You are on page 1of 17

LABORATORIUM PENGUKURAN HIGH FREQUENCY

NOMOR PERCOBAAN : 01

JUDUL PERCOBAAN : SIGNAL GENERATOR

KELAS / GROUP : TT 5A / GROUP 3

NAMA KELOMPOK : 1. Nazhifah


2. Nurul Halimah
3. Patuan Bona Patick Samosir
4. Resvianto Virgiansyah
5. Ricky Bayu Wicaksono
6. Solichana Yusuf
7. Tantowi Nugroho
8. Utami Yogantari
TANGGAL PERCOBAAN : 9 September 2018

TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 13 September 2018

NILAI :

DOSEN : SUKMA W S.T

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2018
DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL . . . . . . 1

DAFTAR ISI . . . . . . 2

1. TUJUAN . . . . . . 3
2. PERALATAN YANG DIGUNAKAN . . . . . 3
3. DASAR TEORI . . . . . 4
4. LANGKAH KERJA . . . 7
5. DATA HASIL PERCOBAAN . . . . . 9
6. ANALISA PEMBAHASAN . . . . . . 15

KESIMPULAN . . . . . . 16

LAMPIRAN . . . . . . 17

2
SIGNAL GENERATOR

1. TUJUAN

 Mampu mengoperasikan Signal Generator HP 8656 B


 Pengenalan fungsi masing-masing tombol
 Pengenalan bentuk sinyal AM Modulation dan FM Modulation

2. PERALATAN YANG DIGUNAKAN

No. Nama Komponen Jumlah


1 Signal Generator HP 8656 B 1
2 Osiloskop 1
3 BNC to Banana Cable 3
4 BNC to BNC Cable 2

GAMBAR ALAT

Signal Generator HP 8656 B

3
3. DASAR TEORI
4.1 Pengenalan Signal Generator

HP 8656 B adalah sebuah pembangkit frekuensi tinggi (RF Generator)


yang andal dan mudah dalam pengoperasiannya. Pengoperasian generator ini
dilakukan dari keyboard di panel depan.

Kemampuan dasar yang dimilikinya antara lain:

- Cakupan frekuensi : 100KHz s.d. 990 MHz


- Arus keluaran +13 dBm s.d. – 127 dBm pada 50 ohm
- Modulasi amplitude
- Modulasi frekuensi
- Modulasi eksternal
- Memori
1
14 2 3
15 16

13

12

11
10 9 8 5
7 6

Keterangan Panel Depan

1. Layar LCD untuk menunjukan nilai Frekuensi


2. Layar LCD untuk menunjukan amplitudo dalam satuan dBm, dBf, dB, EMF,
V, mV, dan µV.
3. SEQ, STORE, dan RECALL.
STORE untuk menyipan setingan

4
RECALL untuk memanggil hasil dari penyimpanan STORE
4. RF output untuk menyambungkan antenna atau spectrum analizer
5. RF OFF/ON Key untuk mematikan atau menghidupkan fungsi radio
frekuensi
6. Unit entry Key untuk memasukan nilai satuan amplitude gelombang
7. Data entry key untuk memasukan nilai
8. INCR SET Key untuk menseting nilai increment
9. Carrier Keys untuk menambahkan atau mnurunkan nilai saat tuning dari
increment yang sudah diatur
10. Modulation keys untuk memilih jenis modulasi sinyal
11. Power switch untuk menghidupkan dan mematikan signal generator
12. MOD IN/OUT Connector untuk melihat input sinyal
13. Shift key untuk mengganti fungsi tombol yang atasnya di beri label biru
14. Local key mengembalikan signal generator ke operasi local
15. Remote annuciaterss terdapat dua fungsi RMT dan ADRS
16. Modulation display untuk menampilkan nilai increment dari modulasi
AM atau FM.

4.2 Modulasi

Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) adalah proses


menumpangkan sinyal informasi ke sinyal pembawa (carrier) dengan
sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai
dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi. Pada jenis modulasi
ini amplitudo sinyal pembawa diubah-ubah secara proporsional terhadap
amplituda sesaat sinyal pemodulasi, sedangkan frekuensinya tetap selama
proses modulasi.

5
Gambar 4.1 Gelombang AM

Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation = FM ) adalah proses


menumpangkan sinyal informasi pada sinyal pembawa (carrier) sehingga
frekuensi gelombang pembawa (carrier) berubah sesuai dengan perubahan
simpangan (tegangan) gelombang sinyal informasi. Jadi sinyal informasi yang
dimodulasikan (ditumpangkan) pada gelombang pembawa menyebabkan
perubahan frekuensi gelombang pembawa sesuai dengan perubahan tegangan
(simpangan) sinyal informasi. Pada modulasi frekuensi sinyal informasi
mengubah-ubah frekuensi gelombang pembawa, sedangkan amplitudanya
konstan selama proses modulasi.

Gambar 4.2 Gelombang FM

6
4. LANGKAH KERJA
4.1 Melihat Gelombang Modulasi AM dan FM
1. Menghubungkan MOD Out signal generator ke chanel 1 osiloskop, lalu
menghubungkan RF Output signal generator ke chanel 2 osiloskop. Seperti
gambar 5.1.

Gambar 5.1
2. Mengatur skala pada osiloskop pada chanel 1 dan 2 dengan ketentuan
- Volt/div = 0.5V
- Time/div = 0.5 mS
- Trigger = ch.B Auto
- Display = Dual
3. Mengatur signal generator pada frekuensi 10MHz, amplitude 0 dBm
4. Tekan tombol (INT 1KHz) untuk Modulasi AM
5. Mengatur increment dengan penambahan dan pengurangan sebanyak 5
level
6. Menekan tombol UP dan Down pada AM modulasi dengan rentang index
modulasi sebesar 0%, 25%, 50%, dan 75%. Mengamati gelombang keluaran
pada osiloskop dan Catat pada tabel 7.1
7. Mengulangi langkah 4 s.d. 6 dengan mengubah INT menjadi 400HZ
8. Mengulangi langkah 4 s.d 7 namun untuk Modulasi FM dengan DEV FM
sebesar 0 KHz, 25 KHz, 50 KHz dan 75 KHz , lalu catat pada tabel 7.1

4.2 Mengetahui Fungsi Tombol STORE dan RECALL


1. Menghubungkan MOD Out signal generator ke chanel 1 osiloskop, lalu
menghubungkan RF Output signal generator ke chanel 2 osiloskop. Seperti
gambar 5.2.

7
Gambar 5.2
2. Mengatur jenis Modulasi nya, lalu pilih nilai Index / DEV nya, tentukan
aplitudo dan besarnya, atur pula frekuensi inputnya catat gelombang
beserta besarannya pada tabel 7.2. kemudian tekan tombol STORE lalu
tekan 1
3. Mengulangi langkah 2 tekan tombol STORE lalu tekan 2
4. Mengulangi langkah 2 tekan tombol STORE lalu tekan 3
5. Menekan tombol RECALL lalu tekan 1, amati keluaran pada osiloskop catat
hasil nya pada tabel 7.2
6. Menekan tombol RECALL lalu tekan 2, amati keluaran pada osiloskop catat
hasil nya pada tabel 7.2
7. Menekan tombol RECALL lalu tekan 3, amati keluaran pada osiloskop catat
hasil nya pada tabel 7.2

8
5. DATA HASIL PERCOBAAN
Tabel 7.1 Melihat Gelombang AM dan FM
PENAGTURAN PADA SIGNAL HASIL PADA OSILOSKOP
GENERATION
Modulasi INT Index AM/ Gambar Amplitudo
Modulasi DEV FM
AM 400 HZ 0% Input :
1.94 V
Output :
1.46 V

25% Input :
1.94 V
Output :
1.86 V

50% Input :
1.96 V
Output :
2V

9
75% Input :
1.96 V
Output :
2.24 V

1 KHz 0% Input :
1.94 V
Output :
1.04 V

25% Input :
1.94 V
Output :
1.28 V

10
50% Input :
1.94 V
Output :
1.56 V

75% Input :
1.96 V
Output :
1.82 V

FM 400 HZ 0 KHz Input :


1.96 V
Output :
1.48 V

25 KHz Input :
2.00 V
Output :
1.5 V

11
50 KHz Input :
2.00 V
Output :
1.5 V

75 KHz Input :
1.96 V
Output :
1.52 V

1 KHz 0 KHz Input :


2.00 V
Output :
1.52 V

25 KHz Input :
1.96 V
Output :
1.50 V

12
50 KHz Input :
1.96 V
Output :
1.52 V

75 KHz Input :
1.96 V
Output :
1.52 V

Tabel 7.2 Mengetahui Fungsi Tombol STORE dan RECALL


STORE RECALL
STORE 1 RECALL 1
Modulasi : AM, Indeks AM : 50 %, Hasil Osiloskop
Frekuensi : 20 MHz
Pengaturan Signal Generator

13
Gelombang Osiloskop

STORE 2 RECALL 2
Modulasi : FM, Dev FM : 50 %, Hasil di Osiloskop
Frekuensi : 10 MHz
Pengaturan di Sig Gen

Gelombang di Osiloskop

14
STORE 3 RECALL 3
Modulasi : AM, Indeks AM : 75 %, Hasil di Osiloskop
Frekuensi : 10 MHz
Pengaturan di Sig Gen

Gelombang di Osiloskop

6. ANALISA PEMBAHASAN

Pada praktikum pecobaan modulasi Amplitude Modulation (AM) dengan frekuensi


sinyal modulasi sebesar 400 Hz terjadi peningkatan amplitudo sinyal AM apabila index
sinyal yang diberikan semakin besar. Begitupun jika sinyal modulasi sebesar 1 KHz
terjadi peningkatan amplitudo sinyal AM apabila index sinyal yang diberikan semakin
besar.

Pada praktikum percobaan modulasi Frequency Modulation (FM) dengan frekuensi


sinyal modulasi sebesar 400 Hz terjadi peningkatan frekuensi sinyal FM apabila sinyal
deviasi yang diberikan semakin besar tetapi, jika sinyal modulasi yang diberikan
sebesar 1KHz terjadi penurunan frekuensi sinyal FM apabila frekuensi sinyal deviasi
yang diberikan semakin besar.

15
Pada praktikum fungsi tombol STORE dan RECALL dengan modulasi AM, frekuensi
signal generator 20 MHz dan index 50% hasil menggunakan fungsi tombol STORE 1
hasilnya sama dengan menekan tombol RECALL 1. Begitupun dengan modulasi FM,
frekuensi signal generator 10 MHz dan index 50% hasil menggunakan fungsi tombol
STORE 2 hasilnya sama dengan menekan tombol RECALL 2. Pada modulasi AM,
frekuensi signal generator 10 MHz dan index 75% hasil menggunakan fungsi tombol
STORE 3 hasilnya sama dengan menekan tombol RECALL 3.

KESIMPULAN

 Dalam melakukan praktikum AM dapat dilihat bahwa index sinyal yang diberikan
sangat mempengaruhi hasil sinyal AM. Jika semakin besar nilai index yang
diberikan maka amplitudo sinyal semakin meningkat.
 Dalam melakukan praktikum FM dapat dilihat bahwa pada sinyal modulasi 400 Hz
terjadi peningkatan frekuensi sinyal FM apabila sinyal deviasi yang diberikan
semakin besar. Begitupula sebaliknya, pada sinyal 1 KHz terjadi penurunan
frekuensi sinyal FM apabila sinyal deviasi yang diberikan semakin besar.
 Penggunaan tombol STORE dan RECALL berfungsi dengan baik.

16
LAMPIRAN

17