You are on page 1of 9

Nama : I Wayan J.

Wiratama

NIM : 1108605023

Jurusan : Ilmu Komputer

Tugas : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Definisi Kebudayaan Menurut para Ahli

Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:

1. Edward B. Taylor

Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung


pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-
kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

2. M. Jacobs dan B.J. Stern

Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi,


religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.

3. Koentjaraningrat

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia
dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan
relajar.

4. Dr. K. Kupper

Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi
manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.

5. William H. Haviland

Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh
para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan
melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua
pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia
untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan
penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya
bersifat tertib dan damai.

7. Francis Merill

 Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social


 Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai
anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.

8. Bounded et.al

Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari
kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai
rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara
para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan
dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan
dan semacam itu.

9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)

Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia


dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan
bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

10. Robert H Lowie

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat,


mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan,
keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan
warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.

11. Arkeolog R. Seokmono

Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya
berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
12. Edward T. Hall

Kebudayaan adalah komunikasi dan komunikasi adalah kebudayaan

13. Iris Varner & Linda Beamer

Kebudayaan adalah sebagai pandangan yang koheren tentang sesuatu yang dipelajari,
yang dibagi, atau yang dipertukarkan oleh sekelompok orang

14. Larry A. Samovar & Richard E. Porter

Kebudayaan dapat berarti simpanan akumulatif dari pengetahuan, pengalaman,


kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, pilihan waktu, peranan, relasi ruang,
konsep yang luas, dan objek material atau kepemilikan yang dimiliki dan
dipertahankan oleh sekelompok orang atau suatu generasi.

15. Gudkunts & Kim

Kebudayaan adalah sistem pengetahuan yang dipertukarkan oleh sejumlah orang


dalam sebuah kelompok yang besar

16. Levo – Henriksson

Kebudayaan meliputi semua aspek kehidupan kita setiap hari, terutama pandangan
hidup - apapun bentuknya - baik itu mitos maupun sistem nilai dalam masyarakat

17. Roos

Kebudayaan merupakan sistem gaya hidup dan merupakan faktor utama bagi
pembentukan gaya hidup

18. Rene Char

Kebudayaan adalah warisan kita yang diturunkan tanpa surat wasiat

19. Ignas Kleden

Kebudayaan adalah nasib dan baru kemudian kita menanggungnya sebagai tugas
20. C.A Van Peursen

Kebudayaan merupakan gejala manusiawi dari kegiatan berfikir (mitos, ideologi, dan
ilmu), komunikasi (sistem masyarakat), kerja (ilmu alam dan teknologi), dan
kegiatan-kegiatan lain yang lebih sederhana.

21. Geertz

Kebudayaan adalah yang mengitari kita, yang menyerbu setiap aspek kehidupan.
Budaya serentak konkret dan tersebar, dalam dan dangkal

22. Karl Marx

Kebudayaan adalah teori anti kebudayaan

23. Selo Soemardjan & Soelaiman Soemardi

Kebudayaan adalah sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide yang ada dalam
pikiran manusia dalam pengalaman sehari hari yang sifatnya abstrak
Wujud Kebudayaan

J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga ‘gejala


kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh
Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :

1. Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-


gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola
dari manusia dalam masyarakat
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan
Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan penjelasannya sebagai berikut :

1. Wujud Ide

Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat
diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga
masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.

Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada
tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun.
Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.

2. Wujud perilaku

Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan
berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan
didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia
yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam
masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.

3. Wujud Artefak

Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik.
Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya :
candi, bangunan, baju, kain komputer dll.
Unsur Kebudayaan

Mengenai unsur kebudayaan, dalam bukunya pengantar Ilmu Antropologi,


Koenjtaraningrat, mengambil sari dari berbagai kerangka yang disusun para sarjana
Antropologi, mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang dapat
ditemukan pada semua bangsa di dunia yang kemudian disebut unsur-unsur
kebudayaan universal, antaralain :

1. Bahasa
2. Sistem Pengetahuan
3. Organisasi Sosial
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
5. Sistem Mata Pencaharian
6. Sistem Religi
7. Kesenian

1. Sistem Religi (system kepercayaan).

Merupakan produk manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki


kecerdasan pikirna dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya
terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga
menyembahnyadan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan.

Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa
tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan
dimana manusia bekerja sama untuk meninggalkan kesejahteraan hidupnya.

3. Sistem Pengetahuan

Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari
pemikiran sendiri, disamping itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan manusia
mengingat-ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang
lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas.

4. Sistem mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi.

Merupakan produk manusia sebagai homo enconomicus menjadikan tingkat


kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem Teknologi dan Peralatan

Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikiran yang
cerdas dan dibantu dengan tantangan yang dapat memegang sesuatu dengan erat,
manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaanya itulah
manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.

6. Bahasa.

Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada
mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan
dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.

7. Kesenian.

Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat
mencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk
dipuaskan. Manusia bukan lagi semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja,
mereka juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semunyta
dapat dipenuhi melalui kesenian.
BAB 1. MANUSIA dan KEBUDAYAAN

Sebagai mahkluk social yang berkumpul dan menetap tentunya manusia mengadakan
interaksi terhadap sesamanya. Dan selain berinteraksi dengan sesamanya tentunya
manusia juga mengadakan interaksi terhadap linkungan alam diamana ia tinggal.
Didalam interaksi itu yang dilakukan terus-menerus bahkan dapat menimbulkan
sesuatu hal/kebiasaan dalam lingkungan masyarakat yang berulang dan menjadi
kebiasaan atau diturunkan kepada masyarakat selanjutnya, hal ini kerap dikenal
dengan istilah Kebudayaan.

Jika kita mengamati seluruh kelompok manusia di muka bumi ini, tentunya kita
dapatkan berbagai corak Kebudayaan yang berbeda-beda. Bahkan jika dipersempit
untuk mengamati Negara kita saja Indonesia, tentunya kita dapat melihat banyak
sekali perbedaan Kebudayaan di setiap daerah dari sabang sampai merauke (daerah
barat sampai daerah timur Indonesia).

Jika kita telaah tentunya perbedaan Kebudayaan ini sangatlah wajar, karena
perbedaan yang dimiliki oleh faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor
lainnya yang menyebabkan berbagai corak kebudayaan tersebut.

3 Wujud Kebudayaan menurut Dimensi :

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan,


aktivitas, dan artefak.

o Gagasan (Wujud ideal)


Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide,
gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak;
tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala
atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan
gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu
berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat
tersebut.

o Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem
sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan
kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang
berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari,
dan dapat diamati dan didokumentasikan.

o Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan,
dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang
dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga
wujud kebudayaan.

Opini :

Dapat dilihat dari artikel di atas, bahwa manusia dan kebudayaan memiliki
keterkaitan. Manusia yang menciptakan kebudayaan, dan nanti kebudayaan yang
akan mengatur manusia agar sesuai dengannya. Kemudian kebudayaan dibagi
menjadi 3 wujud menurut dimensinya, yaitu gagasan, aktivitas, dan artefak. Mereka
merupakan suatu tindakan yang akan dilakukan oleh manusia untuk membentuk suatu
kebudayaan. Dari ketiga wujud kebuudayaan ini tidak dapat dipisahkan dengan wujud
kebudayaan yang lain. Karena suatu wujud yang ideal seperti gagasan akan mengatur
dan memberi suatu arahan berupa aktivitas dan yang nantinya akan menghasilkan
sebuah karya kebudayaan oleh manusia