Вы находитесь на странице: 1из 29

PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

PENGUKURAN EMISIVITAS EFEKTIF RATA-RATA SUATU


MATERIAL PADAT (SOLID MATERIALS)

Fachrun Nisa (081211332010), Maya Ardiati (081211331137), Diana Ega Rani (081211331138),
Firdaus Eka Setiawan (081211331147), Ratna Yulia Sari (081211332002), Hanif Roikhatul
Jannah (081211332006), Khoirotun Nisa (081211332007), Ahmad Zusmi Humam
(081211333006), Novi Tri Nugraheni (081211333009)

Jurusan Fisika, Fakultas Sains Dan Teknologi , Universitas Airlangga,


Surabaya

Dosen Pembimbing: Drs.Djoni Izak Rudyardjo

Abstrak

Emisivitas merupakan rasio energi radiasi dari suatu benda dengan energi radiasi radiator
ideal pada temperatur yang sama. Nilai emisivitas menunjukkan seberapa baik suatu benda
menyerap radiasi panas. Benda yang memiliki nilai emisivitas mendekati 1 memiliki daya serap
panas yang baik. Contohnya benda hitam sempurna yang memiliki emisivitas sama dengan 1.
Sedangkan benda yang memiliki emisivitas mendekati 0 maka semakin reflektif benda tersebut.
Nilai emisivitas suatu benda dapat ditentukan menggunakan alat Radiasi Heat Transfer OSK
4569. Nilai emisivitas dapat dihitung menggunakan prinsip persamaaan Stefan – Boltzmann.
Perhitungan tersebut menggunakan angka yang terbaca pada alat Radiasi Heat Transfer OSK
4569. Bahan yang kami uji adalah kuningan dan stainless steel. Bahan tersebut perlu untuk diuji
karena banyak digunakan untuk kebutuhan manusia. Nilai emisivitas benda tersebut di variasi
berdasarkan suhu dan jarak. Hasilnya akan menunjukkan fenomena tertentu sehingga kita akan
tahu apa saja faktor yang mempengaruhi nilai emisivitas material kuningan dan stainless steel
tersebut.berdasarkan hasil eksperimen didapatkan
Kata Kunci : Emisivitas, Stefan – Boltzmann, Radiasi.

1. Pendahuluan

Pada akhir abad ke – 19 perhatian para ahli fisika antara lain tercurahkan pada emisi cahaya oleh
suatu permukaan material logam yang dipanaskan, khususnya pada spektrum emisi tersebut.
Kita ketahui bagaimana cahaya berubah dari warna merah tua menjadi pijar apabila suhu logam
terus ditingkatkan sampai titik leburnya. Perubaha warna itu berarti pergeseran intensitas
maksimum dari panjang gelombang panjang ke panjang gelombang pendek.

1 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
Spektrum radiasi termal inilah yang menarik minat para fisikawan pada akhir abad ke – 19,
terutama karena teori – teori fisika yang ada tidak dapat menerangkan bentuk lengkung radiasi
termal tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka salah satu proses yang sangat penting dan menjadi
dasar dari studi tentang transfer radiasi termal adalah bagaimana menentukan emisivitas efektif
rata – rata suatu material padat (solid materials) secara akurat pada berbagai temperature.
Untuk mencapat tujuan tersebut maka diperlukan desain instrumen untuk emenntukan besaran
fisis tersebut sekaligus kita dapat mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi nilai
emisivitas efektif rata – rata suatu material padat, misalnya suhu material padat, sifat permukaan
material padat, jenis material padat dan sebagainya.

2.Landasan Teori
Energi Radian Benda Hitam
Energi radian yang dipancarkan dari sebuah radiator ideal (Planckian) dapat dinyatakan dengan
persamaan Stefan – Boltzmann :

𝐸𝑖 = 𝜎 𝑇 4
Dengan menandai 𝐸𝜆𝑖 sebagai energi radiant yang dipancarkan persatuan panjang gelombang
pada panjang gelombang λ untuk sebuah radiator ideal, maka daya emisif selanjutnya dapat
dinyatakan sebagai

𝐸𝑖 = ∫ 𝐸𝜆𝑖 𝑑𝜆
0

Untuk sebuah radiator non – ideal, daya emisif menjadi :


𝐸𝑖 = ∫ 𝑒𝜆 𝐸𝜆𝑖 𝑑𝜆
0

Dimana eλ adalah rasio antara radiasi ideal dengan radiasi actual untuk temperature permukaan
yang sama pada panjang gelombang yang telah tertentu dan diartikan sebagai emisivitas
monokromatik.
Dengan meninjau emisivitas monokromatik eλi sebagai fungsi dari arah radiasi yang berkenaan
dengan normal dari permukaan pancaran dan E diartikan sebagai energi yang dipancarkan dari
permukaan atas, maka pengukuran yang dibuat untuk penentuan E diambil atas daerah kecil
disekitar normalnya. Kemudian dengan membagi yang dipancarkan dari permukaan E berkenaan
dengan pengukuran yang dibuat pada normalnya dengan radiasi ideal, maka nilai emisivitas
efektif rata – raa yang berkenaan dengan panjang gelombang pada normalnya diperoleh :

2 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝐸 ∫ 𝑒 𝐸 𝑑𝜆
𝑒𝑚𝑒 = = 0∞
𝐸𝑖 ∫0 𝐸 𝑑𝜆
Persamaan diatas merupakan definisi dari emisivitas efektif rata – rata berkenaan dengan radiasi
dari permukaan pada sembarang sudut.
Sehingga persamaan untuk radiator non – ideal, daya emisivitasnya menjadi :

𝐸𝑖 = 𝑒𝑚𝑒 ∫ 𝐸𝜆𝑖 𝑑𝜆
0

atau dituliskan didalam :

𝐸 = 𝑒𝑚𝑒 𝐸𝑖
Dengan melakukan substitusi persamaan stefan – boltzmann dengan persamaan radiator non
ideal diatas, maka diperoleh:

𝐸 = 𝑒𝑚𝑒 𝜎𝑇 4
atau dapat dituliskan kembali dalam bentuk integral menjadi :

𝐸 1
𝑒𝑚𝑒 = = (∫ 𝑒 𝐸 𝑑𝜆)
𝜎𝑇 4 𝜎𝑇 4
0

Nilai eme selanjutnya dinyatakan sebagai rasio energi radian yang dipancarkan oleh sebuah
permukaan pada temperature T dengan energi radiasi dari sebuah radiator ideal pada temperature
yang sama.
Dari persamaan eme, nilai E ditentukan dengan mengukur energi yang dipancarkan dari sebuah
permukaan dengan radiator. Dengan mengacu pada hasil penelitian dari Boelter analisis dari
hasil yang diperoleh dengan radiometer dinyatakan sebagai :
𝑞𝑛𝑒𝑡𝑡
= 𝑒𝑚𝑒 𝐹𝑅𝑂 𝜎 (𝑇𝑜4 − 𝑇𝑅4 )
𝐴𝑅
𝑞𝑛𝑒𝑡𝑡
Namun sama dengan energi yang terdeteksi oleh radiometer sebagai 𝐸𝑚𝑉 (𝑅). Oleh karena
𝐴𝑅
itu :

𝐸𝑚𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚𝑒 =
𝐹𝑅𝑂 𝜎 (𝑇𝑜4 − 𝑇𝑅4 )
Dimana FRO adalah faktor bentuk yang ditentukan oleh persamaan :

3 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑟2
𝐹𝑅𝑂 = 2
𝑟 + 𝐿2
Dimana r dan L secara berturut – turut adalah jari – jari sampel dan jarak permukaan sampel ke
sensor.
Pada peralatan yang digunakan ini, nilai emisivitas efektif rata – rata suatu material padat dapat
diperoleh melalui rumusan berikut ini :

𝑐 𝐸𝑚𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚𝑒 =
𝑇𝑜 4 𝑇𝑅 4
4,88 𝐹𝑅𝑂 [(100) − (100) ]

Dimana c adalah konstanta sensitivitas kalibrasi radiometer 86,83 kcal/mh2/mV, EmV (R) adalah
output radiometer, To adalah suhu absolut permukaan sampel dan TR adalah suhu absolut
termokopel.

Alat dan Bahan


Pada eksperimen kali ini bahan-bahan yang digunakan adalah :
1. Plat stainless steel
2. Plat kuningan
Sedangkan alat yang digunakan adalah seperangkat peralatan Radiasi Heat Transfer OSK 4569.

Metode eksperimen
Untuk metode eksperimennya, kami menggunakan prosedur sebagai berikut :
Radiometer Conical Shield dan lempengan logam terletak pada satu garis lurus dan kemudian
perangkat radiasi heat transfer OSK 4569 dihubungkan dengan sumber tegangan 220 V, 50 Hz.
Lempengan bahan uji dipanaskan dengan Electric Heater Unit dan mengatur suhunya dengan
Temperatur Regulator yaitu dengan memutar ke kanan untuk menaikkan suhunya dan kekiri
untuk menurukan suhunya
Kemudian suhu lempengan logam diukur dengan mengarahkan saklar Thermo Taps Selector
pada t1 dan mengarahkan saklar pada Radio – Thermocouple Selector pada termometer, serta
mencatat beda potensial pada digital milivoltmeter.
Selanjutnya suhu radiometer diukur dengan mengarahkan saklar Thermo Taps Selector pada t2
dan mencatat beda potensial pada digital milivoltmeter.
Banyak intensitas radiasi diukur dengan mengarahkan saklar radiometer Thermo Couple Selector
pada radiometer dan mencatat beda potensialnya pada digital voltmeter.

4 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
Setelah itu kami mengukur jarak antara radiomter dan lingkara yang lebih kecil pada Conical
Shield
Selanjutnya kami akan mengulangi eksperimen tersebut pada jarak yang berbeda dan untuk
logam yang berbeda sehingga dapat ditentukan faktor – faktor yang mempengaruhi
emisivitasnya.

3. Tabel Pengamatan dan Analisis


Untuk tabel pengamatan dan analisis, kami akan menyertakannya didalam lampiran, sehingga
perhitungan dan tabel pengamatannya dapat lebih mudah dilihat dan dibaca.

4. Pembahasan.
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk menentukan nilai emisivitas beberapa bahan dan
menentukan faktor apa saja yang mempengaruhi nilai emisivitas tersebut. Semakin besar
(mendekati 1) nilai emisivitas suatu material maka semakin baik material tersebut dalam
menyerap radiasi panas. Semakin kecil nilai emisivitas material maka semakin buruk dalam
menyerap radiasi panas (reflektif).
Bahan yang kami uji adalah kuningan dan stainless steel. Kedua bahan tersebut diukur terlebih
dahulu jari-jarinya. Jari-jari kedua bahan tersebut sama yaitu 9 cm. Kemudian bahan uji
dipanaskan pada alat OSK 4569. Penempatan bahan uji dengan sumber radiasi harus lurus agar
hasil radiasi yang diperoleh maksimal. Pada saat praktikum juga diberi piranti berbentuk kerucut
untuk mencegah radiasi menyebar sehingga radiasi terfokus pada lempengan bahan uji.
Kemudian kita bisa mulai mencatat output dari alat jika angkanya telah stabil. Pengukuran suhu
bahan uji dan alat dilakukan dengan mengganti skalar dengan cepat. Hal ini agar suhu tidak
berubah,karena suhu dapat berubah seiring berubahnya waktu.
Percobaan dilakukan dengan variasi suhu dan jarak. Masing-masing dilakukan sebanyak 4 kali.
1. Kuningan variasi suhu
Jarak antara bahan uji dan sumber radiasi adalah 19 cm dan dibiarkan tetap hingga percobaan ke-
4. Suhunya divariasi dengan mengganti temperatur regulator suhu dari 6 hingga 9. Nilai
emisivitas kuningan saat temperatur regulator suhunya 6,7,8,9 berturut-turut adalah 0.059,
0.0841, 0.06942, 0.0612. Nilai rata- ratanya emisivitasnya adalah 0.06.
2. Kuningan variasi jarak
Temperatur regulator suhu adalah 6 dan dibiarkan tetap hingga percobaan ke-4 tetapi araknya
yang diubah-ubah. Untuk jarak 19 cm,21 cm,23.5 cm,26 cm nilai emisivitasnya berturut-turut
adalah 0.0796, 0.076, 0.072, 0.070. Nilai rata-rata emisivitasnya adalah 0.0744. Nilai emisivitas
kuningan dari literatur adalah 0.6. Nilai emisivitas yang kami peroleh baik dari percobaan variasi
suhu maupun jarak sangat jauh dari nilai pada literatur. Hal ini bisa terjadi karena kualitas bahan
uji yang kurang baik. Karena terlalu sering dipanaskan untuk praktikum ini. Bisa juga dari faktor
lingkungan ruang ber-AC sehingga mempengaruhi kinerja alat OSK 4569.
3. Stainless steel variasi suhu

5 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
Jarak yang ditetapkan adalah 19 cm hingga percobaan ke-4. Sedangkan temperatur regulator
suhunya di variasi. Nilai emisivitas stainless steel untuk temperatur regulotor suhu 6,7,8,9
berturut-turut adalah 0.043, 0.052, 0.05, 0.035. Nilai rata-ratanya adalah 0.045.

4. Stainless steel variasi jarak


Temperatur regulator suhunya dibiarkan tetap tetapi jaraknya divariasi. Nilai emisivitas stainless
steel untuk jarak 19 cm,21 cm,23.5 cm, 26 cm berturut-turut adalah 0.183, 0.74, 0.1279, 0.609.
Nilai rata-ratanya adalah 0.415. Nilai emisivitas stainless steel hasil percobaan kami secara
umum sangat jauh dibandingkan dengan literatur yaitu 0.75. perbedaan ini dapat disebabkan
beberapa faktor sama seperti percobaan kuningan sebelumnya.
Berdasarkan analisa data tersebut dapat diperoleh faktor – faktor yang mempengaruhi nilai
emisivitas efektif rata – rata suatu material padat. Jika kita memvariasi jarak maka nilai FRO atau
lebih dikenal dengan faktor bentuk akan berubah. Semakin besar jarak maka FRO semakin kecil.
Jari-jari material juga dapat mempengaruhi nilai FRO. Semakin besar jari-jari semakin besar pula
FRO. Makin besar FRO maka semakin kecil emisivitas material.
Untuk variasi suhu maka emisivitasnya akan semakin tinggi bila suhunya diturunkan dan akan
semakin rendah bila suhunya dinaikkan. Suhu material sendiri dapat dipengaruhi oleh sudut
elevasi emisi material tersebut. Oleh karena itu secara garis besar faktor yang mempengaruhi
emisivitas material adalah jarak, bentuk material suhu yang diradiasikan pada material tersebut
dan sudut elevasi emisi.

5. Kesimpulan
1. Nilai emisivitas suatu bahan dapat diukur menggunakan Radiation Heat Transfer OSK 4569
yaitu dengan menyusun pelat logam yang akan diuji satu garis lurus terhadap radiometer
(pengukur intensitas radiasi) dan menjadikan nilai output alat untuk perhitungan nilai emisivitas.
2. Nilai emisivitas rata-rata material yang kami uji adalah:

 Kuningan variasi suhu adalah 0,06. Sedangkan untuk variasi jarak adalah 0.0744.
 Stainless steel variasi suhu adalah 0.045 sedangkan untuk variasi jarak adalah 0.0415.
Kedua material tersebut kurang baik dalam menyerap radiasi panas karena nilai emisivitasnya
mendekati 0.
3. Faktor – faktor yang mempengaruhi emisivitas material padat adalah jarak,ukuran
material,temperatur dan sudut elevasi emisi.

DAFTAR PUSTAKA
1) Instruction Manual For Radiation Heat Transfer Experiment Apparatus, Ogawa Seiki
Co., Ltd. Tokyo. Japan.
2) Emisivity Coefficient of Some common materials from Engineering toolbox (Internet
Source : www. engineeringtoolbox.com/emisivity-coefficients-d_447.html)

6 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

LAMPIRAN
1. PLAT SENG
A. Variasi Suhu
N Jari-Jari (R) Jarak Suhu SuhuLogam(𝑡1 ) Suhu Radiometer 𝑡0 (˚𝐾) 𝑡𝑟 (˚𝐾) Emv (R)
o (L) Ke- (mV) (𝑡2 )(mV) (mV)
1 90 mm 214 mm 6 3,49 1,21 358 303 0,03
2 90 mm 214 mm 7 4,61 1,22 386 303 0,05
3 90 mm 214 mm 8 5,54 1,22 408 303 0,07
4 90 mm 214 mm 9 7,22 1,22 450 303 0,12

B. Variasi Jarak
N Jari-Jari (R) Jarak Suhu SuhuLogam(𝑡1 ) SuhuRadiometer 𝑡0 (˚𝐾) 𝑡𝑟 (˚𝐾) Emv (R)
o (L) Ke- (mV) (𝑡2 )(mV) (mV)
1 90 mm 214 mm 9 7,22 1,22 450 303 0,12
2 90 mm 230 mm 9 10,55 1,22 533 303 0,17
3 90 mm 245 mm 9 12,32 1,22 576 303 0,23
4 90 mm 290 mm 9 13,62 1,22 607 303 0,23

2. LEMPENG KUNINGAN
A. Variasi Suhu
N Jari-Jari (R) Jarak Suhu SuhuLogam(𝑡1 ) SuhuRadiometer 𝑡0 (˚𝐾) 𝑡𝑟 (˚𝐾) Emv (R)
o (L) Ke- (mV) (𝑡2 )(mV) (mV)
1 90 mm 214 mm 6 9,29 1,24 502 304 0,37
2 90 mm 214 mm 7 9,76 1,25 513 304 0,38
3 90 mm 214 mm 8 11,10 1,25 544 304 0,44
4 90 mm 214 mm 9 12,73 1,25 586 304 0,52

B. Variasi Jarak
N Jari-Jari (R) Jarak Suhu SuhuLogam(𝑡1 ) SuhuRadiometer 𝑡0 (˚𝐾) 𝑡𝑟 (˚𝐾) Emv (R)
o (L) Ke- (mV) (𝑡2 )(mV) (mV)
1 90 mm 214 mm 9 12,73 1,25 586 304 0,52
2 90 mm 230 mm 9 14,53 1,25 629 304 0,59
3 90 mm 245 mm 9 15,25 1,26 646 304 0,59
4 90 mm 290 mm 9 15,89 1,26 661 304 1,05

7 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

ANALISIS PERHITUNGAN
1. Kuningan
A. Variasi suhu
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.152
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.214 0.053
𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿
2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.214)2 2(0.092 )(0.214)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.2142 )2 (0.092 + 0. 2142 )2

0.008243 0.0034668
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.002905 0.002905
= 0.0014188 + 0.0005967 = 0.0020155

Jadi Nilai 𝐹𝑅𝑂 (𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 1) = 0.152 ± 0.0020155

Pada proses variasi suhu, didapatkan nilai jarak yang tetep sehingga nilai 𝐹𝑅𝑂 bias dipakai dalam
semua perhitungan.

Dari data yang didapat dalam percobaan bias ditentukan nilai 𝑒𝑚 , sebagai berikut :

 Percobaan ke 1
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.03)
= 4 4
4.88(0.152) [(358⁄100) − (303⁄100) ]

2,6049 2,6049
= = = 0.0439
0.74176[79,971] 59,32

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

8 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.152) [(358⁄100) − (303⁄100) ]

−86.83(0.03)
+| 4 4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(358⁄ 100) − (
303⁄100) ]

−4(86.83)(0.03) −4(86.83)(0.03)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [(358⁄100) ] 4.88(0.152) [(303⁄100) ]

86.83 2,6049 10,41 10,41


=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
59,32 9,01664 436,2 189,442
= 0.007319 + 0.00058 + 0.00119 + 0.0027 = 0.012

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 1) = 0.0439 ± 0.012

 Percobaan ke 2
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.05)
= 4 4
4.88(0.152) [(386⁄100) − (303⁄100) ]

4,431
= = 0.0468
[94,73]

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

9 | LABORATORIUM FISIKA MATERIAL


PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

86.83
=| 4 4 |
|0.005|
4.88(0.152) [(386⁄100) − (303⁄100) ]

−86.83(0.05)
+| 4 4 |
|0.002015|
4.88(0.152)2 [(386⁄100) − (303⁄100) ]

−4(86.83)(0.05) −4(86.83)(0.05)
+| 5 | |0.05| + | 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [(386⁄100) ] 4.88(0.152) [(303⁄100) ]

86.83 4,34 17,37 17,37


=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
94,73 14,39 635,6 189,44
= 0.0046 + 0.00062 + 0.0014 + 0.0045 = 0.012

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 2) = 0.0468 ± 0.012

 Percobaan ke 3
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.07)
= 4 4
4.88(0.152) [(408⁄100) − (303⁄100) ]

6,078
= = 0.042
143,021

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

10 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

86.83
=| 4 4 |
|0.005|
4.88(0.152) [(408⁄100) − (303⁄100) ]

−86.83(0.07)
+| 4 4 |
|0.002015|
4.88(0.152)2 [(408⁄100) − (303⁄100) ]

−4(86.83)(0.07) −4(86.83)(0.07)
+| 5 | |0.05| + | 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [(408⁄100) ] 4.88(0.152) [(303⁄100) ]

86.83 6,0781 24,31 24,31


=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
143,021 21,737 838,6 189,44
= 0.00305 + 0.00058 + 0.0014 + 0.00641 = 0.011

Jadi𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 3) = 0.042 ± 0.011

 Percobaan ke 4
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.12)
= 4 4
4.88(0.152) [(450⁄100) − (303⁄100) ]

10,42
= = 0.043
241,64

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

11 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.152) [(450⁄100) − (303⁄100) ]

−86.83(0.12)
+| 4 4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(450⁄ 100) − (
303⁄100) ]

−4(86.83)(0.12) −4(86.83)(0,12)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [(450⁄100) ] 4.88(0.152) [(303⁄100) ]

86.83 10,42 41,68 41,68


=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
347,54 52,83 1368,7 189,44
= 0.0012 + 0.00039 + 0.001 + 0.011 = 0.013

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 4) = 0.043 ± 0.013

2. Variasi jarak

Mencari nilai𝐹𝑅𝑂 :
𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.152
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.214 0.053
𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿
2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.214)2 2(0.092 )(0.214)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.2142 )2 (0.092 + 0. 2142 )2

12 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
0.008243 0.0034668
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.002905 0.002905
= 0.0014188 + 0.0005967 = 0.0020155

Jadi Nilai 𝐹𝑅𝑂 (𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 1) = 0.152 ± 0.0020155


𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.12)
= 4 4
4.88(0.152) [(450⁄100) − (303⁄100) ]

10,42
= = 0.043
241,64

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.152) [(450⁄100) − (303⁄100) ]

−86.83(0.12)
+| 4 4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(450⁄ 100) − (
303⁄100) ]

−4(86.83)(0.12) −4(86.83)(0,12)
+| 5 | |0.05| + | 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [(450⁄100) ] 4.88(0.152) [(303⁄100) ]

86.83 10,42 41,68 41,68


=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
347,54 52,83 1368,7 189,44

13 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
= 0.0012 + 0.00039 + 0.001 + 0.011 = 0.013

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 4) = 0.043 ± 0.013

 Percobaan 2
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂 :

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.132
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.23 0.061

𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿

2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.232 ) −2(0.092 )(0.23)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.232 )2 (0.092 + 0.232 )2

0.0095 −0.00376
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.0037 0.0037

= 0.00128 + 0.00051 = 0.00179

Sehingga diperoleh nilai FRO = 0.132 ± 0.00179

Mencari nilai 𝑒𝑚 :
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.17)
= 4 4
4.88(0.132) [(533⁄100) − (303⁄100) ]

14,76
= = 0.032
465.58

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅
14 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑐
=| 4 4 | |∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 2 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| 5 | |∆𝑇0 | + | 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.132) [(533⁄100) − (303⁄100) ]

−86.83(0.17)
+| 4 4
| |0.00179|
4.88(0.132)2 [(533⁄100) − (303⁄100) ]

−4(86.83)(0.17) −4(86.83)(0.17)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.132) [(533⁄100) ] 4.88(0.132) [(303⁄100) ]

86.83 −14,76 −59,04 −59,04


=| | |0.005| + | | |0.00179| + | | |0.05| + | | |0.05|
465,58 61,46 2770,9 164,51

= 0.00093 + 0.00043 + 0.001 + 0.017 = 0.019

Sehingga diperoleh nilai em = 0.032 ± 0.019

 Percobaan 3
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂 :

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.119
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.245 0.0681

𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿

2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

15 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
2(0.09)(0.2452 ) −2(0.092 )(0.245)
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.2452 )2 (0.092 + 0.2452 )2

0.0108 −0.00397
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.00464 0.00464

= 0.0012 + 0,00042 = 0.0016

Sehingga diperoleh nilai 𝐹𝑅𝑂 = 0.119 ± 0.0016

Mencari nilai 𝑒𝑚 :
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.23)
= 44
4.88(0.119) [(576⁄100) − (303⁄100) ]

19,97
= = 0.033
[590,28]

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐
=| 4 4 | |∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 |
|∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| 5 | |∆𝑇0 | + | 5 | |∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

16 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.119) [(576⁄100) − ( 303⁄100) ]

−86.83(0.23)
+| 4 4
| |0.0016|
4.88(0.119)2 [(576⁄ 100) − (
303⁄
100) ]

−4(86.83)(0.23) −4(86.83)(0.23)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.119) [(576⁄100) ] 4.88(0.119) [(303⁄100) ]

86.83 −19,97 −79,88 −79,88


=| | |0.005| + | | |0.0016| + | | |0.05| + | | |0.05|
590,28 70,24 3681,9 148,31

= 0.0007 + 0.0004 + 0.0011 + 0.027 = 0.029

Sehingga diperoleh nilai em = 0.033 ± 0.029

 Percobaan 4
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂 :

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.088
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.29 0.0922

𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿

2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 2 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.292 ) −2(0.092 )(0.29)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.29)2 (0.092 + 0.92 )2

0.0143 −0.004
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.008 0.008

= 0.0008 + 0.00025 = 0.00105

Sehingga diperoleh nilai FRO = 0.088 ± 0.00105

Mencari nilai 𝑒𝑚 :

17 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.23)
= 4 4
4.88(0.088) [(607⁄100) − (303⁄100) ]

19,97
= 546,79 = 0.036

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐
=| 4 4 | |∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 |
|∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| 5 | |∆𝑇0 | + | 5 | |∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

86.83
=| 4 4 |
|0.005|
4.88(0.088) [(607⁄100) − (303⁄100) ]

−86.83(0.23)
+| 4 4 | |0.001|
4.88(0.088)2 [(607⁄100) − (303⁄100) ]

−4(86.83)(0.23)
+| 5 | |0.05|
4.88(0.088) [(607⁄100) ]

−4(86.83)(0.23)
+| 5 | |0.05|
4.88(0.088) [(303⁄100) ]

86.83 −19,97 −79,88 −79,88


=| | |0.005| + | | |0.001| + | | |0.05| + | | |0.05|
546,79 48,12 3538,7 109,7
18 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
= 0.0007 + 0.0004 + 0.0011 + 0.03 = 0.03

Sehingga diperoleh nilai em = 0.036 ± 0.03

3. Tembaga

A. Variasi Suhu
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂

Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.152
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.214 0.053
𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿
2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.214)2 2(0.092 )(0.214)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.2142 )2 (0.092 + 0. 2142 )2

0.008243 0.0034668
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.002905 0.002905
= 0.0014188 + 0.0005967 = 0.0020155

Jadi Nilai 𝐹𝑅𝑂 (𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 1) = 0.152 ± 0.0020155

Pada proses variasi suhu, didapatkan nilai jarak yang tetep sehingga nilai 𝐹𝑅𝑂 bias dipakai dalam
semua perhitungan.

Dari data yang didapat dalam percobaan bias ditentukan nilai 𝑒𝑚 , sebagai berikut :

 Percobaan ke 1
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.37)
= 4 4
4.88(0.152) [(502⁄100) − (304⁄100) ]

32,1271 32,1271
= = = 0.078
0.74176[549,6] 410,13

19 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒
∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.152) [(502⁄100) − (304⁄100) ]

−86.83(0.37)
+| 4 4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(502⁄ 100) − (
304⁄100) ]

−4(86.83)(0.03) −4(86.83)(0.03)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [(502⁄100) ] 4.88(0.152) [(304⁄100) ]

86.83 32,13 128,5 128,5


=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
410,13 62,34 2364,7 192,6
= 0.001 + 0.001 + 0.002 + 0.03 = 0.034

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 1) = 0.078 ± 0.034

 Percobaan ke 2
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0,38)
= 4 4
4.88(0.152) [(513⁄100) − (304⁄100) ]

32,9
= = 0.073
0,74[607,17]

20 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒
∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ]

86.83
=| 44
| |0.005|
4.88(0.152) [(513⁄100) − (304⁄100) ]

−86.83(0.38)
+| 4 4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(513⁄ 100) − (
304⁄100) ]

−4(86.83)(0.03) −4(86.83)(0.38)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [(513⁄100) ] 4.88(0.152) [(304⁄100) ]

86.83 32,9 131,6 131,6


=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
449,3 68,29 2635,4 192,6
= 0.0009 + 0.0009 + 0.002 + 0.03 = 0.034

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 2) = 0.072 ± 0.038

 Percobaan ke 3
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]
86.83(0,44)
= 4 4
4.88(0.152) [(544⁄100) − (304⁄100) ]
38,2
= = 0.065
0,74[790,4]

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

21 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑐 −𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
=| 4 4 | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
𝑇 𝑇 2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| 5 | |∆𝑇0 | + | 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.152) [(544⁄100) − (304⁄100) ]

−86.83(0.44)
+| 4
4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(544⁄100) − (304⁄100) ]

−4(86.83)(0.44) −4(86.83)(0.44)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [( 544⁄100) ] 4.88(0.152) [( 304⁄100) ]
86.83 38,2 152,8 152,8
=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
584.8 88,9 3533,9 192,6
= 0.0007 + 0.0008 + 0.002 + 0.039 = 0.04
Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 2) = 0.065 ± 0.04

Percobaan ke 4
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]
86.83(0,52)
= 4 4
4.88(0.152) [(586⁄100) − (304⁄100) ]
45,15
= = 0.056
809,41

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐 −𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
=| 4 4 | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
𝑇 𝑇 2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| 5 | |∆𝑇0 | + | 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ]

22 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.152) [( 586⁄100) − ( 304⁄100) ]

−86.83(0.52)
+| 4 4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(586⁄100) − (304⁄100) ]

−4(86.83)(0.52) −4(86.83)(0.52)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [( 586⁄100) ] 4.88(0.152) [(304 ⁄ ) ]
100
86.83 45,15 180,6 180,6
=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
809,4 123.02 5125,7 192,6
= 0.0005 + 0.0006 + 0.001 + 0.046 = 0.047

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 2) = 0.056 ± 0.047

B. Variasi Jarak

Pecobaan 1
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂

Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂

Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.152
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.214 0.053
𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿
2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.214)2 2(0.092 )(0.214)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.2142 )2 (0.092 + 0. 2142 )2

0.008243 0.0034668
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.002905 0.002905
= 0.0014188 + 0.0005967 = 0.0020155

Jadi Nilai 𝐹𝑅𝑂 (𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 1) = 0.152 ± 0.0020155

23 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]
86.83(0,59)
= 4 4
4.88(0.132) [(629⁄100) − (304⁄100) ]
51,23
= = 0.054
953,5

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐 −𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
=| 4 4 | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
𝑇 𝑇 2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| 5 | |∆𝑇0 | + | 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.152) [( 586⁄100) − ( 304⁄100) ]

−86.83(0.52)
+| 4
4
| |0.002015|
4.88(0.152)2 [(586⁄100) − (304⁄100) ]

−4(86.83)(0.52) −4(86.83)(0.52)
+| | |0.05| + |
5 5 |
|0.05|
4.88(0.152) [( 586⁄100) ] 4.88(0.152) [(304 ⁄ ) ]
100
86.83 45,15 180,6 180,6
=| | |0.005| + | | |0.002015| + | | |0.05| + | | |0.05|
809,4 123.02 5125,7 192,6
= 0.0005 + 0.0006 + 0.001 + 0.046 = 0.047

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 2) = 0.056 ± 0.047

Percobaan ke 2

Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂 :

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.132
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.23 0.061

24 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿

2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.232 ) −2(0.092 )(0.23)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.232 )2 (0.092 + 0.232 )2

0.0095 −0.00376
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.0037 0.0037

= 0.00128 + 0.00051 = 0.00179

Sehingga diperoleh nilai FRO = 0.132 ± 0.00179

Mencari nilai 𝑒𝑚 :
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]
86.83(0,59)
= 4 4
4.88(0.132) [(629⁄100) − (304⁄100) ]
51,23
= = 0.054
953,5

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅
𝑐 −𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
=| 4 4 | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
𝑇 𝑇 2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| 5 | |∆𝑇0 | + | 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 𝑅⁄100) ]

25 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

86.83
=| 4 4 |
|0.005|
4.88(0.132) [(629⁄100) − (304⁄100) ]

−86.83(0.59)
+| 4 4 |
|0.00179|
4.88(0.132)2 [(629⁄100) − (304⁄100) ]

−4(86.83)(0.59) −4(86.83)(0.59)
+| 5 |
|0.05| + | 5 |
|0.05|
4.88(0.132) [(629⁄100) ] 4.88(0.132) [(304⁄100) ]
86.83 51,22 204,8 204,8
=| | |0.005| + | | |0.00179| + | | |0.05| + | | |0.05|
953,5 125,8 10221,7 167,2
= 0.0004 + 0.0008 + 0.001 + 0.06 = 0.047

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 2) = 0.054 ± 0.056

Percobaan ke 3
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂 :

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 2
= 2 2
= = 0.119
𝑟 +𝐿 0.09 + 0.245 0.0681

𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿

2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.2452 ) −2(0.092 )(0.245)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.2452 )2 (0.092 + 0.2452 )2

0.0108 −0.00397
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.00464 0.00464

= 0.0012 + 0,00042 = 0.0016

Sehingga diperoleh nilai 𝐹𝑅𝑂 = 0.119 ± 0.0016

Mencari nilai 𝑒𝑚 :
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

26 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
86.83(0.59)
= 4 4
4.88(0.119) [(646⁄100) − (304⁄100) ]

51,229 51,229
= = = 0.0546
0.56[1741,5 − 85.407] 937,5

𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒


∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) − ( 100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 2 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ]

86.83
=| 4 4 |
|0.005|
4.88(0.116) [(646⁄100) − (304⁄100) ]

−86.83(0.59)
+| 4 4 |
|0.0016|
4.88(0.116)2 [(646⁄100) − (304⁄100) ]

−4(86.83)(0.59) −4(86.83)(0.59)
+| 5 |
|0.05| + | 5 |
|0.05|
4.88(0.116) [(646⁄100) ] 4.88(0.116) [(304⁄100) ]

86.83 51,229 204,9 204,9


=| | |0.005| + | | |0.0016| + | | |0.05| + | | |0.05|
1656,119 192,11 6368,55 146,97
= 0.0002 + 0.0004 + 0.001 + 0.069 = 0.071

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 3) = 0.055 ± 0.071

 Percobaan ke 4
Mencari nilai 𝐹𝑅𝑂 :

𝑟2 0.092 0.0081
𝐹𝑅𝑂 = 2 = = = 0.0118
𝑟 + 𝐿2 0.092 + 0.262 0.6841

27 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]
𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝐹𝑅𝑂
∆𝐹𝑅𝑂 = | | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
𝜕𝑟 𝜕𝐿
2𝑟𝐿2 −2𝑟 2 𝐿
=| 2 | |∆𝑟| + | | |∆𝐿|
(𝑟 + 𝐿2 )2 (𝑟 2 + 𝐿2 )2

2(0.09)(0.262 ) 2(0.092 )(0.26)


=| | |0.0005| + | | |0.0005|
(0.092 + 0.262 )2 (0.092 + 0.26)2

0.12168 0.004212
=| | |0.0005| + | | |0.0005|
0.4679 0.4679
= 0.013 + 0.0000045 = 0.0001345

Jadi Nilai 𝐹𝑅𝑂 = 0.0118 ± 0.0001345

Mencari nilai 𝑒𝑚 :
𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
𝑒𝑚 = 4 4
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

86.83(0.25)
= 4 4
4.88(0.0118) [(515⁄100) − (304⁄100) ]

21.7075 21.7075
= = = 0.609
0.057584[618.033] 35.587
𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒 𝜕𝑒𝑚𝑒
∆𝑒𝑚 = | | |∆𝐸𝑀𝑉 | + | | |∆𝐹𝑅𝑂 | + | | |∆𝑇0 | + | | |∆𝑇𝑅 |
𝜕𝐸𝑀𝑉 𝜕𝐹𝑅𝑂 𝜕𝑇0 𝜕𝑇𝑅

𝑐
=| 4 4 |
|∆𝐸𝑀𝑉 |
𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)
+| 4 4 | |∆𝐹𝑅𝑂 |
2 𝑇 𝑇
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 0⁄100) − ( 𝑅⁄100) ]

−4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅) −4𝑐𝐸𝑀𝑉 (𝑅)


+| | |∆𝑇0 | + |
5 5 |
|∆𝑇𝑅 |
𝑇0⁄ 𝑇𝑅⁄
4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ] 4.88𝐹𝑅𝑂 [( 100) ]

28 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L
PENGUKURAN EMISIFITAS ZAT PADAT [2014]

86.83
=| 4 4
| |0.005|
4.88(0.0118) [(515⁄100) − (304⁄100) ]

−86.83(0.25)
+| 4 4
| |0.0001345|
4.88(0.0118)2 [(515⁄100) − (304⁄100) ]

−4(86.83)(0.25)
+| 5 |
|0.05|
4.88(0.0118) [(515⁄100) ]

−4(86.83)(0.58)
+| 5 |
|0.05|
4.88(0.0118) [(304⁄100) ]

86.83 21.7075 86.83 86.83


=| | |0.005| + | | |0.0001345| + | | |0.05| + | | |0.05|
35.587 0.05722 208.305 0.17395
= 0.0121 + 0.0510 + 0.0208 + 24.958 = 25.0419

Jadi 𝑒𝑚 (𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 4) = 0.609 ± 25.0419

29 | L A B O R A T O R I U M F I S I K A M A T E R I A L