You are on page 1of 4

Alopecia areata Alopecia Androgenik Tricotilomania

Etiologi Idiopatik Hormon, usia, genetik Psikologi (respon terhadap stres)


Usia Semua usia Usia Puber
Keluhan Kebotakan Kebotakan Kebotakan , kebiasaan mencabut rambut
Efloresensi Area Bulat, inflamasi (-), scarring (-), Inflamasi (-), scarring (-), difus, biasanya disertai dengan eritema Patch irregular dengan bentuk tidak
eksklamasi dan meluas, bila rambut ringan dan skuama pada kulit kepala beraturan, rambut patah dengan panjang
dicabut tampak folikel rambut yang atrofi, yang berbeda, non scarring
tampak rambut yang putis-putus, pitting
nails (+/-)
Predileksi Bisa terjadi pada tiap tempat tumbuh Laki-laki : biasanya pada area vertex dan frontal lebih parah Bisa terjadi pada tiap tempat tumbuh
rambut, kemunduran perlahan garis rambut depan. rambut
Perempuan : penipisan difus lebih prominen pada area
frontocentral
BACA KLASIFIKASI
HAMILTON-NORWOOD untuk Pria
LUDWIG untuk Wanita
Terapi Bethametason dipropionate ointment 0,05 Laki-laki : Minoxidil topikal Hidrokortison 1%
% (malam hari ) Perempuan : spironolactone 2x 25 mg atau kontrasepsi oral yang Rujuk psikiatri
Minoxidil topikal mengandung estrogen dan potensial rendah androgen (Enovid E,
Enovid 5, , Ovulen, Demulen )
Prognosis Quo ad vitam: bonam Quo ad vitam: bonam Quo ad vitam: bonam
Quo ad sanam: bonam Quo ad sanam: bonam Quo ad sanam: dubia
Quo ad cosmetika: dubia Quo ad cosmetika: malam Quo ad cosmetika: dubia

Forcible Hair Pluck / Trichogram


Determines the number of anagen and
telogen hairs and is made by epilating
(plucking) 50 hairs or more from the scalp with
a needle holder and counting the number of
anagen and telogen hairs.
Exclamation hair
Tuberkulosis Verucosa Kutis Scrofuloderma Morbus Hansen
Etiologi Mycobacterium tuberculosis Mycobacterium tuberculosis Mycobacterium leprae
Keluhan Keropeng yang tidak sembuh dengan AB Benjolan Cardinal Signa:
Riwayat kontak batuk kronis Riwayat kontak batuk kronis Kelainan kulit yang hipopigmentasi atau
eritematosa + hipoestesi
Kelainan syaraf perifer (penebalan)
Hapusan kulit BTA +
Dx = 1 positif
Efloresensi Ulcus Numular Papul/ limfadenitis tanpa tanda radang akut Hipopigmentasi
Erosi  periadenitis (perlekatan KGB) Hipoestesi
Krusta Perlunakan menjadi abses dingin  Pecah Facies leonina
Pengejuan membentuk fistula dan meluas  ulkus Penebalan cuping telinga
Anatomist Wart: KHAS: Memanjang, tidak teratur, sekitarnya Madarosis
verrucous plaque-like lesions, akibat inokulasi dari LIVID, dinding menggaung, granulasi Gloves and Stocking anastesia
mycobacterium pada kulit tertutup PUS seropurulen  Krusta Kuning Pembesaran Syaraf..
(PENGEJUAN) Sembuh sikatrik TANPA N.facialis, N.auricularis magnus,
JEMBATAN KULIT (Skin Bridge) N. radialis, N.ulnaris,N.peroneus lateral,
N.tibialis posterior

Predileksi Dorsum manus, digiti, kaki dan pantat, badan Area banyak KGB: berurutan dari tersering Pausibasiler: Multibasiler:
Leher 1-5 lesi > 5 lesi
Axilla Hipopigmentosa Hipopigmentosa
Inguinal Distribusi asimetris Distribusi simetris
Hipoestesi jelas Hipoestesi kurang jelas
1 cabang syaraf > 1 cabang syaraf
Pemeriksaan Kenaikan LED BTA kurang mendukung Dengan pewarnaan Ziehl Nielsen dari cuping
Penunjang Pemeriksaan Bakteriologik BTA kurang mendukung telinga
Morfologi Index: Persentase bentuk utuh atau soid
terhadap seluruh BTA
Bacterial Index: Ukuran semi kuantitatif
kepadatang BTA tanpa membedakan solid dan
non solid
+1: 1-10 BTA dalam 100 LP
+2: 1-10 BTA dalam 10 LP
+3: 1-10 BTA dalam 1 LP
+4: 11-100 BTA dalam 1 LP
+5: 101-1000 BTA dalam 1 LP
+6: > 1000 BTA dalam 1 LP
Terapi 1. Isoniazid (300 mg / hari) selama 6 bulan. 1. Isoniazid (300 mg / hari) selama 6 bulan. 1. Lepra Multibasiler (MB)
2. Rifampisin ( 450 mg/ hari untuk BB< 50 kg dan 2. Rifampisin ( 450 mg/ hari untuk BB< 50 Rifampicin : 600 mg sebulan sekali
600 mg/ hari untuk BB> 50 kg) selama 6 bulan. kg dan 600 mg/ hari untuk BB> 50 kg) Dapsone : 100 mg setiap hari
3. Pirasinamid untuk 2 bulan pertama ( 1,5 g / hari selama 6 bulan. Clofazimin : 50 mg setiap hari dan 300 mg
untuk BB < 50 kg; 2 g / hari untuk BB 50-74 kg ; 2,5 3. Pirasinamid untuk 2 bulan pertama ( 1,5 g sebulan kali.
g / hari untuk BB > 75 kg ) / hari untuk BB < 50 kg; 2 g / hari untuk BB Durasi : selama 12 bulan
4. Etambutol untuk 2 bulan pertama ( dosis 15 mg/ kg 50-74 kg ; 2,5 g / hari untuk BB > 75 kg ) 2. Lepra Paucibasiler (PB)
BB/ hari) 4. Etambutol untuk 2 bulan pertama ( dosis Rifampicin : 600 mg sebulan sekali
15 mg/ kg BB/ hari) Dapsone : 100 mg setiap hari
Durasi : selama 6 bulan
3. Lepra Lesi Tunggal (sama dengan PB di
WHO)
Rifampicin : 600 mg
Ofloxacin : 400 mg
Minocycline : 100 mg

Anatomist Wart

Ulkus pada dinding dada dan aksila

Pengejuan