You are on page 1of 10

ANALISIS TANAH DAN TANAMAN

KADAR N TOTAL TANAH

PAPER

Aldi Nata Gumilar 20160210088


Aviscenna Syahidaturachman 20160210163
Randy Akbar Putra 20160210105
Shinta Kusuma Wardani 20160210045
Sri Devi Octavia 20160210061
Wallid Nur Achsan 20160210115
Yusuf Nur Ilyas 20160210058

PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
Pengertian N Total
Sumber nitrogen terbesar bagi tanaman berasal dari N atmosfer.Nitrogen organik
yang dibenamkan ke dalam tanah merupakan N organik tanah yang bentuk kimianya tidak
dapat diserap begitu saja oleh tanaman. Dalam bentuk NO3-, nitrogen mudah keluar dari
daerah perakaran. Ia mudah tercuci karena besar muatan listrik positif tanah biasanya sangat
kecil. Nitrogen dalam bentuk NO3- juga dapat tereduksi secara mikrobiologis menjadi NO,
N2O, atau N2 yang menguap.
Jumlah NH4+ dan NO3- di dalam tanah dapat bertambah akibat dari pemupukan N,
fiksasi N biologis, hujan, dan penambahan bahan organik. Sedangkan berkurangnya jumlah
NH4+ dan NO3- disebabkan oleh pencucian, pemanenan, denitrifikasi, dan juga votalisasi.
Air sangat berperan sekali dalam dinamika nitrogen tanah.
Penerapan jumlah protein dilakuakan dengan penentuan jumlah nitrogen yang
terkandung oleh suatu bahan N-total bahan diukur dengan menggunakan metode mikro-
Kjeldahl. Prinsip dari metode ini adalah oksidasi senyawa organik oleh asam sulfat untuk
membentuk CO2 dan dalam bentuk ammonia yaitu penentuan protein berdasarkan jumlah N.
Penentuan jumlah protein seharusnya hanya nitrogen yang berasal dari protein saja
yang ditentukan. Akan tetapi teknik ini sangat sulit sekali dilakukan mengingan kandungan
senyawa N lain selain protein dalam bahan juga terikut dalam analisis ini. Jumlah senyawa
ini biasanya sangat kecil yang meliputi urea, asam nukleat, ammonia, nitrat, nitrit, asam
amino, amida, purin dan pirimidin, oleh karena itu penentuan jumlah N total ini tetap
dilakukan untuk mewakili jumlah protein yang ada. Kadar protein yang ditentukan dengan
cara ini biasa disebut sebagai protein kasar atau crade protein. Analisa protein cara Kjeldahl
pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahap yaitu proses destruksi, destilasi dan titrasi
(Sudarmadji, 1996)
Cara utama nitrogen masuk ke dalam tanah adalah akibat kegiatan jasad renik, baik
yang hidup bebas maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Dalam hal yang terakhir
nitrogen yang diikat digunakan dalam sintesa amino dan protein oleh tanaman inang. Jika
tanaman atau jasad renik pengikat nitrogen bebas, maka bakteri pembusuk membebaskan
asam amino dari protein, bakteri amonifikasi membebaskan amonium dari grup amino, yang
kemudian dilarutkan dalam larutan tanah. Amonium diserap tanaman, atau diserap setelah
dikonversikan menjadi nitrat oleh bakteri nitrifikasi (Hakim, dkk., 1986).
Amonium dalam kadar yang tinggi dapat meracuni tanaman. Hal ini disebabkan oleh
adanya amoniak (NH3) yang terbentuk dari amonium. Bagi tanaman yang berwarna hijau
mengandung N protein terbanyak dan meliputi 70% - 80% dari total N tanaman. Nitrogen
asam nukleat terdapat sekitar 10% dan asam amino terlarut hanya sebanyak 5% dari total
dalam tanaman. Pada biji tanaman, protein umumnya dalam bentuk tersimpan (Rosmarkam
& Yuwono, 2002).
Adapun nilai dan kriteria N di dalam tanah yang berdasarkan Standar Internasional
(SI) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Nilai dan Kriteria N dalam Tanah yang Berdasarkan Standar Internasional (SI)
Nilai N-Total Kriteria N-Total
< 0,1 Sangat rendah
0,1 – 0,21 Rendah
0,22 – 0,51 Sedang
0,52 – 0,75 Tinggi
> 0,75 Sangat tinggi

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan N adalah kegiatan jasad renik, baik


yang hidup bebas maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Pertambahan lain dari nitrogen
tanah adalah akibat loncatan suatu listrik di udara. Nitrogen dapat masuk melalui air hujan
dalam bentuk nitrat. Jumlah ini sangat tergantung pada tempat dan iklim (Hakim, dkk., 1986).
Nitrogen dalam tanah berasal dari (1.) Bahan organik tanah (bahan organik halus, N tinggi,
C/N rendah; dan bahan organik, kasar, N rendah C/N tinggi. Bahan organik merupakan
sumber N yang utama di dalam tanah.); (2.) Pengikatan oleh mikroorganisme dan N udara
(Simbiose dengan tanaman legumenose, yaitu oleh bakteri bintil akar atau Rhizobium;
Bakteri yang hidup bebas (nonsimbiotik) yaitu Azotobacter (aerobik) dan Clostridium
(anaerobik)); (3.) Pupuk, misalnya ZA, Urea, dan lain-lain; dan (4.) Air hujan.
Fungsi N adalah memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman dan pembentukan
protein. Gejala-gejala kekurangan N adalah tanaman kerdil, pertumbuhan akar terbatas, dan
daun-daun kuning dan gugur.
Gejala-gejala kebanyakan N adalah memperlambat kematangan tanaman, batang-
batang lemah mudah roboh, dan mengurangi daya tahan tanaman terhadap penyakit. Nitrogen
di dalam tanah terdapat dalam berbagai bentuk yaitu protein, senyawa-senyawa amino,
Amonium (NH4+), dan Nitrat (NO3-).
Nitrogen diserap tanaman sebagai NO3- dan NH4+, yang kemudian dimasukkan ke
dalam semua asam amino dan protein. Nitrogen merupakan unsur hara yang sangat banyak
sering membatasi hasil tanaman. Defisit protein yang cukup luas di daerah tropika
menandakan kandungan N tanamannya rendah.
Di lain pihak, pencucian unsur nitrogen pada usaha tani yang intensif telah
mengakibatkan air bumi tercemari. Nitrogen anorganik memang mudah berfluktuasi,
terutama di daerah dengan perubahan curah hujan yang sangat nyata. Kadar air tanah
merupakan faktor penting yang mempengaruhi dinamika nitrogen di dalam tanah.
Meneralisasi nitrogen terdiri dari:
1. Aminisasi (protein menjadi R-NH2)
2. Amonifikasi (R-NH2 menjadi NH4+)
3. Nitrifikasi (NH4+ menjadi NO3-)
(Pengelolaan Kesuburan Tanah, oleh Ir. Henry K. Indranada, 1994).
Hilangnya N dari tanah karena digunakan oleh tanaman atau mikroorganisme, N
dalam bentuk NH4+ dapat diikat oleh mineral liat jenis illit sehingga tidak dapat digunakan
oleh tanaman, N dalam bentuk NO3- mudah dicuci oleh air hujan, banyak hujan N rendah,
dan tanah pasir mudah merembeskan air sehingga N lebih rendah daripada tanah liat
(Hardjowigeno, 2003).

Fungsi N Total
Fungsi dari evaluasi tanah adalah sebagai pengukur sifat kimia dan fisika pada tanah.
Dalam artian sempit analisis tanah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untu
mengukuran kadar hara yang terkandung pada tanah terutama kadar N total. Kadar N total
didalam tanah akan diukur untuk mengetahui jumlah kadar kandungan nitrogen. Hal ini
dikarenaka nitrogen memiliki peranan penting yang sangat berpengaruh pada proses
pertumbuhan tanaman.

Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen
merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen
katalis biologis yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari
nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam
tumbuhan. Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan
klorofil, energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan
senyawa nitrogen ( Hardjowigeno, 2003).
Fungsi N adalah memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman dan pembentukan
protein. Gejala-gejala kekurangan N adalah tanaman kerdil, pertumbuhan akar terbatas, dan
daun-daun kuning dan gugur. Gejala-gejala kebanyakan N adalah memperlambat kematangan
tanaman, batang-batang lemah mudah roboh, dan mengurangi daya tahan tanaman terhadap
penyakit. Nitrogen di dalam tanah terdapat dalam berbagai bentuk yaitu protein, senyawa-
senyawa amino, Amonium (NH4+), dan Nitrat (NO3-).

Pengaruh jangka panjang pemupukan nitrogen dalam biosfer tidak diketahui, tetapi
pemupukan ini merupakan bahaya yang terpendam bagi pencemaran nitrat terhadap air tanah
dan eutrofikasi danau. Penting untuk disadari bahwa penambahan lebih banyak nitrogen ke
dalam tanah sebagai pupuk tidak selalu berakibat lebih banyak pencucian nitrat sampai ke
permukaan air tanah. Hal ini merupakan akibat dari kenyataan bahwa pertumbuhan tanaman
yang sangat meningkat memerlukan lebih banyak pengambilan nitrogen. Tetapi, kehilangan
nitrogen meningkat bila kemampuan tanah dalam imobilisasi terlampaui (Foth, 1994).

Pentingnya N Total

Penting untuk disadari bahwa penambahan lebih banyak nitrogen ke dalam


tanah sebagai pupuk tidak selalu berakibat lebih banyak pencucian nitrat sampai ke
permukaan air tanah. Hal ini merupakan akibat dari kenyataan bahwa pertumbuhan tanaman
yang sangat meningkat memerlukan lebih banyak pengambilan nitrogen. Tetapi, kehilangan
nitrogen meningkat bila kemampuan tanah dalam imobilisasi terlampaui (Foth, 1994).
Nitrogen dalam tanah berasal dari (1.) Bahan organik tanah (bahan organik halus, N tinggi,
C/N rendah; dan bahan organik, kasar, N rendah C/N tinggi. Bahan organik merupakan
sumber N yang utama di dalam tanah.); (2.) Pengikatan oleh mikroorganisme dan N udara
(Simbiose dengan tanaman legumenose, yaitu oleh bakteri bintil akar atau Rhizobium;
Bakteri yang hidup bebas (nonsimbiotik) yaitu Azotobacter (aerobik) dan Clostridium
(anaerobik)); (3.) Pupuk, misalnya ZA, Urea, dan lain-lain; dan (4.) Air hujan.

Fungsi N adalah memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman dan pembentukan


protein. Gejala-gejala kekurangan N adalah tanaman kerdil, pertumbuhan akar terbatas, dan
daun-daun kuning dan gugur. Gejala-gejala kebanyakan N adalah memperlambat kematangan
tanaman, batang-batang lemah mudah roboh, dan mengurangi daya tahan tanaman terhadap
penyakit. Nitrogen di dalam tanah terdapat dalam berbagai bentuk yaitu protein, senyawa-
senyawa amino, Amonium (NH4+), dan Nitrat (NO3-). Hilangnya N dari tanah karena
digunakan oleh tanaman atau mikroorganisme, N dalam bentuk NH4+ dapat diikat oleh
mineral liat jenis illit sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman, N dalam bentuk NO3-
mudah dicuci oleh air hujan, banyak hujan N rendah, dan tanah pasir mudah merembeskan
air sehingga N lebih rendah daripada tanah liat (Hardjowigeno, 2003).

Kemas (2005) yang menyatakan bahwa kekurangan N menyebabkan tanaman kerdil,


pertumbuhan akar terbatas, daun-daun kuning dan gugur. Senyawa nitrogen yang terdapat di
dalam tanah saling berhubungan satu sama lain dengan kandungan bahan organik yang
terkandung di dalam tanah tersebut. Telah di jelaskan sebelumnya bahwa jika kandungan
bahan organik yang terkandung didalam tanah rendah maka jumlah senyawa nitrogen di
dalam tanah tersebut juga rendah bahkan tidak ada.

Cara Uji N Total

a. Alat

Nama Alat Jumlah

Labu Kjedahl 1 buah

Pipet Ukur 10 ml 1 buah

Karet Penghisap 1 buah

Gelas Ukur 100 ml 1 buah

Destruksi 1 buah

Destilasi 1 buah

Erlenmeyer 100 ml 1 buah

Neraca Analitik 1 buah

Buret 1 buah

Shaker 1 buah
b. Bahan

Bahan Jumlah

Sampel Tanah 0,5 gr

Selen 0,5 gr

Aquadest 40 ml

Naoh 40% 20 ml

Asam Borat 10 ml

Indikator Conway 1-3 tetes

H2SO4 0,1 N secukupnya

c. Cara Kerja
Persiapan Destilasi
1. Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Masukan H3BO3 10 ml ke dalam Erlenmeyer 100 ml.
3. Tambahkan 1-3 tetes indikator Conway.
4. Lalu pasangkan Erlenmeyer ke dalam destilasi.

Persiapan Sampel

1. Timbang 0,5 gr sampel tanah dan masukkan ke dalam labu kjedal.


2. Tambahkan 0,5 gr selen dan 5 ml H2SO4 pekat.
3. Lalu destruksi sampai warna berubah menjadi putih susu dan diinginkan
4. Tambahkan aquadest 40 ml dan 20 ml NaOH 40% ke dalam labu kjeldal.
5. Lalu pasang labu kjeldal ke bagian atas alat destiasi.
6. Lalu destilasi sampai warna berubah menjadi hijau dan bersisa 40 ml.
7. Kemudian titrasi menggunakan H2SO4 0,1 N sampai larutan berubah menjadi
warna merah muda.
8. Kemudian catat pemakaiannya.
Hasil titrasi :

Blanko 0,1 ml

Sampel 1,1 ml

Rumus %N :
ml penitar−ml blanko x N (0,1)x BEN(14)
%N = x 100
berat (mg)

Perhitungan :
ml penitar−ml blanko x N (0,1)x BEN(14)
%N = x 100
berat (mg)

0,7−0,1 x 0,1 x 14
%N = x 100
500

0,7−0,1 x 1,4
%N = x 100
500

0,6 − 0,14
%N = x 100
500

%N = 0,092%
Kesimpulan
Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Sumber
nitrogen yang dibutukan oleh tanaman sebagian besar berasal dari atmosfer, selain nitrogen
yang berasal dari atmosfer terdapat nitrogen yang dibenamkan ke dalam tanah. Akan tetapi
nitrogen yang dibenamkan ke dalam tanah tidak dapat diserap begitu saja oleh tanaman. Cara
utama nitrogen masuk ke dalam tanah adalah akibat kegiatan jasad renik, baik yang hidup
bebas maupun yang bersimbiose dengan tanaman.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan N adalah kegiatan jasad renik, baik


yang hidup bebas maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Fungsi N adalah memperbaiki
pertumbuhan vegetatif tanaman dan pembentukan protein. Sementara itu untuk gejala-gejala
kekurangan N adalah tanaman kerdil, pertumbuhan akar terbatas, dan daun-daun kuning dan
gugur. Begitu juga apabila tanaman kelebihan N, maka proses pematangan tanaman akar
melambat, batang lemah dan mudah roboh, serta mengurangi daya tahan tanaman terhadap
serangan penyakit.
DAFTAR PUSTAKA

Ali Hanafiah,Kemas. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Buckman, H.O dan N.C, Brady., 1982. Ilmu Tanah.Bhratara Karya Aksara. Jakarta.
Foth, H.D., 1994. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Erlangga. Jakarta.
Hakim, N., Y.M. Nyakpa, M.A. Lubis, G.S. Nogroho, Saul R.M., Diha A.M., Hong B.G., dan
Bailey H.H., 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Lampung.
Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Hardjowigeno, S., 2003. Ilmu Tanah. Akademika Presindo. Jakarta.


Khopkar. 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI Press.
Lopulisa, C., 2004. Tanah-Tanah Utama Dunia Ciri, Genesa, dan Klasifikasinya. Lembanga
Penerbitan Universitas Hasanuddin. Makassar.
Rosmarkam, Afandie dan Nasih Widya Yuwono, 2002.Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius,
Yogyakarta.
Sudarmadji, S. 1996. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty.
Winarno. 1992. Dasar-Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Binarupa Aksara.