You are on page 1of 6

Gambar 4 .8.

Korelasi Faktor Hold Up


(Brown, Kermit E. ;1977)

Gambar 4.9.
Korelasi Faktor Viskositas
(Brown, Kermit E. ;1977)
Gambar 4.10.
Faktor Korelasi Sekunder
(Brown, Kermit E. ;1977)

Prosedur Perhitungan Kehilangan tekanan pipa vertikal metode Hagedorn &


Brown adalah sebagai berikut:
1. Hitung tekanan rata-rata antara dua titik tekanan dalam psia,
P1  P2
P  14.7
2
Hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan titik tekanan adalah :
 Apabila perhitungan dimulai dari permukaan dengan tekanan lebih kecil
dari 100 psia, maka perbedaan antara dua titik tekanan yang berurutan harus
lebih besar 25 psia, sampai tercapai tekanan 400 psia, setelah itu perbedaan
tekanan antara dua titik tekanan yang berurutan dapat diambil lebih besar.
 Apabila dimulai dari dasar sumur yang tekanannya lebih besar dari 1000
psia, maka perbedaan tekanan antara dua titik tekanan yang berurutan dapat
diambil 200 psia.
2. Hitung specific gravity minyak.
3. Tentukan masa total, sesuai dengan satu STB cairan,
 1 
m  350 o 
 1  WOR 
 GLR  350  1 WOR
  0.0764  g w


WOR 
4. Hitung masa laju aliran, w = q  m.
5. Tentukan harga Rs pada takanan rata-rata (langkah 1) dan temperatur rata-rata.
6. Hitung densitas fasa cair,
  o 62.4  Rs 0.0764 / 5.615    WOR  

1
L     62.4
g
  

 1  WOR  
w
 Bo  1 WOR

7. Dengan menganggap temperatur rata-rata konstan, tentukan harga Z, pada


harga tekanan, temperatur rata-rata serta specific gravity gas yang konstan.
8. Hitung densitas rata-rata fasa gas, dengan persamaan :
 P   520   1 
 g  0.0764 g    
 14.7   T   Z 
9. Hitung viskositas rata-rata minyak, berdasarkan korelasi yang ada.
10. Tentukan viskositas air rata-rata.
11. Tentukan viskositas cairan rata-rata, yaitu dengan persamaan :
 1   WOR 
 L  o   w 
 1  WOR   1  WOR 
12. Dengan menganggap tegangan permukaan konstan, hitung tegangan
permukaan fasa cair dengan persamaan berikut :
 1   WOR 
 L   o   w 
 1  WOR   1  WOR 
13. Hitung liquid viscosity number NL dengan menggunakan persamaan
1

 1 4
N L  015726
. L 
  L 3 
14. Dari Gambar 4.9 tentukan harga CNL.
15. Hitung luas permukaan tubing, Ap = d2/4.
16. Dengan menggunakan korelasi yang tersedia, tentukan Bo pada tekanan dan
temperatur rata-rata.
17. Dengan menganggap Bw = 1 BBL/STB, hitung vsL ft/sec dengan persamaan :
5.615 q L   1   WOR  
v sL   Bo    Bw  
86400 A p  1  WOR   1  WOR  

18. Hitung liquid velocity number, NLv, dengan menggunakan persamaan
1

 4
N Lv  1938
. v sL  L 
 
19. Hitung superficial gas velocity, vsg, dengan menggunakan persamaan berikut:
  1 
q L GLR  Rs  
  1  WOR    14.7   T 
v sg     Z 
86400 A p  P   520 

20. Hitung gas velocity number, Ngv, dengan menggunakan persamaan:


1

 4
N gv  1938
. v sg  L 
 
21. Check pola aliran yang terjadi, untuk menentukan apakah metoda Hagedorn
dan Brown dapat dilanjutkan. Hitung harga A, sebagai berikut :

A  1071
. 
0.2218v sL  v sg 
2

d
Apabila A  0.13, maka gunakan harga tersebut untuk perhitungan selanjutnya,
tetapi apabila < 0.13, gunakan harga 0.13 sebagai harga A.
Selanjutnya hitung harga B, yaitu :
v sg
B
v sg  v sL

Apabila harga (B  A) berharga positif atau sama dengan nol, maka metoda
Hagedorn dan Brown dapat digunakan. Tetapi apabila berharga negatip, maka
metoda Hagedorn dan Brown dianjurkan untuk tidak digunakan.
22. Hitung pipe diameter number, Nd, dengan menggunakan persamaan:
1

 2
N d  120.872d  L 
 
23. Hitung fungsi korelasi hold-up, dengan persamaan :

 N Lv   P  0.1  CN L 
 0.575     
 N gv   14.7   N d 
harga diatas adalah sama dengan harga sumbu horisontal dari grafik pada
Gambar 4.8.
24. Berdasarkan Gambar 4.8, tentukan harga HL/.
25. Tentukan faktor koreksi sekunder, dengan menentukan terlebih dahulu harga
absis dari Gambar 4.9, yaitu :
N gv N L0.38
N d2.14
26. Dengan menggunakan Gambar 4.9, tentukan harga .
27. Tentukan harga HL, yaitu :
 H L /   
Untuk cairan yang viskositasnya rendah, tidak perlu dilakukan koreksi, dimana
 = 1.
28. Hitung bilangan Reynold dua fasa (NRe)TP dengan menggunakan persamaan :
2.210 2 w
N Re TP 
d  L H L
 
g
Hg

29. Tentukan harga /d. Apabila harga  tidak diketahui, gunakan harga 0.00015 ft,
yang mana harga ini merupakan harga rata-rata untuk commercial pipe.
30. Tentukan faktor gesekan dengan menggunakan
𝑑𝑝 𝑓𝑚 𝜌𝑣 2
=
𝑑𝐿 2𝑔𝑐 𝑑
64𝜇
𝑓𝑚 =
𝜌𝑣𝑑
31. Hitung densitas dua fasa rata-rata, dengan dua cara, yaitu :
(a) Dengan memperhitungkan slip, yaitu :
 m   L H L   g 1  H L 
(b) Tanpa memperhitungkan slip, yaitu dengan terlebih dahulu menghitung
input liquid content, L. Dengan demikian :
m   L L   g g
Bandingkan kedua harga densitas dua fasa yang dihitung dengan cara (a) dan
(b) di atas, dan densitas yang digunakan adalah yang terbesar.
32. Ulangi langkah 5, 7, 16, 17 dan 19 untuk tekanan-tekanan P1 dan P2.
33. Hitung kecepatan campuran dua fasa pada tekanan P1 dan P2 sebagai berikut :
vm 1  vsL 1  vsg 1
vm  2  vsL  2  vsg  2 
34. Tentukan harga :

  
 vm2  vm 1  vm  2
2 2

35. Hitung h yang sesuai dengan P = P1  P2 dengan persamaan :
  vm2  
 144  P   
m  
  2 gc  
h 
f w2
m 
2.9652  1011 d 5  m
36. Mulai dari P2 dan kedalaman titik tekanan P2, anggap titik tekanan yang lain
dan ulangi prosedur diatas, sampai mencapai kedalaman yang dimaksud.
Keterangan:
Hagedorn dan Brown menunjukkan bahwa liquid hold-up (HL) dapat
dihubungkan dengan empat parameter tak berdimensi, sebagai berikut:
1

 4
N Lv  1938
. v sL  L 
 
1

 4
N gv  1938
. v sg  L 
 
1

 2
N d  120.872d  L 
 
1

 1 4
N L  015726
. L 
  L 3 
Keterangan :
d = ft
 = lb/cuft
vsL = ft/sec
vsg = ft/sec
L = cp
 = dyne/cm.