You are on page 1of 3

MEMPERDALAM PENGGUNAAN BAHASA

INDONESIA PADA GENERASI MUDA

ARTIKEL
Memenuhi tugas matakuliah
Bahasa Indonesia Keilmuan
Yang dibina oleh Bapak Dr. Didin Widyartono, S.S., S.Pd, M.Pd

Disusun oleh:

Faisal Nur Saifudin


180513626549

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
September 2018
Memperdalam Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Generasi Muda

Indonesia adalah negara berkembang yang memiliki ribuan pulau, keanekaragaman


suku, budaya, ras dan agama. Sebagai negara yang besar dan memiliki perbedaan,
menjadi sebuah kelebihan, sekaligus menjadi kekurangan apabila perbedaan
tersebut dikedepankan.

Suatu perbedaan tidak dapat disatukan apabila tidak ada hubungan. Jadi
diperlukanlah bahasa sebagai alat pemersatu bangsa. Bahasa yang digunakan di
Indonesia adalah bahasa Indonesia yang dari sejak dulu dan resmi digunakan
sebagai bahasa persatuan Indosnesia pada Ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28
Oktober 1928. Setiap bahasa merupakan simbol jati diri bangsa. Jadi, bahasa
Indonesia harus dijaga dan dilestarikan serta selalu dijunjung tinggi, kemudian
dikembangkan untuk sarana komunikasi modern serta pembeda dengan bangsa
yang lain.

Dampak berkembangnya globalisasi, banyak bahasa asing berdatangan yang sulit


hindari, karena kata-kata yang bermunculan masih belum ada di Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Derasnya pengaruh globlalisasi, disamping membuat bahasa
asing mudah masuk Indonesia, generasi muda dalam penggunaan bahasa Indonesia
mulai mengalami kemunduran. Pada kenyataannya, banyak remaja Indonesia
menggunakan kata tidak baku dalam menjalin komunikasi dengan orang lain. Itulah
dampak dari ketidakmampuan bangsa menyaring budaya masuk, menjaga dan
mempertahankan budaya berbahasa Indonesia dengan baik. Sehingga muncul kata
yang melenceng dari EYD, seperti akhir-akhir ini dibicarakan yang dikenal dengan
bahasa “alay”. Sudah menjadi kebutuhan dikalangan remaja, budaya alay
digunakan sebagai alat komunikasi antar teman.

Diperlukan solusi agar penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja dapat


dilakukan dengan baik. Contohnya dengan memperdalam bahasa Indonesia yang
baik dan benar sejak dini serta berusaha mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari. Hal tersebut harus dikerjakan terus menerus dengan berbagai kegiatan
di kelompok-kelompok besar, misalnya di dunia pendidikan, politik, ekonomi, dll.
Para generasi muda diharapkan belajar dan memakai bahasa Indonesia dengan baik
serta sesuai dengan EYD. Terutama bagi perkembangan anak remaja dalam
berbahasa, pemerintah lebih memperhatikan dalam penerapan sistem kurikulum
pendidikan sekolah. Dengan sistem kurikulum yang baik, akan membawa kemajuan
yang signifikan bagi penggunan bahasa Indonesia. Hal itu juga medukung generasi
muda dalam memakai bahasa Indonesia untuk perkembangan zaman dengan terus-
menerus mempromosikan dan belajar merevisi bahasa yang salah pada media
massa seperti koran, majalah, televisi maupun media sosial di jejaring internet.
Dalam penggunaan media massa diperlukan bahasa yang santai agar mudah diserap
oleh masyarakat namun penggunaan bahasa Indonesia yang baku jangan sampai
dikesampingkan. Begitu juga ketika bermedia sosial, harus menggunakan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar agar dimengerti oleh orang lain bilamana berbeda
suku dan ras, namun masih berkewarganegaraan Indonesia.

Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar akan membawa kemajuan
bagi bangsa. Seharusnya generasi muda bangga menggunakannya karena memiliki
kelebihan di mata dunia, diantaranya sudah dipelajari lebih dari 45 negara, banyak
negara yang mendirikan pusat study bahasa Indonesia, dan sudah digunakan di
berbagai negara. Apabila bahasa Indonesia tidak digunakan, berarti tidak
menghormati jasa pejuang kemerdekaan yang membela dan mempertahankannya
serta dikhawatirkan akan berdampak pada generasi selanjutnya.

Dengan demikian, diperlukan kesadaran bahwasannya bahasa Indonesia adalah


bahasa yang wajib digunakan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.
Masyarakat indonesia tidak akan ketinggalan zaman hanya karena terus
menggunakan bahasa Indonesia, walaupun seharusnya dituntut untuk mengikuti
perkembangan zaman, tetapi tidak harus ikut-ikutan terhanyut dengan budaya asing
dan dengan mudah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau bangsa
Indonesia hanya terus menjadi penerima apa yang negara lain buat, maka negara ini
susah untuk maju. Jadi, para generasi muda harus lebih berperan aktif dalam
melestarikan budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar.