You are on page 1of 32

MENGUKUR TEKANAN DARAH

No. Dokumen SOP/UKP/7.2.007/SLD


No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
1. 1. Pengertian Menilai tekanan darah yang merupakan indikator untuk menilai sistem
kardiovaskuler bersamaan dengan pemeriksaan nadi.
2. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam pemeriksaan tekanan darah
3. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 101/1.1001/KA-PUSK/
II/2017 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Salido
4. 4. Referensi BATES Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan , EGC,2008
5. 5. Prosedur 1. Spignomanometer (tensimeter)
2. Stetoskop dan sarung tangan
3. Buku catatan tanda vital dan pena.
6.Langkah- a. Beri salam, Petugas memperkenalkan diri
langkah
b. Jelaskan prosedur pada pasien
c. Cuci tangan

d. Gunakan sarung tangan (Pasien beresiko penularan)


e. Atur posisi pasien
f. Letakkan lengan yang hendak diukur pada posisi terlentang
g. Lengan baju dibuka
h. Pasang manset pada lengan kanan / kiri atas sekitar 3 cm diatas fossa cubiti
(jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar)
i. Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra / sinistra
j. Letakkan diafragma stetoskop diatas nadi brachialis, letakkan stetoskop
diatas denyut nadi yang telah ditentukan
k. Pompa balon udara isi manset sampai manometer setinggi 20mm Hg lebih
tinggi dari titik radialis tidak teraba
l. Kempeskan balon udara manset secara perlahan-lahan dengan cara memutar
scrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam
m. Catat tinggi air raksa manometer saat pertama kali terdengar kembali denyut
n. Catat tinggi air raksa pada manometer saat denyutan terakhir sebelum
hilang
o. Suara Korotkoff: menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi
p. Suara Korotkoff IV/ V : menunjukkan besarnya tekanan diastolic secara
auskultasi
q. Catat hasilnya pada catatan pasien
r. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
6. 7. Bagan Alir
Pasien Petugas Atur posisi pasien
datang menjelaskan
Prosedur
Pasang manset
pada lengan
kanan/kiri

Tentukan denyut nadi

letakkan stetoskop
diatas denyut nadi
yang telah

Pompa balon udara isi manset &


Kempeskan balon udara manset
secara perlahan-lahan

Catat hasilnya pada catatan


pasien

7. 8. Hal - hal -
yang perlu
diperhatikan
8. 9. Unit Terkait - Poli
- UGD
- Rawat Inap
10.Dokumen Rekam Medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan

2/2

MENGUKUR SUHU TUBUH


SOP No. Dokumen SOP/UKP/7.2.008/SLD
No. Revisi 00
Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
9. 1. Pengertian Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas
dari tubuh, yang diukur dalam unit panas yang disebut derajat.
10. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam mengukur suhu tubuh
11. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 101/1.1001/KA-PUSK/
II/2017 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Salido
12. 4. Referensi BATES Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan , EGC,2008
13. 5. Prosedur 1. Termometer
3 buah botol:
 Botol 1 berisi larutan sabun
 Botol 2 berisi larutan desinfektan
 Botol 3 berisi air bersih
2. Bengkok
3. Kertas / tissue
4. Buku catatan suhu
5. Sarung tangan ( Pasien beresiko penulaan )

14. 6.Langkah-
1. Beri salam, Petugas memperkenalkan diri
langkah
2. Jelaskan prosedur kepada klien

3. Cuci tangan

4. Gunakan sarung tangan ( Pasien beresiko penularan )

5. Atur posisi pasien

6. Tentukan letak aksila (Ketiak)

7. Turunkan suhu termometer dibawah antara 340C – 350C.

8. Letakkan termometer pada daerah aksila dan lengan pasien dengan


posisi fleksi diatas dada (mendekap dada)

9. Setelah 3 – 5 menit, angkat termometer dan baca hasilnya

10. Catat hasil

11. Bersihkan termometer dengan kertas / tissue

12. Cuci termometer dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih
dan keringkan.

13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan


7. Bagan Alir
Pasien Petugas
datang menjelaskan Atur posisi pasien
prosedur dan Tentukan
letak aksila
(Ketiak)

angkat Letakkan termometer


pada daerah aksila dan Turunkan
termometer dan suhu
baca hasilnya lengan pasien dengan
termometer
posisi fleksi diatas
dada (mendekap dada)

Cuci termometer
dengan air sabun, Cuci tangan
desinfektan, bilas setelah prosedur
dengan air bersih dilakukan
dan keringkan.
15. 8. Hal - hal
yang perlu
diperhatikan
16. 9. Unit Terkait - Poli
- UGD
- Rawat Inap
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
2/2

MENGUKUR PERNAFASAN
No. Dokumen SOP/UKP/7.2.009 /SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
17. 1. Pengertian Menghitung frekuensi pernafasan pasien selama 1 menit

18. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam mengukur pernafasan Pasien


19. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 101/1.1001/KA-PUSK/
II/2017 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Salido

20. 4. Referensi BATES Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan , EGC,2008
21. 5. Prosedur 1. Buku rekam medis dan pena
2. Aritimer / jam
22. 6.Langkah-
langkah 1. Beri salam, Petugas memperkenelkan diri
2. Jelaskan prosedur kepada pasien
3. Petugas cuci tangan
4. Petugas memposisikan pasien dibaringkan dalam posisi terlentang,
kecuali pasien sesak nafas bisa didudukkan
5. Tekan tombol Aritimer atau lihat detik jarum jam
6. Menghitung respirasi selama 1 menit
7. Mencatat hasil observasi kedalam catatan medis
8. Petugas cuci tangan.
23. 7. Bagan Alir
Pasien datang Menghitung
respirasi
selama 1 menit

Petugas
menjelaskan pasien
prosedur dibaringkan Catata Hasil
dalam posisi Observasi
telentang

24. 8. Hal - hal


yang perlu
diperhatikan
25. 9. Unit Terkait - Poli
- UGD
- Rawat Inap
- Kamar Bersalin
- KB
10.Dokumen Rekam Medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
2/2

MENGUKUR DENYUT NADI


No. Dokumen SOP/UKP/7.2.010 /SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
26. 1. Pengertian Prosedur pengukuran denyut nadi radialis dengan cara palpasi
27. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam mengukur denyut nadi
28. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 101/1.1001/KA-PUSK/
II/2017 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Salido

29. 4. Referensi BATES Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan ,
EGC,2008
30. 5. Prosedur 1. Alat pengukur waktu (jam tangan dengan jarum detik, stop watch)
2. Sarung tangan
3. Rekam medis pasien
4. Alat tulis
31. 6.Langkah-
langkah a. Beri Salam, Petugas memperkenalkan diri

b. Jelaskan prosedur kepada klien

c. Petugas Cuci tangan

d. Gunakan sarung tangan (Pasien beresiko penularan)

e. Minta pasien menyingsingkan baju yang menutupi pergelangan tangan


kanan.

f. Bila posisi pasien duduk : tangan diletakkan pada paha dan lengan lurus
sejajar badan (ekstensi).

g. Bila pasien berbaring : kedua lengan lurus sejajar badan dan


menghadap atas.
h. lakukan palpasi ringan arteri radialis dengan menggunakan jari
telunjuk dan jari tengah disepanjang lekuk radial pada pergelangan
tangan sisi ibu jari.

i. Rasakan denyut arteri radialis dan iramanya.

j. Hitung denyut jantung selama 1 menit.

k. Catat hasil pengukuran.

l. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

7. Bagan Alir
Petugas
Pasien Palpasi
menjelaskan Atur posisi arteri
datang
prosedur pasien radialis

Catat hasil Hitung denyut


pengukuran nadi 1 menit

32. 8. Hal - hal


yang perlu
diperhatikan
33. 9. Unit Terkait - Poli
- UGD
- Rawat Inap
- Kamar Bersalin
- KB
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
2/2

MENIMBANG BERAT BADAN


No. Dokumen SOP/UKP/7.2.011/SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
34. 1. Pengertian Menimbang berat badan dengan mempergunakan timbangan badan
35. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam menimbang berat badan
36. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 101/1.1001/KA-PUSK/
II/2017 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Salido

37. 4. Referensi Potter, 2000, perry Guide to Basic Skill and prosedur Dasar, Edisi III, Alih
bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC
38. 5. Prosedur 1. Timbangan Berat badan
2. Rekam medis pasien
3. Alat tulis
39. 6.Langkah- 1. Beri salam, petugas memperkenalkan diri
langkah 2. Jelaskan prosedur pada pasien
3. Beritahu pasien untuk melepas sandal / sepatu
4. Pasikan jarum berada dalam angka nol
5. Beritahu pasien untuk berdiri dengan tegak dan tenang
6. Bantu pasien naik ketimbangan
7. Atur ratio berat
8. Bantu pasien turun dari timbangan
9. Catat hasilnya

7. Bagan Alir
Petugas
Pasien Pastika
menjelaskan
datang Lepaskan jarum
prosedur
Alas kaki berada pada
pasien angka nol

Pasien Pasien Berdirir


Catat hasil Atur naik ke tegak & tenang
pengukuran ratio timbanga
berat n

40. 8. Hal - hal


yang perlu
diperhatikan
41. 9. Unit Terkait - Poli - UGD - Rawat Inap - KB
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
MENGUKUR TINGGI BADAN
No. Dokumen SOP/UKP/7.2.012/SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
42. 1. Pengertian Cara untuk mengetahui tinggi badan
43. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam mengukur tinggi badan
44. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 101/1.1001/KA-PUSK/
II/2017 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Salido

45. 4. Referensi Potter, 2000, perry Guide to Basic Skill and prosedur Dasar, Edisi III, Alih
bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC
46. 5. Prosedur 1. Alat pengukur tinggi badan
2. Rekam medis pasien
3. Alat tulis
47. 6.Langkah- 1. Beri salam, petugas memperkenalkan diri
langkah 2. Jelaskan prosedur pada pasien
3. Beritahu pasien melepas alas kaki
4. Mempersilahkan pasien berdiri tegak di tempat pengukuran,
menghadap petugas
5. Menarik alat pengukur TB tepat pada kepala pasien.
6. Melihat skala yang ada pada pengukur TB.
7. Mencatat hasil pengukuran pada rekam medis
7. Bagan Alir
pasien berdiri
Petugas tegak di
Pasien
menjelaskan tempat
datang Lepaskan
prosedur pengukuran,
Alas kaki menghadap
pasien petugas

Melihat skala
yang ada pada Menarik alat
Catat hasil pengukur TB tepat
pengukuran pengukur TB
pada kepala
pasien

48. 8. Hal - hal


yang perlu
diperhatikan
49. 9. Unit Terkait - Poli
- UGD
- Rawat Inap
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
MENGHITUNG TETESAN INFUS
No. Dokumen SOP/UKP/7.6.010/SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
50. 1. Pengertian Menghitung kecepatan infuse untuk mencegah ketidaktepatan pemberian
cairan

51. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam menghitung tetesan infuse


52. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 307 / 7.6.003 / KA-
PUSK / II /2017 tentang Penggunaan dan Pemberian obat dan/ atau cairan
intravena di Puskesmas

53. 4. Referensi Nursalam. 2008. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Jakarta: Salemba Medika.
54. 5. Prosedur 1. Jam dengan jarum detik
2. Rekam medis pasien
3. Alat tulis
6.Langkah- 1. Membaca order dokter dan ikuti enam benar untuk memastikan larutan
langkah yang benar.
2. Mencari tahu kalibrasi dalam tetesan per milimete dari set infuse (sesuai
petunjuk bungkus)
a. Tetes mikro (mikrodrip) ; 1 cc = 60 tetes
b. Tetes makro (makrodrip) ; 1 cc = 15 tetes, 1 cc = 20 tetes
3. Memilih salah satu rumus berikut
a. Millimeter per jam
Jumlah total cairan infuse (cc)
cc/jam = lama waktu penginfusan (jam)
b. Tetes permenit
Jumlah total cairan infuse (cc) x faktor tetesan
lama waktu penginfusan
4. Mencuci tangan
5. Memakai sarung tangan
6. Menetapkan kecepatan aliran dengan menghitung tetesan pada bilik drip
selama satu menit dengan jam, kemudian atur klem pengatur untuk
menaikkan atau menurunkan kecepatan infus
7. Mendokumentasikan pada catatan perawat mengenai larutan dan waktu
8. Perawat cuci tangan

7. Bagan Alir
Membaca program dokter dan ikuti enam
benar untuk memastikan larutan yang benar

Mencari tahu kalibrasi dalam tetesan per milimete


dari set infuse (sesuai petunjuk bungkus)

Memilih salah satu rumus

Menetapkan kecepatan aliran dengan menghitung


tetesan pada bilik drip selama satu menit dengan
jam

Mendokumentasikan pada catatan perawat

55. 8. Hal - hal


yang perlu
diperhatikan
56. 9. Unit Terkait - Kamar Bersalin
- UGD
- Rawat Inap
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
2/2

EKSTRAKSI SERUMEN
No. Dokumen SOP/SLD/7.7.003/SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
57. 1. Pengertian Suatu usaha atau tindakan mengeluarkan kotoran telinga dengan menggunakan
cotton bud maupun pengait serumen/sendok serumen yang terbuat dari besi.

58. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam melakukan ekstraksi serumen


59. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 101/1.1001/KA-PUSK/
II/2017 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Salido

60. 4. Referensi Chris Tanto et all. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Keempat, Jilid I. Penerbit
Media Aesculapius. FKUI. Jakarta. 2014
61. 5. Prosedur Alat dan Bahan:

1. Serumen hak/sendok serumen

2. Aplikator kapas/cotton bud


3. Bengkok beserta tissue
4. Sarung tangan
5. Senter
6.Langkah- 1. Beri salam, petugas memperkenalkan diri
2. Petugas mengidentifikasi keadaan serumen dengan memeriksa telinga
langkah 3. Petugas memberitahu pasien tentang kondisi serumen yang perlu diambil
dan prosedur tindakan
4. Pasien menandatangani persetujuan tindakan
5. Petugas mencuci tangan, kemudian memakai sarung tangan
6. Petugas menarik daun telinga ke atas dan ke belakang
7. Petugas mengarahkan senter ke lubang telinga pasien
8. Bila serumen sedikit, lunak, cair dan kental: petugas membersihkan dengan
aplikator hak atau sendok serumen
9. Bila serumen padat dan lunak:
a. Petugas menggunakan serumen hak atau sendok serumen
b. Petugas mengarahkan senter keliang telinga pasien
c. Petugas mengeluarkan serumen menggunakan serumen hak dengan
perlahan sedikit demi sedikit
10. Bila serumen padat dan membatu:
Petugas memberikan resep obat tetes carbo glycerin 0,5% selama 5 hari,
tujuannya agar serumen melunak dan mudah untuk dibersihkan atau
dikeluarkan
11. Perawat cuci tangan
7. Bagan Alir Petugas mengidentifikasi
keadaan serumen dengan Petugas mencuci Petugas menarik
memeriksa telinga
tangan, kemudian daun telinga ke atas
memakai sarung dan ke belakang
tangan

Bila serumen padat dan


membatu: Bila serumen padat dan Bila serumen sedikit,
lunak petugas Petugas lunak, cair dan kental:
Petugas memberikan obat tetes
mengeluarkan serumen
carbo glycerin 0,5% selama 5 petugas
hari menggunakan serumen
membersihkan
hak dengan perlahan
dengan aplikator hak
sedikit demi sedikit
atau sendok serumen

62. 8. Hal - hal


yang perlu
diperhatikan
63. 9. Unit Terkait
- UGD
- Poli

10.Dokumen Rekam medis


terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
2/2

PEMBERIAN OBAT ORAL


No. Dokumen SOP/SLD/7.6.011 /SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
64. 1. Pengertian Pemberian obat melalui oral merupakan pemberian obat melalui mulut dengan
tujuan mencegah, mengobati, dan mengurangi rasa sakit sesuai dengan jenis
obat.
65. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam memberikan obat dengan benar
66. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 307 / 7.6.003 / KA-
PUSK / II /2017 tentang Penggunaan dan Pemberian obat dan/ atau cairan
intravena di Puskesmas

67. 4. Referensi Hidayat AAA. (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, buku 2. Jakarta :
salemba Medika
Joyce, K & Everlyn, R.H. (1996). Farmakologi Pendekatan Proses
Keperawatan.Jakarta : EGC

68. 5. Prosedur Persiapan alat:


1. Obat-obatan
2. Tempat obat
3. Daftar buku obat/ jadwal pemberian obat

6.Langkah- a. 1. Membagi obat ketempat obat:


langkah  Mencuci tangan
 Membaca instruksi pada daftar obat dan ikuti prinsip 6 benar pemberian
obat
 Mengambil obat-obatan
 Menyiapkan obat dengan tepat menurut daftar obat (obat masih
dalam kemasan)
2. Membagi obat ke pasien:
 Memberi salam,
 Mengambil daftar obat kemudian obat diteliti kembali
 Membawa obat dan daftar obat ke pasien sambil mencocokan nama pada
tempat tidur dengan nama daftar obat
 Memastikan pasien benar dengan meanggil nama pasien sesuai dengan
nama pada daftar obat
 Memberi obat satu per satu ke pasien
 Catat perubahan, reaksi terhadap pemberian, dan evaluasi respon
terhadap obat dengan mencatat hasil peberian obat
 Mencuci tangan
7. Bagan Alir
Membagi obat Menyiapkan obat
ketempat obat dengan tepat Membagi obat
menurut daftar ke pasien
obat

Catat perubahan, Memastikan


reaksi terhadap pasien benar
pemberian, dan dengan meanggil
evaluasi respon nama pasien
terhadap obat sesuai dengan
dengan mencatat nama pada daftar
hasil peberian obat
obat

69. 8. Hal - hal Prinsip 6 benar dalam pemberian obat


yang perlu
diperhatikan
70. 9. Unit Terkait - Rawat Inap
- UGD

10.Dokumen Rekam medis


terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
2/2

PEMBERIAN INJEKSI INTRAVENA


MELALUI SELANG INFUS (BOLUS)

No. Dokumen SOP/SLD/7.6.012/SLD


No. Revisi 00
SOP
Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/3
UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
71. 1. Pengertian Pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena
atau melalui karet selang infuse dengan menggunakan spuit. Sedangkan
pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang menghantarkan darah ke
jantung.
72. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam pemberian injeksi intravena melalui selang infus
73. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 307 / 7.6.003 / KA-
PUSK / II /2017 tentang Penggunaan dan Pemberian obat dan/ atau cairan
intravena di Puskesmas

74. 4. Referensi Hidayat AAA. (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, buku 2. Jakarta :
salemba Medika
Joyce, K & Everlyn, R.H. (1996). Farmakologi Pendekatan Proses
Keperawatan.Jakarta : EGC
75. 5. Prosedur Persiapan alat:

1. Sarung tangan satu pasang

2. Spuit steril 3 ml atau 5 ml atau spuit imunisasi

3. Bak instrument

4. Bengkok

5. Kapas alkohol

6. Obat injeksi dalam vial atau ampul


7. Daftar pemberian obat

6.Langkah-
langkah 1. Memberikan salam dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan
dilakukan procedure serta tujuannya.

2. Menyiapkan alat dan bahan, membawa ke dekat pasien.

3. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin.

4. Mencuci tangan.

5. Memakai sarung tangan.

6. Tarik obat injeksi menggunakan spuit.

7. Memastikan tidak ada gelembung udara pada spuit dengan cara


mencoba spuit terlebih dahulu, lalu simpan pada bak instrumen.

8. Mencari tempat penyuntikan obat pada karet selang

9. Melalukan mendesinfeksi karet selang infus (bolus) dengan kapas


alkohol, secara sirkular dengan diameter + 5 cm.

10. Mengklem cairan infuse.

11. Menusukkan jarum ke dalam karet selang infus (bolus) dengan tangan
yang dominan.

12. Menarik sedikit penghisap untuk aspirasi apakah jarum sudah masuk
selang infus.

13. Memasukkan obat perlahan-lahan ke dalam vena dengan kecepatan


maksimal 5 cc/menit.

14. Menarik jarum keluar setelah obat dimasukkan, selanjutnya desinfeksi


lagi menggunakan kapas alkohol.

15. Periksa kecepatan tetesan cairan infuse.

16. Membereskan alat

17. Buka sarung tangan

18. Mencuci tangan


19. Melakukan evalusi dan respon pasien setelah tindakan dilakukan.

20. Dokumentasi tindakan yang telah dilakukan.

7. Bagan Alir

Memberikan salam dan


menjelaskan pada pasien tindakan
yang akan dilakukan procedure
serta tujuannya.

Menyiapkan alat dan bahan, membawa ke dekat pasien.

Melalukan mendesinfeksi karet selang infus (bolus) dengan kapas


alkohol, secara sirkular dengan diameter + 5 cm.

Mengklem cairan infuse.Menusukkan jarum ke


dalam karet selang infus (bolus) dengan tangan
yang dominan.

Memasukkan obat perlahan-lahan dan


Menarik jarum keluar setelah obat dimasukkan

Periksa kecepatan tetesan


cairan infuse.

Dokumentasi tindakan
yang telah dilakukan.

76. 8. Hal - hal Prinsip 6 benar dalam pemberian obat


yang perlu
diperhatikan
77. 9. Unit Terkait - Rawat Inap
- UGD
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
3/3

INJEKSI INTRAMUSKULAR (IM)


No. Dokumen SOP/SLD/7.6.013/SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2
UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
78. 1. Pengertian Pemberian obat/cairan dengan cara dimasukkan langsung kedalam otot
(muskulus)
79. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam pemberian injeksi intramuscular
80. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 307 / 7.6.003 / KA-
PUSK / II /2017 tentang Penggunaan dan Pemberian obat dan/ atau cairan
intravena di Puskesmas

81. 4. Referensi H., A.Aziz Alimul.2006.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Buku 2.Jakarta:
Salemba Medika.
Ribek, Nyoman, dkk. 2011.Buku Pintar Bimbingan Laboratorium dan Klinik
Keperawatan Anak. Denpasar: Departemen Keperawatan Anak Poltekkes
Denpasar
82. 5. Prosedur 1. Sarung tangan 1 pasang
2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
3. Bak spuit 1
4. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
5. Obat sesuai program terapi
6. Bengkok
7. Buku injeksi/daftar obat

6.Langkah- A
langkah 1. Berikan salam, petugan memperkenalkan diri
2. Jelaskan tujuan, prosedurtindakan pada pasien/keluarga
3. Mengidentifikasi pasien dengan prinsip 6 B (Benar obat, dosis, pasien,
cara pemberian, waktu, dan dokumentasi).
4. Mencuci tangan
5. Memakai sarung tangan
6. Mengatur posisi pasien
7. Mendesinfeksi permukaan kulit
8. Menusukkan jarum dengan posisi tegak lurus (900ͦ ) dengan permukaan
kulit
9. Melakukan aspirasi
10. Memasukkan obat secara perlahan-lahan
11. Menarik jarum dengan cepat bila obat telah masuk
12. Menekan daerah bekas suntikan dengan kapas alcohol
13. Buka sarung tangan
14. Cuci tanagan
15. Mengobservasi pasien
16. Dokumentasi tindakan yang dilakukan
7. Bagan Alir
Jelaskan tujuan, prosedurtindakan
pada pasien/keluarga

Mengatur posisi pasien dan


Mendesinfeksi permukaan kulit

Menusukkan jarum dengan posisi tegak


lurus (900ͦ ) dengan permukaan kulit

Melakukan aspirasi dan Memasukkan obat


secara perlahan-lahan

Menarik jarum dengan cepat bila


obat telah masuk

Menekan daerah bekas suntikan dengan


kapas alcohol

Dokumentasi tindakan yang


dilakukan
83. 8. Hal - hal - Prinsip 6 benar dalam pemberian obat
yang perlu - kondisi pasien
diperhatikan - privacy pasien
- Posisi pasien
84. 9. Unit Terkait - Rawat Inap
- UGD
- Poli KB
- Poli Imunisasi
- Kamar Bersalin

10.Dokumen Rekam medis


terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan

2/2
INJEKSI INTRACUTAN (IC)
No. Dokumen SOP/SLD/7.6.014 /SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/3

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
85. 1. Pengertian Memasukkan cairan obat langsung pada lapisan dermis atau di bawah
epidermis atau permukaan kulit.
86. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam pemberian injeksi obat intracutan
87. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 307 / 7.6.003 / KA-
PUSK / II /2017 tentang Penggunaan dan Pemberian obat dan/ atau cairan
intravena di Puskesmas

88. 4. Referensi H., A.Aziz Alimul.2006.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Buku 2.Jakarta:
Salemba Medika.
Potter, A. dan Perry, Anne G..2010.Fundamental Keperawatan Buku 2 edisi 7.
Jakarta: Salemba Medika.
89. 5. Prosedur 1. Sarung tangan 1 pasang
2. Spuit steril atau spuit insulin 1 cc
3. Bak instrument
4. Kom berisi kapas alcohol
5. Bengkok
6. Obat injeksi dalam vial atau ampul
7. Buku catatan pemberian obat
6.Langkah- A
1. Berikan salam, petugas memperkenalkan diri
langkah
2. Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pada klien/keluarga
3. Cuci tangan
4. Siapkan obat
5. Mengidentifikasi pasien dengan prinsip 6 B (Benar obat, dosis, pasien,
cara pemberian, waktu, dan dokumentasi).
6. Memberitahukan tindakan yang akan dilakukan
7. Mengatur posisi senyaman mungkin.
8. Pilih area penyuntikan
9. Pakai sarung tangan
10. Bersihkan area penusukan dengan kapas alcohol dengan gerakan
sirkuler
11. Pegang kapas alcohol pada jari tangan non dominan
12. Buka tutup jarum
13. Tempatkan ibu jari tangan non dominan 2,5 cm di bawah area
penusukan
14. Dengan ujung jarum menghadap ke atas dan dengan tangan dominan
masukkan jarum tepat dibawah kulit dengan sudut 15o
15. Masukkan obat perlahan-lahan, perhatikan sampai adanya bula
16. Cabut jarum sesuai sudut masuknya
17. Usap pelan daerah penusukan dengan kapas alkohol. Jangan di tekan
18. Buat lingkaran pada bula degan menggunakan pulpen/ spidol. Dengan
diameter + 5 cm
19. Observasi kulit terhadap kemerahan dan bengkak atau reksi sistemik
(10-15 menit).
20. Buka sarung tangan
21. Cuci tangan
22. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan
7. Bagan Alir
Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya
tindakan pada klien/keluarga

Pilih area penyuntikandan Bersihkan area


penusukan dengan kapas alcohol

Tempatkan ibu jari tangan non dominan


2,5 cm di bawah area penusukan

Dengan ujung jarum menghadap ke atas dan dengan


tangan dominan masukkan jarum tepat dibawah kulit
dengan sudut 15o

Masukkan obat perlahan-lahan, perhatikan sampai adanya bula

Cabut jarum & Usap pelan daerah


penusukan dengan kapas alkohol. Jangan
di tekan

Buat lingkaran pada bula degan menggunakan


pulpen/ spidol. Dengan diameter + 5 cm

Observasi kulit terhadap kemerahan dan bengkak atau


reksi sistemik (10-15 menit).

Dokumentasikan tindakan yang dilakukan

90. 8. Hal - hal - Prinsip 6 benar dalam pemberian obat


yang perlu - kondisi pasien
diperhatikan - privacy pasien

91. 9. Unit Terkait - Rawat Inap


- UGD
- Poli Imunisasi
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
3/3

INJEKSI INTRAVENA (IV)


No. Dokumen SOP/SLD/7.6.015/SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2
UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
92. 1. Pengertian Pemberian obat dengan cara memasukkan obat kedalam pembuluh darah vena
menggunakan spuit
93. 2. Tujuan Sebagai pedoman dalam pemberian injeksi obat intravena
94. 3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 307 / 7.6.003 / KA-
PUSK / II /2017 tentang Penggunaan dan Pemberian obat dan/ atau cairan
intravena di Puskesmas

95. 4. Referensi H., A.Aziz Alimul.2006.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Buku 2.Jakarta:
Salemba Medika.
Potter, A. dan Perry, Anne G..2010.Fundamental Keperawatan Buku 2 edisi 7.
Jakarta: Salemba Medika.
96. 5. Prosedur 1. Buku catatan pemberian obat
2. Kapas alcohol
3. Sarung tangan
4. Obat yang sesuai
5. Spuit 2-5ml sesuai kebutuhan
6. Bak spuit
7. Baki obat
8. Plester
9. Kasa steril
10. Bengkok
11. Pembendung vena (torniket)
12. Kasa steril

6.Langkah-
1. Berikan salam
langkah
2. Petugas memperkenalkan diri
3. Jelaskan tujuan, prosedur yang akan dilakukan dan lamanya tindakan
pada klien/keluarga
4. Cuci tangan
5. Bebaskan daerah yang disuntik dengan cara membebaskan daerah yang
akan dilakukan penyuntikan dari pakaian dan apabila tertutup buka atau
ke ataskan.
6. Ambil obat dalam tempatnya dengan spuit sesuai dengan dosis yang
akan diberikan. Apabila obat berada dalam bentuk sediaan bubuk, maka
larutkan dengan pelarut (aquades steril).
7. Kemudian tempatkan obat yang telah diambil pada bak injeksi.
8. Lakukan pengikatan dengan karet pembendung (torniquet) pada bagian
atas daerah yang akan dilakukan pemberian obat atau tegangkan dengan
tangan/minta bantuan atau membendung di atas vena yang akan
dilakukan penyuntikan.
9. Desinfeksi dengan kapas alkohol.
10. Ambil spuit yang berisi obat.
11. Lakukan penusukkan dengan lubang menghadap ke atas dengan
memasukkan ke pembuluh darah dengan sudut penyuntikan 150 - 300
12. Lakukan aspirasi bila sudah ada darah lepaskan karet pembendung dan
langsung masukan obat secara perlahan hingga habis.
13. Setelah selesai tarik spuit dan lakukan penekanan pada daerah
penusukkan dengan kapas alkohol, dan spuit yang telah digunakan
letakkan ke dalam bengkok.
14. Tutup bekas penusukan dengan kasa dan plester
15. Cuci tangan
16. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan
7. Bagan Alir
Jelaskan tujuan, prosedur yang akan dilakukan

Lakukan pengikatan dengan karet pembendung (torniquet) pada


bagian atas daerah yang akan dilakukan pemberian obat

Desinfeksi dengan kapas alkohol.

Lakukan penusukkan dengan lubang menghadap ke atas dengan


memasukkan ke pembuluh darah dengan sudut penyuntikan 150 - 300

Lakukan aspirasi bila sudah ada darah lepaskan karet


pembendung dan langsung masukan obat secara perlahan
hingga habis.

Setelah selesai tarik spuit dan lakukan penekanan pada daerah penusukkan
dengan kapas alkohol, dan spuit yang telah digunakan letakkan ke dalam
bengkok

Dokumentasikan tindakan yang dilakukan

97. 8. Hal - hal  Prinsip 6 benar dalam pemberian obat


yang perlu  Kondisi klien
 Privacy klien
diperhatikan
98. 9. Unit Terkait  Rawat Inap
 UGD

10.Dokumen Rekam medis


terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan

2/2

INJEKSI SUBCUTAN ( SC)


No. Dokumen SOP/SLD/7.6.018 /SLD
No. Revisi 00
SOP Tanggal terbit 01 Februari 2017
Halaman 1/2

UPTD
Dr. Reyantis Capanay
Puskesmas
NIP. 197801022007012007
Salido
99. 1. Pengertian Pemberian obat melalui suntikan ke area bawah kulit yaitu pada jaringan
konektif atau lemak di bawah dermis (Aziz,2006).

2. Tujuan Sebagai pedoman dalam pemberian injeksi obat Subcutan


3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Salido No. 307 / 7.6.003 / KA-
PUSK / II /2017 tentang Penggunaan dan Pemberian obat dan/ atau cairan
intravena di Puskesmas

4. Referensi H., A.Aziz Alimul.2006.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Buku 2.Jakarta:


Salemba Medika.
Potter, A. dan Perry, Anne G..2010.Fundamental Keperawatan Buku 2 edisi 7.
Jakarta: Salemba Medika.
5. Prosedur 1. Sarung tangan 1 pasang
2. Spuit steril atau spuit insulin 1 cc
3. Bak instrument
4. Kom berisi kapas alcohol
5. Bengkok
6. Obat injeksi dalam vial atau ampul
7. Buku catatan pemberian obat
6.Langkah- A
1. Berikan salam, petugas memperkenalkan diri
langkah
2. Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pada klien/keluarga
3. Cuci tangan
4. Siapkan obat
5. Mengidentifikasi pasien dengan prinsip 6 B (Benar obat, dosis, pasien,
cara pemberian, waktu, dan dokumentasi).
6. Memberitahukan tindakan yang akan dilakukan
7. Mengatur posisi senyaman mungkin.
8. Pilih area penyuntikan
9. Pakai sarung tangan
10. Bersihkan area penusukan dengan kapas alcohol dengan gerakan sirkuler
11. Pegang kapas alcohol pada jari tangan non dominan
12. Buka tutup jarum
13. Tegangkan dengan tangan kiri daerah yang akan dilakukan
suntikan subkutan (angkat kulit)
14. Lakukan penusukan dengan lubang jarum menghadap
keatas membentuk sudut 45º terhadap permukaan kulit
15. Lakukan aspirasi. Bila tidak ada darah , semprotkan obat
perlahan hingga habis
16. Cabut jarum dan Usap area penyuntikan dengan lembut,
17. Buka sarung tangan
18. Cuci tangan
19. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan
7. Bagan Alir
Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya
tindakan pada klien/keluarga

Pakai sarung tangan

Pilih area penyuntikandan Bersihkan area


penusukan dengan kapas alcohol

Tegangkan dengan tangan kiri daerah yang


akan dilakukan suntikan subkutan (angkat
kulit)

Lakukan penusukan dengan lubang jarum menghadap


keatas membentuk sudut 45º terhadap permukaan

Lakukan aspirasi. Bila tidak ada


darah , semprotkan obat perlahan
hingga habis

Cabut jarum & Usap pelan daerah penusukan


dengan kapas alkohol.

Buka sarung tangan dan cuci tangan

Dokumentasikan tindakan yang dilakukan

100. 8. Hal - - Prinsip 6 benar dalam pemberian obat


hal yang perlu - kondisi pasien
diperhatikan - privacy pasien

101. 9. Unit - Rawat Inap


Terkait - UGD
- Poli Imunisasi
10.Dokumen Rekam medis
terkait
11.Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan
2/2