You are on page 1of 26

22

BAB 2
ASUHAN KEPERAWATAN

2.1 Data Biografi


Nama : Ny. F
Tempat & Tanggal Lahir : 72 tahun (Ny. F tidak ingat tanggal lahirnya, tapi ia
ingat tahunnya yaitu tahun 1942).
Pendidikan : SMP
Agama : Katolik
Status Perkawinan : Cerai
TB/BB : BB: 45 kg, TB: 145 cm.
Penampilan : Klien memakai baju setelan, rambut beruban, bersih,
beraktivitas menggunakan tongkat.
Alamat : Panti Werdha Bakti Luhur (Wisma Theresa)
Orang Dekat Yang : Ny. L
Dihubungi
Hubungan dengan Lansia : Adik
Alamat : - (Ny. F tidak mengetahui alamat adiknya).
Lama Tinggal di Panti : 5 tahun (mulai masuk dari tahun 2010-2015)

2.2 Riwayat keluarga

Hubungan
No Nama L/P Pendidikan Pekerjaan Keterangan
Keluarga
1. Tn. D L Mantan suami SMA Swasta Cerai
2 Ny. L P Adik klien SMA IRT Hidup

2.2.1 Genogram
Tidak ditemukan data untuk genogram 3 generasi. Tetapi Ny. F sudah
menikah dan telah cerai, Ny. F tidak memiliki anak, dan ia memiliki seorang adik
yag masih hidup.
2.2.2 Tipe/Bentuk Keluarga : -
2.2.3 Riwayat Pekerjaan
23

Klien saat ini tinggal di Panti Werdha Bakti Luhur, Sidoardjo, dan
pekerjaannya sekarang tidak ada, pekerjaan sebelumnya adalah ibu rumah tangga.
Untuk kegiatan klien sehari-hari adalah pagi hari bangun tidur berdoa atau biston,
mandi, sarapan, klien tidak mengikuti senam pagi, membuat kerajinan tangan
sambil mendengar lagu rohani, setelah itu persiapan makan siang dan doa siang
(hasil observasi selama dinas di wisma Theresa).
2.3 Riwayat Lingkungan Hidup (Denah)
Ny. F tinggal di wisma Theresa dengan tipe tempat tinggal permanen dan
jumlah kamar 4, masing-masing kamar ada 3 orang, kamar bersih, jumlah yang
tinggal 11 orang diruang atas, dan 12 orang dibawah. Derajat privasi Ny. F
terbuka, orang terdekatnya adalah Ny. M.
2.4 Riwayat Rekreasi
Klien mengatakan untuk saat ini ia suka menjahit atau membuat kerajinan
tangan, klien tidak mengikuti kegiatan keanggota organisasian, dan tidak suka
berlibur.
2.5 Sistem Pendukung
Dipanti Bakti Luhur dibantu oleh beberapa orang perawat yang diketuai
oleh ibu asrama yang melayani dan membantu kebutuhan penghuni panti. Tim
medis datang setiap 2 minggu sekali untuk memeriksa kesehatan para usila yang
ada di panti. Jarak dari rumah ke rumah sakit yaitu kurang lebih 3 km, ke klinik 1
km. Lansia di panti rutin mengikuti senam yang dilaksanankan pagi di aula panti.
Perawatan yang dilakukan adalah perawatan yang sama dengan angota panti yang
lain, dan tidak ada perawatan khusus yang diberikan karena Ny.S tidak mengalami
luka ganggren dan yang lainnya.
2.6 Diskripsi Kekhususan
Kebiasaan ritual berdoa dan mengikuti kegiatan keagamanaan yang ada di
panti.
2.7 Status kesehatan
Ny. F mengatakan memiliki riwayat penyakiat diabetes mellitus akibat
mengonsumsi air gula yang diminum 2 hari sekali dan itu adalah saran dari
dokternya, tetapi saat ditanya kapan mengidap penyakit tersebut Ny. F
mengatakan tidak ingat kapan. Ny. F mengatakan tidak pernah lagi mengonsumsi
24

obat diabetes dan ia hanya menjaga pola makannya saja. Ny. F memiliki alergi
makanan laut, Keluhan Utama yang dirasakan Ny. F mengatakan “Badan saya
lemas” . Ny. F tidak mengeluh makanan yang diberikan kepadanya dibatasi dan
kadang-kadang tidak diberikan kepadanya. Status imunisasi Ny. F mengatakan
“Saya tidak ingat apakah saya dilakukan imunisasi lengkap dulu oleh orang tua
saya” dan Ny. F tidak ada alergi obat-obatan. Penyakit yang diderita Ny. F saat Ini
Adalah Penyakit Diabetes Melitus.
2.8 Aktivitas Kehidupan Sehari-Hari (ADL)
Indeks Katz Ny. F adalah A (Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah,
ke kamar kecil, berpakaian dan mandi). Nutrisi: Ny. F makan 3 kali sehari dengan
1 porsi, minum 5 gelas per hari, jenis makanan lauk, pauk, nasi, dll, dengan jenis
minuman teh dan air putih. Untuk eliminasi Ny. F BAB 2 hari sekali, dan BAK
biasanya 7-8 kali perhari. Ny. F mengatakan “malam hari saya kurangi minumnya
soalnya saya sering BAK pada malam hari dan membuat saya tidak nyaman.”
Aktivitas Ny. F hampir 80% dilakukan sendiri, dari makan, mandi, pergi ke toilet
dll, Ny. F sehari-hari menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalannya. Ny. F
mengatakan “ saya tidak mengikuti senam pagi karena saya harus naik turun
tangga dan itu membuat saya lelah dan dengan keadaan saya yang seperti ini”.
Istirahat dan tidur: Ny. F mengatakan “selama ini tidak ada masalah dengan
tidur, tetapi jika pada siang hari saya banyak minum,malam harinya saya bolak
balik tiolet dan itu membuat saya susah tidur”. Klien tampak menguap dan tidak
bersemangat pada pagi hari. Tidur siang jam 13.00-15.00 WIB dan malam hari
normalnya tidur jam 20.00-04.00 WIB, dan kadang-kadang terbangun jam 01.00
WIB dan baru bisa tidur jam 04.00 WIB pagi. Seksual: Ny.F Pernah Menikah,
status klien sekarang janda dan pada usianya sekarang Ny.F sudah Menopouse.
Psikologis:
1) Persepsi klien : Ny.F merasakan lemah dan berjalan lambat merupakan
penyakitnya orang yang sudah tua.
2) Konsep diri : Ny.F sangat percaya diri bila berkumpul dengan teman sebaya
terbukti jika diminta untuk memimpin doa dan bernyanyi dalam kegiatan Ny. F
langsung mengangkat tangan tanda kesediannya.
3) Emosi : Ny. F termasuk orang yang suka bergaul dengan teman-temannya
namun Ny. F tidak termasuk orang yang keras kepala, karena menurut suster
asrama untuk dietnya Ny. F bisa mengontrol makanannya.
25

4) Adaptasi : klien dipanti sudah 5 tahun yang lalu, dan sangat akrab dengan
penghuni panti baik satu wisma maupun penghuni antar wisma.
5) Mekanisme pertahanan diri : bila ada masalah klien selalu mengutarakan
masalahnya kepada Ny. M, selain itu klien selalu berdo’a kepada Tuhan Yang
Maha Esa .
Keadaan Umum : klien cukup rapi, duduk sambil membuat kerajinan tangan dari
kain yang tidak digunakan, klien menggunakan tongkat sebagai alat batu
gerak,klien sesekali menguap dan mengantuk ketika mengerjakannya, kesadaran
compos mentis, TTV: TD 120/70 mmHg, Nadi 86 x/mnt, Suhu 36,5oC, RR 24
x/mnt.
Tingkat Kesadaran : Compos Mentis
GCS : Eye :4 (spontan), verbal :5 (orientasi), motorik (menuruti
perintah : 6.
Tanda-Tanda Vital :
Sistem : Bunyi jantung normal S1 dan S2 (Lup,Dub) tunggal dan
Kardiovaskuler tidakada bunyi tambahan.
Sistem Pernafasan : Frekuensi napas dalam batas normal yaitu 24x/menit, suara
napas vaskuler di area paru, tidak ada suara tambahan seperti
wheezing, ronchi dll
Sistem Integumen : Kulit keriput, warna putih tidak ditemukan kelainan.
Sistem Perkemihan : Klien BAK sebanyak 7-8 kali perhari, warna jernih sampai
kuning muda, tidak ada keluhan nyeri saat BAK.
Sistem : Kekuatan otot kaki sebelah kanan 3 dan kiri 5. Ny. F
Muskuluskeletal mengalami fraktur pada tulang panggul sebelah kanan akibat
jauh terpeleset pada usia 40 tahun. pahanya sehingga
menggunakan kursi roda.
Sistem Endokrin : Ny. F menderita DM.
Sistem : Ny. F tidak mengalami penurunan nafsu makan
Gastrointestinal
Sistem reproduksi : Klien sudah pada tahap menopause.
Sistem Persyarafan : Klien mengalami kelemahan akibat dari faktor usia, tidak
mengalami gangguan persyarapan, seperti kelumpuhan, stroke,
retinopati, dan gangguan persepsi sensori lainnya.
Sistem Penglihatan : Tidak mamakai kaca mata, Ny. F ada melakukan operasi
katarak, pandangan klie kabur.
Sistem Pendengaran : Klien dapat mendengar dengan baik.
Sistem Pengecapan : Klien dapat mengecap dengan baik.
Sistem Penciuman : Klien masih dapat mencium bau-bauan.
26

Tactil Response : Tidak ada dikaji.

2.9 Status Kognitif/Afektif/Sosial


Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ) Ny. F yaitu: Kerusakan
intelektual sedang. Mini Mental State Exam (MMSE): 21, Inventaris Depresi
Beck : 7 (depresi ringan), APGAR keluarga : 2.
2.10 Data penunjang
GDS : 237 mg/dl

INDEKS KATZ
Indeks Kemandirian Pada Aktivitas kehidupan Sehari-hari
Nama klien : Ny. F Tanggal : 13 Oktober 2015
Jenis kelamin : Perempuan TB/BB : tidak ada data
Agama : Katolik Gol darah: -
Pendidikan : SMP
Alamat : Panti Werdha Bakti Luhur
27

Nama pewawancara :-
Skor Kriteria
A Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar
kecil, berpakaian dan mandi.
B Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali satu dari
fungsi tersebut
C Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, dan
satu fungsi tambahan
D Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian dan satu fungsi tambahan
E Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian, kekamar kecil dan satu fungsi tambahan
F Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian, kekamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan
G Ketergantungan pada ke enam fungsi tersebut
Lain- Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat di
lain klasifikasikan sebagai C.D.E Atau F

SHORT PORTABLE MENTAL STATUS QUESTIONNAIRE (SPMSQ)


Penilaian ini untuk mengetahui fungsi intelektual lansia.
Nama klien : Ny. F Tanggal : 13 Oktober 2015
Jenis kelamin : Perempuan TB/BB : tidak ada data
Agama : Katolik Gol darah: -
Pendidikan : SMP
Alamat : Panti Werdha Bakti Luhur
28

Nama pewawancara :-
SKORE NO PERTANYAAN JAWABAN
+ -
 1 Tanggal berapa hari ini? Hari tgl th

 2 Hari apa sekarang ini? Tidak tahu

 3 Apa nama tempat ini? Wisma


 4 Dimana alamat anda?? Sidoardjo
 5 Berapa umur anda? 72 tahun
 6 Kapan anda lahir? Tahun 1942
 7 Siapa presiden Indonesia Jokowi
sekarang?
 8 Siapa presiden sebelumnya? Tidak tau

 9 Siapa nama kecil ibu anda? Tidak tau

10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap Tidak tahu


penggurangan 3 dari setiap
angka baru, semua secara
menurun?
Jumlah kesalahan total 5

Keterangan:
2.10.1.1 Kesalahan 0-2 fungsi intelektual utuh
2.10.1.2 Kesalahan 3-4 kerusakan intelektual ringan
2.10.1.3 Kesalahan 5-7 kerusakan intelektual sedang
2.10.1.4 Kesalahan 8-10 kerusakan intelektual berat

MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE)


Menguji Aspek – Kognitif Dari Fungsi Mental
NILAI KLIEN PERTANYAAN
Maksimum
ORIENTASI
5 0
29

5 4 (Tahun, musim, Tgl, Hari, Bulan, apa


sekarang? Dimana kita : (Negara, bagian,
Wilayah, Kota).
REGISTRASI
3 3
Nama 3 objek (1 detik untuk mengatakan
masing-masing) tanyakan klien ke 3 obyek
setelah anda telah mengatakan. Beri 1 point
untuk tiap jawaban yang benar, kemudian
ulangi sampai ia mempelajari ke 3 nya
jumlahkan percobaan dan catat.
PERHATIAN & KALKULASI
5 4 Seri 7’s (1 point tiap benar, berhenti setelah 5
jawaban, berganti eja kata belakang) (7 kata
dipilih eja dari belakang).
MENGINGAT
3 3 Minta untuk mengulangi ke 3 obyek diatas,
beri 1 point untuk kebenaran.
BAHASA
9 5 Nama pensil & melihat (2 point)
Mengulang hal berikut tak ada jika (dan atau
tetapi) 1 point.
30 21 Nilai total 21

KETERANGAN:
Mengkaji tingkat kesadaran klien sepanjang kontinum: Compos menthis.
Nilai maksimum 30( nilai 21/ kurang indikasi ada kerusakan kognitif
Perlu tindak lanjut.
Nilai maksimum 30( nilai 21/ kurang indikasi ada kerusakan kognitif

INVENTARIS DEPRESI BECK


(PENILAIAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DARI BECK DAN DECLE, 1972)
Nama klien : Ny. F Tanggal :13 Oktober 2015
Jenis kelamin : Perempuan TB/BB : tidak ada data
30

Agama : Katholik Gol darah: -


Pendidikan : SMP
Alamat : Wisma Theresa
Nama pewawancara : -
Skore URAIAN
A KESEDIHAN
3 Saya sangat sedih/tidak bahagia, dimana saya tidak dapat menghadapinya
2 Saya galau/sedih sepanjang waktu dan tidak dapat keluar darinya
1 Saya merasa sedih/galau
0 Saya tidak merasa sedih

B PESIMISME
3 Merasa masa depan adalah sia-sia dan sesuatu tidak dapat membaik
2 Merasa tidak punya apa-apa dan memandang ke masa depan
1 Merasa kecil hati tentang masa depan
0 Tidak begitu pesimis/kecil hati tentang masa depan

C RASA KEGAGALAN
3 Merasa benar-benar gagal sebagai orang tua (suami/ istri)
2 Bila melihat kehidupan kebelakang, semua yang dapat saya lihat kegagalan
1 Merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya
0 Tidak merasa gagal

D KETIDAK PUASAN
3 Tidak puas dengan segalanya
2 Tidak lagi mendapat kepuasan dari apapun
1 Tidak menyukai cara yang saya gunakan
0 Tidak merasa tidak puas

E RASA BERSALAH
3 Merasa seolah sangat buruk/tidak berharga
2 Merasa sangat bersalah
1 Merasa buruk/tidak berharga sebagai bagian dari waktu yang baik
0 Tidak merasa benar-benar bersalah

F TIDAK MENYUKAI DIRI SENDIRI


3 Saya benci diri saya sendiri
2 Saya muak dengan diri saya sendiri
1 Saya tidak suka dengan diri saya sendiri
0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri

G MEMBAHAYAKAN DIRI SENDIRI


31

3 Saya akan bunuh diri jika saya punya kesempatan


2 Saya punya rencana pasti tentang tujuan bunuh diri
1 Saya merasa lebih baik mati
0 Saya tidak punya pikiran tentang membahayakan diri sendiri

H MENARIK DIRI DARI SOSIAL


3 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan tidak peduli
pada mereka semuanya
2 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan mempunyai
sedikit perasaan pada mereka
1 Saya kurang berminat pada orang lain dari pada sebelumnya
0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain

I KERAGU-RAGUAN
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan
1 Saya berusaha mengambil keputusan
0 Saya membuat keputusan yang baik

J PERUBAHAN GAMBARAN DIRI


3 Merasa bahwa saya jelek/tampak menjijikan
2 Merasa bahwa ada perubahan yang permanen dalam penampilan
1 Saya khawatir saya tampak tua/tidak menarik dan ini membuat saya tidak
menarik
0 Tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk daripada sebelumnya

K KESULITAN KERJA
3 Tidak melakukan pekerjaan sama sekali
2 Telah mendorong diri saya sendiri dengan keras untuk melakukan sesuatu
1 Memerlukan upaya tambahan untuk memulai melakukan sesuatu
0 Saya dapat bekerja sebaik-baiknya

L KELETIHAN
3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu
2 Saya merasa lelah untuk melakukan sesuatu
1 Saya merasa lelah dari yang biasanya
0 Saya tidak merasa lebih lelah biasanya

M ANOREKSIA
3 Saya tidak lagi punya nafsu makan sama sekali
2 Nafsu makan saya sangat buruk sekarang
1 Nafsu makan saya tidak sebaik sebelumnya
0 Nafsu makan saya tidak buruk dari biasanya
32

Keterangan:
0-4 defresi tidak ada/ minimal
5-7 defresi ringan
8-15 defresi sedang
16+ defresi berat
APGAR KELUARGA DENGAN LANSIA
Alat skrining singkat yang dapat digunakan untuk mengkaji fungsi social lansia
Nama klien : Ny. F Tanggal :
Jenis kelamin : Perempuan TB/BB :
Agama : Katolik Gol darah: -
Pendidikan : SMP
No Uraian Fungsi Skore
1 saya puas bahwa saya dapat kembali ADAPTATION 1
pada keluarga (teman-teman) saya
untuk membantu pada waktu sesuatu
menyusahkan saya
2 saya puas dengan cara keluarga (teman- PARTNESHIP 0
teman) saya membicarakan sesuatu
dengan saya dan mengungkapkan
masalah dengan saya
3 Saya puas dengan cara keluarga (teman- GROWTH 1
teman) saya menerima dan mendukung
keinginan saya untuk melakukan
aktivitas/arah baru
4 Saya puas dengan cara keluarga (teman- AFFECTION 1
teman) saya mengekspresikan afek dan
berespons terhadap emosi-emosi saya
seperti marah, sedih/ mencintai.
5 Saya puas dengan cara teman-teman RESOLVE 1
saya dan saya menyediakan waktu
bersama-sama.
Penilaian: TOTAL 4
Pertanyaan-pertanyaan yang di jawab:
 Selalu: skore 2
 Kadang-kadang: skore 1
 Hampir tidak pernah: skore 0
33

ANALISA DATA
Obyektif dan Data Subyektif
No (Etiologi) (Problem)
(sign/symptom)
1. Ds : Ny. F mengatakan
“Badan saya lemas”. Kelemahan fisik Intoleransi
DO: aktifitas
- Ny.F merasakan lemah dan
berjalan lambat merupakan
penyakitnya orang yang
sudah tua.
- Ny. F menggunakan tongkat
sebagai alat bantu gerak
- Klien mengalami
kelemahan akibat dari
faktor usia

DS: : Ny. F mengatakan


“selama ini tidak ada
masalah dengan tidur,
2. Poliuria Prubahan pola
tetapi jika pada siang
istirahat dan
hari saya banyak tidur
minum,malam harinya
saya bolak balik tiolet
dan itu membuat saya
susah tidur”
DO:
- Klien tampak menguap dan
tidak bersemangat pada
pagi hari.
- kadang-kadang terbangun
jam 01.00 WIB dan baru
bisa tidur jam 04.00 WIB
pagi.
34

DS: -

DO: - klien berumur 72 thn


- pandangan klien kabur
- klien menggunakan
tongkat dan kaki sebelah
3. kanan mengalami cidera Defisit pandang Resiko Cidera
motorik
DS: Klien mengatakan “saya
belum pernah
mendapatkan informasi
tersebut”

DO: - klien tidak mengetahui


4. tentang penyakitnya Informas tidak Kurang
- klien tidak mengetahui adekuat Pengetahuan
cara pencegahan dan
penanganan dari
penyakitnya
- klien tidak mengetahui
apa itu senma kaki DM

PRIORITAS MASALAH
1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan Kelemahan Fisik
2. Perubahan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan Poliuria
3. Resiko Cidera berhubungan dengan desfisit pandang motorik
4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan informasi tidak adekuat
35

Rencana dan Implementasi Keperawatan

No Diagnosa Tujuan
Intervensi Rasional
Keperawatan (Kriteria Hasil)
.1. Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan 1. Berikan aktivitas 1. Untuk mencegah kelelahan
berhubungan keperawatan selama 3x6jam, alternatif. yang berlebihan..
dengan Kelemahan usila dapat melaporkan mampu 2. Anjurkan untuk istrahat 2. Untuk memulihkan tenaga
Fisik melakukan aktivitasnya sendiri yang cukup yang hilang waktu
tanpa bantuan suster. 3. Pantau TTV klien beraktivitas.
Kriteria hasil: 4. Kaji skala aktivitas klien 3. Mengidentifikasi tingkat
1. klien tidak merasa lemah atau aktivitas yang dapat
pusing ditoleransi
2. Klien mampu beraktivitas 4. Untuk mengetahui tingkat
sendiri tanpa bantuan suster. aktivitas klien
3. Klien mampu berpindah
tempat tanpa menggunakan
alat bantu.
4. Klien dapat menjalankan diet
diabetes melitus.

2. Perubahan pola Setelah dilakukan tindakan 1. Ciptakan lingkungan yang 1. Menentukan


istirahat dan tidur keperawatan selama 3x6jam tenang 2. Tidur yang kurang dapat
berhubungan diharapkan klien mampu 2. Observasi tanda-tanda merubah TTV pasien.
dengan Poliuria beristirahat dengan baik. vital pasien 3. Pengosongan kandung
Kriteria hasil: 3. Anjurkan untuk kencing kemih secara maksimal
1. Tidak terlihat tanda kurang terlebih dahulu sebelum dapat mengurangi aktivitas
36

tidur seperti menguap pada tidur. BAK pada waktu malam.


jam-jam beraktivitas. 4. Anjurkan untuk tidak 4. Untuk meminimalkan
2. Waktu istirahat terpenuhi banyak minum pada produksi urin pada malam
malam hari hari sehingga tidak sering
bangun untuk kencing.
3. Resiko Cidera Setelah dilakukan tindakan 1. Lakukan tindakan untuk 1. Untuk mengurangi resiko
berhubungan keperawatan selama 3 x 6 jam mengurangi bahaya cedera
dengan desfisit diharapkan tidak terjadi lingkungan 2. Untuk mengetahui
pandang motorik cedera. 2. Bantu aktivitas klien bantuan yang tepat bagi
Kriteria hasil: 3. Letakkan benda dimana pasien
1. Berpartisipasi dalam klien dapat melihat dan 3. Agar mudah dijangkau
aktivitas yang diinginkan/ meraihnya tanpa klien oleh lansia dan
diperlukan tanpa menjangkau terlalu jauh. mengurangi resiko cidera.
mengalami cidera 4. Berikan penjelasan 4. Untuk mendapatkan
tentang aktifitas yang informasi yang tepat
aman untuk dilakukan tentang kegiatan lansia
oleh lansia
4. Kurang Setelah dilakukan tindakan 1. Tanyakan kepada klien 1. Mengetahui tingkat
pengeahuan keperawatan selama 2x30 apakah ia mengetahui pengetahuan klien
berhubungan menit, klien dapat menerima tentang senam kaki DM. 2. Mencegah terjadinya luka
dengan informasi informasi dengan baik. 2. Berikan penyuluhan
tidak adekuat Kriteria hasil: tentang Senam kaki DM
1. Kklien kooperatif dan
antusias mendengarkan
penjelasan perawat
2. Klien dapat bertanya jika
ada yang tidak jelas
3. Klien mampu
mempraktekkannya.
37

Evaluasi Keperawatan IMPLEMENASI

No. Hari/Tanggal No.DX Implementasi Evaluasi SOAP TTD dan Nama


Perawat
1 Selasa, 13 1. Memberikan aktivitas Ds : DATA SUBYEKTIF :
alternatif. Seperti Ny.F mengatakan “Badan saya
Oktober 2015
menanyakan kepada Ny. F lemas”.
dan suster aktivitas apa yang
08.00 WIB DATA OBYEKTIF :
mampu di lakukan oleh Ny.
•Klien tampak lemah, tidak
F
bersemangat dan mengantuk,
2. Menganjurkan untuk
tetapi saat diberikan penyuluhan
istrahat yang cukup. Dengan
tentang senam kaki diabetes
memberitahukan kepada Ny.
melitus klien tampak kooperatif
F untuk istirahat/ tidur siang
mendengarkan penjelasan
setidaknya 1-2 jam/ hari
1 3. Memantau TTV klien. perawat.
•TD : 110/80
Sepertian tiap hari
•N : 80x/m
mengukur tekanan darah •S : 36o C
Ny. F •RR : 20x/m
4. Mengkaji skala aktivitas
pasien. Dengan menyuruh A: Masalah belum teratasi
Ny. F berpindah tempat dari
tempat duduk ke tempat P: Lanjutkan intervensi
tidur 1. Memberikan aktivitas
alternative
2. Menganjurkan untuk istrahat
yang cukup
3. Memantau TTV klien
4. Mengkaji skala aktivitas
pasien
38

Selasa, 13 1. Menciptakan lingkungan Ds : Pasien mengatakan” saya


Oktober 2015 yang tenang.
kalau duduk sering menguap,
2. Memantau kondisi pasien
09.00 dengan mengukur tanda- dan ngantuk,”
tanda vital seperti tekanan
darah hasil (110/80 mmhg),
nadi hasil (88x/menit), RR Do:
hasil (26x/ menit)
1. Pasien kadang-kadang
3. Menganjurkan untuk
kencing terlebih dahulu menguap saat duduk dengan
sebelum tidur seperti
lansia.
memberikan informasi
2. Saat melakukan aktivitas
bahwa kencing dahulu
sepuasnya sebelumnya tidur pasien terlihat tidak
supaya tidak bangun sering
2 semangat
kencing lagi pada malam
3. Tekanan Darah 110/80
hari
4. menganjurkan untuk tidak mmhg
banyak minum pada malam
hari untuk meminimalkan
A: Masalah Belum teratasi
produksi urin pada malam
hari sehingga tidak sering
bangun untuk kencing
P: lanjutkan intervensi
1. Menciptakan lingkungan
yang tenang
2. Pantau TTV.
3. Menganjurkan untuk
kencing terlebih dahulu
sebelum tidur
4. menganjurkan untuk tidak
banyak minum pada malam
hari
39

Selasa, 13 1. Melakukan tindakan untuk S: -


Oktober 2015 mengurangi bahaya
O: - klien menggunakan tongkat
lingkungan
2. Membantu aktivitas klien sebagai alat bantu jalan
3. Meletakkan benda dimana
10.00 WIB - Klien berhati-hati saat
klien dapat melihat dan
3 meraihnya tanpa klien menuruni tangga
menjangkau terlalu jauh.
A: masalah belum teratasi
4. Memberikan penjelasan
tentang aktifitas yang aman P: Lanjutkan intervensi no 1-4
untuk dilakukan oleh lansia
40

No. Hari/Tanggal No.DX Implementasi Evaluasi SOAP TTD dan Nama


Perawat
2. Kamis, 15 1. Memberikan aktivitas Ds : DATA SUBYEKTIF :
alternatif. Seperti Ny.F mengatakan “perasaan
Oktober 2015
menanyakan kepada Ny. F badan lemas saya sudah
dan suster aktivitas apa berkurang”.
07.30 WIB yang mampu di lakukan
DATA OBYEKTIF :
oleh Ny. F
2. Menganjurkan untuk  Klien tampak segar, gembira
istrahat yang cukup. dan bersemangat
 TD : 110/70 mmHg
Dengan memberitahukan
 N : 75x/menit
1 kepada Ny. F untuk
 S : 37oC
istirahat/ tidur siang  RR : 22x/menit
setidaknya 1-2 jam/ hari
3. Memantau TTV klien. A: Masalah teratasi sebagian
Sepertian tiap hari
mengukur tekanan darah P: Lanjutkan intervensi
Ny. F 1. Menganjurkan untuk istrahat
yang cukup
2. Memantau TTV

Kamis, 15 1. Menciptakan lingkungan Ds : Pasien mengatakan” saya


Oktober 2015 yang tenang.
masih susah tidur ,”
2. Memantau kondisi pasien
08.00 dengan mengukur tanda- Do:
tanda vital seperti tekanan
1. Saat melakukan aktivitas
darah hasil (110/80
mmhg), nadi hasil pasien terlihat ngantuk dan
(88x/menit), RR hasil
kurang fokus dalam
(26x/ menit)
3. Menganjurkan untuk melakukan aktivitasnya
41

kencing terlebih dahulu


sebelum tidur seperti
A: Masalah teratasi sebagian
memberikan informasi
bahwa kencing dahulu
sepuasnya sebelumnya
P: lanjutkan intervensi
2 tidur supaya tidak bangun
sering kencing lagi pada 1. Menciptakan lingkungan
malam hari
yang tenang
4. menganjurkan untuk tidak
2. Menganjurkan untuk
banyak minum pada
malam hari untuk kencing terlebih dahulu
meminimalkan produksi
sebelum tidur
urin pada malam hari
3. menganjurkan untuk tidak
sehingga tidak sering
bangun untuk kencing banyak minum pada malam
hari
Kamis, 15 1. Melakukan tindakan untuk S: -
Oktober 2015 mengurangi bahaya
O: - klien menggunakan tongkat
lingkungan
2. Membantu aktivitas klien sebagai alat bantu jalan
3. Meletakkan benda dimana
09.00 WIB - Klien berhati-hati saat
klien dapat melihat dan
3 meraihnya tanpa klien menuruni tangga
menjangkau terlalu jauh.
- Klien mampu melakukan
aktivitas mandiri
A: masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
1. Melakukan tindakan
untuk mengurangi
bahaya lingkungan
2. Membantu aktivitas klien
3. Meletakkan benda
42

dimana klien dapat


melihat dan meraihnya
tanpa klien menjangkau
terlalu jauh.
Kamis, 15 1. Tanyakan kepada klien S: Klien mengatakan
Oktober 2015 apakah ia mengetahui
4 “terimakasih telah memberikan
tentang senam kaki DM.
10.00 WIB 2. Berikan penyuluhan saya informasi yang sangat
tentang Senam kaki DM
bermanfaat buat kesehatan saya”
O: - klien kooperatif dan
antusias dalam mendengarkan
penjelasan perawat.
- Klien mengajukan
pertanyaan kapan saja
dapat dilakukan senam
kaki DM.
- Klien mampu
mempratekkan kembali
senam kaki DM, tetapi
tidak semua langkah klien
ingat.
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
1. Berikan kembali
pendidikan kesehatan
tentang senam kaki DM
43

No. Hari/Tanggal No.DX Implementasi Evaluasi SOAP TTD dan Nama


Perawat
44

3. Jumat, 16 1. Menganjurkan untuk Ds : DATA SUBYEKTIF :


Oktober 2015 istrahat yang cukup. Ny.F mengatakan “sekarang
Dengan memberitahukan saya sudah bisa
kepada Ny. F untuk mengatasi masalah saya”.
07.30 WIB istirahat/ tidur siang
DATA OBYEKTIF :
setidaknya 1-2 jam/ hari
2. Memantau TTV klien.  Klien tampak segar, gembira
Seperti tiap hari mengukur dan bersemangat
 TD : 120/80 mmHg
tekanan darah Ny. F
 N : 77x/menit
1  S : 36,5 C
 RR : 22x/menit

A: Masalah teratasi

P: Hentikan intervensi

Jumat, 16 1. Menciptakan lingkungan Ds : Pasien mengatakan”


Oktober 2015 yang tenang.
sekarang saya sudah merasa
2. Menganjurkan untuk
08.00 kencing terlebih dahulu segar tiap bangun tidur ,”
sebelum tidur seperti
memberikan informasi
bahwa kencing dahulu Do: - tidur siang 2 jam dan
sepuasnya sebelumnya
malam 7 jam
tidur supaya tidak bangun
sering kencing lagi pada - tidak ada tanda-tanda
malam hari
kurang tidur seperti
3. menganjurkan untuk tidak
banyak minum pada kantung mata maupun mata
malam hari untuk
panda atau warna gelap
meminimalkan produksi
45

2 urin pada malam hari dibawah mata.


sehingga tidak sering
bangun untuk kencing
A: Masalah teratasi

P: Hentikan intervensi
Jumat, 1. Melakukan tindakan untuk S: -
16Oktober 2015 mengurangi bahaya
O: - klien menggunakan tongkat
lingkungan
2. Membantu aktivitas klien sebagai alat bantu jalan
3. Meletakkan benda dimana
09.00 WIB - Klien mampu melakukan
klien dapat melihat dan
3 meraihnya tanpa klien aktivitas mandiri
menjangkau terlalu jauh.
A: masalah teratasi
P: Tetap anjurkan klien untuk
berhati-hati dalam beraktivitas
1. Melakukan tindakan
untuk mengurangi
bahaya lingkungan
2. Membantu aktivitas klien
3. Meletakkan benda
dimana klien dapat
melihat dan meraihnya
tanpa klien menjangkau
terlalu jauh.

No. Hari/Tanggal No.DX Implementasi Evaluasi SOAP TTD dan Nama


46

Perawat

4 Sabtu, 17 1. Tanyakan kepada S: Klien mengatakan


Oktober 2015 klien apakah ia
4 “terimakasih telah memberikan
mengetahui tentang
10.00 WIB senam kaki DM. saya informasi yang sangat
2. Berikan penyuluhan
bermanfaat buat kesehatan saya”
tentang Senam kaki DM
O: - klien kooperatif dan
antusias dalam mendengarkan
penjelasan perawat.
- Klien mengajukan
pertanyaan kapan saja
dapat dilakukan senam
kaki DM.
- Klien mampu
mempratekkan kembali
senam kaki DM, tetapi
tidak semua langkah klien
ingat.
A: Masalah teratasi
P: Hentikan intervensi
47