You are on page 1of 14

PRODUK, JASA DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK

Disusun untuk memenuhi tugas

mata kuliah Dasar-Dasar Pemasaran yang dibina oleh Suhariyono, Prof. DR.MA. dan Swasta
Priambada, S.Sos. MAB.

Oleh:

Sella Widya Prafajarika 125030301111005

Yulia Fadilah 125030301111006

Yuni Eko Sevianingsih 125030307111018

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

PROGRAM STUDI BISNIS INTERNASIONAL

Maret 2013
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya
sehingga kami diberikan kesehatan untuk menyeleseikan tugas makalah dasar- dasar
pemasaran yang berjudul “Produk, Jasa dan Strategi Penentuan Merek”.

Dalam menyusun makalah ini tentunya tidak dapat terlaksana apabila tanpa
semangat,dukungan,serta bimbingan. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada
dosen kami Suhariyono, Prof. DR.MA. dan Swasta Priambada, S.SOS. MAB selaku dosen
Dasar-Dasar Pemasaran yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Kami
berharap makalah ini dapat bermanfaat.

Wabillahi taufik walhidayah,wassalamu’alaikum Wr.Wb

Malang, Maret 2013

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak
mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. Oleh karena itu, produsen
dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai
produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang
pemasaran untuk tujuan meningkatkan pendapatan yaitu melalui merek.Sedangkan
suatu produk tidak akan dibeli apabila produk tersebut tidak dikenal. Jadi penentuan merek
yang baik juga mempengaruhi pemasaran suatu produk. Suatu merek yang sudah terkenal
akan laris dipasarkan meskipun ada produk lain dengan kualitas sama yang beredar.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penetapan merek produk adalah salah satu faktor
yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan
terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka penetapan
merek merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan
mempertahankan usaha.

Oleh karenanya sudah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melaksanakan


penetapan merek dengan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang
efektif. Penetapan merek yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan perusahaan.
Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami
perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang
lainnya. Oleh karena itu strategi penetapan merek mempunyai peranan yang sangat penting
untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping
itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan
perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran
harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan
perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah seperti yang diuraikan pada bagian sebelumnya,
rumusan masalah dalam karya tulis adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana strategi produk dan jasa agar perusahaan dapat berkembang dengan pesat?
2. Bagaimana cara menetapkan merek yang kuat bagi perusahaan?

Tujuan

1. Untuk mendeskripsikan strategi produk dan jasa agar perusahaan dapat berkembang
dengan pesat.

Untuk mendeskripsikan cara penetapan merek yang kuat bagi perusahaan.


BAB II
PEMBAHASAN

PRODUK, JASA DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK


Mendefinisikan produk (product) sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan
kepada pasar agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat
memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Dalam arti luas produk mencangkup objek-
objek fisik, jasa acara, orang, tempat, organisasi, ide atau bauran entitas-entitas ini.
Contohnya iPod Apple, Toyota Camry, dan caffe Mocha di strarbucks adalah produk.
Karena begitu penting dalam ekonomi dunia, kita memberikan perhatian khusus
kepada jasa. Jasa (service) adalah bentuk yang terdiri dari aktifitas, manfaat, atau kepuasan
yang ditawarkan untuk dijual dan pada dasarnya tak berwujud serta tidak menghasilkan
kepemilikan akan sesuatu. Contohnya perbankan, hotel, maskapai penerbangan, pengecer,
persiapan pajak, dan jasa perbaikan rumah.

Produk, Jasa, Pengalaman


Produk adalah elemen kunci dalam keseluruhan penawaran pasar,. Perencanaan
bauran pemasaran dimulai dengan merumuskan penawaran yang memberikan nilai pelanggan
sasaran. Penawaran ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam membangun hubungan yang
menguntunkan dengan pelanggan. Masing-masing komponen bisa menjadi bagian kecil atau
bagian utama dari keseluruhan penawaran. Pada satu sisi, penawaran bisa terdiri dari barang
yang sepenuhnya terwujud, seperti sabun, pasta gigi dan garam-tidak ada jasa yang menyertai
produk. Pada sisi lainya, ada jasa sepenuhnya, di mana penawaran terdiri dari jasa. Meliputi
pemeriksaan dokter atapun jasa keuangan. Untuk mendiferensiasikan suatu penawaran di
samping hanya membuat produk dan menghantarkan jasa, mereka menciptakan dan
mengelola pengalaman pelanggan dengan produk atau perusahaan. Perusahaan yang
memasarkan pengalaman menyadari bahwa pelanggan benar-benar membeli lebih dari
sekedar produk dan jasa. Para pelanggan membeli apa yang akan dilakukan penawaran itu
bagi mereka. Contohnya adalah pengalaman selalu penting dalam dunia hiburan – Disney
sejak lama memproduksi pengalaman unik melalui film-film dan taman tematiknya. Namun,
saat ini, semua jenis perusahaan menentukan kembali peran barang dan jasa tradisional
mereka untuk menciptakan pengalaman. Contohnya, Amerika Girl Inc. melakukan lebih dari
sekedar membuat dan menjual boneka mahal. Perusahaan mengambil langkah tambahan
untuk menciptakan pengalaman khusus antara boneka dan anak perempuan yang
menggemarinya.

Tingkat Produk dan Jasa


Perencanaan produk harus berfikir tentang produk dan jasa dalam 3 tingkat. Masing-
masing tingkat menambah lebih banyak nilai pelanggan. Tingkat yang paling dasar adalah
manfaat inti, yang membawa pertanyaan Apa yang di beli oleh pembeli? Ketika merancang
produk mula-mula pemasar harus mendefinisikan inti, manfaat penyelesaian masalah atau
jasa yang dicari konsumen. Contohnya : orang-orang yang membeli BlackBerry membeli
lebih dari sekedar telepon genggam nirkabel, alat penjelajah email dan web, atau agenda
pribadi. Mereka membeli kebebasan dan konktivitas langsung terhadap orang serta sumber
daya lain.
Pada tingkat ke 2 para perencana produk harus mengubah manfaat inti menjadi
produk actual. Mereka harus menggembangkan fitur produk dan jasa, desain, tingkat kualitas,
nama merek dan kemasan.
Akhirnya, perencanaan produk harus membangun produk tambahaan di sekitar
manfaat inti dan produk actual dengan menawarkan pelayanaan dan manfaat konsumen
tambahan. Konsumen melihat produk sebagai kumpulan manfaat kompleks yang memuaskan
kebutuhan mereka. Mula-mula pemasar harus mengenali kebutuhan inti pelanggan yang akan
di puaskan oleh sebuah produk. Kemudian para pemasar harus merancang produk actual dan
menemukan cara untuk memberikan tambahan bagi produk itu agar menciptakan
sekumpulan manfaat yang akan memberikan penglaman pelanggan yang paling memuaskan.
Contohnya Blackberry harus menawarkan lebih tinggi dari hanya sekedar alat
komunikasi. Blackberry harus memberikan solusi lengkap tentang masalah konektivitas
mobilitas tinggi. Oleh karena itu, ketika pelanggan membeli blackberry, perusahaan dan
penyalurnya mungkin juga memberikan jaminan tentang komponen dan pengerjaan, intruksi
cara menggunakan peralatan, pelayanan perbaikan yang cepat ketika diperlukan, dan nomor
telepon bebas pulsa serta situs web untuk digunakan jika mereka mempunyai masalah atau
pertanyaan.
Klasifikasi produk dan jasa
Produk dan jasa di bagi menjadi 2 kelompok besar yaitu, produk konsumen dan
produk industry. Produk konsumen yaitu produk yang dibeli oleh konsumen akhir untuk
konsumsi pribadi. Produk industri yaitu produk yang dibeli oleh individu dan organisasi
untuk pemrosesan lebih lanjut atau untuk digunakan dalam menjalankan bisnis.
Produk konsumen meliputi produk kebutuhan sehari-hari, produk belanja, produk
khusus, produk yang tidak dicari. Produk kebutuhan sehari-hari (convenience product )
adalah produk dan jasa konsumen yang biasanya sering dan segera di beli pelanggan, dengan
usaha pembandingan dan pembelian yang minimum. Produk belanja (shopping product )
adalah produk dan jasa konsumen yang lebih jarang di beli dan pelanggan membandingkan
kecocokan kualitas harga dan gaya produk secara cermat. Produk khusus (specialty product )
adalah produk konsumen dengan karakteristik unik atau identifikasi merek dimana
sekelompok pembeli signifikan bersedia melakukan usaha pembelian khusus. Produk yang
tidak dicari yaitu produk konsumen yang tidak dikenal konsumen atau mungkin di kenal
konsumen tetapi biasanya konsumen tidak pernah berfikir untuk membelinya.
Perbedaan diantara produk konsumen dan industry terletak pada tujuan untuk apa
produk itu dibeli.
Tiga kelompok produk dan jasa industry meliputi bahan dan suku cadang, barang-barang
modal, dan persediaan serta pelayanan.
 Bahan dan suku cadang mencakup bahan mentah (tepung, kapas, ternak, buah-
buahan, sayur-mayur) serta bahan dan suku cadang manufaktur (besi, benang, semen,
kabel, baja), dan suku cadang komponen ( motor kecil, ban, dan cetakan).
 Barang-barang modal adalah produk industry yang membantu produksi atau operasi
pembeli, termasuk peralatan isntalasi (pabrik, kantor, peralatan tetap-generator,
penekan bor, system computer besar dan lift-) dan aksesoris (perlengkapan dan
peralatan pabrik portable- perkakas, truk, pengangkut, computer, mesin fax dan meja).
 Persediaan dan jasa. Persediaan mencakup persediaan operasi (pelumas, batubara,
kertas, dan pensil) serta barang perbaikan dan pemeliharaan (cat, paku, dan sapu).
Persediaan merupakan produk kebutuhan sehari-hari dalam bidang industry karena
persediaan ini biasanya dibeli dengan usaha atau perbandingan minimum. Jasa bisnis
meliputi jasa pemeliharaan dan perbaikan (pembersihan candela dan perbaikan
computer), serta jasa konsultasi bisnis (hukum, konsultasi manajemen, iklan). Jasa
semacam itu biasanya dipasok dalam suatu kontrak.
Organisasi , Orang, Tempat, dan Ide
Pemasaran organisasi terdiri dari kegiatan yang di laksanakan untuk menciptakan
memelihara atau mengubah sikap dan perilaku pelanggan sasaran terhadap organisasi. Baik
oraganisasi laba dan nirlaba mempraktekan pemasaraan oraganisasi. Pemasaraan orang terdiri
dari kegiatan yang dilaksanakan untuk menciptakan, memelihara, atau mengubah siklap atau
prilaku terhadap orang tertentu. Pemasaran tempat melibatkan kegiatan yang dilaksanakan
untuk menciptakan, memelihara, atau mengubah sikap terhadap tempat tertentu. Ide juga bisa
di pasarkan. Dalam salah satu arti semua pemasaran adalah pemasaran sebuah ide, baik itu
ide umum mengosok gigi anda atau ide khusus bahwa pasta gigi Crest “menciptakan senyum
setiap hari.” Tetapi kita memfokuskan kepada pemasaran ide-ide social.

Keputusan Produk dan Jasa


Pemasaran membuat keputusan produk dan jasa pada 3 tingkatan:
Keputusan Produk dan Jasa Individual.
Dalam pengembangan dan pemasaran produk dan jasa individual, kita akan
memusatkan perhatian pada keputusan tentang atribut produk, penetapan merek, kemasan,
pelabelan, dan jasa pendukung produk, yaitu:

Atribut produk dan jasa


Pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan pendefinisian manfaat yang
akan di tawarkan produk atau jasa tersebut. Manfaat ini di komunikasikan dan di
hantarkan oleh hal di bawah ini:
 Kualitas Produk
Salah satu sarana positioning utama pemasar. Kualitas mempunyai dampak
langsung terhadap kinerja produk atau jasa, oleh karena itu, kualitas berhubungan erat
dengan nilai dan kepuasan pelanggan. Dalam arti sempit, kualitas bisa didefinisikan
sebagai “bebas dari kerusakan”.
 Fitur Produk
Sarana kompetitif untuk mendeferensiasikan produk perusahaan dari produk
pesaing. Menjadi produsen pertama yang memperkenalkan fitur baru yang bernilai
adalah salah satu cara paling efektif untuk bersaing.
 Gaya dan desain produk
Desain adalah konsep yang lebih besar daripada gaya, sedangkan gaya hanya
menampilkan gambaran produk.
Penetapan merek
Merek (brand) adalah sebuah nama, istilah, tanda, lambang, atau kombinasi
semua ini, yang menunjukan identitas pembuat atau penjual produk dan jasa.
Penetapan merek menjadi begitu kuat sehingga saat ini tidak ada produk yang tidak
memiliki merek.

Kemasan
Kemasan (packaging) melibatkan perencanaan dan produksi wadah atau
pembungkus untuk sebuah produk. Fungsi utama adalah menyimpan dan melindungi
produk serta sebagai alat promosi.

Pelabelan
Label menunjukkan produk atau merek yang tercantum, dan juga bisa
menggambarkan hal tentang produk. Pelabelan digunakan untuk mempromosikan dan
mendukung positioning suatu produk.

Pelayanan pendukung produk


Pelayan pelanggan adalah langkah pertama adalah menyurvei pelanggan
secara berkala untuk menilai pelayanan saat ini dan memperoleh ide bagi pelayanan
baru. Berikutnya perusahaan harus menilai biaya untuk menyediakan pelayanan ini.
Kemudian perusahaan dapat mengembangkan satu paket pelayanan yang akan
memuaskan pelanggan dan menghasilkan laba untuk perusahaan.

Keputusan Lini Product


Lini produk (product line) adalah kelompok produk yang berhubungan erat karena
kelompok produk tersebut berfungsi dengan cara yang sama, dijual kepada kelompok
pelanggan yang sama, dipasarkan melalui tipe gerai yang sama, atau mempunyai kisaraan
harga yang sama. Perusahaan dapat memperpanjang lini produknya dalam 2 cara: dengan
perluasaan lini atau dengan pengisian lini. Perluasan lini produk terjadi ketika sebuah
perusahaan memperpanjang lini produknya melampaui rentang lini saat ini. Pengisian lini
produk adalah menambahkan lebih banyak barang dalam rentang lini saat ini. Jika pengisian
lini ini berlebihan akan menyebabkan “kanibalisasi” dan kebingungan pelanggan.

Keputusan Bauran Produk


Bauran produk (portofolio produk) terdiri dari semua lini produk dan barang yang di
jual oleh penjual tertentu. Bauran produk mempunyai 4 dimensi penting: lebar, panjang,
kedalaman, dan konsistensi. Lebar bauran produk mengacu pada jumlah lini produk berbeda
yang di bawa perusahaan. Panjang bauran produk mengacu pada jumlah keseluruhan barang
yang di bawa perusahaan dalam lini produknya. Kedalamaan bauran produk mengacu pada
jumlah versi yang ditawarkan masing-masing produk dalam lini. Konsitensi bauran produk
mengacu pada seberapa dekat hubungan antara berbagai lini produk dalam penggunaan akhir,
persyaratan produk, saluran distribusi, atau hal lainnya.

Strategi Penetapan Merek: Membangun Merek yang Kuat


Beberapa analis memandang merek sebagai aset permanen perusahaan yang utama.
Merek lebih dari sekadar nama dan lambang—merek membentuk segala arti produk atau jasa
bagi konsumen, jadi merek harus dikembangkan dan dikelola.

Ekuitas merek
Ekuitas merek adalah elemen kunci dalam hubungan perusahaan dan konsumen. Nilai
nyata dari sebuah merek adalah kekuatanya untuk menangkap preferensi dan loyalitas
konsumen. Merek yang kuat memiliki ekuitas merek yang tinggi. Nilai suatu merek
berdasarkan seberapa kuat merek tersebut memopunyai loyalitas merek, kesadaran konsumen
akan merek, kualitas yang dipersepsikan, asosiasi merek, dan berbagai aset lainnya seperti
paten, merek dagang, dan hubungan jaringan dirtribusi.
Ekuitas merek yang tinggi memberikan perusahaan beberapa keunggulan bersaing.
Merek yang kuat akan mempunyai kesadaran akan merek dan loyalitas konsumen yang
tinggi. Karena konsumen ingin memilih merek tertentu ketika berbelanja, perusahaan pemilik
merek tertentu tersebut juga mempunyai kekuatan tawar-menawar yang lebih tinggi dengan
pedagang perantara.

Pemilikan nama merek


Nama yang bagus sangat menambah kesuksesan produk. Namun, menemukan nama
yang merek yang terbaik merupakan tugas yang sulit.
Ciri-ciri yang diinginkan atas suatu nama merek adalah sebagai berikut.
1. Nama merek harus mencerminkan tentang manfaat dan kualitas produk yang
ditawarkan.
2. Nama merek harus mudah dieja, dikenali, dan diingat.
3. Nama merek harus khas.
4. Nama merek harus mudah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa asing.
5. Nama merek harus bisa didaftarkan dan memiliki kekuatan hukum.
Setelah dipilih, nama merek harus dilindungi. Banyak perusahaan yang berusaha
membangun nama merek hingga akhirnya akan diidentifikasikan sebagai kategori produknya.
Tetapi kesuksesan nama tersebut juga dapat mengancam perlindungan nama perusahaan.
Banyak nama yang pada awalnya terlindungi, telah menjadi nama generik yang dapat
digunakan oleh seluruh penjual.

Membangun merek yang kuat


Dalam membangun merek harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu: positioning
merek para pemasar harus tepat memposisikan merek mereka dengan jelas dalam pikiran
pelanggan sasaran. Pemilihan nama merek nama yang baik bisa sangat menambah
keberhasilan produk.
Sponsor merek mempunyai 4 pilihan sponsor yaitu.
- merek produsen: merek yang mendominasi lokasi eceran sejak lama
- merek pribadi (merek toko)
- pemberian lisensi
- Co-branding: praktek menggunakan nama merek terkenal dari dua perusahaan
berbeda untuk produk yang sama.
Pengembangan merek dalam hal ini perusahaan bisa memperkenalkan:
- perluasan lini: memperluas nama merek yang sudah ada menjadi bentuk, warna,
ukuran, bahan, atau rasa baru dari kategori produk yang ada
- perluasan merek: memperluas nama merek yang sudah ada menjadi kategori produk
baru
- multimerek: perusahaan memperkenalkan merek tambahan dalam kategori yang sama
atau memasarkan banyak merek berbeda dalam masing – masing kategori produknya
- merek baru: merek baru diperlukan saat nama merek yang ada telah melemah.

Mengelola merek
Perusahaan harus selalu mengelola merek mereka secara cermat. Pertama positioning
mereka harus terus di komunikasikan kepada konsumen. Positioning merek tidak akan
bertahan lama kecuali semua orang di dalam perusahaan selau menghidupkan merek tersebut.
Dan juga perusahaan harus selalu mengaudit kekuatan dan kelemahan merek mereka.

Pemasaran jasa
Sifat dan karakteristik jasa
- Jasa tak berwujud berarti bahwa jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, diraba, didengar,
atau dibaui.
- Jasa tak terpisahkan berarti bahwa jasa tidak bisa di pisahkan dari penyedianya, tanpa
mempedulikan apakah penyedia jasa itu mesin atau orang.
- Variabilitas jasa berarti bahwa kualitas jasa bergantung dari siapa yang menyediakan
jasa itu dan kapan, dimana, dan bagaimana jasa itu disediakan.
- Jasa dapat musnah berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan, dijual, atau di pergunakan
beberapa saat kemudian.

Strategi pemasaran untuk perusahaan jasa


Perusahaan jasa yang baik menggunakan pemasaraan untuk memposisikan diri
mereka sendiri secara kuat dalam pasar sasaran terpilih target menjanjikan. Dan juga
memfokuskan pada karyawan, karena para karyawan akan berhadapan langsung kepada
pelanggan. Ada 3 strategi dalam pemasaran perusahaan jasa yaitu :
- Rantai laba jasa: rantai yang menghubungkan laba perusahaan jasa dengan karyawan
dan kepuasan pelanggan.
- Pemasaran internal: berarti bahwa perusahaan jasa harus mengorientasikan dan
memotivasi karyawanya yang berhubungan dengan pelanggan dan mendukung orang-
orang pelayanan untuk bekerja sebagai satu tim untuk memberikan kepuasan
pelanggan.
- Pemasaran interaktif: berarti bahwa kualitas jasa sangat bergantung pada kualitas
interaksi pembeli-penjual selama transaksi jasa.
Saat ini, ketika persaingan dan biaya semakin meningkat, sementara produktivitas dan
kualitas menurun, semakin banyak kecanggihan pemasaran jasa yang di perlukan. Dan
perusahaan jasa menghadapi tiga tugas utama pemasaran yaitu : diferensiasi jasa, kualitas
jasa, dan produktivitas jasa.

Mengelola diferensiasi jasa


Solusi bagi persaingan harga adalah mengembangkan penawaran, penghantaran, dan
citra yang berbeda. Penawaran bias meliputi fitur inovatif yang membedakan penawaran
sebuah perusahaan dari penawaran pesaingnya.
Contoh: beberapa hotel menawarkan penyewaan mobil, perbankan dan jasa pusat
bisnis di lobi hotel dan koneksi internet berkecepatan tinggi secara gratis di kamar hotel.

Mengelola kualitas jasa


Perusahaan jasa harus dapat mendeferensikan dirinya dengan menghantarkan kualitas
yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan pesaingnya.

Mengelola produktivitas jasa


Dengan biaya yang meningkat cepat, perusahaan jasa mendapat tekanan besar untuk
meningkatkan produktivitas jasa. Mereka dapat melakukannya dalam beberapa cara. Mereka
dapat melatih karyawan lama dengan lebih baik atau mempekerjakan karyawan baru yang
akan bekerja lebih keras atau lebih terampil. Namun, perusahaan tidak boleh mendorong
produktivitas begitu keras sehinggamengurangi kualitas.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Produk adalah elemen kunci dalam penawaran pasar, pemasaran dimulai dengan
merumuskan penawaran yang memberikan nilai pelanggan sasaran. Untuk
mendiferensiasikan suatu penawaran di samping hanya membuat produk mereka juga
menawarkan jasa, mereka menciptakan dan mengelola pengalaman pelanggan dengan produk
atau perusahaan. Perusahaan yang memasarkan pengalaman menyadari bahwa pelanggan
benar-benar membeli lebih dari sekedar produk dan jasa. Disamping produk dan jasa,
perusahaan juga harus menetapkan merek agar memenuhi sasaran yang efektif dan untuk
menjadi ciri khas perusahaan tersebut.