You are on page 1of 9

PEMBAHASAN

3.1 Pengkajian
1. Identitas Klien
Nama : Tn. N
Umur : 41 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tingkat Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
Suku : Madura
Status Perkawinan : Menikah
Tgl. MRS : 23 Januari 2009
Tgl. Pengkajian : 26 Januari 2009
Alamat : Pamekasan
No. RM : 184395
Diagnosa Medis : Batu ginjal sebelah kiri

2. Identitas Keluarga
Nama Keluarga : Ny. N
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Umur : 39 tahun
Hubungan : Isteri
Alamat : Pamekasan

3. Status Kesehatan Saat Ini


han utama : Klien mengeluh nyeri pinggang kiri hilang timbul. Nyeri muncul dari pinggal sebelah kiri,
menjalar ke depan sampai ke ujung penis.
4. Riwayat Penyakit Sekarang
Sejak 2 tahun yang lalu, klien mengeluh nyeri pinggang kiri hilang timbul, nyeri muncul dari
pinggang sebelah kiri dan menjalar ke depan sampai ke penis. Penyebab nyeri tidak
diketahui. Akhirnya pasien berobat ke mantri, setelah diberi obat (nama tidak tahu) keluhan
berkurang tetapi kadang muncul lagi. 1tahun yang lalu, klien mengalami nyeri pinggang yang
hebat, akhirnya oleh keluarga di bawah ke RSU. Setelah dilakukan pemeriksaan, klien
dinyatakan menderita kencing batu. Setelah pulang dari RSU, klien tidak kontrol, tetapi
berobat ke mantri lagi. 2 bulan yang lalu, klien mengalami serangan nyeri hebat lagi dan
dibawa ke RSU. Sehubungan dengan keterbatasan alat, maka klien dirujuk ke RSCM, untuk
penanganan selanjutnya
5. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit hipertensi, jantung tidak diketahui, hepatitis
tidak pernah, kencing batu tidak pernah.
6. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami sakit seperti pasien, TB,
DM, Hipertensi.

7. Pemeriksaan Fisik
a. Status kesehatan umum
Keadaan penyakit sedang, kesadaran komposmentis, suara bicara jelas, tekanan darah 120/70
mmHg, suhu tubuh 36,7oC, pernapasan 20x/menit, nadi 80x/menit (regular), GCS 4 5 6.
b. Sistem integument
Tidak tampak ikterus, permukaan kulit tidak kering, tekstur tidak kasar, rambut hitam dan
bersih, tidak botak, perubahan warna kulit tidak ada, dekubitus tidak ada.
c. Kepala
Normo cephalic, simetris, nyeri kepala (+), benjolan tidak ada.
d. Muka
Simetris, odema (+), otot muka dan rahang kekuatan lemah, sianosis tidak ada.
e. Mata
Alis mata, kelopak mata normal, konjungtiva anemis, pupil isokor sclera ikterus, reflek
cahaya positif, tajam penglihatan normal, mata tidak cowong.
f. Telinga
Sekret, serumen, benda asing, dan membran timpani normal.
g. Hidung
Deformitas, mukosa, sekret, bau, obstruksi tidak ada, pernafasan cuping hidung tidak ada.
h. Mulut dan faring
Bau mulut (+), stomatitis (-), gigi banyak yang hilang, lidah merah muda, kelainan lidah tidak
ada.
i. Leher
Simetris, kaku kuduk tidak ada, pembesaran vena jugularis.

j. Thoraks
Gerakan simetris, retraksi supra sternal (-), retraksi intercoste (-), perkusi resonan, rhonchi
+/+ pada basal paru, wheezing -/-, vocal fremitus tidak teridentifikasi.
k. Jantung
Batas jantung kiri ics 2 sternal kiri dan ics 4 sternal kiri, batas kanan ics 2 sternal kanan dan
ics 5 mid axilla kanan, perkusi dullness. Bunyi s1 dan s2 tunggal, gallop (-), mumur (-),
capillary refill 2-3 detik.
l. Abdomen
Bising usus (+), tidak ada benjolan, nyeri tekan tidak ada, perabaan massa tidak ada, hepar
tidak teraba, asites (-).
m. Inguinal-Genitalia-Anus
Nadi femoralis teraba, tidak ada hernia, pembengkakan pembuluh limfe tidak ada, tidak ada
hemoroid.
n. Ekstrimitas
Akral hangat, edema -/- , kekuatan 5/5, gerak yang tidak disadari -/-, atropi -/-, capillary refill
3 detik, abses tidak ada, ganggren (-), reflek patella N/N, achiles N/N.
Pembuluh darah perifer : radialis (+/+), femoralis (+/+), poplitea (+/+), tibialis posterior
(+/+), dorsalis pediss (+/+).
o. Tulang belakang
Tidak ada lordosis, kifosis atau scoliosis.

3.2 Analisa Data


DATA KEMUNGKINAN MASALAH
PENYEBAB KEPERAWATAN
DS
Ø Klien mengeluh sakit Penekanan/distorsi jaringan Nyeri
pinggang tembus belakang setempat
Ø Klien menyatakan nyeri 
tekan pada pinggang kanan Pelepasan mediator kimia
Ø Klien menyatakan sakit (bradikidin)
saat miksi 
Merangsang nosireseptor

Implus ke thalamus

Cortex serebri

Nyeri
DS
Ø Klien menyatakan Obstruksi saluran kemih Perubahan Eliminasi Urine
kurang minum 
Ø Klien menyatakan sakit Pengeluaran urine inkomplit
saat miksi 
DO Kapasitas vesika urinaria
Ø Warna urine klien jernih 
dan kekuning-kuningan Perubahan eliminasi urine
DS
Ø Klien menyatakan tidak Perubahan status kesehatan Kurang pengetahuan
tahu tentang penyakitnya 
Hospitalisasi

Kurang informasi tentang
penyakit

Kurang pengetahuan

3.3 Diagnosa Keperawatan


1. Pre-Operasi
a. Nyeri b.d peningkatan frekuensi/dorongan kontraksi ureteral.
b. Perubahan pola eliminasi b.d stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal atau ureteral.
c. Risti kekurangan volume cairan b.d mual, muntah.
d. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan b.d kurangnya
informasi.
2. Post-Operasi
a. Resiko kekurangan volume cairan b.d haemoragic atau hipovolemik
b. Nyeri b.d insisi bedah
c. Perubahan pola eliminasi b.d inverse perkemihan sementara (selang nefrostomi, kateter
uretra, intervensi pembedahan)
d. Risiko tinggi terhadap infeksi b.d insisi operasi dan pemasangan kateter.

3.4 Intervensi, Implementasi, dan Evaluasi


Pre-Operasi :
a. Nyeri (akut) b.d peningkatan frekuensi/dorongan kontraksi uretral, trauma jaringan,
pembentukan edema, iskemia jaringan.
Tujuan : Klien dapat menunjukkan rasa nyeri berkurang/hilang setelah
dilakukan asuhan keperawatan.
 TTV dalam batas normal
TD : 120/80 mmHg
N : 80-100 x/ menit
P : 12-20 x/ menit
S : 36- 37’5 o C
 Ekspresi wajah tampak rileks
 Skala nyeri 1-3
 Klien dapat tidur dan istirahat
Rencana Tindakan :
1) Kaji dan catat lokasi, lamanya, intensitas nyeri (0-10) dan penyebarannya.
2) Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan bila terjadi perubahan
kejadian/karakteristik nyeri.
3) Berikan tindakan nyaman contoh pijatan punggung, lingkungan istirahat.
4) Bantu atau dorong penggunaan napas dalam, bimbingan imajinasi.
5) Dorong/bantu dengan ambulasi sering sesuai indikasi dan tingkatkan pemasukan cairan
sekitar 3-4 liter/hari.
6) Perhatikan keluhan peningkatan/menetapnya nyeri abdomen.
7) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi analgesik.

b. Perubahan pola eliminasi urin b.d stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal atau
ureteral.
Tujuan : Klien dapat menunjukkan pola eliminasi normal setelah dilakukan
asuhan keperawatan
 Aliran urine lancar
 Klien bebas dari tanda-tanda obstruksi (hematuria)
 Klien berkemih dengan jumlah normal dan pola biasanya.
Rencana Tindakan :
1) Awasi pemasukan dan pengeluaran dan karakteristik urin.
2) Tentukan pola berkemih normal pasien dan perhatikan variasi.
3) Dorong meningkatkan pemasukan cairan : 3 – 4 liter/hari.
4) Periksa semua urin, catat adanya keluaran batu.
5) Palpasi untuk distensi suprapubik dan perhatikan penurunan keluaran urin, adanya edema
periorbital/tergantung.
6) Observasi perubahan status mental, perilaku atau tingkat kesadaran.
 Kolaborasi
Pemeriksaan laboratorium : elektrolit, BUN, kreatinin.
o Ambil urine untuk kultur dan sensitivitas.
o Berikan obat sesuai indikasi, contoh : Asetazolamid (diamox), alopurinol (ziloprim).
o Hidroklorotiazid (esidrix, hidroiuril), klortalidon (higroton).
o Amonium Klorida; kalium atau natrium fosfat (sal hepatica).
o Agen antigout, contoh alupurinol (ziloprim).
o Antibiotik.
o Natrium bikarbonat.
o Asam askorbat.
o Pertahankan patensi kateter tak menetap (ureteral atau nefrostomi) bila digunakan.
o Irigasi asam atau larutan alkalin sesuai indikasi.
o Siapkan pasien/ bantu untuk procedure endoskopi, contoh:
Prosedur basket.
o Stents uretral.
o Pielolitotomi terbuka atau perkutaneus, nefrolitotomi, ureterolitotomi.

c. Risiko tinggi terhadap kekurangan cairan tubuh b.d mual, muntah


Tujuan : Pasien dapat mempertahankan cairan yang adekuat setelah dilakukan asuhan keperawatan.
 TTV dalam batas normal
TD : 120/80 mmHg
N : 80-100 x/menit
S : 36- 37 o C
P : 12-20 x/menit
 Turgor kulit elastik
 Membran mukosa lembab
 Intake dan output seimbang
Rencana Tindakan :
1) Awasi pemasukan dan pengeluaran.
2) Catat insiden muntah, diare, perhatikan karakteristik dan frekuensi muntah dan diare, juga
kejadian yang menyertai atau mencetuskan.
3) Tingkatkan pemasukan cairan sampai 3-4 l/hari dalam toleransi jantung.
4) Awasi tanda-tanda vital, evaluasi nadi, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa.
5) Timbang berat badan tiap hari.
 Kolaborasi
Awasi pemeriksaan laboratorium : Hb, Ht, elektrolit.
o Berikan cairan IV.
o Berikan diet tepat, cairan jernih, makanan lembut sesuai toleransi.
o Berikan obat sesuai indikasi : antiemetic, contoh : proklorperazin (compazin).

d. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan b.d kurangnya
informasi.
Tujuan : Klien dan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan tentang penyakitnya setelah dilakukan
asuhan keperawatan.
- Klien mampu mengungkapkan pemahaman tentang proses penyakit.
- Klien mampu menghubungkan gejala dan faktor penyebab
- Klien mampu melakukan perubahan perilaku dan berpartisipasi dalam program pengobatan.
Rencana Tindakan :
1) Kaji ulang proses penyakit dan harapan masa datang.
2) Tekankan pentingnya peningkatan pemasukan cairan, contoh 3-4 L/hari atau 6-8 L/hari.
Dorong klien untuk melaporkan mulut kering, dieresis berlebihan/ berkeringat dan untuk
meningkatkan pemasukan cairan baik bila haus atau tidak.
3) Kaji ulang program diet, sesuai individual.
4) Diet rendah purin contoh membatasi daging berlemak, kalkun, tumbuhan polong, gandum,
alkohol.
5) Diet rendah kalsium, membatasi susu, keju, sayur berdaun hijau, yogurt.
6) Diet rendah oksalat contoh pembatasan coklat minuman mengandung kafein, bit, bayam.
7) Diet rendah kalsium/fosfat.
8) Diskusikan program obat-obatan, hindari obat yang dijual bebas dan membaca semua label
produk/ kandungan dalam makanan.
9) Mendengar dengan aktif tentang program terapi/perubahan pola hidup.
10) Identifikasi tanda/gejala yang menentukan evaluasi medik. Contoh, nyeri berulang,
hematuria, oliguria
11) Tunjukan perawatan yang tepat terhadap insisi/ kateter bila ada

Post-Operasi

a. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan.


Tujuan : Klien dapat mempertahankan volume cairan yang adekuat setelah dilakukan asuhan
keperawatan HYD :
 Tanda-tanda vital stabil
TD : 120/80 mmHg
N : 80-100 x/menit
P : 12-20 x/menit
S : 36-37,5oC
 Membran mukosa lembab
 Pengisian kapiler < 3 detik
 Kulit hangat dan kering
 Intake output seimbang
 Tidak ada perdarahan melalui selang.
Rencana Tindakan :
1) Pantau dan catat intake output tiap 4 jam dan laporkan bila terjadi ketidakseimbangan.
2) Observasi tanda-tanda dehidrasi.
3) Observasi tanda-tanda vital dan turgor kulit, suhu tiap 4-8 jam.
4) Anjurkan pasien untuk merubah posisi atau kateter saat mengubah posisi.
5) Kaji balutan selang kateter terhadap perdarahan setiap jam dan lapor ke dokter.

b. Nyeri berhubungan dengan insisi bedah.


Tujuan : Klien dapat melaporkan nyeri terkontrol/hilang dan meningkatnya kenyamanan setelah
dilakukan asuhan keperawatan.
 Pasien mampu bergerak dengan mudah
 Pasien mampu menunjukkan ekspresi wajah dan tubuh rileks.
Rencana Tindakan :
1) Kaji intensitas, lokasi, pencetus, skala nyeri dan penghilang faktor-faktor nyeri.
2) Berikan tindakan kenyamanan non farmakologis, ajarkan teknik relaksasi, bantu pasien
memilih posisi yang nyaman.
3) Kaji insisi dari kemerahan, nyeri tekan, bengkak.
4) Anjurkan pasien menekan daerah insisi bila batuk.
5) Kolaborasi dengan dokter untuk penghilang nyeri.

c. Perubahan pola eliminasi perkemihan berhubungan dengan kateter uretral atau tindakan
pembedahan.
Tujuan : Klien dapat menunjukan pola eliminasi normal setelah dilakukan asuhan
keperawatan.
 Pasien dapat berkemih dengan baik
 Warna urine kuning jernih
 Klien dapat berkemih spontan bila kateter dilepas
Rencana Tindakan :
1) Kaji pola berkemih normal pada pasien.
2) Kaji keluhan disetensi kandung kemih tiap 4 jam.
3) Ukur intake dan output cairan.
4) Observasi warna urine, bau dan jumlah urine.
5) Anjurkan pasien minum air putih 2-3 L/hari kecuali bila ada kontra indikasi.

d. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya kateter, insisi pembedahan.


Tujuan : Klien tidak menunjukan tanda-tanda infeksi setelah dilakukan asuhan keperawatan.
 Suhu dalam batas normal
 Insisi kering dan penyembuhan mulai terjadi
 Drainage dari selang dan kateter kuning jernih/bersih
Rencana Tindakan :
1) Kaji dan laporkan tanda dan gejala adanya infeksi (demam, nyeri tekan, pus).
2) Ukur suhu tiap 4 jam.
3) Ganti balutan dengan sering, pembersihan dan pengeringan kulit sepanjang waktu
4) Anjurkan pasien menghindari/menyentuh insisi, balutan dan drainage.
5) Pertahankan teknik steril untuk mengganti balutan dan melakukan perawatan luka..
6) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi antibiotik.