You are on page 1of 3

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia yang tidak dapat dihindari,
baik pendidikan formal maupun informal. Mengingat pendidikan dijadikan sebagai salah satu tolak
ukur tingkat kesejaheraan manusia. Berkualitas tidaknya kesejahteraan seseorang dipengaruhi oleh
sejauh mana kualitas pendidikan yang didapatkannya di sekolah. Kualitas pendidikan tersebut tentu
saja tidak terlepas dari proses belajar mengajar siswa di sekolah. Proses belajar mengajar di kelas,
guru sebagai ujung tombak dalam pencapaian tujuan pembelajaran harus memiliki metode belajar
mengajar yang tepat agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien pada semua mata pelajaran
termasuk proses pelaksanaan belajar mengajar mata pelajaran ekonomi. Mata pelajaran Ekonomi
merupakan mata pelajaran yang menarik karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hampir
semua aspek dalam kehidupan manusia berhubungan dengan ilmu ekonomi. Mata pelajaran
Ekonomi selalu berkembang dan sangat luas yang dapat memungkinkan siswa mengalami
permasalahan tersendiri dalam memahami pelajaran tersebut. Mata pelajaran ekonomi, materi uang
dan perbankan merupakan materi yang berkembang, sehingga membutuhkan pendalaman khusus.
Perolehan informasi yang kurang maksimal dapat mempengaruhi belajar siswa. Penggunaan metode
pembelajaran yang tidak tepat, juga dapat menghambat proses belajar mengajar di kelas.
Permasalahan yang sering terjadi pada proses belajar mengajar mata pelajaran ekonomi yaitu
rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh
peneliti, siswa kurang dapat mengenali masalah pada materi, selain itu dalam proses belajar
mengajar siswa hanya menggunakan LKS, dengan demikian siswa masih kurang maksimal dalam
mengumpulkan dan menyusun informasi tentang materi ajar serta siswa kurang mampu menilai
fakta dan mengevaluasi pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh guru, serta kurang mampu
dalam menarik kesimpulan tentang materi yang sedang dipelajari. Metode Inquiry merupakan
metode yang dapat merangsang siswa untuk dapat menemukan sendiri jawaban dari permasalahan
yang siswa hadapi di kelas. Melalui metode pembelajaran ini, siswa dapat mengerahkan segala
kemampuan dan pengetahuan yang ia miliki, dalam mencari jawaban dari permasalahan yang ada,
sehingga siswa lebih dapat berpikir secara kritis dalam proses pembelajaran. Siswa akan terpancing
dengan pertanyaan-pertanyaan maupun pernyataan-pernyataan yang ada, sehingga siswa berpikir
kritis untuk mencari jawaban dari pertanyaaan tersebut. Metode pembelajaran ini bukan sekedar
proses menghafal dan menumpuk ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana pengetahuan yang
diperolehnya lebih bermakna untuk siswa melalui segala daya pikir siswa. Metode Inquiry tidak
hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan
potensi yang dimilikinya. Keunggulan Metode Pembelajaran Inquiry adalah siswa dapat belajar
sesuai dengan gaya belajar mereka. Metode Inquiry ini juga dianggap sesuai dengan perkembangan
psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat
adanya pengalaman. Pelajaran yang didapat siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung
tidak hanya didapat dari buku penunjang, atau hafalan yang dilakukan oleh siswa, tetapi juga proses
dari perubahan tingkah laku yakni melalui pengalaman yang didapat selama proses belajar mengajar
berlangsung. Kelebihan lain adalah metode pembelajaran ini dapat menjangkau kebutuhan siswa
yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak
akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar sehingga suasana belajar dikelas akan berjalan
selaras. Metode pembelajaran Inquiry ini juga memiliki kelemahan yaitu terkadang memerlukan
waktu yang agak panjang dalam penerapannya, sehingga guru sulit menyesuaikan dengan waktu
yang telah ditentukan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan

penelitian, sebagai berikut:

1. Bagaimanakah peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan

penerapan metode Inquiry pada kelas X-F di MAN Jember 1 mata pelajaran

Ekonomi kompetensi dasar uang dan perbankan semester genap tahun ajaran

2011/2012?

2. Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan metode

Inquiry pada kelas X-F di MAN Jember 1 mata pelajaran Ekonomi

kompetensi dasar uang dan perbankan semester genap tahun ajaran

2011/2012?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas, Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian

ini, adalah:

1. Untuk mengetahui peningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui

penerapan metode Inquiry di kelas X-F MAN Jember 1 kompetensi dasar

uang dan perbankan semester genap tahun ajaran 2011/2012.

2. Untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan metode

Inquiry di kelas X-F MAN Jember 1 kompetensi dasar uang dan perbankan

semester genap tahun ajaran 2011/2012.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:


a. Bagi guru

Sebagai sumbangan pembinaan tentang bagaimana cara menerapkan metode

Inquiry pada mata pelajaran Ekonomi.

b. Bagi sekolah

Sebagai sumbangan pemikiran demi meningkatkan mutu pendidikan di MAN

Jember 1 khususnya di kelas X-F pada mata pelajaran ekonomi Kompetensi

Dasar Uang dan Perbankan.

c. Bagi peneliti

Sebagai bekal dalam menerapkan ilmu yang diperoleh, menambah

pengalaman, dan pengembangan dari kreativitas peneliti.

d. Bagi pembaca

Sebagai bahan literatur dalam melaksanakan penelitian yang lebih baik.