You are on page 1of 2

BAB V

MANUSIA, KERAGAMAN DAN KESETARAAN

08 Oktober 2009

http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=21703

KDRT, Istri Ditabrak Motor dan Dicekik


Denpasar (Bali Post)
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di bilangan Jalan A. Yani, Denpasar, Rabu
(7/10) siang lalu. Ni Made Ayu Sriastuti (23), warga Banjar Blusung, Peguyangan Kaja,
Denpasar, merintih kesakitan karena menerima tindakan penganiayaan.

Bahkan, pelaku penganiayaan itu merupakan suaminya sendiri, Nyoman Suardana (23). Korban
ditabrak motor dan lehernya dicekik. Korban pun mengalami luka-luka lecat di beberapa bagian
kaki dan jarinya.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kamis (8/10), aksi penganiayaan terhadap istri itu
berlangsung pukul 11.30 wita. Entah apa permasalahannya, ketika berjalan di depan Circle-K,
Jalan A Yani, Denpasar, korban ditabrak dengan motor oleh suaminya.

Tak hanya itu, meski korban menjerati kesakitan akibat ditabrak, pelaku rupanya belum puas.
Pelaku punturun dari motor dan mencekik leher istrinya. Korban pun sempat kesulitan bernapas
dan tak kuasa menahan cekikan pelaku.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami luka lecet pada lutu kanan, betis kiri, dan luka pada
jari kaki kiri. Tak terima diperlakukan seperti itu, korban pun melaporkan kasusnya ke kantor
polisi terdekat. ‘’ Kasusnya kini tengah ditangani Poltabes Denpasar,’’ ujar salah satu petugas
Poltabes Denpasar kemarin.

Sementara, kasus serupa (KDRT) juga terjadi di wilayah hukum Polsek Kuta. Tseng Hsin Lin
(35), warga Taiwan yang tinggal di Jalan Raya Kuta No. 88 A, Banjar Anyar, Kuta, Badung,
disiksa dan dianiaya suaminya, Herman (30), Senin (5/10) pukul 21.00 wita.

Kasus penganiayaan itu berlangsung di Jalan Kediri, Tuban, Kuta, Badung. Pelaku yang dalam
kondisi mabuk langsung ngamuk. Entah berlatarbelakang apa, kemarahan pelaku diarahkan
kepada istrinya. Pelaku pun menjambak rambut korban lalu membenturkannya ke tembok.

Selain itu, pelaku juga memukul korban hingga beberapa bagian badanya dirasakan sakit. Akibat
benturan itu, kepala korban benjol dan menderita luka memar. ‘’ Kita masih selidiki kasus
KDRT ini,’’ jelas Kapoltabes Denpasar Kombes Pol. I Gede Alit Widana, Kamis (8/10) .
(kmb21)
Pendapat :

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang terjadi di 2 tempat berbeda ini dapat
menyimpulkan bahwa kasus KDRT masih kerap terjadi. Pada kasus di 2 tempat ini KDRT
timbul karena tidak ada alasan yang jelas, kenapa sang suami begitu tega menyakiti istrinya.
Sampai membuat istrinya luka-luka. Saya sungguh tidak mengerti dengan kasus ini, bagaimana
bisa tanpa alasan yang jelas sang suami dapat menyakiti sang istri dengan begitu kasarnya. Ini
mencerminkan bagaimana keadaan rumah tangga yang begitu rapuh. Sungguh sesuatu tindakan
yang tidak patut ditiru.

Solusi :

Untuk 2 kasus ini, saya ada solusi yang mungkin bisa mengembalikan keadaan ini
kembali baik. Pertama jika ada masalah dalam keluarga sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik
tanpa emosi yang tidak jelas terlebih dahulu, karena dengan komunikasi semua bisa diketahui.
Jika memang komunikasi tidak bisa ada baiknya mencari orang ketiga sebagai penengah agar
masalah bisa diatasi. Solusi lainnya mungkin, saling menyayangi, mengasihi, dan menghormati
dalam keluarga. Atau dalam istilah balinya saling “Asah, Asih, Asuh”.