You are on page 1of 3

2018

PERAN KELUARGA DALAM


mulai melamun dan memikirkan hal-hal yang
MERAWAT PASIEN DENGAN APA ITU HALUSINASI? menyenangkan, cara ini hanya menolong
Halusinasi adalah hilangnya kemampuan sementara.
HALUSINASI
manusia dalam membedakan rangsangan 2. Fase Kedua
internal (pikiran) dan rangsangan eksternal Kecemasan meningkat, sering
(dunia luar). Klien memberikan persepsi atau melamun dan berfikir sendiri. Mulai
pendapat tentang ada objek atau lingkungan yang dirasakannya ada bisikan yang tidak jelas.
nyata, misalnya klien mengatakan mendengar Klien tidak ingin orang lain tahu, dan ia tetap
suara padahal tidak ada orang yang bicara. dapat mengontrolnya.
3. Fase Ketiga
Bisikan, suara, isi halusinasi semakin
menonjol, menguasai dan mengontrol klien.
Klien menjadi terbiasa dan tidak berdaya
terhadap halusinasinya.
4. Fase Keempat.
Halusinasinya berubah menjadi
PROSES TERJADINYA HALUSINASI mengancam, memerintah dan memarahi
klien. Klien menjadi takut, tidak berdaya,
hilang kontrol dan tidak dapat berhubungan
secara nyata dengan orang lain dilingkungan

Pembimbing: Iwan Andhyantono S.KM M.Kes


APA TANDA-TANDA HALUSINASI?
DISUSUN OLEH:
Menarik diri, tersenyum sendiri, duduk
FITRIA AGUSTINA
terpaku, bicara sendiri, memandang
ANUWAR IQBAL satu arah, tiba-tiba marah, gelisah.
Halusinasi berkembang melalui empat
ELSA DESFANIA .
fase yaitu :
PROGRAM PROFESI NERS PROGRAM STUDI 1. Fase Pertama
ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS Klien mengalami stress, cemas,
perasaan perpisahan, kesepian yang
KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
memuncak dan tidak dapat diselesaikan. Klien
Merasa ada binatang merayap 4. Jangan lupa berikan pujian setiap
pada kulit tetapi tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh penderita.
JENIS HALUSINASI 5. Bantu penderita minum obat secara
teratur.

6. Bila halusinasi muncul lakukan cara


BAGAIMANA PERAN KELUARGA DALAM memutus halusinasi dengan cara
MERAWAT PASIEN DENGAN HALUSINASI? menghardik. “Ayo ingat cara yang
diajarkan oleh perawat, tutup
telinga/mata. Katakan berulang “
pergi-pergi saya tidak mau
dengar/lihat kamu suara palsu.”
1. Halusinasi dengar.
Mendengar suara membicarakan,
Pentingnya Minum Obat
mengejek, mentertawakan, mengancam
Ada 5 prinsip pada pemberian obat
tetapi tidak ada sumber disekitar.
kepada pasien yaitu benar obat, benar
pasien,benar dosis, benar watu dan benar
2. Halusinasi lihat. Keluarga merupakan faktor penting cara pemberian obat. Akibat ketika pasien
Melihat pemandangan, orang, yang menentukan keberhasilan asuhan
tidak patuh minum obat sebagai berikut :
binatang atau sesuatu yang tidak ada keperawatan pada penderita dengan
tetapi klien yakin ada. halusinasi untuk memotivasi kesembuhan a. Bisa menyebabkan parahnya penyakit
dengan cara mengontrol halusinasinya : b. Penyakit bisa menjadi kronis dan susah
3. Halusinasi penciuman. 1. Bapak/ ibu boleh membatah bahwa isi
disembuhkan
halusiansi yang sebenarnya dilihat,
Mengatakan mencium bau bunga, c. Terjadinya overdosis (untuk penggunaan
dirasa atau dengar oleh penderita adalah
kemenyan dan lain-lain yang tidak yang berlebihan)
palsu.
dirasakan oleh orang lain dan tidak ada 2. Jangan membiarkan penderita d. Penyakit yang diderita sering kambuh
sumber. sendirian atau melamun kembali
berkepanjangan.
4. Halusinasi Kecap. 3. Upayakan ada orang yang mengajak
Merasa mengecap sesuatu rasa bercakap-cakap dengan penderita,
dimulut, tetapi tidak ada. ajarkan penderita untuk bercakap cakap
dengan orang lain atau membuat jadwal
5. Halusinasi Raba. kegiatan keluarga yang bisa dilakukan
secara bersama-sama seperti makan
bersama, sholat.
“ Ingat peran serta keluarga
adalah motivasi terbesar dalam
kesembuhan klien......”