You are on page 1of 15

MASA PENGENALAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

POLITEKNIK STATISTIKA STIS


Jl. Otto Iskandardinata No. 64 C, Jakarta 13330
Homepage : http://mp2k.stis.ac.id

SURAT KEPUTUSAN

KETUA PELAKSANA
MASA PENGENALAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER (MP2K)
MAHASISWA BARU POLITEKNIK STATISTIKA STIS
TAHUN AKADEMIK (T.A.) 2018/2019
NOMOR : 03 TAHUN 2018

TENTANG

PERATURAN TATA TERTIB PESERTA MP2K

Menimbang : a. Bahwa untuk membentuk Mahasiswa yang memiliki berbudi pekerti,


berintelektual dan berjiwa nasionalisme, maka perlu ditetapkan tata
tertib MP2K untuk menjadi pedoman;
b. Bahwa Surat Keputusan Ketua Pelaksana Masa Pengenalan dan
Pembentukan Karakter Nomor 070206 Tahun 2018 tentang uraian tugas
panitia MP2K;
c. Bahwa merupakan tugas seksi Ketertiban Umum untuk membuat tata
tertib MP2K bagi PPO MP2K dan peserta MP2K baik di dalam dan di
luar kampus;
d. Bahwa berdasarkan konsideran huruf (a), (b), dan (c), perlu menetapkan
tata tertib dalam pelaksanaan MP2K.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik(Lembaran


Negara Tahun 1997 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3683);
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3390);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa
Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4450);
4. Peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan
Tinggi(Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 38, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3414);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pendidikan
Kedinasan:
6. Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korps Pegawai
Republik Indonesia;
7. Keputusan Presiden Nomor 163 Tahun 1998 tentang Sekolah Tinggi Ilmu
Statistik;
8. Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 044 Tahun 2001 tentang
Statuta Sekolah Tinggi Ilmu Statistik;
9. Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 179 Tahun 2005 tentang
Ikatan Dinas Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik pada Badan Pusat
Statistik;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12
Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
12. SK Dirjen Dikti Nomor 38/DIKTI/Kep/2000 tentang Pengaturan Kegiatan
Penerimaan Mahasiswa Baru di Pendidikan Tinggi;
13. Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 1016/E/T/2011 Tanggal 15 Juli 2011
tentang Masa Orientasi Mahasiswa Baru.
14. Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Nomor 070206
Tahun 2018 tentang pembentukan panitian MP2K mahasiswa baru
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Tahun Akademik 2016/2017
15. Surat Keputusan Ketua Pelaksana Masa Pengenalan dan Pembentukan
Karakter Nomor 02 Tahun 2018 tentang uraian tugas panitia MP2K
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pengertian
Pasal 1
Dalam Peraturan Tata Tertib ini dimaksud dengan:
a. Tata tertib adalah peraturan yang berlaku dalam MP2K dan wajib ditaati atau
dilaksanakan serta terdiri dari Peraturan Politeknik Statistika STIS dan Peraturan
MP2K;
b. Masa Pengenalan dan Pembentukan Karakter yang selanjutnya disingkat
menjadi MP2K, dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan peserta MP2K
kepada lingkungan fisik Politeknik Statistika STIS dan Badan Pusat Statistik
(BPS), kegiatan dan norma-norma yang berlaku di dalamnya, serta membentuk
karakter mahasiswa baru;
c. Peserta MP2K adalah mahasiswa baru Politeknik Statistika STIS Tahun Ajaran
2018/2019 dan mahasiswa Politeknik Statistika STIS tingkat I, II, III, dan IV yang
belum mengikuti/tidak lulus magradika/MP2K tahun sebelumnya;
d. Civitas akademika terdiri atas:
1) Direktur Politeknik Statistika STIS;
2) Wakil Direktur Politeknik Statistika STIS;
3) Dosen;
4) Staf;
5) Cleaning Service;
6) Satpam; dan
7) Mahasiswa Politeknik Statistika STIS.
e. Panitia MP2K terdiri dari:
1) Pelindung (Direktur Politeknik Statistika STIS);
2) Pengarah (Wakil Direktur Politeknik Statistika STIS);
3) Pembina (Ketua Prodi, Kepala Bagian Administrasi Akademik Kemahasiswaan,
dan Kepala Bagian Administrasi Umum);
4) Penanggung jawab (Kepala Sub Bagian Akademik);
5) Penasehat (Ketua Pelaksana MP2K tahun 2016 dan Ketua Pelaksana MP2K
tahun 2017);
6) Panitia Pelaksana MP2K (Dosen);
7) Panitia Pelaksana Pengawas ;
8) Pemantau (Ketua Senat Mahasiswa Politeknik Statistika STIS dan Ketua Dewan
Perwakilan Mahasiswa Politeknik Statistika STIS);
9) Panitia Pelaksana Operasional MP2K;
f. Lingkungan Politeknik Statistika STIS, mencakup:
1) Gerbang;
2) Masjid kampus;
3) Lapangan;
4) Auditorium;
5) Kantin;
6) Basement;
7) Gedung 1;
8) Gedung 2; dan
9) Gedung 3.
g. Daerah terlarang adalah daerah yang tidak boleh dimasuki oleh peserta MP2K
tanpa seizin panitia MP2K.

BAB II
RUANG LINGKUP
Pasal 2
Peraturan Tata Tertib Peserta MP2K, meliputi:
a. Tata Tertib Umum
b. Etika Berkegiatan
c. Sanksi
d. Penghargaan

BAB III
TATA TERTIB UMUM
Pasal 3
Tata tertib yang wajib dilaksanakan peserta MP2K, meliputi:
a. menjunjung tinggi norma-norma agama dan kesusilaan;
b. menjaga kedisiplinan, mematuhi, dan melaksanakan peraturan MP2K dan
peraturan yang berlaku di lingkungan kampus Politeknik Statistika STIS;
c. menjaga nama baik Politeknik Statistika STIS dan BPS;
d. mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MP2K hingga selesai;
e. menghormati, menghargai, dan bersikap sopan kepada seluruh civitas akademika
serta lingkungan sekitar;
f. menerapkan budaya antre baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus
Politeknik Statistika STIS;
g. berempati terhadap lingkungan; dan
h. beretika dalam menggunakan media sosial.

BAB IV
ETIKA BERKEGIATAN
Pasal 4
Etika berkegiatan yang dimaksud dalam Pasal 2 huruf b adalah, etika dalam kegiatan
sebagai berikut:
a. Apel/Upacara
b. Pembekalan (P)
c. Mobilisasi
d. Aktivitas Kelas
e. Jam Malam
f. Peraturan Lalu Lintas

BAB V
SANKSI
Ketentuan Umum Sanksi
Pasal 5
Sanksi diberikan kepada peserta yang melanggar peraturan yang berlaku.

Sanksi Peserta
Pasal 6
1) Klasifikasi sanksi peserta, terdiri atas:
a) Sanksi Ringan
b) Sanksi Sedang
c) Sanksi Berat
2) Jenis sanksi ringan, terdiri atas:
a) Teguran
b) Pengurangan 2 poin
3) Jenis sanksi sedang, terdiri atas:
a) Pengurangan 6 poin
4) Jenis sanksi berat, terdiri atas:
a) Pengurangan 10 poin
b) Pengurangan 25 poin
c) Mengulang MP2K di tahun berikutnya.

Wewenang Menjatuhkan Sanksi


Pasal 7
1) Yang berhak menjatuhkan sanksi selama kegiatan MP2K berlangsung yaitu:
a) Senat Politeknik Statistika STIS;
b) Kepala BAAK;
c) Kepala Sub Bagian Administrasi Kemahasiswaan;
d) Ketua Pelaksana MP2K;
e) Panitia Pelaksana MP2K;
f) Ketua Pelaksana Operasional MP2K;
g) Panitia Pelaksana Operasional MP2K.
2) Yang berhak menindak selama kegiatan MP2K berlangsung yaitu:
a) Senat Politeknik Statistika STIS;
b) Kepala BAAK;
c) Kepala Sub Bagian Administrasi Kemahasiswaan;
d) Ketua Pelaksana MP2K;
e) Panitia Pelaksana MP2K;
f) Ketua Pelaksana Operasional MP2K;
g) Seksi Ketertiban Umum MP2K

BAB VI
PENGHARGAAN
Pasal 8
Penghargaan diberikan kepada peserta MP2K yang mematuhi peraturan yang berlaku
serta berperan aktif dalam mengikuti rangkaian kegiatan MP2K, berupa poin tambahan
dari panitia Seksi Ketertiban Umum MP2K sesuai dengan kebijakan yang diberikan.
LAMPIRAN I SURAT KEPUTUSAN
KETUA PELAKSANA MP2K
NOMOR : 03 TAHUN 2018

ETIKA BERKEGIATAN
1. Apel/Upacara
a. mengenakan pakaian rapi dan atribut lengkap sesuai dengan ketentuan;
b. mengikuti apel dengan khidmat serta menjaga ketertiban dan kerapian barisan.
khidmat yang dimaksud, meliputi;
1) tidak berkomunikasi baik secara verbal maupun fisik selama apel/upacara
berlangsung.
2) menyimak dan memerhatikan materi yang disampaikan oleh pembina
apel/upacara
c. mengikuti prosedur keprotokoleran sesuai dengan petunjuk teknis.

2. Pembekalan (P)
a. wajib menjaga ketertiban dan kerapian barisan selama pembekalan.
b. menyimak dan memerhatikan materi yang disampaikan oleh pembicara selama
pembekalan berlangsung.
c. berpartisipasi aktif saat sesi tanya jawab.

3. Mobilisasi
a. wajib mengikuti petunjuk teknis mobilisasi.
b. masuk dan keluar ruangan dengan tertib.
c. tidak memasuki daerah terlarang tanpa seizin panitia MP2K.

4. Aktivitas Kelas
a. wajib berdoa saat mengawali dan mengakhiri kegiatan.
b. menjaga kerapian dan kebersihan ruang kelas.
c. menjaga ketenangan dan ketertiban di dalam kelas.
d. wajib menjaga etika selama aktifitas berlangsung
e. merapikan kursi sebelum dan setelah kegiatan.
f. mematikan ac, viewer, PC dan lampu ketika meninggalkan ruang kelas.
g. tidak mencoret atau merusak fasilitas kampus.
h. tidak menggunakan atau mengubah setting komputer dalam kelas tanpa seizin
panitia.
5. Jam Malam
mematuhi jam malam yang berlaku.

6. Peraturan Lalu Lintas


mematuhi peraturan lalu lintas terutama saat menyeberang jalan.

7. Penjelasan Kuliah Umum


a. duduk sesuai dengan ketentuan.
b. menyiapkan buku dan alat tulis.
c. menyanyikan lagu sambutan kepada pembicara pembekalan.
d. menulis rangkuman materi pembekalan.
e. mengangkat tangan terlebih dahulu dan berbicara apabila telah dipersilakan
saat sesi tanya jawab.
f. menyanyikan lagu perpisahan kepada pembicara pembekalan.
g. merespon dengan baik saat pembicara berinteraksi dengan peserta
pembekalan.
h. Tidak tidur saat pembekalan berlangsung.
i. Tidak berbicara atau mengganggu peserta MP2K yang lain.
j. Tidak membuat keributan.
k. Tidak keluar ruangan tanpa izin dari panitia.
l. Tidak makan dan minum.
m. Tidak membuat gerakan tambahan yang berlebihan.

8. Petunjuk Teknis Mobilisasi


a. Sebelum melakukan mobilisasi, peserta MP2K membentuk barisan dua
berbanjar dengan menempatkan barisan peserta laki-laki di sebelah kanan,
kemudian ketua kelompok melaporkan kelengkapan anggotanya.
b. Pada saat mobilisasi, peserta wajib tetap berada dalam barisan.
c. Sikap berjalan :
1) Berdiri dengan sikap sempurna tanpa melakukan sikap-sikap yang kurang
pantas (melipat tangan, memasukkan tangan ke dalam saku celana, dan
sikap-sikap lain yang mengurangi etika dan sopan santun) serta berjalan
dengan langkah yang wajar (tidak menghentakkan kaki saat naik tangga).
2) Langkah wajar dengan lengan dilenggangkan seperlunya, tidak menoleh ke
kanan atau ke kiri secara berlebihan.
3) Pada saat mobilisasi, peserta MP2K wajib menyesuaikan langkah dan tempo
langkah kelompoknya serta tidak berbicara berlebihan.
4) Berlari hanya diperbolehkan ketika berada di luar ruangan sesuai dengan
instruksi panitia dengan tetap mempertahankan kerapian barisan.
d. Peserta MP2K pada saat menaiki atau menuruni tangga berlaku ketentuan
sebagai berikut:
1) Menaiki/menuruni tangga dengan tertib.
2) Satu tangga digunakan untuk 1 orang naik dan 1 orang turun.
3) Menggunakan lajur kiri selama melewati tangga.
4) Jika tangga hanya digunakan untuk satu arah maka diperbolehkan untuk
berjalan 2 orang.
5) Peserta diwajibkan mempertahankan kerapian barisan dan tidak
diperbolehkan mendahului sesama peserta saat mobilisasi di tangga.
e. Apabila kondisi peserta tidak memungkinkan untuk melakukan mobilisasi, maka
peserta MP2K langsung keluar dari barisan dan melapor ke panitia MP2K.
f. Peserta MP2K membentuk barisan dengan rapi dan teratur atas instruksi panitia
dengan dipimpin oleh masing-masing ketua kelompok.
g. Daerah terlarang:
1) Daerah selain daerah pelaksanaan MP2K selama kegiatan MP2K
berlangsung;
2) Jalan selain jalur mobilisasi;
3) Tempat perkumpulan panitia MP2K.

9. Etika dalam Aktivitas Kelas


a. Mendahulukan yang keluar dari kelas ketika pergantian kelas.
b. Merapikan kursi sesuai ketentuan setelah digunakan.
c. Membuang sampah pada tempatnya.
d. Mengetuk pintu dan mengucapkan salam saat memasuki ruangan.
e. Meminta izin jika sudah ada civitas akademika di dalam ruangan.
f. Meminta izin saat hendak keluar ruangan.

10. Etika Kegiatan di Luar Kampus


a. Menjaga tingkah laku dan kesopanan
b. Dilarang membuat keributan yang mengganggu lingkungan sekitar ketika
berkegiatan individu maupun kelompok
c. Meminta izin kepada ketua RT setempat sebelum melakukan kegiatan
kelompok.
11. Tata Tertib Jam Malam
a. Dilarang berkumpul kelompok melebihi jam malam yang telah ditentukan (pukul
21.00 WIB).
b. Dilarang berkeliaran baik secara individu maupun berkelompok melebihi jam
malam yang telah ditentukan (pukul 22.00 WIB).

12. Tata Tertib Lalu Lintas


a. Wajib menyeberang jalan pada tempat yang semestinya (zebra cross atau
Jembatan Penyeberangan Orang).
b. Wajib menaati lampu lalu lintas penyeberangan.

13. Etika Bersikap


a. Cara Berpakaian :
1) Berpakaian sopan dan rapi;
2) Menjaga kerapian pakaian yang dikenakan sebelum meninggalkan tempat;
3) Menggunakan seluruh atribut sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan
4) Memeriksa kelengkapan dan kerapian pakaian sebelum meninggalkan
tempat.
b. Cara berdiri, berjalan, dan duduk:
1) Berdiri di tempat yang pantas dan menyesuaikan dengan norma sosial
budaya yang berlaku di dalam masyarakat;
2) Berdiri dan berjalan dengan langkah wajar, tidak diperkenankan
memasukkan tangan kedalam saku, melipatkan kedua tangan di dada dan
sikap-sikap lain yang kurang pantas;
3) Jika berjalan bersama orang lain, menyesuaikan langkah dan
ritme/temponya serta tidak berbicara beriebihan dan membual;
4) Bila akan melewati kumpulan orang, bersikap sopan santun sesuai dengan
adat istiadat atau kebiasaan setempat;
5) Berdiri apabila orang yang lebih tua atau patut dihormati mendatangi atau
mengajak bicara;
6) Duduk dengan tegap di tempat yang seharusnya; dan
7) Selalu menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, sopan , santun) sewajarnya
apabila berjumpa dengan dosen, mahasiswa lain, civitas akademika dan
masyarakat setempat.
c. Berbicara :
1) Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mudah
dimengerti;
2) Memandang mata orang yang mengajak dan diajak berbicara;
3) Memperhatikan segala pembicaraan dan menjawab pertanyaan dengan
sopan;
4) Memberi kesempatan berbicara pada orang lain dengan selalu menjaga sikap
yang baik;
5) Harus dapat membedakan antara berbicara dengan atasan dan dengan
teman;
6) Tidak berbicara kasar dan / atau keras, serta harus berbicara sopan kepada
siapapun;
7) Selama berbicara menyesuaikan volume suara, tidak menguap atau tertawa
berlebihan;
8) Ketika batuk dan / atau bersin, menutup mulut dan menoleh kearah yang tidak
ditempati orang lain lalu meminta maaf;
9) Menghindarkan diri dari pembicaraan yang mengarah kepada masalah politik
praktis, pertentangan suku, agama, ras, dan antar golongan kecuali dalam
kerangka akademis, suasana diskusi atau pembelajaran;
10) Menghindarkan diri dari bersuara keras di sekitar ruang kelas;
11) Tata cara memberikan tanggapan:
a) Mengangkat tangan kanan;
b) Mengawali dengan kata “izin” setelah dipersilahkan memberi tanggapan.
Contoh : “Izin interupsi,....”, “Izin bertanya,.....”, “Izin menambahkan,....”
dan seterusnya;
c) Menyebutkan identitas ,meliputi: nama, nama statistik, NIMB, nama
kelompok;
d) Menyampaikan tanggapan dengan Bahasa yang baku dan benar; dan
e) Mengakhiri dengan mengucapkan terimakasih;
12) Menggunakan kata “siap” saat menyatakan kesanggupan dari perintah atau
intruksi.
d. Tata cara makan :
1) duduk dengan wajar sesuai dengan kondisi yang ada;
2) berdoa sebelum dan sesudah makan;
3) mengucapkan “selamat makan” sebelum makan dan “Terima kasih “ setelah
makan
4) mempergunakan alat-alat makan yang dibawa sesuai dengan kegunaan dan
tidak berbunyi;
5) sewaktu memasukan makanan ke mulut, sendok harus diarahkan ke mulut,
tidak sebaliknya;
6) mengunyah makanan dengan sopan, mulut tertutup dan tidak sampai
bersuara;
7) tidak berbicara pada waktu mulut berisi makanan;
8) tidak membersihkan sisa makanan di dalam mulut di hadapan orang lain tanpa
menutup mulut dengan tangan, lap atau sapu tangan;
9) minumlah dengan sopan, selesai makan;
10) menghindari diri bersendawa setelah makan;
11) memastikan tidak ada sisa - sisa makanan di sekitar.

e. Membuat Janji:
1) Memastikan hari, tanggal, jam, dan tempat;
2) Menepati janji; dan
3) Secepat mungkin memberitahukan disertai dengan pemohonan maaf, apabila
mendadak berhalangan sehinga tidak dapat menepati janji dan tidak sempat
memberitahukan agar segera minta maaf pada kesempatan pertama.
LAMPIRAN II SURAT KEPUTUSAN
KETUA PELAKSANA MP2K
NOMOR : 03 TAHUN 2018

SANKSI

Berdasarkan Tata Tertib Peserta pada Buku Pegangan MP2K, seluruh peserta diberikan
modal poin sebesar 50 dan juga diberlakukan sanksi sebagai berikut:

1. Tata Tertib Umum


Setiap pelanggaran terhadap Tata Tertib Umum MP2K akan dikenakan sanksi
a. sedang (Pengurangan 6 poin dan Penugasan Conditional). Jika melanggar
Pasal 3 huruf g dan pasal 4 huruf c dan d dalam Tata Tertib MP2K
b. berat (Pengurangan 10 poin dan Penugasan Conditional), selain dari pasal 3
poin a dan c

2. Keterlambatan
a. 0-15 menit = ringan (Pengurangan 2 poin)
b. 15-30 menit = sedang (Pengurangan 6 poin)
c. > 30 menit = berat (Pengurangan 10 poin)
Apabila di kelompok terjadi banyak peserta yang terlambat (minimal 1/2 jumlah
anggota kelompok) maka anggota kelompok yang terlambat mengambil sanksi
berdasarkan keterlambatannya masing – masing dan semua anggota kelompok
mendapat penugasan tambahan

3. Ketidakhadiran Harian
a. Tanpa Keterangan : Mengulang MP2K tahun berikutnya dengan biaya pribadi
b. Izin karena musibah : Penugasan Conditional
Jika lebih dari 2 hari tidak masuk, maka mengulang MP2K tahun berikutnya
c. Dengan Surat Dokter : Pengurangan 25 poin dan Penugasan Conditional Individu
Jika penggunaan surat dokter lebih dari 2 hari, maka mengulang MP2K tahun
berikutnya
d. Dengan Surat Rawat Inap : Penugasan Conditional Individu
Jika rawat inap lebih dari 2 hari, maka mengulang MP2K tahun berikutnya
e. Permohonan izin diajukan ketika peserta yang bersangkutan tidak hadir kemudian
surat izin diserahkan maksimal ketika peserta masuk kembali.
4. Ketidakhadiran Kegiatan

a. Tanpa keterangan : berat (Pengurangan 10 poin dan Penugasan Conditional


Individu)
b. Dengan alasan logis : sedang (Pengurangan 6 poin dan Penugasan Conditional
Individu)
Contoh alasan logis : sakit, dipanggil dosen, dan mengantar teman sakit.

5. Kelengkapan Atribut dan Kerapian Seragam


a. Atribut Tidak Lengkap : sedang (Pengurangan 6 poin)
b. Seragam Tidak Rapi: ringan (Pengurangan 2 poin)
c. Seragam tidak rapi pada poin b meliputi;
1) Pakaian kucel
2) Pakaian yang dikenakan terdapat noda yang tampak jelas

6. Pembekalan (P)
a. Tidur ketika pembekalan berlangsung
b. Mengobrol dengan peserta lain ketika pembekalan berlangsung
c. Barisan tidak rapi ketika pembekalan berlangsung
d. Posisi duduk tidak sesuai dengan ketentuan (posisi duduk untuk pria bersila dan
untuk wanita bersimpuh)
e. Makan dan minum ketika pembekalan berlangsung
Sanksi : Akan dikenakan sanksi sedang (Penugasan Conditional untuk kelompok
dan Pengurangan 6 poin hanya untuk individu pelanggar)

7. Jam Malam dan Peraturan Lalu Lintas


a. Tidak menaati peraturan lalu lintas, terutama saat menyeberang jalan raya
berat (Pengurangan 10 poin)
b. Melanggar jam malam yang telah ditentukan (Kelompok pukul 21.00 WIB dan
Individu pukul 22.00 WIB)
sedang (Pengurangan 6 poin dan Penugasan Conditonal)

8. Upacara dan Apel


a. Mengobrol dengan peserta lain ketika apel/upacara berlangsung
b. Menggangu peserta lain ketika apel/upacara berlangsung
c. Tidak tertib ketika apel/upacara berlangsung
d. Barisan tidak rapi selama apel/upacara berlangsung
e. Makan dan minum ketika apel/upacara berlangsung
f. Tidur ketika apel/upacara berlangsung
Sanksi : akan dikenakan sanksi sedang (pengurangan 6 poin)

9. Tambahan

a. Pelanggaran yang dilakukan berulang, maka dikenai sanksi 2 kali lipat dari
sebelumnya.
b. Pada jumlah point tertentu akan dikenakan hukuman tambahan sesuai
kesepakatan Panitia Pelaksana MP2K
c. Sanksi berupa tugas tidak akan mengurangi jumlah poin pelanggaran dan
berbeda dengan tugas untuk menebus poin pelanggaran.
d. Peserta MP2K akan diberikan penghargaan (reward) atas prestasi yang
dilakukan berupa penambahan poin.

LAMPIRAN I SURAT KEPUTUSAN


KETUA PELAKSANA MP2K
NOMOR : 03 TAHUN 2018
PENGHARGAAN

1. Penghargaan Umum
Panitia MP2K memberikan poin +1 kepada peserta MP2K yang:
a. Hadir dan tepat waktu
b. Atribut lengkap
c. Tertib saat pembekalan berlangsung
d. Tertib dan menjaga kebersihan dan kerapian kelas

2. Penghargaan Khusus
Penghargaan khusus adalah penghargaan di luar penghargaan umum yang
berhak diberikan oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengapresiasi tindakan
maba/ miba. Penghargaan khusus diberikan poin +2.
Yang berwenang memberi penghargaan khusus sama dengan yang memiliki
wewenang menjatuhkan sanksi.