Вы находитесь на странице: 1из 130

TUGAS AKHIR

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BANGUNAN MULTIFUNGSI di SURAKARTA


DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HEMAT ENERGI

TUGASAKHIR
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU SYARAT GUNA MEMPEROLEH
GELAR SARJANA STRATA SATU ( S1 ) PROGRAM STUDI ARSITEKTUR PADA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET, SURAKARTA

DISUSUN OLEH :
MAULANA ARIF UDDIN
I0205086

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
Ó 2009

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 1
TUGAS AKHIR

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA ( Apartement,


Kantor sewa, Mall ) Pendekatan Arsitektur Hemat Energy

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 PENGERTIAN JUDUL

Bangunan multifungsi merupakan Penggabungan lebih dari satu


fungsi fasilitas atau satu komplek bangunan dengan berbagai macam
kegiatan didalamnya.dengan perencanaan zonifikasi didalamnya, dapat
juga fungsi fasilitas tersebut berupa kombinasi dari
1
Residential,Commersial,Industrial, Office,Institusional dsb .
Bangunan Multifungsi menurut Dimitri Procos ( 1976 ) adalah
penggunaan campuran berbagai tata guna lahan/ fungsi dalam satu
bangunan / gedung yang menampung penggunaan beberapa kegiatan
yang memiliki keterkaitan yang erat antara masing-masing fungsi
dihubungkan dengan ruang/area transisi yang dapat menyatukan &
menyelaraskannya.
Yang dimaksud hemat energy adalah meminimalkan penggunaan
energy tanpa membatasi atau merubah fungsi bangunan, kenyamanan
2
maupun produktifitas penghuninya
Jadi yang dimaksud Bangunan Multifungsi dengan konsep
Arsitektur Hemat Energi disini adalah : Sebuah wadah yang
mengemas beberapa fungsi fasilitas ( mall, Rental office, Apartement )
dalam sebuah bangunan / kompleks bangunan di kota solo yang
mempunyai kemampuan untuk memproduksi energi dan pengendalian
penggunaan energi yang diaplikasikan dalam desain Arsitektur.

1 Wikipedia USA 2007


2 Jimmy Priatman, “ Energy-Efficient Architecture, Paradigma dan manifestasi
Arsitektur Hijau” Dimensi Teknik Arsitektur Vol.30, no.2, Desember 2002: 167-175 Jurusan
Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan-Universitas Kristen Petra, halaman
170.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 2
TUGAS AKHIR

1.2 LATAR BELAKANG


1.2.1 Prospek Bangunan Multifungsi Di Surakarta
Pada era perubahan dan informasi pada saat ini manusia
3
dituntut untuk bergerak cepat, praktis, efisien dan cenderung instan .
Kota solo akhir-akhir ini menunjukkan sebuah perubahan menuju pada
era tersebut,dan tidak lama lagi akan memiliki gaya hidup Urban yang
kondang dengan pragmatisnya itu. Menjamurnya bangunan tinggi
dikota solo merupakan salah satu indikasi dari perubahan kota solo
yang semakin maju. Tercatat di Jawa Tengah akan ada 24 bangunan
gedung berlantai minimal 8 lantai, dengan kota solo yang akan
4
memiliki gedung tertinggi yaitu Kusuma mulia tower setinggi 27 lantai .
Dengan bertambah majunya sebuah kota akan berimbas pada perilaku
dan kegiatan masyarakat yang bertambah komplek.
Solo Sebagai kota Urban memiliki perkembangan penduduk
yang cukup tinggi, berdasarkan data statistik pada tahun 2008 jumlah
5
penduduk dikota solo sekitar 639.650 jiwa dengan luas wilayah 44.04
km2, namun dengan berkembangnya jumlah penduduk berbanding
terbalik dengan ruang publik kota dan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) yang
6
sekarang dimiliki hanya sekitar 4-5 hektar atau kurang dari 1% ,padahal
menurut UU No.26/2007 tentang Ruang dan permendagri,
UU no. 1/2007 Tentang RTH kawasan perkotaan setiap kota harus
memiliki minimal 30% RTH. ini merupakan sebuah Indikasi bahwa
Kota solo sekarang mulai mengalami krisis lahan.Dengan tingkat
kepadatan penduduk yang tinggi dan berimbas ke semua aspek
terutama penyediaan lahan menyebabkan kebijakan baru pemerintah
Kota solo mengenai pendirian bangunan tinggi khususnya didaerah
Central Bussines District ( CBD ) ditujukan untuk pemaksimalan
penggunaan lahan dan karena permintaan lahan yang cukup tinggi
dan meningkat dari tahun ke tahun pada daerah tersebut.

3 Makalah manusia indonesia Abad 21 yang berkualitas tinggi ditinjau dari sudut pandang Psikologi.
leda Poernomo sigit. Bermodette N.Setiadi, Himpunan Psikologi Indonesia
4 www.bci-asia.com
5 Seminar Arsitektur, Heri Siswanto
6 Wacana Suara merdeka 17 Juni2008

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 3
TUGAS AKHIR

Jumlah Penduduk kota Surakarta yang mencapai 639.650 ribu


7
jiwa ( 2008 ) dan bertambah dua kali lipatnya ( sekitar 1,2 juta jiwa )
pada waktu siang hari sebagai imbas dari orang-orang diluar kota solo
yang bermata pencaharian di kota ini, secara langsung masyarakat urban
yang bekerja di solo mengakibatkan kemacetan di titik-titik kota apabila
jam-jam sibuk. selain dari pertambahan penduduk urban yang tak
terkontrol ada faktor lain yang mempengaruhi Kemacetan,diantaranya
yaitu Manajemen perkotaan yang kurang baik dan fungsi fasilitas
perkotaan yang tidak terintegrasi. berdasarkan data dan fakta diatas ,
kota solo mengalami permasalahan yang cukup kompleks dan
mengakibatkan efek Domino maka solusi atas permasalahan-
permasalahan yang terjadi di kota solo ini salah satunya adalah dengan
Bangunan Multifungsi.Dengan direncanakannya Mix-use building
( bangunan Multifungsi ) yang basicnya mengintegrasikan dan
mensinergikan beberapa fungsi fasilitas dalam satu tempat diharapkan
mampu mengurangi masalah perkotaan ini.

1.2.2 Prospek Hemat Energi di Surakarta


Di Indonesia Konsep Hemat energi secara umum Sudah
mulai di galakkan sejak isu krisis energi melanda dunia, banyak kota-kota
besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, yang mulai merintis konsep
Bangunan hemat energi, mulai dari konsep, Pelaksanaan, sampai
pengoperasian bangunan, seperti GRHA Pangeran di surabaya yang di
arsiteki oleh Jimmy Priatman. Pemerintah mendukung sepenuhnya
dengan mengeluarkan Peraturan yang menyangkut perlu digalakkannya
hemat energi seperti :
· Keputusan Menteri ESDM No. 0983 K/16/MEM/ 2004 tentang Kebijakan
Energi Nasional
· Keputusan Menteri ESDM No. 0002 tahun 2004 tentang Kebijakan
Energi Hijau
· Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
· Undang-Undang No. 10/1997 tentang Ketenaganukliran

7Seminar Arsitektur, Heri Siswanto

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 4
TUGAS AKHIR

· Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi


· Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha
Hilir Minyak dan Gas Bumi;

Di kota solo sendiri hemat energi baru-baru ini mulai


dicanangkan namun belum ada satu bangunan pun yang memiliki konsep
hemat Energi pada tahap pembuatan konsepnya, sehingga prospek
Hemat energi dikota solo ini sangat bagus ( Sangat Prospektif )
1.2.3 Konsep Bangunan Multifungsi Hemat energi
Kesadaran terhadap lingkungan menjadi pertimbangan
perancangan bagi seorang arsitek. bangunan yang direncanakan harus
mampu selaras dengan lingkungan. Salah satu cara untuk
mewujudkannya adalah dengan menggunakan konsep arsitektur hemat
energi.
Dari segi ekonomi, apartemen sebagai hunian vertikal, mall
sebagai pusat perdagangan dan kantor sewa yang bergerak dalam
bidang perkantoran yang bersifat komersial harus mampu meraih
keuntungan sejak awal perencanaan sampai tahap pemakaian. Dalam
tahap awal perlu dipersiapkan konsep bangunan yang menarik dan
promosi awal agar konsumen melirik bangunan yang ditawarkan.
Sedangkan dalam tahap selanjutnya konsep hemat energi pada
bangunan dapat diterapkan untuk meraih keuntungan ekonomi. Berikut
beberapa alasan yang menjadi dasar mengapa konsep hemat energi
patut diperhitungkan
§ Penghematan energi yang diinstruksikan oleh Presiden Susilo
Bambang yudhoyono mengurangi pengeluaran negara 5-20 %
§ Bahan bakar minyak sebagai sumber pembangkit listrik yang ada
di indonesia semakin terbatas pasokannya.Konsumsi energi listrik
pada bangunan mencapai 65,2 %. penggunaan energi pada
8
bangunan ini melebihi yang dikonsumsi dari sektor Industri .
§ Berdasarkan Penelitian dan pengalaman Ir.Jimmy Priatman,
M.Arch, jika konsep hemat energi direncanakan sejaka awal
energi yang diirit bisa mencapai 45 %. Tapi jika diterapkan saat

8Seminar Green Architecture, Antonius Budiono, Jakarta 26 November 2006

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 5
TUGAS AKHIR

gedung sudah beroperasi, penghematan yang dilakukan tidak


9
lebih dari 15 %.
Sedangkan untuk saat ini Pemerintah kota Surakarta didalam
pelaksanaannya didalam mengembangkan konsep Hemat Energi baru
sebatas segi teknis ( bangunan Sudah dalam beroperasi ) sedangkan
didalam perencanaan bangunan-bangunan yang ada di Surakarta belum
terjamah oleh Pemerintah kota Surakarta. Hanya didalam skala Makro
perkotaan dan lingkungan kota Surakarta mulai merambah konsep
Hemat Energi ( go green ). hal ini diwujudkan dalam semakin maraknya
pembuatan taman kota. hal ini merupakan sebuah peluang yang cukup
bagus dan diperkirakan akan disambut positif baik oleh pemerintah kota
surakarta maupun masyarakat dengan direncanakannya konsep
bangunan hemat Energi.

1.3 PERMASALAHAN
Bagaimana merencanakan dan merancang konsep desain
bangunan multifungsi dengan berbagai fungsi fasilitas di dalamnya dan
fasilitas pendukungnya sehingga sesuai dengan konsep hemat energi.
§ Perencanaan dan perancangan penzoningan, kebutuhan ruang
fasilitas utama dan fasilitas pendukung.
§ Perencanaan dan perancangan konsep desain Bangunan
multifungsi dengan Penekanan arsitektur hemat energi yang
mampu selaras dengan keadaan tapak dan kawasan sekitar
tanpa mengurangi kenyamanan pengguna
§ Penerapan konsep Arsitektur Hemat Energi pada bangunan
yang direncanakan.
Segi Arsitektural :
- Perencanaan site dan orientasi massa bangunan yang
tepat sesuai dengan keadaan iklim tropis Sehingga
bangunan tidak memerlukan energi terlalu besar untuk
menciptakan kondisi nyaman didalam bangunan.
Segi non Arsitektural ( Teknis )
- Perencanaan alat dan Sistem utilitas yang hemat energi

9Muhammad Sulhi, “ Dobel Hemat Gaya graha Pangeran ”, Intisari No. 471, Oktober 2002

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 6
TUGAS AKHIR

§ Perancangan tata Landscape, Struktur, Utilitas dan Sirkulasi


§ Penentuan lokasi bagi bangunan multifungsi tersebut sehingga
keberadaannya sesuai dengan fungsi kawasan dan kegiatan
didalamnya bisa menunjang kegiatan kawasan di sekitarnya
1.4 TUJUAN
Untuk menyusun konsep perencanaan dan perancangan serta
desain Bangunan Multifungsi hemat energi di Surakarta, dan membentuk
suatu territory dalam Bangunan multifungsi yang menampung kegiatan
dari masing-masing fungsi fasilitas.

1.5 LINGKUP PEMBAHASAN DAN BATASAN


1.5.1 Lingkup Pembahasan
Pembahasan berada di seputar disiplin ilmu Arsitektur yang
berkaitan dengan perancangan bangunan multifungsi dan konsep hemat
energi. Studi keilmuan lain merupakan pendukung dari konsep bangunan
multifungsi hemat energi.
1.5.2 Batasan
Batasan pembahasan dibatasi pada aspek perencanaan bangunan
multifungsi dan konsep hemat energi.

1.6 METODE PEMBAHASAN


1.6.1 Tahap Pengumpulan Data
§ Studi literatur meliputi: Tugas Akhir, buku literatur, Jurnal dan
Presentasi Seminar ilmiah
§ Observasi lapangan dan website

1.6.2 Tahap Pembahasan


Dilakukan melalui metode analisis – sintetis melalui tahap-tahap :
Identifikasi permasalahan – Pengkajian teori – Analisis / pembahasan –
Sintesis/ penarikan kesimpulan ( Konsep perancangan )
1.6.3 Tahap Perumusan Konsep

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 7
TUGAS AKHIR

Penyusunan hasil analisa ke dalam suatu konsep, dimana hasil


dari konsep akhir ini mengarah ke dalam perencanaan fisik / mengarah
pada desain.
1.7 SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Tahap 1 Mengungkapkan tentang Pengertian judul, latar belakang
masalah, Permasalahan dan persoalan serta tujuan dan sasaran yang
hendak dicapai dalam mewujudkan Perancangan Bangunan Multifungsi
Hemat energi.
Tahap 2 Kajian Pustaka
Meliputi kajian pustaka mengenai bangunan multifungsi, yaitu pasar,
kantor sewa dan apartemen sebagai obyek perancangan desain,tinjauan
hemat energi sebagai fokus tambahan dalam perencanaan dan
perancangan bangunan multifungsi serta tinjauan kota solo dimana tapak
/ lokasi bangunan berada di kota ini.Studi komparatif terhadap fasilitas
serupa yang sudah ada yang nantinya akan dijadiakan pembanding /
preseden bagi fasilitas yang akan direncanakan
Tahap 3 Tinjauan perencanaan bangunan Multifungsi ( Pasar, kantor
sewa, dan apartemen ) di kota Solo, mengemukakan garis besar dasar-
dasar perencanaan dan penerapan arsitektur hemat energi pada
bangunan Multifungsi yang direncanakan
Tahap 4 Analisa pendekatan perencanaan dan perancangan
Mengemukakan tentang analisa pendekatan dan perencanaan
“ Bangunan multifungsi di Surakarta dengan penekanan Arsitektur Hemat
Energi ”yang dimulai dengan analisa mikro ( analisa kegiatan, Kebutuhan
dan besaran ruang ) dan berlanjut ke analisa makro ( analisa pemilihan
site dan pengolahannya )
Tahap 5 Konsep Perencanaan dan perancangan Bangunan Multifungsi di
Surakarta Kesimpulan yang mencakup didalamnya konsep perencanaan
dan perancangan sebagai acuan transformasi desain fisik
bangunan.adapun tahapan ini secara detail meliputi konsep Site, konsep
Orientasi dan view, konsep gubahan massa, konsep utilitas, konsep
struktur bangunandan konsep-konsep fasilitas pendukung. Sehingga
didapat konsep dasar perancangan bangunan multifungsi ( Pasar,

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 8
TUGAS AKHIR

Kantor sewa, dan Aprtemen ) dengan penekanan Arsitektur Hemat


energi

BAB II

KOTA SURAKARTA

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 9
TUGAS AKHIR

2.1. Potensi dan Kondisi Kota Surakarta

Gambar 2.1 Peta Kota Surakarta

Letak geografis kota Surakarta berada diantara °45¢15¢¢ -


110°45¢35¢¢ BT, 70°36¢ - 70°56¢ LS. Batas-batas wilayah Surakarta antara
lain :
Sebelah Utara : Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali
SebelahTimur : Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo
Sebelah Selatan: Kabupaten Sukoharjo
Sebelah Barat : Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo
2
Kota Solo dengan luas 44,04 km berada didataran rendah antara
kaki Gunung Merapi dan Gunung Lawu, memiliki dua buah sungai di
tengah -kota yaitu kali Pepe dan kali Jenes dan sebuah sungai di timur
kota yaitu sungai Bengawan Solo.

A. Potensi Kota Surakarta


Kota Surakarta terletak di sebelah selatan pada Pulau Jawa,
persisnya di Propinsi Jawa Tengah.Kota Surakarta merupakan wilayah

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 10
TUGAS AKHIR

penghubung antara propinsi Jawa timur, DI yigyakarta, Jawa Barat dan


DKI Jakarta.
Potensi yang dimiliki kota Surakarta mencakup berbagai
bidang. Dalam bidang budaya , Surakarta memiliki Keraton Kasunanan,
keraton Mangkunegaran , Radya Pustaka, Taman Sriwedari dan
Monumen Pers. Dalam bidang pariwisata, Surakarta potensi antara lain:
Taman Satwa Taru Jurug dan Taman Balekambang. Sedangkan dalam
bidang perdagangan dapat dilihat dengan banyaknya pusat – pusat
perdagangan modern di Kota Surakata seperti Solo Grand Mall, Solo
Square, BTC, PGS, Alfa, Goro Assalam, Rimo, Matahari Singosaren
Plasa serta Luwes Group. Pasar tradisionalpun di Kota Surakarta juga
masih banyak seperti Pasar Gede, Pasar Legi, Pasar Semangi, Pasar
Triwindu,dll.
Kota Surakarta yang memiliki infrastruktur sarana dan
prasarana yang cukup lengkap dapat mendukung aktifitas warga
kotanya, seperti jalan, jarigan air bersih, jaringan riol air kota, jaringa
listrik dan jaringan telepon. Surakarta juga memiliki berbagai fasilitas
seperi fasilitas kesehatan, fasilitas keamanan, dan fasilitas sosial juga
terkelola dengan baik.
Fasilitas transportasi juga mendukung mobilitas dari dan ke
kota Surakarta. Contohnya jalur darat melalui Kereta Api (KA) dan bus
dapat menghubungkan baik antar kota madya, kota besar maupun
propinsi. Didukung pula dengan jalur udara melalui bandara Adi
Sumarmo yang sudah ditingkatkan dari penerbangan domestik menjadi
penerbangan Internasional. Dengan mudahnya jalur akses ke kota
surakarta menambah kepadatan dari aktivitas manusia.berdasar data
10
tahun 2008, surakarta memiliki jumlah penduduk 639.650 jiwa dengan
tingkat petumbuhan 0,65% pertahun.kepadatan penduduk rata- rata 1450
2
jiwa km .tingkat kemakmuran dapat dilihat dari income sebesar Rp.
2.147.830.000,-
B. Potensi Iklim dan Cuaca

10 Makalah manusia indonesia Abad 21 yang berkualitas tinggi ditinjau dari sudut pandang Psikologi.
leda Poernomo sigit. Bermodette N.Setiadi, Himpunan Psikologi Indonesia

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 11
TUGAS AKHIR

Kota Surakarta merupakan daerah yang mempunyai suhu


udara yang relatif panas dengan suhu maksimum 248C, suhu minimum
198C. Rata-rata tekanan udara 1008,748 mbs, kelembaban udara 71%,
kecepatan angin 4 knot, arah angin 1880, dan beriklim tropis.
2.2 Kebutuhan Bangunan Multifungsi Di Surakarta
Dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi terutama di
daerah perkotaan yang merupakann central bisnis district di Surakarta
menyebabkan kebijakan baru pemerintah kota Surakarta untuk kebijakan
mengenai pendirian bangunan tinggi pada daerah CBD tersebut ditujukan
untuk pemaksimalan penggunaan lahan dan karena permintaan lahan
yang cukup tinggi dan meningkat dari tahun ketahun pada daerah
tersebut. Kebijakan pemerintah Kota Surakarta tersebut tercantum dalam
RUTRK Surakarta.

Rencana Struktur pemanfaatan ruang berdasarkan dominasi kegiatan


Sumber: RUTRK Surakarta tahun 1993-2013

Kebutuhan akan kantor sewa apartemen dan mall ( Pusat


perbelanjaan ) di surakarta yang ditunjukkan dalam Occupancy Rate
memerlukan suatu wadah yang bisa menampung kegiatan tersebut.
Perkembangan kantor sewa di Surakarta yang diakibatkan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 12
TUGAS AKHIR

perkembangan dari sektor Industri jasa dan perbankan akan memerlukan


suatu kebutuhan fasilitas tempat tinggal. Bagi Usahawan dan pelaku
bisnis maka kedekatan dengan tempat usaha serta tempat tinggal yang
dekat dengan fasilitas –fasilitas kota menjadi prioritas tesendiri.
Kedekatan dengan fasilitas usaha akan meningkatkan segi efisiensi
waktu dan pergerakan. Condo atau town house menjadi suatu bentuk
tempat tinggal yang menjadi pilihan yang dirasa paling tepat.
Bentuk multi dwelling tersebut harus memenuhi kriteria –
kriteria yang mendukung kenyamanan serta kelancaran terhadap
fasilitas-fasilitas pendukung maupun fasilitas kerja. Menuju suatu
masyarkat dengan dunia kerja yang semakin tidak terbatas tersebut
melahirkan suatu bentuk bnagunan multifungsi dimana menggabungkan
fungsi tempat tinggal dengan tempat usaha.
Pada masa mendatang bentuk bangunan multifungsi ( mix-
use building ) dalam hal ini mall, kantor sewa yang
dilengkapi dengan tempat tinggal yang berupa apartemen tersebut
dirasa cukup efektif dalam dunia kerja dimasa mendatang.

G Gambar 2.2 : Rencana Solo Paragon bangunan


Multifungsi di Surakarta
Sumber : Google.com-indomegah architect

A. Kebutuhan kantor sewa di Surakarta


Sebagai daerah urban maka jumlah penduduk yang bekerja
dalam bidang jasa dan perkantoan cukup tinggi. Banyaknya perusahaan
dan tenaga kerja industri terutama industri produksi dan pengolahan
besar dan sedang menyebabkan kenaikan penyerapan tenaga kerja
dalam bidang tersebut yaitu sekitar 6,41 %, sedangkan jumlah
11
perusahaan Industri pengolahan besar dan sedang meningkat 10,05 % .

11 BPS Kodya Surakarta .

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 13
TUGAS AKHIR

Kenaikan jumlah Industri tersebut juga memicu pertumbuhan kenaikan


sektor jasa dan perdagangan yang menjadi pendukung sektor industri
dalam mobilisasi perekonomian. Kenaikan sektor jasa dan perbankan
tersebut juga menambah tenaga kerja yang berada pada sektor tersebut.
Apabila ruang kantor diasumsikan 70% maka dengan
bertambahnya jumlah tenaga kerja sebesar 2.125 orang disektor Industri
menunjukkan :
- Apabila standard rata-rata ruang kerja 2 m x 3 m = 6m2
- maka pertambahan ruang kerja sebesar 2.125 x 6 = 12.750 m2
- Dengan Occupancy rate 70% = 6.375 m2
Menunjukkan kebutuhan ruang perkantoran untuk bidang jasa dan
perbankan dihitung berdasarkan perkembangan atau peningkatan jumlah
tenaga kerja dibidang jasa dan perbankan sekitar 1953 orang berarti :
Kebutuhan ruang perkantoran dengan OR 70% = 1.953 x 6m2 x 70 % =
8.202 m2
Jadi total kebutuhan ruang perkantoran berdasarkan
pertumbuhan sektor industri dan jasa perbankan di Surakarta adalah 6.35
m2 + 8.202 m2 = 14.577m2. Besarnya kebutuhan perkantoran di Sektor
Industri dan Jasa menyebabkan kebutuhan kantor sewa di kota Surakarta
ini memang sangat diperlukan.

B. Kebutuhan Apartemen di Surakarta


Perkembangan ketiga sektor tersebut juga meningkatkan
urbanisasi di Surakarta yang tercatat sekita 30-40% tercatat oleh Econit
Advisory Group pada tahun 2001. Sedangkan jumlah usia produktif di
Surakarta tercatat cukup tinggi sehingga sangat potensial dalam
mendukung perkembangan ketiga sektor tersebut.
Pemerintah daerah Kodya Surakarta mempunyai kebijakan
mengenai perencanaan hunian vertikal terutama pada zona CBD yang
tertuang dalam RUTRK Surakarta . Hal ini juga diperkuat dengan
peraturan Pemerintah mengenai keberadaan betuk hunian vertikal dalam
UU no. 15/1985 dan PP no.4 th 1988.
Sedangkan kebutuhan Ruang tinggal bagi pengusaha muda
ataupun golongan ekoonomi atas yang mempunyai kriteria sebagai calon
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 14
TUGAS AKHIR

penghuni apartemen diSurakarta dapat diperhitungkan dari peningkatan


jumlah pengusaha di Surakarta pada 4 tahun terakhir serta kenaikan
usaha perhotelan bintang 4 di Surakarta yang didapat dari data statistik
yang terdapat dalam Surakarta dalam Angka tahun 2008 . kenaiakan
jumlah pengusaha muda di Surakarta tersebut akan menyebabkan
kenaikan kebutuhan ruang tinggal yang dapat dihitungdalam Occupancy
Rate :
Dimisalkan kebutuhan ruang tinggal standard bagi
perorangan , pasangana muda ataupun keluarga kecil yang mempunyai
minimal 5 ruangan yaitu : ruang tidur, ruang keluarga, dapur , Km/wc, dan
12
ruang tamu.
Sedangkan untuk macam Apartemen yang akan direncanakan
didasarkan pada studi kasus yang telah ada, dimana dalam beberapa
Apartemen ada tiga tipe unit apartemen sewa yang dibutuhkan dan
sesuai bagi penyewa yaitu :
· Jenis satu tempat tidur , biasanya ditempati ekslusif muda yang rata-
rata belum bekeluarga ataupun menjadikan apartemen tersebut
sebagai rumah keduanya dan berasal dari derah lain, sehingga
apartemen tersebut hanya sesekali ditempati sebagai tempat
singgah. rata-rata umur penyewa berkisar antara 27-40 tahun.
· Dua tempat tidur, biasanya ditempati bagi pasangan muda maupun
keluarga kecil dngan anak yang masih balita. Rata-rata umur
penyewa berkisar antaaa 30-39 tahun
· Tiga tempat tidur, biasanya disiapkan bagi keluarga kecil dengan satu
atupun dua anak. Rata-rata umur penyewa antar 40-45 tahun
Sedangkan tipe lain kurang dimnati penyewa karena dirasa
kurang efisien dan tidak sesuai dengan kebutuhan penyewa. Selain
itu diatas umue 50 tahun biasanya seorang Eksekutif akan lebih
memilih untuk memiliki hunian yang lebih pribadi jauh dari
13
kebisingan kota .
2.3 Perkembangan desain Hemat Energi di Surakarta

12 Ernest Neuvert, Data Arsitektur Jilid I Edisi 88, erlangga, 1996


13 Tugas Akhir Astuning Hariri “ Apartemen di Bandung Dengan Penekanan Arsitektur Hemt Energi “

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 15
TUGAS AKHIR

Di Indonesia Konsep Hemat energi secara umum Sudah


mulai di galakkan sejak isu krisis energi melanda dunia, banyak
kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, yang mulai
merintis konsep Bangunan hemat energi mulai dari konsep,
Pelaksanaan sampai pengoperasian bangunan, seperti GRHA
Pangeran di surabaya yang di arsiteki oleh Jimmy Priatman.
Pemerintah mendukung sepenuhnya dengan mengeluarkan

Peraturan yang menyangkut perlu digalakkannya hemat energi


seperti :
· Keputusan Menteri ESDM No. 0983 K/16/MEM/ 2004 tentang Kebijakan
Energi Nasional
· Keputusan Menteri ESDM No. 0002 tahun 2004 tentang Kebijakan
Energi Hijau
· Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
· Undang-Undang No. 10/1997 tentang Ketenaganukliran
· Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
· Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha
Hilir Minyak dan Gas Bumi;

Di kota solo sendiri hemat energi baru-baru ini mulai


dicanangkan namun belum ada satu bangunan pun yang memiliki
konsep hemat Energi pada tahap pembuatan konsepnya, sehingga
prospek Hemat energi dikota solo ini sangat bagus ( Sangat
Prospektif )

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 TINJAUAN UMUM BANGUNAN MULTIFUNGSI

3.1.a. Definisi

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 16
TUGAS AKHIR

Bangunan multifungsi atau yang sering disebut mixed-use building


muncul dari perilaku masyarakat urban yang senantiasa cenderung
membutuhkan adanya kemudahan-kemudahan dalam setiap aktifitas
kehidupannya, yang memiliki mobilitas cukup tinggi, praktis, efektif dan efisien.
kondisi ini tercermin dalam beberapa fasilitas yang kian beragam di kota-kota
besar yang menampilkan adanya penyatuan beberapa aktifitas manusia dalam
14
satu wadah atau bangunan .
Bangunan Multifungsi menurut Dimitri Procos ( 1976 ) adalah
penggunaan campuran berbagai tata guna lahan/ fungsi dalam satu bangunan /
gedung yang menampung penggunaan beberapa kegiatan yang memiliki
keterkaitan yang erat antara masing-masing fungsi dihubungkan dengan
ruang/area transisi yang dapat menyatukan & menyelaraskannya.
3.1.b. Sejarah perkembangan
Sejarah perkembangan dari Bangunan Multifungsi tersebut dimulai pada
zaman industri, dimana perencanaan kota mulai difokuskan pada pencapaian
yang mengharapkan suatu kondisi lingkungan untuk berdiam dan bekerja yang
lebih baik. Seperti slogan yang ditulis oleh Eliel Saringen “ the cities an open
book in which to reah aims ambitions “ dan pada abad 19 lahirlah doktrin
tentang fungsional city dari ebnezer Howard. Konsep tersebut merupakan awal
bentukan perencanaan bangunan multifungsi atau mixed use building.
Pada kota-kota modern faktor waktu dan efisensi penggunaan tempat
menentukan pertimbangan perencanaan kota, demikian azas pemanfaatan
tanah secara efisien ( land consuming concept ) . kemudian aplikasi
memecahkan masalah tertsebut, di kota manhattan, dibangunlah Rockefeler
centre yaitu suatu bangunan yang berskala modern yang diterapkan pada pusat
kota yang padat. Bangunan ini dibangun berdasarkan konsep multifungsi atau
mixed-use yang berada pada satu bangunan. Konsep diatas merupakan
alternatif pemecahan yang ideal untuk kota modern, yanmg mana didalamnya
terbentuk keterpadatran wadah dan fungsi bangunan dengan tuntutan
keefektifan aktifitas manusia. Dengan demikian bangunan multifungsi telah
berusaha menjawab tentang perencanaan kota yang kompleks, dengan
keterpaduan kegiatan yang saling berdekatandanmempunyai nilai lebih pada

14 tugas akhir bangunan multifungsi di semarang sebagai landmark yang memperkuat legibility kawasan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 17
TUGAS AKHIR

satu bangunan dengan efektifitas dan efisiensi pengoperasian kegiatan menjadi


sangat besar.
Berdasarkan sejarahnya, adanya bangunan multifungsi didasari atas
motivasi-motivasi sebagai berikut :
§ Peningkatan nilai guna sarana dan prasarana perkotaan melalui
penggabungan dan pengaturan berbagai fungsi non kontradiktif ke dalam
matriks ruang dan waktu yang terpadu.
§ Pengguanan ruang secara maksimum untuk luasan permukaan tanah
yang terbatas atau efisiensi tata guna lahan.
§ Kemudahan komunikasi serta kelancaran pertukaran barang, jasa, dan
pemikiran.
§ Pendeknya jarak anatara berbagai fungsi dan aktifitas, untuk mengurangi
beban pemborosan transportasi kota akibat mobilisaasi yang tinggi.
§ Penghapusan segregasi sosial yang berlandaskan pada perbedaan
tingkat ekonomi dan status sosial
§ Pencapaian keseimbangan antara ekspresi kebutuhan dan aspirasi
manusia dengan lingkungan fisik dan mekanik yang melayani kebutuhan
hidupnya.
3.1.c. Karakter Bangunan Multifungsi
Bangunan multifungsi yang berorientasi pada pengertian fungsional
komplek dengan perencanaan yang menerapkan mega struktur. Dalam
pengertian yang lebih luas dapat terdiri dari beberapa struktur . massa dengan
keterkaiatan integritas dan sistem. Ciri dari keberadaan struktur ini terletak pada
fungsi yang mudah dikenali dan menjadi sebutan bagi bangunan tersebut.
misalnya sebagai pusat kebudayaan yang didalamnya berkaiatan dengan funsi
residensial dan komersial, seperti Boston Art Complex. Dalam perkembangan
bentuk fisik, suatu bangunan multi fungsi deewasa ini perencanaannya
dialokasikan pada lahan dengan pemanfaatan lahan secara intensif. Masa
bangunan yang terjadi merupakan massa bangunan yang besar hal ini seakan
sudah menjadi dasar filosofi dari bangunan multifungsi tersebut.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 18
TUGAS AKHIR

Gambar 3.1 eksterior bangunan multifungsi Gambar 3.2 interior Masdar


Masdar
(Gambar 3.1 dan 3.2 Bangunan Multifungsi Bernama Masdar yang berdiri di Abu Dhabi
bangunan ini menerapkan konsep mega struktur didalam pembangunannya Sumber : Preston D
K- 24 Februari 2008 )

3.1.d. Potensi Bangunan Multifungsi ( Mixed-use building ) di Solo


Solo sebagai kota terbesar ke sepuluh di Indonesia memiliki
perkembangan penduduk yang cukup tinggi. Pada saat ini kepadatan penduduk
di kota solo diperkirakan 14.524 / km2. Dengan kepadatan penduduk yang
cukup tinggi terutama pada daerah perkotaan yang merupakan Central Bisnis
District di solo menyebabkan kebijakan baru pemerintah kota Surakarta untuk
kebijakan mengenai pendirian bangunan tinggi pada daerah CBD tersebut
ditujukan untuk pemaksimalan penggunaan lahan dan karena permintaan lahan
15
yang cukup tinggi dan meningkat dari tahun ke tahun pada daerah tersebut .

3.2 TINJAUAN UMUM KANTOR SEWA, APARTEMENT DAN MALL SEBAGAI


BANGUNAN MULTIFUNGSI
3.2.1 Kantor Sewa
a. Pengertian
Kantor sewa adalah wadah yang digunakan untuk menampung kegiatan
manusia secara berkelompok, dengan sifatnya yang administratif serta
melembaga dalam satu bentuk usaha yang komersial, dengan cara
menyewakan lantai atau ruang kepada pihak yang memerlukan demi
kelancaran usaha dalam mencapai tujuan. ( Drs. AK.Ramlie R. Mertawijaya,
Strategi pengendalian Administratif Perusahaan )

b. Fungsi, sifat , Karakter dan peranan Kantor Sewa ( Wimmer, han


boyd, principle of real estate Urban Land Institute )

15 Solopos 15 Desember 2008

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 19
TUGAS AKHIR

§ Fungsi
Sebagai kantor sewa. Merupakan bangunan pelayanan umum
dalam bidang jasa usaha yang bertugas mencari keuntungan
§ Sifat
Formil dan teratur sebagai bangunan bisnis dengan cara
menyewakan ruang-ruang kantor
§ Karakter
Merupakan bangunan pelayanan umum dengan tingkat kesibukan
yang relatif tinggi dan kontinue, serta menuntut sistem kegiatan
yang lancar. Sebagai wadah kegiatan perkantoran, menuntut
adanya karakter bangunan yang Representatif, Komersial dan
tetap memperlihatkan kejelasan fungsi didalamnya.
§ Peranan
Dalam kedudukan sosial,ekonomi dan kultural masyarakat dapat
ditinjau dari beberapa segi :
- Sosial
membentuk interaksi sosial antara golongan masyarakat
berbagai tingkat stratifikasi dalam suatu wadah kegiatan
- Ekonomi
membuka kesempatan kerja bagi masyarakat banyak akibat
timbulnya kegiatan tersebut. Juga dapat menopang
perekonomian kota.
- Budaya
Berkembangbya kebudayaan masyarakat sejalan dengan
perkembangan dunia usaha yang dapat menjadi pusat
informasi sekaligus hasil produksi dari perusahaan yang
menyewanya.
maka secara umum kantor sewa tersebut diharapkan :
1 ). Sebagai bangunan :
a). memenuhi persyaratan teknis
b). menampilkan citra arsitektur yang sesuai dengan fungsi serta
keberadaannya

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 20
TUGAS AKHIR

Gambar 3.3 Bangunan Rental officce yang menampilkan citra arsitektur


Sumber : City office, World wide virtual office & Office space solution

2 ). Bagi masyarakat pemakai :


a). kemudahan berhubungan dengan instansi yang dituju
b). Bertambahnya sarana kota
3 ). Bagi Pengusaha :
a). mendapatkan ruang perkantoran yang cukup representatif
b). Tersedianya fasiltas yang menunjang jasa usaha
c). menumbuhkan suasana usaha yang lebih
aktif 4 ). Bagi lingkungannya :
a). memperbaiki kondisi fisik dan non fisik lingkungan yang
bersangkutan
b). merupakan infrastruktur yang potensial dan positif
c). merupakan bentuk pengolahan kegiatan komersial yang
terencana dan fungsional.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 21
TUGAS AKHIR

Gambar 3.3 Bangunan Rental officce yang potensial dan positif bagi lingkungannya
Sumber : City office, World wide virtual office & Office space solution
C. Macam kegiatan kantor Sewa
1. Dari segi Penyewa Kantor Sewa dibagi menjadi 2 macam :
· Sebagai bentuk usaha sejenis, Kantor sewa dimana kantor-kantor
yang menyewa dan menempati disitu terdiri dari satu kelompok
usaha sejenis
· Sebagai bentuk usaha campuran, kantor sewa yang menyewakan
ruang kantor kepada perusahaan dari berbagai macam
usaha.sedangkan yang dimaksud dengan bangunan kantor sesuai
dengan Peraturan Nasional, pada klasifikasi bangunan IV yaitu :
Bangunan kantor adalah bangunan atau bagian dari
bangunan yang diperuntukkan bagi maksud-maksud pengurusan
administratif ataupun perdagangan ( tetapi bukan toko, gudang
atau pabrik )dan termasuk gedung bank, Studio pemancar,
gedung kantor, gedung pasar bursa dan bagian-bagian
perkantoran tiap kelas penggunaan / penghuninya.
2. Kantor sewa sebagai pusat perkantoran ( Wimmer, Han Boyd,
Principle of real estate Urban Land institute )
kantor sewa merupakan suatu fasilitas komersial, dimana menampung
kegiatan-kegiatan yang bersifat administratif ataupun perdagangan jasa.
Jenis perkantoran yang ditampung adalah ;
· Sesuai dengan peranannya sebagai bangunan komersial maka
jenis kantor yang ditampung adalah yang berhubungan dengan
bidang dunia usaha, perdagangan dan jasa.
· Penyewa dapat berasal dari perusahaan besar, sedang ataupun
kecil yang berniat membuka perwakilan / kantornya pada gedung
sewa tersebut.
Dengan mengingat serta mempertimbangkan kebutuhan akan kantor
sewa yang semakin meningkat :

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 22
TUGAS AKHIR

· Perusahaan yang terus berkembang, sehingga memerlukan kantor


sewa untuk menampung perkembangan pada perusahaan
tersebut.
· Semakin banyaknya perusahaan baru yang mulai berdiri dan
berkeinginan untuk berkelompok antara berbagi perusahaan
dalam suatu wadah, dimana perusahaan tersebut membutuhkan
ruang kantor pada jangka waktu tertentu.
· Para pengusaha membutuhkan ruang kantor yang cukup
representatif, yaitu ruang kantor yang nyaman ( untuk
mendapatkan kenyamanan bekerja dan meningkatkan prestasi
kerja ) serta cukup bonafide sebagai prestige perusahaan demi
kemajuan perusahaan.
Pertimbangan bagi suatu bangunan kantor sewa :
· Pemanfaatan jumlah lantai sesuai dengan yang diijinkan
semaksimal dan seefisien mungkin
· Peningkatan aktifitas pada bangunan kantor sewa ini, akibat
adanya fasilitas penunjang kegiatan komersial yang disediakan.

Ø Manusiawi ( human performance )


Ø Teknis ( Technical and environmental Performance )
Ø Simbolis ( Simbolic Performance )
Ø Ekonomis ( Economic Performance )
3. Kegiatan Kantor sewa ( wimmer, Han Boyd, Principle of Real
Estate Urban Land Institute ).
Sebagai perusahaan kantor sewa selaku
pengoperasi.Melaksanakan tugas administratif sehari-hari,
termasuk pemeliharaan gedung dan servis untuk para penyewa.
Sebagai pusat informasi dengan memberikan nama-nama dan lain
sebagainya dari perusahaan yang ada disana
Sebagai pusat perkantoran
merupakan pusat kegiatan administrasi bagi kantor-kantor yang
menyewa. jadi merupakan rangkaian aktifitas : menghimpun,
mencatat, mengolah, mengadakan, mengiriim, menyimpan dan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 23
TUGAS AKHIR

lain sebagainya sesuai dengan aktifitas perkantoran pada


umumnya.
§ Sebagai pusat kegiatan bisnis
Wadah kegiatan transaksi, pertemuan dengan klien atau relasi
serta kegiatan lainnya yang berhubungan dengan dunia bisnis.

3.2.2 Apartemen
3.2.2.1 Definisi Apartemen
Beberapa definisi apartemen diperoleh dari beberapa sumber :

1. Apartemen, is a structure containing three or more dwelling


units. The apartemen, aform komunal living is an out growth of
16
need to house more people on limited ground area
Apartemen adalah suatu struktur bentuk bangunan yang
terdiridari bangunan bertumpuk-tumpuk atau beberapa unit
tempat tinggal. Rumah tinggal apartemen adalah suatu bentuk
tempat tinggal bersama cocok untuk keperluan tempat tinggal
bagi orang banyak pada suatu daerah yang terbatas tanahnya.

2. A Building containing such group of room send apart house


also see efficience apartemen, garden apartement, apartement
17
hotel
Suatu bangunan yang terdiri dari beberapa ruangan, tempat
tinggal, apartemen juga mempertimbangkan
efisiensi,keindahan ( apartemen yang dilengkapi dengan
taman, apartemen hotel ).

Apartemen dalam bahasa Indonesia disebut apartemen adalah


merupakan kamar atau beberapa kamar dalam ( ruang ) yang
diperuntukkan sebagai tempat tinggal terdapat dalam satu
18
bangunan .
3.2.2.2 Tipe Apartemen
· Jenis satu tempat tidur, biasanya ditempati eksekutif muda

16 The american People’s Encyclopedia, New York. 1992


17 Crryl m harris, Dictionary of architecture and construction, New york 1975
18 Departemen Pendidikan dan Kebudayan. Kamus besar bahasa indonesia. Balai Pustaka . Jakarta. 1976

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 24
TUGAS AKHIR

yang rata-rata belum berkeluarga ataupun menjadikan


apartemen tersebut sebagai rumah keduanya dan berasal Bari
daerah lain, sehingga aparteman tersebut hanya sesekali
ditempati sebagai tempat singgah. Rata-rata umur penyewa
berkisar antara 27-40 tahun.
· Dua tempat tidur, biasanya ditempati bagi pasangan muda
maupun keluarga kecil dengan anak yang masih balita. Rata –
rata umur penyewa berkisar antara 30-39 tahun
· Tiga tempat tidur, biasanya disiapkan bagi keluarga kecil dengan
satu ataupun dua anak. Rata – rata umur penyewa antara 40-50
tahun
Sedangkan tipe lain kurang diminati penyewa karena dirasa
kurang efisien dan tidak sesuai dengan kebutuhan penyewa. Selain itu
diatas umur 50 tahun biasanya seorang eksekutif Akan lebih memilih
untuk memiliki hunian yang lebih pribadi dan jauh dari kebisingan kota
19
.
Perhitungan type seta perbandingan jumlah unit yang akan disediakan
dapat dihitung:
· Type A. Stu tempat Tidur ( Apartement type studio ) kelompok
umu 27-40 tahun

Gambar 3.4 Apartemen type Studio


Sumber: www.pavillionpark.com
· Type B, Dua tempat tidur : Kelompok umu 30-39 tahun

19 Rosalina “ konsep Perencanaan dan perancangan Bangunan Multifungsi (Rental office dan
Apartemen ) di Semarang yang memperkuat legibility kawasan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 25
TUGAS AKHIR

Gambar 3.5 Apartemen type dua tempat tidur


Sumber : : www.pavillionpark.com

· Type C, Tiga Tempat tidur: Kelompok Umur 40-50 tahun

Gambar 3.6 Apartement type tiga tempat tidur


Sumber : : www.pavillionpark.com

Gambar 3.7 Denah tipikal dalam bangunan yang memuat keseluruhan unit
Sumber : Thamrin Eksekutive Residence

3.2.3 Mall
Mall merupakan sebuah pusat perbelanjaan yang bersifat
komersial dimana seseorang biasanya dapat memenuhi kebutuhan
sehari-hari didalamnya. mall bersifat ruang urban dimana masyarakat

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 26
TUGAS AKHIR

biasa berbelanja, berkumpul atau sekedar jalan-jalan untuk refreshing


keluar dari kepenatan sehari-hari.

Prinsip-prinsipShopping mall
1- terdiri dai jalur pejalan kaki utama ( pedestrian way ) koridor utama dengan
satu atau lebih tambahan jalur pejalan kaki atau koridor tambahan yang
berhubungan dengan koridor utama dan lokasi parkir atau jalan yang
berdekatan.
2- Semua toko menghadapdan memiliki pintu masuk kearah koridor baik utama
maupun tambahan
3- Untuk mengatasi masalah parkir karena tingginya harga dan semakin
berkurangnya lahan bagi sebuah shopping mall, maka dapat disediakan
bangunan parkir bertingkat ( double decked ) atau basement.
4- Mall dapat bersifat :
Ø terbuka, dengan pelindung terhadap cuaca yang semata-mata berupa
kanopi yang menerus sepanjang bagian depan pertokoan
Ø Tertutup penuh pada bagian atas tetapi tetap terbuka pada bagian awal
dan akhir mall.
Ø tertutup penuh dengan membutuhkan sistem pengkondisian udara
buatan, sering disebut dengan EMAC ( Enclosed mall air Conditioned )

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 27
TUGAS AKHIR

Gambar 3.3 : Solo Grandmall Gambar 3.4 : Siteplan solo Grand mall
( gambar 3.3 & 3.4 Sumber : google.com- Indomegah architect )

5. Arah pergerakan pengunjung harus melewati bagian depan darri pertokoan.


20
Elemen-elemen dalam shopping Mall
Shopping mall pada dasarnya merupakan penggmbaran dari kota yang
terbentuk oleh beberapa elemen, yaitu sebagi berikut :
§ Magnet Primer, merupakan transformasi dari” node “ yang berfungsi
sebagai titik konsentrasi dan dapat pula berfungsi sebagai “ landmark”.
Perwujudannya berupa “Plaza” dalam shopping mall.
§ Magnet Sekunder, merupakan Tansformasi dari “district”. perwujudannya
berupa toko-toko pengecer misalnya : retail store, departemen store,
supermarket,cineplex dan lin sebagainya.
§ Street mall merupakan transformasi dari “path”. perwujudannya
merupakan jalur pejlan kaki yang menghubungkan antara magnet-
magnet tersebut.
3.3 TINJAUAN UMUM ARSITEKTUR HEMAT ENERGI
21
3.3.1 Pengaertian Arsitektur hemat energi
Arsitektur hemat energi (Energy-Efficient Architecture) adalahArsitektur yang
berlandaskan pada pemikiran "meminimalkanpenggunaan energi tanpa
membatasi atau merubah fungsibangunan, kenyamanan maupun
produktivitas penghuninya •dengan memanfaatkan rains dan teknologi
mutakhir secara aktif.Mengoptimasikan sistim tata udara-tata cahaya,
integrasi antarasistim tata udara buatan alamiah, sistim tata cahaya
buatan-alamiah serta sinergi antara metode pasif dan aktif dengan
material dan instrumen hemat energi. Credo form follows

20 Tugas akhir Mixed-use city hotel dan shopping mall di kota lama semarang
21 a
Jimmy Priatman, 'Energy-Efficient Anchitlecture,Paradigma dan Manifestasi Arsitektur Hijeue,Dirnensi Teknik
Arsitektur Vol. 30, No. 2, Desember 2002 167 — 175 Jurusan Teknik Arsitektur,Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
- Universitas Kristen Petra, halaman 170

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 28
TUGAS AKHIR

function bergeser menjadi form follows energy yang


berdasarkan pada prin sip kon se rva si energi ( n o n - renewable
resources) . Para pelopor arsitektur ini tercatat Norman Foster, Jean
Nouvel, ingenhoven Overdiek & partners.

3.3.2 Situasi Energi di Dunia Arsitektural Indonesia


Di Indonesia konsumsi energi primer (minyak tanah) masih
banyak digunakan untuk keperluan memasak, namun melihat kian
tingginya Iaju penggunaan energi listrik (7%) dengan asumsi bahwa 50%
dari kebutuhan energi listrik terserap pads sektor bangunan, maka sektor
rumah tinggal berperan besar dalam mengkonsumsi listrik balk untuk
keperluan penerangan, peralatan rumah tangga maupun untuk
pengkondisian ruang (sistim HVAC). Pola konsumsi energi untuk sektor
bangunan komersial dapat diwakili dari hasil penelitian penggunaan
energi untuk gedung perkantoran ASEAN, dimana 50-60% untuk sistim
AC, 30% untuk tata cahaya clan sisanya untuk peralatan mesin lainnya
(elevator,pompa air, STP Plant clan sebagainya). Bertitik tolak dari distribusi
pola penggunaan energi untuk sektor tersebut diatas. maka tujuan utama
clan penghematan energi dapat difokuskan pads sistim tata udara maupun
tata cahaya dimana keberadaan bangunanmemainkan peran yang sangat
penting.
3. 3.3. Strategi Disain Sadar Energi Pada BangunanKomersial
Peranan bangunan adalah sebagai tempat bernaung (shelter) manusia
dari pengaruh cuaca clan iklim di lingkungannya. Oleh karena itu
keberadaan bangunan secara menyeluruh perlu diperhatikan, mulai dari
aspek kekokohan (struktur), aspek kenyamanan (sistim kenyamanan
yang handal) clan aspek estetika (arsitektur). Disain Sadar Energi
memadukan antara kebutuhan akan kenyamanan dalam tatanan
arsitektur yang balk sehingga dapat mencapai nilai tambah (added
value) yang diharapkan. Supaya bangunan dapat berperan dengan balk
sebagai filter lingkungan, berikut beberapa pemikiran yang akan menjadi
konsep dasar Disain Sadar Energi

• Untuk mencapai kenyamanan termal didalam ruang,


maka bangunan harus dirancang sedemikian rupa
untuk dapat mengontrol perolehan panes
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 29
TUGAS AKHIR

mataharisesuai dengan kebutuhannya.


Diperlukan strategi pendinginan
danpenurunan kelembaban (cooling and
d e h u m i d i f i c a t i o n strategy), mengingat temperatur
=
luar rata rata di Indonesia DBT 28-35 ° C dengan
kelembaban relatif RH= 80-100%.
· Untuk mencapai kenyamanan visual didalam ruang,
maka bangunan harus dirancang untuk mengontol
strategi optimasi penerangan alamiah ( daylight
strategy) mengingat illuminasi luar rata-rata di Indonesia
mencapai E = 10.000 Lux
· Kontrol Lingkungan Pasif dilakukan untuk mencapai
kenyamanan termal maupun visual dengan
memanfaatkan seluruh potensi iklim setempat yang
dikontrol dengan elemen elemen bangunan (atap,

Dinding, lantai, pintu, jendela,aks eso ri, lanse kap ) yan


g diran can g tanpa meen gguna kan e n ergi list rik .

· KontrolLingkunganAktifdilakukanuntuk

m e n c a p a i ke n ya m a n a n t e rm a l m a u p u n vis u a l

d e n ga n m e m a n f a a t k a n p o t e n s i i k l i m y a n g
a d a d a n d i r a n c a n g d e n g a n b a n t u a n t ekn
olo gi ma upu n inst ru men yang menggunakan energi
(listrik).
· Kontrol Lingkungan Hibrid dilakukan untuk mencapai
kenyamana thermal dengan kombinasi aktif dan pasif
untuk memperoleh kinerja bangunan yang maksimal
· Untuk mencapai sasaran penghematan energi yang
optimal,maka prioritas utama adalah kontrol pasif, lalu
disusulkontrol hibrid dan kontrol aktif sebagai pilihan
akhir.
Pada bangunan komersial (gedung perkantoran, perhotelan,
apartemen, pusat pertokoan, rumah sakit) penggunaan energi untuk

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 30
TUGAS AKHIR

kenyamanan termal berkisar 50%-60%, sedangkan untuk kenyamanan


visual berkisar 30%, maka jumlah penggunaanenergi tergantung dari
banyak faktor yang secara bertingkat,
diurutkan sbb:
· FungsiBangunan
· Tipe Kontrol Lingkungan
· Distribusi Energi
· Jadwal Operasional
· Arus Ventilasi
· Kualitas Termal Bangunan

Strategi utama untuk disain sadar energi adalah:

· Pendinginan dan Penurunan Kelembaban

· Minimasi Beban Pendinginan (cooling load)

· Optimasi Penerangan Alam

· Optimasi penerangan alam (slang hari)


· Strategi kontrol aktif adalah-.
· Optimasi ventilasi buatan dengan HVAC (Heating- Ventilating-
Air Conditioning)
Implementasi ke bangunan:

- Tapak
Karakteristik tapak perlu dipahami dengan balk untuk m e n
goptimalkanpotensiyangadauntukmencapai
penghematan energi yang melipub pemahaman ukuran, bentuk,
kemiringan/kedataran, akses dan view tapak, lokasl dari bangunan lain
disekitarnya, vegetasi. Lintasan matahari, a r a h d a n k e c e p a t a n a
n g i n , i n t e r v a l t e m p e r a t u r d a n kelembaban udara serta
curah hujan perlu dianalisa. Lokasi jaringan utilitas umum serta peraturan
tata bangunan, traffic kola perlu diperhitungkan untuk menentukan bagian
lahan yang paling tepat untuk meletakkan bangunan .

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 31
TUGAS AKHIR

- Orientasi bangunan sebagian besar arah Timur - selatan

Tatanan ruang dalam dirancang untuk memenuhi gaya


hidup para penghuninya sedemikian rupa untuk memperoleh k e n y a m
a n a n t e r m a l s e c a r a p a s i f , m i s a i n y a d e n g a n
menempatkan ruang ruang bersama (living zones) dengan arah angin
yang tepat untuk penghawaan maksimum atau pads lintasan matahari
sepanjang tahun untuk memperoleh pemanasan pasif. Perlu dianalisa
thermal zoning ruangan untuk penempatan yang menguntungkan bagi
penghematan energi.
- Bentuk Minimasi surface to volume ratio
Bentuk bangunan mempunyai dampak langsung terhadap
penggunaan energi yang meliputi bangun geometric, struktur,komposisi,
ketinggian, daerah - daerah bukaan, posisi terhadap bangunan lain
(spacing and distance). Disini ratio a re a se lub un g b an gu na n t e
rha dap vo lu me ba n gun an menentukan tingkat perolehan panas.

-Facade - minimasi window to wall rasio


- Minimasi OTTV < 45 W/M 2
- Minimasi Koefisien Peneduh Kaca (SC)
- Minimasi konduktansi kaca
- Maximasi insulasi atap-dinding
-Minimasi absorpsi atap-dinding
- Minimasi infiltrasi

Pengolahan fasade bangunan dengan relevansinya pads ratio area


pembukaan / jendela dengan dinding tidak tembus cahaya beserta
dengan penentuan material selubung bangunan berperan penting
sebagai transmitter, reflector, absorber kondisi cuaca ekstemal.

22
3.3.4 Kriteria Disain Sadar Energi
Kriteria kenyamanan yang perfu dicapai Kenyamanan Termal:

=
- Temperatur Udara : DBT 24-26 0 C

22 Tugas akhir bangunan hemat energy Astuning hariri

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 32
TUGAS AKHIR

- Kelembaban Udara -. RH =50-60% Kenyamanan Visual:


- Tingkat Iluminasi : E =200-300 Lux Fasade Bangunan:
- OTTV Dinding 45 W/M 2
- RTTV Atap S 45 W/M 2
- Energy Effiency Index,
- EEI Gedung Kantor !s 189 Kwh/M 2rTahun EEI Apartemen s 158
Kwh/M 2/Tahun EEI Hotel 5 221 Kwh/M 21Tahun
3 . 3 . 5 . Pemanfaatan Softw are Untuk Penataan Energi
23
Bangunan
Saat ini kits hidup dalam dunia teknologi informasi dan
komputer. Kita dapat memperoleh informasi tentang perkembangan
teknologi dengan cepat melalui intemet dan menata energi
bangunan kits dengan bantuan komputer.B e b e r a p a p e r a n g k
a t s o f t wa r e ya n g m e n d u ku n g Penataan energy dalam
bangunan :
Frame plus V5.1
Program FRAME plus bermanfaat untuk menghitung
perpindahan panas yang terjadi pads jendela dan pintu. Jika panas dari
dalam ruang terialu banyak terbuang sia-sia keluar, sudah tentu
penggunaan energi untuk menghangatkan ruang menjadi tidak efisien.
Bahan selubung bangunan (dinding, penutup bukaan, atap, lantai) sangat
menentukan tingkat perpindahan panas diantara kedua sisinya.
RETScreen
RETScreen Intemational berguna untuk menganalisis atau
menghitung biaya yang diperiukan untuk mendesain energi sebuah
bangunan (model) sesuai dengan piranti energi yang dipergunakan, yaitu
energi angin, hidro kecil, photovoltaic, pemanasan m a s s a b i o , p e m
a n a s a n u d a r a d e n g a n s u r y a , pemanasan air dengan surya
dan pemanasan alami dengan surya. Hasil

23 Prasasto Satwiko,2005.Arsitekturr Sadar Energi Pemanfaatan Komputer dan Internet untuk


Merancang Bangunan Ramah Lingkungan-Andi Offset. Yogyakarta halaman 141

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 33
TUGAS AKHIR

dari analisis adalah sebuah grafik yang dilengkapi dengan perhitungan


biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah desain bangunan (model).
Energy Plus versi 1.2
EnergyPlus adalah program simulasi yang dirancang untuk
memodelkan bangunan dengan seluruh peralatan heating (pemanasan),
ventilation (ventilasi) dan air conditioning (pengkondisian udara).

BAB IV
BANGUNAN MULTIFUNGSI YANG DIRENCANAKAN DI KOTA
SURAKARTA

4.1. ARAHAN BANGUNAN MULTIFUNGSI YANG DIRENCANAKAN

4.1.1. Tujuan Bangunan Multifungsi

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 34
TUGAS AKHIR

Dalam menentukan arahan desain perancangan , kita perlu kembali


melihat apa tujuan didirikannya Bangunan Mulifungsi Pendekatan Hemat
energi di Kota Surakarta ini, pada bab terdahulu telah disebutkan secara
tersirat didalam Latar belakang yaitu untuk memenuhi kebutuhan
konsumen akan bangunan multifungsi khususnya beberapa fasilitas
bangunan multifungsi didalam satu bangunan. Sedangkan Pendekatan
Hemat Energi merupakan bentuk kesadaran akan kondisi energi di
Indonesia saat ini, selain juga sebagai nilai tambah perencanaan. Desain
Hemat Energi juga menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan dan
perancangan bangunan multifungsi.
4.1.2. Fungsi dan sifat bangunan Multifungsi yang di rencanakan
· Fungsi :
Bangunan multifungsi yang memiliki beragam fungsi fasilitas memiliki
fungsi yang berbeda . fungsi fasiitas apartement memiliki fungsi sebagai
hunian baik sementara maupun permanen yang menekankan pada
aspek kenyamanan didalamnya.
· Sifat :
Sebagai bangunan multifungsi yang memiliki beragam fungsi fasilitas
dimana fungsi fasilitas tersebut semuanya tercakup ke dalam komersial
building maka bangunan multifungsi ini memiliki kesamaan sifat antara
fungsi fasilitas satu dengan fungsi fasilitas lainnya. Secara spesifiknya
dapat dijabarkan sebagai berikut,
- Fungsi fasilitas perkantoran maka bangunan tersebut harus
mempunyai sifat yang bonafid, kesan formal, dan teratur sebagai
bangunan bisnis dengan cara menyewakan ruang-ruang kantor
- Fungsi fasilitas Apartement maka bangunan multifungsi ini
mempunyai sifat bonafid, penampilan yang representatif dan yang
terpenting memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi
penghuni apartement tersebut.
- Fungsi fasilitas mall maka bangunan multifungsi ini mempunyai
sifat yang benar-benar komersial building, disini dapat diartikan
Profit Oriented jadi bangunan multifungsi ini harus sangat efisien
baik dalam segi peruangan, modulasi kolom dan penggunaan
energi.
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 35
TUGAS AKHIR

· Karakter :
merupakan bangunanpelayanan umum dengan tingkat kesibukan nyang
relatif tinggi dan kontinyu, serta menuntut sistem kegiatan yang lancar.
Sebagai wadah Perkantoan, Apartemen dan mall menuntut adanya
karakter bangunan yang representatif, komersial bonafide dan tetap
memeperlihatkan kejelasan fungsi didalamnya. sebagai pertimbangan :
- Efisiensi penggunaan site
- Kesesuaian dengan lingkungan
- Penampilan bangunan yang cukup Repesentatif dan Bonafid
- Bentuk massa yang jelas dan terbuka
4.2 DASAR PERENCANAAN BNGUNAN MULTIFUNGSI
4.2.1 Studi Penentuan User
Dalam menentukan Taget user yang direncanakan dipengaruhi oleh:
· Tingkat ekonomi masyarakat.
- Sasaran user dari mall adalah semua masyarakat baik dari tingkat
ekonomi bawah sampai tingkat ekonomi atas, hal ini muncul karena
alasan bahwa konsep yang diusung mall ini sendiri adalah mall yang
lebih “ manusiawi “ dibanding mall-mall yang telah ada sebelumnya, jadi
sasaran user yang direncanakan meliputi semua strata ekonomi, selain
itu mall ini nantinya juga akan mempunyai ruang komunal yang akan
mewadahi Komunitas Hik tradisional Khas solo.
- Sasaran user dari apartemen dilihat dari segi ekonomi adalah golongan
ekonomi menengah keatas, hal ini muncul dengan alasan bahwa
kebutuhan di perkotaan merupakan investasi yang sangat tinggi dan
menjanjikan provit yang cukup banyak bagi pemiliknya, Apartemen
sebagai hunian yang lengkap dalam arti pemenuhan fasilitas bagi user
adalah jawaban akan kebutuhan dan gaya hidup penghuni di perkotaan
yang ingin serba efektif dan efisien.
- Sasaran dari kantor sewa dilihat dari segi ekonomi adalah golongan
ekonomi menengah keatas, hal ini muncul karena dengan alasan kantor
sewa yang ada didalam bangunan multifungsi ini mempunyai nilai
prestise yang tinggi sehingga user yang direncanakan akan memiliki
kantor sewa ini golongan ekonomi menengah atas.
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 36
TUGAS AKHIR

4.2.2 Studi Penentuan Fasilitas Dalam Bangunan Multifungsi


Dalam menetukan pendekatan kegiatan makro yang akan diwadahi oleh
bangunan multifungsi yang dirancang, didasarkan pada :
- Studi kasus yang telah ada
- Tinjauan kebutuhan calon pengguna bangunan multifungsi
diSurakarta
Sehingga dalam banngunan multifungsi yang menampung
kegiatan kantor sewa apartemen dan mall di Surakarta tersebut,
sesuai dengan kriteria diatas dan telah ditinjau dalam studi yang
dilakukan pada bab sebelumnya, maka fasilitas yang diperlukan
berupa :
a.) Fasilitas bagi Kegiatan Kantor sewa ( Rental Office), berupa
unit-unit kantor sewa
b.) Fasilitas bagi kegiatan Apartemen, berupa unit-unit Hunian
c.) Fasilitas bagi kegiatan Mall ( Pusat perbelanjaan ) berupa unit-
unit retail
d.) Fasilitas pendukung berdasarkan studi dari fasilitas pendukung
pada Kantor Sewa, Apartemen, dan Mall :
- Fasilitas Parkir
- Fasilitas kesehatan berupa medical centre dan apotik
- Fasilitas Food court, cafe maupun restaurant
- Fasilitas bagi rental Office, berupa perpustakaan, Exhibition hall
dan Converention hall
- Fasiltas laundry bagi hunian dalam apartemen
- Fasilitas olahraga berupa kolam renang, fitness centre dan jogging
track
- Fasilitas rekreasi : Playground,Internet, jogging track, taman kota
- Fasilitas Ibadah : Berupa Mushalla
4.2.2.1 Kantor Sewa ( Rental Office )
a. Studi Penentuan fasilitas kantor Sewa
Dengan mempertimbangkan pada kegiatan yang akan ditampung
serta kebutuhan pada bangunan kantor sewa berdasarkan studi mengenai
bangunan kantor sewa yang telah ada serta tinjauan mengenai calon pengguna
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 37
TUGAS AKHIR

kantor sewa di Surakarta yangmerupakan kaum eksekutif muda dan golongan


menengah keatas maka dapat ditentukan :
· Fasilitas yang menampung kegiatan yang akan diwadahi oleh Kantor
· Fasilitas yang melengkapi kegiatan kantor
· Fasilitas yang merupakan Pelayanan kegiatan pada pemakai kantor
sewa.
Jadi fasilitas kantor sewa yang akan ditampung didalamnya berupa :
· kantor-kantor pedagangan pewakilan dari industri menengah dan besar
· Kantor bidang jasa kontraktor,biro hukum,biro asitek,telkomunikasi dan
bidang jasa lainnya.
· Kantor cabang Bank umum swasta dan nasional

b.Penetuan fasilitas penunjang

Penentuan fasilitas penunjang tesebut didasarkan studi mengenai


kebutuhan pada bangunan kantor sewa yang telah ada sebelumnya,
diantaranya Foodcourt, Exhibitionhall, Converence Hall.
4.2.2.2 Apartemen
Menurut Thorstein Vablen, sosiolog pengamat kaum kelas atas,
Leissure class, demikian disebutnya, muncul karena makin tinggi tingkat
kepemilikan ( dikaitkan dengan kekayaan yang makin besar ). Seseorang yang
masuk dalam kelompok ini cenderung ingin hidup lebih enak,hak istimewa, seta
eksklusivitasnya tinggi. Mereka cenderung ingin berada dalam sentuhan sosial
yang sekelas untuk mendapatkan suasan yang nyaman dimana mereka bisa
menikmati kekayaannya,serta membutuhkan pengakuan dari masyarakat
leissure class, atas keberadaan dan prestasinya.
Ciri dan karakter umum sebuah Apartemen yang rata-rata dihunioleh para kaum
atas yaitu :
· Individualisme, mementingkan dii sendiri,keuntungan pribadi toleransi
endah,tidak mau tahu urusan orang lain.
· Tuntutan privacy : mengutamakan privacy pribadi, keluarga maupun
kelompok lingkukngannya dan untuk mengejar privacy tidak segan-
segan mengeluarkan uang yang mengarah pada pemborosan.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 38
TUGAS AKHIR

Untuk kehidupan sosial masyarakat kelas atas, meskipun lebih bersifat


individual,tetapi tetap membutuhkan adanya interaksi sosial masyarakat yang
disekitarnya. Kontak sosial yang terjadi diantara mereka mengenal sesamanya
melalui interaksi sosial pada kegiatan kelompok-kelomppok tertentu,misalnya
seprofesi atau sebidang usaha dengan pergulan yang bersifat instrumental,
yang memandang orang lain bukan sebagai pribadi ( Impresional ) tetapi
sebagai peran tertentu berdasar manfaat.Mereka membutuhkan tuka informasi
atau komunikasi sesama atau pihak lain yang berkepentingan demi wawasan
usahanya.
Dengan memperhatikan beberapa faktor aspek perencanaan
perancangan apartemen, serta yang menjadi dasar dari segi fungsionalnya
diperlukan pemisahan secara jelas antar zona publik, semi prifat dan prifat.
Karena dalam sebuah apartemen, penyewa sangat menginginkan adanya
pemisahan antar fasilitas satu dengan yang lainnya.

a.Studi penentuan fasilitas Apatemen


Studi penentuan fasilitas dari apartemen ditentukan dari studi mengenai sasaran
calon pengguna Apartemen di surakarta yang digolongkan dalam masyarakat
menengah keatas dan sebagian besar adalah kaum eksekutif muda yang
mempunyai karakter dan kebiasaan-kebiasaan sebagai beikut
Karakter :
· Ambisius,Profesional, dan Optimistik
· Produktifitas yang tinggi dengan tekanan strss yang dialami cukup tinggi
· Dinamis dan efisien

· Waktu tinggal di tempat hunian relatif lebih sedikit dibanding di tempat


lain.
· memelihara stress kondisi dengan kegiatan olahraga peorangan/yang
bisa dilakukan secara individual.
Kebiasaan :
· Memiliki rasa individualitas yang tinggi sehingga tuntutan privacy pada
area hunian tinggi. Mereka tidak menghendaki adanya gangguan dari
orang lain.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 39
TUGAS AKHIR

· menyukai hal-hal yang bersifat tenang


· Sebagian merupakan keluarga kecil pasangan muda bahkan sebagian
menempati apartemenuntuk ditinggali sendiri
· Kontak sosil interpersonal dan bersifat utiler ( berdasarkan manfaat )
· Lebihmengutamakan kepraktisan

Gaya Hidup
· Jam kerja antara 08.00-17.00
· Olahraga yang banyak digemari adalah fitnesw dan renang
· Biasanya memiliki lebih dari satubuah jenis mobil
· Lebih senang makan diluar sehingga tidak begitu membutuhkan dapur
meski begitu keberadaan pantry atau dapur bersih mutlak diperlukan
· Memerlukan jasa loundry untuk mencuci dan merapikan pakaian
· Kegiatan pada akhir pecan biasanya dihabiskan diluar kota ataupun
bersantai dalam rumah dan melakukan olahraga kegemaran.

b. Tuntutan dalam memilih apartemen :


· Tipe apartemen yang banyak dipilih adalah apartemen dengan 2-3 ruang
tidur atau 1 ruang tidur
· Jenis bangunan yang dipilih adalah bangunan yang bergaya modern
· Lebih memilih apartemen yang menyediakan kebutuhannya dalam
bangunan sehingga tidak perlu pergi keluar dalam memenuhi
kebutuhannya dikarenakan waktu mereka yang sebagian besar habis
dalam berkarier
c. Berdasarkan studi yang telah ada maka kegiatan yang harus di tampung
dalam apartemen adalah :
· Fungsi kegiatan hunian
· Fungsi kegiatan penunjang kebutuhan hunian
· Fungsi kebutuhan olahraga dan rekreatif
d. Fasilitas dalam apartemen di semarang :
· Wadah kegiatan hunian berupa unit-unit tempat tinggal
· Wadah kegiatan penunjang : laundry,foodcoourt, garasi,swalayan.
· Wadah kegiatan olahraga : Kolam renang,fitness centre

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 40
TUGAS AKHIR

· Wadah kegiatan Rekreasi, Spa dan body treatment


·
- Fasilitas pendukung dalam bangunan multifungsi ( Kantor sewa,
Apartemen dan Mall ) di Surakarta
a. Fasilitas dalam bangunan
Dalam bangunan multifungsi yang menampung kegiatan apartemen,
kantor sewa dan mall maka fasilitas yang diperlukan berupa :
· Fasilitas bagi kegiatan kantor sewa berupa unit-unit kantor sewa
· Fasilitas bagi kegiatan Apartemen berupa unit-unit hunian
· Fasilitas bagi kegiatan mall berupa unit-unit retail

Fasilitas pendukung berdasarkan studi dari fasilitas pendukung kantor sewa,


apartemen dan mall yang telah ada.
- Fasilitas Parkir
- Fasilitas kesehatan berupa medical centre dan apotik
- Fasilitas food court, café maupun Restaurant
- Fasilitas bagi rental office berupa perpustakaan, exhibition hall dan
converention hall.
- Fasilitas loundry bagi hunian dan apartemen
- Fasilitas olahraga berupa : Kolam renang, fitness centre
- Fasilitas rekreasi : Playground,internet,spa dan body treatment
( salon )
- Fasilitas Ibadah : berupa mushalla

b. Tuntutan dalam Bangunan Multifungsi berdasarkan User / sasaran


Pengguna bangunan
Merencanakan sebuah hunian akan selalu berkaitan
dengan penggunanya.bangunan multifungsi dalam hal ini
menampung kegiatan perkantoran bisnis dan hunian akan terkait
dengan perilaku dan budaya penghuninya, karena manusia akan
selalu terkait dengan setting lingkungannya.
Kelompok sasaran penghuni dalam bangunan muultifungsi
di surakarta ini adaloah terdiri dari kaum eksekutif dan golongan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 41
TUGAS AKHIR

menengah keatas dengan ekonomi serta intelektual yang tinggi


merupakan basis masyarakat modern, dengan perilakku sebagai
berikut :
· Mempunyai budaya yang komlek dan tinggi
· Terbiasa dengan pola kehidupan perkotaan, cenderung
menyukai hal-hal yang praktis, efektif dan rasional
· Hubungan antar individu lebih berdasar pada pertimbangan
ekonomi
· Sangat tergantung pada teknologi
· Mudah menyesuaikan dengan perubahan dan mobilitas
· Individualitas tinggi
· Kontak social bila diperlukan
· Persepsi tentang hunian merupakan status sekaligus symbol
social

· Tuntutan security dan safety


· Self Preservation ( Perlindungan diri )
· Ekonomi Security ( Perlindungan harta benda )
· Savety
· Aman terhadap bahaya kebakaran
· Kelengkapan sarana mengatasi bahaya kebakaran

Tuntutan kenyamanan ( Comfort )


1- Physical Comfort
Bebas dari gangguan : Panas matahari, hujan, dingin,kelembaban
dan bising
2- Spiritual
Keprivacyan yang tinggi
3- Tuntutan social dan lingkungan
Pencapaian yang mudah
Fasilitas rekreasi dan lahraga

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 42
TUGAS AKHIR

4.2.3 Study Teritory Dalam Bangunan Multifungsi Sebagai Penunjang


Kebutuhan Privacy
4.2.3.1Study Privacy dalam Bangunan
Bagi para eksekutif dan golongan ekonomi menengah keatas
maka masalah privacy menjadi suatu tuntutan yang tak terelakkan,
sebagaia suatu akibat dari tuntutan standard hidup yang modern.
Pandangan beberapa ahli mengenai Privacy berdasarkan kajian
pustaka yang telah ada maka dapat disimpulkan :
a. Privacy merupakan suatu meknisme yang mengatur sejauh
mana hubungan pribadi dengan orang lain dapat dilakukan
b. Privacy dapat dilakukan untuk pribadi atau kelompok
c. Privacy memerlukan pembatas audio visual
d. Privacy tidak hanya terbatas pada ruang didalam bangunan
saja tetapi juga meliputi ruang diluar bangunan

4.2.3.2 Study Teritori dalam bangunan multifungsi


Sebagai bangunan yang menampung fungsi kegiatan
berbeda dimana kegiatan-kegiatan tersebut masing-masing memiliki
tuntutan terhadap tingkat privacy yang berbeda, maka harus terdapat
teritori yang jelas yang memisahkan fungsi-fungsi kegiatan didalamnya
baik dengan batasan fisik yang massif maupun transparan berdasarkan
kebutuhan akan territory masing-masing kegiatan didalamnya sehingga
tidak terjadi crowding dan privacy yang diinginkan pada masing-msing
kegiatan dapat tercapai.

a. Sirkulasi
Sistem Sirkulasi merupakan faktor yang sangat menentukan bagi
berhasilnya suatu territory yang baik dalam suatu kegiatan. Sebuah
sirkulasi yang terancang baik dengan jalur-jalur yang memisahkan
antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lainnya dengan
memperhitungkan kebutuhan dan tingkat laju sirkulasi yang
diperlukan tiap kegiatan akan membentuk suatu kenyamanan dalam
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 43
TUGAS AKHIR

melakukan masing-masing kegiatan. Apabila sebuah sirkulasi tidak


dirancang dengan baik maka akan terjadi crowding karena mudah
sekali terjdai bentrok antar kebutuhan kegiatan yang berbeda.
Dalam bangunan multifungsi yang menampung fungsi kegiatan utama
apartemen, Kantor sewa dan mall disampiung adanya wadah
kegiatan penunjang maupun pelengkap maka penentuan jalur sirkulsi
harus memenuhi criteria yang menunjang kebutuhan privacy dari
masing-masing kegiatan sehingga jalur-jalur sirkulasi antar kegiatan
yang berbeda harus dipisahkan.
b. Zoning
Dalam bangunan multifungsi sistem Zoning sangat menentukan
dalam mencapai Privacy dan territoi yang diinginkan. Sistem Zoning
tersebut mencakup :
- Zonifikasi secara Horizontal, yaitu mencakup zonifikasi bangunan
dengan lingkungan dan tapaknya
- Zonifikasi vertikal, yaitu zonifikasi kegiatan berdasarkan lantai
dalam bnagungnan berdasakan tingkat sifat kegiatan privat, semi
privat, maupun publik.
4.2.4. Kegiatan yang harus ditampung
§ Fungsi Kegiatan yang ada di dalam Mall berupa :

- Kegiatan Jual beli berupa retail-retail dan toko


- Kegiatan refreshing berupa arena permainan, dan sesuatu yang
bersifat rekreatif
- Kegiatan penunjang kebutuhan Mall
§ Fungsi Kegiatan yang ada didalam apartemen berupa :

- Fungsi kegiatan hunian


- Fungsi kegiatan penunjang kebutuhan hunian
§ Fungsi Kegiatan yang ada didalam Kantor Sewa berupa :

- Kegiatan perkantoran
- Kegiatan Penunjang fungsi perkantoran.

4.2.5 Study Besaran Ruang


Penentuan besaran ruang pada system modul ruang unit-
unit mall, kantor sewa maupun apartemen didasarkan pada :
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 44
TUGAS AKHIR

· Sistem tata letak perabot dan tata ruang


· Modul ruang
· Sirkulasi
· Pencahayaan dan Penghawaan yang meminimalkan
penggunaan energi listrik.
· Jenis ruangan yang direncanakan ( Ruangan dangkal, sedang
dan dalam )
- Ruang dangkal
Mempunyai kedalaman 4-6 meter, digunakan untuk lay-out
tertutup, yang cocok untuk kebutuhan ruang yang berderet dan
membutuhkan unit kerja untuk perorangan yang privat
- Ruang Sedang
Mempunyai kedalaman 6-8 meter, Penggunaan lebih fleksibel
daripada ruang dangkal karena memeberi kemungkinan dipakai
sebagai ruang kerja perorangan maupun kelompok dalam lay-out
terbuka
- Ruang dalam
- Mempunyai kedalaman lebih dari 9 meter, paling fleksibel karena
dapat digunakan untuk lay-out terbuka maupun perorangan

Keuntungan dan Kerugian menggunakan ruang dalam dan ruang


dangkal :
Ruang dangkal
- Perbandingan Luas permukaan ( Façade ) dan luas lantai tidak
menguntungkan, sehingga kemungkinan biaya fasade lebih besar
dibandingkan dengan pemanfaatan lantai sewa.
- Untuk bangunan bertingkat banyak, perbandingan antara lebar
dan tinggi bangunan kurang menguntungkan terhadap gaya
Horizontal.
- Fleksibilitas untuk penggunaan ruang-ruang yang disewakan
kepada perusahaan yang macam-macam sangat terbatas.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 45
TUGAS AKHIR

- Dalam penmgguanan AC, beban AC akibat radiasi dari luar lebih


besar
Ruang dalam
- Biaya Façade diimbangi dengan bertambahnya luas lantai sewa
- Pada bangunan bertingkat banyak kemungkinan untuk melawan
gaya Horizontal lebih kecil
- Fleksibilitas dalam penggunaan ruang
- Membutuhkan penerangan dan pengkondisian udara mekanis

4.2.6 Studi Pemillihan Lokasi


Pemilihan lokasi bangunan multifungsi yang direncanakan
mengacu Pada :
- Lokasi Strategis dan menguntungkan ( diminati oleh konsumen,
dekat dengan fasilitas umum, sirkulasi mudah, pencapaian dari/ ke
obyek mudah )
- Sesuai dengan kebijakan pembangunan kota Surakarta.

4.2.7 Bentuk, Desain, massa dan Utillitas


Dalam perencanaan bangunan multifungsi sebagi bangunan
komersial diperlukan beberapa pertimbangan perancangan
( Berdsarkan studi pada tinjauan pustaka ) agar didapat sebuah
bangunan yang mampu menarik minat konsumentanpa
meninggalkan unsur-unsur hemat energi, yang mempengaruhi
perencanaan. Desain bentuk dan massa dibuat dengan dasar
pertimbangan Oientasi ( berdasrkan analisa view, klimatologis,
pencapaian ) potensi tapak, kondisi sekitar tapak dan Arsitektur
hemat energi.

4.2.8 Penerapan Arsitektur Hemat Energi pada Bangunan


Penerapan Arsitektur Hemat Energi pada bangunan multifungsi ini
yaitu :
· Orientasi massa pada bangunan mall, bangunan mall ini selain
bentuknya memanjang ( street mall ) juga sebagai pemantul sinar
matahari bagi tower yang ada dibelakangnya, fungsinya agar
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 46
TUGAS AKHIR

cahaya matahari dapat maksimal masuk ke dalam unit-unit fungsi


fasilitas yang ada di dalam tower.
· Pemanfaatan glass Photovoltaic ( Photovoltaic bening ) sebagai
farian terbaru dari sel surya yang lebih ramah lingkungan kedalam
perancangan bangunan multifungsi.
· penempatan unit –unit ruang ke bagian sisi-sisi terluar bangunan
dengan tujuan pemaksimalan penerimaan cahaya dan udara dari
luar bangunan.
· pemberian jalur ventilasi yang dapat di kontrol pada bagian bawah
dan bagian atas ruang sebagai jalur keluar dan masuknya udara,
sehingga didalam unit apartemen dan kantor sewa hanya
dibutuhkan sedikit AC untuk memenuhi kenyamanan thermal
· pemanfaatan enrgi kinetik manusia dan mobil yang melintas didalam
kawasan bangunan multifungsi untuk diubah menjadi energi listrik
sebagai suplai tambahan energi pada bangunan multifungsi yang
dapat mengurangi beban operasional bangunan.
· pemanfaatan shading vertikal berupa perpanjangan kolom pada sisi
utara dan selatan bangunan untuk memperbanyak menangkap
cahaya matahari tanpa menyerap panasnya.

BAB V
ANALISA PENDEKATAN PERENCANAAN DAN
PERANCANGAN

5.1 ANALISA MAKRO BANGUNAN MULTIFUNGSI ( KANTOR SEWA ,


APARTEMEN DAN MALL ) DI SURAKARTA
Bangunan Multifungsi di Surakarta yang dirancang merupakan
sebuah bangunan yang menampung tiga fungsi kegiatan perkantoran ,Hunian
dan pusat perbelanjaan. Perencanaan bangunan multifungsi tersebut
berdasarkan tinjauan mengenai potensi Surakarta serta kebutuhan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 47
TUGAS AKHIR

mengenai kantor sewa, apartemen dan mall. Perencanaan bangunan


multifungsi tersebut mengacu pada Rencana Umum Tata Ruang Kota
Surakarta, sedangkan data-data yang diperlukan sebagai penunjang
kebutuhan akan fungsi kegiatan dan ruang yang dibutuhkan berdasar data
statistik yang berkaitan . Sedangkan perencanaan bangunan tersebut
dengan anggapan :
· Perencanaan kantor sewa,apartemen, dan mall sebagai bangunan
multifungsi di Surakarta diprediksikan untuk sepuluh tahun kedepan
· Investasi pembangunan dan biaya pembangunan dianggap telah ada
dan memenuhi standard kelayakan
· Tanah dianggap telah tersedia, permasalahan yang berhubungan
dengan masalah pembebasan lahan dan pematangannya sesui
dengan hukum dan prosedur yang ada. Penyediaan luas lahan
dianggap tidak ada masalah atau semata-mata hanya didasarkan
pada program yang ada.
· Teknologi dalam pelaksanaan konstruksi dianggap telah memadai

5.1.1 Analisis pendekatan pemilihan Lokasi dan Site


bedasarkan sejarahnya, adanya bangunan multifungsi didasari
atas motivasi-motivasi sebagai berikut :
a). Peningkatan nilai guna sarana dan Prasarana perkotaan melaui
penggabungan dan pengaturan berbagai fungsi non Kontradiktif kedalam
matriks ruang dan waktu tepadu
b). Penggunaan ruang secara maksimum untuk luasan permukaan tanah
yang tebatas atau efisiensi tata guna lahan
c). Kemudahan komunikasi serta kelancaran pertukaran barang,jasa dan
pemikiran
d). Memperpendek jarak antara berbagai fungsi dan aktifitas, untuk
mengurangi beban pemborosan transportasi kota akibat mobilisasi yang
tinggi
e). Penghapusan Segresi sosial yang berlandaskan pada perbedaan
tingkat ekonomi dan status Sosial

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 48
TUGAS AKHIR

f). Pencapaian keseimbangan antara ekspresi kebutuhan dan aspirasi


manusia dengan lingkungan fisik dan mekanik yang melayani kebutuhan
hidupnya.
Sesuai dengan kriteria –kriteria tersebut maka lokasi yang paling
tepat bagi bangunan multifungsi adalah dalam kawasan Central Bisnis
Distrik yang merupakan pusat pertumbuhan kota dengan fasilitas dan
kemudahan. Di Surakarta kawasan ini disebut sebagai kawasan BWK I
( Batas Wilayah kota I )

452300
cc 07 31'20" LS

CZ
PEMERINTAH


cb 

ca 
 KOTA SURAK ART A

bz 

by KAB. KARANGANYAR
bx
452000
bw

bv 
bu KAB. BOYOLALI 



 RENCANA UMUM
bt 
bs


TATA RUANG KOTA
CY br
 



KOTA SURAKARTA
bq  

bp
KAB. KARANGANYAR


U
bo
 

bn   
451000
bm
   Sekala 1 : 20.000

bl


bk     

 
bj 






bi     

KAB. KARANGANYAR 




CX bh    

   




bg
 
bf 

be
 

LEGENDA
  

bd
 

  
450000 
bc  

 
bb  
Kebudayaan


  

ba  

   

az
ay
  


 Jasa Pariwisata
  

    

     

CW ax   

aw     

 

av
        
Olah Raga/ Open space
au     
   

at     

Penunjang Olah Raga


449000  
as
   

   
ar    

  
aq      

 
Perdagangan


 

ap     

  
ao
    

     

CV an     

 

Perkantoran
 
am

KAB.KARANGANYAR
al        

   




ak  




Fas. Transportasi
    

aj       


448000
ai 



  
      

ah      

ag







 


Industri
CU af
         

ae       


ad 



   

Pendidikan / Sosial
ac  


     

 

KAB. SUKOHARJO
       

ab      

Pergudangan
  

   

z       

447000      

y       

x
Pusat Pemerintahan
        

w 




 

   


  


v  


   

 
u 

Floataing Area

       

CT t     
    

s     

r      

q       


KAB. SUKOHARJO Perumahan
p    

446000 
 

o   

  

n 
m
 

 

l   

k 

j
CS   

i     

  

h 

g    

f 
445000           

e 

KAB. SUKOHARJO
   

d    

c  

CR b   

a 



444400
KAB. SUKOHARJO
07 57'35" LS

634400

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100101102103104105106107108109110111112113114

246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257
635000 636000 637000 638000 639000 640000 641000 642000 643000 644000 645000 646000

RUTRK Surakarta
Gambar 5.1 Rencana Stuktur Pemanfaatan Ruang berdasarkan Dominasi kegiatan
Sumber : RUTRK Surakarta
Sesuai dengan rencana induk Kota Surakarta tahun 2002 yang disarikan
sebagai berikut :
- Daerah perdagangan dan perkantoran terletak pada pusat kota
dan berkembang ke arah barat ( Central Bussines District )
- Daerah Industri berkembang kearah Timur
- Daerah Pendidikan utara dan timur
-Daerah Hunian berkembang kearah barat
Jadi dapat dilihat pusat kota ( Centre Town ) merupaka juga pusat
kegiatan bisnis ( Centre Bussines District ) di kota Surakarta.

ANALISIS

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 49
TUGAS AKHIR

Sebagai bangunan multifungsi dengan fungsi kegiatan modern maka


karakter yang harus dipenuhi adalah :
· Karakter bangunan Modern didalam Lokasi
· Dapat mendukung bangunan sebagai bangunan yang
menampung kegiatan bisnis dan hunian
· Lokasi merupakan Point Interest kawasan
· Lokasi sebagai pusat bisnis yang memberikan nilai Bonafid
· Memberikan kemudahan akses lingkungan
· Berada pada jalan arteri

Analisis pemilihan lokasi bangunan multifungsi yang menampung kegiatan


bisnis perkantoran dan hunian berdasarkan arah kebijaksanaan tata kegiatan
dikawasan sebagai berikut :

Jl. LU Adi
Sucipto

Depan RSIS
Yarsis
Lokasi Pasar
Klewer dan
sekitarnya
Jl.Slamet
Riyadi
( Kota )

Gambar 5.2 Analisa site & Lokasi


Sumber : Doc. Pribadi
Lokasi Arahan Karakter Nilai
jalan LU Pada kawasan · Sebagai kawasan Lokasi kurang
sepanjang jalan Adi representatif dalam
Adi.Sucipto perkantoran
Sucipto ini diarahakan · dalam skala kota jika dibangun
dan dikembangkan oleh bangunan multifungsi
perkembangannya
Pemkot Surakarta apalagi sarana
diarahkan sebagai
sebagai area transportasi umum
zona hunian
perkantoran dalam pandangan
· tidak diarahkan penulis dirasakan
sebagai zona
kurang.
perdagangan

Lokasi Arahan Karakter Nilai

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 50
TUGAS AKHIR

Lokasi pasar klewer Diarahkan menjadi · Sebagai kawasan Kurang sesuai sebagai
pusat pedagangan kota lokasi bangunan
dan sekitarnya perdagangan
dengan jenis mata · tidak diarahkan oleh multifungsi sebagai
dagangan pakaian dan bangunan rental office
pemerintah sebagai
merupakan pasar dan apartemen yang
zona perkantoran
pakaian / konveksi · tingkat kesumpekan bonafide
terbesar di solo
tinggi dengan
kepadatan
bangunan.

· sebagai zona
perdagangan
tradisional /rakyat

Lokasi Arahan Karakter Nilai

Jl.Slamet Riyadi Di arahkan sebagai · Sebagai kawasan Kurang sesuai dengan


Perdagangan dan bangunan multifungsi
( Pusat kota ) perdagangan dan
perkantoran, . perkantoran yang didlamnya ada

merupakan lokasi CBD · tidak diarahkan fungsi fasillitas berupa


kota solo hunian, selain itu juga
sebagai zona
tebentur oleh peraturan
hunian
tata kota dimana di jalan
· Tingkat slamet riyadi sudah
kesumpekan sangat
terdapat banyak mall.
tinggi dengan
kepdatan bangunan
tinggi

Lokasi Arahan Karakter Nilai

Depan Rsis Yarsis Diarahkan untuk · Mempunyai nilai Merupakan lokasi yang
kegiatan campuran Ekspose kawasan paling tepat bagi
dengan dominasi fungsi yang tinggi sebagai bangunan multifungsi
sebagai perkantoran eneterance kota yang menampung fungsi

dan perdagangandan · Diarahkan sebagai kegiatan hunian,


juga sektor informal perkantoran dan
kawasan dengan
perdagangan karena
fungsi modern
lokasinya yang strategis
· merupakan dan mudah diakses
kawasan bonafide
dan dapat
memberikan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 51
TUGAS AKHIR

prestige bagi fungsi


fasilitas didalamnya
· merupakan jalur
transportasi utama
masuk dan keluar
solo
· dekat dengan
fungsi fasilitas
Rumah sakit

Hasil Analisa :
Berdasarkan analisa diatas, maka lokasi terpilih adalah berada didepan RSIS
Yarsis, Berdasakan analisa lokasi ini paling tepat digunakan sebagai site
Bangunan Multifungsi sesuai dengan karakter bangunan dan arah
pembangunan.

Perumahan Penduduk
Eksisiting Tapak
Carrefour/Alfa

SITE Ke Semarang -
Jogja
Perkantoran
RSIS Yarsis

RS Ortopedi

Gambar 5.3 Site Terpilih Sumber : Doc. Pribadi


Batas – batas Tapak
Utara : Jalan raya, RSIS Yarsis, RS. Ortopedi
Selatan : Perumahan Penduduk
Barat : Carrefour/ Alfa
Timur : Perkantoran , Persawahan
2 2
Luas Tapak : 64.050 m ( 305 x 210 m )
Kontur Relatif Datar

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 52
TUGAS AKHIR

SITE

Gambar 5.3 Site Terpilih Sumber : Analisa Pribadi

5.1.2 Analisa Pengolahan dan Zonifikasi Site


5.1.2.1 Analisa Pencapaian
§ Pencapaian dari luar kota
Dasar Pertimbangan :
Preseden bangunan sekita yang berada di sekitar site ( RSIS Yarsis &
RS.Ortopedi )
Efisiensi dan Efektifitas

Analisa :
Berdasarkan Preseden bangunan RSIS Yarsis & RS.Ortopedi yang
telah dianalisa, banyak user yang berasal dari luar kota. Didalam
Perencanaan bangunan Multifungsi ini
Lokasi site ini teletak di Jl.Ahmad Yani ( Sejalur dengan Jl. Slamet
Riyadi ) dan masih termsuk didalam wilayah Kota Surakarta.
Jl.Ahmad Yani ini merupakan Jalur utama masuk dan keluar kota
Surkarta. dari arah barat merupakan jalur masuk dari Semarang dan
Jogjakarta, dari timur arah dari Kota Surakarta dan Wonogiri.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 53
TUGAS AKHIR

§ Pencapaian kedalam
Site Tujuan :
Analisa Pencapaian dari luar Site menuju kedalam site
berguna untuk mendapatkan alur sirkulasi masuk dan kelluar site baik
itu berupa Main Enterance ( ME ) maupun Side Enteance ( SE ).

Dasar Pertimbangan :
- Kemudahan Pencapaian dari luar site dan dari dalam site
- Kenyamanan bagi User maupun masyarakat sekita agar
tidak terjadi kemacetan
- Efisiensi dan efektifitas ( berhubungan dengan konsep
Hemt Energi )
- Keprivasian bagi setiap user dari Fungsi faasilitas ( Mall,
Apartemen, kantor sewa ).

Analisa :
Main Enterance ( ME ) ditujukan untuk jalur keluar masuk bagi
user bangunan multifungsi, sehingga diharapkan kenyamanan dan
keefisienan tercipta didalam alur sirkulasi yang tepat, sehingga
jalur dua arah ( masuk & keluar ) berbeda. Pada site terpilih jalur
utama adalah Jl.Ahmad yani maka secara otomatis Main
Enterance ( ME ) Ada di jalan tesebut.

analisa Jalur ME dan SE :


JENIS JALUR ME & SE KELEBIHAN KEKURANGAN
A Jalur keluar masuk - mempermudah sirkulasi didalam Site - kemanan Kurang
terpisah - Terdapat Pemisahan jalur sesuai terkontrol
karakter pengnguna - Efisiensi lahan sangat
- mempermudah mengorganisir area kurang
tujuan pengguna sesuai karakternya
B Jalur keluar masuk - Efisiensi lahan - kemungkinan terjadi
- mempermudah pengontrolan kemanan penumpukan
disatukan
kendaraan yang keluar
dan masuk
- Terjadi percampuran
karakter pengguna jalur

Sumber : Analisa TA Apartemen Di bandung - Astuning Hariri

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 54
TUGAS AKHIR

Hasil :

SITE ME ( Keluar Site )

ME ( Masuk Site )

Gambar 5.4 Analisa Main Enterance


Sumber : Analisa Pribadi
Analisa SE :
SE ( Side Enterance ) digunakan untuk jalu keluar masuk bagi pengeloladan
karyawan ( Servis ) sehingga tidak mengganggu sirkuklaasi penghuni yang
membutuhkan keprivasian. Terdapat Dua pintu untuk masuk dan keluar. Selain
Untuk para pengelola Side Enterance ini juga digunakan oleh Penghuni
Apartemen, karena user apartemen yang berada pada bangunan multifungsi ini
cenderung menginginkan keprivasian yang lebih tinggi.
SE Pada bangunan multifungsi ini paling baik diletakkan disebelah timur site
karena searah dengan jalur kendaraan ( dari arah timur ) dan berhubung belum
ada jalan ditimur site ( Jalur keselatan ) maka sebaiknya di buat jalan tesebut
karena ini merupakan infrastruktur dari banngunan multifungsi tersebut.

Hasil :
SE Digunakan Oleh Pengelola

SIDE ENTEANCE (
SITE
SE )

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 55
TUGAS AKHIR

Gambar 5.5 Analisa SE


Sumber : Analisa Pribadi

Hasil :
ME digunakan Oleh user Mall dan kantor sewa, pengelola, dan tamu.
SE digunakan oleh User Apartemen, karyawan dan servis.
5.1.2.2 Analisa View
Kondisi Site
Batas Site sebelah utara : Perumahan Penduduk bertingkat endah, sebelah
Utara : Jl. Ahmad Yani, RSIS Yarsis. Sebelah Selatan : Perumahan Penduduk,
sebelah timur : Perkantoran, sebelah barat : Carrefour/ Alfa.
Tujuan Analisa View :
berperan dalam menentukan orientasi bangunan yang tepat serta untuk
mendapatkan gambaran posisi bangunan yang mendapatkan perhatian
masyarakat terbanyak berdasarkan kedudukan pengamat. Konsep hemat energi
terlihat pada penerjemahan konsep tersebut pada peletakan yang tepat
sehingga akan memberi daya tarik bagi para calon user bangunan multifungsi.
Dasar pertimbangan :
Keberadaan dan arah jalan utama disekitar site.

SITE
C
A
B

Gambar 5.6 Analisa view

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 56
TUGAS AKHIR

Sumber : Analisa Pribadi

Analisa :
A. Penginderaan masyarakat yang berasal dari arah Timur menuju ke barat
melalui Jl.Ahmad Yani (nilai view to site = baik / ++ )
B. Penginderaan Masyarakat yang berasal dari Tepat di depan site ( Nilai
View to site Sangat baik / +++ )
C. Penginderaan masyarakat yang berasal dari arah barat menuju timur
melalui Jl.Ahmad Yani ( Nilai view to site cukup)
D. Penginderaan masyarakat yang berasal dari arah selatan ( Perumahan )
Hasil :
Penginderaan yang dapat dilihat oleh mayarakat sekitar berasal dari Jl. Ahmad
yani dan perumahan sekitar site, sehingga sesuatu yang menarik masyarakat
( Point of Interest ) pada bangunan ditempatkan pada sisi bangunan sebelah
utara, timur dan barat

D
SITE
C
A B

Gambar 5.7 Analisa View


Sumber : Analisa Pribadi

Analisa :
A. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar
( Nilai view from site baik / ++ )
B. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar
( Nilai view from site cukup baik / + )
C. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar
( Nilai view from site baik / ++ )
D. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar
( Nilai view from site cukup baik / + )

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 57
TUGAS AKHIR

5.1.2.3 Analisa Noise


Tujuan :
Memperoleh tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh lingkungan
disekitar tapak. Berperan dalam menentukan peletakan setiap Fungsi
fasilitas ( Mall, Kantor sewa dan Apartemen ) dalam bangunan Multifungsi
yang berkaitan dengan keprivasianserta untuk mendapatkan pengelolaan
yang tepat untuk mengendalikan kebisingan yang terjadi. Prinsip Hemat
Energi diterapkan pada penanggulangan yang tepat untuk mengurangi
efek bising.
Dasar Pertimbangan :
Intensitas kebisingan lingkungan sekitar
Analisa :

A SITE C

Gambar 5.8 Analisa Noise


Sumber : Analisa Pribadi
Hasil :
A. Area bising yang ditimbulkan oleh aktifitas jalan A.Yani dan sekitarnya
berpengruh agak bising pada Zona A ( ++ )
B. Area bising yang ditimbulkan oleh aktifitas jalan A.Yani dan sekitarnya
berpengruh sangat Bising pada Zona B ( +++ )
C. Area bising yang ditimbulkan oleh aktifitas jalan A.Yani dan sekitarnya
berpengruh agak bising pada Zona A ( ++ )

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 58
TUGAS AKHIR

Gambar 5.9 hasil Analisa zonifikasi noise


Sumber : Analisa Pribadi
- Untuk mengurangi tingkat kebisingan yang timbul akibat
lingkungan sekitar maka diperlukan zona vertikal yang memisahkan
antara zona bising ( Warna merah ) dan agak bising ( Warna Kuning )
dan tenang ( warna Biru )
- Selain itu pengendalian kebisingan bisa dilakukan dengan
pemberian buffer pada site berupa tanaman yang berdaun lebat dan juga
pemberian jarak antara bangunan dengan sumber kebisingan
- Aspek teknologi hemat energi juga bisa masuk didalam penangan
kebisingan

5.1.2.4 Analisa Klimatologi


Surakarta terletak di °45¢15¢¢ - 110°45¢35¢¢ BT, 70°36¢ - 70°56¢ LS. sehingga
0 0
termasuk pada iklim tropis lembab. Kenyamanan thermal sekitar 24 - 26 C
maka perlu pengolahan tapak dan orientasi bangunan agar bangunan dapat
optimal dalam pemanfaatan iiklim.
Tujuan :
Mendapatkan Strategi desain yang sesuai dengan keadaan iklim pada
lokasi sehingga penggunan bangunan merasa nyaman. Konsep
hemat energi sangat berperan penting dalam mereduksi penggunaan
energi pada bangunan berupa pengkondisian bangunan terhadap
iklim setempat agar terasa nyaman dengan cara mensinergikan
bangunan dengan keadaan iklim setempat ( pencahayaan dan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 59
TUGAS AKHIR

penghawaan ) dan pemanfaatan potensi iklim tersebut pada


bangunan yang direncanakan.
Dasar Pertimbangan :
§ Keadaan cuaca dan posisi matahari di kawasan tapak
§ Konsep hemat energi dan orientasi bangunan

SITE

Gambar 5.10 Analisa Klimatologi


Sumber : Analisa Pribadi
Keterangan :
:Ilustrasi peredaran Matahari ( Siang – malam )
: Ilustrasi Angin timur
: Ilustrasi angin barat

Hasil :
- Pada analisa matahari telah jelas terlihat bahwa bagian timur lebih
banyak terkena sinar matahari, sedangkan pada site bagian barat sedikit
banyak terhalang oleh bangunan sekitar, jadi hal ini dapat dimanfaatkan
dengan memperbanyak bukaan di sisi timur, selain itu matahari pagi
( Dari timur ) baik bagi kesehatan.
Untuk memperbanyak sinar matahari yang masuk dari timur maka pada
analisa perancangan ini bangunan akan condong ke barat.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 60
TUGAS AKHIR

- Pada analisa angin disini juga terlihat bahwa angin timur yang
24
cenderung bersih dan menyejukkan tidak terhalang oleh bangunan
sekitar , dan pada konsep hemat energi bangunan multifungsi ini nantinya
diberi bukaan yang lebih banyak pada sisi timur. sedangkan angin barat
yang cenderung membawa kuman penyakit yang bertiup pada musim
25
penghujan sebaiknya pada sisi barat telah terhalang oleh bangunan
sekitar yaitu bangunan carrefour.Selain itu bangunan multifungsi ini
nantinya sebaiknya diberi buffer, baik itu buffer alami berupa tanaman
dan pepohonan yang rindang juga buffer artifisial.

5.2 ANALISA MIKRO


5.2.1 ANALISA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN RUANG
- Analisa kegiatan secara umum
- Pendekatan karakter pelaku secara umum
Secara umum karakter pelaku kegiatan adalah dinamis dan efisien
Pendekatan kegiatan umum
PELAKU KEGIATAN UMUM
Penyewa Kantor sewa Datang
Parkir
Sirkulasi
Ke Zona Perkantoran
Istirahat
Pulang

Pemilik Apartemen Pulang


Parkir
Sirkulasi
Ke Zona Hunian
Pergi
Penjaga retail mall Datang
Parkir
sirkulasi
ke zona mall ( menuju retai )
pulang

24 Konsep perancangan Bank Muammalat


25 Konsep perancangan Bank Muammalat

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 61
TUGAS AKHIR

Pengunjung Datang
Parkir
Mencari Informasi
Sirkulasi
Ke zona hunian, zona perkantoran atau mall
Istirahat
Lavatory
Pulang
Pengelola Datang
Parkir
Sirkulasi
Melakukan Kegiatan Pengelolaan
Istirahat
Pulang

Analisis Kegiatan dalam kantor sewa


a. Dasar Pertimbangan
Dalam kegiatan perkantoran akan melibatkan pelaku kegiatan
yang berbeda yaitu pelaku kegiatan permanent yaitu penyewa perkantoran
dan pegawainya serta pelaku kegiatan perkantoran yang bersifat sementara
yaitu pengunjung atau tamu maupun relasi kerja.
Dasar pertimbangan dalam melakukan analisa kebuutuhan
Privacy perkantoran adalah sebagai berikut :
- Pendekatan pelaku kegiatan didalam kantor
1. Pendekatan Struktur organisasi perusahaan calon penyewa
2. Pendekatan tamu yang berkunjung di kantor
- Pendekatan karakter pelaku kegiatan
B . Pendekatan kegiatan didalam kantor berdasarkan pendekatan
terhadap karakter pelaku kegiatan Pendekatan

- Pendekatan pelaku kegiatan didalam kantor


- Pendekatan struktur organisasi perusahaan calon Perusahaan
calon penyewa struktur organisasi perusahaan sangat beragam,
dalam hal ini pendekatan terhadap struktur organisasi perusahaan
calon penyewa adalah struktur perusahaan type fungsional.
- Pendekatan tamu yang berkunjung ke kantor
Tamu yang berkunjung ke kantor adalah orang-orang yang
mempunyai kepentingan dengan pegawai kantor Yaitu :
- Relasi bisnis

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 62
TUGAS AKHIR

- Dewan Direksi
- Pemegang saham
- Calon pegawai

Pendekatan karaktere perilaku kegiatan


- Karakter direktur eksekutif
o Produktifitas tinggi ( jam kerja 8-10 jam perhari dengan 2
hari libur perminggu )
o Memerlukan ketenangan kerja dengan Privacy tinggi
o Dinamis, mobilitas tinggi dalam rangka menjalin relasi kerja
o Sering mengundang relasi bisnis ke kantor berkisar 1-4
orang
-Karakter Direktur fungsional / wakil direktur eksekutif
§ Jam kerja antara 7.30 -16.00 WIB
§ Memerlukan ketenangan dalam bekerja
-Karakter pegawai dan sekretaris
§ Jam kerja antara 7.30-16.00
§ Hampir seluruh waktunya tersita didalam kantor
§ Sosialisasi dengan rekan sekantor yang baik akan,
meningkatkan kerjasama yang mendukung hasil kerja yang
lebih baik
§ Hubungan antar rekan yang baik akan mengurangi stress
dalam bekerja

Kegiatan didalam kantor berdasarkan struktur orgaisasi dan


calon penyewa adalah sebagai berikut :

STRUKTUR ORGANISASI KEGIATAN


Direktur Eksekutif Masuk, kegiatan administrasi, menerima tamu, rapat,
presentasi, briefing, ibadah, lavatory, istirahat, keluar
Direktur Fungsional Masuk,kegiatan administrasi, menerima tamu,rapat,
presentasi,breefing, ibadah, lavatory,Istirahat, keluar
Sekretaris direktur eksekutif Masuk, menerima tamu, kegiatan administrasi,
penyimpanan, training, percetakan, pengiriman,

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 63
TUGAS AKHIR

rapat,briefing, ibadah, lavatory, istirahat, keluar


Karyawan Masuk, ment\yambut tamu, kegiatan administrasi,
penyimpanan, training, percetakan, pengiriman, ibadah,
lavatory, istirahat, keluar
Tamu Masuk

C. Analisis
Kegiatan Pelaku Kebutuhan Privacy
Fisik Non Fisik
Akses Audio Visual Personal Territoriality Kesesakan
Fisik/ space dan
informa kepadatan
si

Masuk/ Direktur √ Jarak Publik


keluar eksekutif, personal
fungsional 0,5-1,3 m
,sekretaris
karyawan,
tamu

Administrasi , Direktur √ Jarak Primer 5 Pelaku


menerima Eksekutif, personal
tamu Tamu 0,5-1,3 m

Direktur √ Jarak Primer 3 Pelaku


Fungsiona personal
l,tamu 0,5-1,3 m

Sekretari √ Jarak Primer 2 Pelaku


direktur, personal
tamu 0,5-1,3 m

Sekr dir √ Jarak Primer 1 Pelaku


fungsional personal
0,5-1,3 m

Rapat Direktur √ √ Jarak Sekunder 18 Pelaku


Presentasi Eksekutif, personal
, briefing dir.fungsio 0,5-1,3 m
nalis,tamu

Penyimpan Sekretari √ √ Jarak Sekunder 5 Pelaku


an s,karyaw personal
an 0,5-1,3 m
Menyamb Karyawn, Jarak Publik 5 Pelaku
ut tamu, tamu personal

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 64
TUGAS AKHIR

menunggu 0,5-1,3 m

Ibadah/ Direktur √ √ Jarak Publik 9 Pelaku


sholat Eksekutif, personal
Fungsionl 0,5-1,3 m
Sekretars,
karyawan,
tamu

Lavatory Direktur √ 1 Pelaku

Sekretaris, √ Publik 1 Pelaku


karyawan

Tamu √ 1 Pelaku
Istirahat Direktur,s Jarak Publik 22 Pelaku
ekretaris, personal
karyawan 0,5-1,3 m

Sumber : Analisis Tugas akhir Bangunan Multifungsi di Semarang

Kegiatan Penunjang Pelaku


Medical Center Pemeriksaan kesehatan Dokter,Pasien
Menunggu Umum
Administrasi Karyawan Umum
Lavatory Dokter,Karyawan,umum
Perpustakaan Membaca Anggota
Mencari buku Anggota
Administrasi Karyawan, umum
Lavatory Umum
Convention Hall Pameran Umum
Penyimpanan KAryawan
Lavatory Umum
Enterence Hall Pertemuan Umum
Peragaan Peserta
Persiapan Peserta
Penyimpanan Karyawan
Sirkulasi Umum
Lavatory Umum
Market Jual-beli Karyawan,Umum
pembayaran Karyawan,Umum
Penyimpanan Karyawan
Lavatory Umum

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 65
TUGAS AKHIR

Istirahat Karyawan
Court,Resto,Cafe Makan/minum Karyawan,Umum
Pembayaran Karyawan,Umum
Pertunjukan Pengisi Pertunnjukan
Memasak Karyawan
Persiapan Karyawan
Penyimpanan Karyawan
Istirahat Karyawan
Mengganti pakaian Karyawan
Lavatory Karyawan,Umum
Administrasi Karyawan,Umum
Fitness Centre Ruang fitness Anggota
Ruang ganti Anggota
Administrasi Karyawan, anggota
Lavatory Karyawan, anggota
Beauty clinic Umum
Beauty Centre Mandi sauna Umum
Administrasi Karyawan,Umum
Lavatory Karyawan,Umum
Renang Penyimpanan Karyawan
Renang Anggota
Ganti pakaian Anggota
Lavatory Anggota
Administrasi Karyawan,anggota
Taman Playground Anak-anak
Taman Umum
Ibadah / Mushalla Sholat Umum
Wudhu Umum
Lavatory Umum

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 66
TUGAS AKHIR

Analisa kebutuhan ruang Apartemen dan mall


Kegiatan
Pelaku Kebutuhan privacy

Fisik Non fisik


Akses Audio visual Personal territoriality Kesesakan
datang Penyewa, v Territory dan
pengunjung, publik kesumpekan
pengelola
parkir Penyewa v Territory
apartemen sekunder
Penyewa v Territory
kantor sewa sekunder
Penyewa v Territory
Retail mall sekunder
Pengelola v Territory
sekunder
Pengunjung Tentory
Pengunjung v Jara Territory 1-6 pelaku

Mencari
personal publik
informasi (0.5-
1.3m)
Sirkulasi v Jarak Tentory
Penyewa, publik
personal
pengunjung,
(0.5-
pengelola
1.3m)
Istirahat Pengunjung, Jarak Tentory
pengelola, personal publik
pegawai (0.5-
rental 1.3m)
office
Lavatory Pengunjung, v Jarak Tentory
pengelola personal publik
(0.5-
1.3m)
Pulang Tentory
Pengunjung, publik
pengeiola,
penyewa
rental[ office

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 67
1. pola kegiatan user rental office

Ruang direksi

Ruang pimpinan AD M/pengelola Converence roo m


Exhibition hall
Ruang tamu

Hall/lobby Rental office Bank cabang


Sirkulasi transpo rt
Service

Entrance
office
hall
Fasilitas penunjang
Pemakai/
penyewa

2. pola kegiatan penghuni apartement


datang ME/SE Administrasi coridor
Santai
Istirahat
Kegiatn rumah tangga Olah raga
Informasi/surat /rekreasi
pergi parkir

3. pola kegiatan user shopping mall

Ø Pengunjung/konsumen

Datang Me / Se Hall Plaza / Belanja


Pameran

rekreasi
Pergi Parkir

Ø Pengelola dan karyawan

Persiapan

Unit Pertokoan /
Datang Me / Se Hall Perbelanjaan Besar (Dept
Store + Siupermarket)

Exit Pergi Parkir


Belanja
4. pola kegiatan administrasi

General Manager

Planning
Programming
Parkir Pulang
Datang Parkir Pertemuan
Menerima tamu
Kegiatan KM

Manager

Budgetting
Cotrolling
Pertemuan
parkir pulang
Datang parkir Menerima tamu Kegiatan km

Kepala Bagian

Evaluating
Keg.
Administrasi
Pertemuan

Datang parkir Menerima tamu parkir pulang


Kegiataan
KM/WC

Staff Karyawan
Keg.
Administrasi
Kegiatan
Datang parkir KM/WC parkir pulang

Tamu

Keg.
Administrasi
Kegiatan
Datang parkir KM/WC parkir pulang
5. Pola kegiatan penunjang
Semua pengguna
bangunan

Istirahat
Datang Parkir Kegiatan Komunikasi
Pelayanan
Makan dan
minum
Pulang Kegiatan KM

Analisis kebutuhan ruang


a. Analisis Kebutuhan Ruang didalam kantor Sewa ( Rentall Office )
Dasar Pertimbangan :
· Kegiatan didalam kantor
· Pelaku kegiatan didalam kantor
· Territoriality
ANALISIS
KEGIATAN PELAKU TERRITORIALIT KEBUTUHAN RUANG
DIDALAM Y Ruang Ruang Ruang
KANTOR Individu Bersama Publik
Masuk/Kelua Direktur Publik - - Enterance/
r Eksekutif, Exit
Direktur
Fungsional,
Sekretaris,
Karyawan,
Tamu

Menyambut/ Karyawan, Publik - - Ruang


menunggu tamu Receptional

Direktur Primer Ruang - -


Eksekutif, Direktur
tamu Eksekutif

Direktur Primer Ruang - -


Fungsional Direktur
Tamu Eksekutif

Sekretaris Primer Ruang - -


direktur sekretaris
Eksekutif Direktur
Eksekutif

Sekretaris Primer Ruang - -


direktur Sekretaris
Fungsional direktur
Fungsional

Direktur Sekunder - R.Perte


Eksekutif muan
Direktur Sekunder - R.file
Fungsional,
Sekretaris,
Tamu

Sekretaris, Sekunder - Gudang


Karyawan
Direktur, Sekunder - R.Pelatih
Sekretaris tamu an

Sekretaris, Sekunder - R.
Karyawan Percetak
an dan
pengirim
an
Direktur Publik - R.Sholat
EKsekutif
Direktur
Fungsional,
Sekretaris,
Karyawan,Tamu

Direktur Publik - - R.Wudhu


EKsekutif
Direktur
Fungsional,
Sekretaris,
Karyawan,Tamu

Direktur Publik - R.Istirahat Lavatory


EKsekutif
Direktur
Fungsional,
Sekretaris,
Karyawan,Tamu

Analisa
Analisis Kebutuhan Ruang Dalam Apartemen
Dasar Pertimbangan :
TUGAS AKHIR

- Kegiatan didalam Apartemen


- Pelaku Kegiatan didalam Apartemen
- Territoriality
ANALISIS
TYPE A
PELAKU TERRITORIALITY KEBUTUHAN RUANG
Ruang Individu Ruang Ruang Publik
Bersama

Individu, Tamu Publik - - Enterance/Exit

Individu Primer R.Tidur Utama - -


Individu, tamu Publik - - R.Santai

- - Balkon

Individu Primer KM/WC Utama - -


Individu, tamu Publik - - Ruang Makan

Individu, tamu Publik - - Ruang Tamu

Individu Publik - - Pantry

TYPE B

PELAKU TERRITORITY KEBUTUHAN RUANG


Ruang Individu Ruang Bersama Ruang Publik

Suami,Istri, Publik - -
Anak,Tamu
- -
Suami, Istri,Anak Sekunder - Enterence/Exit -
Suami , istri Primer

Anak Primer Ruang tidur - -


anak

Suami, Istri, Publik - - R.Keluarga


Anak Balkon
Suami, Istri Primer Km/Wc Utama - -
Anak Sekunder - Km/Wc Utama -
Tamu Publik - - Km/Wc Utama
Suami,istri,anak Publik - - R.Makan
tamu
Istri , tamu Publik - - Dapur
Suami,istri,anak Publik - - R.tamu
tamu
Pembantu Publik - - Gudang

Type-C

PELAKU TERRITORITY KEBUTUHAN RUANG


Ruang Individu Ruang Bersama Ruang Publik

Suami,Istri, Publik - - Enterance/exit


Anak,Tamu
- - Ruang depan
Suami, Istri,Anak Sekunder - Enterence/Exit -
Suami , istri Primer R.Tidur Utama - -
Anak Primer Ruang tidur - -
anak

Pembantu Primer R.Tidur - -


Pembantu

Suami, Istri, Publik - - R.Keluarga


Anak Balkon
Suami, Istri Primer Km/Wc Utama - -
Anak Sekunder - Km/Wc Utama -
Pembantu,Tamu Publik - - Km/Wc Utama
Suami,Istri anak Sekunder - R.musik -
Suami,istri,anak, Publik - - R.Makan
pembantu, tamu
Pembantu,Istri, Publik - - Dapur
tamu
Suami,istri,anak Publik - - R.tamu
tamu
Suami, istri,anak Sekunder - Perpustakaan -
Pembantu Publik - - Gudang
Berikut ini adalah analisa kebutuhan dan persyaratan ruang pada setiap
kelompok kegiatan dalam bangunan Kantor Sewa, dan mall di yang
direncanakan :

Kelompok User dan Macam Sifat Kebutuhan ruang Persyaratan


Kegiatan kegiatannya kegiata ruang
n M A N V
1.Perdagangan 1. Produsen/ pedagang
(Shopping  Datang Publik Pedestrian/hall/gerbang 1 1 3 1
mall)  Parkir Publik Area parkir 2 1 3 3
 Persiapan Publik R. persiapan/locker 2 2 2 3
 Menata barang Publik Pertokoan 1 1 2 1
 Pelayanan Publik R. Pelayanan 1 1 2 3
 Transaksi Semi R. Transaksi 1 1 1 2
 Pembayaran Privat Counter pembayaran 2 1 1 2
 Pembungkusan Privat R. Pembungkusan 2 2 2 3
 Simpan barang Privat Gudang 3 3 3 3
 Bersih diri Service KM / WC, toilet 2 2 3 3
 Sembahyang Privat Musholla 2 2 1 2
 Tutup toko Publik
 Parkir Publik
& Pulang
2. Pengunjung
 Datang Publik pedestrian 1 1 3 1
 Parkir Publik Area parkir 2 1 3 3
 Urinoir Publik Toilet 2 2 3 3
 Bersih diri Service KM / WC 2 2 3 3
 Sembahyang Service Musholla 2 2 1 2
 Belanja Privat R. Belanja 1 1 2 1
 Mencari informasi Publik R. Informasi 1 1 1 2
 Melihat model Publik Show room 1 1 1 1
 Memilih barang Publik R barang dagangan 2 3 2 3
 Mencoba pakaian Privat Kamar pas 3 2 2 3
 Transaksi Semi R. Transaksi 1 1 1 2
 Parkir Publik Area parkir 1 1 3 3
 Pulang Publik Hall, gerbang 1 1 3 1
3. Penunjang
 Ambil barang Privat R. Stock barang 2 2 3 3
 Distribusi barang Privat R. Pengantar Barang 2 2 3 2
 Persiapan Publik Locker 2 2 1 3
2. kegiatan 1. pengunjung
perkantoran • datang pedestrian 1 1 3 1
(Rental • menunggu Ruang tunggu / hall. 1 1 1 1
office) • registrasi / pendaftaran Ruang resepsi. 1 1 1 1

2. karyawan perkantoran
a. direktur R. direktur 1 1 1 1
b. wakil direktur R. wakil direktur 1 1 1 1
c. sekretaris R. sekretaris 1 1 1 1
d. manager R. manager 1 1 1 1
c. staff kantor R. staff 1 1 1 1
kegiatan yang dilakaukan
karyawan kantor a.l :
• mengirim/menerima R. pengiriman dan 2 2 2 2
surat dan berkas penerimaan surat
• banking Bank cabang 1 1 1 1
• rapat/pertemuan R. Rapat 2 1 1 2
• menerima tamu R. Tamu 1 1 1 1
• perjalanan dinas Biro perjalanan 2 1 2 2
• menelepon dan R. Operator telepon 2 1 1 2
menerima telepon
2. Kegiatan 1. Fasilitas publik
Publik  Datang publik Hall / lobby 1 1 2 1
 Urinoir privat Lavatory 2 2 3 3
 Menelpon privat Telepon box, teller 2 2 1 2
2 Restaurant
 Makan – minum Privat R. makan 1 1 1 1
 Memasak privat Dapur / pantry 2 2 2 2
 Menyimpan privat Storage 3 3 3 3
3 Area bermain
 Bermain Publik Play ground Cafetaria 1 1 2 1
 Makan – minum privat
4 Swimming pool Kolam renang 1 1 2 1
 Berenang publik Locker 2 2 2 3
 Simpan pakaian privat R. Ganti 2 2 2 3
 Ganti pakaian privat Shower 2 2 2 3
 Mandi Privat R. Tunggu 1 1 1 1
 Menunggu publik R. pelatih 1 1 2 2
 Melatih publik Gudang 3 3 3 3
 Menyimpan privat
5 Tenis court Lapangan tennis 1 1 2 1
 Bermain tennis publik R. tunggu 1 1 1 1
 Menunggu publik Locker 2 2 2 3
 Ganti pakaian privat Toilet 2 2 2 3
 Urinoir Privat
3. Pengelola 1. General manager
 Memimpin Privat R.direktur 1 1 1 1
 Catat / mencatat privat R.sekretaris 1 1 1 1
 Bertamu Publik R.manager & staff 1 1 1 1
2. Marketing
 Memimpin Privat R.kabag& manager 1 1 1 1
 Catat – mencatat Privat R. sekretaris 1 1 1 1
 Berhubungan
 Bertamu Publik R. Staff 1 1 1 1
3. Accounting Publik R.tamu 1 1 1 1
 Memimpin
 Catat / mencatat Privat R.kabag& manager 1 1 1 1
 Bertamu Privat R. sekretaris 1 1 1 1
4. Operasional Publik R.tamu 1 1 1 1
 Memimpin
 Catat mencatat Privat R.kabag& manager 1 1 1 1
 Bertamu Privat R. sekretaris 1 1 1 1
5. Kepala seksi Publik R.tamu 1 1 1 1
 Mengelola
 Pertemuan Privat R. Staff 1 1 1 1
Publik R.tamu 1 1 1 1
4. Service 1. Pelayanan
 Penjagaan Publik House keeper 2 2 2 2
 Mengawasi Publik Pos jaga 1 1 2 2
 Menjalankan Privat R. Engineer 3 2 3 3
mesin
 Istirahat Privat R. Istirahat 1 1 1 1
 Makan Privat Cafetaria 1 1 1 1
 Menyimpan Privat Gudang 3 3 3 3
barang
 Memperbaiki Privat Bengkel Kerja 2 2 2 2
 Memarkir Publik Area parkir 2 2 3 3
2. MEE
 Mengatur listrik Privat Genset 3 3 3 3
 Mengatur AC Privat AHU 3 3 3 3
 Membuang Publik Tempat sampah 3 3 3 3
sampah
 Mengatur PABX Privat R. PABX 2 2 1 3
 Mengatur air Privat Water Chiller 3 2 3 3
 Mengatur voltage Privat R. Transformasi 3 2 3 3
 Mengatur udara Privat R. Boiler 3 2 3 3
 Mengatur Privat R. Reservoir 3 3 3 3
tekanan

Keterangan:

M : matahari 1 : intensitas tinggi / penting


A: angin
N: noise 2 : intensitas sedang
V: view 3 : intensitas rendah / tidak penting

AnalisisPenentuan konsep Besaran Ruang


Tujuan penentuan konsep besaran ruang adalah untuk mendapatkan
besaran ruang yang dibutuhkan sebagai panduan dalam perencanaan dan
perancangan Bangunan multifungsi sumber analisa dari besaran ruang ini
adalah dari : Rosalina I 02098088, konsep perencanaan dan perancangan
Bangunan Multifungsi di Semarang sebagai Landmark yang memperkuat
Legibility kawasan
DASAR PERTIMBANGAN :
Dasar pertimbangan dalam melakukan analisa besaran ruang ini adalah
sebagai berikut :

Pendekatan kapasitas ruang / jumlah pelaku kegiatan terhadap faktor


kesesakan dan kepadatan.
1) Pendekatan tingkat interaksi sosial antar individu pelaku
kegiatan jarak personal space (meter).
2) Pendekatan kebutuhan perabot.
3) Pendekatan besaran perbot yang mendukung tingkat interaksi
sosial antar individu /jarak personal space (meter), dalam hal ini
menjadi acuan adalah : Time Saver Standards For Housing and
Residental Development, Joseph De Chiara, Julius Panero, Martin
Zelnik, McGraw-Hill, New York, 1995,
4) Pendekatan besaran mang psikologis ruang yang cukup bags
Individu untuk mewujudkan persona! spacenya atau suatu kapsul
maya yang berpindahpindah mengikuti gerakan individu yang
bersangkutan (J.D. Fisher, 1984) sesuai dengan tingkat
p
interaksi sosialnya terhadap rang lain, dalam hal ini digunakan
g
formula : lu s alas kapsul maya personal space x jumlah pelaku
2
kegiatan = TT. r . A
Tr =3,14
r jarak personal space sesuai dengan tingkat interaksi sosial
antar individu.
A = Pendekatan kapasitas ruang / jumlah pelaku kegiatan
Analisis Besaran mall
Mall
Jenis ruang Standard jumlah flow besaran
Pertokoan/retail Lantai pertokoan, 113 bh
asumsi luas lantai
pertokoan yang paling
menguntungkan
berdasarkan cash flow
adl 6000m2 dengan
perbandingan luas
magnet/luas pertokoan
= 40/46
2
1. luas magnet 40/100 x 2400 m
6000
2. luas pertokoan
2
60/100 x 6000 3600 m
Enterance hall Standart luasan 1 % 1 bh
luas lantai perdagangan 2
2
= 1% x 6000 m 60 m
Counter Standart luasan 4,2
pembayaran m2/unit = 5 bh 20,1 m2
(2400/500) x 4,2 = 5 unit
x 4,2
Kamar pas Standart luasan 1,5 m2 / 5 bh 7,5 m2
unit = 5 x 1,5 m2
R. Informasi Standart luasan 6 2 bh 12 m2
m2/orang = 2 x 6 m2
R. penitipan

barang 12 m2
R. Sirkulasi Standart 50 % luas
lantai pertokoan, 3000 m2
50% x 6000 = 3000m2
Plaza/ atrium Standart luasan 2,3 %
lantai perdagangan 150 m2
2,5 % x 6000 m2
R. stock barang Standart luasan 5 %
lantai perdagangan 300 m2
5 % x 6000 m2
Locker Standart jumlah 3000m2
/100orang pramuniaga =
6000/3000 x 100 = 200
buah 30 m2
Standart luasan 0,4
m2/orang= 0,4 x 200 m2
2
Jumlah 9591.6 m
Analisis besaran ruang penunjang, Kantor sewa dan Mall

Ruang Jumlah Hubungan Pendekatan Pendekatan Pendekatan besaran TOTAL


Pelaku personal/ kebutuhan besaran perabot ruang LUAS
0,5-1,3 perabot RUANG
( m2)
R.tunggu 5 orang Hubungan 5 Kursi 5x0.6x0.55=1.65 3.14x0.75x5 =8 10
personal /
0,5-1,3
R.Admi 4 orang Hubungan 4. meja 4x1.5x0.9=5.4 3.14x0.75x5 =8 15
nistrasi personal / 4 Kursi 4x0.66x0.55=1.3
0,5-1,3
Gudang 2 orang Hubungan 6 rak simpan 6x0.6x1.25 =5.4 3.14x1.3x2=10.6 16
personal /
0,5-1,3
Lavatory 1 orang Hubungan 1 bak basuh 1x0.65x0.55=0.35 3.14x1.3x1=5.3 5
personal / 1 bak mandi 1x0.75x0.75=0.6
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
R.Periksa 2 orang Hubungan 1 tempat periksa 1x2=2 3.14x0.75x4=6.5 12
personal / 1 meja 1.5x0.9=1.4
0,5-1,3 2 lemari obat 2x1.25x0.6=1.5
2 kursi 2x0.6x0.55=0.65

R.Tunggu 5 orang Hubungan 5 kursi 5x0.6x0.55=1.65 3.14x1x2=6.28 10


personal /
0,5-1,3
R.Administrasi 4 orang Hubungan 2 meja 2x1.5x0.9=2.7 3.14x0.5x200=157 12
personal / 4 kursi 4x0.6x0.55=1.3
0,5-1,3 2 lemari 2x1.25x0.6=1.5
Lavatory wanita 2 orang Hubungan 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7 3.14x0.5x10=8 8
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory pria 2 orang Hubungan 1 urinoar 1x0.65x0.6=0.39 3.14x0.5x10=8 8
personal / 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7
0,5-1,3 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
1 closet 1x0.6x0.65=0.39
R.Sholat 200 orang Hubungan 200 sajadah 200x0.75x1.1=165 3.14x0.5x200=157 324
personal / 2 lemari 2x1.25x0.6=1.5
0,5-1,3
R.Wudhu pria 10 orang Hubungan - - 3.14x0.5x10=8 8
personal /
0,5-1,3
R.Wudhu wanita 10 orang Hubungan - - 3.14x0.5x10=8 8
personal /
0,5-1,3
Lavatory wanita 2 orang Hubungan 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7 3.14x1x2=6.28 8
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory pria 2 orang Hubungan 1 urinoar 2x0.65x0.55=0.7 3.14x1x2=6.28 8
personal / 2 bak basuh 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 bak mandi 1x0.6x0.65=0.39
1 closet
R.Audience 200 orang Hubungan 200 kursi 2x0.9x1.8=3.24 3.14x1x2=6.28 12
personal / 0.85x0.8x4=2.6
0,5-1,3 2x0.5x1.25=1.5
Panggung 10 orang Hubungan 10 meja 10x0.9x1.2=10.8 3.14X 0.5X10=7.8 21
personal / 10 kursi 10x0..6x0.55=3.3
0,5-1,3
R.Persiapan 10 orang Hubungan - 3.14X 16
personal / 0.75X10=17.6
0,5-1,3
Gudang 2 orang Hubungan 4 rak simpan 4x0.6x1.25=3 3.14X1.3X2=10.6 14
personal /
0,5-1,3
Hall 20 orang Hubungan - - 3.14x0.5x20=15.7 16
personal /
0,5-1,3
Lavatory pria 3 orang Hubungan 2 Urinoar 2x0.65x0.6=0.78 3.14x1x3=9.42 12
personal / 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7
0,5-1,3 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory wanita 3 orang Hubungan 3 bak basuh 3x0.65x0.6=0.78 3.14x1x3=9.42 12
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
R.Fitnes 20 orang Hubungan 10 unit exercise 10x0.5x1=5 3.14x0.75x4=6.5 40
personal / bicycle 10x1.75x1=17.5
0,5-1,3 10 unit wall
mounted
latissimus
power lift
R.Administrasi 4 orang Hubungan 1 meja 0.9x1.5=1.35 3.14x0.75x4=6.5 9
personal / 3 kursi 3x0.6x0.55=0.99
0,5-1,3 1 lemari 1.25x0.6=0.75
R.ganti pria 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.14x0.75x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
R.ganti wanita 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.14x0.75x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
Lavatory wanita 2 orang Hubungan 2 bak basuh 2x0.65x0.55 =0.7 3.14x1x2=6.28 8
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory priia 2 orang Hubungan 1 urinoar 2x0.65x0.55 =0.7 3.14x1x2=6.28 8
personal / 2 bak basuh 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1bak mandi 1x0.6x0.65=0.39
1 closet
Beauty clinic 10 orang Hubungan 3 kursi putar 1x0.6x0.65=0.39 40
personal / 2tempat facial 2x0.65x0.55 =0.7
0,5-1,3 2 tempat cuci 1x0.75x1.5=1.125
rambut 1x0.6x0.65=0.39
1 sofa ruang
tunggu
R.mandi sauna 6 orang Hubungan 2 bangku 2x0.6x9=10.8 3.14x0.75x6=10.5
personal / panjang 1x1.5=1.5
0,5-1,3 1 heater
R.Administrasi 4 orang Hubungan 1 meja 0.9x1.5=1.35 3.14x0.75x4=6.5 9
personal / 3 kursi 3x0.6x0.55=0.99
0,5-1,3 1 lemari 1.25x0.6=0.75
Lavatory wanita 2 orang Hubungan 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7 3.14x1x2=6.28 8
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory pria 2 orang Hubungan 1 urinoar 2x0.65x0.55=0.7 3.14x1x2=6.28 8
personal / 2 bak basuh 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 bak mandi 1x0.6x0.65=0.39
1 closet
R.ganti pria 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.14x0.75x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
R.ganti wanita 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.14x0.75x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
Gudang 2 orang Hubungan 4 rak simpan 4x0.6x1.25=3 3.14x1.5x2=10.6 14
personal /
0,5-1,3
Kolam renang 4 orang Hubungan 3.14x1.3x40= 212 212
personal /
0,5-1,3
R.Ganti pria 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.140.752x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
R.Ganti wanita 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.140.752x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
Lavatori pria 3 orang Hubungan 2urinoar 2x0.65x0.6=0.78 3.14x12x3=9.42 12
personal / 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7
0,5-1,3 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory wanita 3 orang Hubungan 3 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7 3.14x12x3=9.42 12
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
R.makan 200 orang Hubungan 200 Kursi makn 200x0.6x0.55=66 3.14x0.752x200 532
personal / 50 meja makan 50x1.5x1.5=112. =354
0,5-1,3
Bar 10 orang Hubungan 12 Kursi 12x0.6x0.55 =3.96 3.14x0.752x12=21 30
personal / 1 meja makan 0.6x10= 6
0,5-1,3 2 rak minum 2x0.6x1.25 =1.5
Kasir 2 orang Hubungan 1 meja 0.9x1.5=2.5 3.14x0.752x12= 6.2 12
personal / 1 kursi 5x1.5x0.5=3.75
0,5-1,3 5x1x0.75 =3.75
5x0.5x1.25=3.2
Panggung 8 orang Hubungan 1 meja makan 8x0.9 =7.2 3.14x0.52x8=6.3 18
personal / 8 Kursi 8x0.6x0.55 =2.64
0,5-1,3
Dapur 10 orang Hubungan 5 bak cuci piring 5x1x0.5=0.25 3.14x0.752x10=17.6 32
personal / 5 kompor 5x1.5x0.5=3.75
0,5-1,3 5 kulkas 5x1x0.75=3.75
5 lemari simpan 5x0.5x1.25=3.2
R.Persiapn 10 orang Hubungan 1 meja panjang 1x10= 10 3.14x0.752x10=17.6 28
personal /
0,5-1,3
Gudang 2 orang Hubungan 4 rak simpan 4x0.6x1.25=3 3.14x1.32x2=10.6 14
personal /
0,5-1,3
R.Istiahat 10 orang Hubungan 18 kusi santai 18x0.8x0.85=11.7 3.14x0.52x18= 30
personal / 3 meaj kopi 3x0.5x1.2=1.8 17.27
0,5-1,3 2 lemari buku 2x0.6x1.25=1.5
Lavatoy wanita 2 orang Hubungan 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7 3.14x12x2 = 6.28 8
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory Pria 2 orang Hubungan 1urinoar 1x0.65x0.6=0.39 3.14x12x2 = 6.28 8
personal / 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7
0,5-1,3 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
1 closet 1x0.6x0.65=0.39
R.Ganti Pria 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.14x0.752x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
R.Ganti wanita 4 orang Hubungan 4 unit loker 4x0.5x1.5=3 3.14x0.752x4=6.5 10
personal /
0,5-1,3
RAdministrasi 4 orang Hubungan 2 meja 2x0.9x1.5=2.7 3.14x0.752x4=0.65 12
personal / 3 kursi 4x0.6x0.55=1.3
0,5-1,3 2 lemari 2x1.25x0.6=1.5
R.Baca 20 orang Hubungan 20 kursi 20x0.6x0.55=6.6 3.14x12x20 =60 70
personal / 10 meja 10x1.5x0.9=13.5
0,5-1,3
R.koleksi buku 10 orang Hubungan 5 rak buku 5x0.6x1.25=3.75 3.14x 20
personal / 0.752x10=17.6
0,5-1,3
R.Administrasi 4 orang Hubungan 2 meja 2x0.9x1.5=2.7 3.14x0.752x4=6.5 12
personal / 4 kursi 4x0.6x0.55=1.3
0,5-1,3 2 lemari 2x1.25x0.6=1.5
Lavatory wanita 2 orang Hubungan 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7 3.14x12x2=6.28 8
personal / 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
0,5-1,3 1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Lavatory pria 2 Orang Hubungan 1 urinoar 1 x 0.65x0.6=0.39 3.14x1x2x6.28 8
personal/ 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7
0.5-1.3 1 bak mandi 1x0.75x1.5=1.125
1 closet 1x0.6x0.65=0.39
Play ground 40 orang Hubungan 2 unit 2x1.8x6=21.6 3.14x1x40=126 284
personal/ balancebeam 7.5x10.5=78.7
0.5-1.3 1 unit swings ( 7.5x7.5=56.2
set of 3)
1 unit circular
traveling ring
Taman umum 80 orang Hubungan - 40x0.6x2=48 3.14x1x80=252 318
personal/ 10x0.9x2=18
0.5-1.3
R.Pamer 100 orang Hubungan 40 bangku - 3.14x1x100=314 314
personal/ taman
0.5-1.3 10 meja taman
Gudang 2 orang Hubungan 4 Rak simpan 4x0.6x1.25=3 3.14x1.69x2=10.6 14
personal/
0.5-1.3
Lavatory pria 3 orang Hubungan 2 urinoar 2x0.65x0.6=0.78 3.14x1x3=9.42 12
personal/ 2 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7
0.5-1.3 1 bak mandi 0.75x1.5=1.125
1 closet 0.6x0.65=0.39
Lavatory wanita 3 orang Hubungan 3 bak basuh 2x0.65x0.55=0.7 3.14x1x3=9.42 12
personal/ 1 bak mandi 0.75x1.5=1.125
0.5-1.3 1 closet 0.6x0.65=0.39
R.Pelaayanan 3 orang Hubungan 1 meja 1x0.9x1.5=1.35 3.14x1x3=9.4 72
personal/ 3 kursi 3x0.6x0.55=0.99
0.5-1.3
R.administrasi 4 orang Hubungan 2 meja 2x0.9x1.5=2.7 3.14x0.56x4=6.5 72
personal/ 4 kursi 4x0.6x0.55=1.3
0.5-1.3 2 lemari 2x1.25x0.6=1.5
Lavatory 1 orang Hubungan 1 bak basuh 1x0.65x0.55=0.35 3.14x1.69x1=5.3 5
personal/ 1 bak mandi 0.75x0.75=0.6
0.5-1.3 1 closet 0.6x0.65=0.39
R.Retail 10 orang Hubungan 10 rak 10x0.6x1.25=7.5 3.14x1.69x1=5.3 180
personal/
0.5-1.3
Kasir 2 orang Hubungan - 0.9x1.5=1.35 3.14x1.21x2=6.2 18
personal/ 0.6x0.55=0.33
0.5-1.3
Gudang 2 orang Hubungan 4 rk simpan 4x0.6x1.25=3 3.14x1.32x2=10.6 42
personal/
0.5-1.3
R.Istirahat 3 orang Hubungan 1 tempat tidur 1x2=2 3.14x.5 2x3=15.9 60
personal/ 3 kursi santai 3x0.8x0.85=2.1
0.5-1.3 1 meja kopi 0.5x1.2=0.6
1 lemari 0.6x1.25=0.75
Lavatory 1 orang Hubungan 1 bak basuh 1x0.65x0.55=0.35 3.14x1.32x1=5.3 5
personal/ 1 bak mandi 0.75x0.75=0.6
0.5-1.3 1 closet 0.6x0.65=01.39
TOTAL LUAS RUANG PENUNJANG = 3498M2

5.2.3 Analisis Pola Hubungan Ruang


a. Analisis Hubungan Ruang Makro
Dasar pertimbangan :
Dasar pertimbangan dalam melakukan analisa hubungan ruang ini
adalah sebagai bedkut :
- Mengodentasikan semua ruang terhadap ruang interaksi
sosial
- Kegiatan
- Pelaku kegiatan
Kelompok KEBUTUHAN PRIVACY SECARA FISIK HUBUNG PENGHU JENIS Kebut
ruang
Audio Visual Akses fisild AN BUNG HUBUNG
informasi
AN uhan
Aparte v v v priva
men Dengan Pintu Tak langsung
• kelompok Koridor langsung cy
ruang umum
v v v Dengan Pintu Tak langsung secar
Kantor kelompok Koridor langsung
ruang umum a fisik
Umum Dengan Pintu Tak langsung
- - kelompok langsung
- penunjang
Dengan Pintu Tak langsung
kelompok Koridor langsung
ruang sevice

ZONA RENTAL OFFICE ZONA KEGIATAN UMUM sebagai pengikat ZONA APATEMEN
antara zona rental Office, apartemen dan mall

ZONA MALL
TUGAS AKHIR

Hubungan Langsuung

Hubungan tak langsung

b. Analisis Hubungan Ruang Mikro


Dasar pertimbangan :
Dasar pertimbangan dalam melakukan analisa hubungan ruang ini
adalah sebagai bedkut :
- Mengodentasikan semua ruang terhadap ruang interaksi
sosial
- Kegiatan
- Pelaku kegiatan
- Kebutuhan privacy secara fisik

· Pola Hubungan ruang Apartemen


Kamar tidur

R. Tamu

Ruang hunian ADM/pengelola

Kamar mandi

service
Dapur/pantry
Hall/lobby
Sirkulasi transport

Entrance apartement
hall Fasilitas penunjang

Pemakai/pen
yewa

Analisa pola hubungan ruang


apartemen

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 86
TUGAS AKHIR

· Pola Hubungan ruang Perkantoran

Ruang direksi

Ruang pimpinan AD M/pengelola Converence room


Exhibition hall
Ruang tamu

Hall/lobby Rental office Bank cabang


Sirkulasi transport
Service

Entrance
office
hall
Fasilitas penunjang
Pemakai/
penyewa

Analisa Pola hubungan ruang kantor sewa

· Pola Hubungan Ruang Mall


Droping area
Gudang alat
ptstore,supermark etrestaurant/bar
ertokoan/rentalshop

Stock barang Stock barang ADM/pengelola Ruang direksi


Service Ruang tamu
Locker Hall/lobby Ruang pimpinan
Ruang penjualan
Kasir
Ruang penjualan
De
P

Entrance
shopping centre
Fasilitas hall
Sirkulasi/transport
penunjang
Konsumen

Analisa pola hubungan ruang Pusat perbelanjaan ( Mall )

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 87
TUGAS AKHIR

5.3 ANALISA BANGUNAN

5.3.1 Analisa Pendekatan Massa Bangunan


Analisa pendekatan massa massa bangunan ini akan menghasilkan dasar-
dasar desain dalam perencanaan dan perancangan apartemen yang
memperhatikan hasil analisa tapak dan desain arsitektur hemat energi sehingga
nilai jual dan keistimewaan bangunan multifungsi ini dapat terlihat.
5.3.1.1 Pendekatan bentuk dasar massa bangunan
Tujuan :
Mendapatkan bentuk dasar massa bangunan yang sesuai dengan dasar
pertimbangan perencanaan dan perancangan sehingga menghasilkan bentuk
dasar pertimbangan perencanaan dan perancangan sehingga menghasilkan
bentuk dasar massa yang menarik,efektif, efisien dan nyaman dilihat dari segi
visual maupun fungsional
Dasar pertimbangan :
- Jenis kegiatan yang diwadahi
- Fleksibel dalam penataan ruang
- sesuai dengan penerapan arsitektur hemat energi
- Hasil analisa tapak

Analisa dan Hasil :


Berdasarkan tinjauan teori tentang sistem ruang pada apartemen, dapat dilihat
jenis sistem ruang yang efektif ( mudah dalam pencapaian, utilitas dan penataan
ruangan ) mampu memanfaatkan kondisi iklim ( Pemanfaatan matahari dan
angin sebagai sumber energi terbaharui ), respon bangunan terhadap iklim
( bangunan yang dihasilkan harus mempunyai luas permukaan yang kecil untuk
mengurangi paparan panas matahari yang mengenai bangunan ), kenyamanan
penghuni terjamin ( keprivasian terjaga ) dan sesuai dengan kondisi tapak.
5.3.1.2 Pendekatan pola massa bangunan
Tujuan :
Mendapatkan pola massa bangunan yang merupakan permainan dari bentuk
dasar bangunan dan sesuai dengan hasil analisa tapak.
Dasar pertimbangan :
-Efektifitas dan optimalisasi penggunaan lahan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 88
TUGAS AKHIR

- kesinambungan dalam sirkulasi


- Kesatuan antar fungsi kegiatan
- Perbedaan karakter kegiatan pengguna
- Sesuai denganpenerapan arsitektur Hemat Energi
- Hasil Analisa tapak
Analisa dan Hasil :
Perbedaan karakter utama bangunan ( Apartemen,kantor sewa dan mall )
menjadi pertimbangan dalam menentukan pola massa bangunan. Tinjauan teori
pengelompokan unit menjadi dasar analisa pendekatan pola massa bangunan .
Jenis pengelompokan unityang sesuai dengan kesinambungan sirkulasi
( Kemudahan sirkulasi antar fungsi fasilitas ), penerapan hasil analisa tapak,
luasan lahan yang tersedia maka dipilih Groups of units forming a tower
( Kelompok yang membentuk menara )

Gambar 5.11 Tower mix-use building


Sumber : greatbuilding.com

5.3.2 ANALISA PENZONINGAN BANGUNAN

Analisis sistem zonifikasi dan sirkulasi didalam bangunan


multifungsi yang dirancang diarahkan untuk menunjang kebutuhan
privacy bagi masing-msing pengguna bangunn serta memiliki sistem
territory yang jelas dan tidak terjadi crowded.
5.3.2.1 Analisis sistem Zonifikasi bangunan
Dasar pertimbangan
· Zona publik

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 89
TUGAS AKHIR

menampung kegiatan yang bersifat umum/ ruang-ruang pelayanan


umum
· Zona semi publik
Menampung kegiatan yang tidak sepenuhnya terbuka/ hanya untuk
kalangan tertentu
· Zona Privat
Menampung kegiatan yang bersifat Individual / pribadi
Dalam mengadakan pendekatan penzoningan berdasarkan tingkat
kebisingan, karena bangunan yang direncanakan merupakan
bangunan belantai banyak dan luas, maka analisa kebisingan terbagi
atas 2 Zoning, yaitu :

a. Sistem Zonifikasi vetikal


zonifikasi vertikl,menzoningkan bangunan berdasarkan tingkat
kebisingan, dibagi dalam tiga zona ;
- Zona Privat ( Tenang )
Diperuntukkan bagi kegiatan yang memerlukan ketenangn tinggi
berupa kegiatn hunian
- Zona Semi Privat ( Tansisi )
Merupakan ona perpindhan bersift sebgai foyer atau pergantian
ruang dari zona publik ke ona privat atau sebliknya
- Zona Publik
Merupakan ona yang dapat dimasuki oleh publik/ umum sesuai
dengan kegiatannya yng bersifat terbuka seperti kegiatan
perkantoran,

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 90
TUGAS AKHIR

ZONA
PRIVASI

ZONA TRANSISI

ZONA PUBLIK

Gambar 5.12 Penzoningan Secara Vertikal


Sumber : Analisis

Dalam sistem zonifikasi bangunan secara vertikal didasarkan pada tingkat


privacy yang sudah dikaji sebelumnya dalam analisis privacy dalam
bangunan multifungsi yang menampung kegiatan utama Rental Office,
Apartemen, dan mall dihasilkan penzoningan vertikal dengan sistem
podium dan tower. Dimana podium sebagai zona publik diperuntukkan
bagi kegiatan Rental Office mall dan kegiatan penunjang lainnya
Ssedangkan tower sebagai zona tenang dengan tingkat privacy tinggi
digunakan bagi zona kegiatan hunian apartemen.

b. Sistem Zonifikasi Horizontal


Merupakan zoning kawasan yang berkaitan dengan kondisi eksisting
kawasan sekitarnya seta berkaitan dengan sirkulasl bangunan dengan
kawsan sekitar. Dalam penzoningan ini potensi dan keadaan kawasan
sangat berpengaruh terhadap hasil ponzoningan Dalam ponzonigan ini
dibagi dalam 3 zona :
ü Zona yang langsung berkitan dengan kegiatan publik dan bersifat
terbuka bagi kawasan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 91
TUGAS AKHIR

ü Zona yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan umum dalam


kawasan
ü Zona privat kawasan, yang mempunyai sifat tertutup

5.3.3. Analisis Sistem Sirkulasi Bangunan


Pola sirkulasi
Kriteria sistem sirkulasi
ü Sirkulasi yang dapat menghubungkan tiap-tiap fasilitas atau kegiatan
yang sating menunjang dan sesuai dengan karakter kegiatnnya.
ü Sirkulasi ruang yang mmpu menciptakan suasana nyaman, tentram,
sesui dengan kebutuhan privacy dalam apartemen/ hunian.
sehingga dalam sistem sirkulasi diperluakan territory yang mampu
mendukung kegiatan yang beriangsung di dalamnya sehingga tercipta
privacy sesuai tuntutan talon pemakai bangunan.
Analisa penentuan pola sirkulasi terbagi 2 yaitu sirkulasi di
dalam bangunan dan sirkulasi di luar bangunan Analisa pendekatan
sirkulasi bangunan
Dasar pertimbangan
ü Kemudahan pencapaian ruang kegiatan
ü Karaktedstik pengunjung
ü Kondisi tapak
ü Aksesibiltas

Kriteria
ü Keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki
ü Pemisahan jalur pejalan kaki dengan kendaraan
ü Mernudahkan pencapaian tiap fasilitas rekreasi dan antar fasilitas rekreasi
ü Tidak menimbulkan crossing yang mengganggu

a .Sistem Sirkulasi Dalam Bangunan


Pola sirkulasi di dalam bangunan
Dalam sirkulasi tersebut dimana menghubungkan fungsi-fungsi
kegiatan yang berbeda yaitu fungsi kegiatan bisnis/ rental) office dan
fungsi kegiatan hunian/ aparteman, memerlukan sebuah territory yang
balk sehingga tidak te0adi crowding dalam sirkulasi kegiatan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 92
TUGAS AKHIR

yang berlangsung.
Beberapa hat dalam perecanaan sirkulasi:
· Adanya orientasi sirkulasi yang jelas dimana menyatukan
berbagai pola sirkulasi secaara terpadu.
· Penentuan sirkulasi vertikal yang dipisah antar fungsi
kegiatan yang berbeda seningga tidak terjadi crowding.

b . Sistem Sirkulasi Luar Bangunan


Pola sirkulasi luar bangunan
Merupakan sirkulasi tapak bangunan dimana berkaitan dengan sistem
penentuan Main Enterance bangunan dan Second Enterance bangunan
dimana didalamnya akan berkaitan dengan sirkulasi kendaraan dan
manusia serta penataan pedestrian. ANALISA

Dengan pertimbangan
· Pemisahan ME pads masing-masing kegiatan di dalam bangunan
untuk menjaga privacy yang diinginkan pengguna bangunan.

ME Zona
Perkaantoran
BANGUNAN ME Zona
Apartemen

· Kejelasan sirkulasi antara kendaraan dan pejalan kaki


yang menjamin keselamatan masing-masing.

Teritory yang jelas bagi sirkulasi kendaraan dan pedestrian

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 93
TUGAS AKHIR

§ Penataan pedestrian yang layak bagi pejalan kaki serta dapat memberikan kenyamanan

pengguna.

§ Aksesibilitas lingkungan dan pedestrian yang manusiawi, dimana

sirkulasi Pedestrian jugs didesain bagi kemudahan akses


penyandang carat tubuh, tuna netra, ibu hamil , orang tua dan
anak-anak.

Penataan Pedestrian yang aksesibel

· bagi pengguna kursi rods den diverent ability lainnya disediakan


ramp untuk kemudahan akses vertikal.
· bagi tuna netra disediakan symbol-symbol dan paving guide
· anak tangga didesai menurut ketentuan aksesibilitas yang ada
sehingga bisa dijangkau oleh ibu hamil, anak-anak maupun
manula
· disediakan kursi taman untuk istirahat pads jarak-jarak tertentu
pads landscape bangunan
· Penataan sirkulasi kendaraan dengan sistem parlor yang jelas, tidak
membingungkan dan tidak semrawut serta memperhitungkan
sirkulasi yang berlangsung sesuai dengan jam sibuk sehingga tidak
terjadi cross sirculation.

Analisis Pencapaian

Alternatif pola sirkulasi pencapain Analisa


bangunan terhadap tapak

Sistem pencapaian yang memberikan arah


yang jelas dan langsung tetapi kurang
memberikan peralihan ruang

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 94
TUGAS AKHIR

Pencapaian yang memberikan pengarhan


tidak langsung, pencapaian dapat
dibelokkan beberp kali untuk
memberikan suatu peralihan dalam
menonjolkan objek

Pencapain dengan memberikansutu


perlihan, sert memberi kejutn, dan
menjaga privacy bangunan

Dalam tapak bangunan mutifungsi dimana menampung dua fungsi


kegiatan yang berbeda yaitu Rentall Office den Apartemen menuntut dua
sirkulasi den enterance yang berbeda sehingga berdasarkan analisa
diatas

Type sirkulasi bangunan yang tepat bagi main enterance ke zone


Rentall Office adalah sistem sirkulasi langsung dengan pertimbangan
efektifitas pergerakan sebagai kegiatan bisnis dimana menuntut suatu
kemudahan den kecepatan pergerakan.
Type sirkulasi yang tepat bagi main enterance zone apartemen
dalah sistem sirkulasi memutar dimana sistem tersebut mampu
memenuhi tuntutan keprivacian kegiatan di dalamnya.
5.3.4. Analisis Sistem MEE Bangunan
a. Analisis Pendekatan Sistem Penghawaan Bangunan
Dalam bangunan Multifungsi sebagai bangunan tinggi yang
!
menampung kegiatan utama pe rkantoran dan hunian dimana
mempunyai dasar pertimbangan
 Faktor kenyamanan pengguna bangunan Standart
udara nyaman 0,25 – 05 m/ detik. Standart kebutuhan bersih 0,4
m3 / menit / orang
 Faktor iklim setempat yang merupakan iklim tropis
 Kondisi arch pergerakan udara / angin dalam bangunan tinggi.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 95
TUGAS AKHIR

ü Dimensi dan jenis vegetasi dalam tapak

Dengan Kriteria :
ü Sistem Penghawaan Alami
Digunkan penghawaan alami pada bagian bangunan tertentu
dimana memungkinkan untuk menangkap kebutuhan penghawaan
alami terseut dengan bukaan ventilasi, misalkan pada balcony dan
hall ataupun ruangruang yang langsung berhubungan .
g
Untuk menghindari pan s termal yang diakibatkan dad bukaan
langsung tersebut maka di tambahkan barier berupa arcade
dan vegetasi

Gambar 5.13 Penghawaan alami


Sumber : Analisis Pribadi

ü Sistem Penghawaan buatan (AC)


Dikarenakan hembusan angin yang terialu kencang pada
bangunan tinggi maka pemenuhan kebutuhan penghawaan secara
alami tidak dapat dilakukan sepenuhnya. Maka pada sistem
penghawaan bangunan tinggi diperluan AC sebagai penghawaan
buatan yang menyokong kebutuhan penghawaan didalam
bangunan.
Setiap lantai diengkapi ngan sistem AHU dengan
"variable air volume" sistem sehingga fleksibel dalam operasional
temperatur kamar sehingga dapat disesuaikan dengan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 96
TUGAS AKHIR

keinginan masing-masing individu serta dilengkapi dengan thermo


sensive dan remote control.
Sedangkan pada zona unit apartemen kebutuhan AC disediakan
sistem saluran tunggal sentral ( AC split atau multisplit).

Gambar 5.14 penyegaran Udara dengan AC Split untuk Tempat Tinggal


Sumber : Utilitas Bangunan, Dwi Tangoro

b. Analisis Pencahayaan Dalam Bangunan


Dasar pertimbangan
ü kenyamanan dalam melakukan aktifitas
ü pencahayaan alami dengan memanfaatkan potensi sinar
matahari dari cahaya alam dan pencahayaan buatan sebagai
pengganti cahaya alami ketika diperlukan.
Pencahayaan alami
Dasar pertimbangan
ü Kondisi site/ tapak
ü Kondisi Pelintasan matahari
ü Bentuk-bentuk skematik penyinaran oleh matahari
ü Elemen lansekap dan interior

Prioritas cahaya yang digunakan dalam penerangan dalam ruang adalah


cahaya yang bersifat baur atau tidak langsung. Dengan care ini make
cahaya dapat menyebar ke segala arah atau tidak mengumpul sehingga
sudut-sudut dalam ruangan dapat terkena cahaya.
Untuk menghindarkan cahaya matahari langsung menuju ruang maka
digunakan :

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 97
TUGAS AKHIR

ü Teritisan yang cukup lebar pada bukaan/jendela


ü penggunaan jalusi/ kerai pada jendela
ü penggunaan tanaman sebagai filter cahaya
sedang cahaya langsung yang digunakan tedebih dahulu disaring melalui
bahan yang dapat membaurkan/ memecah cahaya luas menjadi cahaya
menyebar misal dengan skylight sehingga intensitas cahaya bisa dikurangi
untuk menghindari silau

Gambar 5.15 Filter terhadap cahaya langsung matahari


Sumber : Kuliah Fisika Bangunan

Sistem Pencahayaan Buatan


Ø Disesuaikan dengan standart dan kebutuhan pads ruang
perkantoran, apartemen dan fasilitas penunjang.
Ø Distribusi listrik pads tiap- tiap atap bangunan yang memiliki
sistem akustik yang baik menyedikan 500 lux illuminasi
pads tiap zona sesuai dengan kebutuhan
Ø Sistem distribusi dilayani dari PLN sedangkan genset
digunakan untuk menggantikan ketika layanan PLN
mengalami gangguan.

c. Analisis Pendekatan Sistem Jaringan Air Bersih

ü Kemudahan dalam penyediaan dan distribusi air


ü Kondisi Hidrologis
ü Ekonomis

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 98
TUGAS AKHIR

Altematif dalam pengadaan air bersih adalah dengan menggunakan


sumur dalam ( deep Wheel) dengan memanfaatkan sumber air bersih
dari tanah di dalam kawasan. Sistem jaringan air bersih sebagai
berikut :

PDAM Meteran Air Menara Air

Ground Pompa
Reservoir

Pompa Water
Treatment Pompa
Distribusi
Sumur Dalam

Sedang air yang bersumber dad PDAM digunakan sebagai sumber air
untuk kebutuhan air minuet dan sumber altematif apabila terjadi
gangguan. Sedangkan sistem distribusi air bersih dalam bangunan tinggi
dibuat sistem zonffikasi distribusi sehingga beban konstruksi Wafter Tank
tdk terlalu besar dan
untuk mengoptimalkan distribusi secara merata pads flap lantai secara
vertikal.

Sedangkan sistem distribusi air digolongkan dalam sistem up-feed dan


down feed system.

d. Analisis Pendekatan Sistem Jaringan Air Kotor dan Drainase,


Dasar pertimbangan :
ü Porlindungan terhadap pencemaran lingkungan
ü Menghindari aspek visual yang kurang balk
ü Memelihara sumber air di dalam tanah
Jenis jaringan air kotor dan drainase air bekas, yaitu

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 99
TUGAS AKHIR

Air bekas dari fasilitas yang menghasilkannya dialirkan menuju


sumur peresapan ataupun ke riol kota.

Air kotor dari Km/Wc Sewge Riool Kota


Treatment

Air dari dapur

Air kotor dari dapur biasanya mengandung lemak sehingga perlu dialirkan
menuju bak penangkap lemak terlebih dahulu, baru kemudian dialirkan ke
sumur peresapan baru ke riool kota.

Air kotor Bak Persapan Riool kotaa


dari dapur penangkap
lemak

Air hujan
Air hujan yang berada pada tapak dialirkan melalui sistem drainase yang dihubungkan pada bak-bak
kontrol dan kemudian dialirkan ke riol kota. Saluran drainase dibuat dengan pasangan batu kali
ataupun paving blok tanpa rekatan semen sehingga masih bisa meresap ke dalam tanah sehingga
kondisi air tanah tetap terjaga.

Air Hujan Saluran drainase dan Riool Kota


bak kontrol

Air tinja
Air tinja yang berasal dari WC dialirkan menuju septic tank, kemudian dialirkan
ke sumur peresapan dan secara alamiah meresap ke tanah.

Tinja/ Septic tank Sewage Meresap ke


faces tretment tanah
( Peresapan )

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 100
TUGAS AKHIR

e. Analisis Pendekatan Sistem Telekomunikasi


Dasar pertimbangan
ü Kemudahan, kecepatan dan kejelasan informasi intern maupun ekstem
ü Lkonomis dalam pomwatan
Sesuai dengan tuntutan kebuuhan dan perkembangan
teknologi informasi. Pendekatan sistem telekomunikasi
ü Jaringan telekomunikasi
Sebagai alat untuk komunikasi keluar menggunakan telephone dari
jaringan PT Telkom dengan jaringan pribadi pads zona zona perkantoran
maupun hunian sedangkan untuk fasilitas umum digunakan jaringan
sentral Sebagai alat untuk komunikasi antar ruang digunakan intercom
dengan penempatan pan ruang yang memerlukan, bagi pengunjung
disediakan telephone tunggu, telephone koinbaik untuk akses lokal
maupun interlokal.
ü Jaringan intemet
Merupakan kebutuhan pokok bagi informasi pads saat ini terutama
diperlukan bagi zona perkantoran. Pada tiap zona perkantoran sudah
disediakn jaringan bagi akses intemet dan disediakan warung intemet
bagi pengunjung. Dilengkapi dengan

Fiber optic dengan kecepatan tinggi untuk


· teransmisi Data
· Broadband Internet
ü Pengeras Suara informasi pengujung
Sarana inforasi bagi pengunjung denan media pengeras suara
yang dletakkan pada tempat-tempat tertentu.

f. Analisis Sistem Pembuangan Sampah


Dasar pertimbangan
ü Mampu melayani area yang lugs
ü Kemudahan dalam pelaksanaan

ü Sampah yang dihasilkan zona perkantoran


ü Sampah rumah tangs dad apartemen
ü Sampah dad zona kegiatan umum
Sistem pembuangan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 101
TUGAS AKHIR

ü Diberikan box-box pembuangan sampah pada tiap unit perkantoran


dan apartemen
ü Diberikan box-box sampah pada zona kegiatan umum, pedestrian,
dan open space tiap 25 m.
ü Penempatan box sampah pads area sirkulasi dan koridor tiap 10 m
ü Pengumpulan sampah pads bangunan dengan terpusat pads shaf
pembuangan sampah yang dilakukan oleh petugas pembuang
sampah pada setiap harinya untuk kemudian diangkut ke TPS.
ü Pada tiap zona diberikan box terpisah untuk sampah organik dan
anorganik untuk memudahkan pengolahan selanjutnya.
Dilengkapi dengan fasilitas -
ü kran air unt. Pembersihan
ü sprinkler utk. Mencegah kebakaran
ü lampu sebagai Penerangan
ü alai pendingin utk. mencegah pembusukan
ü shaft utk sampah hrs dapat dijangkau kendaraan sampah

g. Analisis Pendekatan Sistem Pemadam Kebakaran

ü Kecepatan dalam melayani situasi


ü Kemudahan dalam melakuan evakuasi

ü Sistem pemadam kebakaran


Sprinkler otomatis dilengkapi dengan alarm kebakaran den sistem
detector asap dan panas tiap lantai. Sebuah panel monitor utama
mengontrol selunih bagian bangunan. Tangga danirat yang dirancang
sehingga asap kebakaran tidak bisa masuk.
ü Penyediaan Air pemadam kebakaran dipisah ( diberi batas ) dengan
tandon untuk penyediaan air bersih. Hal ini untuk menghindari
kekosongan tandon untuk bahaya kebakaran bila diperlukan.

ü Untuk zona perkantoran dimana banyak terdapat perangkat komputer


maka disediakan pemadam api yang berbentuk serbuk sehingga
tidak merusak perangkat lunak tersebut.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 102
TUGAS AKHIR

h. Analisis Pendekatan Sistem Penangkal Petir


Dasar pertimbangan
ü Perlindungan bangunan tinggi terhadap bahaya petir, dimana
bangunan tinggi sangat rawan terhadap bahaya petir yang bisa
merusak jaringan listrik dan konstruksi pads bangunan.
ü Penggunaan bahan yang cepat menghantarkan arcs listrik ke bumi.
Sistem penangkal listrik yang digunakan adalah Sistem faraday yang
berupa tongkat panjang terbuat dad logam yang dipasang di atp sebagai
penangkap petir. Kemudian dihubungkan dengan kabel-kabel timah
yang telah diberi isolator dialirkan ke bumi.

Gambar 5.16 Sistem penangkal Petir


Sumber : Kuliah Ars.Tropis

. Analisis Sistem Transportasi Vertikal Bangunan Tinggi


Dasar pertimbangan:
ü Kemudahan dan efisiensi
ü Kebutuhan privacy pengguna bangunan
Untuk memenuhi kedua faktor tersebut maka pelayanan transportasi
bangunan dipisahkan antara kegiatan perkantoran dan apartemen
ü Secara vertikal dengan elevator dan lift
ü Dibagi 2 macam menurut fungsinya :
ü Lift penumpang dan lift barang/ pemadam kebakaran
ü Penggunaan lift penumpang tersebut khususnya untuk zona

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 103
TUGAS AKHIR

kegiatan apartemen dimana zona tersebut terdapat pada tower


bangunan. Sebagai bangunan dengan tinggi lebih dari 10 lantai
maka lift yang digunakan adalah lift kecepatan sedang atau tinggi.
ü Perhitungan jumlah lift penumpang
ü Jumlah lantai : 15 lantai + basement = 16 lantai

Luas lantai : luas lantai total / jml lantai = ± 1.200 m2/ lantai
ü Tinggi lantai : rata-rata 4 m
ü Standart perhitungan lift yang digunakan
ü PHC unt bangunan umum = 5-3 % sampai 15-18 %
ü D utk bangunan umum 6 – 10 m2 setiap org/luas bangunan atau 6
– 8 m2 untk setiap orang pada luas bangunan setelah dikurangi core
ü Kecepatan lift = 180 – 210 m/menit
ü Kapasitas penumpang 15 – 17 orang

ü Rumus
ü 1. beban puncak lift
L= PHC ( a – c )n
b
L= Beban puncak lift
a= luas perfantai bangunan
c= 5 x N x P x 0.3 = 1.5 NP
N= Juml lift dalam bangunan
P= kapasitas orang / lift ( 80 % x jml penumpang dim lift)
n= jumlah lantai bangunan
b= luas lantai bersih per orang
maka
L = PHC (a – c)n
b
=1 3% ( 1 . 2 00 - 1 . 5N . 12) 16
6
= (13 % x 1.200 x 16) (13%x 1.5Nx12x16)
6
= 416 - 6.24N

2. daya angkut satu lift dalam 5 menit h = 5 x 60 detik x P


RT
= 300 P
RT

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 104
TUGAS AKHIR

H = daya nagkut lift dlm 5 menit


RT = waktu yg diperlukan oleh It dr. dasar sampai puncak clan kembali ke
dasar round trip time )
= 16 lantai x 4 m x 2) : 210 m/
menit daya angkut N lift dalam 5 menit
hN = 300 PN
RT
300.12.n
32
= 112.5 N

persamaan
L=h
PHC (a – c)n = 300 P
b RT
sehingga ;
41() - 6.24 N = 112.5 N
N= 3.5
Jadi jumlah lift 4 buah
Lift baring clan pomadam kebakaran 1 buah

ü Secara miring, dengan eskalator


Khususnya digunakan untuk zona podiuum yang memuat fungsi
kegiatan kantor sewa, fungsi kegiatan umum dan fungsi kegiatan
penunjang

5.3.5. Analisis Sistem Struktur Bangunan


Modul dan penempatan core
Sebagai bangunan tinggi dengan fungsi kegiatan yang memerlukan unit-
unit massa yang cenderung typikal maka modul ruang menjadi
pertimbangan bas efektifitas pemanfaatan lahan komersial. Sedangkan
sebagai bangunan dengan fungsi perkantoran dan hunian akan
memerlukan servis yang lebih efisien apabila dapat di layani dengan
sistern core bangunan selain core sebagai inti bangunan merupakan
struktur inti bangunan.
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 105
TUGAS AKHIR

a. Modul ruang
Sebagai bangunan yang mewadahi aktifitas manusia, maka, titik
tolak modul berdasarkan modul dasar gerak manusia. Dalam Data
Arsitek, Ernest Neuvert dapat diketahu~ bahwa standart modul dasar
manusia adalah 0,3 – 1,5 meter sedangkan modul perancangan
ruang kegiatan disesuaikan dengan jumlah pemekai bangunan
dengan ditambahkan ruang gerak yang dipedukan. Sedangkan
bentuk- bentuk grid modul ruang dapat beragam

ANALISA

Bentuk Grid ruang/ modul Karakteristik

Teratur
Homogen
Monoton
Efektif
Kurang rekreatif

Rekreatif
Kurang efektif untuk ruang dengan
kegiatan formal
Ateratur menurut pola radial

Rekreatif
Tidak membosankan
Efektif

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 106
TUGAS AKHIR

Karakteristik yang ingin dicapai dari penampilan fisik bangunan


yang representatif dan pemanfaatan ruang yang efektif sebagai
bangunan komersial, maka bentuk mcdul ruang yang sesuai adalah
bentuk modul campuran. Sedangkan besar modul ruang ditentukan dari
kegiatan yang ada di dalamnya Untuk kegiatan dalam perkantoran
dimana dihitung dari pergerakan dan jumlah minimal pelaku kegiatan
menghasilkan :
ü Standar kepadatan populasi untuk bangunan perkantoran ( Data
Arsitek, Ernest Neuvert)=11-12 m2 / orang,
ü sedangkan pelaku kegiatan minimal dalam kantor melibatkan :
direktur, wk. direktur, staff (min : 3 orang) = 5 orang
ü sehingga ,11 x 5 = 55 m2 luasan modul bagi kegiatan perkantoran)
ü standat luasan apartemen type A- dengan 1 orang penghuni )
membutuhkan minimal : ruang tidur ( 4x3 m), KMP4VC ( 2x2 m), r.
tamu (3x3), r.santai ( 4x3 m), r. makan ( 3x,3 m), = (12+ 4 +
9+12+9)x1=46
ü jadi luasan modul ruang 39 m2 sampai 55 m2 modul yang mendekati
dan dapat dipakai adalah 4.6 m x 4.2 m

Anlisa sistem penyusunan lantai dan Sistem coidor Apartement

Susunan Lantai Karakteristik


· Satu unit hunian dilayani oleh satu unit
lantai, dalam satu lantai terdiri dari
1 ( Satu lantai ) beberapa unit hunian
· Merupakan bentuk yang paling
sederhana dan paling ekonomis

2 ( Dua lantai ) · Kebutuhan satu unit hunian dilayani


oleh dua lantai
· Dapat mengeliminsi kebutuhan kan
koridor, sehingga tidak setiap Intl
· Membutuhkan tangga interior
· Dalam setiap unit area privat terpish
dengan area publik
3 ( Tiga Lantai ) · Kebutuhan satu unit hunian dilayani
oleh tiga lantai
· Kegiatan dalam tiap unit dilanjutkan
dalam area yang terpisah.

Sesuai dengan analisa diatas maka bentuk yang paling sesuai dalam
apartemen yang hendak dirancang adalah simplex Flat.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 107
TUGAS AKHIR

Dengan system centre core pada bangunan maka bentuk koridor yang paling
mendekati adalah : sistem Tower Plan

UNIT APARTEMEN UNIT APARTEMEN

UNIT APARTEMEN

d. Pondasi
i
Dalam bangunan t nggi dimana akan mendukung bangunan secara
vertikal maka sistem struktur bawah akan menerima beban yang
menyebabkan pondasi menjadi dalam. Basement sebagai pendukung
struktur bawah bangunan tersebut dengan menggunakan pondasi bore
pile, dengan pertimbangan
ü Mempunyai daya dukung lebih besar dan efektif dibandingkan dengan
pondasi tiang pancang untuk beban yang besar dan terpusat pada
satu titik.
ü e. Balok dan lantai

Untuk balok dan lantai yang sesuai dengan bentang lebar, maka dipilih
sistem rangka rigid struktur dengan rangka balok dan kolom dan lantai plat
, dengan pertimbangan :
;
ü Pelaksanaannya mudah dan Bering d. Iakukan di Indonesia ( umum
dipakai)
ü Tidak diperlukan tenaga profesional dari luar negri Berta tidak
memerlukan teknologi asing yang mahal dalam pelaksanaan
pembangunan.
ü Tinggi balok 1/10 – 1112 jarak bentang
ü Tebal plat 12 cm
BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA
( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 108
TUGAS AKHIR

ü Biaya konstruksi relatif rendah

F.Sistem perletakan kolom

ANALISA
Penempatan kolom Karakteristik
Diluar / Ekspose struktur -Modul dan Strukturnya jelas
-Setiap kolom structural dan memiliki
gaya
-Fleksibilitas yang baik maupun interior
yang lebih bersih dan rapi
-Penataan interior bias lebih fleksibel
Sebelah dalam bangunan -Modul dan struktur kurang jelas
-Interior kurang bersih dan rapi
Didalam tembok ( sebelah dalam ) -Tampak bangunan bersih dan rapi
-Interior bangunan terganggu adanya
-kolom-kolom
-Kolom mengurangi fleksibilitas ruang
-Struktur kurang jelas

Berdasaran karakteristiknya maka peretakan kolom yang paling


tepat pada bangunan ini adalah dengan kolom di luar bangunan/
ekspose struktur.

g. Struktur Atap
Dasar pertimbangan
ü Sesuai untuk bangunan multifungsi dimana membutuhkan luasan
yang lebar sehingga memerlukan struktur atap bentang lebar.
ü Sesuai dengan iklim tropis dimana Bering terjadi hujan sehingga
struktur atap hares bisa menahan air/ tidak mudah bocor.
ü Strjktur atap tidak terlalu berat sehingga tidak menambah beban
konstruksi bangunan tinggi

ANALISIS
Berdasar ketentuan diatas maka struktur yang tepat bagi
bangunan multifungsi yang dirancang adalah struktur rangka atap.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 109
TUGAS AKHIR

Gambar 5.17 Struktur Rangka Atap


Sumber : Analisis Pribadi

5.3.6. Analisis Pendekatan Pemilihan Warna , Sistem Akustik dan


Sistem Material Bangunan
a. Analisis Pemilihan Wama.
Dasar pertimbangan
ü Sebagai unsur estetika
ü Pendukung kegiatan yang berlangsung di dalamnya
ANALISIS
Pemilihan wama yang perlu cliperhatikan antara lain
ü Wama dengan nilai daya serap kecil, maka daya listrik lebih ekonomis
ü Nilai refleksi besar maka ruarig akan sejuk dan hangat

Pengaruh warna terhadap kualitas ruang, Faktor refleksi dan Psikologis


Warna Kualitas Faktor Refleksi Kesan Psikologis Peruntukan
dalam desain
Putih Terang 0.81 Hangat
Cream Terang 0.74 Netral Cocok untuk
zona
Light Grey Sedang 0.58 Tenang
Light blue Terang 0.58 Sejuk
Buff Terang 0.63 Sejuk
Nature Agak gelap 0.48 Sejuk
Mahagoni Cukup gelap 0.08 Sejuk
Light cook Cukup gelap 0.32 Hangat

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 110
TUGAS AKHIR

b. Analisis Pendekatan Sistem Akustik Ruang


Dasar pertimbangan
Pemilihan lapisan kedap suara sebagai pendukung kebutuhan
privacy yang diinginkan oleh masing-masing pengguna bangunan
Akustik Ruang
Dasar pertimbangan : pemilihan bahan kedap suara
ü Beton 52 db
ü Batu bats 50 db
Akustik lantai
Akustik Lantai

Vinil Sct = 40 db
Biaya perawatan relatif mahal
batas waktu penggantian 2-4 tahun
Vinil Sct = 47 db
Biaya perawatan ekonomis
batas waktu penggantian 4-6 tahun

Dengan masing-masing karakter yang dimiliki tersebut maka untuk


akustik lantai lebih dipilih bahan karpet .
Kaca jendela untuk akustik sebagai standart akustik ruang, dengan tebal
4mm.

c. Analisis Pendekatan Material Bangunan Dasar


pertimbangan
ü Daya tahan material
ü Kumudahan dalam perawatan
ü Kemudahan dalam pemasangan
ü Fleksibel dlam bentuk dan tikuran
ü Sesuai dengan karakter yang diinginkan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 111
TUGAS AKHIR

ANALISIS

Material Karakte Peruntukan dalam


desain
Marble -Batas ketahanan material 40 tahun
-Pembiayaan per m2 Rp. 132.000,- Marbel licin : hall,
-Selain perawatan harian juga community
-membutuhkan perawatan tiap 3 bulan center
-Ukuran dapat disesuaikan kebutuhan Marbel teksture : corldor,
-Estetis dan ekslusif sirkulasi
-Cocok bagi kegiatan zona umum pada publik area
-Ada dua macam yaitu licin dan teksture

Uper bata Batas ketahanan material 40 tahun


Permbiayan per m2 Rp. 31.200,-
Selain perawatan harian juga membutuhkan
perawatan
tiap 3 bulan Zona kegiatan Rentall Office
dan apartemen
Ukuran 10 x 21
Estetis dan natural

Lebih cocok untuk eksterior landscape banqunan

cemen creed Batas ketahanan material 4-6 tahun


Pembiayaan per m2 Rp. 40.000,-(utk kelas 1)
dilapisi karpet Selain perawatan tiap 2 han juga membutuhkan
perawatan tiap 2 bulan
12 mm Ukuran dapat disesuaikan kebutuan Zona kegiatan Rental)
Sesuai dengan ruang yang membutuhkan Office dan Apartemen
privacy
Estetis dan hangat

Keramik 10/20 : Toilet,dapur,


tangga darurat, laundry,
Batas ketahanan material 40 tahun
Pembiayaan Rp 40.000 4utk kelas 1) swimming pool
Perawatan mudah, tiap 3 hari sekali. 20/20 : Dropping area,
Ukuran bervariasi house keeping
Estetis dan dapat disesuaikan dengan karakter
yang 20/30 : mini market,
diinginkan medical center, beaty and
fitness centre
40/40 : Restaurant
Paving Untuk zona pedestrian,
zona parkir dan sirkulasi
kendaraan
Batas ketahanan material 4-6 tahun untuk beban
berat
dengan frekuensi sedang
Pembiayaan Rp.20.000/m2
Tidk memerlukan perawatan khusus
ukuran 10 x 20 cm
Estetis, ekologis karena tidak mengganggu
meresapnya air ke dalam tanah.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 112
TUGAS AKHIR

ANLISIS
TEMBOK

Material Karakter Peruntukan dalam desain

Beton ekspose Batas ketahanan 40 tahun Basement dan eksterior


Pembiayaan per m3 Rp. 200.000,-
Perawatan tiap 4 bulan
Natural
Batas ketahanan 40 tahun
Biaya per rn3 Rp. 32.000, Dapur, toilet, loundry, fitness
Keramik
Perawatan tap I minggu center, spa, swimming pool
Estetis
Hall, community center ( bisa
Batas ketahanan material 40 tahun diaplikasikn dengan material
Biaya per m3 Rp.85.000,- lain semisal vinil kayu untuk
Marbel
Perawatan tiap 4 bulan estetis ruang
Estetis dan ekslusif

Batas ketahana material 5 tahun


Mini maket, restaurant, rental
Finishing cat biaya per m3 Rp. 3500,-
office, mintenence servis /
Tembok perawatan tiap 5 tahun sekali
MEE, beauty clinic
Fleksibel

Batas ketahanan material 5 tahun


Pembiayaan per m3 Rp. 35.000,-
wallpper unit apartemen
perawatan tiap 5 tahun
estetis dan hangat

CEILING

Material Karakter Peruntukan dalam desain

Eternit Asbes Batas ketahanan material 20 tahun Toilet, MEE


Pembiayan Rp. 3000/ m2
Perawatan tiap 5 tahun
Kurang memenuhi estotis
Tahan api
Metaliner Batas ketahanan material 40 tahun
Pembiayan Rp. 50.000/ m2
Hall, Community center,
Tidak memerlukan perawatan
restauran, beauty and fitess
Estetis dan akustik
Fleksibel dalam bentuk dan ukuran
Soft Board Batas ketahanan material 20 tahun
Pembiayan per m3 Rp. 27.000,- Uit hunian apartemen, community
Perawatan tiap bulan centre
Estetis dan akustik
Batas ketahanan material 20 tahun
Papan kayu 8mm Pembiayaan per m3 Rp. 5000,- Lobby, coridor
Perawatan tiap 4 tahun
Batas ketahanan material 40 tahun
Pembiayan per m3 Rp 25.000,-
Formika
Perwatan tiap bulan Rental Office
Jabarwood
Estetis
Flaeksibel dalam bentuk dan ukuran

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 113
TUGAS AKHIR

Kusen Pintu dan Jendela


Material Karkteristik Peruntukan

Ketahanan 40 tahun

Pembiayaan sangat mahal


Stainless steel Perawatan rutin
Estetis
Fleksibel dalam bentuk dan
ukuran
Kayu kruing Ketahanan 20 tahun
Pembiayaan relatif mahal Digunakan dalam zona
Perawatan tiap 4 tahun hunian,
Estetis restauran
Natiral
Ketahanan 40 tahun
Zona Rental Office,
Tanya biaya perawatan
Alurnunium foil community
Estetis
center, zona publik lain, MEE
fleksibel

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 114
TUGAS AKHIR

BAB VI
KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANGUNAN
MULTIFUNGSI DI SURAKARTA

6.1 KONSEP PROGRAM RUANG


6.1.1 Konsep kebutuhan ruang
Rekapitulasi kebutuhan unit Apartemen
JENIS UNIT JUMLAH UNIT TIPE UNIT
Unit tipe studio ( type 1 ) 45 1 KM
Unit tipe keluarga ( type 2) 36 2 KM
Unit tipe keluarga ( type 3 ) 28 3 KM
Total 109
Sumber : Analisa Pribadi

Rekapitulasi Kebutuhan Ruang, Jumlah unit Hunian dan Besaran Ruang


UNIT TYPE LUAS PER UNIT JUMLAH UNIT LUAS
2
(M ) KESELURUHAN (M2)
Type Studio ( type 1) 36 45 1620
Type Keluarga ( type 2) 63 36 2268
Type Keluarga ( type 3 ) 107 28 2996
Jumlah Total 109 6184
Sirkulasi ± 30 % = 6184 x30% 1855.2
jumlah Total seluruh unit + Sirkulasi 8039.2
Sumber : Analisa Pribadi
Rekapitulasi Kebutuhan Unit Kantor Sewa
2
UNIT LUAS ( M ) JUMLAH UNIT LUAS
KESELURUHAN ( M2)

Ruang Utama 112.5 1 112.5

Ruang Sekretraris 6.7 1 6.7

Ruang Direktur 9.3 1 9.3

Ruang Wk.Direktur 18.6 1 18.6


Ruang rapat 60 1 60

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 115
TUGAS AKHIR

Jumlah total 207,1


Jumlah luas keseluruhan unit x jumlah unit kantor sewa = 22.781
207.1 x 110 unit
Sirkulasi ± 30 % = 22.781 x 30 % 6834,3
Jumlah Total + Sirkulasi 29615,3

Rekapitulasi Kebutuhan Unit Mall

UNIT LUAS ( M2 ) JUMLAH UNIT LUAS


( M2 ) KESELURUHAN
( m2)
Retail / pertokoan 30 112 3360
Luas magnet 2400 5 12 000
Counter Pembayaran 4,2 5 21
Kamar Pas 7,5 5 37.5
R.Informasi 6 2 12
R.Penitipan barang 6 2 12
Plaza / Atrium - - 150
R.Stock barang - - 300
Locker 30 1 30
Jumlah Total 15 922,5
Sirkulasi ±50 % x 15 922,5 7961,25
Jumlah Total + Sirkulasi 23 883,75

Rekapitulasi Jumlah unit Penunjang


2
UNIT LUAS ( M ) JUMLAH UNIT LUAS
2
(M ) KESELURUHAN
( M2)
R.Tunggu 10 2 20
R.Aministrasi 12 6 72
Gudang 14 6 84
Lavatory Pria 8 6 48
Lavatory wanita 8 6 48
R.Periksa 12 1 12
Musholla/masjid 324 1 324

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 116
TUGAS AKHIR

R.Wudhu pria 8 1 8
R.Wudhu wanita 8 1 8
R.Audience & 2400 1 2400
panggung
R.Persiapan 16 1 16
Hall 16 4 64
R.Fitness 20 1 20
Beauty Clinic 40 1 40
Kolam Renang 212 1 212
Resto 266 2 532
Bar 30 1 30
Dapur 16 2 32
R.Istirahat 30 2 60
Play Ground 284 - 284
Taman Umum 318 - 318
R.Pamer 318 - 318
R.Pelayanan 72 1 72
R.Retail umum 180 1 180
Jumlah Total 5102
Sirkulasi ±30 % x 5102 1530,6
Jumlah total + Sirkulasi 6632,6

Rekapitulasi jumlah Unit Pengelola


2
UNIT LUAS ( M ) JUMLAH UNIT LUAS
KESELURUHAN ( M2)
R.General Manager 62 1 62
Marketing 107 1 107
R.Accounting 107 1 107
Operasional 62 1 62
R.Kepala Seksi 106 1 106
R.Fasilitas Pengelola 280 1 280
Jumlah Total 942
Sirkulasi 30 % x 942 282,6

Jumlah total + Sirkulasi 1224,6

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 117
TUGAS AKHIR

Jumlah Luas Total Apartemen + Kantor sewa + Mall + Unit Penunjang +


Pengelola =
2
8039,2 + 29.615,3 + 23.883,75 + 6632,6 + 1224,6 = 69395,45 M

6.2 KONSEP LOKASI DAN SITE


Site terpilih di Jl. Ahmad Yani ( Depan RSIS Yarsis )

Perumahan Penduduk

Carrefour/Alfa

Ke Semarang -
Jogja
Perkantoran
RSIS Yarsis

RS Ortopedi

Gambar 6.1 Site Terpilih Sumber : Doc. Pribadi

Batas-batas site :

Utara : Jl.Ahmad Yani, RSIS Yarsis


Selatan : Perumahan Penduduk dan Persawahan
Timur : Perkantoran
Barat : Carrefour / Alfa
2
Site terpilih memiliki luas lahan sebesar 40.500 m
KDB = 25 % GSB ( 6- 8 m) Garis sempadan samping 5 m, garis sempadan
belakang 3m. Tinggi bangunan menurut RUTRK surakarta 9-20 lantai.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 118
TUGAS AKHIR

6.3 KONSEP PENDEKATAN PENGOLAHAN SITE


6.3.1 Konsep Pencapaian
§ Pencapaian dari luar kota

- Dari Timur ( Surabaya, madiun dan sekitarnya ) dapat diakses


melalui Jalan Slamet Riyadi maupun dari selatan ( Jl. Dr. Rajiman )
- Dari Barat ( Semarang dan Jogjakarta ) dapat di akses melalui
jalan utama Jl.Ahmad Yani.

Perumahan Penduduk

Carrefour/Alfa

Ke Semarang -
Jogja
Perkantoran
RSIS Yarsis
Ke Surabaya

RS Ortopedi

Gambar 6.2 Site Terpilih Sumber : Doc. Pribadi

§ Pencapaian ke dalam site


Main Enterance terletak di Jl.Ahmad yani ( sebagai satu-satunya jalan
menuj ke site ) ME keluar –masuk berada dalam posisi yang berbeda
dengan tujuan untuk memperlancar sirkulasi, sedangkan SE ( Side
Enterance ) berada di samping sebelah timur site.

SE ( Side Enterance ) ME ( Keluar Site )

ME ( Masuk Site )

Gambar 6.3 ME & SE Sumber: Analisa Pribadi

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 119
TUGAS AKHIR

6.3.2 Konsep View

- View menuju Tapak

SITE
C
A
B

Gambar 6.4 view to site Sumber: Analisa Pribadi

Penginderaan yang dapat dilihat oleh mayarakat sekitar berasal dari Jl.
Ahmad yani dan perumahan sekitar site, sehingga sesuatu yang menarik
masyarakat ( Point of Interest ) pada bangunan ditempatkan pada sisi
bangunan sebelah utara, timur dan barat
-View dari Site

D
SITE
C
A B

Gambar 6.5 view from site Sumber: Analisa Pribadi


Keterangan :

A. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar


( Nilai view from site baik / ++ )

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 120
TUGAS AKHIR

B. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar


( Nilai view from site cukup baik / + )
C. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar
( Nilai view from site baik / ++ )
D. Penginderaan User bangunan multifungsi Dari dalam site menuju ke luar
( Nilai view from site cukup baik / + )

6.3.3 Konsep Noise

C
A

Gambar 6.6 Konsep Noise Sumber: Analisa Pribadi

- Untuk mengurangi tingkat kebisingan yang timbul akibat


lingkungan sekitar maka diperlukan zona vertikal yang memisahkan
antara zona bising ( Warna merah ) dan agak bising ( Warna Kuning )
dan tenang ( warna Biru )
- Selain itu pengendalian kebisingan bisa dilakukan dengan
pemberian buffer pada site berupa tanaman yang berdaun lebat dan juga
pemberian jarak antara bangunan dengan sumber kebisingan
- Aspek teknologi hemat energi juga bisa masuk didalam penangan
kebisingan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 121
TUGAS AKHIR

6.3.4 Konsep Klimatologi

Gambar 6.6 Konsep Klimatologi Sumber: Analisa Pribadi

Keterangan :
: Ilustrasi Peredaran Matahari ( Peredaran Siang – malam )

: Ilustrasi Angin Timur

: Ilustrasi Angin Barat

Hasil ( Konsep Klimatologi ) :


- Pada hasil analisa matahari telah jelas terlihat bahwa bagian timur lebih
banyak terkena sinar matahari, sedangkan pada site bagian barat sedikit
banyak terhalang oleh bangunan sekitar, jadi hal ini dapat dimanfaatkan
dengan memperbanyak bukaan di sisi timur, selain itu matahari pagi
( Dari timur ) baik bagi kesehatan.
Untuk memperbanyak sinar matahari yang masuk dari timur maka pada
analisa perancangan ini bangunan akan condong ke barat.
- Pada analisa angin disini juga terlihat bahwa angin timur yang
27
cenderung bersih dan menyejukkan tidak terhalang oleh bangunan
sekitar , dan pada konsep hemat energi bangunan multifungsi ini nantinya
diberi bukaan yang lebih banyak pada sisi timur. sedangkan angin barat

27 Konsep perancangan Bank Muammalat

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 122
TUGAS AKHIR

yang cenderung membawa kuman penyakit yang bertiup pada musim


28
penghujan sebaiknya pada sisi barat telah terhalang oleh bangunan
sekitar yaitu bangunan carrefour.Selain itu bangunan multifungsi ini
nantinya sebaiknya diberi buffer, baik itu buffer alami berupa tanaman
dan pepohonan yang rindang juga buffer artifisial.

6.4 KONSEP PENZONINGAN BANGUNAN

6.4.1 Konsep zonifikasi vertikal

C
B
A

Gambar 6. 7 Konsep Zonifikasi Sumber: Analisa Pribadi


Keterangan :
A. Zona Publik ( Pada Zona ini diperuntukkan sebagai Mall karena dengan
tingkat kegiatan yang tidak memerlukan tingkat keprivasian )
B. Zona Semi Publik ( Pada Zona ini diperuntukkan sebagai kantor sewa
karena memerlukan sedikit keprivasian )
C. Zona Privat ( Pada Zona ini diperuntukkan sebagai Apartemen karena
kegiatan didalamnya sangat memerlukan tingkat keprivasian yang
cukup tinggi. )

28 Konsep perancangan Bank Muammalat

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 123
TUGAS AKHIR

6.4.2 Konsep Zonifikasi Horizontal


Penzoningan Horizontal sebagai berikut :

E D
C B
A

Gambar 6. 8 Konsep Zonifikasi Sumber: Analisa Pribadi

Keterangan :
A. Main Enterance ( Masuk )
B. Main Enterance ( Keluar )
C. Zona Mall
D. Zona Apartemen & Kantor Sewa
E. Side Enterance

6.5 KONSEP SIRKULASI BANGUNAN


6.5.1 Sistem Sirkulasi didalam bangunan
- Sirkulasi Vertikal
· Tangga digunakan sebagai alat transportasi utama sekaligus alat
transportasi darurat yang digunakan pada zona Mall, berdaarkan konsep
mall yang direncanakan setinggi 2- 3 lantai dengan berlandaskan konsep
hemat energi maka tangga merupakan alternatif utama. sedangkan pada
zona Apartemen dan kantor sewa tangga merupakan alat transportasi
darurat.
· Ramp digunakan sebagai aksesibilitas bagi difabel, untuk ketinggian
lantai yang cukup tinggi maka disediakan lift khusus.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 124
TUGAS AKHIR

· Lift zona 1 melayani lantai 1- 6 ( Zona Kantor sewa ), Lift zona 2 melayani
lantai 7-16 ( Zona Kantor sewa )

- Sirkulasi Horizontal
· Konsep zonifikasi horizontal pada bangunan multifungsi ini menggunakan
konsep pedestrian, jadi antar fungsi fasilitas pada bangunan multifungsi
dihubungkan oleh pedestrian, sehingga konsep hemat energi juga
diterapkan disini.
6.5.2 Sitem sirkulasi di luar bangunan
Bangunan multifungsi yang direncanakan ini memiliki jalur-jalur
pedestrian yang menghubungkan antar fungsi fasilitas antar
bangunan.Pemisahan ME padamasing-masing unit bangunan bertujuan
untuk menjaga privacy dari masing-masing user.

Taman &
Bangunan
Bangunan multifungsi jogging track
parkir

Convension
Bangunan centre & teater
Pengelola
ME
apartemen

ME in ME out

Gambar 6.9 Sistem sirkulasi luar bangunan

Kejelasan sirkulasi antara kendaraan dan pejalan kaki yang menjamin


keselamatan masing-masing dari segi arsitektural dapat dibuat dengan :
Soft material
Berupa tanaman-tanaman, pohon, dan perdu
- Pengarah sirkulasi
- Pembatas ( Buffer ) / barrier pemisah sirkulasi pejalan kaki
- Tanaman Hias
- Pelindung / peneduh

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 125
TUGAS AKHIR

Hard Material
Berupa elemen lansekap dari benda mati seperti aspal, batu-batuan, patung ,
lampu, paving, sculpture dsb. Fungsinya sebagai :
- Faktor Penghias/ estetika
- Pembentuk suasana

6.6 KONSEP UTILITAS


6.6.1 Konsep Pencahayaan bangunan
§ Pencahayaan alami
Pencahayaan alami dalam bangunan ini menggunakann skylight,atrium
dan ventilasi. Dengan pendekatan konsep hemat energi maka
pencahayaan alami pada bangunan multifungsi yang direncanakan harus
dioptimalakan. Pemanfaatan cahaya alami diutamakan dengan
menggunakan cahaya langit melalui skylight, silau yagn timbul akibat sinar
matahari maupun pemantulannya dikendalikan melalui transmisi bahan
translucent
§ Pencahayaan Buatan
Daerah dengan pencahayaan alami tersedia cukup harus dilengkapi saklar
pengendali otomatis yang dapat mematikan atau menghidupkan armature
sesuai tingkat pencahayaan yang dirancang. Tingkat pencahayaan harus
sesuai dengan pemilihan lampu dengan efikasi tinggi.balast dan armature
yang efisien ( mengurangi penggunaan lampu pijar, menggunakan lampu
fluoresens dan lampu pelepasan lain)
Light output 1.200 lumens
Used 20 watt
Average lifetime 10.000 hours
Volts 120
Bulb type SLS
Base type Medium E26 Standard
CRI 82
Length 5.625 inches
Sumber : Astuning Hririri “ Apartemen di Bandung dengan penekanan Arsitektur Hemat
Energi”

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 126
TUGAS AKHIR

6.6.2 Konsep Penghawaan Bangunan


§ Penghawaan Alami
Bentuk dan orientasi massa bangunan
Pemilihan bentuk massa bangunan Yang mampu mengontrol pergerakan
dan kecepatan angin dengan cara permainan fasade dan selubung
bangunan, sedangkan orientasi bangunan sangat berperan penting dalam
pemaksimalan penerimaan cahaya matahari dan angina.

Memanfaatkan tanaman untuk mengarahkan angin menuju bangunan /


ruangan .
§ Penghawaan BuatanSistem yang digunakan adalah system tata udara
tidak langsung dengan pertimbangan efisiensi perawatan dan
pemeliharaan alat serta energi yang dikeluarkan

AHU/ FAN FAN / LANTAI 1


COIL UNIT BLOWER

AHU/ FAN FAN / LANTAI 2


COIL UNIT BLOWER
ABSORPTION
CHILLER

AHU/ FAN FAN / LANTAI 15


COIL UNIT BLOWER

AHU/ FAN FAN / LANTAI 16


COIL UNIT BLOWER

COOLING TOP FLOOR


TOWER

Skema jaringan AC ( Sistem tata udara tidak langsung )


Sumber : Jimmy S . Juwana

Sistem yang digunakan pada bangunan utama adalah sistem tata udara tidak
langsung, dengan pertimbangan efisiensi perawatan dan pemeliharaan alat
serta energi yang dikeluarkan.

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 127
TUGAS AKHIR

6.6.3 Konsep Penyediaan Air Bersih


Sistem yang digunakan adalah Down feed sistem dengan konsekuensi
- memperbesar diameter pada pipa lantai bawah akibat tekanan yang
sangat besar dari lantai atas
- memakai tangki distribusi air pada setiap tiga lantai dengan tujuan untuk
mengatur kekuatan tekanan air.
Kebutuhan Air bersih terdiri dari kebutuhan air boiler ( AC), Kebutuhan
seharihari,air persediaan pemadam kebakaran ( Sprinkle dan Hidran ).

6.6.4 Konsep Pengolahan Sampah


Sampah buangan dari bangunan multifungsi ini dapat dibedakan
menjadi sampah organik ( Sampah rumah tangga / basah ) dan sampah non
organik ( sampah plastik, logam , kertas ). dengan pendekatan hemat energi
baik dari segi arsitektural maupun non arsitektural sampah organik ini akan
ditreatmen menjadi sumber energi berupa energi listrik dengan treatment
tertentu.

6.6.5 Konsep Penyediaan Listrik


Sumber listrik berasal dari PLN dan pembangkit cadangan berupa
genset.jika aliran listrik dari PLN terhenti ( Padam ) maka pasokan daya listrik
diambil dari pembangkit listrik cadangan, sumber energi listrik bangunan
multifunjgsi yang direncanakan inijuga diambil dari sumber energi terbarui
seperti pemanfaatan solar sell, energi angin dan energi kinetik dari user yang
diubah menjadi energi listrik.

6.6.6 Konsep Pengamanan terhadap bahaya Kebakaran


Pengamanan dari bahaya kebakaran pada Bangunan multifungsi
yang direncanakan yaitu :
- Alat penginderaan / peringatan dini ( Detektor ). detektor disini
merupakan detektor asap dan panas yang akan memberikan

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 128
TUGAS AKHIR

peringatan dini kepada user, karena evakuasi memerlukan waktu


yang cukup panjang, maka detektor ini sangat berguna sekali
- Alat pemadam kebakaran berupa Hydran, Sprinkler dan fire
extinguisher.
- Tangga darurat bertekanan.
tangga darurat ini berfungsi juga sebagai ruang penyelamatan
karena didalamnya terdapat tekanan udara sehingga asap dari
kebakaran tidak bisa masuk kedalam. Letak Utama dari Tangga
darurat ini berada di dalam Core, sehingga evakuasi pertama
penyelamatan kebakaran langsung ke basement melalui core dan
langsung berhubungan dengan udara luar.

6.6.7 Konsep Tanda bahaya


Pengoperasian tanda bahaya kebakaran dapat dilakukan secara
manual dengan memecahkan kaca tombol sakelar tanda kebakaran atau secara
otomatis, dimana tanda bahaya kebakaran dihubungkan dengan sistem
sprinkler. pada tanda bahaya sistem keamanan digunakan jenis sensor infra
merah yang merupakan sensor pasif. Dipasang jaringan CCTV ( Closed circuit
television ) pada lokasi yang rawan kejahatan.

6.6.8 Konsep Pengamanan Bahaya Petir


Sistem Pengaman bahaya petir pada bangunan multifungsi yang direncanakan
tersiri dari :
- Tiang Penangkal petir ( Lightning Rods ). penangkap petir ini terdiri
dari tiang pendek yang dipasang tegak dan elektroda logam yang
dipasang mendatar, sistem penangkal petir ini menggunakan
sistem kurungan faraday.
- Pemotong Arus petir ( Lightning arresters ). Digunakan untuk
mencegah kerusakan pada peralatan listrik, elektronik dan telepon.
- Penghantar Penyalur arus Petir
- Terminal Hubung ( Connectors atau fasteners )
- Ground.
6.6.9 Konsep Sistem Komunikasi

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 129
TUGAS AKHIR

Telkom PABX ( Private Automatic Branch Exchange ) Kotak


hubung induk ( MDF – Main Distribution Frame ) Kabel distribusi ( DC
Distribution Cable ) Kotak terminal ( JB - Junction Box ) ada tiap lantai
bangunan.
Sumber : Astuning Hariri ,” Apartemen di Bandung dengan penekanan hemat energi “
6.6.10 Konsep Otomatisasi bangunan
sistem yang digunakan pada unit hunian dan penunjang / pengelola adalah
infrared detector, yang peka terhadap panas tubuh manusia, yang juga
mengkombinasikan sensor cahaya matahari pada ruang terbuka. Perlunya
kesadaran pengguna dalam menggunakan alat-alat utilitas dalam bangunan.

6.7 KONSEP SISTEM STRUKTUR


6.7.1 Konsep Modul Struktur
Modul Kolom horizontal yang digunakan didalam perencanaan
fungsi fasilitas mall adalah 5 x 6 dan 9 x 6, dengan kombinasi modul kolom ini
akan tercipta ruang yang culup efektif dan efisien untuk retail-retail yang ada
didalam mall. sedangkan modul vertilal yang digunakan ( tinggi per lantai ) ± 4,5
m.

6.7.2 Konsep Struktur


- Sub Struktur
Bangunan Multifungsi yang direncanakan menggunakan sub struktur
berupa tiang pancang.
- Super Struktur
Komponen yang dipilih adalah struktur rigid berupa kolom balok dengan
inti berupa core dan share wall/ bearing wall.
-Upper Struktur
Struktur atap menggunakan Plat beton bert

BANGUNAN MULTIFUNGSI DI SURAKARTA


( Mall, Kantor sewa, Apartemen ) Pendekatan Arsitektur Hemat energy 130