You are on page 1of 31

MAKALAH

KLASIFIKASI POMPA

Mata kuliah Mekanika Konvensi Energi


yang dibina oleh bapak Mustaman

Disusun Oleh:
Mukhammad khafid (160513609619)
Muslikh ridho wiyan rahmad gumelar (160513609689)
Niken Rena weni (160513609697)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
MARET 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
telah memberikan Rahmat, Taufik, serta Inayahnya sehingga makalah ini bisa
selesai tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini
adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Mekanika Konvensi Energi .
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dan mendukung baik secara materi maupun partisipasinya dalam
penyusunan makalah ini.
Penulis sadar makalah ini belum sempurna dan memerlukan berbagai
perbaikan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
dan semua pihak khususnya pada Mahasiswa – Mahasisiwi Universitas Negeri
Malang.

Malang,Maret 2018

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pompa semakin banyak digunakan dan penggunaannya semakin


bermacam-macam. Dahulu pompa hanya digunakan untuk memindahkan air
saja tetapi sekarang penggunaannya semakin luas yaitu juga digunakan untuk
memindahkan bahan-bahan kimia serta benda cair lainnya. Pompa merupakan
suatu alat yang digunakan untuk mempermudah kerja manusia terutama untuk
memindahkan benda yang berupa fluida cair.

Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan fluida cair
dari tekanan rendah ke tekanan dan / atau posisi yang rendah ke posisi yang
tinggi. Pompa centrifugal mempunyai sebuah impeler untuk mengangkat zat
cair dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Daya dari luar
diberikan kepada poros pompa untuk memutar impeler didalam zat cair, maka
zat cair yang ada di dalam impeler oleh dorongan sudu-sudu ikut berputar.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumusakan masalah sebagai berikut:
1. Apa saja jenis pompa menurut klasifikasinya?
2. Bagaimana mana pengertian pompa
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah dapat dirumusakan tujuan sebagai berikut:
1. Memahami klasifikasi pompa serta jenis dari pompa.
2. Memahami bagaimana prinsip kerja pompa.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian pompa
Pompa adalah alat untuk memindahkan fluida dari tempat satu ketempat
lainnya yang bekerja atas dasar mengkonversikan energi mekanik menjadi
energi kinetik. Energi mekanik yang diberikan alat tersebut digunakan untuk
meningkatkan kecepatan, tekanan atau elevasi (ketinggian).
Pada umumnya pompa digerakkan oleh motor, mesin atau sejenisnya.
Banyak faktor yang menyebabkan jenis dan ukuran pompa serta bahan
pembuatnya berbeda, antara lain jenis dan jumlah bahan cairan tinggi dan jarak
pengangkutan serta tekanan yang diperlukan dan sebagainya.
Dalam suatu pabrik atau industri, selalu dijumpai keadaan dimana
bahan-bahanyang diolah dipindahkan dari suatu tempat ketempat yang lain atau
dari suatu tempat penyimpanan ketempat pengolahan maupun sebaliknya.

1.2 Klasifikasi Pompa berdasarkan prinsip kerja


Dalam pemakaian sehari-hari, secara umum pompa dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Pompa dinamika.
Prinsip kerja dari pompa ini berdasarkan prinsip sentrifugal yang
menggunakan momen putar untuk membaangkitkan momen rotasi. Ditinjau
dari mekanika fluida fenomena yang berlangsung pada pompa ini berlaku
aliran mampat (compressible), dimana densitas fluidanya besar dan konstan
dan perbedaan tekanan yang dihasilkan biasanya cukup besar sehingga
konstruksi-konstruksi peralatannya harus lebih kuat. Pompa dinamik dibagi
2 jenis antara lain:
1) Pompa Sentrifugal
2) Pompa Aliran Aksial

2. Pompa tekanan statis / perpindahan positif.


Pompa jenis ini digunakan untuk suatu system pemompaan yang
mempunyai head statis dan kapasitas yang dihasilkan oleh pompa ini tidak
terus-menerus. Jadi, pompa ini memberikan hasil secara berkala. Jenis
pompa ini antara lain:
a. POMPA ROTARY
Secara umum prinsip kerja rotary pumps adalah sebagai berikut.
Berputarnya elemen dalam rumah pompa menyebabkan penurunan
tekanan pada saluran isap, sehingga terjadi aliran cairan dari sumber
masuk ke rumah pompa. Cairan tersebut akan mengisi ruang kosong
yang ditimbulkan oleh elemen-elemen yang berputar dalam rumah
pompa tersebut, cairan terperangkap dan ikut berputar. Pada saluran
kempa terjadi pengecilan rongga, sehingga cairan terkempakan ke luar.
Untuk memperjelas hal ini akan dibahas satu-persatu jenis-jenis pompa
yang termasuk jenis rotary pumps.

Macam-macam pompa rotari :

1. Pompa Roda Gigi Bagan Luar


Cara kerja dari pompa ini adalah ketika roda gigi berputar,
terjadi penurunan tekanan pada rumah pompa sehingga cairan
mengalir dan mengisi rongga gigi. Cairan yang terperangkap dalam
rongga gigi terbawa berputar kemudian dikempakan dalam saluran
pengeluaran, karena pada bagian ini terjadi pengecilan rongga gigi.

Gambar 1. Skema prinsip kerja pompa roda gigi dengan


penggigian luar
Saran umum untuk penggunaan gear pumps yaitu: Untuk
mencegah terjadinya kemacetan dan aus saat pompa digunakan maka
zat cair yang dipompa tidak boleh mengandung padatan dan tidak
bersifat korosif.
Pompa dengan penggigian luar banyak digunakan untuk
memompa minyak pelumas atau cairan lain yang mempunyai sifat
pelumasan yang baik. Pompa dengan penggigian dalam dapat
digunakan untuk memompa zat cair yang mempunyai kekentalan
(viskositas) tinggi, seperti tetes, sirop, dan cat.
2. Pompa roda gigi dalam
Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gergi dalam yang
berpasangan dengan roda gigi kecil dengan penggigian luar yang
bebas (idler). Sebuah sekat yang berbentuk bulan sabit dapat
dgunakan untuk mengcegah cairan kembali ke sisi hisap pomp.

Gambar 2. Skema prinsip kerja pompa roda gigi dengan penggigian dalam

b. POMPA CUPING (LOBE PUMP)

Pompa cunping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal
aksinya dan mempunyai 2 motor atau lebih dengan 2,3,4 cunping atau
lebih pada masing – masing rotor.

Cara kerja pompa lobe pada prinsipnya sama dengan cara kerja
pompa roda gigi dengan penggigian luar. Pompa jenis ini ada yang
mempunyai dua rotor lobe atau tiga rotor lobe.

Gambar 3. Cara kerja pompa lobe


Pompa lobe dapat digunakan untuk memompa cairan yang kental
(viskositasnya tinggi) dan mengandung padatan. Pemilihan dua rotor
lobe atau tiga rotor lobe didasarkan atas ukuran padatan yang terkandung
dalam cairan, kekentalan cairan, dan kontinyuitas aliran. Dua rotor lobe
cocok digunakan untuk cairan kental, ukuran padatan yang relatif kasar
dengan kontinyuitas kecepatan aliran yang tidak halus.

c. POMPA SEKRUP (SCRREW PUMP)


Cara kerja Oleh gerak putar poros ulir zat cair mengalir dalam arah
aksial. Pompa jenis ini hanya dapat digunakan untuk tekanan pada
saluran kempa lebih rendah dari tekanan pada saluran isap dan bila zat
cair yang dipompa mempunyai kekentalan tinggi. Pada keadaan kering
pompa ini tidak dapat mengisap sendiri, sehingga sebelum digunakan
pompa ini harus terisi cairan yang akan dipompa (dipancing).
Kegunaan dari pompa ini Sama halnya dengan pompa roda gigi,
pompa ulir ini cocok untuk memompa zat cair yang bersih dan
mempunyai sifat pelumasan yang baik. Secara umum pompa rotary
mempunyai kecepatan aliran volum yang konstan asal kecepatan
putarannya dapat dipertahankan tetap. Selain itu alirannya lebih teratur
(tidak terlalu pulsatif). Hal ini sangat berbeda dengan pompa reprocating
(bandingkanlah setelah pembahasan pompa reprocating). Pompa rotary
cocok untuk operasi pada kisaran tekanan sedang dan untuk kisaran
kapasitas dari kecil sampai sedang (lihat gambar pemilihan jenis pompa
berdasarkan karanteristiknya)

Gambar 5. Skema prinsip kerja pompa ulir berporos


tunggal

Gambar 6. Skema prinsip kerja pompa ulir berporos ganda (double screw pump)
Gambar 7. Potongan pompa ulir berporos ganda

Gambar 8. Potongan ‘traveling cavity pump’ salah satu jenis pompa ulir

d. POMPA DINDING (SLIDING-VANE PUMP)


Pompa berporos tunggal yang di dalam rumah pompa berisi
sebuah rotor berbentuk silinder yang mempunyai alur-alur lurus pada
kelilingnya. ke dalam alur-alur ini dimasukkan sudu-sudu lurus yang
menempel pada dinding dalam rumah pompa dan dapat berputar secara
radial dengan mudah. Rotor ini dipasang asimetri dalam rumah pompa.
Ketika rotor berputar tekanan dalam rumah pompa turun sehingga terjadi
kerja isap dan pada saluran pemasukkan terjadi pembesaran ruang
kosong, sehingga cairan dapat mengalir dari sumber dan mengisi rongga
kosong dalam rumah pompa. Pada tempat pengeluaran terjadi pengecilan
ruang kosong sehingga pada tempat ini terjadi kerja kempa. Dengan cara
ini secara berturut-turut terjadi kerja isap dan kerja kempa.
Kegunaan
Pompa dinding vane dapat digunakan sebagai pompa vakum.

Gambar 4. Skema prinsip kerja pompa


sliding vane

1.3 Reciproacting Pump


Reciprocating Pump adalah pompa dimana enersi mekanis dari penggerak
pompa dikonversikan menjadi enersi dinamis / potensial pada cairan yang
dipindahkan dengan cara melalui elemen pemindah yang bergerak bolak
balik di dalam silinder. Pompa reciprocating terdiri atas beberapa macam,
berikut penjelasanya:
a. POMPA TORAK

Pompa torak merupakan pompa yang banyak digunakan dalam


kelompok pompa desak gerak olak-balik. Menurut cara kerjanya pompa
torak dapat dikelompokkan dalam kerja tunggal dan kerja ganda.
Sedangkan menurut jumlah silinder yang digunakan, dapat
dikelompokkan dalam pompa torak sinder tunggal dan pompa torak
silinder banyak.
Cara kerja Untuk pompa torak kerja tunggal dan silinder
tunggal, aliran cairan terjadi sebagai berikut. Bila batang torak dan torak
bergerak ke atas, zat cair akan terisap oleh katup isap di sebelah bawah
dan pada saat yang sama cairan yang ada disebelah atas torak akan
terkempakan ke luar. Jika torak bergerak ke bawah katup isap akan
tertutup dan katup kempa terbuka sehingga cairan tertekan ke atas torak
melalui katup kempa. Dengan gerakan ini maka akan terjadi kerja isap
dan kerja kempa secara bergantian. Aliran cairan yang dihasilkan
terputus-putus.
Cara kerja pompa torak kerja ganda pada prinsipnya sama
dengan cara kerja pompa torak kerja tunggal, tetapi pada pompa torak
kerja ganda terdapat dua katup isap dan dua katup kempa yang masing-
masing bekerja secara bergantian. Sehingga pada saat yang sama terjadi
kerja isap dan kerja kempa. Karena itu aliran zat cair menjadi relatif
lebih teratur.
Untuk memperoleh kecepatan aliran zat cair yang lebih konstan
dapat digunakan pompa torak kerja ganda dengan silinder banyak.

Gambar 9. Skema prinsip kerja pompa torak kerja tunggal silinder tunggal

Kegunaan Pompa torak cocok digunakan untuk pekerjaan


pemompaan dengan daya isap (suction head) yang tinggi disamping itu
pompa torak dapat digunakan untuk memompa udara dalam kapasitas
yang besar.

b. POMPA PLUNYER (PLUNGER PUMP)


Cara kerja prinsip kerja pompa plunyer sama dengan prinsip kerja pompa
torak, tetapi torak diganti dengan plunyer. Kegunaan pompa plunyer
pada umumnya digunakan untuk aliran volum (kapasitas) yang kecil
tetapi tekanan yang dapat dicapai lebih tinggi dari pada yang dapat
dicapai dengan pompa torak. Pompa plunyer banyak digunakan untuk
pompa bahan bakar motor diesel.

Gambar 21. Prinsip kerja pompa plunyer

Gambar 22. Pompa plunyer dengan penggerak uap (steam-driven tanden duplex
plunger pump)
c. POMPA MEMBRAN (DIAFRAGMA)

Gambar 23. Prinsip kerja pompa membran


Cara kerja pada pompa ini, pembesaran dan pengecilan ruang
dalam rumah pompa disebabkan oleh membran yang kenyal. Seperti
halnya pompa torak, pompa membran dapat digunakan sebagai kerja
tunggal dan kerja ganda, dan juga memberikan aliran cairan yang
terputus-putus. Kegunaan pompa membran sering digunakan untuk
memompa air kotor (pompa kepala kucing) dan dapat digunakan untuk
pompa bahan bakar. Mesin penggerak pompa desak gerak bolak-balik
digerakkan oleh motor listrik atau mesin uap, yang dilengkapi dengan
tali atau rantai yang menghubungkan antara motor penggerak dengan
roda gigi dan poros engkol untuk merubah kerja putar menjadi kerja
bolak-balik. Karakteristik pompa desak gerak bolak-balik Seperti
halnya karakteristik pompa desak gerak berputar, kapasitas pompa
desak gerak bolak-balik tidak dipengaruhi oleh tekanan yang
dibangkitkan.

1.4 Pompa Jenis Tumpuan Sumbu


Jenis pompa jenis ini mempunyai kaki yang diperpanjang sampai
setinggi sumbu poros untuk menumpu rumah. Maksudnya adalah apabila
terjadi pemuaian pada rumah karena kenaikan temperature, tinggi sumbu
poros tindak berubah. Dengan demikian sumbu poros pompa akan tetap
segaris dengan sumbu poros motor penggerak, atau tidak akan terjadi
misalignment. Pompa jenis ini sering dipakai sebagai pompa air pengisi ketel
dan pompa-pompa untuk mengalirkan zat cair bertemperatur tinggi

1.5 Klasifikasi Menurut Jenis Impeller


Impeller memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah impeller
jenis tertutup, impeller jenis setengah terbuka, dan impeller jenis terbuka.
Masing-masing jenis impeller akan dijelaskan sebagai berikut.
a. Impeller Tertutup
Sudu-sudu ditutup oleh dua buah dinding yang merupakan satu
kesatuan, digunakan untuk memompa zat cair yang bersih atau sedikit
mengandung kotoran. Impeller tertutup dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

b. Impeller Setengah Terbuka


Impeller jenis ini terbuka di sebelah sisi masuk (depan) dan tertutup
di sebelah belakang. digunakan untuk memompa zat cair yang
mengandung sedikit kotoran, misalnya air yang bercampur pasir.
Impeller setengah terbuka ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Gambar Impeller setengah terbuka.

c. Impeller Terbuka
Impeller jenis ini tidak ada dindingnya di depan ataupun di
belakang, bagian belakang ada sedikit dinding yang disisakan untuk
memperkuat sudu-sudu. Jenis ini banyak digunakan untuk memompa
zat cair yang banyak mengandung kotoran yang volumenya lebih
besar dari butiran pasir. Impeller terbuka ditunjukkan pada gambar
dibawah ini.

Gambar Impeller terbuka.

1.6 Menurut Jumlah Tingkat


a. Pompa Satu Tingkat
Pompa ini hanya mempunyai satu impeler. Head total yang
ditimbulkan hanya berasal dari satu impeler, jadi relatif rendah.
b. Pompa Bertingkat Banyak
Pompa ini menggunakan beberapa impeler yang dipasang secara
berderet (seri) pada satu poros. Zat cair yang keluar dari impeler
pertama dimasukkan ke impeler berikutnya dan seterusnya hingga
impeler terakhir. Head total pompa ini merupakan jumlahan dari
head yang ditimbulkan oleh masing‐masing impeler sehingga relatif
tinggi.

1.7 Klasifikasi menurut letak poros


a. Pompa poros mendatar
Pompa ini mempunyai poros dengan posisi horizontal. pompa jenis
ini memerlukan tempat yang relative lebih luas.
b. Pompa jenis poros tegak
Poros pompa ini berada pada posisi vertikal. Poros ini dipegang di
beberapa tempat sepanjang pipa kolom utama bantalan. Pompa ini
memerlukan tempat yang relative kecil dibandingkan dengan pompa
poros mendatar. Penggerak pompa umumnya diletakkan di atas
pompa

1.8 Klasifikasi menurut belahan rumah


a. Pompa belahan mendatar
Pompa ini mempunyai belahan rumah yang dapat dibelah dua
menjadi bagian atas dan bagian bawah oleh bidang mendatar yang
melalui sumbu poros. Jenis pompa ini sering digunakan untuk
pompa berukuran menengah dan besar dengan poros mendatar.
b. Pompa belahan radial
Rumah pompa ini terbelah oleh sebuah bidang tegak lurus poros.
Konstruksi seperti ini sering digunakan pada pompa kecil dengan
poros mendatar. Jenis ini juga sesuai untuk pompa-pompa dengan
poros tegak dimana bagian-bagian yang berputar dapat dibongkar ke
atas sepanjang poros.
c. Pompa jenis berderet .
Jenis ini terdapat pada pompa bertingkat banyak, dimana rumah
pompa terbagi oleh bidang-bidang tegak lurus poros sesuai dengan
jumlah tingkat yang ada.

1.9 Pompa Tekanan Dinamis


Pompa tekanan dinamis disebut juga rotodynamic pump, turbo pump
atau impeller pump. Pompa yang termasuk dalam kategori ini adalah :
pompa jet dan pompa sentrifugal. Ciri-ciri utama dari pompa ini adalah:
1. Mempunyai bagian utama yang berotasi berupa roda dengan sudu-
sudu sekelilingnya, yang sering disebut dengan impeler.
2. Melalui sudu-sudu, fluida mengalir terus-menerus, dimana fluida
berada diantara sudu-sudu tersebut. Prinsip kerja pompa sentrifugal
adalah : energi mekanis dari luar diberikan pada poros untuk
memutar impeler. Akibatnya fluida yang berada dalam impeler, oleh
dorongan sudu-sudu akan terlempar menuju saluran keluar. Pada
proses ini fluida akan mendapat percepatan sehingga fluida tersebut
mempunyai energi kinetik. Kecepatan keluar fluida ini selanjutnya
akan berkurang dan energi kinetik akan berubah menjadi energi
tekanan di sudu-sudu pengarah atau dalam rumah pompa.

1.10 Menurut Bentuk Rumah


a. Pompa Volute
Bentuk rumah pompanya seperti rumah keong/siput (volute),
sehingga kecepatan aliran keluar bisa dikurangi dan dihasilkan
kenaikan tekanan.

Pompa Sentrifugal Rumah Volut

b. Pompa Diffuser
Pada keliling luar impeler dipasang sudu diffuser sebagai pengganti
rumah keong.

Pompa Sentrifugal Diffuser

c. Pompa Aliran Campur Jenis Volut


Pompa ini mempunyai impeler jenis aliran campur dan sebuah rumah
volut.
d. Pompa Jenis Turbin
Pompa ini juga dikenal dengan pompa vorteks,peri – peri, dan
regeneratif, cairan pada jenis ini dipusar oleh baling – baling impeller
dengan kecepatan yang tinggi selama hampir dalam satu putaran
didalam saluran yang berbentuk cincin ( annular ), tempat impeller
tadi berputar. Energi ditambahkan kecairan kedalam bentuk impuls.
Jadi pompa trubin menambah energi pada cairan dalam sejumlah
impuls.

1.11 Klasifikasi menurut belahan rumah


a. Pompa belahan mendatar
Pompa ini mempunyai belahan rumah yang dapat dibelah dua
menjadi bagian atas dan bagian bawah oleh bidang mendatar yang
melalui sumbu poros. Jenis pompa ini sering digunakan untuk
pompa berukuran menengah dan besar dengan poros mendatar.
b. Pompa belahan radial
Rumah pompa ini terbelah oleh sebuah bidang tegak lurus poros.
Konstruksi seperti ini sering digunakan pada pompa kecil dengan
poros mendatar. Jenis ini juga sesuai untuk pompa-pompa dengan
poros tegak dimana bagian-bagian yang berputar dapat dibongkar ke
atas sepanjang poros.
c. Pompa jenis berderet .
Jenis ini terdapat pada pompa bertingkat banyak, dimana rumah
pompa terbagi oleh bidang-bidang tegak lurus poros sesuai dengan
jumlah tingkat yang ada.

1.12 Pompa Sentrifugal


a. POMPA SENTRIFUGAL (RADIAL FLOW PUMP)
Cara kerjanya yaitu, dalam bentuknya yang sederhana, pompa
sentrifugal terdiri dari dari sebuah kipas yang berputar dalam rumah
pompa. Rumah pompa mempunyai dua saluran yaitu saluran isap dan
saluran kempa. Terhadap arah putaran biasanya sudu-sudu kipas
dibengkokkan ke belakang. Sebelum pompa dijalankan rumah
pompa dan saluran isap harus terisi zat cair, untuk menjaga agar zat
cair tidak mengalir dari saluran isap dan rumah pompa kembali ke
sumber biasanya dibagian bawah saluran isap dipasang katup kaki.
Bila kipas berputar dengan cepat, maka sudu-sudu kipas memberikan
gerak berputar kepada zat cair yang berada di dalam rumah pompa.
Gaya sentrifugal yang terjadi mendorong zat cair ke bagian keliling
sebuah luar kipas dan terkempakan keluar. Karena itu pada lubang
saluran masuk ke dalam kipas di dalam rumah pompa timbul ruang
kosong sehingga tekanannya turun (hampa udara). Oleh sebab itu
cairan dapat terdorong masuk ke dalam rumah pompa atau terjadi
kerja isap. Pada keliling sebelah luar kipas, zat cair mengalir dalam
rumah pompa dengan tekanan dan kecepatan tertentu. Zat cair
mengalir sedemikian rupa dalam aliran yang tidak terputus-putus dari
saluran isap melalui pompa ke saluran kempa.

Gambar 24. Skema prinsip kerja dan arah aliran dalam pompa sentrifugal

Pompa sentrifugal jauh lebih banyak digunakan (lebih populer) dari


pada pompa desak. Karena bila dibandingkan pompa desak pompa
sentrifugal mempunyai beberapa kelebihan disamping kekurangan
yang ada. Walaupun demikian untuk keperluan-keperluan tertentu
tetap diperlukan pompa desak. Adapun kelebihan dan kekurangan
yang dimililki pompa sentrifugal adalah sebagai berikut:
Kelebihan
1. Pada aliran volum yang sama harga pembelian lebih murah.
2. Tidak banyak bagian yang bergerak (tidak ada katup) sehingga
biaya
perawatannya rendah.
3. Lebih sedikit memerlukan tempat.
4. Jumlah putaran tinggi sehingga memungkinkan digerakkan
langsung oleh
motor listrik atau turbin.
5. Jalannya tenang sehingga fondasi dapat dibuat ringan.
6. Bila konstruksi disesuaikan dapat digunakan untuk memompa
cairan yang
mengandung kotoran atau padatan.
7. Aliran zat cair yang diperoleh tidak terputus-putus.
Kekurangan
1. Randemen rendah terutama untuk aliran volum yang kecil dan
daya
dorong yang tinggi.
2. Dalam pelaksanaan normal tidak dapat menghisap sendiri.
3. Tidak cocok untuk memompa cairan yang kental, terutama pada
aliran
volum yang kecil.
Kemampuan head dan kapasitas yang dapat ditimbulkan oleh pompa
jenis ini terbatas, karena pada nilai yang tinggi efisiensi pompa
tersebut akan turun (tidak ekonomis). Bila diperlukan kapasitas atau
head yang tinggi dapat digunakan atau dipilih pompa sentrifugal jenis
b. DOUBLE SUCTION ATAU MULTISTAGE.
DOUBLE SUCTION
Pompa jenis ini dipilih bila diperlukan kapasitas pemompaan yang
tinggi tetapi head rendah
Cara kerja :Dalam rumah pompa terdapat dua kipas yang dipasang
saling membelakangi (back to back). Pemasukan umpan melalui dua
sisi sehingga pompa ini ekivalen dengan dua buah pompa dengan
satu kipas yang bekerja secara paralel. Kapasitas pompa jenis ini
sama dengan jumlah kapasitas masing-masing kipas. Tetapi head
yang dihasilkan sama dengan satu kipas dengan diameter dan
kecepatan putar yang sama.
Gambar 25. Pompa sentrifugal double suction

MULTI STAGE
Pompa jenis ini dipilih bila diperlukan head pemompaan yang tinggi
dimana single stage pump tidak ekonomis. Pompa ini mampu
beroperasi sampai head 3000 psia dan kapasitas pemompaan sampai
3000 gallon per menit.
Cara kerja
Dalam pompa terdapat beberapa buah kipas yang dipasang secara
seri dalam satu poros. Total head yang ditimbulkan oleh pompa jenis
ini sama dengan jumlah head yang dihasilkan masing-masing kipas.
Tetapi kapasitasnya sama dengan kapasitas yang melalui satu buah
kipas.

Gambar 26. Dua arah aliran dalam pompa multistage, dengan arah aliran ini gaya
aksial yang terjadi dapat diabaikan pengaruhnya.
Karakteristik pompa sentrifugal
Pada pompa sentrifugal head yang dapat dicapai dan kapasitas
terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan (berbeda dengan
pompa desak). Hubungan ini secara umum dapat dinyatakan sebagai
berikut, bila head bertambah besar maka kapsitasnya akan menurun
asal semua data pompa yang lainnya dipertahankan tetap.
Karekteristik pompa yang berbeda akan berbeda pula.

Gambar 27. Contoh karakteristik pompa sentrifugal

c. POMPA SENTRIFUGAL BALING-BALING (MIXED FLOW


PUMP)
Cara kerja pompa sentrifugal baling-baling merupakan peralihan
antara pompa sentrifugal (radial flow pump) dan pompa baling-
baling (axial flow pump). Kipas pompa jenis ini mempunyai sudu
yang dibengkokkan dalam tiga jurusan (tiga dimensi). Adapun cara
kerjanya sama dengan pompa sentrifugal.
Kegunaan pompa jenis ini biasanya digunakan untuk aliran volum
yang besar tetapi daya dorongnya rendah.

Gambar 28. Skema prinsip pompa sentrifugal baling-baling


Gambar 29. Kipas pompa sentrifugal baling-baling (mixed flow)

d. POMPA BALING-BALING (AXIAL FLOW PUMP)


Cara kerja pada pompa jenis ini zat cair mengalir pada arah axial dan
dapat digunakan untuk aliran horisontal atau vertikal. Pompa jenis
ini tidak dapat menghisap sendiri sehingga dalam pemakaiannya
diperlukan pompa vakum kecil untuk mengusir udara dari rumah
pompa. Kadang-kadang pada kipas pompa ini diperlengkapai dengan
sudu yang dapat diatur (disetel) ketika sedang bekerja, sehingga
aliran volum atau daya dorongnya dapat diatur.
Kegunaan pompa baling-baling digunakan untuk aliran volum yang
sangat besar pada daya dorong (tekanan) yang rendah.

Gambar 30. Skema prinsip pompa baling-baling

Gambar 31. Kipas pompa baling-baling


e. POMPA SLURRY
Cara kerja pada jenis pompa ini, kipas tidak dipasang dipusat rumah
pompa melainkan di sisi samping. Kipas yang sedang berputar
memberkan energi kepada zat cair yang berada didalam rumah
pompa. Gerak rotasi aliran zat cair sudah mulai pada ujung saluran
isap pompa. Karena lubang laluan zat cair dalam lubang pompa
cukup luas sehingga dapat digunakan untuk memompa cairan yang
mengandung padatan dan jarang terjadi penyumbatan. Pompa ini
bersifat tidak menghisap sendiri.
Kegunaan pompa ini dapat digunakan intuk memompa cairan yang
sangat kotor, untuk memompa luluhan kertas pada pabrik kertas, dan
untuk memompa luluhan makanan dalam industri bahan makanan.
Detail secara konstruktif pompa sentrifugal. Bagian-bagian pompa
sentrifugal berdasarkan cara pemasangannya atau cara
pembongkarannya dapat dikelompokkan menjadi tiga.

1. Pompa sentrifugal yang terbagi secara radial


2. Pompa sentrifugal yang terbagi secara aksial
3. Pompa sentrifugal yang dipasang menurut cara back pull out

Pompa sentrifugal yang terbagi secara radial. Bagian dari pompa yang
harus dikeluarkan pada waktu pembongkaran tersusun secara tegak lurus
terhadap garis sumbu poros pompa. Keuntunganya yaitu merupakan
konstruksi yang murah dan stabil. Kekurangan pompa ini yaitu pada waktu
pembongkaran, semua saluran harus dilepas dan pompa harus dikeluarkan
dari fondasi.

Gambar 33. Pompa sentrifugal yang terbagi secara radial


Pompa sentrifugal yang terbagi secara aksial. Bagian dari pompa ini yang
harus dikeluarkan pada waktu pembongkaran guna mencapai bagian dalam
pompa tersusun sejajar dengan poros pompa. saluran isap dan saluran kempa
terletak pada bagian bawah dari rumah pompa. Keuntungan, setelah
pembongkaran rumah pompa dan kap bantalan, pompa dapat diperiksa
seluruhnya dan bila perlu dapat dikeluarkan. Sedangkan semua saluran tetap
tinggal pada tempatnya. Kekurangan, pompa jenis ini mahal harganya.

Gambar 34. Pompa sentrifugal yang terbagi secara aksial

Konstrusi back pull out. Konstruksi ini membutuhkan kopling khusus pada
tiga bagian. Bagian tengah kopling dapat dilepas dari rangkaian keseluruhan
dengan sangat mudah. Panjang bagian kopling dapat dilepas dari rangkaian
keseluruhan dengan sangat mudah. Panjang bagian ini diatur sedemikian rupa
sehingga bagian tersebut dapat dikeluarkan, dudukan bantalan dapat
dikeluarkan lengkap dengan poros dan kipas. Elektro motor dan rumah pompa
dapat tetap tinggal di atas pelat fondasi, saluran tidak perlu dilepas.
Keuntungan, seluruh bagian yang dapat berputar dapat dibongkar dengan
mudah. Kekurangan, pada pemasangan ini dibutuhkan kopling khusus
(kopling spacer)
Gambar 35. Kopling spacer dan back pull our door
f. KIPAS
Bentuk kipas dan sudu kipas yang digunakan harus disesuaikan
dengan jenis zat cair yang dipompa, head dan kapasitas yang
diperlukan dan jumlah putaran. Hal ini perlu diperhatikan agar
efisiensi pompa tinggi. Tetapi pada keadaan tertentu, kadang-kadang
pompa dikorbankan atau merupakan prioritas yang kedua
dibandingkan tujuan pemompaannya. Misalnya untuk zat cair yang
mengandung banyak padatan diutamakan dipilih jenis pompa yang
mempunyai lubang laluan yang besar daripada jenis pompa yang
memberikan efisiensi yang tinggi.
Pengaruh kipas terhadap karakteristik pompa
Bentuk, ukuran, jumlah sudu, dan kecepatan putar kipas mempunyai
pengaruh yang besar terhadap karakteristik pompa. Makin tinggi
diameter kipas dan kecepatan putarnya amiin tinggi, maka makin
tinggi pula head yang dapat dicapai. Sedangkan lengkungan sudu
berpengaruh relatif sedikit terhadap head, tetapi sangat berpengaruh
terhadap efieinsi pompa tersebut. Kapasitas pompa sangat
dipengaruhi oleh ukuran lubang laluan kipas. Bila diinginkan
kapasitas tertentu, lubang laluan kipas, lubang saluran masuk, dan
lebar sudu harus mempunyai ukuran ayng tepat. Ada beberapa jenis
kipas dalam pompa sentrifugal, antara lain:
a. Kipas tertutup
Sudu-sudu kipas terkurung dalam dinding kipas. Sudu-sudu kipas
dapat dilengkungkan satu atau dua kali. Kipas jenis ini cocok untuk
memompa zat cair yang bersih atau tidak mengandung kotoran.

Gambar 36. Kipas tertutup dengan sudu yang dilengkungkan satu kali
Gambar 37. Kipas tertutup dengan sudu yang dilengkungkan dua kali
b. Kipas setengah terbuka
Kipas jenis ini sudu pada sisi yang menghadap ke saluran masuk
terbuka. Efisiensi pompa untuk kipas jenis ini lebih rendah
dibandingkan dengan kipas yang tertutup. Pompa dengan jenis
kipas ini dapat digunakan untuk memompa cairan yang
mengandung padatan.

Gambar 38. Kipas setengah terbuka


c. Kipas terbuka
Kipas jenis ini sudu-sudunya tampak dari kedua sisi. Efisiensi
kipas jenis ini lebih rendah dibandingkan dengan kipas setengah
terbuka.

Gambar 39. Kipas terbuka


Gambar 40. Bentuk lain kipas terbuka
Kipas jenis pertama (gambar 39) cocok unuk memompa cairan
yang mengandung kotoran. Sedangkan untuk kipas jenis kedua
cocok untuk memompa cairan ayng bersih, karena pada kipas ini
jarak antar sudu kecil dan jarak antara kipas dan dinding rumah
juga sempit.
d. Kipas Saluran
Kipas ini terdiri dari dua atau tiga saluran segi panjang yang
dibengkokkan dan semua saluran berhubungan dengan saluran
pemasukkan. Efisiensi kipas jenis ini lebih tinggi daripada kipas
terbuka. Oleh karena lubang laluan saluran besar, maka kipas
jenis ini cocok untuk memompa cairan yang banyak mengandung
padatan.

Gambar 41. Kipas saluran

e. SELF-PRIMING PUMPS
Self-priming adalah sifat pompa yang pada keadaan kering dapat
menghisap sendiri. pada dasarnya semua pompa desak (positive
displacement pumps) bersifat self-priming kecuali pompa ulir
(screw pumps). Sedangkan semua jenis pompa sentrifugal pada
dasarnya bersifat not self-priming, kecuali pompa sentrifugal
yang telah dimodifikasi bentuk rumah pompa dan salurannya.
Contoh pompa sentrifugal yang self-priming adalah pompa nagle
(nagle pumps).
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan fluida cair dari
tekanan rendah ke tekanan dan / atau posisi yang rendah ke posisi yang tinggi.
Pompa dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis konstruksi, jenis impeller,
bentuk rumah, belahan rumah, jumlah tingkat, letak poros, tumpuan sumbu,
dan tipe penggerak.
DAFTAR PUSTAKA

Torishima Pump Handbook, P.T. Torishima Guna Indonesia, 1994.


http://www.maritimeworld.web.id/2014/04/apa-yang-dimaksud-dengan-pompa-
centrifugal.html. Diakses pada 20 september 2018.
https://yayankhancoetz.blogspot.com/2013/06/pompa-torak-reciprocating-pump.html.
Diakses pada 21 september 2018