You are on page 1of 4

LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Nebulizer Pada Tn.S


Di Ruang Unit Gawat Darurat RSUD Pandan Arang Boyolali

Hari : Selasa
Tanggal : 26 Juni 2018
Jam : 16.00 WIB
A. Keluhan Utama : Pasien mengalami sesak napas, batuk dan berdahak.
B. Diagnosa Medis : Asma Bronkhial
C. Diagnosa Keperawatan : Pola Napas Tidak Efektif
D. Data yang mendukung Diagnosa Keperawatan
DS :
- Pasien mengatakan merasa sesak
- Terdapat sputum kering
DO : - TD : 130/80 mmHg
- HR 80 x/menit
- RR 25 x/menit

E. Dasar Pemikiran
Asma bronchial adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan
karena hipersensitivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan penyempitan
sementara. Obstruksi ini disebabkan oleh berkerutnya otot polos saluran pernapasan,
pembengkakan selaput lender, dan pembentukan timbunnan lendir yang berlebihan. Tiga
gejala umum pada asma adalah batuk, dypsnea, dan mengi. Sputum, yang terdiri atas
sedikit mucus yang mengandung masa gelatinosa bulat sulit untuk dibatukkan. Sputum
(mucus) yang sulit untuk dikeluarkan dapat semakin menghambat jalan napas pasien
dengan asma.
Nebulizer merupakan alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi
aerosol secara terus menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau
gelombang ultrasonic. Nebulizer juga dapat difungsikan untuk memberikan obat
pengencer sputum dan pelega pernapasan melalui inhalasi. Oleh karena itu, perlu
dilakukan tindakan pemberian obat dengan nebulizer untuk mengencerkan dahak dan
memperlancar jalan napas.

F. Prinsip tindakan keperawatan


1. Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah tindakan,
2. Observasi pengembangan paru dan pasang oksigen setelah pemberian obat apabila
diperlukan.
3. Prinsip nebulizer adalah mengubah obat (larutan) menjadi aerosol, sehingga dapat
dihirup pasien dengan menggunakan masker atau mouthpiece

Prosedur Tindakan:
a. Persiapkan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan :
- Nebulizer set dan masker
- Obat yang diperlukan (combivent)
b. Jelaskan kepada klien tentang tujuan prosedur dan langkah-langkah prosedur yang
akan dilaksanakan.
c. Atur posisi klien senyaman mungkin (semifowler)
d. Jaga pivacy klien
e. Cuci tangan
f. Isi nebulizer dengan obat yang dianjurkan dokter \
g. Pilih tekanan nebulizer yang sesuai.
h. Hubungkan nebulizer dengan sumber listrik dan hidupkan nebulizer.
i. Pasangkan masker pada klien
j. Instruksikan klien untuk menghirup uap yang dihasilkan nebulizer dan bernapas
panjang.
k. Setelah obat yang diberikan telah habis menjadi uap, matikan nebulizer.
l. Rapikan klien.
m. Cuci tangan.
G. Analisis Tindakan
Tindakan pemberian obat melalui nebulizer dilakukan sesuai dengan prosedur. Sebelum
melakukan prosedur, melakukan cuci tangan terlebih dahulu seta setelah melakukan
promencegah resiko terjadinya infeksi nosokomial.

H. Bahaya dilakukannya tindakan :


Terapi nebulizer memiliki resiko seperti infeksi, airway reactivity, pulmonary dan efek
sistemik, serta drug reconsentration. Perlu ada perawat yang mendampingi untuk
memantau perkembangan atau perubahan yang terjadi pada pasien

I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan


- Pantau frekuensi dan kedalaman pernapasan.
- Mengatur posisi pasien fowler
- Memberikan oksigen 3 lpm setelah pasien diberikan obat.

J. Hasil yang di harapkan setelah dilakukan tindakan


- Pasien mengatakan sesak napas berkuranng
- Pasien dapat batuk dan mengeluatkan sputum
- RR dalam rentang normal (16-20 x/menit)
- Pasien tampak lebih nyaman
- Pasien kooperatif

K. Evaluasi diri
Perlu lebih memperhatikan kesesuaian tindakan dengan kondisi klien. Pada tindakan
pemberian obat dengan nebulizer, perlu lebih hati-hati dalam menentukan tekanan
nebulizer. Tindakan yang dilakukan dengan tidak hati-hati dapat menimbulkan masalah
baru pada klien. Selain itu, perlengkapan alat proteksi diri pun harus diperhatikan untuk
melindungi diri sendiri dari penularan atau penyebaran mikroorganisme yang pathogen.
L. Daftar pustaka / Referensi
Nurarif, Kusuma. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan
NANDA. Jakatya : Mediaction
Smelzter. S. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Vol 2. Jakarta : EGC.

Mengetahui
Mahasiswa Praktikan Pembimbing Klinik/CI

( Lusy Angriani Manurung ) (......................................)