Вы находитесь на странице: 1из 2

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari pelaksanaan proses, penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa


dalam menangani suatu masalah pada jaringan telepon, maka langkah
pertama yang harus dilakukan yaitu menghubungi operator Telkom, kemudian
teknisi akan melakukan perbaikan ke telepon yang bermasalah. Setelah
ditemukan gangguannya, langkah selanjutnya, yaitu mencari penyebab
gangguan tersebut dengan cara langsung melakukan perbaikan. Dan operator
telepon harus selalu berada di tempat, agar pelanggan yang menghubungi
operator Telkom dapat merasa puas.

B. Saran
1. Bagi Pendidikan
A). Untuk meningkatkan kualitas pendidikan maka diperlukan peran aktif
siswa guru di dalam perkembangan teknologi terkhususnya jaringan
telepon dan internet
B). Perlunya kerjasama yang baik angtara pembimbing prakerin dan
pembimbing di Du/Di di dalam pelaksanaan prakerin untuk menunjang
kemampuan siswa yang melaksanakan prakerin

2. Bagi Perusahaan
A) Perlunya bimbingan dan arahan sebelum melaksanakan prakerin agar
para siswa yang melaksanakan prakerin dapat membantu pekerjaan
yang terdapat di dalam perusahaan tersebut
BAB II

ISI DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah Ringkas
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Persero) biasa disebut Telkom Indonesia
atau Telkom saja. Telkom adalah perusahaan informasi dan telekomunikasi
serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia.
Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia,
dengfan jumlah pelanggan telepon selular sebanyak 104 juta. Telkom
merupakan salah satu Badan BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh
Perintah Indonesia (51,19%), Publik (40,21%) dan sisanya 8,60% dimiliki oleh
The Bank of New York dan investor dalam negeri dan karenanya tunduk pada
hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Telkom juga pemegang
saham mayoritas di 13 anak perusahaan termasuk PT. Telekomunikasi Seluler
(TELKOMSEL)

a. Era Colonial
1980 seluruh saham PT. Indonesia Satellite Corporation Tbk. Indosat
diambil alih oleh Pemerintah RI menjadi Badab Usaha Milik Negara (BUMN)
untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari
perumtel pada tahun 1989, ditetapkan Undang – undang Nomor 3 TAhun
1989 tentang Telekomunikasi, yang juga mengatur peran swasta dalam
penyelenggaraan telekomunikasi.

b. Perusahaan Negara
Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi perusahaan Negara Pos
dan Telekomunikasi (PN Postel) Kemudian pada tahun 1965, Perusahaan
Negara Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos
& Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).