You are on page 1of 7

LAPORAN ARTIKEL ILMIAH

Kelompok 7

Disusun Oleh :

Tri Wilda Niyah Sari

Wahyu Elia Ramadhani

Wangi Nando

Widya Gustiana

Zavira Diona Alvessa

Dosen Pembimbing :

Dr. Betty Yosephin

JURUSAN GIZI PRODI D IV GIZI

POLTEKKES KEMENKES BENGKULU


Dapatkah Suplemen Tablet Fe dan Vitamin C Meningkatkan Kadar Hb ?
Nurhasana, Betty Yosephin, Darwis

Abstrak

Remaja putri adalah kelompok yang rawan menderita anemia. Anemia didefenisikan sebagai penurunan
kadar hemoglobin, Oleh karena itu sasaran program penanggulangan anemia gizi telah dikembangkan dengan
meningkatkan cadangan besi dalam tubuh. Penyerapan zat besi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya
adalah vitamin C yang dapat membantu absorbsi zat besi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh
pemberian tablet Fe dan tablet Fe+vitamin C terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di MTsN 2 Kota
Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain paralel dua
kelompok perlakuan yaitu pemberian tablet Fe dan tablet Fe+vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan terjadi
peningkatan kadar hemoglobin setelah perlakuan, rata-rata hemoglobin akhir kelompok tablet Fe 12,11 mg/dL
dari rata-rata awal 12,05 mg/dL, rata-rata hemoglobin akhir kelompok tablet Fe+vitamin C 12,32 mg/dL dari
rata-rata awal 11,80 mg/dL. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara pemberian tablet Fe dengan tablet
Fe+vitamin C terhadap peningkatan hemoglobin remaja putri di MTsN 2 Kota Bengkulu. Kesimpulan dari
penelitian ini Menunjukan suplemen tablet fe dan vitamin C dapat meningkatan kadar Hemoglobin darah.
Sebaiknya konsumsi tablet Fe disertai dengan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi.

Kata Kunci : Hemoglobin, Remaja Putri, Tablet Fe, Vitamin C,

Abstrak

Young women are a group prone to anemia. Anemia is defined as a decrease in hemoglobin levels,
therefore the target of anemia prevention program has been developed by increasing iron reserves in the body.
The absorption of iron is influenced by several factors, one of which is vitamin C that can help the absorption of
iron. The purpose of this study was to analyze the effect of giving of Fe tablet and Fe + vitamin C tablet to
hemoglobin level in female adolescent in MTsN 2 Kota Bengkulu. The method used in this research is quasi
experiment with parallel design of two treatment groups that is giving of Fe tablet and Fe + vitamin C tablet.
The result showed that there was an increase of hemoglobin level after treatment, the average of the final
hemoglobin group of Fe 12,11 mg / dL from an initial average of 12.05 mg / dL, the mean final hemoglobin
group of Fe + vitamin C tablets was 12.32 mg / dL from an initial average of 11.80 mg / dL. There was no
significant difference between giving of Fe tablet with Fe + vitamin C tablet to the increase of female
hemoglobin in MTsN 2 Kota Bengkulu. Conclusions from this study Showing supplements of Fe and Vitamin C
tablets can increase blood hemoglobin levels. We recommend the consumption of Fe tablets accompanied with
vitamin C to increase iron absorption.

Keywords: Adolescent Girls, Fe Tablets , Hemoglobin, Vitamin C


PENDAHULUAN memutuskan mata rantai terjadinya masalah
Remaja merupakan tahap dimana gizi, mencegah anemia dan meningkatkan
seseorang mengalami sebuah masa transisi cadangan besi dalam tubuh.(Didik Budijanto et
menuju dewasa. Remaja adalah tahap umur al., 2017)
Penelitian sebelumnya pemberian
yang datang setelah masa kanak-kanak
suplemen besi menunjukkan bahwa ada
berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang peningkatan kadar hemoglobin.(Rachmadianto,
cepat pertumbuhan remaja yang pesat terkait 2014) Penelitian lain menghasilkan bahwa
dengan pemenuhan gizi atau konsumsi remaja pemberian tablet Fe dengan penambahan
dalam mengkonsumsi zat –zat makanan salah vitamin C mempengaruhi peningkatan kadar
satunya adalah konsumsi zat besi. Konsumsi hemoglobin.(Wirawan et al., 2015)(Susanti,
zat besi yang kurang dapat menimbulkan 2016)(Ridwan, 2012)(Kadafi, 2015) Sehingga
penilitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh
anemia pada remaja.(Studi et al., 2016)
pemberian tablet Fe dan tablet Fe-vitamin C
Anemia akibat kekurangan zat gizi terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri.
besi (Fe) merupakan salah satu masalah gizi Adapun manfaat penelitian ini memberikan
utama di Asia termasuk di Indonesia. Di dunia, pengetahuan yang bermanfaat dan dapat
Kejadian anemia berkisar 40-88%.(Sma, Mak mengaplikasikan ilmu terutama remaja putri
and Belakang, 1994) Pada anak usia sekolah, penting untuk mengetahui Fe dapat mengatasi
prevalensi anemia tertinggi ditemukan di Asia dan mencegah kejadian anemia.
Tenggara dengan perkiraan sekitar 60% anak
METODE
mengalami anemia.(Fikawati et al., 2009)
Jenis penelitian adalah Quasi
Sedangkan di Indonesia prevalensi anemia Eksperiment (Eksperimen semu) dengan
mencapai angka 21,7% dimana penderita Desain parallel. Populasi adalah keseluruhan
berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan 15-24 subjek penelitian.(Iii, Populasi and Penelitian,
tahun 18,4%. Kota Bengkulu memiliki 2011) Populasi dalam penelitian ini adalah
prevalensi anemia remaja putri yang tinggi remaja putri kelas II yang bersekolah di MTsN
2 Bengkulu yang berada dalam wilayah kerja
yaitu 43%.(Kesehatan and Vol, 2016)
Puskesmas Kandang. Jumlah populasi dalam
Tingginya prevalensi anemia pada remaja putri penelitian ini adalah 115 orang. Sampel dalam
di Kota Bengkulu dipengaruhi oleh beberapa penelitian ini diambil secara probability
faktor, diantaranya adalah sarapan pagi, status sampling yaitu setiap subjek dalam populasi
gizi, pengetahuan, pendidikan ibu, asupan zat memiliki kesempatan yang sama untuk ikut
besi dan protein yang kurang dari kebutuhan serta sebagai sampel penelitian dengan teknik
serta adanya inhibitor penyerapan zat pengambilan sampel simple random sampling
dengan kriteria inklusi bersedia menjadi
besi.(Suryani, Hafiani and Junita, 2015)
responden Remaja putri yang merupakan
Rendahnya asupan dan bioavaibilitas pelajar kelas II di MTsN 2 Kota Bengkulu,
zat besi merupakan faktor utama penyebab Usia 13-14 tahun,
defisiensi zat besi. Oleh karena itu salah satu Pada saat pengambilan sampel tidak
strategi untuk menanggulangi masalah anemia sedang menstruasi, Mendapatkan program
adalah suplementasi zat besi untuk tablet tambah darah Dinkes Kota Bengkulu.
meningkatkan jumlah asupan zat besi. Selain Besar sampel yang diperlukan dalam penelitian
asupan zat besi tingkat bioavaibilitas zat besi ini menggunakan rumus Lemeshow sehingga
juga harus baik. Salah satu vitamin yang didapatkan 36 sampel dengan penambahan
berperan dalam metabolisme zat besi adalah 10% sebagai sampel cadangan. Dalam
vitamin C. Vitamin C dapat meningkatkan penelitian ini terdapat dua perlakuan sehingga
penyerapan zat besi di dalam tubuh.(Syaima et total sampel yang dibutuhkan adalah 72 orang.
al., no date)(Yunarsih and Antono, 2014) Oleh Teknik pengumpulan data primer
karena itu berdasarkan surat edaran dengan data kadar hemoglobin menggunakan
Kementerian Kesehatan RI, sasaran program alat test hemoglobin digital easy touch, Data
penanggulangan anemia gizi telah sekunder yaitu data dari Dinas Kesehatan Kota
dikembangkan yaitu termasuk pemberian tablet Bengkulu berupa data Puskesmas yang
Fe pada remaja putri sebagai upaya menjalankan program pemberian tablet tambah
darah. Analisis data secara univariat dan Analisis Bivariat
bivariate dengan menggunakan Uji statistik Tabel 2 Perbedaan Kadar Hemoglobin
yang digunakan untuk melihat perbedaan Sebelum dan Sesudah
antara kadar hemoglobin awal dan hemoglobin
setelah perlakuan adalah paired T-test. Variabel N Mean ± SD p
Sedangkan untuk melihat perbedaan rata-rata Tablet Fe
kadar hemoglobin antara dua kelompok Kadar Hb
perlakuan independent T-test. Awal 34 12,05 ±1,493 0,8
Akhir 34 12,11±1,367 17
HASIL PENELITIAN Tablet Fe +
Analisis Univariat Vitamin C
Tabel 1 Distribusi Kadar Hemoglobin pada Kadar Hb
Remaja Putri di MTsN 2 Kota Bengkulu Awal 34 11,80 ± 1,282 0,0
Akhir 34 12,32 ± 1,452 14
Variabel N Me SD Mi Ma
an n ks
Pemberian Tabel 3 Perbedaan Peningkatan Kadar
Hemoglobin pada Kedua Kelompok
tablet Fe
Perlakuan
(200 mg)
Kadar 34 12,0 1,49 9,5 15,4 Variabel N Mean ± SD p
hemoglobi 5 3 0 0 Kadar
n (pre_test) Hemoglobin
Kadar 34 12,1 1,36 9,2 15,4
hemoglobi 1 7 0 0 Kelompok 34 0,061 ±1,547 0,171
tablet Fe
n
Kelompok 34 0,523±1,176
(post_test) tablet Fe +
Vit.C
Pemberian
tablet Fe PEMBAHASAN
(200 mg) + Berdasarkan hasil analisis bivariat
vitamin C paired T-test didapatkan hasil bahwa tidak ada
perbedaan bermakna antara kadar hemoglobin
(50 mg) awal (pretest) dengan kadar hemoglobin akhir
Kadar 34 11,8 1,28 8,9 14,5 (post test) remaja putri setelah pemberian
hemoglobi 0 2 0 0 tablet Fe 200 mg selama empat minggu. Hal
n (pre_test) ini ditunjukkan dengan nilai p = 0,817 yang
Kadar 34 12,3 1,45 9,5 15,5 berarti Ho diterima (p>0.05), sehingga
hemoglobi 2 2 0 0 disimpulkan bahwa pemberian tablet Fe 200
mg selama empat minggu tidak mempengaruhi
n
kadar hemoglobin pada remaja putri di MTsN
(post_test) 2 Kota Bengkulu.
Hasil penelitian ini, tidak sejalan
dengan penelitian lain yang menunjukkan
bahwa pemberian tablet tambah darah efektif
dalam meningkatkan kadar
hemoglobin.(Rachmadianto, 2014) Begitu juga
dengan hasil penelitian yang menunjukkan
adanya peningkatan kadar hemoglobin yang
signifikan setelah pemberian tablet Fe selama
12 minggu. (Utama, Listiana and Susanti, no
date)
Selain kurangnya masukan zat besi,
salah satu penyebab anemia gizi besi juga
dipengaruhi oleh kebutuhan tubuh yang
meningkat akibat mengidap infeksi parasit
(cacing). Di negara berkembang seperti ditolak (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan
Indonesia penyakit kecacingan masih bahwa pemberian tablet Fe 200 mg + vitamin
merupakan masalah yang besar untuk kasus C 50 mg selama empat minggu mempengaruhi
anemia gizi besi, karena diperkirakan cacing kadar hemoglobin pada remaja putri di MTsN
menghisap darah 2-100 cc setiap harinya. 2 Kota Bengkulu.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Vitamin C berperan pada penyerapan
kondisi kecacingan, yaitu pada daerah iklim zat besi di usus dan mobilisasi dari
tropik, yang merupakan tempat ideal bagi penyimpanan feritin. Suplementasi vitamin C
perkembangan telur cacing, perilaku yang juga meningkatkan penyerapan zat besi dari
kurang sehat seperti buang air besar di pangan nabati (non-heme). Konsumsi 25-75
sembarang tempat, bermain tanpa mg vitamin C dapat meningkatkan penyerapan
menggunakan alas kaki, sosial ekonomi, umur, empat kali lipat zat besi (non-heme). Vitamin
jenis kelamin, mencuci tangan, kebersihan C juga dapat memperbaiki status hematologi
kuku, pendidikan dan perilaku individu, dengan mekanisme lain, yaitu mengurangi
sanitasi makanan dan sanitasi sumber pengaruh inhibitor. (Fishman, Christian and
air.(Andaruni, 2012) Bengkulu merupakan West, 2000) Hasil ini sejalan dengan penelitian
salah satu wilayah endemik cacing. Oleh yang menunjukkan menunjukkan ada
karena itu agar anemia bisa dicegah atau peningkatan kadar Hb sebelum dan setelah
diatasi maka harus dilakukan dan pemberian diberikan tablet Fe dan vitamin C. Sampel
tablet Fe yang dikombinasikan dengan vitamin yang telah diberikan tablet Fe dan vitamin C
C, Selain itu penanggulangan anemia defisiensi mengalami peningkatan kadar Hb sebanyak
besi dapat dilakukan dengan pencegahan 0,91 gr%, dengan kadar hemoglobin awal
infeksi cacing. (Masrizal, 2007) 10,32 gr% dan kadar hemoglobin akhir 11,23
Dalam penelitian ini sebenarnya tidak gr%. (Wirawan et al., 2015) Menunjukkan
dilakukan food recall, tetapi untuk hasil yang senada, yaitu adanya peningkatan
mengantisipasi adanya variabel perancu yang kadar hemoglobin setelah pemberian tablet
dapat mempengaruhi hasil penelitian maka besi dan vitamin C selama 30 hari dengan hasil
dilakukan recall 2 x 24 jam saat awal uji statistik p = 0,001.(Kadafi, 2015) penelitian
penelitian. Dari hasil recall diketahui bahwa lain membuktikan bahwa pemberian tablet Fe
73% dari responden penelitian sering dengan vitamin C dapat meningkatkan kadar
mengkonsumsi teh. teh mengandung tanin Hb. Perubahan kadar Hb rata-rata pada sampel
yang merupakan polifenol yang dapat yang telah diberikan tablet Fe dan vitamin C
menghambat absorbsi besi dengan cara yaitu sebesar 2,05 ± 1,53 g/dL , dari rata-rata
mengikatnya. Tanin yang merupakan polifenol 10,2±1,09 g/dL menjadi 12,2 ± 1,13 gr/dL.
dan didalam teh, kopi dan beberapa jenis Selain itu, pemberian tablet Fe dan vitamin C
sayuran dan buah juga menghambat absorbsi menurunkan angka anemia pada sampel
besi dengan cara mengikatnya. Bila besi tubuh sebesar 56%.(Dan, 2006)
tidak terlalu tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi Hasil penelitian independent T-test
waktu makan. Dalam hal ini, konsumsi teh untuk menguji efektifitas pemberian tablet Fe
merupakan salah satu penyebab tidak dan tablet Fe+vitamin C menunjukkan nilai p =
terjadinya peningkatan kadar hemoglobin 0,171, hal ini diartikan bahwa tidak ada
setelah diberikan tablet besi, karena absorbsi perbedaan yang signifikan antara dua
besi terhambat dengan adanya tanin yang kelompok perlakuan terhadap kadar
dikonsumsi melalui teh. hemoglobin pada remaja putri di MTsN 2 Kota
Diet kaya besi tidak menjamin Bengkulu (p>0,05). Hasil penelitian ini tidak
ketersediaan zat besi dalam tubuh karena sejalan dengan penelitian sebelumnya yang
banyaknya zat besi yang diserap sangat menunjukkan bahwa peningkatan kadar
tergantung dengan jenis besi dan bahan hemoglobin antara kelompok yang diberikan
makanan yang menghambat dan meningkatkan zat besi dengan kelompok yang diberikan zat
penyerapan zat besi.(Masrizal, 2007) besi dan vitamin C terdapat perbedaan yang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermakna p = 0,000.(Utama, Listiana and
ada perbedaan bermakna antara kadar Susanti, no date) Begitu pula dengan hasil
hemoglobin awal (pre-test) dengan kadar penelitian yang menunjukkan adanya
hemoglobin akhir (post test) remaja putri perbedaan yang signifikan terhadap perubahan
setelah pemberian tablet Fe 200 mg + vitamin kadar hemoglobin antara kelompok perlakuan
C 50 mg selama empat minggu. Hal ini pemberian tablet besi dengan tablet besi dan
ditandai dengan nilai p = 0.014 yang berarti Ho vitamin C.(Wirawan et al., 2015)
Besi merupakan trace element vital Saran Dalam program pemberian
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk tablet Fe sebaiknya dilakukan pengawasan atau
pembentukan hemoglobin Sedangkan tingkat pemantauan dalam konsumsinya, sehingga
keasaman lambung meningkatkan daya larut tablet Fe yang diberikan dapat dipastikan telah
besi. Kekurangan asam klorida di dalam dikonsumsi. Bagi peneliti selanjutnya
lambung dapat menghalangi absorbsi zat besi. diharapkan untuk dapat menambah variabel-
Asam organik seperti vitamin C sangat variabel yang berhubungan dengan anemia
membantu penyerapan besi nonheme. Vitamin untuk meningkatkan pengetahuan, terutama
C mereduksi besi feri menjadi fero dalam usus remaja putri yang kurang memperhatikan
sehingga memudahkan absorbsi besi dalam kondisi anemia. Remaja putri disarankan untuk
tubuh. Vitamin C menghambat pembentukan memeriksa kadar hemoglobin secara berkala,
hemosiderin yang sukar dimobilisasi untuk apabila diketahui dalam kondisi kadar
membebaskan zat besi bila diperlukan. hemoglobin rendah sebaiknya konsumsi tablet
Absorbsi besi dalam bentuk nonheme tambah darah. Bagi remaja putri yang
meningkat empat kali lipat dengan bantuan mengalami anemia sebaiknya jangan terlalu
vitamin C. Vitamin C memiliki peran dalam sering mengkonsumsi teh, kopi, dan coklat
proses memindahkan besi dari transferin di yang merupakan sumber tanin karena dapat
dalam plasma ke feritin hati. Vitamin C juga menghambat penyerapan zat besi.
dapat memperbaiki status hematologi dengan
mekanisme lain, yaitu mengurangi pengaruh DAFTAR PUSTAKA
inhibitor pada komponen pangan nabati seperti
tanin pada teh.(Fishman, Christian and West, Andaruni, A. (2012) ‘Gambaran Faktor-Faktor
2000) Penyebab Infeksi Cacingan Pada Anak Di Sdn
Secara statistik memang tidak ada 01 Pasirlangu Cisarua’, Students e-Journal, 1,
perbedaan yang berarti antara dua kelompok p. 28. Available at:
perlakuan, akan tetapi secara deskriptif terlihat http://jurnal.unpad.ac.id/ejournal/article/view/5
perbedaan peningkatan kadar hemoglobin 97.
antara kelompok yang diberikan tablet Fe Dan, E. S. B. C. (2006) ‘VITAMIN C
dengan kelompok yang diberikan tablet Fe + TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN THE
vitamin C, dimana kelompok yang diberikan EFFECT OF IRON-VITAMIN C AND
tablet Fe hanya mengalami rata-rata VITAMIN C PROGRAM PASCASARJANA
peningkatan kadar hemoglobin sebanyak 0,061 Agustus’.
mg/dL sedangkan kelompok yang diberikan Didik Budijanto, drh et al. (2017) ‘Propil
tablet Fe + vitamin C mengalami peningkatan Kesehatan Indonesia 2016’, Yoeyoen Aryantin
rata-rata kadar hemoglobin sebesar 0,523 Indrayani S.Ds; B. B. Sigit; Sinin, p. 100.
mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian Available at:
tablet Fe yang disertai dengan vitamin C http://www.depkes.go.id/resources/download/p
memberikan efek yang lebih baik terhadap usdatin/lain-lain/Data dan Informasi Kesehatan
peningkatan kadar hemoglobin dibandingkan Profil Kesehatan Indonesia 2016 - smaller size
dengan yang hanya diberikan tablet Fe pada - web.pdf.
remaja putri di MTsN 2 Kota Bengkulu. Fikawati, S. et al. (2009) ‘Pengaruh
suplementasi zat besi satu dan dua kali per
KESIMPULAN DAN SARAN minggu terhadap kadar hemoglobin pada siswi
Tidak ada pengaruh bermakna antara yang menderita anemia’, Universa Medicina,
pemberian tablet Fe 200 mg selama empat 24(4), pp. 167–174. Available at:
minggu terhadap kadar hemoglobin pada http://www.univmed.org/wp-
remaja putri di MTsN 2 Kota Bengkulu. Ada content/uploads/2011/02/Sandra(1).pdf.
pengaruh bermakna pemberian tablet Fe 200 Fishman, S. M., Christian, P. and West, K. P.
mg + vitamin C 50 mg selama empat minggu (2000) ‘The role of vitamins in the prevention
terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri and control of anaemia.’, Public health
di MTsN 2 Kota Bengkulu. Tidak ada nutrition, 3(January), pp. 125–150. doi:
perbedaan yang bermakna antara pemberian 10.1017/S1368980000000173.
tablet Fe dengan tablet Fe + vitamin C Iii, B. A. B., Populasi, A. and Penelitian, S.
terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri (2011) ‘Ninoy Yudhistya Sulistiyono, 2013
di MTsN 2 Kota Bengkulu. Gambaran Asupan Zat Gizi Dan Aktivitas
Fisik Mahasiswa Ilmu Keolahragaan
Universitas Pendidikan Indonesia |
repository.upi.edu 19’, pp. 19–29. Ilmu Kesehatan, 3(1), pp. 25–33.
Kadafi, M. (2015) ‘Pengaruh pemberian tablet
besi dan vitamin c terhadap kadar hemoglobin
mahasiswi s1 keperawatan universitas
muhammadiyah surakarta’.
Kesehatan, J. and Vol, R. (2016) ‘Kementerian
kesehatan republik indonesia’, 7(April).
Masrizal (2007) ‘Anemia defisiensi besi’,
Jurnal Kesehatan Masyarakat, II(1), pp. 140–
145.
Rachmadianto, N. T. (2014) ‘Evektifitas
Pemberian Tablet Tambah Darah Terhadap
Kadar Hb Siswi Sltpn 1 Donorojo Kecamatan
Donorojo Kabupaten Pacitan Naskah
Publikasi’, Universitas Muhamadiyah
Surakarta.
Ridwan, E. (2012) ‘Kajian Interaksi Zat Besi
Dengan Zat Gizi Mikro Lain Dalam
Suplementasi (Review of Interactions Between
Iron and Other Micronutrients in
Supplementation)’, Penel Gizi Makan, 35(1),
pp. 49–54.
Sma, T., Mak, S. M. K. D. A. N. and
Belakang, A. L. (1994) ‘A. Latar Belakang’,
2015, pp. 1–14. doi:
10.1017/CBO9781107415324.004.
Studi, P. et al. (2016) ‘PENGARUH
PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP
NEGERI I PONJONG’.
Suryani, D., Hafiani, R. and Junita, R. (2015)
‘Analisis Pola Makan dan Anemia Gizi Besi
Pada Remaja Putri Kota Bengkulu’, Jurnal
Kesehatan Masyarakat Andalas, 10, pp. 11–
18.
Susanti, Y. (2016) ‘Pengaruh Pemberian
Suplemen Besi terhadap Kadar Hemoglobin
dan Tingkat Kelelahan pada Remaja Putri
[TESIS]’.
Syaima, N. et al. (no date) ‘Hubungan
dukungan keluarga dengan niat konsumsi
tablet tambah darah pada remaja puteri’, 29,
pp. 113–118.
Utama, T. A., Listiana, N. and Susanti, D. (no
date) ‘Perbandingan Zat Besi dengan dan
Tanpa Vitamin C terhadap Kadar Hemoglobin
Wanita Usia Subur Comparison Effect of Iron
with and without Vitamin C to Age
Hemoglobin Levels among Women of
Reproductive Age’.
Wirawan, S. et al. (2015) ‘Pengaruh
Pemberian Tablet Besi dan Tablet Besi Plus
Vitamin C terhadap Kadar Hemoglobin Ibu
Hamil’, Bulletin Penelitian Sistem Kesehatan,
18(3), pp. 285–292.
Yunarsih and Antono, S. D. (2014) ‘Hubungan
Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia
pada Remaja Putri Kelas VII SMPN 6 Kediri’,