You are on page 1of 8

ARTIKEL ILMIAH

“ Palliative Care sebagai cara meningkatkan well – being pasien Cancer “

DISUSUN OLEH :

Marlyn O. Paknianiwewan 462015031


Netty Delina Surlia 462015035
Kristi Natalia Pattisina 462015037

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2018
Palliative Care sebagai cara meningkatkan well – being
pasien Cancer

ABSTRAK
PENDAHULUAN

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 812/Menkes/SK/VII/2007


Meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit yang belum dapat disembuhkan baik pada dewasa
dan anak seperti penyakit kanker, penyakit degeneratif, penyakit paru obstruktif. Kronis, cystic
fibrosis, stroke, Parkinson, gagal jantung/heart failure, penyakit genetika dan penyakit infeksi
seperti HIV/AIDS. Salah satu penyakit yang belum bisa disembuhkan adalah kanker, Kanker
adalah proses yang bermula ketika sel abnormal diubah oleh mutasi genetic dari DNA seluler.
Sel abnormal ini membentuk klo dan mulai berproliferasi secara abnormal, Sel-sel tersebut
menginfiltrasi jaringan sekitar dan memperoleh akses ke limfe dan pembuluh darah, melalui
pembuluh tersebut sel-sel dapat terbawa kearea lain dalam tubuh untuk metastase (penyebaran
kanker) pada bagian tubuh yang lain (Brunnerand Suddart, 2001).

Perawatan paliatif merupakan bagian penting dalam perawatan pasien penyakit terminal
seperti cancer yang dapat dilakukan secara sederhana sering kali prioritas utama adalah kulitas
hidup secara fisik dan psikologis (well – being) dan bukan kesembuhan dari penyakit pasien
(Woodruff, 2004). Perawatan paliatif diperlukan untuk memberikan kenyamanan serta
pencapaian kualitas hidup bagi penderita kanker stadium lanjut atau pasien dengan penyakit
terminal. Dalam perawatan paliatif, pasien tidak hanya ditangani secara fisik melainkan juga
secara emosional, psikis dan rohani. Pada prinsipnya perawatan paliatif ini tidak mempercepat
atau menunda kematian namun hanya ingin meningkatkan kualitas hidup pasien dan tetap
menghargai keinginan pasien dalam dalam pengambilan keputusan dan memberikan dukungan
yang diperlukan hingga akhir hayat pasien serta kepada keluarga yang ditinggalkannya.

METODE

Artikel ini termasuk jenis artikel studi literature dengan menggunakan metode deskriptif
untuk mencari referensi teori yang relefan dengan permasalahan yang ditemukan.
HASIL

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 812/Menkes/SK/VII/2007


Meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit yang belum dapat disembuhkan baik pada dewasa
dan anak seperti penyakit kanker, penyakit degeneratif, penyakit paru obstruktif Kronis, cystic
fibrosis, stroke, Parkinson, gagal jantung/heart failure, penyakit genetika dan penyakit infeksi
seperti HIV/AIDS . Salah satu penyakit yang belum bisa disembuhkan adalah kanker.
Kanker adalah proses yang bermula ketika sel abnormal diubah oleh mutasi genetic dari
DNA seluler. Sel abnormal ini membentuk klo dan mulai berproliferasi secara abnormal, Sel-sel
tersebut menginfiltrasi jaringan sekitar dan memperoleh akses ke limfe dan pembuluh darah,
melalui pembuluh tersebut sel-sel dapat terbawa kearea lain dalam tubuh untuk metastase
(penyebaran kanker) pada bagian tubuh yang lain (Brunner and Suddart, 2001).
Ryff (1989) menyataka bahwa psychological well-being merupakan keadaan dimana
seseorang memenuhi kebutuhan-kebutuhannya untuk menjadi sehat secara psikologis.
Berbagai masalah fisik seperti nyeri, sesak nafas, penurunan berat badan, gangguan
aktivitas tetapi juga mengalami gangguan psikososial dan spiritual yang mempengaruhi kualitas
hidup pasien dan keluarganya. Adanya keterikatan hubungan antara sistem biologis, psikologis
dan sosial, maka pasien dengan penyakit terminal (cancer) dengan stadium lanjut tidak hanya
mengahadapi masalah dengan fisiknya saja namun juga menghadapi masalah psikologis.
Pasien dengan cancer terutama pada stadium lanjut adalah suatu penyakit tidak hanya
dengan pemenuhan/pengobatan gejala fisik namun juga pentingnya dukungan terhadap
kebutuhan psikologis, sosial dan spiritual khsusnya pada psikologis (well – being) pasien cancer
dan keluarga lewat perawatan paliatif (Lubkin, I. M & Larsen, P.D, 2006).
Perawatan paliatif merupakan bagian penting dalam perawatan pasien penyakit terminal
seperti cancer yang dapat dilakukan secara sederhana sering kali prioritas utama adalah kulitas
hidup secara fisik dan psikologis (well – being) dan bukan kesembuhan dari penyakit pasien
(Woodruff, 2004).
Tujuan perawatan paliatif adalah meningkatkan kulaitas hidup dan menganggap kematian
sebagai proses normal, tidak mempercepat atau menunda kematian, menghilangkan nyeri dan
keluhan lain yang menganggu, menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual, mengusahakan
agar penderita tetap aktif sampai akhir hayatnya dan mengusahakan membantu mengatasi
suasana duka cita pada keluarga.
Dari beberapa pernyataan diatas sekaligus menjawab pertanyaan bahwa perawatan
paliatif pada pasien cancer juga meningkatkan well-being dari pasien dan juga keluarga pasien
secara psikologis pasien juga bisa sehat dalam menghadapi penyakit yang diderita hingga pada
stadium lanjut pasien masih tetap sehat secara psikologis well-being.
PEMBAHASAN
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta

Woodruff Asperula Melboume. (2004). Standarts for Providing Quality Palliative Care for all
Australians. Australia : Palliative Medicine.

Lubkin, I. M & Larsen, P.D. (2006). Chronic Ilness; impact and intervention. USA : Jones and
Bartelett Publishers, Inc.