You are on page 1of 8

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN

PERCOBAAN VI

METAMORFOSIS

OLEH :

NAMA : WAHYUNI S.

STAMBUK : F1D117034

KELOMPOK : II (DUA)

ASISTEN PEMBIMBING : M. RIDHO ALFALAHI

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PRNGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALU OLEH

KENDARI

2018
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakan

Daur hidup adalah suatu proses yang dialami makhluk hidup yang

dimulai dari awal pertama kali organisme itu hidup dibumi lalu tumbuh dan

berkembang menjadi organisme atau makhluk hidup dewasa dan berkembang

biak untuk mempertahankan kelangsungan jenisnya. Daur hidup terjadi

perubahan-perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. Metamorfosis adalah

perubahan/perkembangan biologi yang terjadi pada diri makhluk hidup berawal

dari telur hingga menjadi dewasa secara sempurna dengan mengalami

perubahan pada bentuk anatomi, morfologi maupun fisiologis.

Metamorfosis ada dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan

metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis sempurna adalah perubahan

bentuk yang terjadi pada serangga dimana larva (hewan muda) mempunyai

bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk ketika sudah dewasa, biasa dikenal

dengan sebutan holometabola, biasanya cara makan bahkan habitatnya pun

berbeda. Metamorfosis yang perkembangannya melalui tahap telur–larva–

pupa–imago (dewasa). Telur yang menetas menjadi larva dan larva akan

menjadi kepompong kemudian berubah menjadi imago (dewasa).

Metamorfosis tidak sempurna adalah proses pertumbuhan pada hewan

yang tidak mengalami perubahan bentuk secara signifikan, dikenal dengan

istilah hemimetabola. Metamorfosis tidak sempurna terjadi dengan tiga tahapan

yaitu mulai dari telur, menetas menjadi nimfa dan tumbuh menjadi dewasa.

Tidak semua makhluk hewan bermetamorfosis, contoh hewan yang


bermetamorfosis adalah kupu-kupu, nyamuk, tawon, lalat, ngengat, semut,

lebah kutu, kumbang, belalang, kecoak, capung, kepik, rayap, jangkrik dan

masih banyak yang lainnya. Berdasarkan uraian di atas maka dilakukan

praktikum ini.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana proses metamorfosis?

2. Bagaimana perbedaan antara metamorfosis sempurna dan metamorfosis

tidak sempurna?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui proses metamorfosis

2. Untuk mengetahui perbedaan antara metamorfosis sempurna dan

metamorphosis tidak sempurna.

D. Manfaat Praktikum

Manfaat yang ingin diperoleh pada praktikum ini adalah sebagai

berikut:

1. Dapat mengetahui proses metamorfosis.

2. Dapat mengetahui perbedaan antara metamorfosis sempurna dan

metamorfosis tidak sempuran.


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Metamorfosis

Metamorphosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada

hewan yang melibatkan perubahan penampilan dan/atau struktur setelah

kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel

dan differensiasi sel atau proses yang terlihat dalam organism multisel yang

secara radikal berbeda. Beberapa serangga, amfibi, mollusca, crustacean,

echinodermata, dan tunicate mengalami proses metamorphosis, yang biasanya

(tapi tidak selalu) disertai perubahan habitat kelakuan (Wahyudi, dkk., 2018).

B. Metamorfosis Sempurna

Metamorphosis sempurna merupakan jenis perubahan hewan yang

melalui empat tahap yaitu, telur, ulat, pupa, dan hewan dewasa. Metmorfosis

ini disebut dengan istilah holometabola atau holometabolisme. Sel telur adalah

cikal bakal makhluk hidup yang dimiliki betina, yang nantinya akan berubah

menjadi zigot setelah melalui proses pembuahan oleh spermatozoa pejantan.

Hewan betina akan meletakkan telur yang sudah dibuahi di tempat yang sesuai

dengan perkembangan calon anaknya. Setelah telur menetas mereka akan

menjadi larva atau hewan muda. Bentuk larva sangatlah berbeda dengan hewan

tersebut ketika dewasa, pada fase ini mereka akan sangat aktif makan. Pupa

atau kepompong adalah fase transisi. pada kondisi ini serangga dalam keadaan

inaktif (tidak makan). Kepompong dilindungi oleh rangka luar yang keras

disebut dengan kokon. Fase hewan dewasa merupakan fase reproduksi dimana
imago akan saling mengadakan perkawinan (jantan dan betina) yang nantinya

akan menghasilkan ratusan telur dan siklus perkembangbiakan dan

pertumbuhan pada hewan tersebut akan terulang (Putra, dkk., 2012).

C. Contoh Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis melibatkan proses pergantian kulit yang disebut ekdisis.

Hewan yang mengalami proses metamorfosis ini seperti kelas insekta

(serangga). contoh hewan yang melakukan metamorfosis sempurna

diantaranya yaitu Kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, katak, tawon, dan

sebagainya. Kupu-kupu melakukan proses metamorfosis sempurna karena pada

masa pertumbuhannya kupu-kupu mengalami empat tahap yaitu telur, larva,

pupa dan imigo. Telur kupu-kupu akan menetas antara 3-5 hari kemudian

menjadi larva. Larva (ulat) menghabiskan wktunya untuk makan dan tumbuh,

sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur yang kososng sebagai makan

pertamanya. Larva membungkus dirinya sendiri dalam kepompong dan

menjadi pupa. Tahap pupa terjadi proses pembentukan serangga yang

sempurna. Pembentukan kupu-kupu di dalam pupa biasanya berlangsung

selama 7-20 hari tergantung spesiesnya (Helmiyeti, dkk., 2010).

D. Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna adalah proses pertumbuhan pada hewan

yang tidak mengalami perubahan bentuk secara signifikan, dikenal dengan

istilah hemimetabola. Fase metamorfosis tidak sempurna yaitu telur, nimfa dan

imago (hewan dewasa). Golongan ini tidak melewati masa pupa dan pada
pertumbuhannya pun tidak memiliki perubahan yang besar seperti halnya

metamorfosis sempurna yang memiliki perubahan besar pada organ tubuh dan

fungsinya. Fase telur, pada fase ini induk akan menyiman telur pada tempat

yang aman dengan tujuan mempertahankan embrio dari berbagai serangan

hewan lainnya, maka telur dilapisi cangkang dengan lapisan zat kitin yang

mempunyai fungsi pelindung embrio sampai akhirnya telur menetas menjadi

nimfa. Fase nimfa, pada fase ini mulai terbentuk organ yang hampir

menyerupai organ pada hewan dewasa. Fase imago, pada fase ini berbagai

perubahan telah terjadi pada hewan hingga tewan telah matang dan siap

bereproduksi (Fakrah, 2009).

E. Contoh Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna terjadi dalam tiga tahapan yaitu telur,

nimfa dan imigo. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna

yaitu kecoa, belalang, dan sebagainya. Kecoa mengalami proses dimana

perkembangannya dalam tiga fase yaitu telur, nimfa dan imigo, pada fase telur,

kecoa dilindungi ootheca (sejenis kapsul), telur akan menetas dalam waktu 28

hari dan ada beberapa jenis kecoa yang menetas pada waktu 2 bulan, setelah

telur menetas maka kecoa memasuki fase nimfa selama 60 hari dan pada fase

nimfa terjadi pergantian kulit. Setelah melakukan pergantian kulit sebanyak 5

sampai 7 kali, maka nimfa tumbuh menjadi hewan dewasa (imigo) (Ahustina,

dkk., 2013).
III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 18 April 2018

pukul 7.30-8.30 WITA di Laboratorium Zoologi, Fakultas Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada table 1.

Table 1. Bahan dan Kegunaan


No. Nama Bahan Kegunaan
1 2 3
1. Telur kupu-kupu (Hyplimnas bolina) Objek yang diamati
2. Telur kecoak (Blaberus giganteus) Objek yang diamati

C. Alat Praktikum

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah toples yang

digunakan untuk menyimpan bahan yang diamati.

D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum inin adalah sebagai berikut :

1. Mencari hewan yang mengalami metamorfosis.

2. Mengamati dengan mengikuti siklus perkembangannya.

3. Mencatat waktu yang diperlukan setiap fase perkembangan.

4. Mencatat hasil pengamatan.

5. Mendokumentasikan hasil pengamatan.


DAFTAR PUSTAKA

Agustina, E., Nursalmi, M., dan Herdanawati., 2013, Perkembangan


Metamorphosis Lalat Buah (Drosophilla Melanogaster) pada Matakuliah
Perkembangan Hewan, Jurnal Bioti,. I(1):12.
Fakrah., 2016, Inventarisasi Insekta Permukaan Tanah GampongS Krueng Simpo
Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen, Jurnal Pendidikan Almuslim,
IV(1):50.
Helmiyeti, Dahelmi, dan Sri Y. D., 2010, Lama stadia Pradewasa Beberapa Jenis
Kupu-kupu Papilionidae pada Tanaman Inang Jeruk Bali (Citrus maxima
Merr.), Jurnal Ilmiah Konservasi Hayati, VI(2):10.
Putra, F. P., Juni, N. S., dan Rahmat, S., 2012, Aplikasi Pembelajaran
Metamorfosis Berbasis Android Augmented Reality, Jurnal Teknik
Informatika, I:2.
Wahyudi, A. K., Freandy, F. M., dan Sabatino, G., 2018, Perangkat Visualisasi
Metamorfosis Kupu-kupu Menggunakan Animated Augmented Reality,
Jurnal Ilmiah Sisvetenika, VIII(1):69.