You are on page 1of 45

KAJIAN TEKNIS

Disampaikan olah :
TA-P3MD Kab. Demak
UNDANG UNDANG NO.6 PERATURAN PEMERINTAH
TAHUN 2014 : NOMOR 60 TAHUN 2014 :
“Bahwa Desa memiliki “Pasal 19 ayat (2) mengatur
sumber-sumber bahwa Dana Desa
ATURAN
pendapatan, salah PENGGUNAAN diprioritaskan untuk
satunya adalah Dana DANA DESA
pembangunan dan
Desa yang bersumber dari pemberdayaan
Anggaran Pendapatan dan masyarakat”
Belanja Negara (APBN). “
TUJUAN
PERUMUSAN
Upaya penanggulangan kemiskinan di
Desa
SKB 4
MENTERI PERWUJUDAN
PADAT KARYA
TUNAI DESA
TAHUN 2018
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
SKB 4 Menteri) Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Keuangan dan Kepala
BAPPENAS ; Nomor : 140-8698 th 2017, Nomor : 954/KMK.07/2017,
Nomor : 116 th 2017, Nomor : 01/SKB.MPPN/12/2017
Peraturan Menteri Desa dan PDT No 19 Tahun 2017
Pedoman Padat Karya Tunai tentang Padat Karya Tunai Tahun 2018
Surat Menteri Dalam Negeri ; Nomor : 188.42/258/BPD, Tanggal 22
Januari 2017, Perihal Tindak Lanjut SKB 4 Menteri
Surat Kepala DINPERMADESDUKCAPIL Propinsi Jawa Tengah, Nomor :
412.2/0895, tanggal 6 Februari 2018, Perihal Penyaluran Dana Desa
dan Pemmbangunan Desa melalui Padat Karya Tunai
DEFINISI PADAT KARYA TUNAI
“Padat karya tunai merupakan kegiatan
pemberdayaan masyarakat marginal/miskin yang
bersifat produktif berdasarkan :
1. pemanfaatan sumber daya alam,
2. sumber daya manusia (tenaga kerja), dan
3. teknologi lokal
dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan
pendapatan dan menurunkan angka stunting.”

SUMBER : PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PADAT KARYA TUNAI DI DESA TAHUN 2018
1. Penciptaan lapangan kerja melalui kegiatan pembangunan secara
swakelola dan padat karya tunai.

2. Memupuk rasa kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat


Desa.
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat Desa.

4. Mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, perempuan, anak,


dan kelompok marginal kepada pelayanan dasar, dengan
berbasis
pendekatan pemberdayaan masyarakat.

5. Menekan jumlah penganggur, setengah penganggur dan masyarakat


miskin.

6. Membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi di Desa.


PRINSIP PADAT KARYA TUNAI DI
DESA TAHUN 2018
1. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai di Desa perlu
disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan
INKLUSIF aspek tenaga kerja (penganggur, setengah penganggur dan masyarakat
marginal/miskin), kondisi geografis, sosial, budaya dan ekonomi serta
mempertahankan daya dukung dan keseimbangan lingkungan.

2. Pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai di Desa berdasarkan asas “DARI,


PARTISIPATIF OLEH dan UNTUK masyarakat”. Pemerintah berperan sebagai fasilitator yang
DAN
GOTONG ROYONG
mendampingi pemerintah Desa, BPD dan masyarakat Desa untuk
melaksanakan pembangunan Desa secara partisipatif dan gotong royong.

3. Pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai di Desa dilakukan dengan


TRANSPARAN mengutamakan prinsip transparan dan akuntabel baik secara moral, teknis,
DAN AKUNTABEL legal maupun administratif kepada semua pihak.

4. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa harus memiliki dampak positif


EFEKTIF terhadap produktifitas, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan
perekonomian.

5. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa dilaksanakan dengan mendorong


SWADAYA adanya sumbangan dana, tenaga, material, dan asset bergerak dan/atau
tidak bergerak dari warga Desa yang berkecukupan.
PRINSIP PADAT KARYA TUNAI DI
DESA TAHUN 2018
6. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa dilaksanakan dengan mendahulukan
kepentingan sebagian besar masyarakat Desa yang berdampak pada terciptanya PRIORITAS
lapangan kerja, teratasinya kesenjangan, dan terentaskannya warga miskin.

7. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa dilaksanakan secara mandiri oleh Desa
dengan mendayagunakan tenaga kerja, bahan material, serta peralatan dan SWAKELOLA
teknologi sederhana yang ada di Desa.

8. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa dilaksanakan dengan memastikan adanya


rencana pengelolaan dalam pemanfaatannya, pemeliharaan, perawatan dan KEBERLANJUTAN
pelestariannya.

9. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa dibahas dan disepakati dalam musyawarah
desa yang diselenggarakan berdasarkan asas kesamaan dan kesetaraan bagi setiap DISEPAKATI DALAM
peserta musyawarah Desa melalui hak bicara, hak berpendapat dan hak bersuara MUSYAWARAH DESA
dalam mencapai kemufakatan bersama.

10. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa yang pembiayaannya bersumber dari BERBASIS
APBDesa harus menjadi bagian dari Daftar Kewenangan Desa berdasarkan Hak Asal KEWENANGAN
Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa. LOKAL DESA DAN
HAK ASAL USUL

KEWENANGAN YANG
11. Kegiatan Padat Karya Tunai di Desa yang pembiayaannya bersumber dari Non DITUGASKAN
APBDesa diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. KEPADA DESA
SASARAN

1 Penganggur:
Penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan dan sedang mencari
pekerjaan.
Setengah Penganggur:
2 • Penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal (<35 jam
seminggu).
• Masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima
pekerjaan.
Penduduk miskin:
3 Memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis
kemiskinan.

Stunting:
4
Penduduk yang memiliki balita bermasalah gizi.
Lokasi

Seluruh Desa Penerima Dana Desa Tahun


2018, meliputi 243 Desa yang tersebar di
14 Kecamatan di Kabupaten Demak
Lokasi

Pemenuhan 30% HOK dari keseluruhan


alokasi kegiatan pembangunan fisik
(infrastruktur) Desa bersifat wajib dan
harus dilaksanakan oleh seluruh Desa
penerima dana desa, termasuk 243 Desa
di Demak
o Tersedianya lapangan kerja dan usaha bagi penganggur,
setengah penganggur dan masyarakat miskin
o Tumbuhnya rasa kebersamaan, keswadayaan, gotong-
royong dan partisipasi masyarakat
o Terkelolanya potensi sumberdaya lokal secara optimal
o Turunnya jumlah balita kurang gizi (stunting) di Desa
o Terjangkaunya (aksesibilitas) masyarakat Desa terhadap
pelayanan dasar dan kegiatan sosial-ekonomi
o Turunnya arus migrasi dan urbanisasi
Sumber pembiyaan program Padat
Karya Tunai berasal dari Dana Desa
(DD) Tahun Anggaran 2018, dengan
ketentuan minimal 30 % dari kegiatan
pembangunan fisik(infrastruktur)
dipergunakan untuk upah tenaga kerja
 Pembangunan/rehabilitasi sarana prasarana perdesaan
sesuai dengan daftar kewenangan Desa
 Perbaikan alur sungai
 Pembangunan / Rehabilitasi rigasi,
 Pembangunan dan/atau perbaikan jalan dan jembatan
skala desa,
 Tambatan perahu, dll
 Pemanfaatan lahan untuk meningkatkan produksi,
termasuk kawasan hutan, antara lain: Pertanian,
Perhutanan, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan
 Kegiatan produktif antara lain: Pariwisata, Ekonomi
kreatif, pengembangan potensi ekonomi lokal dengan
mendorong kewirausahaan, Pengelolaan hasil produksi
pertanian, Pengelolaan usaha jasa dan industri kecil
 Pemberdayaan Masyarakat, antara lain, Pengelolaan
sampah; Pengelolaan limbah; Pengelolaan lingkungan
pemukiman; Pengembangan energi terbarukan; Penyediaan
dan pendistribusian makanan tambahan bagi anak (bayi dan
balita)
 Kegiatan lainnya , Kegiatan yang tidak berhubungan
langsung dengan penyelesaian pekerjaan fisik bangunan,
tetapi mendukung keberhasilan pelaksanaan pekerjaan fisik
tersebut, misalnya mengemudikan kendaraan pengangkut
bahan dan alat kerja, langsir material dll.
 Sosialisasi Penggunaan Dana Desa untuk Padat Karya Tunai
di Tingkat Kabupaten, oleh Dinpermades P2KB
 Pembentukan Tim Teknis Fasilitasi Penggunaan Dana
Desa untuk Padat Karya Tunai
(Tim Teknis Fasilitasi terdiri dari tenaga pendampingan Desa dari unsur aparat OPD maupun
tenaga pendamping profesional yaitu TA, PD, dan PLD)

 Sosialisasi Tingkat Desa, oleh Pemerintah Desa dan didampingi


oleh Tim Teknis Fasilitasi
 Pendataan Calon Sasaran Padat Karya Tunai (Calon Pekerja)
 Peninjauan Kembali RKP Desa dan APBDesa dan mekanisme
perubahan serta penetapanya
 Pelaksanaan Padat Karya Tunai
 Pelaporan dan Evaluasi
Tahapan
GAMBARAN PERENCANAAN DESA
TAHUN 2018

1) Terdapat desa yang sudah menetapkan Rancangan


APBDesanya Menjadi Peraturan Desa Tentang APBDesa
Tahun 2018
2) Terdapat desa yang sudah menetapkan Rancangan
RKPDesanya Menjadi Peraturan Desa Tentang RKPDesa
Tahun 2018, tetapi belum menetapkan Rancangan
APBDesa Tahun 2018
3) Terdapat desa yang masih menyusun rancangan RKP Desa
dan Rancangan APBDesanya Tahun 2018
TAHAPAN PERENCANAAN PKT (1)
Bagi desa yang telah menetapkan Peraturan Desa tentang
APBDesa Tahun 2018, dapat melakukan :
 Desa segera mereview APBDes untuk memastikan jumlah
upah, apakah sudah 30% dari kegiatan pembangunan fisik
(Infrastruktur).
 Apabila desa penggunaan Dana Desa untuk HOK sudah
memenuhi upah 30% dari kegiatan pembangunan fisik
(Infrastruktur), maka harus segera melaksanaan kegiatan.
 Dan jika desa alokasi Dana Desa untuk HOK belum
memenuhi upah 30% dari kegiatan pembangunan fisik
(Infrastruktur) segera melakukan revisi RKP Desa dan
APBDesanya.
TAHAPAN PERENCANAAN PKT (2)
Bagi desa yang telah menetapkan Peraturan Desa tentang
RKPDesa tapi belum menetapkan APBDesa Tahun 2018, dapat
melakukan :
 Desa segera mereview RKPDes untuk memastikan jumlah
upah, apakah sudah 30% dari kegiatan pembangunan fisik
(Infrastruktur).
 Apabila penggunaan Dana Desa untuk HOK sudah
memenuhi upah 30% dari kegiatan pembangunan fisik
(Infrastruktur), maka harus segera diselesaikan rancangan
APBDesanya dan ditetapkan rancangan APBDesanya ,
selanjutnya melaksanaan kegiatan.
 Dan jika desa alokasi Dana Desa untuk HOK belum
memenuhi upah 30% dari kegiatan pembangunan fisik
(Infrastruktur) segera melakukan revisi RKP Desa dan
menyusun Rancangan APBDesanya.
TAHAPAN PERENCANAAN PKT (3)
Bagi desa yang belum menetapkan Peraturan Desa tentang
RKPDesa dan APBDesa Tahun 2018, dapat melakukan :
 Desa segera mereview rancangan RKPDes untuk
memastikan jumlah upah, apakah sudah 30% dari kegiatan
pembangunan fisik (Infrastruktur).
 Desa segera melakukan percepatan penyusunan Rancangan
RKP Desa dan Rancangan APBDesanya, dengan mengacu
minimal 30 % untuk upah tenaga kerja dari kegiatan
pembangunan fisik (Infrastruktur).
LANGKAH PENGHITUNGAN 30 % HOK

I. Perhitungan 30% Pembayaran HOK

 Jumlah 30% untuk pembayaran HOK dihitung dari jumlah Dana


Desa (DD) yang digunakan untuk membiayai kegiatan
pembangunan fisik (Infrastruktur);
 Jumlah 30% untuk pembayaran HOK mencakup
pembayaran tenaga kerja untuk mengangkut bahan
material untuk bangunan, penyiapan lokasi bangunan, dan
pelaksanaan kegiatan pembangunan;
 Jumlah tenaga kerja mencakup tenaga kerja ahli,
pembantu tenaga kerja ahli serta tenaga masyarakat Desa
setempat yang ditetapkan sebagai sasaran Padat Karya Tunai
di Desa; dan
 Besaran upah tenaga kerja dihitung berdasarkan batas bawah
dan batas atas upah tenaga kerja yang ditentukan berdasarkan
hasil kesepakatan musyawarah Desa dengan mengacu pada
peraturan bupati/walikota tentang besaran upah tenaga kerja
(Hari Orang Kerja/HOK).
LANGKAH PENGHITUNGAN 30 % HOK

II. Refokusing (Memfokuskan mengamati


kembali) Kegiatan Pembangunan Desa
 Refokusing kegiatan pembangunan Desa dilakukan
dengan berdasarkan ketentuan prioritas
penggunaan Dana Desa Tahun 2018 (Permendesa
PDT Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas
Penggunaan Dana Desa Tahun 2018)
 Jenis kegiatan refokusing kegiatan pembangunan yang
diprioritaskan sesuai ketentuan (Permendesa PDT
Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas
Penggunaan Dana Desa Tahun 2018 Pasal 4)
Form Identifikasi
DAFTAR KEGIATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA YANG DIDANAI DD

REKAPITULASI

DAFTAR RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA

KABUPATEN DEMAK 2018

Jumlah Tenaga Kerja (HOK)

Alokasi Biaya Kegiatan Nominal Biaya Prosentase Biaya


Pagu DD Satuan (Unit/ Jumlah Angkatan Kerja
No Kecamatan Desa Jenis Prasarana & Type Kontruksi Utama Volume Pembangunan Infrastruktur Tenaga Kerja Tenaga Keterangan
(Rp.) M'/ M2/ M3) (Orang)
(Rp.) (Rp.) (%)
Pekerja Tukang Mandor

1 2 3 4 5 6 7 8 9=(8/7)*100% 10 11 12 13 14

Jumlah (Rekapitulasi Desa)

Jumlah (Rekapitulasi Desa)


Mengamati dokumen RAB dan Desain di RKP Desa dan APBDesa
dari kegiatan yang didanai di tahun 2018,

Apakah perhitungan kebutuhan/TOS sudah mepertimbangkan


semua kebutuhan pelaksanaan pekerjaan (Tenaga kerja untuk
mengangkut bahan material untuk bangunan, penyiapan lokasi bangunan, dan
pelaksanaan kegiatan pembangunan)
1. Perencanaan yang belum memperhitungkan pekerjaan
tenaga kerja untuk mengangkut bahan material untuk
bangunan, penyiapan lokasi bangunan, dapat dilengkapi
perhitungannya sesuai kondisi lapangan dengan analisa
yang berlaku,
2. Lakukan identifikasi pekerjaan yang paling mudah
direfocusing, dengan volume yang besar dan menyerap
banyak tenaga kerja, sehingga revisi RAB dan Desain cukup
dengan satu atau dua lokasi kegiatan.
3. Dampak dari penambahan kebutuhan pekerjaan akan
mengurangi volume pekerjaan.
4. Hasil identifikasi dan revisi RAB dan Desain, dibahas dan
ditetapkan di musyawarah desa.
5. Selanjutnya dilakukan tahapan revisi RKPDesa dan APBDesa
 Apabila hasil identifikasi /refocusing kegiatan yang ada di
RKPDesa dan APBDesa, tidak dimungkinkan adanya
penambahan jenis pekerjaan dan atau pengurangan volume,
maka dilakukan musyawarah desa untuk menyepakati
penundaan salah satu kegiatan di RKP Desa dan APBDesa
untuk digantikan dengan kegiatan yang lebih banyak
menyerap tenaga kerja dengan sedikit material dan alat.
 Selanjutnya dilakukan tahapan revisi RKPDesa dan APBDesa,
dengan catatan apabila kegiatan yang padat karya tersebut
tidak ada di RPJMDesa, maka harus diakukan review RPJM
Desa
Bagi desa yang masih dalam penyusunan RAB dan
Desain rancangan RKP Desa maka dapat
merencanakan perhitungan kebutuhan
pelaksanaan pekerjaan dengan memperhitungkan
tenaga kerja untuk mengangkut bahan material
untuk bangunan, penyiapan lokasi bangunan, dan
pelaksanaan kegiatan pembangunan.
Tahapan
TAHAPAN PELAKSANAAN
1. Pemerintah Kabupaten dengan dibantu pendamping desa,
melakukan Peningkatan Kapasitas bagi pengawas,
pengelola dan/atau pelaksana teknis untuk kelompok masyarakat
dalam kegiatan pelaksanaan swakelola .
2. Pemerintah Kabupaten dengan dibantu pendamping desa,
memberikan Bimbingan dan Pembinaan Teknis
pada Pemerintah desa dan kelompok masyarakat pelaksana
swakelola yang bekerja sebagai pengawas, pengelola maupun
pekerja teknis.
3. Pemerintah Kabupaten/Kota dengan dibantu pendamping
desa, mendorong Pelibatan Tenaga Kerja Lokal pada
kelompok masyarakat pelaksana swakelola sesuai dengan
tujuan padat karya tunai di desa.
4. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa Menyerahkan
Hasil Pekerjaan kepada pemerintah desa dan kelompok
masyarakat melalui musyawarah desa serahterima pekerjaan.
PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN
KEGIATAN PKT DESA

Kepala Desa melakukan pemantauan berkala


(bulanan atau triwulanan) terhadap kinerja
pelaksanaan kegiatan dan kualitas pemanfaatan
sumber daya lokal. Kepala Desa melibatkan
masyarakat dalam seluruh kegiatan pemantauan
dan evaluasi
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan
bidang pembangunan desa yang dilaksaskan
dengan skema padat karya tunai di desa dilakukan
oleh Tim Teknis Fasilitasi, OPD, Pemerintah Desa
dan BPD, sesuai dengan bidang dan kewenanganya
RENCANA KERJA TINDAK LANJUT (RKTL) PKT DESA
RENCANA KERJA PADAT KARYA TUNAI

TA 2018

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
NO Kegiatan PIC

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
A KODISI NORMAL

I KEBIJAKAN ANGGARAN KABUPATEN/KOTA

1. PERBUP/PERWAKOT TENTANG ADD-DD

2. PERBUP PENGADAAN BARANG DAN JASA DI DESA

II SOSIALISASI DAN BINTEK PADAT KARYA

1. PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA & TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL (TPP)

2. PEMERINTAH DESA

PERUBAHAN RKP DESA DAN APB DESA

1. MUSDES PERUBAHAN RKP - APB DESA

2. PEMBENTUKAN TIM PERUMUS PERUBAHAN & KAJIAN PERUBAHAN RKP & APB DESA .,nl

III

3. PERHITUNGAN RAB DAN DESIGN TEKNIS KEGIATAN.

4. VERIFIKASI APB DESA PERUBAHAN OLEH PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

5. PENGESAHAN RKP PERUBAHAN & APB DESA PERUBAHAN

PELAKSANAAN PADAT KARYA

1. PENCAIRAN 20% (TAHAP 1)

2. LAPORAN REALISASI PENYERAPAN & CAPAIAN OUTPUT DANA DESA TAHUN ANGGARAN SEBELUMNYA (TA 2017)

3. PENCAIRAN 40% (TAHAP 2)

4. LAPORAN REALISASI PENYERAPAN & CAPAIAN OUTPUT DANA DESA TAHAP 2

5. PENCAIRAN 40% (TAHAP 3)


Salam berdesa ….Demak is Oke ….Terimakasih …
Leaflet
PADAT KARYA
TUNAI
DESA
TAHAPAN PERSIAPAN PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PKT DESA
TAHAPAN PERSIAPAN PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PKT DESA
MEKANISME REVISI RKP DESA
CARA PERHITUNGAN 30% HOK
KENDALA DAN SOLUSI KEGIATAN PADAT KARYA TUNAI DESA
KENDALA DAN SOLUSI KEGIATAN PADAT KARYA TUNAI DESA