You are on page 1of 14

1

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DENGAN HIPERTENSI

A. KONSEP KELUARGA

1. Pengertian

a. Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena

hubungan darah, perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam

suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam peranannya

masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.

(Nasrul Effendy, 2008).

b. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala

keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat

dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketegantungan. (Nasrul

Effendy, 2008).

Dari kedua definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah:

1) Unit terkecil dari masyarakat.

2) Terdiri dari 2 orang atau lebih.

3) Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah.

4) Hidup dalam satu rumah tangga.

5) Di bawah asuhan seorang kepala keluarga.

6) Berinterkasi diantara sesama anggota keluarga.

7) Setiap anggota keluarga mempunyai perannya masing-masing.

8) Menciptakan, mempertahankan suatu budaya.

1
2

2. Ciri – ciri Struktur Keluarga

Menurut Anderson Carter , dikutip Nasrul Effendy 1998 hal 33 dibagi

menjadi 3 yaitu :

a. Terorganisasi : Saling berhubungan, saling ketergantungan antara

anggota keluarga.

b. Ada Keterbatasan : Setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka

juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya

masing – masing.

c. Ada perbedaan dan kekhususan : Setiap anggota keluarga mempunyai

peranan dan fungsinya masing – masing.

3. Tipe Keluarga

Menurut Nasrul Effendy (2008) hal 33 – 34 tipe keluarga terdiri dari :

a. Keluarga inti (Nuclear Family)

Adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak- anak.

b. Keluarga besar (Extended Family)

Adalah keluarga inti di tambah sanak saudara, misalnya ; nenek, kakek,

keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.

c. Keluarga berantai (Serial Family)

Adalah keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang menikah lebih

dari satu kali dan merupakan suatu keluarga inti.

d. Keluarga duda atau janda (Single Family)

Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.


3

e. Keluarga berkomposisi (Compocite)

Adalah keluarga yang berpoligami yang hidup bersama.

f. Keluarga kabitas (Cahabitation)

Adalah keluarga yang terdiri dari dua orang menjadi satu tanpa

pernikahan tetapi membentuk satu keluarga.

4. Peran Keluarga

Berbagai peranan yang terdapat didalam keluarga menurut Nasrul Effendy

1998, hal 34 adalah sebagai berikut :

a. Peran ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak – anak, berperan

sebagai pencari nafkah,pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman,

sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta

sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.

b. Peran ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak – anaknya. Ibu mempunyai

peranan untuk mengurus rumah tangga sebagai pengasuh dan pendidik

anak – anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan

sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya,

disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan

dalam keluarganya.

c. Peran anak : Anak – anak melaksanakan peranan psikososial sesuai

dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial dan spiritual.


4

5. Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga menurut Friedman, 1998 hal 100, didefinisikan sebagai

hasil atau konsekwensi dari struktur keluarga. Lima fungsi keluarga yang

paling berhubungan erat saat mengkaji dan mengintervensi keluarga adalah;

a. Fungsi Afektif (Fungsi pemeliharaan kepribadian) : untuk stabilitas

kepribadian kaum dewasa, memenuhi kebutuhan – kebutuhan para

anggota keluarga.

b. Sosialisai dan Fungsi penempatan sosial : untuk sosialisasi primer anak–

anak yang bertujuan untuk membuat mereka menjadi anggota

masyarakat yang produktif, dan juga sebagai penganugrahan status

anggota keluarga.

c. Fungsi Reproduksi : untuk menjaga kelangsungan keturunan/generasi

dan menambah sumber daya manusia, juga untuk kelangsungan hidup

masyarakat.

d. Fungsi Ekonomis : untuk mengadakan sumber – sumber ekonomi yang

memadai dan mengalokasikan sumber – sumber tersebut secara efektif.

e. Fungsi Perawat Kesehatan : untuk mengadalan kebutuhan-kebutuhan

fisik – pangan, sandang, papan dan perawatan kesehatan.

6. Tahap perkembangan keluarga

Menurut Friedman, 2010, tahap dan tugas perkembangan keluarga ada 8,

yaitu:
5

Tabel I. Delapan tahap siklus kehidupan keluarga.

No Tahap Perkembangan Tugas perkembangan


1 Keluarga pemula a. membangun perkawinan yang
saling memuaskan
b. menghububgkan jaringan
persaudaraan secara harminis
c. keluarga berencana (keputusan
tentang kedudukan sebagai orangtua
2 Keluarga sedang mengasuh anak a. Membentuk keluarga muda sebagai
sebuah unit yang mantap.
b. Rekonsiliasi tugas-tugas
perkembangan yang bertentangan
dan kebutuhan anggota keluarga.
c. Mempertahankan hubungan
perkawinan yang memuaskan
d. Memperluas persahabatan dengan
keluarga besar dengan
menambahkan peran-peran
orangtua dan kakek nenek
3 Keluarga dengan anak usia a. Memenuhi kebutuhan anggota
prasekolah keluarga se[erti rumah, ruang
bermain, privasi, keamanan
b. Mensosialisasikan anak
c. Mengintegrasikan anak yang baru
sementara tetap memenuhi
kebutuhan anak-anak yang lain
d. Mempertahankan hubungan yang
sehat dalam keluarga
4 Keluarga dengan anak usia a. Mensosialisasikan anak-anak,
sekolah termasuk meningkatkan prastasi
sekolah dan mengembangkan
hubungan dengan teman sebaya
yang sehat
b. Mempertahankan hubungan
perkawinan yang memuaskan
c. Memenuhi kebutuhan kesehatan
fisik anggota keluarga
5 Keluarga dengan anak remaja a. Mengembangkan kebebasan dengan
tanggungjawab ketika remaja
menjadi dewasa dan semakin
mandiri
b. Memfokuskan kembali hubungan
perkawinan
c. Berkomunikasi secara terbuka
antara orangtua dan anak-anak
6

6 Keluarga melepaskan anak a. Memperluas siklus keluarga dengan


dewasa muda memasukkan anggota keluarga baru
didapatkan melalui perkawinan
anak-anak
b. Melanjutkan untuk memperbaharui
dan menyesuaikan kembali
hubungan perkawinan
c. Membantu orangtua lanjut usia dan
sakit-sakitan dari suami maupun
istri
7 Orangtua usia pertengahan a. Menyediakan lingkungan yang
meningkatkan kesehatan
b. Mempertahankan hubungan –
hubungan yang memuaskan dan
penuh arti dengan para orangtua
lansia dan anak-anak
c. Memperkokoh hubungan
perkawinan
8 Keluarga lansia a. Mempertahankan pengaturan hidup
yang memuaskan
b. Menyesuaikan terhadap pendapatan
yang menurun
c. Mempertahankan hubungan
perkawinan
d. Menyesuaikan diri terhadap
kehilangan pasangan
e. Mempertahankan ikatan keluarga
antar generasi
f. Meneruskan untuk memahami
eksistensi mereka (penelaahan dan
integrasi hidup)

7. Tugas Kesehatan Keluarga

Tugas kesehatan keluarga menurut Nasrul effendy, 1998, hal 42, adalah

sebagai berikut :

a. Mengenal masalah kesehatan.

b. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat.

c. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit.

d. Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat.


7

e. Mempertahankan hubungan dengan (menggunakan) fasilitas kesehatan

masyarakat.

B. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI

1. Konsep Keperawatan Keluarga

Pengertian

Perawatan kesehatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan

masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau

kesatuan yang di rawat dengan sehat sebagai tujuan melalui perawatan

sebagai sarana atau penyalur.

2. Konsep Hipertensi

a. Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal.

Seseoarang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya

lebih tinggi dari 140/90 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastol. (Elisabet

Corwin, 2009).

b. Penyebab

Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

(Mansjoer Arif,dkk,2009)

1) Hipertensi Essensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui

penyebabnya disebut juga Hipertensi Idiopatik.

Terdapat sekitar 95 % kasus. Faktor resiko dari hipertensi essensial

adalah :
8

a) Usia

b) Jenis kelamin

c) Riwayat keluarga

d) Obesitas

e) Serum lipid

f) Diet

g) Perokok

2) Hipertensi Sekunder atau Hipertensi Renal

Terdapat sekitar 5 % kasus. Penyebabnya specifik diketahui seperti

penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal,

hiper aldesteronisme sindrom chausing, hipertensi yang

berhubungan dengan kehamilan dan lain-lain.

c. Klasifikasi Hipertensi

Klasifikasi Hipertensi (JNL, 1997) : The sixt Report of Join National

Committee on Prevention 1997 dikutip oleh Mansjoer Arif, dkk, 2009,

dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 1. Klasifikasi Hipertensi

Klasifikasi Sistolik mmHg Diastolik mmHg

a. Normal < 130 < 85

b. Perbatasan 130 – 139 85 – 89

c. Hipertensi tingkat I 140 – 159 90 – 99

d. Hipertensi tingkat 2 160 – 179 100 – 109

e. Hipertensi tingkat 3 > 180 > 110


9

d. Manifestasi Klinik

Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala

bila demikian, gejala baru ada setelah terjadi komplikasi pada ginjal,

mata, otak atau jantung. Gejala lain yang sering ditemukan adalah sakit

kepala, epistaksis, marah, telinga berdenging, mata berkunang-kunang

dan pusing . (Mansjoer Arif, dkk, 2009).


10

e. Pathway

Umur Jenis kelamin Gaya hidup Obesitas

HYPERTENSI

Otak
Retina
Pembuluh darah

Ginjal
Resistensi pemb. drh Suplay O2
otak meningkat otak menurun
Vasokontriksi
pemb drh ginjal Sistemik Koroner Spasmus
arteriole
jntung
Tek..Pemb. drh Sinkope vasokontriksi Iskhemi
otak meningkat Blood flow miokard Diplopia
menurun
Gangguan After load
Nyeri Resti perfusi meningkat
Respon Nyeri dada Resti injuri
injuri jaringan RAA
kepala
Gangguan
Vasokontriksi Rangsang Penurunan
rs nyaman CVA Aldosteron COP
Fatique
Gangguan Odem Retensi Na
keseimbangan
11

3. Fokus Intervensi

a. Fokus Intervensi Individu

Diagnosa 1 : Resiko terhadap ketidakefektifan penatalaksanaan

program terapeutik yang berhubungan dengan ketidakcukupan

pengetahuan tentang kondisi, pembatasan diet, pengobatan, faktor

resiko.

Intervensi :

1) Identifikasi faktor-faktor penyebab atau penunjang yang

menghalangi.

2) Bangun rasa percaya dan kekuatan.

3) Tingkatkan percaya diri dan kemajuan diri yang positif.Identifikasi

faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.

4) Tingkatkan sikap positif keikutsertaan individu dan keluarga.

5) Jelaskan dan bicarakan :

a) Proses penyakit

b) Aturan pengobatan

c) Perubahan gaya hidup yang diperlukan

d) Metode untuk memantau kondisi

6) Jelaskan bahwa perubahan gaya hidup dan kebutuhan belajar akan

membutuhkan waktu untuk integrasi.

7) Identifikasi rujukan atau layanan komunitas yang diperlukan untuk

tindak lanjut.
12

Diagnosa 2 : Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan

peningkatan tekanan vaskuler serebral.

Intervensi :

1) Pertahankan tirah baring selama fase akut.

2) Berikan tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit

kepala.

3) Hilangkan/minimalkan aktifitas vasokonstriksi yang dapat

meningkatkan rasa sakit kepala, misalnya mengejan.

4) Bantu pasien untuk ambulasi sesuai kebutuhan.

b. Fokus Intervensi pada keluarga

Berikut ini intervensi keperawatan keluarga yang dilakukan pada

masalah hipertensi sesuai dengan 5 tugas keluarga :

1) Mengenal masalah kesehatan

Intervensi :

a) Gali pengetahuan keluarga tentang hipertensi.

b) Jelaskan pada keluarga tentang pengertian hipertensi.

c) Jelaskan pada keluarga mengenai macam-macam penyebab

hipertensi.

d) Jelaskan pada keluarga tanda dan gejala hipertensi.


13

2) Mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat

Intervensi :

a) Jelaskan akibat-akibat bila hipertensi tidak ditangani dengan

tepat.

b) Motivasi keluarga untuk mengambil keputusan yang tepat guna

menangani hipertensi.

c) Beri reinforcement positif atas keputusan keluarga.

3) Merawat anggota keluarga yang sakit

Intervensi :

a) Jelaskan pada keluarga tentang perawatan hipertensi.

b) Demonstrasikan cara pembuatan obat tradisional untuk

hipertensi.

c) Beri kesempatan keluarga untuk mendemonstrasikannya.

d) Beri reinforcement atas ketrampilan keluarga.

4) Memodifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan

Intervensi :

a) Jelaskan tentang pencegahan hipertensi yang dapat dilakukan

keluarga di rumah.
14

5) Memanfaatkan fasilitas kesehatan

Intervensi :

a) Jelaskan pada keluarga mengenai tempat pelayanan kesehatan

yang dapat digunakan untuk pengobatan hipertensi.

b) Motivasi keluarga untuk mengunjungi tempat fasilitas

kesehatan.

c) Beri reinforcement positif atas minat keluarga.