentang minat mereka ajukan pertanyaan terbuka
yang akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan
mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka
memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup
mereka.
3) Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka rasakan
bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa
tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan
kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan
merespon lebih positif.
4) Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda
kagumi tentang merekadan mengapa.Salah satu cara terbaik untuk segera
berhubungan dengan orang adalah dengan menjadi jujur dan
memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka.
Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan
pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama
efektif.
5) Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan
Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya
selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka
katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa
anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan anda
sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga
pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak mengerti pada
hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari semua
penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika anda ingin
mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.
15

6) Beri mereka kontak mata yang lama, kontak mata yang kuat
mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya terpikat
oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan
bahwa anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan,
mereka juga akan menganggap anda yakin pada diri anda sendiri karena
kesediaan anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang
secara alami akan lebih memperhatikan anda dan apa yang anda katakan.
7) Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin salah satu cara terbaik untuk
mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri
seterbuka mungkin. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup
anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal
sehari-hari. Ketika anda bercerita tentang diri anda, pastikan untuk tidak
menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka
atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui
lebih jauh tentang diri anda seiring membangun sebuah ikatan. Bila anda
menggunakan kata-kata tersebut, anda membuatnya tampak seperti anda
dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim
yang berbeda.
8) Berikan mereka senyuman terbaik anda Ketika anda tersenyum pada
orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan
kehadiran mereka membawa anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka
akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada anda
yang secara langsung akan membangun hubungan antara anda berdua.
9) 10. Menawarkan saran yang bermanfaat kenalkan tempat makan yang
pernah anda kunjungi, film yang anda tonton, orang-orang baik yang
mereka ingin temui, buku yang anda baca, peluang karir atau apa pun
yang terpikirkan oleh anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang,
tempat atau hal-hal tersebut. Jika anda memberi ide yang cukup menarik
perhatian mereka, mereka akan mencari anda ketika mereka memerlukan
16

seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus


dilakukan selanjutnya.
10) Beri merekamotivasi Jika orang yang anda hadapi lebih muda atau dalam
posisi yang lebih sulit dari anda, mereka mungkin ingin mendengar
beberapa kata motivasi dari anda karena anda lebih berpengalaman atau
anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik . Jika anda ingin
memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, anda tentu saja
tidak ingin tampak seperti anda memiliki semuanya sementara mereka
tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan
keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan anda
sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.
11) Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang
lain. Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan
mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika anda
secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada
orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju
seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara
konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh anda bahwa anda
memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan
merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun
jangan juga anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan
orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat
akan membangun antusiasme mereka.
12) Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka –
nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang
sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering anda
katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana anda
mengatakannya. Hal Ini dapat terbantu dengan cara anda berlatih
mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai anda
merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika anda menyebutkan nama
mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal,
mereka akan menemukan bahwa anda lah yang paling berkesan.
17

13) Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju –


Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memajukan
persahabatan anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan
mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga,
dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran anda, mereka
akan tetap tersanjung bahwa anda ingin mereka menjalani persahabatan
ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang anda
karena anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan
mengharapkan persahabatan yang instan.
E. Menjadi Seorang Komunikator yang Terampil
Jika anda dapat mengembangkan beberapa saja dari teknik ini, anda
secara dramatis akan meningkatkan kemampuan anda untuk berhubungan
dengan orang dari semua lapisan dalam hidup anda. Luangkan waktu untuk
mengamati orang yang paling sosial dalam kehidupan anda dan anda akan
melihat banyak dari metode-metode diatas yang diaplikasikan. Mereka tidak
melakukan dengan cara yang kaku, mereka melakukannya secara alami dan
dengan cara yang cocok dengan situasi saat itu.
Untuk hasil terbaik, santai saja dan biarkan teknik ini mengalir dari
dalam diri anda secara alami. Pilih teknik-teknik yang paling cocok dengan
kepribadian anda dan apa tujuan anda ketika berinteraksi dengan orang.
Belajarlah untuk bisa merasakan teknik mana yang cocok ataupun tidak
cocok dengan berbagai macam karakter orang dan situasi sesuai dengan
kepridadian anda. Ketika anda berhasil mengembangkan kemampuan anda
berkomunikasi dengan orang-orang, maka akan membawa anda pada
banyak sekali peluang baru yang tidak tersedia untuk anda sebelumnya,
kebanyakan orang lebih memperhatikan apa yang dikatakan atau berpikir
tentang apa didengar dan bagaimana kata-katanya dapat dimengerti orang
lain. Tetapi cara ini kurang berkenan bila dilakukan pada diskusi dan bisa
memicu pertengkaran. Untuk itu Anda dapat menjadi komunikator yang
lebih efektif dengan berbicara penuh perhatian dengan siapa pun juga.
“Bagaimana aku bisa tahu apa yangdiamau?” adalah kekhawatiran tentang
pertanyaan dalam suatu hubungan. Banyak orang tidak ingin ditolak,
18

dikritik atau menebak salah apa yang orang lain inginkan. Selain sebagian
besar orang langsung menjawab “ya” saat seseorang mengajukan
pertanyaan. Karena sebagian besar interaksi kita terjadi melalui percakapan,
teknik sederhana yang dapat digunakan untuk berkomunikasi efektif adalah
berbicara penuh perhatian. Maksudnya adalah benar-benar memperhatikan
dan tidak menebak apa yang orang lain pikirkan. Berbicara penuh perhatian
berarti memperhatikan, tidak hanya untuk apa yang dikatakan, tetapi juga
memahami respon lawan bicaranya. Mulai dari ekspresi wajah, gerakan
tubuh dan postur yang memberikan petunjuk apakah lawan bicara tertarik,
gelisah, mata mengembara, bosan, bingung atau tatapan kosong.

F. Faktor Komunikasi Efektif

Dari kesemua teknik komunikasi efektif diatas, masih ada faktor lain
yang harus kamu perhatikan, karena faktor – faktor ini juga sangat
berpengaruh untuk menciptakan sebuah komunikasi yang efektif. Faktor –
faktor yang tersebut antara lain adalah :

1. Completeness (Lengkap): Komunikasi harus dilakukan dengan


penyampaian yang lengkap atau boleh juga menggunakan rumus
5W+1H
2. Conciseness (Ringkas): Meskipun komunikasi harus lengkap, tapi
usahakanlah meringkasnya sebaik mungkin agar pengucapan kata-kata
lebih singkat, padat dan menarik perhatian.
3. Consideration (Penuh Pertimbangan): Selalu pertimbangkan kata-kata
yang kamu keluarkan dengan cara melihat pola pikir, tingkat
pendidikan, minat, kebutuhan, kepentingan, dan emosi dari lawan
bicara kamu.
4. Clarity (Jelas): Gunakan kata-kata yang tepat, jelas, bermakna tunggal,
dan tidak membingungkan lawan bicara kamu.
5. Concreteness (Nyata): Ketika berkomunikasi, usahakan memberikan
informasi sesuai dengan data dan fakta yang ada agar informasi tersebut
tidak disalah tafsirkan.
19

6. Courtesy (Tata Krama): Berkomunikasilah dengan tata krama yang


baik dan benar, jujur, tulus, sopan, bijak, reflektif, dan antusias, serta
perhatikan juga perasaan penerima pesan dan hal atau kondisi apa yang
sedang dibahas.
7. Correctness (Benar): Berkomunikasilah dengan informasi atau kata-
kata yang mengandung kebenaran dan kejujuran, jangan pernah
berbicara menggunakan informasi yang masih diragukan
kebenarannya.

Dengan menerapkan teknik-teknik komunikasi efektif diatas dengan


baik dan benar dalam setiap komunikasi yang akan kamu lakukan, maka
komunikasi tersebut akan berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan.
Setiap orang yang mengerti tatacara atau teknik berkomunikasi dengan baik
dan benar tidak akan pernah mengalami kendala apapun pada saat
berkomunikasi. Setiap komunikasi yang dilakukan akan dipenuhi oleh
suasana kebahagiaan, penuh persahabatan, dan rasa kekeluargaan antar
komunikan juga akan semakin tercipta.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Komunikasi yang efektif merupakan landasan bagi profesi
keperawatan dalam memberikan asuhan kebidanan karena tugas perawat
adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Proses komunikasi merupakan suatu penyampaian pesan, ide, atau
lambing kepada orang lain agar dapat mencapai persepsi yang sama sesuai
dengan yang dikehendaki oleh komunikator. Tujuan berkomunikasi adalah
memudahakan dan melancarkan pencapaian tujuan yang diinginkan
komunikan. Unsur dasar komunikasi terdiri atas komunikator, pesan,
saluran komunikasi, metode komunikasi, komunikan,lingkungan, dan
umpan balik.
Dalam asuhan keperawatan memerlukan latihan dan kepekaan serta
ketajaman perasaan, karena komunikasi terjadi tidak dalam kehampaan,
tetapi dalam dimensi nilai, waktu, dan ruang yang turut memengaruhi
keberhasilan komunikasi dan juga berpusat bagi perawat sebagai
komunikator.

B. Saran

Sebagai seorang perawat, komunikasi adalah hal yang sangat


penting dan merupakan kunci utama keberhasilan seorang perawat.
Sebaiknya dalam berkomunikasi dengan klien, seorang perawat harusnya
menjaga etika dan penampilannya dalam menghadapi kliennya. Menjaga
hak-hak pribadi dan hak-hak orang lain. Menghormati, menjaga perasaan
klien, dengan melihat kondisi ekonominya. Menjaga rahasia klien.

20
DAFTAR PUSTAKA

https://edoparnando27.wordpress.com/komunikasi-efetif/

https://pakarkomunikasi.com/teknik-komunikasi-efektif

http://www.komunikasipraktis.com/2014/09/teknik-dasar-komunikasi-efektif.html

21