Вы находитесь на странице: 1из 4

Pengaruh Harmonik pada Rugi-Rugi Daya

Sistem Tenaga Listrik

Jemjem Kurnaen Sidik Prasetyo


PT. PLN P3B Jawa Bali PT. PLN P3B Jawa Bali
jemjem@pln-jawa-bali.co.id sidik@pln-jawa-bali.co.id

ABSTRAK

Pasokan arus dan tegangan dari sistem transmisi umumnya berupa gelombang sinusoidal murni, namun dengan
keanekaragaman beban saat ini, pasokan tegangan dan arus yang semula sinusoidal murni dapat terdistorsi. Arus
harmonik yang melalui impedansi dari sistem akan dapat menyebabkan tegangan harmonik pada titik beban
tersebut. Standard tentang harmonik membatasi dampak yang diakibatkan sisi beban agar tidak menimbulkan
cacat tegangan pada keadaan sistem normal dan untuk membatasi cacat tegangan akibat harmonik dari sisi
utility. Dampak dari cacat gelombang ini sangat beragam, dalam kesempatan ini hanya dibahas dampak terhadap
utility khususnya terhadap rugi-rugi di sisi transmisi.
Transformator didisain untuk menyalurkan daya dengan rugi-rugi minimum pada frekuensi dasar. Harmonik pada
arus atau tegangan akan memberikan kontribusi terhadap kenaikan rugi-rugi transformator Sebagian besar
harmonik yang terukur di titik pasokan ke konsumen adalah harmonik ganjil dan dapat dikatakan sebagian besar
nilai THD yang terukur di sisi transmisi masih sesuai batasan 3 %.

Kata kunci : harmonik, THD, rugi-rugi

1. Pendahuluan.
Pasokan arus dan tegangan dari sistem Gelombang harmonik merupakan jumlah
transmisi umumnya berupa gelombang dari beberapa gelombang dengan frekuensi
sinusoidal murni, namun dengan yang merupakan kelipatan bilangan bulat dari
keanekaragaman beban saat ini, pasokan frekuensi gelombang asal (dasar). Gambar-1
tegangan dan arus yang semula sinusoidal memperlihatkan gelombang sinus yang
murni dapat terdistorsi. Cacat gelombang arus terdistorsi oleh harmonik ke 3.
atau tegangan ini disebut cacat harmonik, cacat Untuk memperlihatkan frekuensi yang
gelombang arus disebabkan oleh beban yang membentuk gelombang sinus yang cacat dapat
tidak linier seperti Lampu (selain lampu pijar), ditunjukan dengan spektrum harmonik seperti
Automatic/Variable speed drive (ASD), DC pada Gambar-2
drive, Power rectifier, Pemanas Induksi,
Furnaces, UPS, Computer dan lain-lain. Arus
harmonik yang melalui impedansi dari sistem
akan dapat menyebabkan tegangan harmonik
pada titik beban tersebut.

. Tegangan Sistem Terdistorsi


1

Total ( t )
Gambar-2. Spektrum Harmonik
Tegangan

Dasar( t )
0
Ke3( t )
Total harmonic distortion (THD) yang
1 merupakan parameter untuk menyatakan
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1
t
tingkat harmonik didefinisikan sebagai nilai
waktu (detik) rms dari harmonik dengan orde diatas
frekuensi dasar dibagi dengan nilai rms
Gambar-1. Gelombang Harmonik harmonik frekuensi dasar, komponen DC
diabaikan.

semhme/stt-pln/nov/2007 1
∞ memperbesar rugi-rugi arus eddy pada

h=2
I h2 konduktor .
THD (%) = × 100 %
I1 Harmonik ini memberikan kontribusi
terhadap arus urutan positip, negatip dan nol.
Harmonik ke 1,7, 13,19 dst, merupakan arus
Selanjutnya dalam paper ini akan dibahas
urutan posisitp, harmonik ke 5,11, 17 dst,
pengaruh harmonik terhadap rugi-rugi di
merupakan arus urutan negatip dan harmonik
sistem ketenagalistrikan.
ke 3,9,15 dst. merupakan arus urutan nol.[2]
Pengaruh harmonik terhadap beban antara
2. Standard Harmonik. lain :
Setiap negara, utility maupun badan Pada motor urutan positip akan menaikkan
nasional serta badan international kecepatan motor sementara urutan negatip
mengeluarkan standard tentang harmonik yang menyebabkan putaran pada arah yang
berisi panduan, rekomendasi praktis maupun berlawanan, harmonik ke 5 dapat
batasan harmonik. Standard ini melibatkan menyebabkan torsi motor berkurang.
semua pihak mulai dari sisi pemasok sampai
Pada motor, Transformator dan generator akan
sisi konsumen untuk kesesuaian peralatan sisi
menyebabkan panas lebih atau menambah
beban dengan peralatan sistem, sehingga
rugi-rugi, demikian juga pada konduktor dan
ketidaksesuai respon akibat harmonik dapat
isolator akan menyebabkan pemanasan lebih,
ditekan seminimal mungkin.
sedangkan pada netral konduktor dapat
Standard yang membahas batasan menimbulkan panas lebih atau menyebabkan
harmonik antara lain yaitu IEEE 519-1992, relai proteksi hubung tanah mala kerja.
IEC 61000-2-2, IEC 61000-3-2, IEC 61000-3- Arus netral tidak mengandung arus frekuensi
4. Standard ini membatasi harmonik yang fundamental, tetapi mengandung 300% arus
diakibatkan sisi beban agar tidak menimbulkan harmonisa ke-3 (atau triplen). Triplen: 3, 6, 9,
cacat tegangan pada keadaan sistem normal 12, 15 ..dst.
dan untuk membatasi cacat tegangan akibat
Pada MCB atau Fuse akan menyebabkan
harmonik dari sisi utility. Tabel-1
perubahan karakteristik.
memperlihatkan batasan harmonik tegangan
pada IEEE 519-1992, Pada metering jenis induksi (mekanikal) akan
menimbulkan kesalahan pengukuran
Pada peralatan relai proteksi akan
Tabel 1. IEEE 519-1992 Batasan menyebabkan mala kerja relai.
harmonik tegangan Pada peralatan electronic perubahan bentuk
Tegangan Individual Total Harmonic gelombang dapat menyebabkan mala kerja
Harmonic Distortion (THD)
Distortion (%) (%) peralatan elektronik tersebut.
V < 69 kV 3.0 5.0
Pengaruh harmonik terhadap power faktor
69 kV < V < 161 kV 1.5 2.5 dapat ditunjukan oleh persamaan
V > 161 kV 1.0 1.0
cos φ
PF =
2
1 + THD
Batasan harmonik di sistem Jawa Bali
tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral No. 03 tahun 2007; dari persamaan di atas dapat dikatakan bahwa
Tanggal 29 Januari 2007 tentang Aturan power faktor akan bertambah kecil dengan
Jaringan Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura- kenaikan THD
Bali pada sub bab “Aturan Penyambungan :
bahwa untuk sistem tegangan 150 kV, 70 kV Tabel 2. Pengaruh THD terhadap power
dan 20 kV sebesar maksimal 3 %. faktor

3. Pengaruh Harmonik pada Sistem


Tenaga.
Pada saat konduktor dilalui arus yang
mengandung komponen harmonik, ‘skin
effect’ akibat frekuensi harmonik tersebut
akan memperbesar nilai resitansi dari
konduktor sehingga arus harmonik pada
konduktor akan memberikan tambahan rugi-
rugi. Semakin besar diameter kabel juga akan

semhme/stt-pln/nov/2007 2
4. Pengaruh Harmonik pada harmonik. K faktor dapat dinyatakan dengan
Transformator persamaan berikut [2]:
Transformator didisain untuk menyalurkan
h=∞
daya dengan rugi-rugi minimum pada
frekuensi dasar. Harmonik pada arus atau
∑I h
2
h2
h =1
tegangan akan memberikan kontribusi K= h=∞
terhadap kenaikan rugi-rugi. Untuk ∑I h
2

mengakomodir rugi-rugi akibat frekuensi yang h =1


lebih tinggi biasanya sudah diperhitungkan Dimana h = bilangan harmonik dan Ih =
dalam mendisain transformator, namun arus harmonik, PEC-R = faktor rugi-rugi arus
umumnya apabila cacat harmonik sudah Eddy.
melampaui 5% akan menimbulkan
Nilai rms dari arus yang mengandung
permasalahan derating[2].
harmonik dinyatakan dengan K fator menjadi :
Terdapat tiga hal yang mempengaruhi
kenaikan suhu transformator apabila terjadi
2 1 + PEC-R
cacat harmonik yaitu ΣIh =
(1) Arus rms. Apabila transformator hanya 1 + K x PEC-R
untuk memenuhi KVA beban maka arus
rms akibat harmonik akan melebihi dari Derating transformator dapat diperkirakan
kapasitas yang dibutuhkan, kenaikan arus dengan menentukan terlebih dahulu faktor
rms total akan menyebabkan kenaikan rugi-rugi arus Eddy yang dapat diperoleh dari
rugi-rugi. disainer, hasil uji sesuai prosedur ANSI/IEEE
(2) Rugi-rugi arus Eddy. Fluks magnetik akan Standard C57.110 atau data tipikal sesuai besar
menimbulkan arus induksi, pada dan ukuran transformator.
transformator, arus induksi ini terdapat Hubungan harmonik terhadap derating
pada belitan, inti dan logam lainnya yang transformator diperlihatkan pada Gambar-3
dilalui fluks magnetik. Komponen rugi-
rugi transformator ini sebanding dengan
kuadrat frekuensi arus Eddy, sehingga
menjadi komponen yang penting dalam
rugi-rugi transformator akibat harmonik.
(3) Rugi-rugi inti. Kenaikan rugi-rugi inti oleh
harmonik tergantung pada pasokan
tegangan dan disain dari inti
transformator, namun demikian
kenaikannya tidak sekritis pada point 1
dan 2 di atas.
Rugi-rugi pada transformator
dikelompokan menjadi rugi-rugi berbeban dan
rugi-rugi beban nol. Rugi-rugi beban I2R Gambar-3. Pengaruh harmonik terhadap
memberikan kontribusi 75 sd 85 % dari total kapasitas transformator[1]
rugi-rugi transformator dan sekitar 25 % rugi-
rugi ini merupakan kontribusi dari fungsi 5. Pengaruh Harmonik pada Penghantar
frekuensi[4]. Pada saat konduktor dilalui arus yang
Rugi-rugi beban (PLL)dapat dinyatakan mengandung komponen harmonik, ‘skin
sebagai I2R yang merupakan fungsi rms arus effect’ akibat frekuensi harmonik tersebut
dan PEC yang merupakan rugi-rugi arus Eddy akan memperbesar nilai resitansi dari
yang sebanding dengan kuadrat dari arus dan konduktor sehingga arus harmonik pada
frekuensi konduktor akan memberikan tambahan rugi-
PLL = I2R + PEC rugi. Semakin besar diameter kabel juga akan
memperbesar rugi-rugi arus eddy pada
konduktor .
PEC = KEC x I2 x h2
Harmonisa pada konduktor menyebabkan
Sehingga konduktor menjadi derating. Gambar 4
memperlihatkan pengaruh harmonisa terhadap
PLL = ΣIh2 + (ΣIh2 x h2)PEC-R CCC kabel.
K faktor digunakan dalam literatur untuk
mengetahui derating transformator akibat arus

semhme/stt-pln/nov/2007 3
Sebagian besar harmonik yang terukur di
titik pasokan ke konsumen adalah harmonik
ganjil dan dapat dikatakan sebagian besar nilai
THD yang terukur di sisi transmisi masih
sesuai batasan 3 % kecuali industri baja di
Pulogadung dan industri semen di Cilacap.

Tabel 4. Hasil pengukuran harmonik sisi


primer dan sekunder Transformator Yyd
NO LOKASI % THD ARUS % THD ARUS
SISI 20 KV SISI 150 KV

1 TRF 9 GIS PLGD 3 1.34


Gambar-4. Pengaruh harmonik terhadap 2 TRF 8 GIS PLGD 2.48 1.9

kemampuan kabel[4]

Harmonik yang terukur di sisi primer lebih


6. Hasil Pengukuran Harmonik kecil daripada di sisi sekunder transformator
seperti pada tabel-4 karena absorbsi harmonik
Beberapa titik pasokan ke konsumen sisi sekunder oleh peranan belitan tersier delta.
tegangan tinggi saat ini sudah terpasang alat
pengukur kualitas daya, salah satunnya untuk
mengukur harmonik tegangan. Contoh hasil 7. Kesimpulan.
pengukuran harmonik ditunjukan pada Dampak dari cacat gelombang (harmonik)
Gambar-5, data yang dapat diamati adalah ini sangat beragam, dampak pada sistem
bentuk gelombang, spektrum harmonik dan transmisi yaitu antara lain perubahan power
nilai % THD. faktor, arus netral transformator yang lebih
besar, rugi-rugi pada transformator dan
penghantar.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa
harmonik dapat memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap rugi-rugi atau derating dari
pada sisi pasokan.
Pembatasan kontribusi harmonik oleh sisi
beban akan mengurangi dampak rugi-rugi
akibat harmonik.
Hasil pengukuran harmonik di sistem Jawa
Gambar 5. Hasil pengukuran harmonik Bali pada titik-titik pengukuran konsumen
tegangan di GI Asahimas tegangan tinggi secara garis besar belum
memberikan dampak yang signifikan.
Harmonik terukur serta nilai THD di sisi
tegangan tinggi yang memasok ke beberapa
jenis industri seperti baja, kimia, semen dan
tekstil ditunjukan pada tabel-3 Daftar Pustaka
1. Dr. Redy Mardiana, Seminar Kualitas
Tabel 3. Hasil pengukuran harmonik di Daya dan Penghematan Energi Listrik
GI yang tersambung ke KTT Untuk Industri dan Utilitas, Lembaga
NO NAMA GI TEG JENIS HARMONISA THD Penelitian dan Pengabdian Kepada
(kV) INDUSTRI TERUKUR (%)
Masyarakat, ITB, Bandung, 2007.
1 Pulogadung 150 Baja 2,3,4,5,6,7 & 8 3.48
2 Ispatindo 70 Baja 2,3,4,5,6 & 7 2.14 2. Roger C Dugan, Electrical Power Systems
3 Cileungsi 70 Kertas 5 1.03
4 Polyprima 150 Kimia 2,3 & 5 1.41
Quality, Second Edition, Mc Graw Hill,
5
6
Peni
Amoco
150
150
Kimia
Kimia
tdk terukur
3,5 & 7
0.64
1.52
2002.
7 Alindo 150 Kimia 1, 3, 5 & 11 1.03
8 Asahimas 150 Kaca 3,5 & 7 1
3. Jemjem K, Mutu Pasokan Tenaga Listrik
9
10
Maspion
Indorama
70
70
Prlt RT
Polyester
2,3,5,7,11 & 13
5&7
1.18
0.98
Transmisi Jawa Bali, Workshop Kedip
11 Ciganea 70 Polyester 3,5 & 7 1.05 Tegangan, Bandung, 2000.
12 Semen Cibinong 70 Semen 1&5 1.16
13
14
ITP
Palimanan
150
70
Semen
Semen
1,5,9,11,13,17 & 19
3,5 & 7
1.95
0.69
4. Prabhakara, Industrial and Commercial
15 Semen Nusantara 150 Semen 2,3,5,6,7,9 & 11 9.03 Power Systems Handbook, , Mc Graw
16 Indaci 70 Tekstil 3,5 & 7 1.55
Hill, 1995.

semhme/stt-pln/nov/2007 4