You are on page 1of 14

KONSEP KEPERAWATAN DASAR 1

KONSEP CARING DAN CURING

OLEH KELOMPOK 1 (TUTOR 306)


RUSTIANI AYU ANGGRAENI 1610711005
DWI KURNIAWATI 1610711006
AMMALIA RAHMAH MAULIDIYAH 1610711007
YUNIAR KUSUMAWARDANI 1610711015
INDAH NOPIYANTI 1610711023

NS. EVIN N. SP.KEP.J


FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAKARTA 2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas karunia-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Konsep Caring dan Curing”.
Tujuan penulis membuat makalah ini untuk menyelesaikan tugas Konsep Dasar
Keperawatan 1 dan memberikan informasi mengenai Konsep itu sendiri.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis mengalami hambatan dan
kesulitan, oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Ns. Evin Novianti, Sp.Kep.J sebagai dosen tutor KDK 1.
2. Teman – teman penulis yang selalu memberikan dukungan kepada penulis
dalam menyusun makalah.
3. Orang tua penulis yang senantiasa mendoakan penulis.
Penulis sadar apabila makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena
itu penulis mohon maaf atas kekurangan makalah ini dan penulis berharap adanya
saran dan kritik yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini
kedepannya. Penulis sangat berharap karena dengan adanya makalah ini dapat
bermanfaat dan juga menambah wawasan tentang Konsep Caring dan Curing
untuk mahasiswa/i.

Jakarta, 10 Oktober 2016

Penulis
ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………… i


KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………… 1


1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………... 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………………… 1
1.3 Maksud dan Tujuan ……………………………………………………………………. 1
1.4 Metode Penulisan ………………………………………………………………………. 2
1.5 Klasifikasi ……………………………………………………………………………………. 2

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………… 3


2.1 Pengertian Caring. ………………………………………………………………………. 3
2.2 Teori Keperawatan tentang Caring ……………………………………………… 5
2.3 Aplikasi Caring dalam praktik Keperawatan ………………………………… 6
2.4 Perbedaan Caring dan Curing ……………………………………………………….9

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………………. 10


3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………… 10
3.2 Saran …………………………………………………………………………………………. 10

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………. 11


iii

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi ini, segala bidang kehidupan sedang mengalami


perkembangan bahkan kemajuan. Salah satunya adalah bidang pelayanan
kesehatan. Bidang pelayanan kesehatan tidak hanya sarana dan prasarana
yang mengalami kemajuan, tetapi juga profesionalisme dari tenaga
kesehatan.

Lingkungan kesehatan seperti rumah sakit, perawat akan berhadapan


dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya. Oleh karena itu, perawat harus
terus meningkatkan presionalismenya, yaitu meningkatkan perilaku caring.
Caring bukan semata-mata perilaku. Caring adalah cara yang memiliki
makna dan memotivasi tindakan. Caring juga didefinisi sebagai tindakan
yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil
meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian Caring?
2. Bagaimana Teori Keperawatan tentang Caring?
3. Bagaimana aplikasi Caring dalam Praktik Keperawatan?
4. Apa perbedaan Caring dan Curing?

1.3 Maksud dan Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini salah satunya bertujuan untuk


memenuhi tugas dalam mata kuliah “Konsep Dasar Keperawatan”.
Disamping itu, tujuan memberikan informasi, gambaran, keterangan,
serta penjelasan – penjelasan mengenai konsep Caring dan Curing,
perilaku caring dalam tatanan pelayanan kesehatan, aplikasi
transcultural nursing, serta perbedaannya.
1
1.4 Metode Penulisan
1. Browsing

1.5 Klasifikasi
KATA PENGANTAR
BAB I
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Maksud dan Tujuan
1.4 Metode
BAB 2
2.1 Pengertian Caring
2.2Teori Keperawatan tentang Caring
2.3Aplikasi Caring dalam praktik Keperawatan
2.4Perbedaan Caring dan Curing
BAB 3
1.1 kesimpulan
1.2 saran
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Caring


Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
berdedikasi bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, perasaan empati
pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi.

Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring


merupakan suatu cara pendekatan yang dinamis , dimana perawat bekerja
untuk lebih meningkatkan kepeduliannya kepada klien. Dalam keperawatan,
caring merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik
keperawatan. Saat ini, caring adalah isu besar dalam profesionalisme
keperawatan.

Pengertian Caring menurut para ahli:


1. Marriner dan Tomey (1994)
menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan
kemanusiaan, inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik
dan filosofikal. Caring bukan semata-mata perilaku. Caring
adalah cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan.
Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan
memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil
meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all,
1999) Sikap caring diberikan melalui kejujuran, kepercayaan,
dan niat baik. Caring menolong klien meningkatkan perubahan
positif dalam aspek fisik, psikologis, spiritual, dan sosial.
Bersikap caring untuk klien dan bekerja bersama dengan klien
dari berbagai lingkungan merupakan esensi keperawatan.
Dalam memberikan asuhan, perawat menggunakan keahlian,
kata-kata yang lemah lembut, sentuhan, memberikan harapan,
selalu berada disamping klien, dan bersikap caring sebagai
media pemberi asuhan (Curruth, Steele, Moffet, Rehmeyer,
Cooper, & Burroughs, 1999). Para perawat dapat diminta untuk
merawat,

3
2. Rubenfeld (1999),
Mendefinisikan “Caring” : memberikan asuhan ,
dukungan emosional padaklien, keluarga dan kerabatnya secara
verbal maupun non verbal.amun tidak dapat diperintah untuk
memberikan asuhan dengan menggunakan spirit caring.

3. Mayerhoff (1971)
Memberikan informasi yang berhubungan dengan nilai
care. Dalam kontekskehidupan manusia, caring sebagai salah
satu cara mengatur nilai-nilainya yanglain dan aktivitas
sekitarnya. Bila pengaturan ini komprehensif,
karenaketerlibatan caring-nya terdapat stabilitas dasar dalam
kehidupannya. Denganmelayani caring, seseorang manusia
hidup dalam kehidupan sendiri.

4. Carper (1979)
“Caring sebagai nilai profesional dan nilai pribadi adalah
pusat pentingdalam memberikan standar normatif yang
mengatur tindakan dan sikap kitauntuk care kepada siapa.
Dalam suatu dunia ketika ada kesepakatan yang besar tentang
kesendirian, nyeri, penderitaan, kesakitan, dan tragedi ketika itu
pulakebutuhan care menjadi penting. Kita harus secara serius
bercermin pada apayang kita inginkan dan apa yang kita cari.
Dan ini adalah dasar dari caring kita
5. Greene (1990)
Caring adalah dasar keberadaan etik. Ia menyatakan
bahwa “Praktek yangdigambarkan dalam pelayanan manusia
harus dimulai dari kesadaran terhadapsituasi, khususnya
perasaan dan kepedulia. Harapannya adalah bahwa makindan
makin banyak praktisi akan berespons terhadap pentingnya
caring imperatif dan berpikir apa artinya memilih diri mereka
sendiri dalam kaitannya dengankebutuhannya.

4
6. Olsen (1993)
“Baik caring dan keadilan berbicara tentang rasa moral
kebaikan kita”.Mungkin saja tidak ada kebaikan yang tidak
dapat mensintesis kedua konseptersebut, memahami dan
menghormati orang lain adalah penting dalam tugasini. Ini
mengikuti bahwa faktor yang lebih luas atau dasar
seorangmenggunakan care terhadap orang lain, orang lain akan
lebih care.

2.2 Teori Keperawatan tentang Caring


Dr.Jean Watson pencetus The Human Caring dikembangkan pada
tahun 1975 – 1979. “Caring” merupakan komitmen moral untuk melindungi,
mempertahankan danmeningkatkan martabat manusia. Menurut watson ada
tujuh asumsi yang mendasari konsep caring. ketujuh asumsi tersebut adalah:
a. Caring akan efektif bila diperlihatkan dan dipraktikkan secara
interpersonal
b. Caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan
keluarga
c. Caring merupakan respon yang di terima klien tidak saat itu saja,tapi
dapat memengaruhi keadaan klien selanjutnya
d. Lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung
perkembangan klien
e. Caring terdiri dari faktor kuratif yang berasal dari kepuasan dalam
membantu memnuhi kebutuhan klien
f. Caring lebih kompleks dari pada curing,karena praktek caring
memadukan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan
mengenai perilaku manusia yang berguna dalam meningkatkan derajat
kesehatan klien
g. Caring merupakan inti dari keperawatan (Julia,1995) Watson
menekankan sikap caring ini harus tercemin sepuluh factor yang
berasal dari perpaduan nilai nilai humanistik dengan ilmu
pengetahuan dasar.
5
2.3 Aplikasi Caring dalam Praktik Keperawatan
Aplikasi Caring menurut Jean Watson:
1. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan
ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring.
2. Hadir dengan sepenuhnya, dan mewujudkan dan mempertahankan
sistem keperacayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari
dirinya dan orang dirawat.

3. Memberikan perhatian terhadap praktekpraktek spiritual dan


transpersonal diri orang lain, melebihi ego dirinya.
4. Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang
sebenarnya, yang saling bantu dan saling percaya.
5. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif
dan negative sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam
dari diri sendiri dan orang yang dirawat.
6. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara
kreatif sebagai bagian dari proses caring, untuk terlibat dalam
penerapan caring-healing yang artistik.
7. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang
mengakui keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami
sudut pandang orang lain.
8. Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan, baik fisik
maupun nonfisik, lingkungan yang kompleks dari energi dan
kesadaran, yang memiliki keholistikan, keindahan, kenyamanan,
martabat, dan kedamaian.
9. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar, dengan kesadaran caring
yang penuh,memberikan “human care essentials”, yang memunculkan
penyesuaian jiwa, raga dan pikiran, keholistikan, dan kesatuan diri
dalam seluruh aspek care; dengan melibatkan jiwa dan keberadaan
secara spiritual.
10.Menelaah dan menghargai misteri spritual, dan dimensi eksistensial
dari kehidupan dan kematian seseorang, “soulcare” bagi diri sendiri
dan orang yang dirawat.
6
Aplikasi Caring Secara Umum

1. Memenuhi kebutuhan dasar pasien


Caring ditunjukkan melalui penatalaksanaan kebutuhan dasar
pasien dimana kebutuhan fisik menjadi prioritas. Contohnya,
memandikan, memakaikan pakaian, memberi makan dan mengangkat
pasien.
2. Perawatan fisik membantu mengembangkan respon empati
Praktik penyediaan perawatan fisik untuk pasien memainkan
peranan penting dalam membanggun pemahaman empatik terhadap
situasi pasien. Dengan cara ini hubungan yang lebih dekat dengan
pasien terbentuk. Caring secara fisik memberi jalan untuk mengasuh
dan mendukung secara emosional dan psikologis.
3. Hubungan yang optimis
Pendekatan lain yang diterapkan perawat adalah mengadopsi
kesan optimisme yang tidak dijamin ketika bersama pasien.perawat
mencoba mendorong moral pasiennya, dan ini menambah
semangatnya sendiri walaupun perawat mengetahui bahwa ia tidak
dapat jujur sepenuhnya tentang kondisi pasien yang buruk dan masa
depan pasien yang tidak pasti.
4. Mengatakan pada pasien untuk tidak khawatir
Meskipun soerang perawat tahu bahwa kondisi pasien tersebut
kritis, perawat harus mampu mengatakan padan pasiennya untuk tidak
khawatir dan menekankan aspek-aspek positif atas kondisi pasien yang
kritis. Ia melarang pasiennya berpikir terlalu banyak mengenai risiko
kritis pasien dan harus mendorong pasien untuk berpikir cepat sembuh.
Intinya, seorang perawat harus mampu meringankan kecemasan pasien.
5. Berupaya untuk tidak membeberkan informasi
Perawat berupaya untuk tidak memebeberkan iinformasi yang
dapat memperburuk kondisi pasien
7
2.4 Perbedaan Caring dan Curing
Keperawatan sebagai suatu profesi dan berdasarkan pengakuan
masyarakat adalah ilmu kesehatan tentang asuhan atau pelayanan keperawatan
(Lindberg,1990:40). Secara bahasa, caring dapat diartikan sebagai tindakan
kepedulian dan curing dapat diartikan sebagai tindakan pengobatan. Namun,
secara istilah caring dapat diartikan memberikan bantuan kepada individu atau
sebagai advokasi pada individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhan
dasarnya. Sedangkan curing adalah upaya kesehatan dari kegiatan dokter dalam
prakteknya untuk mengobati klien. Dalam penerapannya, konsep caring dan
curing mempunyai beberapa perbedaan, diantaranya:

1. Caring merupakan tugas primer perawat dan curing adalah tugas


sekunder. Maksudnya seorang perawat lebih melakukan tindakan
kepedulian terhadap klien daripada memberikan tindakan medis. Oleh
karena itu, caring lebih identik dengan perawat.

2. Curing merupakan tugas primer seorang dokter dan caring adalah


tugas sekunder. Maksudnya seorang dokter lebih melibatkan tindakan
medis tanpa melakukan tindakan caring yang berarti. Oleh karena itu,
curing lebih identik dengan dokter.

3. Dalam pelayanan kesehatan klien yang dilakukan perawat, ¾ nya


adalah caring dan ¼ nya adalah curing.

4. Caring bersifat lebih “Healthogenic” daripada curing. Maksudnya


caring lebih menekankan pada peningkatan kesehatan daripada
pengobatan. Di dalam praktiknya, caring mengintegrasikan
pengetahuan biofisik dan pengetahuan perilaku manusia untuk
meningkatkan derajat kesehatan dan untuk menyediakan pelayanan
bagi mereka yang sakit
.
8
5.Tujuan caring adalah membantu pelaksanaan rencana
pengobatan/terapi dan membantu klien beradaptasi dengan masalah
kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya, mencegah
penyakit, meningkatkan kesehatan dan meningkatkan fungsi tubuh
sedangkan tujuan curing adalah menentukan dan menyingkirkan
penyebab penyakit atau mengubah problem penyakit dan
penanganannya.

6. Diagnosa dalam konsep curing dilakukan dengan mengungkapkan


penyakit yang diderita sedangkan diagnosa dalam konsep caring
dilakukan dengan identifikasi masalah dan penyebab berdasarkan
kebutuhan dan respon klien.

9
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Caring merupakan fenomena universal yang berkaitan dengan cara


seseorang berpikir, berperasaan dan bersikap ketika berhubungan dengan
orang lain. Caring merupakan inti dari keperawatan. Perawat dituntut untuk
bersikap care dan juga harus caring dengan sekitarnya. Tujuan caring adalah
untuk mendukung proses penyembuhan secara total (hoover,2002). Perilaku
caring dan curing sangatlah berbeda karena caring identik dengan tindakan
asuhan keperawatan ,sedangkan curing adalah pengobatan terhadap penyakit
klien.antar caring dan curing saling berhubungan satu sama lain.

Caring dalam keperawatan itu sendiri ditunjukkan dengan melakukan


pendekatan humanistik, artinya perawat harus mampu menghargai dan
menghormati martabat manusia dengan memberikan perhatian kepada klien
serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua manusia.

3.2 Saran

Sikap caring harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari,agar


perilaku caring tumbuh secara alami dalam jiwa perawat.ketika menghadapi
klien,perawat dengan mudah memberikan asuhan keperawatan.Klien yang
sakit kadang hanya butuh perhatian dan empati dari seseorang yang
merawatnya agar ia lebih semangat dalam menghadapi penyakitnya.Oleh
karena itu sebagai perawat disarankan agar benar – benar faham tentang
perilaku caring ini.

10
DAFTAR PUSTAKA
Potter, Patricia A, dan Anne G. Perry (2009). Fundamental keperawatan Edisi 7.
Jakarta: Salemba medika
www.staff.ui.ac.id. Perilaku Caring dalam Pemberian Asuhan Keperawatan.pdf
www.scribd.com/doc.Caring-Menurut-Watson
www.staff.undip.ac.id.(2010). konsep-caring. Meidiana

11