You are on page 1of 2

Monitoring di Bukitrejo, Sukabanjar, Gedongtataan, Pesawaran

Sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi, terdapat beberapa daerah di Lampung
yang ramai, namun terisolir dari luar. Umumnya mereka adalah transmigran yang bertahan dan
terus berjuang mencari kehidupan. Salah satunya di dusun Bukitrejo, desa Sukabanjar,
Gedongtataan, Pesawaran, Lampung.
Menuju Bukitrejo, kami harus melalui jalan tanah yang sulit dilalui kendaraan roda
empat jika musim hujan. Hanya ada satu jalan utama untuk menuju kampung Bukitrejo yaitu
melalui jalan di perkebunan sawit yang masih batu. Untungnya jalan danjembatan menuju
kampong. Bukitrejo saat ini sudah dicor sehingga mempermudah akses menuju kampung
Bukitrejo. Kondisi jalan yang sulit membuat kampung ini sulit berkembang dan terhambatnya
arus barang masuk dan keluar.
Dusun Bukitrejo adalah daerah yang terisolasi dari daerah sekitar. Dusun Bukitrejo
terletak diujung timur kabupaten Pesawaran dan berbatasan langsung dengan kabupaten
Lampung Selatan yang dikelilingi oleh perkebunan sawit sehingga desa ini tidak memiliki
tetangga dusun sama sekali.
Rumah-rumah warga dibangun berdasarkan kondisi tanah. daerah yang relatif datar,
rumah-rumah penduduk saling berdekatan. Tetapi di daerah yang tanahnya miring dan berbukit
jarak rumah sangat berjauhan. Kondisi tanah yang berbukit-bukit menyebabkan tidak setiap
warga memiliki sumur. Untuk kebutuhan McK sebagian warga masih banyak yang mengandalkan
air sungai yang mengelilingi desa tersebut.
Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, dusun Bukitrejo tidak ada kurban sama
sekali. Kedatangan tim green kurban yang mengabarkan adanya bantuan hewan kurban seperti
oase di gurun pasir bagi mereka. Tambahan protein hewani secara percuma, tentunya menjadi
kemewahan tersendiri bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai buruh tani.
Secara geografis, letak dusun Bukitrejo masih terjangkau dari dusun Sridadi. Untuk
memudahkan dokumentasi dan distribusi, lokasi pemotongan kurban dijadikan di satu tempat,
yaitu di desa Sridadi. Meskipun berbeda kabupaten, warga di dua dusun ini saling mengenal dan
guyub. Mereka justru saling membantu untuk dalam proses penyembelihan kambing.
"Alhamdulillah, kami bisa merasakan daging sapi," seloroh warga sembari mencacah
daging sapi pekurban green kurban. "Mudah-mudahan tahun depan kita bisa menyembelih
kurban di kampung sendiri," tambahnya diaminkan oleh warga yang lain.

Terima kasih green kurban.