You are on page 1of 2

ARTIKEL EKSPERIMEN FISIKA DASAR I

TENTANG KAITAN HUKUM ARCHIMIDES DENGAN

LEMPENG TEKTONIK DAN GUNUNG ES MENGAPUNG DI PERMUKAAN LAUT


Artikel ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Eksperimen Fisika Dasar I yang diampu
oleh

Dr. Endi Suhendi

Disusun oleh

Nama : Iqbal Assidiq

NIM : 1505685

Kelas : Fisika - 2C

LABORATORIUM FISIKA DASAR I

DEPARTEMEN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2016
Kaitan Hukum Archimides dengan Lempeng Tektonik

Kaitan hukum Archimides dengan lempeng tektonik yaitu ada dua lempeng yang
bergesekan lalu cairan magma menjadi naik ke permukaan. Hal ini dapat terjadi karena ketika
dua lempeng tersebut saling menumbuk dan temperatur akan bertambah akibat gesekan dari
kedua lempeng, dimana daerah lempeng subduksi berhubungan dengan astenosfer menjadi
cair lalu magma pun terbentuk. Densitas magma lebih rendah daripada batuan disekitarnya,
sehingga magma yang terbentuk sepanjang zona subduksi ini naik ke atas dan muncul ke
permukaan, lalu magma tersebut membeku dan menjadi batuan baru.

Fenomena tersebut sesuai dengan prinsip Archimides karena suatu fluida akan bergerak
ke atas atau mengapung dalam fluida atau benda lain jika kerapatan fluida tersebut lebih kecil
daripada kerapan fluida atau benda lain yang berada disekitarnya.

Kaitan Hukum Archimides dengan fenomena gunung es yang dapat mengapung di permukaan
air laut.

Pada umumnya volume benda menjadi kecil ( mengkerut ) jika suhunya menjadi rendah,
maka akan berlaku hukum Archimides untuk benda mengkerut ini bila terdapat dalam fluida
lain yaitu benda ini akan tenggelam dalam fluida karena kerapatannya besar. Namun hal
tersebut tidak terjadi pada air yang membeku dan membentuk bongkahan es yang mengapung
di air laut. Sekilas hal ini bertentangan dengan hukum Archimides, tetapi sebenarnya tidak. Hal
ini bisa terjadi karena air mempunyai volume yang minimum pada suhu 4 ⁰C. Apabila suhunya
lebih rendah dari 4 ⁰C, maka volumenya agak membesar lagi. Pada proses pembekuan, volume
es bertambah menjadi ⅟11 kali lebih besar dari volume air semula. Oleh karena itu, es
mempunyai densitas lebih rendah dari air sehingga es dapat mengapung dipermukaan air.

Jelas hal ini sesuai dengan prinsip Archimides bahwa sebuah benda akan mengapung
dalam fluida jika kerapatan benda tersebut lebih kecil dari kerapatan fluida. Gaya apung akan
lebih besar dari berat benda, sehingga akan cepat mengapung ke atas permukaan fluida kecuali
ditahan. Diatas permukaan tersebut, benda akan mengapung dengan sebagian volumenya
tenggelam. Sehingga berat fluida yang akan dipindahkan sama dengan berat benda.

Fenomena gunung es ini sangatlah berperan penting dalam kehidupan manusia, coba
bayangkan jika densitasnya lebih besar dari pada air, maka es akan tenggelam. Lalu gunung es
di dalam air laut ini semakin lama akan semakin menumpuk didasar laut dan air laut akan naik
menutupi permukaan bumi. Oleh karena itulah kita patut bersyukur atas keunikan sifat air
karena hal ini dapat dihindari.