You are on page 1of 8

LIGHTING

 Karakteristik Lampu

Lampu dinilai dengan berbagai cara dan masing-masing karakteristik merupakan faktor
yang perlu dipertimbangkan dalam proses pemilihan lampu. Hal dasarnya meliputi: manfaat
cahaya (lumens / watt); suhu warna (kelvins); indeks rendering warna (CRI); biaya ($); nilai
kehidupan (jam operasi); dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk relamping Lampu harus
bisa dikenali merek dan harus dibeli dari vendor terkemuka. Beberapa offbrand Lampu,
terutama yang berasal dari beberapa negara asing, biasanya memiliki output rendah cahaya
dan kehidupan pendek.
 Manfaat Luminous

Efikasi lampu yang bercahaya merupakan perkiraan keluaran cahaya (lumens) dibagi
dengan input daya listrik (watt) dalam kondisi uji. Lampu yang beroperasi di luar desain
mungkin akan kurang efektif hasilnya .Misalnya, lampu neon hemat energi 35 watt
seharusnya
tidak digunakan di lingkungan dengan suhu di bawah 60 ° F, karena mereka rentan terhadap
kerlip, memiliki output cahaya rendah, dan memiliki umur yang singkat.
 Suhu Warna

Suhu warna sebuah lampu menggambarkan kemunculannya cahaya yang dihasilkan


dibandingkan dengan warna yang dirasakan radiator blackbody pada skala suhu absolut (yaitu
skala Kelvin). Misalnya, lampu neon siang hari yang diberi pada suhu 6300 kelvins tampak
kebiruan, sementara lampu neon hangat putih diberi pada suhu 3000 Kelvins tampak
kekuningan.
Manajer energi harus peka terhadap warna lampu saat memberikan rekomendasi agar
dapat memberikan perubahan pencahayaan dan sebaiknya tidak merekomendasikan lampu
ganti warna kecuali hampir semua orang mendukung perubahan yang diajukan. Pengertian
tentang warna juga penting. Beberapa contoh terlihat lebih baik pada suhu warna tertentu.
Contoh: daging masuk Toko swalayan terlihat lebih menarik di bawah lampu hangat yang
menonjolkan warna merah Daging yang sama dibandingkan dengan fasilitas pengemasan
daging yang diterangi lampu dengan suhu warna yang lebih tinggi karena daya tarik visual
bukan faktor utama untuk manajemen energi

 Indeks Rendering Warna


Indeks rendering warna (color rendering index / CRI) adalah indikasi relatif seberapa
baik. Warna bisa dibedakan dibawah cahaya yang dihasilkan oleh lampu dengan suhu warna
tertentu Indeks dimulai dari 0 sampai , dimana CRI tinggi menunjukkan rendering warna yang
baik. Sumber cahaya seperti lampu halida logam memiliki kemampuan rendering warna yang
lebih baik daripada lampu sodium tekanan tinggi. Kebutuhan rendering warna yang akurat
tergantung pada tugas tertentu, seperti mencocokkan warna di pabrik garmen atau
laboratorium foto akan membutuhkan lampu CRI yang jauh lebih tinggi daripada merakit
bagian-bagian mesin besar.

 Tipe Lampu

Lampu datang dalam berbagai tipe dan memiliki berbagai macam karakteristik.
Memilih jenis lampu yang sesuai tergantung pada tugas pencahayaan.

1. Lampu Incandescent

Merupakan jenis lampu yang tidak mahal untuk dibeli, lebih redup, kecil dan
mempunyai umur yang pendek, efisiensinya rendah dan rentan terhadap kegagalan panas
dan getaran. Kebanyakan lampu Incandescent cenderung gelap seirimg bertambahnya
karena tungsten hilang dari filamen dan menempel pada dinding lampu.

2. Lampu Fluorescent

Lampu Fluorescent memiliki efisiensi yang tinggi, umur yang panjang. Tidak panas
dan tersedia untuk bermacam – macam warna.

3. High Intensity Discharge (HID) Lamps

Merupakan jenis lampu yang relatif mahal tetapi memiliki umur yang panjang dan
efisiensi yang tinggi. Secara umum Lampu HID merupakan lampu yang memiliki efisiensi
tertinggi.
 Ballast

Merupakan sebuah rangkaian kontrol yang berfungsi untuk menyalakan lampu


Fluorescent/ Lampu TL. Ballast yang biasa digunakan pada lampu Fluorescent/ TL
mempunyai beberapa bagian seperti berikut.

1. Starter kapasitor

2. DC to AC converter

3. Rectifier

Tipe-tipe Ballast

1. Flyback Inverter

Tipe ballast yang pertama adalah flyback inverter. Tipe yang satu ini memang tidak
begitu populer di pasaran karena menggunakan pendekatan transien tegangan tinggi
sehingga berdampak langsung dengan penggunaan rangkaian tegangan tinggi. Begitu pula
dengan komponen transistor yang digunakan, juga yang bertegangan tinggi.

2. Current Source Resonant

Yang kedua ada tipe ballast current source resonant. Tipe ballast yang satu ini
memperlukan komponen tambahan berupa induktor. Selain itu pada ballast current source
resonant juga memerlukan transistor tegangan tinggi, sama seperti flyback inverter.
Karakteristik transistor yang digunakan haruslah memiliki tegangan breakdown.

3. Voltage Source Resonant


Tipe ballast yang satu ini memiliki spesifikasi yang lebih baik karena dapat
mencegah interferensi gelombang radio. Sebenarnya masing-masing tipe ballast tadi punya
kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

 Perlengkapan : Lensa, Diffuser, dan Reflektor

 Tipe Perlengkapan
Beberapa tipe perlengkapan pencahayaan:
- Jars dan globes = mempunyai nilai CU yang rendah walaupun biasanya
menggunakan lampu incandescent, lampu fluorescent bisa juga digunakan pada
perlengkapan jars dan globes
- Wall Surface-Mounted = Perlengkapan ini mempunyai nilai CU yang moderat
- Pendant = Perlengkapan ini memanfaatkan bermacam - macam tipe lampu
- Track dan Recessed = Perlengkapan ini sedikit mengacaukan sedikit cahaya ketika
lampu A atau lampu R yang sangat tersembunyi digunakan

 Lensa, Diffuser, dan Reflektor


Penambahan lensa atau reflektor dalam sebuah pencahayaan mengubah pola
distribusi pencahayaan. Mengganti lensa atau diffuser bisa membantu situasi dimana
sistem pencahayaaanya buruk.
Gambar 3. Effective Outdoor Lighting

 Perawatan Sistem Pencahayaan

1. Luminare Maintenance

Peforma dari lensa, Diffuser, dan reflektor tergantung pada faktor lingkungan seperti
akumulasi kotoran, oxidation, pengrusakan, dan degradasi. Lampu, perlengkapan,lensa, dan
diffuser mengumpulkan debu dan serangga. Akumulasi debu pada perlengkapan pencahayaan
dan pada permukaan yang berdekatan dengan perlengkapan pencahayaan mengurangi
pemanfaatan pencahayaan mencapai 40 % dan meningkatkan produksi panas. Semua lampu
harus dingin sebelum dibersihkan
Gambar peforma lampu Vs temperatur

2. Menetapkan jadwal pemeliharaan sistem pencahayaan

Menetapkan sebuah jadwal pemeliharaan yang baik untuk sebuah sistem


pencahayaan dengan tiga tahap. Pertama menentukan karakteristik pemeliharaan dari
luminer di fasilitas yang ada. Daftar kategori pemeliharaan untuk macam - macam luminer.

3. Strategi Relamping dan Delamping

Strategi yang biasa dilakukan untuk mengganti lampu di banyak fasilitas yang biasa
digunakan biasanya adalah menunggu sampai lampu habis terbakar atau rusak dan
kemudian menggantinya (disebut tempat relamping).
Penggantian lampu secara berkelompok besar (masal) disebut group relamping.
Program penggantian ini dilakukan berganti-ganti dan disesuaikan dengan jadwal yang
disukai. Cara yang paling praktis untuk menentukan kapas sistem penerangan harus
menggunakan metode group relamping adalah menggunakan data pemadaman lampu
(burn out) sebagai petunjuk. Ini boleh dilakukan karena jumlah kerusakan dalam satu
group benar-benar menunjukkan porsi dari hidup rata-rata yang dihasilkan group tersebut.
Delamping - melepas beberapa lampu dari perlengkapan bermasalah untuk
mengurangi keluaran cahaya - bisa memecahkan masalah namun bisa juga menyebabkan
pencahayaan tidak rata, jadi lusuh dengan hati-hati. Jika sistem pencahayaan Anda
memungkinkannya, sakelar dimmer di area juga dapat mengatasi masalah.
 Isu Peraturan / Keselamatan

Industri pencahayaan menghadapi peningkatan keselamatan dan lingkungan yang


memprihatinkan. Beberapa bahan yang digunakan dalam perlengkapan pencahayaan adalah,
cukup berbahaya, dan berlabel berbahaya untuk pembuangan. Misalnya, ballast dan kapasitor
yang lebih tua mungkin mengandung polychlorinated minyak biphenyl (PCB) yang harus
dikirim ke badan yang telah disertifikasi penanganan limbah berbahaya oleh Hukum federal
40CFR bagian 761 membutuhkan pembuangan kebocor ballast yang tepat yang mengandung
minyak PCB. Lampu neon mengandung air raksa uap (Hg), antimoni (Sb), kadmium (Cd) dan
bahan kimia beracun lainnya. Lampu T8 yang baru (mis., 1 "diameter) kurang menggunakan
bahan fosfor dan air raksa gas dari lampu T12 konvensional (misalnya, diameter 1-1 / 2 ").
Menggunakan Lampu T8 harus dikurangi untuk biaya pembuangan dan dampak terhadap
lingkungan.

 Isu Keselamatan ( Safety )


Lampu yang mudah pecah dan lampu neon yang rusak adalah bahan yang sangat
sulit untuk diangkut dan didaur ulang. Daerah terkena yang terkena getaran atau mekanik
lainnya memiliki tegangan yang harus diterangi dengan lampu tahan lama atau dengan
perlengkapan yang memiliki penahanan yang memadai untuk lampu rusak di dalam fixture
perumahan. Delamping perlengkapan lampu fluorescent yang murah juga bisa berbahaya jika
pin lampu bersentuhan dengan fixture housing. Isolasi diletakkan di atas perlengkapan
penerangan yang tersembunyi di langit-langit dapat menimbulkan bahaya kebakaran kecuali
jika perlengkapan dipasang untuk kontak insulasi. Isolasi tersebut dapat meningkatkan suhu
operasi lampu dan ballast dari fluorescent atau high intensity discharge (HID) fixtures, yang
akan mengurangi umur semua komponen sistem.Lampu yang memiliki pelepasan intensitas
tinggi memiliki tabung busur yang dapat beroperasi pada tingkat suhu tinggi pula. Potongan
tabung busur panas bisa jatuh dari fixture jika lampu Dinding retak. Beberapa produsen
merekomendasikan penggunaan lensa atau fixture rumah yang mampu tahan api atau tahan
bakar.