Вы находитесь на странице: 1из 8

“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....

” Deane Umboh

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV
SD NEGERI 72 MANADO

Deane Umboh
Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMA

ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk meningatkan hasil belajar Matematika melalui penerapan model Problem Based
Learning pada Siswa kelas IV SD Negeri 72 Manado. Metode penelitian yang akan dilaksanakan adalah PTK yang
mengacu pada model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat tahap. Peneliti merancang langkah-langkah
pembelajaran sesuai model Problem Based Learning untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Selain itu peneliti
akan menyiapkan lembar kerja dan instrument observasi dan instrumen hasil belajar yang akan digunakan selama
penelitian dilakukan, juga hal-hal lainnya yang mendukung proses pembelajaran. Indikator keberhasilan penelitian
ini adalah terjadinya peningkatan hasil belajar Matematika dengan pencapaian > 80 % siswa tuntas dalam
pembelajaran dengan nilai minimal 70 dan proses pembelajaran telah mencapai mastery learning.
Kata Kunci : Model Problem Based Learning, Hasil Belajar Matematika.

PENDAHULUAN
Dalam proses pembelajaran khususnya Upaya peningkatan hasil belajar
matematika SD, hasil belajar siswa yang Matematika bagi siswa kelas IV SD Negeri
meningkat dan keaktifan siswa dalam proses 72 Manado dapat diajarkan secara
pembelajaran sangat membantu guru dalam sederhana, dimulai dengan masalah nyata
menyampaikan materi pembelajaran. Begitu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat
juga sebaliknya penyajian materi dengan penting dilakukan agar siswa dapat
model yang menarik dan menyenangkan berargumentasi dengan memberikan alasan
bagi siswa menjadi dasar terwujudnya yang kuat, menjelaskan sebab akibat,
proses pembelajaran yang interaktif, mengemukakan gagasan, menganalisis dan
menarik, kondusif dan berhasil. Peran guru memecahkan masalah, membuat dugaan,
dan siswa yang terwujud dengan semestinya menarik kesimpulan, ataupun mengutarakan
akan menciptakan kondisi kelas yang sangkalan dengan bertanggung jawab
teratur, disiplin, aktif dan merangsang guru mengenai suatu fakta, konsep, prosedur
dan siswa untuk berkreasi dan berinovasi dan prinsip berkaitan dengan materi
dalam proses pembelajaran, sehingga hasil pembelajaran matematika.
belajar siswa meningkat dan performa guru Sejauh ini terjadi kecenderungan
dalam mengajar juga meningkat. pembelajaran matematika yang lebih fokus

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 79


“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....” Deane Umboh

pada ceramah guru, pemberian tugas kepada strategi, metode, serta teknik pembelajaran
siswa yang hanya berdasarkan buku teks yang berorientasi pada peningkatan hasil
yang dipakai guru dan siswa di sekolah . belajar siswa.
Siswa kurang kreatif dalam Oleh sebab itu, dalam pembelajaran di
mengembangkan dan mengolah materi yang di kelas diharapkan penggunaan model
ada, sehingga materi yang dibahas terlalu Problem Based Learning dapat memberikan
abstrak dan jauh dari pengalaman konkrit latihan dan menstimulasi siswa untuk
yang relevan dengan materi, selain itu mengembangkan hasil belajarnya dalam
penyajian materi tidak secara kontekstual. mengkaji berbagai masalah dan isu yang
Hal ini menimbulkan kejenuhan bagi siswa, dihadapinya. Hal ini berarti guru perlu
yang nampak dari kurang aktifnya siswa memahami pengertian model Problem
dalam proses pembelajaran. Kondisi seperti Based Learning secara utuh, untuk
ini tentunya mempengaruhi hasil belajar merencanakan dan menerapkan model ini
yang ditunjukkan dalam pelaksanaan dalam pembelajaran sesuai materi dan
ulangan harian masih banyak siswa yang kebutuhan serta tujuan yang ingin dicapai.
nilainya rendah dan belum mencapai KKM Arends (2010: 326) mendefinisikan
yaitu 70. Dari 20 siswa terdapat 8 siswa model Problem Based Learning sebagai
(40%) yang mencapai KKM dan 12 siswa suatu model pembelajaran yang berpusat
(60%) belum mencapai KKM. pada siswa (student-centerd),
Upaya perbaikan proses pembelajaran mengorganisasikan kurikulum dengan
yang dilakukan oleh guru diharapkan dapat pembelajaran kontekstual dalam situasi
bermanfaat bagi siswa sehingga siswa akan masalah nyata sehari-hari. Pembelajaran
dibekali dengan suatu pemahaman yang dengan model ini lebih aktif daripada pasif,
baru, untuk menjadi dasar pijakannya dalam lebih terintegrasi, dan berhubungan satu
memahami konsep-konsep matematika. dengan yang lain tanpa terpecah-pecah.
Penyajian materi yang menarik dan kreatif Siswa dapat bekerjasama dalam kelompok
sangat berpengaruh untuk memotivasi siswa kecil, berdiskusi dengan bertanggung jawab
agar terlibat aktif dalam proses untuk belajar bersama, dan dalam prosesnya
pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus dapat membangun berpikir kritis dan
kreatif dan inovatif dalam merancang keterampilan memecahkan masalah dan
pembelajaran matematika bagi siswa, keterampilan untuk berkolaborasi bagi
dengan merencanakan dan mempersiapkan siswa.
cara yang sederhana dan menarik untuk Sejalan dengan itu, Sanjaya (2005:
meningkatkan hasil belajar siswa. 212) menjelaskan bahwa model Problem
Permasalahan seperti yang telah Based Learning diartikan sebagai rangkaian
dikemukakan di atas perlu mendapat aktivitas pembelajaran yang menekankan
perhatian serius khususnya dalam kepada proses penyelesaian masalah yang
pembelajaran Matematika. Banyak cara dihadapi secara ilmiah. Bern dan Erickson
yang dapat menjadi alternatif pilihan, baik (dalam Komalasari, 2010: 59) menegaskan
melalui penggunaan model, pendekatan, bahwa model Problem Based Learning

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 80


“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....” Deane Umboh

merupakan model pembelajaran yang 2. Guru mengarahkan siswa untuk


melibatkan siswa dalam pemecahan masalah mempresentasikan masalah yang relevan
dan keterampilan dari berbagai disiplin ilmu. berkenaan dengan keseharian siswa
Selanjutnya, Komalasari sesuai materi.
mendeskripsikan bahwa model Problem 3. Guru membangkitkan ketertarikan atau
Based Learning memusatkan pada masalah rasa ingin tahu siswa pada masalah yang
kehidupan yang bermakna bagi siswa, akan dibahas.
sehingga siswa dapat menggunakan berbagai 4. Guru mengulang pertanyaan mengenai
disiplin ilmu dalam mengkaji masalah dan fokus masalah untuk menyelidiki
pemecahan masalah tersebut. Dalam hal ini kedalaman pengetahuan awal yang
Guru berperan menyajikan masalah, dimiliki siswa.
mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi 5. Guru menyampaikan aktivitas belajar
penyelidikan dan dialog. yang akan dilakukan siswa, yaitu
Sanjaya (2010: 214) menjelaskan menyelidiki penyebab masalah sampai
bahwa pengertian masalah dalam model pada penarikan kesimpulan berkenaan
Problem Based Learning adalah gap atau dengan materi, melalui diskusi kelompok
kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi kecil dan mempresentasikan /
yang diharapkan, atau antara kenyataan yang mendemonstrasikan hasil belajar pada
terjadi dengan apa yang diharapkan. akhir diskusi.
Kesenjangan tersebut bisa dirasakan dari b. Tahap perencanakan investigasi
adanya keresahan, keluhan, kerisauan, atau 1. Guru memberikan kesempatan kepada
kecemasan. Oleh karena itu, materi siswa untuk merencanakan investigasi
pelajaran atau topik tidak hanya terbatas dari dan memutuskan sumber informasi yang
materi pelajaran yang bersumber dari buku akan dikumpulkan, memahami masalah
saja, akan tetapi juga dapat bersumber dari dan strategi yang akan diambil siswa
peristiwa-peristiwa tertentu sesuai dengan sendiri, serta mendiskusikannya dalam
kurikulum yang berlaku. kelompok masing-masing.
2. Langkah-langkah Model Problem 2. Guru menyiapkan sumber belajar yang
Based Learning mendukung, sebagai upaya untuk
Dalam pelaksanaan model Problem membimbing penemuan siswa berkaitan
Based Learning, Arends (2010) menjelaskan dengan masalah yang akan dibahas.
langkah-langkah pelaksanaannya melalui 5 3. Siswa dalam kelompok kecil diberikan
(lima) tahap secara khusus berkaitan dengan kebebasan untuk merencanakan dan
hasil belajar matematika melalui model ini memutuskan secara detail dan spesifik
yaitu: apa yang mereka butuhkan dalam
a. Tahap presentasi masalah: memecahkan masalah.
1. Guru merangsang siswa dengan 4. Guru mengarahkan siswa untuk terlibat
memaparkan permasalahan yang aktif dalam masing-masing kelompok,
mengandung isu konflik berkenaan berbagi tugas dengan temannya,
dengan materi. mengidentifikasi permasalahan,

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 81


“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....” Deane Umboh

menetapkan sumber-sumber informasi, 2. Guru memberikan kesempatan kepada


dan mengatur ketepatan waktu diskusi siswa untuk melakukan debat pendapat
sesuai waktu yang disediakan, serta dengan kelompok lain dengan
bersama-sama bertanggung jawab argumentasi yang tepat dan jelas, dengan
terhadap hasil belajar yang dicapai. sikap yang sopan dan bertanggung jawab.
c. Tahap pelaksanakan investigasi 3. Siswa diberikan kesempatan untuk
1. Guru merangsang siswa untuk menyiapkan presentasi sesuai pilihan
menginvestigasi masalah berkaitan kelompok masing-masing, bagaimana
dengan keseharian siswa, atau cara mereka mendemonstrasikan apa
berdasarkan informasi yang didapatkan yang mereka pelajari. Pada akhirnya
siswa melalui koran, televisi, dan lain- masing-masing kelompok
lain. mempresentasikan untuk keseluruhan
2. Guru memberikan kesempatan kepada kelas.
siswa secara individu untuk 4. Guru memotivasi siswa untuk
mempresentasikan masalah memdemonstrasikan hasil belajar mereka
kesehariannya berkaitan dengan materi dengan kreatif dan bertanggung jawab.
yang akan dibahas, untuk menemukan e. Tahap refleksi dan tanya jawab
informasi yang relevan dan dapat 1. Guru dan siswa merefleksikan
didiskusikan dalam kelompok belajar. pengetahuan dan keterampilan yang
3. Guru dan siswa memonitor mereka miliki dan peroleh, model
perkembangan dari hasil penyelidikan. pembelajaran yang dilakukan, dan
Siswa belajar untuk memonitor dirinya kontribusi masing-masing siswa dalam
sendiri, pemahamannya, dan proses kelompok belajar mereka.
pembelajaran yang dilakukan. 2. Guru dan siswa aktif dalam tanya jawab
4. Siswa diarahkan untuk membuat jurnal sebagai respons terhadap proses
atau catatan-catatan untuk melacak jejak pembelajaran dan pemahaman mengenai
informasi yang didapat selama diskusi, konsep yang dipelajari berkaitan dengan
membuat catatan mengenai kehidupan sehari-hari.
perkembangan diskusi untuk 3. Guru dan siswa menarik kesimpulan dan
memfasilitasi penilaian diri siswa. membuat rangkuman mengenai konsep
5. Guru mengarahkan siswa untuk menarik perhitungan bilangan berkaitan dengan
kesimpulan dari pemecahan masalah uang dengan pemahaman yang mereka
yang didiskusikan. peroleh.
d. Tahap mendemonstrasikan hasil belajar Berdasarkan paparan di atas, maka
1. Guru memberikan kesempatan kepada dapat disimpulkan bahwa model Problem
masing-masing kelompok untuk Based Learning merupakan model
mempresentasikan hasil belajarnya (jika pembelajaran yang kontekstual dan
memungkinkan siswa dapat terintegrasi sehingga sangat berperan dalam
mendemonstrasikan atau menyimulasikan meningkatkan hasil belajar siswa. Model
hasil terakhir pembahasan mereka). Problem Based Learning, fokus pada

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 82


“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....” Deane Umboh

permasalahan yang relevan dan familiar pemahaman, daya reaksi, daya penerimaan
dengan kebutuhan siswa, mengandung isu dan lain-lain. Selanjutnya menurut Morgan
yang menarik bagi siswa, untuk melatih dan (dalam Anni dkk, 2006) belajar merupakan
mempersiapkan siswa agar dapat melakukan perubahan relatif permanen yang terjadi
penilaian dan dugaan dalam mengambil karena hasil dari praktik atau pengalaman.
keputusan yang tepat untuk menyelesaikan Gagne dan Briggs (1979) menjelaskan
permasalahan. Dalam penerapan model ini, bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang
peran Guru sangat penting khususnya dalam diperoleh seseorang setelah mengikuti suatu
mempersiapkan materi pelajaran yang proses belajar. Sejalan dengan itu Hamalik
sesuai, membimbing dan memotivasi siswa, menjelaskan bahwa hasil belajar
serta tanggap untuk memfasilitasi siswa menunjukkan kepada prestasi belajar,
dalam pembelajaran. sedangkan prestasi belajar itu merupakan
Selanjutnya hasil belajar yang optimal indikator adanya derajat perubahan tingkah
menjadi harapan siswa dan guru dalam laku seseorang. Selanjutnya Dimyati dan
menuntaskan tuntutan suatu pembelajaran. Mudjiono (2006 :3) berpendapat bahwa
Hal ini bisa terwujud jika proses hasil belajar adalah hasil yang ditunjukkan
pembelajaran berjalan dengan baik dan dari suatu interaksi tindak belajar dan
dinamis. Berkaitan dengan itu berikut ini biasanya ditunjukkan dengan nilai tes yang
akan dibahas pengertian hasil belajar secara diberikan guru atau Guru.
holistik sesuai dengan beberapa pendapat Berdasarkan pendapat para ahli di atas
para ahli untuk memperjelas maksud maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
tersebut. merupakan perubahan dalam proses kontinu
Sudjana (2005:22) mendefinisikan yang dialami seseorang sesuai dengan
belajar sebagai proses yang ditandai dengan pengalamannya berinteraksi dengan
adanya perubahan-perubahan pada diri lingkungan sekitar dengan melibatkan
seseorang. Perubahan sebagai hasil proses keutuhan inderanya. Hasil belajar tersebut
belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai dapat diukur sesuai tingkat perubahan yang
bentuk seperti perubahan pengetahuan, terjadi.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan pembelajaran lebih dinamis, kontekstual dan
dalam penelitian ini adalah penelitian terintegrasi.
tindakan kelas (classroom action research). Adapun desain tindakan/rancangan
Penelitian tindakan ini bermaksud untuk siklus dalam penelitian ini menggunakan
melakukan perbaikan terhadap proses model Kemmis dan McTaggart, dengan
pembelajaran matematika khususnya untuk menggunakan sistem spiral yang dimulai
meningkatkan hasil belajar siswa dengan dari perencanaan (planning), tindakan
cara dan prosedur baru melalui model (acting), pengamatan (observing), refleksi
Problem Based Learning, agar proses (reflecting), dan dilanjutkan lagi ke
perencanaan kembali (replanning) sebagai

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 83


“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....” Deane Umboh

dasar untuk strategi pemecahan masalah. Desain pelaksanaan tindakan model Kemmis
Hubungan antara keempat tahap dalam dan McTaggart sesuai penelitian ini dapat
sistem ini dipandang sebagai satu silkus. digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1. Siklus PTK Model Stephen Kemmis dan Robin Mc. Taggart (1990: 14)
Subyek dalam penelitian tindakan dilakukan dilaksanakan sejak awal kegiatan
kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri pembelajaran sampai berakhirnya kegiatan
72 Manado sebanyak 20 orang, dengan pembelajaran, Sedangkan data tes diambil
jumlah siswa laki-laki 7 orang dan siswa berdasarkan instrumen peningkatan hasil
perempuan 13 orang. Subyek penelitian belajar siswa mata pelajaran Matematika,
yang dipilih berdasarkan pemantauan dan dengan menggunakan skala angka. Ini
observasi awal mengenai hasil belajar berarti bahwa hasil yang diperoleh dari
Matematika yang rata-ratanya masih rendah penjaringan data dalam penelitian ini
sehingga perlu upaya peningkatan, yang disajikan dalam bentuk angka.
salah satunya melalui pemilihan model Analisis data merupakan salah satu
Problem Based Learning sebagai suatu bagian terpenting dalam penelitian tindakan
tindakan alternatif yang tepat. kelas ini. Karena melalui analisis data akan
Data yang akan dijaring dalam diketahui tingkat pencapaian yang telah
penelitian ini terbagi dua macam data, yaitu dilakukan, dan dapat pula menunjukkan
data pemantau tindakan (non tes) dan data bahwa perbaikan telah dilaksanakan.
penelitian (tes). Oleh sebab itu, teknik Analisis data ini dilaksanakan dengan tujuan
pengumpulan data dalam penelitian ini pun untuk mengetahui ada tidaknya dampak
dibedakan atas dua jenis. Untuk menjaring yang terjadi sebagai akibat dari tindakan
data pemantau tindakan (non tes) yaitu yang dilakukan, apakah telah terjadi
melalui observasi langsung dengan peningkatan atau sebaliknya. Analisis data
menggunakan lembar pengamatan untuk akan mendeskripsikan seberapa besar
pengambilan data proses pembelajaran, kemajuan yang dicapai dalam upaya
dengan menggunakan model Problem Based meningkatkan hasil belajar siswa dalam
Learning. Observasi langsung yang

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 84


“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....” Deane Umboh

mata kuliah Matematika melalui model Teknik analisis data hasil belajar
Problem Based Learning. Matematika menggunakan rumus:
Jumlah siswa yang lulus  x
= x 100%
Jumlah seluruh siswa n
Adapun teknik analisis data pemantau Problem Based Learning yaitu dengan
tindakan dengan menggunakan model rumus:

X P = Prosentase
P= x 100% X = Jumlah skor pengamatan
n n = Jumlah skor maksimal

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Proses pembelajaran matematika pada dapat dilihat pencapaian ketuntasan
kenyataannya menunjukkan bahwa sebagian belajaran siswa adalah 65%. Oleh karena itu
besar siswa mengalami kesulitan dalam maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus II.
memahami operasi hitung campuran di kelas Pelaksanaan siklus II dilaksanakan
IV khususnya SD Negeri 72 Manado. Oleh dengan memperbaiki kekurangan-
karena itu perlu dilakukan perbaikan kekurangan yang ditemui pada pembelajaran
pembelajaran. Disinilah peran guru sangat sebelumnya yang telah dilakukan pada
dibutuhkan dimana guru harus mampu siklus I. Proses pembelajaran pada siklus II
memilih model pembelajaran yang tepat terlihat siswa begitu semangat dalam
serta mempersiapkan alat peraga yang sesuai mendengarkan dan pemperhatikan
dengan karakteristik siswa, sehingga siswa penjelasan guru, termasuk pada saat guru
merasa senang dengan proses pembelajaran. mengajukan beberapa pertanyaan dan siswa
Pelaksanaan pembelajaran dengan sudah bisa menjawabnya dengan baik. Siswa
menggunakan model Problem Based sudah bisa memecahkan masalah dengan
Learning pada siklus I terlihat bahwa logis dan kerjasama dengan teman semakin
aktivitas siswa selama proses belajar nampak. Demikian juga mereka dengan
mengajar hasilnya masih kurang atau mudah mengerjakan lembar kerja siswa
rendah. Sehingga pada kegiatan ini, guru (LKS) yang disediakan.
mengarahkan dan membimbing siswa agar Setelah dianalisis, ternyata hasil
dapat menyerap materi dengan baik, belajar yang dicapai oleh siswa dan
memberikan kebebasan untuk berdasarkan hasil pengamatan/observasi
mengembangkan ide-ide yang mereka dalam penelitian akhir pada siklus ke II
miliki, agar kemampuan mereka lebih sudah berhasil secara klasikal dan mencapai
berkembang. Jumlah siswa yang mengikuti KKM. Sehingga proses pembelajaran
pelajaran adalah 20 orang, dari hasil tersebut dengan menerapkan Model Problem Based

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 85


“Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar ....” Deane Umboh

Learning telah terlaksana dengan baik sesuai cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari
dengan langkah-langkah model ini. Berbagai antusias dan keaktifan siswa dalam proses
kendala pada siklus I telah dapat diperbaiki pembelajaran. Selain itu dari hasil belajar
oleh peneliti pada siklus ke II ini. Presentase yang dicapai siswa telah mengalami
pada siklus sebelumnya hanya mencapai kenaikan yang signifikan pada setiap siklus.
65% dan pada siklus ke II meningkat Berdasarkan hasil yang diperoleh
menjadi 90%. siswa melalui tes yang diberikan, maka
Dari pelaksanaan tindakan proses dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan
pembelajaran yang dilakukan dengan model Problem Based Learning dapat
menggunakan model Problem Based meningkatkan hasil belajar matematika
Learning menunjukkan kemajuan yang siswa kelas IV SD Negeri 72 Manado.

SIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil penelitian yang Dari kesimpulan di atas dapat
dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa disarankan agar guru dapat menerapkan
Penerapan model Problem Based Learning model Problem Based Learning dalam
dapat meningkatkan hasil belajar pembelajaran matematika agar hasil belajar
matematika siswa kelas IV SD Negeri 72 siswa meningkat, juga siswa dapat terlibat
Manado. Selain itu proses pembelajaran aktif dalam proses pembelajaran,
dengan menggunakan model Problem Based bekerjasama dengan baik dalam diskusi
Learning melibatkan keaktifan siswa. kelompok dan bertanggungjawab terhadap
hasil diskusi dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Ani, C.T. Psikologi Belajar. Semarang: UPT Gagne L. J, Briggs. Principles of
UNNES Press, 2004 Instructional Design. New York: Holt
Arends Richard. I dan Ann Kilcher. Rinehart and Winston, 1979
Teaching for student Learning. Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar.
Becoming an Accomplished Teacher. New Jakarta: Bumi Aksara, 2001
York and London: Taylor and Francis. Kemmis, Stephen dan Robin McTaggart.
Routledge, 2010 The Action Research Planner.
Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Victoria: Deakin University, 1990.
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, Komalasari, Kokom. Pembelajaran
2006. Kontekstual, Konsep dan Aplikasi.
Djamarah, Syaiful B dan Aswan Zain. Bandung: Refika Aditama, 2010.
Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran
Rineka Cipta, 2006. Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2006

Jurnal Forum Pendidikan || Volume 13 Nomor 2, Oktober 2017 | 86