You are on page 1of 4

Bandara UTS

1. Klasifikasi Bandara

Menurut UUno. 1 Tahun 2009 (bandara adalah kawasan di daratan dan atau di perairan dengan batas
batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun
penumpang, bongkar muat barang dan tempat pemindahan indra dan antar moda transportasi yang
dilengkapi fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan serta fasilitas pokok dan fasilitas lainnya.)

KM.48 Tahun 2002 (tentang Penyelenggaraan Bandar Udara Umum.)

-menurut sifatnya: - bandar udara Khusus (bandar udara khusus yaitu bandar udara yang hanya digunakan
melayani kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatan usaha pokoknya misalnya di
bidang pertambangan minyak, batubara, tembaga, gas; pertanian; perkebunan, militer

- bandar udara Umum : - Unit Pelaksana Teknis

- BUMN,BUMD,SWASTA

• Hub, pengumpul, bandara pada jaringan nasional yang mengumpulkan input


(penumpang/barang) dari bandar udara yang lebih kecil,menerbangkan mereka ke tujuan yang
lebih jauh dengan pesud lebih besar.

• Spoke, pengumpan, bandara kecil di jaringan nasional memberi input(penumpang/barang)


dengan pesud kecil kepada bandar udara yang lebih besar

- Menurut Jenis pengusahaan

diusahakan, diselenggarakan oleh suatu badan usaha penerbangan (BUMN/ BUMD/SWASTA)

tidak diusahakan, diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau daerah, masih sepenuhnya
dibiayai Negara

- Menurut Distribusinya

• pusat penyebaran, penumpang/ barang

• bukan pusat penyebaran, tujuan akhir

- menurut operasionalnya: Kemampuan bandara untuk dapat melayani pesawat berdasarkan jenis
kelasnya pesawat tersebut yang ditentukan dari kebutuhan akan panjangnya runway dan bentang
sayap

kelas I ( ARFL <800m)

kelas II ( 800 < ARFL < 1200)

kelas III ( 1200 < ARFL < 1800) Nasional

kelas IV (1800<ARFL) Internasional

lapangan terbang :
2. Penentuan azimuth runway , mulai dari survai hingga penomoran runway disertai disertai
gambar sederhana, termasuk perambuannya
• Survei arah angin yang dominan dalam setahun, hasil dalam persen
• Jenis pesawat udara kritis serta cross-wind component yang dapat diterimanya
• Hasil survei dalam persen tadi dimasukkan ke dalam diagram bangkitan angin (wind rose)
• Ambil kertas transparan epp. yang lebarnya sama dengan diameter lingkaran pada wind rose
yang sebesar kecepatan cross wind yang dapat diterima pesud kritis
• Kertas transparan diputar hingga mendapatkan jumlah >95% , sudut itu adalah azimuth runway
yang dicari
• Kedua ujung runway diberi nomer 3 digit sesuai sudut azimuth dengan menghapus angka nol
terakhir

Perambuan
• Visual :
- Cat: Threshold,center line, runway edge stripe,
runway number, aiming point,touch down zone
- Lampu:Threshold, center line, runway light,
approach light, PAPI
(All marking on runway shall be white, non
reflected)
• Gelombang radio :
- Non Directional Beacon/ NDB
- Doppler Very high frequency Omni Range/
DVOR
- Distance Measuring Equipment /DME
- Intrument Landing System/ILS
- RAdio Detection And Ranging/RADAR

3. Stakeholder pembangunan sebuah terminal


• Penumpang : ingin nyaman, akses mudah
• Maskapai penerbangan : konfigurasi bandara effektif dan dampak terhadap biaya operasi kecil
• Penyelenggara bandara : konsep bangunan megah, monumental, pintu masuk ke daerah
tersebut
• Konsesioner /retail: penumpang melewati daerah konsesioner dan belanja
• Pemerintah: bandara internasional,kontrol paspor dan arus penumpang yang ketat

4. Konsep dasar pembangunan terminal penumpang


• Menurut letak terminal terhadap apron :
- Sejajar/linier - Lengkung/busur/circulair
- Dermaga/pier – Jari /finger - Satelit
- Remote/ transporter - Kombinasi

• Konsep operasional :
- 1 lantai -1,5 lantai - 2 lantai
pemilihan tipe terminal
Operasional terminal

- Untuk mengurangi kepadatan keluar masuknya penumpang

- Untuk menghindari dari pembajakan

- Penentuan banyaknya lantai untuk mengatur keluar masuknya penumpang

- Penentuan letak koridor dan letak tangga di bedakaan untuk mengurangi traffic kedatangan dan
keberangkatan

- Pengadaan peralatan khusus di terminal : moving


sidewalk, garbarata, tangga berjalan, lift, baggage
handling

- Standart perhitungan luas terminal berdasarkan


stardart FAA 1988 , busiest rate, ICAO 2000

5. Sistem jaringan penerbangan Bandar udara secara makro


 Menurut letak geografi :
-Regional
-Nasional
-Multi Airport System/ Metropolitan system
-Internasional
 Menurut fungsi :
-Hub kargo
-Cheap flight/ penerbangan murah
-Perintis ( rute penerbangan ke daerah yang terpencil)

6. Persyaratan operasional pembuatan sebuah landas pacu baru


• Persyaratan Teknis
- Kemiringan - melintang, maks 1,5 %
- memanjang, maks 1,5%
- Jarak antar kemiringan, min 45 meter
• Persyaratan Operasional
- Sudut pendaratan/ landing slope
- Bidang transisi /transition slope
- Bidang batas halangan/obstacle limitation
Surface
Jenis operasional
• Landas pacu presisi/ precission runway
- lebar strip landas pacu 300 meter
• Landas pacu non presisi/ instrument runway
- lebar strip landas pacu 150 meter