You are on page 1of 28

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

UJI KADAR ANTIOKSIDAN DALAM TEH KULIT LIDAH BUAYA


MENGGUNAKAN METODE DPPH
BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:

Anggun Sixthia Wulan Ayu 1508103010055 (2015)


Zuliana Rahmah 1508103010053 (2015)
Diana Eka Putri 1508103010054 (2015)

UNIVERSITAS SYIAH KUALA


BANDA ACEH
2017
ii
PENGESAHAN PKM-PENELITIAN

1. Judul Kegiatan : Uji Kadar Antioksidan dalam Teh Kulit


Lidah Buaya Menggunakan Metode DPPH.
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap : Anggun Sixthia Wulan Ayu
b. NIM : 1508103010055
c. Jurusan : Kimia
d. Universitas : Syiah Kuala
e. Alamat Rumah dan No Tel/HP : Jl. Bunga Cempaka XIV Kec. Tanjung
Sari, Medan-Sumatera Utara.
HP: 082321165040
f. Alamat E-mail : anggunswa08@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 orang
5. Dosen Penbimbing :
a. Nama Lengkap : Siti Saleha, M.Si
b. NIDN : 0028097003
c. Alamat Rumah dan No Tel/HP : Jln. Mesjid Tuha, Ie Masen Ulee Kareng.
HP: 081360033515
6. Total Biaya Kegiatan : Rp. 4.462.500,-
a. Dikti : Rp. 4.462.500,-
Sumber Lain :-
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan

Banda Aceh, 2017


Menyetujui,
Pembantu Dekan III FMIPA Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dr. rer. nat. Ilham Maulana, S.Si) (Anggun Sixthia Wulan Ayu)
NIP.197503061998021001 NIM. 1308104010012

Pembantu Rektor III


Bidang Kemahasiswaan Dosen Pembimbing

(Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC) (Sitti Saleha, M.Si)


NIP. 196307251991021001 NIDN. 0028097003
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................................i
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1. Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Perumusan Masalah...................................................................................2
1.3. Hipotesis Penelitian...................................................................................3
1.4. Tujuan Penelitian.......................................................................................3
1.5. Manfaat Penelitian.....................................................................................3
BAB II......................................................................................................................4
TINJAUAN KEPUSTAKAAN................................................................................4
2.1. Lidah Buaya..............................................................................................4
2.2. Radikal dan Antioksidan...........................................................................5
2.3. Teh Kulit Lidah Buaya..............................................................................6
BAB III....................................................................................................................8
METODOLOGI PENELITIAN...............................................................................8
3.1. Alat dan Bahan..........................................................................................8
3.2. Metode Penelitian......................................................................................8
 Parameter Pengamatan..............................................................................9
a. Karakteristik sensoris dengan uji hedonik yang meliputi : warna,
aroma, rasa dan kesukaan keseluruhan (Mabesa, 1986)...............................9
b. Uji Efektifitas (De Garmo, 1984)..........................................................9
c. Karakteristik Kimia...............................................................................9
1. Aktivitas Antioksidan (Gadow et al, 1997).......................................9
1. Total Polifenol (Andarwulan dkk., 1999)........................................10
BAB IV..................................................................................................................11
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.....................................................................11
4.1. Anggaran Biaya.......................................................................................11
4.2. Jadwal Kegiatan.......................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................12
LAMPIRAN...........................................................................................................13
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing........................13
A. Biodata Ketua..........................................................................................13
B. Biodata Anggota I....................................................................................15
C. Biodata Anggota II..................................................................................16

i
D. Biodata Dosen Pembimbing....................................................................18
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan.......................................................20
1. Peralatan Penunjang................................................................................20
2. Bahan Habis Pakai...................................................................................20
3. Lain-Lain.................................................................................................21
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas.............21
SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA.................................................22

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Lidah buaya masuk pertama kali ke Indonesia sekitar abad ke- 17.
Tanaman tersebut dibawa oleh petani keturunan Cina. Tanaman lidah buaya
dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang ditanam sembarangan di pekarangan
rumah dan digunakan sebagai kosmetika untuk penyubur rambut, memiliki fungsi
yang baik bagi kesehatan yaitu sebagai antiinflamasi, antijamur, antibakteri,
membantu proses regenerasi sel, menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes,
mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan
penyakit kanker. Sekitar tahun 1990, tanaman ini baru digunakan untuk industri
makanan dan minuman. Lidah buaya merupakan tanaman fungsional karena
semua bagian dari tanaman dapat dimanfaatkan, baik untuk perawatan tubuh
maupun untuk mengobati berbagai penyakit (Furnawanthi, 2002).
Kelompok Tani Aloevera Mekar Sari di Banjar Tengah Bonbyu, Desa
Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar memiliki usaha produksi lidah
buaya menjadi lidah buaya instan dan teh dari kulit lidah buaya. Proses
pengolahan teh lidah buaya ini sangat sederhana, yaitu meliputi proses
pengupasan kulit, perendaman dengan larutan garam, pencucian, penjemuran,
pengovenan, perajangan, dan pengemasan (Satriadi, 2014).
Limbah kulit lidah buaya dapat dibuat minuman bermanfaat bagi tubuh.
Kulit lidah buaya mengandung polifenol yang bermanfaat bagi tubuh dan kulit
mempunyai kaempeferol, quercetin dan merycetin. Dari kandungan tersebut
diduga dapat berperan sebagai antioksidan. Setiap antioksidan menunjukkan
kecenderungan yang berbeda terhadap pengaruh pemanasan dan sangat
dipengaruhi jenis komponen yang berperan dalam antioksidan dan kandungan di
dalam tanaman tersebut (Dewi, 2006). Menurut Arpah (1993), pada proses
penyeduhan terjadi peningkatan atau penurunan komponen tertentu yang
diinginkan dan komponen yang tidak diinginkan.
Kulit daun adalah bagian terluar dari struktur daun lidah buaya yang
berwarna hijau. Sejauh ini belum ada tulisan mengenai zat yang terkandung
didalam kulit daun namun penelitian yang dilakukan Agarry, dkk (2005)

1
menunjukkan bahwa ekstrak kulit daun lidah buaya pada konsentrasi 25 mg/ml
menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan zona hambat 4 mm.
Didalam buku pengobatan menyatakan bahwa teh yang terbuat dari kulit daun
lidah buaya dapat menghilangkan kecanduan merokok. Kulit lidah buaya
mempunyai aroma yang kurang sedap sehingga tidak disukai, sehingga perlu
bahan tambahan lain yang mempunyai aroma yang kuat sehingga dapat menutupi
aroma dari kulit lidah buaya tersebut. Oleh karena itu, teh ini dapat ditambahkan
bubuk kayu manis, bubuk vanila ataupun jahe yang mempunyai aroma kuat
menyegarkan. Salah satu unsur utama jahe yaitu gingerol, shogaol dan zingeron
yang membuat kapasitas antioksidan jahe 40 kali lebih besar dibandingkan
vitamin E. Rasa pedas dari jahe kering berasal dari senyawa shogaol yang
merupakan hasil dehidrasi dari gingerol (Hernani, 2011). Aroma jahe sangat
tergantung pada kandungan minyak atsirinya, jahe kering mempunyai kadar
minyak atsiri 1-3% (Eze dan Agbo, 2011).
Zat antioksidan digunakan sebagai pencegahan radiasi sinar UV berbahaya
bagi kesehatan. Radiasi UV bisa menyebabkan terjadinya radikal bebas. Radiasi
sinar UV berbahaya bagi kulit, karena dapat menyebabkan kanker kulit. Lidah
buaya digunakan sebagai antioksidan karena dapat mengurangi kandungan radikal
bebas (SO4-). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar antioksidan lidah
buaya terhadap suhu penyeduhan dan faktor apa yang terjadi jika ditambahkan
bahan lainnya serta dapatkah memenuhi produksi pemasaran.

1.2 Perumusan Masalah


Perumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1) Apakah kadar antioksidan pada teh kulit lidah buaya dapat berpengaruh
terhadap suhu penyeduhan?
2) Apakah penambahan beberapa bahan lainnya dapat mempengaruhi cita rasa
dan kadar antioksidan didalam teh kulit lidah buaya?
3) Apakah teh kulit lidah buaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luar
dengan berbagai manfaatnya?

1.3. Hipotesis Penelitian

2
Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka hipotesis pada penelitian ini
adalah:
1) Kadar antioksidan pada teh kulit lidah buaya dapat berpengaruh terhadap
suhu penyeduhan.
2) Penambahan beberapa bahan lainnya dapat mempengaruhi cita rasa dan kadar
antioksidan didalam teh kulit lidah buaya.
3) Teh kulit lidah buaya dapat memenuhi kepuasan masyarakat luar dalam
berbagai manfaatnya.

1.4. Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah:
1) Untuk mengetahui kadar antioksidan pada teh kulit lidah buaya dapat
berpengaruh terhadap suhu penyeduhan.
2) Untuk mengetahui penambahan beberapa bahan lainnya dapat mempengaruhi
cita rasa dan kadar antioksidan didalam teh kulit lidah buaya.
3) Untuk mengetahui teh kulit lidah buaya dapat memenuhi kepuasan
masyarakat luar dalam berbagai manfaatnya.

1.5. Manfaat Penelitian


Manfaat dari penelitian ini adalah meneliti kadar antioksidan pada teh kulit
lidah buaya dan faktor pengaruh dari penambahan bahan lainnya sebagai anti
radikal bebas dari dalam tubuh. Apabila penelitian ini berhasil dengan baik, maka
dapat dikembangkan produk yang lebih baik untuk dipasarkan dengan berbagai
manfaatnya.

3
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1. Lidah Buaya


Aloe merupakan tanaman Liliaceae yang mempunyai banyak jumlah
spesies yang berbeda, di antara spesies ini hanya satu jenis yang telah lazim
digunakan sebagai tanaman obat sejak ribuan tahun yang lalu yaitu Aloe vera atau
yang sering disebut dengan nama lidah buaya. Selama 3500 tahun, kisah lidah
buaya diteruskan dari mulut ke mulut. Lidah buaya selalu muncul dalam setiap
fase sejarah dengan penghargaan atas keampuhannya dalam pengobatan. Pertama
kali dokumentasi lidah buaya berasal dari Mesir Kuno di mana tempat lidah buaya
tumbuh. Mesir juga mendokumentasikan kegunaannya dalam mengobati luka
bakar, dan infeksi. Lidah buaya dalam bentuk segar selalu digunakan Cleopatra
untuk menjaga kulitnya agar tetap halus dan awet muda (Natsir, 2013).
Lidah buaya merupakan tanaman fungsional karena semua bagian dari
tanaman dapat dimanfaatkan, baik untuk perawatan tubuh maupun untuk
mengobati berbagai penyakit (Furnawanthi, 2002), sehingga banyak digunakan
dalam industri kosmetik dan industri farmasi. Sejak tahun 1988 tanaman lidah
buaya mulai diolah menjadi berbagai aneka makanan dan minuman segar seperti:
koktail, bubur, dodol, dan selai. Pada tahun 1990 petani di Kalimantan Barat
mulai memanfaatan lidah buaya secara komersial sebagai bahan minuman
(Wahjono, 2002). Pada pembuatan makanan dan minuman tersebut yang
dimanfaatkan adalah daging dari lidah buaya. (Paimin, 2002). Menurut
Furnawanthi (2002), komponen yang terkandung dalam lidah buaya sebagian
besar adalah air yang mencapai 99,5 % dengan total padatan terlarut hanya
0,049%, lemak 0,067%, karbohidrat 0,043%, protein 0,038%, vitamin A 4,594%
IU, dan vitamin C 3,476 mg.
Lidah buaya digunakan sebagai antioksidan karena dapat mengurangi
kandungan radikal bebas. Lidah buaya memiliki kandungan antioksidan berupa
saponin, flavonoid, isoflavon, lignin, vitamin E dan vitamin C yang dapat
menangkal radikal bebas (SO4-). Lidah buaya dikenal memiliki fungsi yang baik
bagi kesehatan yaitu sebagai antiinflamasi, antijamur, antibakteri, membantu
proses regenerasi sel, menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes, mengontrol

4
tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker.
Lidah buaya mempunyai kandungan zat gizi, vitamin dan mineral yang dapat
berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami, seperti vitamin C, vitamin A,
magnesium, dan zinc. Antioksidan ini berguna untuk mencegah penuaan dini,
serangan jantung, dan berbagai penyakit degeneratif. Dalam lidah buaya ini
flavonoid berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, dan dapat menghambat
pendarahan pada kulit.

Flavonoid Isoflavonoid Neoflavonoid.


(Hermani, 2006).

2.2. Radikal dan Antioksidan


Ultraviolet merupakan suatu bagian dari spektrum gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet dibagi menjadi
tiga bagian berdasarkan dengan panjang gelombangnya, yaitu UVA (400-315 nm),
UVB (315-280 nm) dan UVC(280-100 nm). Secara umum sumber ultraviolet
dapat diperoleh secara alamiah dan buatan, dengan sinar matahari merupakan
sumber utama ultraviolet di alam. Sumber ultraviolet buatan umumnya berasal
dari lampu fluorescent khusus, seperti lampu merkuri (Hermani, 2006).
Ultraviolet biasanya digunakan untuk penelitian genetika, keperluan
medis, juga untuk sterilisasi karena dapat membunuh bakteri. Energi radiasi
ultraviolet mampu melakukan penetrasi ke dinding sel mikroorganisme yang
menyebabkan tidak dapat melakukan replikasi, sehingga sel tersebut akan
kehilangan sifat patogenitasnya. Jika tubuh terus menerus menerima radiasi UV,
maka akan menyebabkan efek biologis misalnya kerusakan retina, katarak dan
kanker kulit (Sudarto, 1997).

5
Radikal bebas adalah atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih
elektron yang tidak berpasangan pada lapisan luarnya. Terbentuknya radikal bebas
karena cahaya ultraviolet disebabkan karena cahaya dari sinar ultraviolet tersebut
mengenai sensitizer, yaitu senyawa yang mampu menyimpan cahaya/energi
dengan baik dan mampu menyimpannya sampai ada kesempatan dipindahkan ke
molekul lain, yang mana proses ini kemudian akan memproduksi radikal bebas
(Hermani, 2006).
Radikal bebas dapat dicegah menggunakan antioksidan. Hal ini terjadi
karena antioksidan dapat memberikan elektronnya dengan cuma-cuma.
Antioksidan bekerja dalam dua cara, yaitu pemutusan rantai dan pencegahan.
Antioksidan banyak ditemukan pada bahan pangan diantaranya buah-buahan,
sayuran dan biji-bijian adalah sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam
reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan
proses penuaan dini. Radikal bebas dapat dideteksi dengan Electron Spin
Resonance. ESR merupakan metode penelitian tentang molekul yang memiliki
satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Metode ini memanfaatkan medan
magnet yang akan mengakibatkan elektron beresonansi (Winarsi, 2011).

2.3. Teh Kulit Lidah Buaya


Teh merupakan salah satu minuman non alkohol yang sangat populer dan
digemari masyarakat. Selain sebagai minuman yang menyegarkan, teh telah lama
diyakini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Teh tidak hanya dikonsumsi
sebagai minuman, dewasa ini ekstrak teh juga banyak ditambahkan dalam
berbagai produk pangan dan kosmetik (Hartoyo, 2003). Bila dibandingkan dengan
jenis minuman lain, teh ternyata lebih banyak manfaatnya. Manfaat yang
dihasilkan dari minuman teh adalah memberikan rasa segar, dapat memulihkan
kesehatan badan dan terbukti tidak menimbulkan dampak negatif. Khasiat yang
dimiliki oleh minuman teh berasal dari kandungan zat biaoaktif yang terdapat
dalam daun teh. Menurut La Vecchia et al. (1992); Bravo (1998, teh memiliki
khasiat kesehatan karena mengandung zat bioaktif yang disebut polifenol terutama
katekin. Senyawa bersifat sebagai antioksidan yang berperan dalam meredam

6
aktifitas radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh sehingga bermanfaat
bagi pencegahan beberapa penyakit degeneratif.
Terdapat banyak jenis teh yang beredar di pasaran, namun hanya beberapa
yang paling diminati masyarakat diantaranya teh hijau, teh oolong, teh hitam serta
teh herbal. Teh herbal merupakan minuman yang terbuat dari bunga, daun, biji
ataupun akar berbagai macam tanaman yang dikeringkan dan tidak mengandung
daun teh (Camellia sinensis). Salah satu teh herbal yang sedang dikembangkan
khususnya di daerah Bali adalah teh dari kulit lidah buaya (Aloe barbadensis
Milleer). Di dalam buku pengobatan menyatakan bahwa teh yang terbuat dari
kulit daun lidah buaya dapat menghilangkan kecanduan merokok. Sejauh ini
belum ada tulisan mengenai zat yang terkandung di dalam kulit daun namun
penelitian yang dilakukan Agarry., et al (2005) menunjukkan bahwa ekstrak kulit
daun lidah buaya pada konsentrasi 25 mg/ml menghambat pertumbuhan
Staphylococcus aureus dengan zona hambat 4 mm (Suryobudoyo, 2009).

7
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan yaitu spektrofotometer, magnetic stirer, oven (Blue
M), Erlenmeyer (pyrex), botol sampel, tabung reaksi (pyrex), kertas saring,
aluminium foil, pisau, timbangan analitik (shimadzu), pH meter, pipet volum,
pipet tetes, labu ukur (pyrex), eksikator, beaker glass (pyrex), cawan, kertas label,
baskom, nampan, dan penggaris.
Bahan dari penelitian ini terdiri dari bahan baku dan bahan kimia. Bahan
baku yang digunakan adalah bubuk vanili, bubuk jahe, bubuk kayu manis dan
lidah buaya jenis Aloe vera (Aloe barbadensis Miller) yang dibeli, sedangkan
bahan kimia yang digunakan yaitu aquades, asam galat (Sigma), 2,2-dhipenil-1-
pichryldhydrazyl (DPPH) (Sigma), Folin-cioccalteu Phenol, Sodium karbonat
(Sigma), asam klorida (HCL), natrium hidroksida (NaOH), etanol, kalium klorida
(KCL), natrium asetat (CH3COONa) dan garam dapur.

3.2. Metode Penelitian


Lidah buaya yang dipakai adalah lidah buaya yang memiliki umur panen
kurang lebih satu tahun, dan memiliki ukuran panjang ± 40 cm dan memiliki lebar
± 6 cm. Kemudian lidah buaya dikupas menggunakan pisau. Setelah dikupas,
selanjutnya kulit lidah buaya direndam dengan larutan air garam (5%) selama 30
menit, kemudian dicuci hingga bersih dan dipotong menjadi halus (±0,1cm).
Selanjutnya dikeringkan dengan oven pengering dengan suhu 60°(±5°)C.
Selanjutnya variabel yang diamati adalah kadar abu, kadar sari, total fenol dan
aktivitas antioksidan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor
yaitu komposisi teh hijau, kulit lidah buaya dan jahe. Uji organoleptik dilakukan
untuk mendapatkan formulasi teh yang disukai panelis dengan 1 kali ulangan.
Data uji organoleptik berupa histogram yang dianalisis secara deskriptif.
Selanjutnya dilakukan uji karakteristik fisik dan kimia dengan 3 kali ulangan.

8
Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik menggunakan ANAVA
dengan taraf kepercayaan ≤ 5%.
Tabel 1. Perlakuan Teh dengan Variasi Komposisi
Kulit Lidah Buaya Bubuk Vanili Bubuk Kayu Bubuk Jahe
Kode
(%) (%) Manis (%) (%)
P1 100 - - -
P2 50 50 - -
P3 50 - 50 -
P4 50 - - 50
Teh diseduh dengan menggunakan suhu penyeduhan 70oC dan 90oC dan lama
penyeduhan 5 menit. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini
adalah Rancangan Petak Terbagi atau Rancangan Split Plot. Perlakuan variasi
menjadi perlakuan utama yang terdiri atas 4 petak dan percobaan ini diulang
sebanyak dua kali sehingga mendapatkan 16 unit percobaan. Data yang diperoleh
dianalisis dengan analisis variansi. Apabila terdapat pengaruh di dalam perlakuan
tersebut, maka analisis dilanjutkan dengan uji BNT.

 Parameter Pengamatan
a. Karakteristik sensoris dengan uji hedonik yang meliputi : warna,
aroma, rasa dan kesukaan keseluruhan (Mabesa, 1986).
Pengujian sensoris dilakukan dengan uji kesukaan. Uji kesukaan dilakukan
untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap teh yang dihasilkan.
Pengujian dilakukan dengan memberikan 8 sampel teh kepada panelis dengan
ulangan 1 kali. Sebelumnya sampel diberi kode dengan 3 digit angka secara acak
untuk menghindari terjadinya bias. Jumlah panelis minimal untuk uji kesukaan
adalah 10 orang dengan skoring.
b. Uji Efektifitas (De Garmo, 1984)
Pada uji efektifitas dilakukan dengan cara memberikan bobot nilai pada
masing-masing variabel dengan angka relative sebesar 0-5. Bobot nilai yang
diberikan tergantung pada konstribusi masing-masing variabel terhadap sifat-sifat
kualitas produk. Menentukan nilai terbaik dan terjelek dari data pengamatan.
Menentukan bobot normal variabel, yaitu variabel dibagi bobot total.
c. Karakteristik Kimia
1. Aktivitas Antioksidan (Gadow et al, 1997)

9
Aktivitas antioksidan dianalisis dengan menggunakan metode DPPH (1,1-
diphenyhl-2-picrilhidrazyl) 400 μM. Sebelum menganalisa antioksidan, dibuat
larutan DPPH terlebih dahulu dengan cara menimbang DPPH sebanyak 15,8 mg
kemudian ditera dengan etanol PA hingga volume 100 ml. Sampel teh sebanyak 5
gram diseduh dengan 200 ml air panas selama 5 menit kemudian disaring dan
diambil 1 ml dan ditera dengan etanol hingga volume 50 ml dan diambil 1 ml
larutan dan kemudian divortex selama 5 menit selanjutnya ditambah dengan 1 ml
larutan DPPH. Sampel kemudian ditambah dengan 2 ml etanol PA dan divortex
kembali hingga homogen, kemudian larutan didiamkan ditempat gelap selama 60
menit. Aktivitas antioksidan diukur berdasarkan nilai absorbansi pada panjang
gelombang 517. Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam % penghambatan.
1. Total Polifenol (Andarwulan dkk., 1999).
Sampel sebanyak 1 ml ditambahkan 1 ml etanol 97%, kemudian
ditambahkan 0,5 ml reagen Follin Ciobalteu. kemudian divortex agar larutan
homogen dan didiamkan selama 5 menit. Selanjutnya ditambahkan 1 ml larutan
Na2CO3 5% dan ditera dengan aquades hingga volume 10 ml dan divortex.
Kemudian tabung reaksi yang berisi larutan sampel tersebut dibungkus atau
ditutup dengan alumunium foil dan didiamkan ditempat gelap selama 60 menit.
Setelah itu diabsorbansi dengan panjang gelombang 725 nm.

Pemotongan dengan ukuran 0,1 cm

Pengeringan dengan taraf suhu 600 (±50 )


C

10
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1. Anggaran Biaya


Penelitisn teh kulit lidah buaya ini memerlukan beberapa peralatan penting
dengan daftar anggaran sebagai berikut:
Tabel 4.1. Daftar Barang dan Anggaran yang Diperlukan
No Jenis Pengeluaran Biaya
1 Peralatan penunjang Rp. 1.319.000
2 Bahan Habis Pakai Rp. 493.500
4 Lainnya Rp. 2.650.000
Jumlah Rp. 4.462.500

4.2. Jadwal Kegiatan


Jadwal kegiatan dicantumkan pada tabel 4.2.
Tabel 4.2. Daftar Jadwal Kegiatan
No Jenis kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5
1 Melakukan peninjauan teori
2 Mengumpulkan data dan hipotesis
3 Pembelian bahan-bahan penelitian
4 Melakukan penelitian
5 Melakukan uji coba
6 Kesimpulan

11
DAFTAR PUSTAKA

Bravo, L. 1998. Polyphenols: Chemistry, Dietary Sources, Metabolism and


Nutritional Significance. Nutrition Reviews, (56):317-333.

Furnawanthi, I. 2012. Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya Sitanaman Ajaib.


Agromedia Pustaka, Jakarta.

Hartoyo, A. 2003. Teh dan Khasiatnya bagi Kesehatan. Kanisius, Yogyakarta.

Hermani dan Raharjo. 2006. Tanaman Berkhasiat Antioksidan. Penerbit Swadaya,


Jakarta.

La Vecchia, C., E. Negri, S. Francheschi, B. D’Avanzo, P. Boyle. 1992. Tea


Consumption and Cancer Risk. Nutr Cancer, (17):27-31.

Natsir, N, A. 2013. Pengaruh Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai
Penghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Prosiding
FMIPA Universitas Pattimura, (5):110-112.

Paimin, F, R. 2002. “Empat olahan Manjakan Lidah Anda”. Trubus. November.


XXXIII.

Sudarto, Y. 1997. Lidah Buaya. Kanisius, Yogyakarta.

Suryobudoyo, P. 2009. Oksidan, Antioksidan dan Radikal Bebas. Fakultas


Kedokteran UNAIR, Surabaya.

Wahjono, E. 2002. Mengebunkan Lidah Buaya Secara Intensif. Agromedia


Pustaka, Jakarta.

Winarsi, H. 2011. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Kanisius, Yogyakarta.

12
LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing


A. Biodata Ketua
1. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Anggun Sixthia Wulan Ayu
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kimia
4 NIM 1508103010055
5 Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru, 21 Agustus 1999
anggunswa08@gmail.com /
6 E-mail
swaanggun840@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 0823-2116-5040 / 0831-8908-1306

2. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SDN 003 Sail / SMPS Al-Azhar SMAS Al-Azhar
Nama Institusi
039 Sail Medan Medan
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2005-2011 2011-2013 2013-2015

3. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Waktu dan
No. Judul Artikel Ilmiah
Seminar Tempat
- - -

4. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi ilmiah atau institusi
lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - -

Semua data yang Saya tercantum dalam biodata adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, Saya sanggup menerima sanksi. Demikian
biodata ini Saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian.
Banda Aceh, 01 Januari 2018

13
Pengusul,

(Anggun S.W.A)

14
B. Biodata Anggota I
1. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Zuliana Rahmah
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kimia
4 NIM 1508103010053
5 Tempat dan Tanggal Lahir Yogyakarta, 26 April 1997
6 E-mail z.rahmah.zr@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 0853-5923-0458

2. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA/SMK
SMPS SUKMA SMAS SUKMA
SDN 06
Nama Institusi BANGSA BANGSA
BIREUEN
BIREUEN BIREUEN
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

3. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Waktu dan
No Judul Artikel Ilmiah
Seminar Tempat
- - -

4. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi ilmiah atau institusi
lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1. - - -

Semua data yang tercantum dalam biodata adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian
biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian.
Banda Aceh, 01 Januari 2018
Pengusul,

(Zuliana Rahmah)

15
C. Biodata Anggota II
1. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Diana Eka Putri
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kimia
4 NIM 1508103010054
5 Tempat dan Tanggal Lahir Koto Agung, 11 Juli 1997
6 E-mail dianaekaputri172@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 0823-8773-4797

2. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA/SMK
SDN 19
Nama Institusi SMPN 1 Sitiung SMAN 1 Sitiung
Sitiung
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

3. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Waktudan
No Judul Artikel Ilmiah
Seminar Tempat
- - -

4. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi ilmiah atau institusi
lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - -

Semua data yang tercantum dalam biodata adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian
biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian.
Banda Aceh, 01 Januari 2018
Pengusul,

(Diana Eka Putri)

16
D. Biodata Dosen Pembimbing
1. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Sitti Saleha, M.Si
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kimia
4 NIDN 0028097003
5 Tempat dan Tanggal Lahir Medan, 28 September 1970
6 E-mail Sitti.saleha@unsyiah.ac.id
7 Nomor Telepon/HP 081360033515
-
2. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2
Nama Institusi ITS IPB
Jurusan Kimia Ilmu Pangan
Tahun Masuk-Lulus 1989-1994 2000-2003

3. Pemakalah Seminar Ilmiah ( Oral Presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Waktu dan
No. Judul Artikel Ilmiah
Seminar Tempat
Seminar Nasional Penentuan Nilai Gizi Banda Aceh, 5-6
1
Pendidikan Kimia Kulit Jeruk Manis Juli 2008
The 4th IMT-GT
Biosorpsi of Lead by
Conference on Banda Aceh, 9-10
2 Liagora divaricata
Mathematics, Statistics, Juni 2008
Macroalgae
and Application 2008

4. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi ilmiah atau institusi
lainnya)
Institusi Pemberi
No. Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
Satyalenana Karya 10
1 Presiden RI 2009
Tahun

Semua data yang tercantum dalam biodata adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian
biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian.

Banda Aceh, 01 Januari 2018


Pembimbing,

17
(Sitti Saleha, M.Si)

18
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
1. Peralatan Penunjang
Justifikasi Harga
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian Satuan (Rp)
Pipet Volume
Untuk memipet 1 bh Rp. 80.000 Rp. 80.000
(100 mL)
Labu Ukur Untuk mengocok
4 bh Rp. 100.000 Rp. 400.000
(250 mL) larutan
Untuk
Baskom 2 bh Rp 30.000 Rp. 60.000
menyimpan
Kertas Saring Untuk menyaring 10 lbr Rp. 6.000 Rp. 60.000
Untuk meletakkan
Tabung Reaksi 4 bh Rp. 15.000 Rp. 60. 000
larutan
Erlenmeyer Untuk
Pyrex (250 menghomogenkan 4 bh Rp. 50.000 Rp. 200.000
mL) larutan
Beaker Untuk
GlassPyrex mencampurkan 4 bh Rp.55.000 Rp. 220.000
(250 mL) larutan
Pisau Untuk memotong 2 bh Rp 15.000 Rp. 30.000
Untuk
Botol Sampel menyimpan hasil 4 bh Rp. 4.000 Rp. 16.000
sampel
Untuk tempat
Nampan mengeringkan 1 bh Rp. 30.000 Rp. 30.000
sampel
Untuk menandai
Kertas Label 1 bks Rp. 5.000 Rp. 5.000
sampel
Untuk
Cawan menimbang 1 bh Rp. 30.000 Rp. 30.000
sampel
Untuk
Aluminium
mengeratkan 2 roll Rp. 40.000 Rp. 80.000
Foil
penutup
Penggaris Untuk mengukur 2 bh Rp. 6.000 Rp. 12.000
Untuk menyedot
Pipet Tetes 6 bh Rp. 3.000 Rp. 36.000
larutan
Sub Total (Rp) Rp. 1.319.000

2. Bahan Habis Pakai


Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
1
Lidah Buaya Bahan utama Rp. 15.000 Rp. 15.000
tanaman
Bubuk Jahe Bahan 100 g Rp. 4.000 Rp. 4.000

19
tambahan
Bahan
Bubuk Vanili 100 g Rp. 35.000 Rp. 35.000
tambahan
Bubuk Kayu Bahan
100 g Rp. 40.000 Rp. 40.000
Manis tambahan
Bahan
Garam 1 bks Rp. 2.500 Rp. 2.500
tambahan
C2H5OH Bahan kimia 200 mL Rp. 6.000 Rp. 12.000
Na2CO3 Bahan kimia 20 g Rp. 3.000 Rp. 60.000
DPPH Bahan kimia 15,8 g Rp. 158.000 Rp. 158.000
Folin ciocalteu Bahan kimia 10 mL Rp. 12.700 Rp. 127.000
Bahan kimia
Aquades 5L Rp. 40.000 Rp. 40.000
tambahan
Sub Total (Rp) Rp. 493.500

3. Lain-Lain
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Untuk
Dokumentasi mengabadikan Rp. 200.000 Rp. 200.000
hal penting
Untuk makan
Konsumsi Rp. 150.000 Rp. 150.000
dan minum
Untuk antar
Ongkos Kirim Rp. 300.000 Rp. 300.000
bahan
Peminjaman
Spektrofotometer,
magnetic stirer,
Untuk meneliti Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000
oven, pH meter,
timbangan
analitik, eksikator
Sub Total (Rp) Rp. 2.650.000
Total Keseluruhan (Rp) Rp. 4.462.500

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


Alokasi
Bidang Uraian
No Nama/NIM Program Studi Waktu(jam
Ilmu Tugas
/minggu)
Anggun 15 Ketua
1 1508103010055 Kimia
S.W.A jam/minggu pelaksana
Zuliana 12
2 1508103010053 Kimia Keuangan
Rahma jam/minggu
Diana Eka 15
3 1508103010054 Kimia Meneliti
Putri jam/minggu

20
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN
PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Jl. Syekh Abdul Rauf, Darussalam, Banda
Aceh 23111
Telp. (0651) 7410248, (0651) 7554394, 7554398 Ext.
4149, 4190 Fax. (0651)7551381
website : www.unsyiah.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama : Anggun Sixthia Wulan Ayu
NIM : 150103010055
Program Studi : S1 Kimia
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-P saya dengan judul “Uji Kadar
Antioksidan dalam Teh Kulit Lidah Buaya Menggunakan Metode DPPH” yang
diusulkan untuk tahun anggaran 2015 bersifat original dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dengan sebenar-benarnya.

Banda Aceh, 01 Januari 2018


Mengetahui, Pengusul

21
Pembantu Rektor III

(Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC) (Anggun S.W.A)


NIP. 196307251991021001 NIM. 1508103010055

22