You are on page 1of 1

Dari semua penjelasan di atas dapat kita simpulkan, bahwa hikmat adalah suatu

kualitas kecerdasan intelektual yang diberikan Allah kepada manusia, yang lebih
tinggi nilainya dari kemampuan intelektual itu sendiri, yang mengatur jalan hidup
manusia sehari-hari secara praktis dan terampil, serta yang mambawa manusia kepada
keberhasilan hidup untuk kemuliaan-Nya. Hikmat selalu bersahabat dengan kebenaran,
berpihak kepada realitas dan mendatangkan benih-benih kehidupan bukan kematian.

Dari apa yang telah dipaparkan secara panjang lebar di atas memperlihatkan beberapa
hal yang harus digaris bawahi, yaitu pertama-tama, hikmat di Israel berakar pada
takut akan Tuhan. Selanjutnya hikmat yang benar adalah mengakui dan mengenal YHWH
Yang Maha Kudus (Amsal 9:10). G. Von Rad bertolak dari Amsal 2:5-8,[14] ia
mengatakan bahwa takut akan Allah dan pengenalan akan Allah, merupakan karunia
Allah yang mula-mula. Karunia itu berada di luar dunia dan kehidupan manusia. Oleh
sebab itu setiap orang yang mendengar berita ini sekaligus juga merupakan penawaran
keselamatan yang bersifat pribadi. Maka penawaran itu merupakan saat yang paling
berharga dan bahkan menuntut seseorang untuk tidak melewatkannya. Dengan demikian
seseorang dituntut harus segera mengambil sebuah keputusan atas tawaran yang
berharga itu.
Hikmat adalah suatu kualitas kecerdasan intelektual yang diberikan Allah kepada
manusia sebagai petunjuk praktis untuk menjalani hidup sehari-hari, serta membawa
manusia kepada keberhasilan hidup atau sebagai kunci keberhasilan yang sesuai
dengan kehendak Allah. Oleh sebab itu, kata “Takut Akan Tuhan” menempati posisi
yang sangat sentral (utama). Takut akan Tuhan dan pengenalan akan Allah, merupakan
penyataan illahi dan karunia Allah yang mula-mula, yang berada di luar dunia dan
kehidupan manusia. Setiap orang yang mendengar berita ini yang sekaligus merupakan
penawaran keselamatan yang paling berharga dan bersifat pribadi, dan bahkan
menuntut seseorang untuk tidak melewatkannya. Tetapi menuntut seseorang untuk
segera mengambil sebuah keputusan atas tawaran yang berharga itu, untuk menuntun
manusia kepada kebenaran-Nya. Hikmat selalu bersahabat dengan kebenaran, berpihak
kepada realitas dan mendatangkan benih-benih kehidupan dan bukan kematian. Dengan
demikian hikmat-Nya merupakan sumber kehidupan yang menuntun orang untuk hidup
saleh menurut kehendak Allah.