You are on page 1of 6

LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Hecting Pada Tn.S


Di Ruang Unit Gawat Darurat RSUD Pandan Arang Boyolali

Hari : Kamis
Tanggal : 5 Juli 2018
Jam : 23.00 WIB

A. Keluhan Utama : Pasien mengalami kecelakann lalu lintas dan terdapat luka
robek dikepala pasien
B. Diagnose Medis : Cedera Otak Berat
C. Diagnosa keperawatan : Risiko Perdarahan
D. Data yang mendukung Diagnosa Keperawatan :
Ds : Klien mengatakan nyeri di kepala bagian belakang
Do:
- Terdapat luka robek dikepala
- TD : 130/ 80 mmHg
Nadi : 88 x/ menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 36o C
- Tampak ada robekan di kepala bagian belaang
- Tampak keluar darah dari luka

E. Dasar pemikiran
Resiko perdarahan dapat disebabkan karena adanya luka robekan di kepala
belakang pasien, dimana luka robekan lebar dan banyak darah yang keluar.
Maka luka tersebut diatasi dengan dilakukannya hecting pada luka agar luka
tidak terjadi perdarahan dan tidak terjadi infeksi pada luka

F. Tindakan keperawatan yang dilakukan


Hecting pada kepala bagian belakang
G. Prinsip-prinsip tindakan

Prinsip yang harus diperhatikan :

1) Cara memegang kulit pada tepi luka dengan surgical forceps harus
dilakukan secara halus dengan mencegah trauma lebih lanjut pada
jaringan tersebut.
2) Ukuran kulit yang yang diambil dari kedua tepi luka harus sama
besarnya.
3) Tempat tusukan jarum sebaiknya sekitar 1-3 cm dari tepi luka. Khusus”
daerah wajah 2-3mm.
4) Jarak antara dua jahitan sebaiknya kurang lebih sama dengan tusukan
jarum dari tepi luika.
5) Tepi luka diusahakan dalam keadaan terbuka keluar ( evferted ) setelah
penjahitan

Alat :

1) Steril
- needle holder/ pemegang jarum
- jarum dengan ujung bulat
- Pinset anatomi
- Pinset chirrurgis
- Gunting Benang
- Gunting jaringan
- Klem arteria berujung lurus/ bengkok
- Kain steril
2) Non steril

- NaCl fisiologis
- Povidon Iodine 10%
- Lidocain 2%
- Kasa steril
- Plester
- Spuit 3cc
- Benang side no 3.0
- Benang catgut no. 3.0
Prosedur pelaksanaan :
1) Menentukan jenis luka
- menilai bentuk luka : teratur/tidak
- menilai tepi luka : teratur/tidak, jembatan jaringan
- menilai luas luka : panjang dan lebar dalam cm
- menilai kedalaman luka : dalam cm 2
2) Memberikan penjelasan dan meminta persetujuan tindakan medik:
- menjelaskan kondisi luka
- menjelaskan prosedure tindakan
- menjelaskan tujuan tindakan,keuntungan dan kerugian
- meminta persetujuan tindakan
3) Menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam keadaan steril
4) Menentukan jenis benang dan jarum yang diperlukan
5) Memilih antiseptik, desinfektan yang diperlukan
6) Melakukan cuci tangan
7) Memakai sarung tangan steril
8) Melakukan tindakan aseptik anti septik
- dimulai dari tengah ke tepi secara sentrifugal
- menggunakan kasa dan povidon iodine
9) Melakukan anestesi lokal (secara infiltrasi atau lapangan)
cara: menusukkan jarum sub kutan menyusuri tepi luka sampai seluruh
luka teranestesi dengan baik. Lakukan aspirasi untuk memastikan bahwa
ujung jarum tidak masuk pembuluh darah (terlihat cairan darah dalam
spuit). infiltrasikan lidokain bersamaan waktu menarik mundur jarum 2-4
cc (tergantung luas luka)
10) Pasang kain steril. 12. Lakukan eksplorasi luka untuk mencari perdarahan
aktif, jaringan-jaringan mati/ rusak. Perdarahan dari vena cukup
dihentikan dengan penekanan menggunakan kasa steril beberapa detik.
11) Desinfeksi menggunakan povidon Iodine
12) Menjahit luka
- Gunakan needle holder untuk memegang jarum.
- Jepit jarum pada ujung pemegang jarum pada pertengahan atau
sepertiga ekor jarum. Jika penjepitan kurang dari setengah jarum,
akan sulit dalam
menjahit.
- Pegang needle holder dengan jari-jari sedemikian sehingga
pergelangan tangan dapat melakukan gerakan rotasi dengan bebas.
masukkan ujung jarum pada kulit dengan jarak dari tepi luka sekitar
1cm, membentuk sudut 90˚
- dorong jarum mengikuti kelengkungan jarum.
- Jahit luka lapis-demi lapis dari yang terdalam. Aproksimasi tepi luka
harus baik.
- Penjahitan luka bagian dalam menggunakan benang yang dapat di
serap atau monofilament
- Jarak tiap jahitan sekitar 1cm. Jahitan yang terlalu jarang luka kurang
menutup dengan baik.
- Bila terlalu rapat meningkatkan trauma jaringan dan reaksi inflamasi.
13) Melakukan dressing Setelah penjahitan selesai, lakukan eksplorasi.
Jahitan yang terlalu ketat/ kendor diganti. Desinfeksi luka dengan
povidone iodine. Tutup dengan kasa steril beberapa lapis untuk menyerap
discharge yang mungkin terbentuk. Dan diplester
14) Berikan edukasi tentang makanan, cara merawat luka, mengganti kasa.
Waktu kontrol. Menjelaskan lama penyembuhan, waktu pengangkatan
jahitan, hasil jahitan, penyulit-penyulit yang mempengaruhi
penyembuhan luka.
15) Membereskan alat
16) Cuci tangan
17) Dokumentasi keperawatan

H. Analisa tindakan keperawatan

Jahitan kulit sebaiknya terbuat dari berbagai bahan yang dapat di absopsi,
seperti sutra, katun, linen, kawat, nilon dan dakron (seratpoliester). Tujuannya
untuk mencegah timbulnya infeksi dari luka tersebut serta mengobservasi
perkembangan luka.

Tindakan hecting pada Tn.S dilakukan menggunakan benang silk 2,0


dengan cara simpul tunggal. Tindakan ini dilakukan selama 30 menit dengan
jumlah 6 jahitan. Setelah dijahit, luka dibalut menggunakan sufratul dan kasa
steril kering dan tidak muncul tanda-tanda perdarahan.

I. Bahaya yang mungkin muncul


1) Jika jahitan terlalu tegang dapat menyebabkan avaskularisasi
sehinggamenyebabkan kematian jaringan
2) Jika teknik penjahitan yang dilakukan tidak steril maka dapat terjadi
infeksi
3) Pembersihan luka yang kurang teliti juga dapat menimbulkan infeksi jika
masih ada benda asing yang tertinggal pada luka

J. Hasil yang didapat dan maknanya


S:
- Klien mengatakan saat dijahit tidak terasa nyeri
O:
- Luka robek kepala bagian belakang dijahit sebanyak 6 jahitan dibalut
dengan kasa steril
A:
- Masalah risiko perdarahan tidak terjadi
P:
- Observasi pasien di ruang observasi
- Observasi luka jahitan
- Kolaborasi terapi cairan dan terapi medis

K. Tindakan keperawatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa


keperawatan di atas (mandiri dan kolabiratif)
- Injeksi IM tetagam 250 iu
- Pemberian obat antibiotic dan anti nyeri

L. Evaluasi diri

Tindakan hecting yang dilakukan pada Tn.S sudah dilakukan sesuai prosedur.

M. Kepustakaan
1) Mansjoer, Arif . 2000. Kapita selekta kedokteran. Ed.3 jilid 2. Jakarta :
FKUI
2) Nanda Diagnosis Keperawatan 2012-2014
3) PPD Unsoed. Diakses melalui
http://kedokteran.unsoed.ac.id/Files/Kuliah/modul%20/Genap%20I%20-
%20Hecting.pdf pada tanggal 3 Januari 2014

Mengetahui
Mahasiswa Praktikan Pembimbing Klinik/CI

( Lusy Angriani Manurung ) (......................................)