You are on page 1of 5

A.

Pengertian Kloning
Kloning merupakan suatu proses reproduksi yang bersifat aseksual
untuk menciptakan replika yang tepat bagi suatu organisme. Teknik
kloning akan menghasilkan suatu spesies baru yang secara genetik persis
sama dengan induknya yang biasanya dikerjakan di dalam laboratorium.
Spesies baru yang dihasilkan tersebut disebut klon. Klon tersebut
diciptakan oleh suatu proses yang disebut transfer inti sel somatik.
Transfer inti sel somatik ini merupakan suatu proses yang mengacu
pada transfer inti dari sel somatik ke sel telur. Sel somatik tersebut adalah
semua sel di tubuh kecuali kuman. Adapun mekanismenya, inti sel
somatik akan dihapus dan dimasukkkan ke dalam telur yang tidak dibuahi
yang memiliki inti yang telah dihapus. Telur dengan intinya tersebut akan
tetap dijaga hingga menjadi embrio. Embrio ini kemudian akan
ditempatkan di dalam ibu pengganti dan berkembang di dalam ibu
pengganti.
Namun dalam perkembangannya metode transfer inti sel somatik
memiliki dua teknik kloning, yaitu teknik Roslin dan teknik Honolulu.
Kedua teknik tersebut hanya berbeda dalam proses pengkloningannya
saja, sedangkan spesies yang dihasilkan tetap indentik genetiknya
dengan sel induk.

B. Sejarah Perkembangan Kloning


Istilah kloning pertama kali diperkenalkan oleh Gurdon dengan
melakukan percobaan pada berudu pada tahun 1960. Dalam
percobaannya tersebut, Gurdon berhasil melahirkan berudu baru yang
identik dengan sel induk namun berudu tersebut tidak dapat
bermetamorfosis menjadi individu dewasa yang akhirnya mati terurai oleh
air.
Percobaan kedua dilakukan pada tahun 1980 oleh sekelompok tim
ilmuwan di Granada yang mengadaptasi teknik kloning dengan transfer
nukleus pada ternak sapi untuk memperbanyak produksi daging sapi.
Salah satu ilmuwan Granada yang menyumbangkan gagasan dan hasil
nyata dari teknik kloning pada tahun yang sama yaitu Steen Willadsen.
Willadsen mengembangkan teknik kloning yang dilakukan Gurdon.
Willdsen mencoba melakukan kloning pada domba dengan menggunakan
embrio domba dan kemudian menanamnya ke dalam sel telur domba
target dengan membuang nukleusnya. Dari hasil kloningnya, Willdsen
berhasil menemukan lima embrio domba yang kemudian teknik kloing
tersebut juga diterapkannya pada klonning sapi bekerja sama dengan
perusahaan ternak di Texas yang diwakili oleh Dr. Charles, Dr. Frank
Barnes, dan Dr. Ian Wilmuth. Hasil yang didapatkan dari percobaan
tersebut tidak berlangsung sesuai harapan. Spesies sapi yang baru
dihasilkan cenderung abnormal, ada yang bobotnya mencapai 180 pound
yang merupakan dua kali berat normal bahkan seiring pertumbuhannya
banyak sapi yang terkena penyakit diabetes dan penyakit gangguan
fungsi organ lainnya.
Tahun 1997, dengan mengadopsi teknik kloning yang pernah ia lakukan
bersama timnya, setelah melakukan 277 kali percobaan Dr. Ian Willmuth
berhasil membuktikan bahwasanya teknik kloning dapat dilakukan pada
mamalia dewasa yaitu domba yang kita kenal sebagai domba Dolly.
Domba Dolly direproduksi tanpa bantuan domba jantan, melainkan
diciptakan dari sebuah kelenjar susu yang diambil dari seekor domba
betina. Dr. Willmuth memeanfaatkan kelenjar susu dari domba finndorset
sebagai donor inti sel dan sel telur domba blackface sebagai resipien.
Penggabungan kedua sel tersebut memanfaatkan tegangan listrik 25 Volt
yang pada akhirnya terbentuk fusi antara sel telur domba blackface tanpa
nukleus dengan sel kelenjar susu domba finndorsat. Di dalam tabung
percobaan hasil fusi ini akan berkembang menjadi embrio yang
selanjutnya akan dipindahkan ke rahim domba blackface. Sehingga
spesies baru yang dilahirkan ialah spesis dengan ciri yang identik dengan
domba finndorset. Teknik kloning domba inilah yang hingga sekarang
banyak menjadi referensi para ilmuwan dalam melakukan pengembangan
teknik kloning.

C. Jenis-jenis Kloning
Teknik kloning merupakan suatu proses yang terus menjadi topik
perbincangan meski hasil yang didapat belum ada yang sempurna. Seiring
perkembangannya, telah banyak macam teknik kloning yang
diperkenalkan para ilmuwan, diantara sebagai berikut:
1. Kloning DNA Rekombinan
Kloning DNA rekombinan prinsipnya yaitu memindahkan sebagian
rantai DNA yang diinginkan dari suatu organisme pada satu element
replikasi genetik. Misalnya, penyisihan DNA plasmid bakteri untuk
mengklon satu gen.
2. Kloning Reproduktif
Prinsip kloning reproduktif yaitu menghasilkan hewan yang identik
dengan sel donor. Misalnya, kloning pada domba Dolly melalui proses
SCNT (Somatic Cell Nuklear Transfer).
3. Kloning Terapeutik
Kloning terapeutik merupakan teknik kloning yang tujuannya berbeda
dengan dua jenis kloning sebelumnya. Teknik ini dilakukan bukan untuk
menghasilkan spesies baru, tetapi untuk memproduksi embrio manusia
yang nantinya akan dijadikan bahan penelitian dalam menilai
perkembangan manusia serta penyembuhan penyakit.
D. Teknik Kloning
Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, teknik kloning
menganut metode yang sama yaitu transfer inti sel somatik. Hanya saja,
dalam pengaplikasian metode tersebut terdapat dua teknik yang berbeda.
Berikut ini penjelasan dua teknik yang dimaksudkan tersebut.
1. Teknik Roslin
Teknik Roslin merupakan teknik pengkloningan yang dikembangkan di
Roslin Institute. Percobaan yang dilakukan yaitu membuat boneka dengan
mengadaptasi pada teknik kloning. Tahapan yang mereka lakukan yakni
diawali dengan sel-sel somatik yang dibiarkan untuk terus tumbuh dan
membelah sehingga kemuadia kehilangan nutrisi untuk menginduksi sel-
sel ke tahap ditangguhkan atau tidak aktif. Kemudian, sel somatik ini
didekatkan dengan sel telur yang intinya telah dilepaskan yang kemudian
memanfaatkan pulsa listrik. Proses tersebut memungkinkan akan
berkembang menjadi embrio yang kemudian ditanamkan ke pengganti.
2. Teknik Honolulu
Teknik Honolulu dikembangkan di University of Hawaii oleh Dr. Teruhiko
Wakayana. Prinsip Dr. Wakayana yakni menghapus inti dari sel somatik
yang kemudian dimasukkan ke dalam telur yang intinya telah dihapus.
Telur kemudian ditetesi larutan kimia tertentu yang biasanya akan tumbuh
menjadi embrio. Embrio yang terbentuk ditanamkan ke pengganti dan
dibiarkan berkembang. Harapan pengembangan teknik ini ialah dapat
digunakan dalam meneliti dan mengobati penyakit manusia dan
mengubah genetik hewan untuk produksi organ transpalntasi manusia.
Jadi, pada prinsipnya suatu proses transfer nukleus dalam teknik
kloning sebaiknya dilakukan pada fase diam sel sehingga tidak merusak
siklus nukleus dan sub protein yang mengelilinginya.

Artikel Tentang Kloning


Nama : ABD.ROHMAN.S

No.absen : 01 (Satu)

Kelas : IX A

Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam

Sekolah : SMP Negeri 1 Pademawu

Tahun Pelajaran 2018/2019