You are on page 1of 3

KERATITIS

I. DEFINISI
Keratitis sdalah radang pada kornea (Junadi,Soernasto dan Amelz, 1982).
Keratitis adalah radang selaput bening mata (Ramali, Pamoentjak,2000).
Keratitis adalah inflamasi atau peradangan pada kornea, karena inflamasi
mungkin disebabkan oleh iritasi atau infeksi (Ignatavisius & Bayne,1991 )

II. KLASIFIKASI KERATITIS


Radang kornea diklasifikasikan dalam lapisan kornea, yaitu:
A.Keratitis Superfisial
1.Epitelial
a. Keratitis pungtata superfisialis
Keratitis pungtata yaitu peradangan kornea dengan infiltrate
berbentuk bercak-bercak halus (Ilyas,Tanzil,Azhar, 1981). Keratitis
pungtata adalah keratitis yang terkumpul didaerah membrane bowman,
dengan infiltrate berbentuk bercak-bercak halus (Ilyas,1998).keratits
pungata superfisialis adalah suatu keadaan dimana sel-sel pad permukaan
kornea mati.Keratitis pungata superfisialis merupakan cacat halus karena
superfisialis berwarna hijau bila diwarnai denganfkuoresein (Ilyas,1998).

b. .Keratitis fliktenularis
Merupakankeratitis yang terdapat pada oftalmia fliktenularis yang berupa
tonjolan bulat, kuning keabu-abuan,sering dijumpai di Embus kornea dan
konjungtiva (Junadi, dkk.1982).
Kertitis flikten adalah peradangan kornea akibat reaksi alergi
dengan gambaran berupa lesi yang berbatas tegas, dapat disertai pembuluh
darah atau tidak, biasanya terletak pada kornea perifer atau sentral di
daerah celak kelopak mata (Ilyas dkk 1981).
Keratis flikten merupakan manifestasi alergi endogen terhadap
protein kuman tuberculosis dan stafilokokus (Ilyas, 1985).

c. Keratitis denderitika
Merupakan keratitis superficial yang membentuk garis infiltrate
pada permukaan kornea yang kemudian membentuk cabang (Ilyas,1998).

d. Keratis filamentosa
Keratitis filamentosa yaitu keratitis yang disertai adanya filament
mukoid dan deskuamasi sel epitel pad permukaan kornea (Ilyas, 1998).
e. Keratitis lagoltamosa.
Yaitu keratitis yang terjadi akibat adanya lagoftalmos dimana kelopak
tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga terdapat kekeringan
kornea (Ilyas, 1998).
Keratitis lagoftalmosa adalah keratitis yang terjadi pada defek palpebra
ekstropion ( kelainan posisi kelopak mata dimana tepi kelopak mata
mengarah keluar sehingga bagian dalam kelopak), kelumpuhan nervus VII
atau koma (junadi dkk, 1982).

f. Keratitis neuropatika.
2. Subepitalial (Fluorosen test )

a. Kerato-Konjungtivitis Epidemi (EKC).


Adalah keratitis yang terjadi akibat reaksi peradangan kornea dan
konjungtiva (Ilyas, 1998)

b. Keratitis “Weshoff-Himmer” (Sawahika)


Adalah keratitis yang infiltratnya berbentuk bulat-bulat seperti
mata uang, tidak terdapat neovaskularisasi (Junadi, 1982).

c.Keratitis Neumolaris (Herpes Zooster)..

B.Keratitis Profunda
I. .Keratitis interstitialis
Keratitis interstitialis adalah suatu peradangan kornea bagian
dalam yang ( paling) sering disebabkan oleh sifilis congenital (Ilyas,1981).
Keratitis interstitialis adalah keratitis yang ditemukan pada
jaringan kornea yang lebih dalam dan merupakan keratitis non supuratif
profunda disertai dengan neovaskurasasi, keratitis ini disebut juga keratitis
parenkim matosa (Ilyas,1981).
II. Keratis disiformis
Yaitu keratitis yang membentuk kekeruhan infiltrate yang bulat
atau lonjong didalam jaringan kornea (Ilyas, 1998).
Keratis skerotikaos ( sclera keratitis, sclerosing keratitis)
Keratitis skerotikaos adalah suatu perubahan stroma kornea yang
menyebabkan kornea tampak sebagai sklera, akibat radang sklera (Ilyas,
1981).
Keratitis sklerotikan adalah kekeruhan berbentuk berbentuk
segitiga pada kornea yang menyertai radang sclera atau skleritis (Ilyas,
1998).

III. ETIOLOGI
Secara umum, keratitis disebabkan oleh:
1. Bakteri
2. Virus
3. Jamur
4. Proses peradangan
5. Kurangnya air mata
6. Keracunan obat
7. Reaksi alergi terhadap obat yang diberikan topical
8. Reajsi terhadap konjungtivis menahun
9. Trauma: kimia-fisik/ mekanik

A. Keratitis Superfisial
1. Epitel
a. Keratis pungtata
. Penyebabnya bisa berupa:
 Infeksi virus
 Infeksi Bakteri
 Mata kering ( dry eyes )
 Sinar ultraviolet (sinar matahari,sinar lampu,
sinar dari las listrik)
 Iritasi akibat pemakain lensa kontak jangka
panjang
 Iritasi atau alergi terhadap obat tetes mata
 Efek samping obat tertentu (misalnya
vidarabin)
 Keracunan obat seperti neomisin,
tobramisin, dan bahan pengawet lainnya.
 Trauma

b. Keratitis fliktenularis
Disebabkan karena alergi endogen terhadap protein
kuman tuberculosis dan staphilococus.
c. Keratitis dendrite
Disebabkan karenavirus herpes simpleks
d. Keratitis filamentosa
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi
penyebabnya dapat disertai penyakit lain seperti:
1)
e. Keratitis Lagoftalmosa
f. Keratitis neuropalitika

1.