You are on page 1of 3

NAMA : MUKHAMAD BURHANUDIN

KELAS : XI MIA 2

NO : 19

HIPERTENSI

Penyakit hipertensi merupakan kondisi medis kronis dimana tekanan darah di arteri meningkat
dan menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari yang biasanya untuk mengedarkan
darah melalui pembuluh darah.

GEJALA

Gejala – gejala hipertensi antara lain:

 Sakit kepala
 Jantung berdebar-debar
 Sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat
 Mudah lelah.
 Penglihatan kabur
 Wajah memerah
 Hidung berdarah
 Sering buang air kecil, terutama di malam hari
 Telinga berdening (tinnitus)

PENYEBAB

 Usia. Resiko tekanan darah tinggi meningkat.


 Ras. Tekanan darah tinggi
 Latar belakang keluarga
 Kelebihan berat badan atau obesitas.
 Tidak aktif secara fisik. Denyut jantung orang-orang yang tidak aktif cenderung lebih
tinggi. Sehingga semakin keras jantung Anda harus bekerja dengan setiap kontraksi dan
semakin kuat gaya pada arteri Anda. Kekurangan aktivitas fisik juga meningkatkan risiko
kelebihan berat badan.
 Merokok
 Terlalu banyak garam (sodium) pada diet Anda. Terlalu banyak sodium pada diet Anda
dapat menyebabkan tubuh Anda menahan cairan yang meningkatkan tekanan darah.
 Terlalu sedikit potasium pada diet Anda. Pottasium membantu menyeimbangkan jumlah
dari sodium di sel Anda. Jika Anda tidak mendapat potasium yang cukup pada diet Anda
atau menahan potasium, Anda bias menumpuk terlalu banyak sodium di dalam darah.
 Terlalu sedikit vitamin D di dalam darah Anda. Tidak pasti apakah memiliki terlalu
sedikit vitamin D dalam diet Anda dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Vitamin D
dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan
darah Anda.
 Terlalu banyak minum alkohol
 Stres
 Kondisi kronik tertentu. Seperti, kolestrol tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan “sleep
apnea”.
 Terkadang kehamilan juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

PENCEGAHAN

 Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan
darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
 Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium,
magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
 Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah
tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita
hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan
wanita 15 ml per hari.
 Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita
tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari
santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali
seminggu.
 Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel,
melon, dan jeruk.
 Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi
Anda.
 Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau
hipertensi.
 Kendalikan kadar kolesterol Anda.
 Kendalikan diabetes Anda.
 Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda
menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak
meningkatkan tekanan darah

PENGOBATAN HIPERTENSI

Cara untuk mengobati hipertensi antara lain dengan memakan buah-buahan kaya serat setiap
hari. Jeruk, apel, dan pisang merupakan beberapa buah-buahan yang paling direkomendasikan
bagi penderita darah tinggi.

Sayuran hijau juga dapat membantu proses pemulihan tekanan darah tinggi. Bayam, brokoli,
kacang panjang, dan buncis wajib ada di daftar menu harian Anda.

Lakukan diet tekanan darah tinggi. Pertama, diet asupan garam (sodium/natrium). Jangan
meletakkan garam di atas meja makan untuk menghindari penambahan garam pada masakan
yang telah siap santap.

Selain itu, pilih makanan dengan jumlah sodium rendah. Batasi pula konsumsi daging dan keju
serta hindari camilan yang bercita rasa asin. Bagi Anda yang hobi menambahkan saus, segeralah
hentikan kebiasaan itu.

Perbanyak konsumsi asupan suplemen potasium/kalium 2-4 gram per hari. Potasium umumnya
banyak terdapat dalam buah-buahan serta sayuran. Alpukat, melon, pare, labu siam, bligo, labu
parang, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang putih adalah sederet buah dan sayur yang tinggi
potasium.

Makanan yang mengandung unsur omega 3 juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah.
Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat diuretik seperti Tablet
Hydrochlorothiazide (HCT) dan Lasix (Furosemide).

Obat tersebut merupakan golongan obat hipertensi yang bekerja dengan merangsang pengeluaran
cairan tubuh melalui urin. Ada pula Beta-blockers seperti Atenolol (Tenorim) dan Capoten
(Captopril).

Obat-obat tersebut dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah dengan cara memperlambat
kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.

Calcium channel blockers seperti Norvasc (amlopidine) dan Angiotensinconverting enzyme


(ACE) juga biasa digunaan dalam pengontrolan darah tinggi atau hipertensi. Obat-obat tersebut
bekerja dengan melenturkan dan melebarkan pembuluh darah.

SUMBER

https://caramengobatihipertensidarahtinggi.wordpress.com/

http://www.deherba.com/panduan-praktis-cara-mengobati-darah-tinggi.html